Haloo annyeong-haseyo semua. Author baik lagi nih, bwa lanjutan cerita yang kemarin.

Maaf banget nie author updatenya lama, soalnya lagi sibuk banget ngurus ikut tes SNMPTN belum lagi waktu belajarnya. Doain yah semoga saya bisa lulus SNMPTN *sepertinya sangat susah*. :DD

Mungkin.. err, bukan kata 'mungkin' lebih tepatnya 'Pasti' banyak kekurangan pada fict saya ini, dengan senang hati saya menerima saran-saran yang diberikan oleh para senpai. :DD

Mungkin chap ini agak sedikit berbelit belit.

Buat yang udah review makasih banget, jangan bosan-bosan review yah, semakin banyak review semakin semangat author lanjutin ceritannya. Kamsahamnida..! Arigato ! Xie-xie ! *bungkuk 90 derajat*

Fidya Raina Malfoy : Hhhi, aku juga suka ama Dramonie. Arigato atas pujiannya :D.

Fiyui-Chan : Wah arigato sudah ngeriview :D oh pasti itu author bakalan jelasin lebih tentang gelang 'S'Love'S'-nya sama maknanya. Ditunggu ya chap selanjutnya. :D

Me : Arigato atas review'an-nya. Ini sudah update kilat !. ^^

Maya : Ah iya. Saya kecepetan ngetik jadi banyak typonya. :D terima kasih atas sarannya ^^. Ganbatte nee. :D

Rairi Chikushodo Uchiha males login : Ne, arigato sudah baca nd review fict ini. ^^

Uchiha Eky-Chan : Iya, hu'um. Emang tu Karin bikin sebel *lho bukannya author yang bikin Karin kebagian peran penjahat* -Karin : dasar ni author dia yang bikin peran gue jadi jahat, eh malah dia yang sebel am ague. Dasar author aneh- oke ini udah update :D

Ayu-Chan : Ne, annyeong Haseyo~ :D . Iaa gga pa-pa seneng lagi author dipanggil unnie ^^. Wah asik nie ketemu shawol, hohoho *tos balik. Iya ini masih nyari ide biar bisa masukin karakter minho ke chapter ini, maunya sih bikin Sasu cemburu ama Minho biar ceritanya juga gga aneh :D Yossshh HWATING~~

Sei-Chan : Ihihi ketahuan deh ngetiknya kecepetan ^^. Oh iya itu lupa saya edit :D gomen nee. Okeh ganbatte nee. :D

NARUTO/MANGA.

PAIRING :SASUxSAKU.

WARNING : OCC, TYPO, Gaje.

Rated T.

BECAUSE OF YOU

Happy reading.

Part 3.

Matahari bersinar dengan terik menyinari kota Konoha, sedikit sinarnya memasuki kamar yang berdimensi sederhana itu. Sakura mengerjapkan matanya seolah tidak ingin diganggu masa tidurnya sambil mengucek matanya berusaha bangkit dari alam mimpinya. Sekarang dia telah benar-benar sadar terbangun dari alam mimpi yang menemani tidurnya tadi malam, sekilas melirik ke arah jam beker yang terletak di meja belajar di samping kiri tempat tidur king sizenya yang berdimensi dengan corak berwarna pink seperti warna rambutnya.

Dia bangkit dari tempat tidurnya menuju balkon yang mengarah ke bagian barat kota Konoha. Dia menghirup udara segar pagi ini. Sang raja telah bersinar sedikit lebih tinggi menyinari bumi untuk membantu segala aktifitas manusia di dunia. Tidak ada meminta imbalan sedikit pun dari seluruh manusia yang ada di bumi, setiap hari dia memberikan sinarnya, tanpa lelah, tanpa letih.

"Gedubrak, Brak, Brik, Bruk." suara gaduh terdengar jelas dari kamar sebelah sehingga membuyarkan lamunan Sakura, bingun itulah yang ada di pikiran Sakura sekarang. 'Pagi-pagi sudah bikin ribut' batin Sakura dalam hati.

Perlahan tapi pasti dia meninggalkan balkon rumahnya menuju pintu kamarnya "Klek"

"Tok-tok. Sasuke kau di dalam." Tanya sakura perlahan.

Namun tidak ada jawaban dari sang empunya kamar, dia memberanikan diri bergerak maju menuju knop pintu "Klek" suara pintu terbuka. Sakura mendapati Sasuke yang tidak elitnya sedang tergeletak dilantai dengan posisi, kepala dan kaki kiri Sasuke di lantai sedangkan kaki kanan Sasuke tergeletak bebas di kasur. Kalian pasti tau apa yang terjadi dengan Sasuke kan? Yup betul sekali Sasuke terjatuh dari tempat tidurnya dan jam beker ada di belakang kepala Sasuke.

"Hmmmpppp.." Sakura menahan tawa dengan membekap mulut dengan tangannya sendiri, Sasuke yang sadar telah ditertawakan oleh Sakura menatap Sakura dengan tajam dan memberikan deathglare andaannya kemudian dia segera memperbaiki posisinya yang tidak mengenakkan tadi.

"Ada apa Sakura?" tanyanya ketus dan dibuat sedatar mungkin.

"Ah, aku mendengar suara gaduh dari kamarmu ini. Ternyata kamu sedang dalam posisi yang tidak mengenakkan seperti tadi." ucapnya lalu dia berjalan masuk ke kamar Sasuke menuju tirai yang menjadi penghalang bagi sinar sang raja untuk masuk kedalam celah kamar Sasuke, Sakura kemudia menyibak perlahan tirai tersebut sehingga sinar sang raja dapat masuk.

"Ayo bangun Sasuke. Ini sudah pagi, temani aku belanja ke supermarket. Persediaan makanan kita sudah habis, persediaan tomat di kulkas juga sudah habis. Bukannya kamu sangat menyukai tomat. Ayo bangun, dan segera mandi." celoteh sakura panjang lebar. Tunggu sebentar Sasuke menyadari sesuatu yang janggal dari mana Sakura tau kalau dia sangat menyukai tomat. Sasuke menautkan alinya tanda dia bingung.

"Dari mana kamu tau aku suka tomat Sakura?" Tanya Sasuke sebelum Sakura keluar dari kamar Sasuke dengan tatapan menyelidik.

"Eh!" hanya itu reaksi sakura "Memang tadi aku berkata seperti itu Sasuke?" Tanya Sakura balik dan menbuat Sasuke bingung dengan jawaban Sakura yang sunggu aneh tadi.

"Aku tidak tau Sasuke, tiba-tiba saja kalimat 'Sasuke sangat menyukai tomat' itu muncul di kepalaku. Aku tidak sadar mengucapkan kalimat itu." ucap Sakura tetunduk.

"Hn. Sudahlah ! Bukannya kita harus ke supermarket. Tunggu sebentar aku mau mandi dulu." ucap Sasuke.

Sakura segera kembali ke kamarnya, dia juga segera mempersiapkan diri untuk pergi ke supermarket hari ini.

Selesai berbenah diri Sakura kembali teringat percakapan terakhirnya dengan Sasuke beberapa menit yang lalu. 'Kenapa aku bisa mengatakan hal yang sama sekali tidak aku tahu?' Tanya Sakura dalam hati entah kepada siapa.

"Tok tok" bunyi ketukan pintu kamarnya membuyarkan lamunan Sakura.

"Tunggu sebentar." Ucap Sakura, setelah dia rasa cukup, Sakura berjalan ke arah pintu "Klek"

"Ayo berangkat Sasuke." ajak Sakura yang sudah berjalan di depan Sasuke menuruni anak tangga rumah Sakura.

Hari ini Sakura memakai baju lengan pendek bermotif bunga sakura dengan warna pink sangat cocok dengan Sakura, dan rok mini sekar 5 cm di atas lutut ditambah dengan rambutnya yang panjang sebahu tergerai bebas dan jepit rambut kupu-kupu yang di selipkan di bagian rambut depan Sakura sehingga menambah kemanisan dimuka gadia berumur 17 tahun itu.

Sedangkan Sasuke sendiri hanya memakai short skirt dengan sweater berwarna putih dan celana jeans ¾ berwana sesuai dengan warna rambutnya hitam donker kebiruan sungguh sangat menawan penampilan Sasuke pagi ini.

** Because of you **

Selesai berbelanja mereka berdua bergegas pulang ke rumah.

"Sasuke kamu mau makan apa?"

"Hn. Terserah saja."

"Bagaimana kalau nasi goreng ekstra tomat." usul Sakura.

"Hn." Respon datar dari Sasuke, Sakura hanya bisa mendengus kesal mendengar jawaban Sasuke. Dia hanya memonyongkan mulutnya dan mengembung-gembungkan pipinya. Sasuke yang menyadari perubahan raut wajah Sakura hanya diam.

Sakura sedang sibuk memotong bawang merah, dengan perlahan dia mengiris bawang itu tiba-tiba saja "Sreett" tak sengaja Sakura mengiris jarinya hingga tergores lumayan dalam, bau anyir memekik penciuman Sakura.

"Prang" suara picau jatuh ke lantai yang terbuat dari keramik itu memecah keheningan. Sasuke yang mendengar suara itu segera berlari keluar kamarnya menuju dapur dimana tempat Sakura berada.

"Arrgghhh" rintih Sakura rasa perih menjalar ke seluruh jemari Sakura, mendengar rintihan Sakura secepat kilat Sasuke menuju dapur.

"Ada apa Sakura?" dia melihat jari Sakura terdapat darah bekas goresan dari pisau, dengan tergesa-tergesa dia mengahampiri Sakura "Tanganmu kenapa? Kenpa bisa sampai berdarah seperti ini? Kamu tadi ngapain sih? Kok bisa sampai seperti ini?" tanya Sasuke bertubi-tubi seakan membentak Sakura. Sakura hanya bisa meringis mendengar bentakan Sasuke itu, namun di telinganya terdengar seperti ucapan kekhawatiran Sasuke terhadap dirinya. Perasaan hangat menjalar di hatinya.

"Hn. Maaf. Biar aku obati." ucap Sasuke. Sakura terkikik mendengar perminta maafan seorang Uchiha Sasuke. Sasuke berlalu dari hadapan Sakura mencari kotak P3K di lemari obat, Sakura merasa aneh. Kenapa Sasuke seakan mengetahui segala seluk beluk rumah ini. Namun dia hanya bisa terdiam, dia tidak ingin kebersamaan yang sudah terjalin dengan Sasuke kandas begitu saja.

Setelah selesai memperban tangan Sakura, Sasukelah yang menggantikan Sakura untuk memasak sarapan pagi.. err, tidak bisa di bilang pagi juga sih, pasalnya sekarang sudah jam 12, jadi Sasuke bukan membuat makan pagi namun makan siang.

Mereka berdua makan dalam diam, tak ada yang mau membuka pembicaraan. Sakura dan Sasuke sibuk dengan fikiran mereka masing-masing.

"Sasuke, aku sudah selesai biar nanti aku yang mencuci piringnya."

"Hn."

Malam telah datang, sang surya telah kembali ke singasananya sekarang penerangan bumi di gantikan oleh sang dewi malam, hawa sejuk menyelimuti malam ini.

Sedari tadi Sakura sibuk menggati chanel tv, 'Hnn. Tidak ada acara yang menarik' batinnya dalam hati.

"Sakura, aku tidur duluan."

"Eh, Hn. Oyasumi."

"Oyasumi."

Sasuke menjauh meninggalkan Sakura sendirian di ruangan keluarga menuju kamarnya. Dia membaringkan dirinya di kasur king size yang berdimensi warna hitam kebiruan seperti rambutnya. 'Hn. Sekarang sudah seminggu semenjak kaa-san dan tou-san pergi.'

"Sakura kenapa kamu tidak pernah mengingatku walaupun sedikit saja?" ucapnya pelan entah bertanya kepada siapa.

"Kenapa kamu melupakanku begitu cepat" lanjutnya

"Kamu tau, aku tidak pernah bisa memaafkan diriku sendiri semenjak kamu kecelakaan itu, aku terus menyalahkan diriku atas hilangnya sebagian dari memorimu itu" air mata tak terbendung, air bening itu turun pelahan dari pelupuk mata Sasuke.

**Because of you**

Pagi telah datang, sang surya telah kembali datang.

"Enggghhh." desah Sakura sedikit menggeliat di tempat tidurnya. Perlahan dia membuka matanya.

"Pagi dunia." ucapnya.

Sakura bergegas untuk mempersiapkan diri ke sekolah. Setelah dikiranya cukup, dia memandang sedikit penampilannya di cermin "Cantik" pujinya pada diri sendiri *-Author : Idih pede amat si loe Saku tumben lo hari ini gga telat Saku.? –Sakura : Hari gini telaattt. Oh gga banget.*

"Pagi Sasuke." sapanya ketika bepapasan di depan kamar.

"Hn. Pagi." Seperti biasa jawabannya selalu datar, "Hn. Ayo berangkat."

Mereka berdua berjalan beriringan menuju Konoha senior high school. Ada yang bingung kenapa Sakura nggak telat pergi ke sekolah? Ya jawabannya karena si Uchiha bungsu ini.

Flash Back on

"Tok-tok-tok. Sakuraaaa bangun ini sudah jam berapa.?" Teriak Sasuke dari balik pintu kamar Sakura.

Tidak ada jawaban.

"Sakuraa." Panggilnya lagi

Masih tidak ada jawaban.

"SAKURAAAA…!" teriaknya melebihi oktaf 4.

"Gedubrak, brak, brik, bruk." terdengar suara gaduh dari dalam kamar Sakura.

"Klek."

"Sasuke, pagi-pagi sudah berisik. Pantatku sakit tau." runtuk Sakura dengan muka yang sangat kusut.

"Hn." Hanya itu tanggapan si Uchiha bungsu ini, kemudian berlalu meninggalkan Sakura yang masih mematung di depan pintu kamarnya.

"SASUKE MENYEBALKAN SEKALI KAU." Dengan muka yang merah padam menahan amarah.

"BRAKK" suara keras pintu kamar Sakura ditutupnya dengan kasar.

'Hn' apa itu maksudnya setelah meneriakiku dengan suaranya yang sangat melengking itu. Sepertinya telingaku harus diperiksa di dokter THT' bantin Sakura dalam hati.

"SAKURA CEPAT MANDI, KALAU TIDAK JANGAN SALAHKAN AKU MENINGGALKANMU" teriak Sasuke dari lantai dasar.

Dengan secepat kilat Sakura bergegas merapikan diri di cermin, 'Huh. Apa-apaan Sasuke itu, seperti Kaa-san saja laganya. Aarrrghh menyebalkan sekali' runtuk Sakura dalam hati.

Flash back end

Di kelas 12A.

Keadaan kelas seperti biasa 'gaduh' satu kata yang mendriskripsikan pemandangan di kelas ini, sebagaiman kelas jika tidak ada guru yang mengajar. Hari ini seharusnya pelajaran Kakashi-sensei, namun siapa yang tidak tau dengan kebiasaan sensei mereka yang satu itu, hobi telatnya gga ketulungan.

"Kyaa Sasuke-kun kau tampan sekali."

"Kyyaa mau kah kau jadi pacarku"

"Sasuke-kun manis sekali" itulah teriakan-teriakan yang terdengar ke telinga Sakura mengenai Sasuke, belum sempat dia pindah 1 bulan Sasuke telah berubah menjadi bak sosok seorang pangeran.

"Haahh." Sakura menghela nafas panjang.

"Kau kenapa Sakura?" tanya Ino, sahabat Sakura.

"Tidak apa-apa. Aku hanya lelah" elaknya.

"Ah, jangan bohong kau dari tadi melihat ke arah Sasuke terus. Ayo ayo ada apa ini?" selidik Ino.

"Ah, sungguh Ino tidak ada apa-apa" elaknya lagi, rupanya Ino tipikal orang yang tidak dapat di bohongi.

"Ayolah, ceritakan Sakura apa aku suka pada Sasuke" desak Ino lagi. Bluusshh muka Sakura langsung memerah mendengar pernyataan Ino barusan.

"Ah-aah aap-aapaa maksudmu?" tanya Sakura terbata-bata.

"Hm.. dari tadi kamu hanya memandang ke arah Sasuke tepatnya melamun ke arah tempat duduknya, padahal Sasuke sedang tidak ada di kelas." lanjut Ino.

"Ayolah Sakura, aku tau kamu pasti menyukai Sasuke kan?" selidik Ino lagi.

"Ee-etto, ah sudahlah. Kenapa jadi membahas tentang ini." hindar Sakura.

"Sudahlah, aku kan sudah kenal kamu gga cuman satu ato dua hari. Aku ini sahabat kamu, jadi kamu bisa mempercayai apapun kepadaku." desak Ino tak mau kalah.

"Hhhahh." Sakura menghela nafas panjang "Aku juga tidak mengerti dengan apa yang aku rasakan terhadap Sasuke, aku seperti pernah mengenal perasaan ini sebelumnya bahkan lebih dalam. Tapi aku sama sekali tidak mengerti tiba-tiba saja Sasuke masuk dalam kehidupanku, mengusik segalanya hingga sampai pada saat ini.." Sakura mengambil nafas sejenak. Ino hanya mangut-mangut mendengarkan dengan seksama cerita Sakura "sepertinya aku mulai menyukainya errr.. bukan aku sudah terlanjur mencintainya. Tapi sepertinya ada yang di sembunyikan Sasuke, kaa-san dan tou-sanku dari aku. Setiap aku bertanya perihal tentang Sasuke mereka seolah menutup-nutupi sesuatu. Sekarang apa yang harus aku lakukan Ino?" tanya Sakura di akhir ceritanya.

"Ah, rumit sekali sih Sakura. Aku juga bingung kamu harus bagaimana, sebaiknya kamu menunggu saja sampai Sasuke mau menceritakan segalanya kepada kamu. Aku tau dari sikap Sasuke datang pertama kali di kelas ini dia itu tipe cowok dingin terkesan cuek. Tapi aku masih ingat ekspresinya ketika kamu menjerit di kelas waktu itu, mukanya sangat panic. Hhmm.. para FGnya saja pada bingung kenpa Sasuke bisa bersikap seperti itu." Jelas Ino panjang lebar.

"Haahh aku juga tidak mengerti Ino"

Suara gaduh teman-temannya membuat mereka menghentikan aktivitas curhat mereka.

"Kakashi-sensei datang." teriak Naruto sambil berlari ke arah bangkunya.

Tap.

Tap.

Tap.

Suara deru langkah mendekati kelas 12A, para murid sekarang duduk rapi di bangku mereka masing-masing.

"Selamat siang anak-anak, maaf karena saya terlambat." Ucap kakashi-sensei memulai pelajarannya.

"Memang sudah hobi sensei kali." Celetuk kiba kemudian mendapat tatapan deathglare dari teman-temannya. Bisa gawat kalau gurunya satu ini marah bisa-bisa dapet duren runtuh.

Kakashi-sensei hanya tersenyum menanggapi celetukan kiba barusan "Hmm.. baiklah kalau begitu. Cepat rapikan buku kalian, dan siapkan kertas selembar kita akan mengadakan tes." lanjutnya dengan menampakkan seringainya. Nah kan benar, bukan dapet duren runtuh tapi dapet tes dadakan yang ada.

"Yaaaaahhhhhhhhhhhhhh.." suara protespun terdengar riuh.

"Ini gara-gara kau kiba." seru Lee ketua klub pentas seni. Kiba yang di singgung hanya cengengesan.

'Huh payah,' runtuk Ino dalam hati 'Gara-gara si Kiba ini, Kakashi-sensei jadi marah.' tambahnya lagi.

Tanpa babibu lagi semua murid mengerjakan tes dengan damai, aman, tentram, dan khidmat.

CTAARRR…

Kilat menyambar kota Konoha, memang benar sejak tadi sore sang surya enggan menmpakkan keberadaanya. Mendung itulah yang di tampakkan oleh sang surya. Di sinilah Sakura Haruno meringkuk di balik selimut tidurnya yang tebal itu, namun tak sedikitpun mengurangi ketakutannya akan petir yang menggelegar di udara.

CTAAAARR..

"KYAAAA." kilatan itupun terlihat jelas di balik ventilasi jendela kamarnya. Semakin ketakutan, dia memberanikan diri untuk melihat kearah jendela. Sasuke yang mendengar teriakan Sakura terbangun dari alam mimpinya. Perlahan dia keluar dari balik selimutnya, hatinya terdorong untuk melihat keadaan gadis yang ada di sebelah kamarnya itu.

CTAAAARR..

Kilatan itu semakin jelas di penglihatannya, pelahan namun pasti cairan bening itu telah keluar dari pelupuk mata Sakura. "Hiks.. Hiks.. Hiks.." suara tangis pun pecah bercampur dengan suara petir dan suara hujan.

"Klek." dengan perlahan Sasuke membuka knop pintu kamar Sakura. Dia mendapati Sakura sedang meringkuk di balik selimut dan samar-samar terdengar suara tangisan dari dalam selimut itu.

Perlahan tangannya terulur untuk menggapai Sakura "CTARRRR." suara petir menggema

"KYAAAAA." teriak Sakura disela-sela tangisnya. "Hiks.. Kaa-san, Tou-san" "Aku takut" ucap Sakura di balik selimutnya

"Sakura tenanglah ada aku di sini." Sakura segera melepas selimut yang menutupi seluruh permukaan tubuhnya. "Sasukeeee.. Hhuu hhuu. Aku takut." rengeknya dan berdiri memeluk ke arah Sasuke yang berdiri di Samping tempat tidur Sakura. Sasuke hanya bisa diam. Dengan lembut dia membalas pelukan Sakuran, mengusap pelan rambut panjang Sakura. Sakura menyandarkan kepalanya di dada bidang Sasuke. Keduanya terdiam hingga beberapa saat, tak ada yang membuka pembicaraan sehingga suasana kecanggunganlah yang tercipta di antara mereka berdua

Sakura tersadar akan posisinya bersama Sasuke sekarang, wajahnya sedikit memanas. Dia kemudian melepaskan diri dari Sasuke "Maaf." gumam Sakura pelan, namun masih dapat di tangkap oleh indera pendengaran Sasuke.

"Hn. Tak apa. Tak usah dipikirkan, sebaiknya kamu cepat tidur. Aku balik ke kamar dulu. Oyasumi." ucap Sasuke, namun ketika hendak pergi langkahnya terhenti "Blep" tiba tiba seluruh ruangan menjadi gelap "Saaasukkeeeee, kamu di mana?" tanya Sakura, tangannya meraba-raba ke udara namun tak juga menemukan sosok Sasuke.

"Hn. Aku di sini." Sasuke meraih tangan Sakura membimbingnya menuju tempat tidur.

"Sasuke jangan pergi. Aku takut sendirian."

"Hn."

"Bener ya Sasuke." kata Sakura sambil memegang erat tangan Sasuke.

"Hn. Tidurlah, aku akan tetap di sini."

Perlahan Sakura merebahkan dirinya, namun matanya tidak juga bisa terpejam. Tapi genggaman tangan hangat Sasuke dapat menenagkan hatinya. Lama diam tanpa kata "Kamu tidak tidur Sasuke?" tanya Sakura yang masih terjaga.

"Tidak, nanti saja. Kamu tidurlah duluan."

"Tap-" belum sempat Sakura menyelesaikan kalimatnya, Sasuke telah memotong pembicaraannya.

"Tidurlah."

Perlahan Sakura memejamkan matanya, tak lama lampu pun kembali menyala. Hujan tak lagi turun membasahi kota Konoha. Sekarang terlihat jelas muka damai Sakura ketika tidur.

Sasuke menggenggam lembut tangan Sakura "Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Aku berjanji akan memulihkan ingatanmu Sakura." perlahan Sasuke mendekatkan dirinya kepada Sakura, hembusan nafas Sasuke begitu terasa di permukaan kulit Sakura, bibir itu kembali bertemu dengan penuh kasih sayang Sasuke menyalurkan semua perasaannya kepada Sakura.

"Aku mencintaimu Sakura." kemudian dia beranjak pergi meninggalkan Sakura.

"Blam." suara pintu tertutup pun terdengar.

Sakura tersentak dengan perlakuan Sasuke tadi, dia terbangun dari tidurnya, "Hah.? Apa yang Sasuke barusan lakukan? Kenapa dia menciumku dengan begitu err.. lembut?" begitu banyak pertanyaan yang muncul di benak Sakura. Sekarang dia yakin Sasuke bukan sekedar seorang anak kenalan ayahnya, namun seseorang yang datang dari masa lalunya. Mengapa Sasuke ingin dirinya dapat mengingat masa lalunya. Apakah masa lalunya itu berhubungan dengan Sasuke?

'Siapa kamu itu sebenarnya Sasuke?' batin Sakura.

Gyaaaa akhirnyaa update juga chapter ke 3, Gomennasai atas keterlambatannya. Tapi saya sudah berusaha semampu saya.

Terima kasih banyak bagi udah yang review jangan pada bosan yah. :D

Tunggu update'an selanjutnya.

.

.

.

Akhir kata.

R

E

V

I

E

W