Disclaimer : Masashi Kishimoto
Warning : OOC mungkin, Abal, Ide asli dari saya
Wie yamada © 2011
Distance Relantionship
Chapter 2
"Hai, Sakura…" ucap Sasuke. Seringai jahil ala Sasuke pun mulai tampak.
"Kau!" ucap Sakura kaget dan urat-urat di wajah Sakura pun mulai keliatan.
"Maaf-maaf," ucap laki-laki pantat ayam itu. Sasuke tersenyum. Matanya menyipit dan terus menyunggingkan senyumnya kepada Sakura. Berharap Sakura melunak dan dengan mudahnya bisa didapatkan. Itulah yang Sasuke harapkan.
Sakura tidak mengerti. Kenapa ia dibawa kesini? Bukan nya ini masih jam pelajaran Iruka sensei? Tapi, ia seakan pernah melihat sesosok laki-laki yang kini ada di hadapannya. Ya, Sakura ingat!
"Kau, teman sekelasku, bukan?" selidik sakura. Matanya menatap lurus ke wajah tampan Sasuke.
"Ya, perkenalakan aku Sasuke. Uchiha Sasuke." Sasuke masih tersenyum, tangannya langsung saja merangkul Sakura, dan mengajaknya ke bangku yang ada di dekat mereka.
Tentu Sakura kaget dan segera melepaskan tangan Sasuke yang begitu kuat memegang bahunya. Tapi Sasuke tidak bodoh! Sasuke pun menambah kencang rangkulannya pada bahu Sakura. Dengan pasrah Sakura membiarkannya begitu saja, yang ada dipikirannya hanya satu kata 'aneh'.
.
.
.
Sasuke menuntun Sakura agar duduk di bangku halaman, dengan pelan-pelan Sasuke mendudukkan Sakura. Setelah Sakura duduk, Sasuke menyusulnya. Kini mereka duduk di bangku halaman belakang yang sunyi, dan mereka hanya berdua. Sasuke sudah melepas rangkulannya itu. Kini mereka terdiam berdua.
"Hey, Sasuke?" Sakura memulai pembicaraan mereka.
"Hn," sahut Sasuke.
Sasuke menoleh ke arah Sakura. Yang dilihat Sasuke hanya wajah datar Sakura, ia tidak mengerti, kenapa wanita ini bukannya mengeluarkan semburat merah di wajahnya, tapi mengapa malah wajah datar yang Sasuke lihat.
Sasuke hanya menanti perkataan yang akan keluar dari mulut gadis target Sasuke selanjutnya. Tanpa diduga-duga olehnya yang ia didengar bukanlah apa yang ingin dia dengar, tapi…
"UNTUK APA KAU MENCULIKKU, HAH?" dengan semangat empat lima Sakura teriak-teriak di depan wajah Sasuke.
Raut wajah Sakura yang sebelumnya hanya datar menahan emosi, kini terlihat menyeramkan. Sakura berteriak meluapkan emosi yang sudah ia kubur beberapa menit lalu itu.
"APA KAU BILANG? MENCULIKMU? PEDE SEKALI KAU! HEY PINKY!" tampaknya Sasuke pun telah kesal dibuatnya. Betapa tidak, yang diinginkannya adalah Sakura yang memohon padanya untuk menjadikannya kekasih, tapi ini malah teriakan seperti harimau saja yang ia dengar.
"LALU APA?" dengan mata masih melotot Sakura menatap Sasuke. Meluapkan emosi yang belum bisa reda. Yang ditatap malah mengalihkan wajah. Sakura yang melihat itu tambah kesal , dan mungkin wajah Sakura sudah sangat merah seperti kepiting rebus.
"Hn," respon Sasuke. Hanya itu kah? Membuat Sakura tambah marah saja.
Dan benar, jawaban singkat dari Sasuke hanya membuat Sakura tambah kesal. Bagaimana tidak, karena Laki-laki aneh itu dia jadi ketinggalan pelajaran. Padahal ini hari pertama dia sekolah, dan Sasuke membuat nama baik Sakura jadi buruk, eh? Ya, di depan Iruka Sensei.
Dengan kesal dia berjalan meninggalkan Sasuke, entah Sasuke masih sadar atau tidak karena sejak tadi Sasuke hanya melihat pohon yang ada di sebelah mereka. Sakura fikir Sasuke kesurupan mungkin. Sakura terus berjalan hingga suara berat itu memanggilnya.
"Tunggu!" merasa dipanggil Sakura menoleh.
Tiba-tiba saja Sasuke menerkam Sakura. Sasuke memojokkan Sakura pada tembok yang ada di dekat mereka. Kedua tangan Sasuke berada di kedua sisi kepala Sakura. Sakura hanya terbengong melihat keadaannya sekarang. Apa-apaan ini?
.
.
.
.
Ruang kelas 2A kini kembali berisik, sejak bel tanda pulang sekolah dibunyikan semenit yang lalu. Gaara merapikan buku-bukunya dan teringat kembali akan Sakura yang sejak tadi belum kembali dari toilet. Garaa merasa khawatir akan itu. Tidak mungkin Sakura membolos pelajaran itulah yang di pikirkan Gaara. Tidak mungkin terjadi sesuatu, kan?
Dengan perasaan tidak tenang Gaara keluar kelas, tentu saja ia bertujuan mencari Sakura. Gaara tambah khawatir ketika mengingat bahwa sahabatnya Sasuke, yang terkenal laki-laki yang sering gonta-ganti perempuan itu juga tidak ada di kelas sejak tadi.
"Sial! Sasuke pasti sejak tadi menggangu Sakura," ucap Gaara kemudian berlari keliling sekolah.
Dari kejauhan, Gaara melihat gadis yang ia cari sejak tadi berlari ke arah dirinya berdiri. Semakin dekat.
Sakura sadar ada Gaara disana, tapi Sakura seakan malu memperlihatkan wajahnya sekarang yang sedang menangis. Sakura terus berlari melewati Gaara yang berdiri disana.
Gaara tercengang melihat wajah Sakura yang ia ketahui sedang menangis dan melewati dirinya begitu saja. Walau Sakura menunduk tadi tetap saja isakan dan air mata terlihat jelas tadi. Apa ia malu? Kalau sahabat sejak kecilnya ini melihat ia menangis? Tanpa pikir panjang Gaara berlari mengejar Sakura, sebelum itu ia melihat Sasuke yang juga baru kembali dari tempat Sakura berlari tadi. Tapi yang terpenting bagi Gaara sekarang hanya Sakura, ia menyusulnya.
.
.
.
.
.
"Kau kenapa?" tanya Gaara di kelas.
"Tidak apa." Sakura terus memasukkan buku-bukunya ke dalam tas sekolahnya. Tidak menatap Gaara sedikitpun.
"Kau bohong!" sahut Gaara dengan penekanan di setiap katanya.
"Aku pulang dulu." Sakura melangkah keluar kelas,meninggalkan Gaara.
Gaara merasa aneh, ia tidak terima diabaikan seperti ini. Mana mungkin tidak terjadi sesuatu. Gaara menarik lengan Sakura sehingga Sakura menoleh padanya. Kini ia dapat melihat dengan jelas mata gadis pujaannya yang kini sembab. Entah kenapa.
"Kumohon, aku sedang tidak ingin bercerita dengan siapapun. Lepaskan aku!" air mata mulai keluar lagi dari kedua bola mata emerald itu.
Gaara hanya terpaku melihat Sakura begitu, ia tidak kuat melihat gadisnya menangis seperti itu. Ia tidak mau melihat gadisnya tersakiti begitu. Tidak ada. Tidak ada yang boleh membuat gadisnya itu menangis.
Gaara menuruti perkataan Sakura. Ia melepaskan tangan Sakura. Sakura pun kembali melangkah keluar kelas. Sedangkan Gaara masih saja berdiri disana, ia tahu harus melakukan apa.
Tidak lama kemudian munculah Sasuke yang sudah ditunggu Gaara sejak kepergian Sakura tadi. Ia melangkah masuk ke kelas dan menuju kursinya. Mengabaikan Gaara yang berdiri disana. Sasuke mengambil tasnya dan segera pergi dari sana. Sasuke kembali melangkah keluar kelas.
"Sasuke," panggil Gaara. Merasa dipanggil Sasuke berhenti.
"Hn," sahut Sasuke seperti biasa. Sasuke tidak menoleh sedikitpun pada lawan bicaranya tu.
"Apa yang kau perbuat pada Sakura?" tanya Gaara penasaran. Ia sungguh ingin tahu apa yang terjadi.
"Hn." Gaara tidak mengerti apa maksud Sasuke itu. Gaara berjalan maju, mendekati Sasuke. Menarik kerah kemejanya hingga wajah Sasuke kini terlihat jelas oleh Gaara. Onyx dan emerald bertemu. Tatapan tajam saling bertemu.
"Apa maksudmu, hah?" teriak Gaara di depan wajah Sasuke. Sasuke hanya menunjukan seringainya itu. Seakan merendahkan Gaara.
"Dengar! Ini bukan urasanmu," jawab Sasuke datar.
Sial. Apa-apaan Uchiha bungsu ini. Dia bilang bukan urusanku? Kau yang membuat gadis yang kucintai sejak dulu menangis, bukan urusanku begitu? Brengsek!.
"Jangan dekati dia! Atau kau akan menyesal." Gaara melepaskan cengkraman tangannya pada kemeja Sasuke. Gaara kembali berjalan melewati Sasuke. Percuma bertanya pada lak-laki seperti itu. Lebih baik bertanya bagaimana keadaanmu, pada Sakura.
"Hei, tunggu! Apa masalahmu, hah?" teriak Sasuke.
Sasuke masih kaget mendengar ucapan Gaara itu. Gaara teman atau bisa dibilang sahabatnya baru sekali ini melarangnya mendekati wanita. Apalagi selama ini yang Sasuke tahu Gaara tidak pernah dekat atau peduli dengan wanita manapun. Apa yang terjadi?
Gaara terus berjalan. Gaara hanya mengabaikan pertanyaan Sasuke, walau sebenarnya ia dengar itu.
.
.
.
.
.
Sakura jadi tidak nafsu makan malam. Ia masih memikirkan kejadian tadi, sungguh kejadian yang ingin Sakura lupkan. Tapi dia tidak bisa.
Flashback
"Apa yang mau kau lakukan?" tanya Sakura gemetaran. Detak jantungnya berdetak cepat. Matanya menutup, ia takut melihat makhluk yang berada di depannya. Sakura menundukan wajahnya.
Sasuke menatap lurus wajah Sakura. Sasuke memegang kedua tangan Sakura dan mencengkeramnya pada tembok. Tanpa basa-basi lagi dengan penuh nafsu Sasuke mencium bibir Sakura. Sakura terbelalak kaget. Brengsek! Apa yang dilakukan bocah ini.
Sakura berusaha melepaskan diri dari Sasuke. Tapi percuma, tenaga laki-laki pastilah lebih kuat. Sasuke mengulum bibir tipis itu. Terus. Tanpa berhenti walau Sakura tak sedikitpun membalas ciuman itu. Itu membuat Sasuke kesal. Sasuke terus mengulum bibir Sakura itu hingga isakan kecil pun mulai terdengar oleh telinga Sasuke.
Akhirnya, Sasuke melepaskan ciuman panjangnya itu. Begitu juga tangan Sakura. Sasuke kaget ketika melihat air mata yang berada di pipi Sakura.
'PLAAAK'
Tamparan keras tepat mengenai pipi mulus Sasuke itu. Sasuke kaget. Mengapa? Ini pertama kali ada wanita yang berani menamparnya hanya karena cimuman biasa, mungkin. Biasa bagi Sasuke dan luar biasa bagi Sakura.
Sasuke kau tidak tau kan bahwa ini ciuman pertama Sakura? Sakura selalu mepertahankan Bibir itu hanya untuk laki-laki yang ia cintai nanti. Tapi, kini Sasuke menghancurkan keinginan Sakura dengan mudah.
"Kau, hiks… Brengsek, hikss… I-itu ciuman pertamaku, kau tahu? A-aku… Hiks… padahal selalu menjaganya… Tapi kau.. . Kurang ajar!" kata Sakura masih dengan isakannya.
Saat itu juga Sakura berlari meninggalkan Sasuke. Sakura sudah benar-benar benci pada Sasuke. Laki-laki pertama yang telah membuatnya kesal, ya Uchiha Sasuke. Sakura tidak akan lupa itu.
Sasuke masih terbelalak kaget dengan apa yang baru saja terjadi. Seorang Uchiha ditampar seperti ini hanya karena telah mencium wanita. "SIAL" teriak Sasuke frustasi. Marah. Kesal. Merasa bersalah. Menyesal. Itu yang dialami Sasuke. Sasuke benar-benar menyesal telah membuat wanita itu menangis. Ia tidak tahu kalau ciuman pertama itu penting bagi seorang wanita seperti Sakura.
.
.
.
.
.
Drrtt… Drrtt… Handphone Sakura bergetar menandakan sebuah pesan singkat baru saja masuk. Sakura mebuka Handphonenya. Ia terkejut. Gaara mengirim sms padanya. Dengan segera Sakura membuka pesan itu.
From: Gaara-kun
Malam Sakura-chan. Sedang apa? Kau sudah membaik?
Dengan segera Sakura mengetik balasan pesan dari Gaara.
To: Gaara-kun
Malam juga Gaara-kun. Aku baru saja ingin tidur. Ya~ Aku sudah agak baik sekarang. Maaf untuk yang tadi di sekolah. /\
Sakura segera menekan tombol send. Tidak lama kemudian balasan sms dari Gaara masuk. Sakura segera membuka sms itu.
From: Gaara-kun
Kau bisa ceritakan padaku besok? Aku khawatir. Tidak apa, seharusnya aku yang minta maaf karena aku menggangu acara tidur mu sekarang, hehe. Baiklah, oyasumi Sakura-chan. ^,^
To: Gaara-kun
Maaf Gaara-kun aku tidak bisa bercerita. Maaf yah, kau tidak marah kan? Tidak perlu khawatir. Ya, kalau begitu aku tidur. Oyasumi Gaara-kun. :D
Sakura segera menutup handphonenya, dan merebahkan dirinya di kasur. Di tempat lain Gaara masih penasaran dengan apa yang mebuat gadis pujaannya itu menangis. Tapi Sakura bilang jangan khawatir. Bagaimana bisa kalau orang yang kau cintai menangis dan kau tidak tahu apa sebabnya. Gaara berpikir lebih baik dia tanyakan lagi hal itu besok di sekolah. Gaara pun meletakan hadphonenya dan segera tidur.
TBC
Huwaaaa- readers gomen untuk chapter kemarin! Typonya banyaaaaak bangeeeet. Wie gk sadar deh. Tapi wie udah usahakan di chapter ini gk ada typo lagi. Semoga readers semua masih berminat baca chapter selanjutnya yah! Juga berkenan untuk review, wie seneng banget kalo ada yang review. Baiklah terakhir.. RIVIEW PLEASE!
