Disclaimer: Axis Powers Hetalia © Hidekaz Himaruya
Summary: "Aww, hentikan Norge! Aku 'kan sedang kerja!" Padahal Norway hanya ingin perhatian dari Anko-nya, agar hari yang dingin dan lumayan membosankan itu bisa menjadi hari hangat.
Pairing: Denmark x Norway,
Notes1: Oke, ini fic pendek abis… Fluffy gagal, plot ga jelas, dan kekacuan lain yang membaur menjadi satu. Awalnya niat ngetik buat MagoGraci (Samurai Warriors) eh, nyambung-nyambung malah jadi ini… jauh banget =,=
Terinspirasi dari gambar yang saya temukan di zerochan, yang cute abis w(OAOw)
Ya… don't like it, don't read lah… tapi saya harap ada yang mau membaca hasil keabalan saya ini… /membungkukan badan
.
.
Warmth
by Aika-chii
.
.
Denmark—seorang pria bertubuh atletis dengan kemeja merah, duduk bersila di atas karpet yang cukup tebal dan hangat, sambil memegang pulpen dan kertas-kertas berhiaskan tulisan ber-font kecil. Dengan teliti, ditulisnya sesuatu sesuatu di kertas HVS itu. Ya, memang, mengerjakan laporan kenegaraan di lantai dengan santainya sudah menjadi kebiasaan bagi si rambut jabrik ini. Ditemani segelas coklat panas di sampingnya, laporan-laporan itu perlahan selesai. Dirinya tak sabar untuk membereskan tumpukan salju yang mengacaukan halaman rumahnya.
Norway—pria berambut pirang dengan Nordic Cross menghiasi sisi kiri rambutnya, tidur-tiduran di belakangnya seraya membalik-balikan halaman majalah yang sedang dibacanya. Dia merasa bosan. Sesekali, ditendangnya punggung Denmark yang sedang bekerja, sehingga si bodoh itu hanya mengeluh dan mengatakan, "Aww, hentikan Norge! Aku 'kan sedang kerja!"—tetapi langsung meneruskan kembali pekerjaannya. Begitu berulang-ulang, tetapi bola mata Denmark tidak berkutik dari kertas-kertas laporannya. Padahal Norway hanya ingin perhatian dari Anko-nya, agar hari yang dingin dan lumayan membosankan itu bisa menjadi hari hangat.
(Coret kalimat terakhir paragraph kedua, ini perintah Norway.)
Merasa iba pada punggung yang menjadi korban tendangannya dari tadi, Norway beralih menyenderkan badannya di punggung lebar Denmark. Sambil merasakan kehangatan si pria jabrik itu, Norway memejamkan mata sambil tersenyum tipis. Samar, dia bisa mendengar debaran jantung Denmark yang terasa cepat, secepat miliknya. Senang karena mendengar debaran itu, Norway menempelkan pipi dan telinganya ke punggung lebar itu—dan tanpa dia sadari malah memeluk si kemeja merah. Sambil menggumamkan kata-kata seperti, "Anko uzai…"—Norway terlelap dalam kehangatan Denmark.
Di sisi lain, Denmark nyengir-nyengir lebar ketika Norway tertidur di punggungnya. Lalu dia mempercepat gerakan tangannya,agar bisa balik memeluk Norge tersayangnya. Mungkin menghangatkan diri di dalam rumah berdua dengan Norge, lebih baik daripada harus keluar dan melakukan hal melelahkan di hari yang dingin seperti ini—pikirnya.
Mesra memang, tapi ini hanyalah segelintir kisah kecil dari mereka. Mungkin sesuatu yang lebih romantis dapat terjadi pada mereka, tinggal menunggu waktu yang tepat saja.
.
.
Fin
Notes2: Ffuuuuuu—abal banget ini… TT,TT
Terimakasih untuk readers yang membaca sampai detik kalian melihat huruf ini. Sekali lagi, terimakasih banyak! /membungkukkan badan
Dan adakah yang tertarik untuk me-review? Setidaknya itu akan berarti bagi saya… /puppyeyes
