Halo semua, Erma-chan balik lagi. Lanjutan dari fict kemarin.

Buat yang udah review makasih banget yah. Pelajaran kalian gga saya lupain

Ma Simba : Arigatou, udah suka ama fict ini. Oke saya bakalan sering update.

Maya : Argatou, oke. Salam kenal juga. :D

Vivi : Iya. Saya ada bikin flashbacknya, tenang aja ada penjelasnnya di chap ini.

Fiyui-chan : Arigatou, seneng deh ada yang suka sama fict aku yang ini. Iya, di usahkan chap ini bakalan dibuat lebih panjang lagi.

Uchiha Eky-chan : Iya, Saku hilang ingatan. Di chap ini bakalan aku ceritain kenapa Saku bisa hilang ingatan.

Read : Arigatou sudah nge'review, fict jauh dari kata bagus ini, hhe. Hai ! saya mengerti, bakalan saya perbaikin. Terima kasih atas pembelajarannya. :D

Fidya Raina Malfoy : Malfoy.? Suka Harry potter yah aku jugaa.. *lupakan ini bukan ajang curcoll* hhe. Iya bahasanya memang agak aneh. Terimakasih atas reviewnya, saya pasti akan belajar lebih banyak lagi.

Me : Iya, bakalan update kilat. :D

Sei-chan : *tos balik Iya, saya itu kecepatan pas nulis fict ini, jadinya kurang memperhatikan penulisannya. Gommenasai. Yosh ! kita sama sama berjuang, ganbatte.

Alhi : Arigatou sudah review fict ini. Iya, ah iya saya akan banyak-banyak membaca fict lain, novel atau semacamnya biar dapat memperbanyak vocab saya. Saya senang kalau saya salah itu ditegur, jadi jangan segan segan sunbae, mohon bimbinganya untuk fict kedepan. :D

Ayu-chan : Hu'um, suka banget. Suka ama Minho tentunya ama Key. :D suka Shinee juga yah :D *curcoll hihihi*. Wah bisa juga tu nanti saya masukin karakter Minho, hhoo.. saya suka banyak, hhe. SUJU, TVXQ, JYJ, FTI, Cn-Blue, 2PM wah suka semuanya deh. Hhoo.. tapi paling menggila sama SHinee nd TVXQ. :D *wah jadi ajang curcooll beneran ni. Hhihi* gomawo atas sarannya, bakalan di usahain di chap selanjutnya di bikin ada karakter Minho. :D

Oke langsung aja...

Lanjutan sedikit dari fict kemarin..

Sasuke POV

Ya tuhan, senyum Sakura tidak berubah dari dulu. Senyum yang selalu bisa menghangatkan hatiku, meredakan emosiku, mengisi setiap hariku yang sepi, dia yang paling mengerti aku. Tapi sekarang aku hanya orang asing baginya, tidak ada lagi memori yang dia ingat semenjak kejadian lima tahun yang lalu.

NARUTO/MANGA.

PAIRING :SASUxSAKU.

WARNING : OCC, TYPO, Gaje.

Rated T.

BECAUSE OF YOU

Happy reading.

Part 2.

Flash back

Senyum itu terus mengambang di wajah berparas cantik berambut merah muda ini ya Haruno Sakura adalah nama sang gadis, dia sedang bersiap akan memberikan kejutan kepada sahabat sekaligus orang yang sangat berarti baginya orang yang sangat dia cintai dari dulu. Hari ini tepat bertepatan dengan ulang tahun sahabatnya itu yang ke 12, dia ingin memberikan hadiah yang sangat berkesan untuk orang yang sangat dicintainya itu. Dia telah bekerja keras selama seminggu ini untuk membuat gelang yang dia buat dengan sepenuh hatinya. Dia membuat gelang itu hanya dua. Untuk dirinya dan untuk orang yang dicintainya itu dan dia bertekat akan mengungkapkan perasaannya kepada sahabatnya itu hari ini. Perasaan yang terlah dia pendam selama dua tahun terakhir ini.

Dari jarak tak kurang dari lima meter, gadis ini dapat melihat rambut emo yang mencuat kebelakang seperti pantat ayam. Yah seperti inilah style seorang yang sangat dia cintai, Uchiha Sasuke. Itu lah namnya, sangat bagus bukan. Dia tersenyum dan terus memandang kedepan.

"Hai." sapanya ketika berhadapan dengan orang yang dicintainya.

"Hn." balas pemuda itu.

"Happy birthday Sasuke-kun," dia tersenyum sebentar kemudian meronggoh sesuatu yang ada di kantong blezernya "Ini untukmu." kemudian menyerahkan hadiah itu kepada pemilik yang berhak. Sasuke kemudian membuka kado tersebut dengan lembut seolah tak ingin menyakiti orang yang dengan susah payah membungkuskan kado ini untuknya.

"Hn. Arigatos." ucap pemuda Uchiha itu dengan tulus.

"Ada yang ingin aku beritahukan Sasuke-kun." katanya

"Hn." itulah tanggapan dari pemuda yang dipanggilnya Sasuke-kun tersebut.

Gadis itu telihat menarik nafas sebentar kemudian menghembuskannya.

"Aa-A-k-kuu. menyukai sasuke-kun." ucapnya tergagap dan tertunduk malu.

"Hah.?" Sasuke tak dapat menghilangkan ekspresi kagetnya, gadis dihadapannya kini hanya tertunduk malu.

Belum sempat Sasuke menjawab pernyataan sakura, keburu ada seseorang yang mengganggu.

"Sasuke-kunn, kita jalan jalan yuk" rengek gadis di sebelah sasuke dia terus memeluk lengan sasuke. Dia tidak sadar sedari tadi gadis yang menunggu jawaban dari pemuda itu sedang menahan tangis, dia tidak sanggup untuk melihat sesuatu yang sangat menyakitkan hatinya.

Sasuke diam tak bergeming dia berfikir keras apa yang harus dia lakukan, ketika sang gadis akan berdiri berniat untuk meninggalkannya bersama wanita yang bernama Karin, yang menyukai Sasuke dari dulu dengan sigap Sasuke menahan tangan san gadis.

"Aku bisa jelaskan" hanya kata itu yang mampu keluar dari mulut sasuke

"Tak ada yang perlu di jelaskan Sasuke." ucapnya dengan senyum yang dia sendiri tau itu adalah senyum yang sangat di paksakan.

"Maaf." entah kenapa jadi kata itu yang keluar seolah dia memang bersalah dan dia memang mempunyai hubungan khusus kepada wanita yang bernama Karin tersebut.

"Kau tidak perlu minta maaf Sasuke, aku yang salah, aku yang lancang mencintamu. Hiks hiks," air mata ini sudah tak terbendung lagi "Hiks.. hiks. Maaf aku telah lancang, aku akan melupakan perasaan ini Sasuke." kemudian dia berlari.

Sasuke hanya terdiam mematung kemudian menatap marah wanita yang ada di sampingnya, wanita itu seakan menyadari aura hitam keluar dari tubuh sasuke segera melepaskan pelukannya.

"Jangan pernah kau tampakkan mukamu di hadapanku." ucap Sasuke datar namun sangat menusuk.

Beriringan dengan kepergian wanita itu tiba- tiba dia mendengar suara hantaman yang sangat kerass.. "KYAAAAAAAAAAAAAA." dia tahu betul itu suara siapa, suara gadis yang sangat dia cintai, ya. Itu gadisnya Sakura Haruno. Dia berlari kencang ke arah tabrakan tersebut.

Dia melihat, hatinya sangat miris melihat gadisnya tediam tak berdaya, dia menghapiri gadis itu dan memeluknya erat, bau anyir menyengat pernapasan sang Uchiha, ketika dia melihat darah di balik kepala sang gadis, kepanikan mulai merasukinya.

"Siapa saja cepatt telfon AMBULAAAANNN." teriaknya histeris, kerumunan orang-orang itu pun dengan sigap menelfon ambulan, tak berapa lama ambulan itu pun datang.

Dengan sigap para petuga medis mengevakuasi sakura, seandainya saja dia menahan sakura agar tidak pergi, seandainya saja wanita itu tidak mengacau seandainya sajja. Arrrrrrrggghhhh.. sang Uchiha terlihat sangat frustasi sambil menjambak rambut emonya.

Penyesalan selalu datang di akhir permasalahan kita hanya bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian.

Sejam berlalu..

Dua jam berlalu..

Tiga Jam berlalu..

Sakura masih berjuang hidup di meja operasi. Lima puluh menit kemudian, dokter yang menangani Sakura keluar dari ruangan operasi, Sasuke segera menghapri dokter tersebut.

"Bagaimana keadaanya dok.?" tanya Sasuke, terlihat sekali kekhawatiran terpancar dari bola matanya.

Sasuke POV

"Dia sudah melewati masa kritisnya, tapi bagian kepalanya mengalami benturan yang cukup keras sehingga ada pendarahan di otaknya kemungkinan besar itu akan mempengaruhi memori yang ada di otaknya. Bersabarlah, dimana kedua orang tuanya. Mereka harus mengetahui keadaan putrid mereka."

Aku sedikit terhenyak mendengar penuturan sang dokter "Mereka sedang berada di konoha, sebentar lagi orang tuaku datang. Mereka akan mengurus administrasinya." ucapku

Tak berapa lama kedua orang tuaku pun datang ke rumah sakit, mereka sangat syok mendengar kabar dariku. Mereka juga telah mengubungi kedua orang tua Sakura, dua jam kemudian orang tua sakura pun datang ke Otou, semenjak itu aku hanya mengurung diriku dikamar. Ini sudah sebulan semenjak kejadian itu, sakurapun tak kunjung sadar. Ini semua salahnya, dia terus menyalahkan dirinya sendiri.

Orang tua Sakura memutuskan untuk memindahkan Sakura ke rumah sakit terbaik di konoha, Karena pekerjaan kedua orang tuanya tidak bisa diabaikan begitu saja, mereka tidak pernah menyalahkanku akibat kecelakaan ini. Ini semua takdir, itulah kata tou-san Sakura, aku sudah menganggap mereka seperti kedua orang tuaku sendiri tak ayal sejak kecil aku menjadikan orang tua keduaku. Dan aku juga sering memanggil mereka sngan sebutan 'Tou-san' dan 'Kaa-san'.

Hari ini genap sakura menutup matanya selama 1 bulan 1 hsri 5 jam 38 menit 4 detik. Aku terus menanti Sakura hingga akhirnya hari sakura dipindahkan ke konoha pun tiba. Aku hanya bisa pasrah menerima semuanya, toh ini dilakukan untuk kesembuhan Sakura.

Beberapa hari kemudia aku mendapat kabar bahwa Sakura telah sadar dari tidur panjangnya, tapi ada satu kabar yang sangat menyakitkan hatiku dia kehilangan memorinya tidak semuanya. Hanya memoriku dan keluargaku yang dia lupakan. Yang hanya dia ingat adalah Tou-san dan Kaa-sannya saja. Ingin sekali aku berteriak kenapa sakura melupakanku.. aku menangis.. Ya aku menangis, aku buang jauh jauh image Uchiha yang cool, datar, dan dingin itu. Oh Kami-sama kenapa ini terjadi kepadaku.

End off Flash Back

Author ~POV~

Kejadian itu sudah berlalu lima tahun namun tak kunjung memori Sakura mengingat dirinya, sungguh miris nasib sang Uchiha ini, dia harus berjuang meraih cintanya kembali.

Skip time.

Hari beralu dengan biasa, tak terasa sudah seminggu Sasuke berada dirumah Sakura, tak banyak perkembangan yang terjadi. Namun tanpa disadari Sakura mulai memperhatikan Sasuke, sedikit saja tak melihat wajahnya makanya itu akan menjadi boomerang untuk hatinya. Sakura merasa dulu pernah merasakan hal ini sebelumnya, perasaan yang sangat suci, lemut, tenang. Namun dia tidak dapat mengingat lebih jauh, semenjak dia mendapatkan kecelakaan yang terjadi 5 tahun itu orang tuanya tidak pernah memberitahu tentang masa lalunya. Sebab Sakura akan berusaha mengingat memori itu hingga dia tidak sadar akan kesehatannya yang menurun maka dari itu, cukup kehilangan Sakura selama sebulan dan mereka tidak ingin kejadian itu terulang lagi.

Dan disinilah Haruno Sakura duduk manis di kursinya dengan manis, sedang melamun ya, itulah yang dia lakukan sambil menerawang entah dia menerawang apa. Fikirannya terfokus dengan rasa yang sangat familiar yang sekarang dia rasakan terhadap Sasuke. Dia berusaha mengingat, namun kepingan puzzle itu tak muncul di otaknya. Dia terlalu memaksakan diri sehingga dia merasakan sakit yang sangat luar biasa menyerang kepalanya, tangannya kemudian meremas kencang kearah rambutnya tapi itu tak mengurangi rasa sakitnya.

"Arrrghhhhh." rintihnya. Mukanya pucat pasi.

Sasuke yang berada diluar mendengar rintihan Sakura segera berlari terbirit birit ke dalam kelas. Dia melihat Sakura tergeletak di lantai dengan memeras rambutnya.

Dia menghampiri Sakura, onyx dan emerald berpadu, rasa khawatir onyx sangat tergambar jelas. Emerald merasa tatapan ini pernah di perlihatkan oleh seseorang tapi, rasa sakit itu kembali menyerangnya.

"Aaarrrrgghhh." rintihnya sejadi jadinya.

"Saku, kamu kenapa.?" tanya Sasuke. Dengan memanggil nama kecil Sakura.

Para murid yang berada diluar segera masuk mendengar rintihan itu, Sasuke dengan sigap menggendong Sakura dengan ala bridal style ke UKS. Semua mata tertuju kepada Sasuke dan Sakura. Sasuke yang dikenal dingin terhadap wanita kini bisa memperlihatkan wajah yang sangat ketakutan terhadap seorang Haruno Sakura.

Sasuke membaringkan tubuh lemas sakura ke ranjang UKS, Sakura sedang tertidur di pelukan Sasuke sebelum Sasuke membaringkannya.

Perlahan jemari mulus sasuke menelusuri lekuk wajah Sakura dengan penhuh kasih sayang dia menibak poni Sakura yang menutupi jidat Sakura yang agak sedikir err.. lebar. Sasuke penuh kerinduan menatap Sakura, tersirat betapa menyesalnya dengan kejadian dulu yang menimpa Sakura. Kedua orang tua sakura juga berharap dengan hadirnya Sasuke disisi sakura dapat membantu sakura menemukan kepingan puzzle masa lalunya yang pernah hilang, namun kedua orang tuanya juga berharap jangan sampai sakura sakit hanya karena masalah ini.

"Eengghh…" rintih sakura sadar dari pingsannya.

Sasuke sejenak menghentikan aktivitasnya, kemudian memasang wajah datar seperti biasa. Sakura mulai mengerjap matanya, pandangan pertama tertuju pada langit langit yang putih, dia sadar bahwa dia sekarang berada di UKS, namun perasaan ini muncul lagi ketika matanya mendapati sosok yang tidak asing bagi dirinya, ya dia menatap lekat ke arah Sasuke.

Onyx dan emerald kembali berpadu. Sasuke dan Sakura berpandangan namun tak seucap katapun yang keluar dari mulut mereka masing masing.

"Sasuke, apa yang kamu lakukan disini.?" Tanya Sakura bingung, kemudian dia berusaha bangkit dari tidurnya (?). sasuke membantunya.

"Tadi kamu pingsan Sakura, aku yang membantumu ke UKS" ucap Sasuke datar.

Sakura menghembuskan nafasnya dalamdalam " Arigato sasuke" ucapnya.

"Aku mau kembali kekelas." ucap sakura.

"Biar aku bantu.?" Tawar sasuke.

"Hn." itu jawaban sakura, *owh, kenapa Saku mirip sama Sasu yah jawabannya. Ck mulai ketularan Sasuke ni*

Ok back to story.

Sakura sangat bingung dengan perubahan sikap Sasuke yang sangat lembut terhadap dirinya, dia berusaha mencari tau apa yang sebenarnya terjadi. Sasuke yang dari awal pertama bertemu besikap dingin terhadap dirinya, sekarang malah bersikap sangat lembut bahkan sangat perhatian. Sakura merasakan sesuatu, dulu sepertinya dia sangat mengenal rasa ini. Bahkan sangat mengenalnya.

'Tttetttt.. teeett..' bel pulang berbunyi.

"Nah selamat siang anak-anak" ucap Iruka Sensei diakhir pelajarannya lalu dia pergi meninggalkan ruangan kelas.

Para murid gaduh sendiri memberekan barang barang pelajaran mereka untuk segera pulang kerumah mereka masing masing. Begitu pula dengan Sakura dan Sasuke, mereka berdua sibuk merapikan peralatan belajar mereka. Sesekali terlihat sakura melirik ke arah Sasuke. Dia tersipu malu ketika kepergok Sasuke sedang menatap dirinya.

'Arrgghhh, malu sekali' runtuk Sakura dalam hati. Dia berjalan mendahului Sasuke, sedangkan sasuke mengekor di belakang sakura. Yup, karena mereka serumah otomatis mereka selalu pulang bareng.

"Sakura." panggil Sasuke. Sakura berhenti dan menoleh kepada sasuke.

"Hn." ucapnya datar.

"Kau tidak apa apa.?" Tanya Sasuke datar padahal dalam hatinya sangat cemas memikirkan kondisi kesehatan sakura, namun karena dia seorang Uchiha jadi dia bisa menghilangkan wajah khawatirnya itu.

"Eh.!" Sakura kaget dengan pertanyaan Sasuke "Aku tidak apa apa Sasuke, cuman sedikit pusing." tutur Sakura kemudian memegangi kepalanya yang agak sedikit berdenyut itu.

"Sasuke boleh aku bertanya sesuatu.?"

"Hn"

"Sebenarnya kamu itu siapa.? Kenapa kamu masuk begitu saja dalam kehidupanku.? Apakah di masa lalu aku mengenalmu Sasuke.?" Tanya sakura bertubi tubi

Sasuke sedikit tersentak dengan pertanyaan Sakura, 'Aku harus jawab apa.?' Tanya hati Aasuke entah kepada siapa.

"Hn. Aku hanya seorang anak kenalan ayahmu Sakura, dan soal masa lalumu. Ah. Sebaiknya kita masuk ke rumah" hindar Sasuke dari pertanyaan Sakura.

Sasuke bergesas berjalan mendahului Sakura untuk masuk ke rumah. 'Aneh sekali' bantin Sakura.

"Okaeri" ucap mereka berbarengan, namun tak ada sambutan dari kaa-sannya sakura.

Sasuke masuk ke dalam kamarnya, sedangkan sakura berjalan menuju dapur. Dia melihat memo yang terletak di kulkas.

'TO saku dan sasu.

Kaa-san dan Tou-san harus pergi ke otou, ada urusan perusahaan yang harus kami berdua kerjakan, mungkin akan memakan waktu lama. Jadi tolong jaga rumah ya. Uang sudah kaa-san kirim ke rekening saku. Jadi tenang saja.

Kami mencinta kalian.

From Kaa-san and Tou-san'

Begitulah kira kira isi memonya, "Hahhh." Sakura menghela nafas panjang, beginilah kalau orang tuanya sibuk, hanya surat saja yang mereka tinggalkan.

Tiba tiba Sasuke sudah berada di belakang Sakura, dia melihat Sakura menghela nafas panjang 'Pasti ada sesuatu yang tidak beres.' fikirnya dalam hati.

"Ada apa sakura.?" Tanya sasuke

"Ini." Sakura menunjukkan memo yang ditinggalkan oleh kedua orang tuanya. Sasuke membaca sekilas kemudian beralih pandangan ke sakura.

"Hn. Mungkin memang urusan penting sehingga kaa-san dan tou-san pergi" ucap Sasuke

Ketika Sasuke hendak beranjak dari dapur, sakura menahan lengan sasuke kemudian dia menatap Sasuke "Sasuke." ucapnya "Tadi kenapa kau menghindari pertanyaanku. Tolong jawab Sasuke, aku bosan hidup dalam suatu kebohongan. Aku yakin kalian, kaa-san, tou-san dan kau telah menyembunyikan sesuatu terhadapku" ucap Sakura mantap.

Sasuke merasa tenggorokannya tercekat akibat ucapan Sakura barusan, kemudian tangan Sakura menggenggam tangan Sasuke lembut, sedikit tersentak dengan perlakuan Sakura. Jujur saja saat ini Sasuke sangat rindu akan akan sentuhan Sakura. Dia ingin sekali jujur kepada Sakura, namun dia tidak ingin melihat Sakunya sakit. Tidak itu tidak boleh terjadi lagi.

"Sudahlah Sakura, kau terlalu banyak berfikir." elak Sasuke, sambil melonggarkan tangan Sakura dari tangannya. Kemudian dia berlalu meninggalkan Sakura sendirian didapur dengan semua fkiran sakura.

Sasuke menghempaskan tubuhnya ke ranjang berukuran king size itu, keluarga haruno cukup terpandang di konoha. Seperti halnya keluarga uchiha juga sangat terpandang otou.

Seminggu telah berlalu, sekarang Sakura sudah tidak mempermasalahkan masalalunya. Dia bilang "Mungkin masa laluku memang harus di lupakan ya Sasuke." ucap Sakura ketika mereka berjalan untuk pulang kerumah dari sekolah.

DEG.

DEG.

Jantung Sasuke serasa mati mendengar penuturan Sakura itu. Bagai disambar petir hatinya sekarang ini. Bagaimana mungkin masalalu itu tidak berarti untuk sakura. Oh ya Sasuke baru sadar kalau sekarang Sakura lupa akan masalalunya, lupa akan dirinya, MIRIS bukan nasib seorang Uchiha. Dia hanya dapat menghela nafas mendengar penuturan Sakura barusan.

"Hn" tanggapan sasuke datar.

Mereka berdua sibuk dengan fikirannya masing masing tak ada dari salah satu mereka untuk membuka pembicaraan.

Skip time.

"Tok tok. Sasuke saatnya makan malam." ucap Sakura dari luar kamar Sasuke.

Hening tak ada jawaban.

"Sasuke." panggil Sakura lagi.

Mungkin dia sudah tidur, sebaiknya aku lihat saja. "Sasuke aku masuk ya." "Kleek."

Terlihatlah Sasuke tertidur di sofa dengan memegang sebuah benda seperti gelang, gelangnya sangat unik. Dan ada bandulan berbentuk huruf 'S'Love'S'. Sakura mengamati benda itu dengan seksama.

Sakura POV

Aku seperti pernah melihat benda ini sebelumnya, tapi dimana ya. Ah kenapa aku jadi pikun begini sih. 'Sepertinya Sasuke sangat pulas tidur' batinku berkata. Ku urungkan niatku untuk membangunkan Sasuke. 'Ambilkan selimut saja, Kasian dia kalau kena angin malam kaya gini.' Pikirku dalam hati.

Aku kemudian berjalan keluar menuju kamarku, mataku tak bisa terpejam. Fikiranku kembali kepada gelang yang tadi di pegang oleh sasuke. Aku seperti pernah melihatnya, tapi di mana.?

TBC . . .

Wah terima kasih sudah mau baca fict nya. Ini chap ini, saya harap para readers menyukainya.

Sekian

Plis RnR, arigato, gomawo, kamsahamnida, xie xie. *bungkuk 90 derajat kepada para senpai, subae, oppa, unnie, sensei, ssnim* :DD

Akhir kata..

R

E

V

I

E

W