BANGKRUT?

Disclaimer : 07-Ghost milik Yuki Amemiya dan Yukino Ichihara ~ pengennya sih punya saia #DOR XD

Akhirnya chapter 2 apdet TTATT hati author tergerak setelah liat review review yang masuk huhuhuhuhuu… #abaikan

Yasudahlah~ kita mulai saja ceritanya XD (?)

*jengjengjeng~~*


TEITO's POV

Aku berjalan kembali ke kamarku setelah mendengar pembicaraan Castor, Labrador, Frau, dan biarawati lainnya di ruang rapat. Jantungku serasa mau copot saat mendengar akan bekerja bersama Frau. Oh kami-sama, ini bukan mimpi kan?

Saking asiknya dengan pikiranku sendiri, aku tak menyadari bahwa seseorang berambut pirang panjang yang sedang membaca buku tengah berjalan kearahku. Dan pastinya, kita berduapun dengan sukses bertabrakan. Tubuhku pun dengan sukses berciuman dengan lantai, sialnya aku!

BRUAKKK!

"Aaah! i..ittaiii!" Seseorang yang kuduga sebagai perempuan itupun meringis kesakitan, ia memakai badge yang sama dengan yang diberikan Frau padaku, berarti ia juga calon uskup, kulihat buku yang tadi ia bawa jatuh tidak jauh dari tempatku terduduk. Akupun mengambilnya dan membantunya berdiri.

"Gome.. gomenasai… Aku tadi melamun, gomen.. daijoubu desu ka?" Aku menundukkan badanku didepan perempuan yang lebih tinggi dariku itu.

"Ahh.. daijoubu desu, aku juga salah karena membaca buku dan tidak memperhatikan jalan. Gomen ne" Perempuan tersebut juga meminta maaf sambil sedikit menundukkan badannya. Suaranya seperti laki laki…

Eh…? Laki… laki?

"A.. ano.. maaf jika tidak sopan, tapi… errh.. anda… perempuan bukan?" Aku bertanya dengan nada canggung, kulihat mata violetnya langsung menatapku tajam.

"Ap.. Apa? Astaga, tuh kan! Sesuai prediksi ku, aku pasti akan dikira perempuan lagi! Cih! Kenapa aku harus terlahir memiliki wajah cantik seperti ini sih? Ini sudah kesekian kalinya aku dikira perempuan!" Nada suaranya meninggi, jangan bilang… kalau dia ini…

"Yah, aku ini laki laki, apa kau tidak sadar?"

TEITO's POV END

"Yah, aku ini laki laki, apa kau tidak sadar?"

"HAAAAAHH? Laki laki?" Wajah Teitopun cengo dengan sangat-tidak-elitnya, bagaimana mungkin laki laki bisa memiliki wajah se…secantik ini? Dunia memang sudah gila, pertama, ada tiga uskup yang sama sama maniak, dan sekarang ditambah pere—ehm, laki laki yang berwajah tak jauh cantik dengan perempuan!

Teitopun hanya bisa membeku sesaat, reaksi nya sungguhlah lebay saudara saudara. Ginilah nasib sklave yang gapernah liat bishie di luar Balsburg #ditonjok XD

"Namaku Hakuren Oak, aku orang yang akan mengikuti ujian uskup disini. Salam kenal." Hakuren menyodorkan tangannya, tidak disangka, dihari pertamanya masuk Order, ia sudah disangka sebagai perempuan oleh anak anak yang menabraknya

"Namaku Teito Kleinn, salam kenal. Aku juga calon uskup disini" Teito pun tersenyum sembari membalas jabatan tangan Hakuren.

"heh, aku tak menyangka, Order ternyata menerima anak SD sepertimu" Hakuren tersenyum sinis.

"Anak…SD, kaubilang?" Dan muncullah perempatan jalan jeruk(?) didahi mulus Teito yang tidak ditumbuhi jamur maupun jerawat itu saudara saudara(?) Teitopun menendang kepala Hakuren hingga *author dibacok* ehm—oke, lupakan, Teitopun langsung dengan cepat dan sigap, juga cermat(?) melabrak Hakuren dengan suaranya yang cempreng tersebut *dilempar*

"Ma..MAKSUDMU APA DENGAN ANAK SD HEH? ANE TAU KALO ANE PENDEK! TAPI ASAL LO TAU YA! GUE INI UDAH PUNYA KA-TE-PE! YOU KNOW! KA-TE-PE!" Teitopun dengan bahasa ancur dan napsu yang berkoar koar bagaikan rajawali(?) berteriak didepan wajah malang Hakuren dengan SANGAT-TIDAK-ELITNYA, dan hal tersebutpun juga sukses membuat wajah tampan Hakuren tersebut basah karena terkena hujan lokal yang sangat mendadak dan tidak diramalkan oleh siapapun *authorngaco*

Err… ngomong ngomong, sejak kapan di Balsburg ada pembuatan KTP? #PLAK

Hakurenpun dengan sangat OOCnya hanya bisa cengo, bagaimana bisa anak se'kecil' ini punya KTP? Hakuren aja gak tau apa itu KTP, apalagi punya? (?)

"Erh, Teito-kun, emang KTP itu apaan? Sejenis peyek(?) bukan sih?" Oh kami-sama, ampunilah dosa hambamu yang terlalu katrok bin ndeso ini(?)

*sfx: iwak peyek iwak peyek iwak peyek sego tiwul…*

"Gini ya Hakuren-kun, KTP itu bukan sejenis iwak peyek maupun sego tiwul(?), tapi KTP itu sesuatu yang membuktikan tanda kependudukan, itu yang kutahu dari Uskup disini. Mereka kan abis liburan ke Indonesia(?), masa aku dioleh olehin komodo sih(?)" Teitopun menjelaskan dengan sabar yang disabar sabarin *lho* tumben tumbennya dia waras, soalnya waktu suster Libelle nanya kalo KTP itu apa, dia jawab kalo KTP itu sesuatu yang biasa dimakan pake gado gado ataupun makanan sehat lainnya(?), dan terus biasanya orang kalo kesusahan manggil manggil dia #author beneran digebuk *itusih lontong*

Setelah mendengar penjelasan dari Teito yang(tumben tumbennya)waras tersebut, Hakuren hanya bisa ngangguk ngangguk disko gaje. Dan darisini, mulailah curhatan Hakuren, saksikan diepisode selanjutnya! #authordibuang—yaudah, ga jadi the end deh, berhubung author lagi baik(?)

"Eh, Tei, aku kesini tuh mau ketemu orang lho…" Hakurenpun memulai pembicaraan dengan kata kata lebay nan OOCnya.

"Siapa? Mau ketemu pacarmu? Atau kamu sebenernya udah punya anak?" Teitopun teriak teriak gaje dan langsung dibungkam mulutnya oleh Hakuren. Jika tidak, mungkin Teito akan mengeluarkan zaiphon dari mulutnya saking antusiasnya *gaadahubungannya*

"Anak lu kate? Ih! KAGA! Gue tuh mau nyari orang disini!" Hakurenpun kembali bicara dengan logat gaulnya(?)

"Nyari orang? Siapa?" Teito kebingungan, bukankah ini tempat untuk berdoa dan bertobat? sejak kapan Order menjadi tempat pencarian orang hilang? Ini suatu keajaiban! #PLAK

"Dia Bishop disini. Mungkin ia sudah jadi Uskup agung sekarang"

Oh ayolah! Mendengar kata bishop, Teito teringat dengan tiga bishop maniak nan tidak waras tersebut, seenaknya saja menyuruh orang bekerja! Dengan Frau pula!

"Kalau tidak salah, sih… namanya Frau deh… Iya! Benar, namanya memang Frau!" Hakuren terlihat sangat antusias menyebutkan nama bishop satu itu.

'DEG!'

Yah, berbeda dengan Teito yang terkejut sekaligus cengo, buat apa Hakuren jauh jauh datang dari Distrik 1 Ke Distrik 7 hanya untuk bertemu dengan bishop gila satu itu!

TEITO's POV

"Kalau tidak salah, sih… namanya Frau deh… Iya! Benar, namanya memang Frau!" Hakuren sangat antusias saat mengucapkan nama Frau, Cih sialan! Ada hubungan apa dia dengannya? Jangan jangan dia pacarnya? Atau mungkin istrinya? Gah! Sadarlah Teito! Buat apa memikirkan uskup hentai satu itu!

Yeah… kurasa aku sedikit kesal dan… cemburu mungkin?…

.

.

eh? Cemburu? Astaga! Memang buat apa aku cemburu dengan orang sepertinya? Oh ayo sadarlah Teito Kleinn!

Hah… kurasa lama kelamaan aku semakin gila jika terus berada disini!

TEITO's POV END

"Ne, Teito-kun? Wajahmu memerah tuh… kau kenapa?" Hakuren kebingungan melihat wajah Teito memerah tanpa sebab.

"Eehh? Daijoubu! Daijoubu desu! Aku hanya teringat dengan uskup pirang menyebalkan yang selalu menyebutku 'kuso gakki' kemana mana… hahahahha…" Teito yang menyadari wajahnya memerahpun hanya bisa tertawa garing—dan pastinya salah tingkah.

"Heh? 'kuso gakki'? Apa yang kau maksud itu uskup Frau? Tadi kau terlihat terkejut saat aku menyebutkan namanya. Memangnya kenapa? Janga jangan… kau naksir dengannya ya?" Hakuren memasang wajah jahil, wajah Teito menjadi berubah drastis saat Hakuren menanyakannya pertanyaan diakhir kalimat tersebut.

"Hahahaha.. daijoubu! Hontou ni daijoubu desu! Da.. dan untuk pertanyaanmu tadi, aku.. aku TIDAK naksir dengannya!" Oh Teito, suara tertawamu sangat aneh, kau tahu—begitupula dengan senyummu itu. Tolong jangan tambahi dengan wajah memerahmu tersebut.

Teito pun masih salah tingkah. Ia merasa kalau Hakuren mulai curiga. Tapi saat tidak ada respon dari Hakuren, ia hanya bisa menundukkan kepalanya dalam dalam. Menyembunyikan rona merah yang menjalar sampai kupingnya

'Dasar baka! Baka Teito! Baka baka bakaaa!' Rutuk Teito sebal dalam hati

Yah, saking asiknya dengan rutukkan rutukkan yang ia lontarkan untuk diri sendiri, Teito tidak menyadari bahwa Hakuren tidak meresponnya karena ia sudah terlalu kagum karena orang yang ia kagumi tepat berada didepannya sekarang.

"Uskup Frau!" Suara Hakuren yang berada didepannya tersebut terdengar seperti fangirls yang berteriak karena bertemu artis idolanya(?)

"Yo! Kuso gakki! Sedang bicara apa kau tadi? Kau dapat teman baru ya?" Terdengar suara yang familiar—dan sangat sangat ia kenal dibelakangnya. Siapa lagi kalau bukan milik si Uskup mesum nan maniak itu.

'DEG!"

TEITO's POV

'DEG!'

Demi apa saja! Jantungku serasa mau copot saat mendengar suara Frau tepat dibelakangku!

Kenapa orang yang sungguh sangat tidak mau kutemui sekarang, malah muncul dibelakang ku sekarang hah? Astaga… Kami-sama pasti sangat membenciku…

Tu.. tunggu! Jika misalnya ia berada disana dari tadi… Jadi… ia mendengar pembicaraan ku? Kumohon! Jangan sampai ia mendengarnya! Mau kutaruh dimana mukaku jika ia mendengar percakapan gilaku bersama Hakuren tadi?

TEITO's POV END

"Ka.. kau tadi mendengarkannya hah?" Teitopun tanpa segan segan meneriakkinya, tentunya dengan wajah merah.

"Hah? Maksudmu apa kuso gakki? Tentu saja, aku kan dari tadi berada disini!"

Dan saat itu juga, Teito ingin sekali menjadi orang yang pertama kali mati disitu, saat itu juga!

TO BE CONTINUED

A/N : Nah minna! Chapter 2 sudah kuselesaikan sesuai dengan UUD 1945(?) !

Sungguh, melanjutkan fanfic saat tengah malam itu bukan sesuatu yang baik =A='a #swt

Mohon jangan dilakukan ya(?) D"X

*REVIEW*

Hime Sakura Green : Ne~ Hime-san! Arigatou buat baca XD

Sesuai permintaan anda! Sudah kukasih pairing nih XDD *ketawa laknat* #disambit Frau

Makasih sudah suka ama fanfic ini X/D #sujud2

Risa Varleen : Arigatoo buat bacaaaa ~ *peluk XD #DOR

Kalo FraTei udh kumasukin ! XD Hyuga x Konatsu? Ntar Author usahain dehh XD #PLAK

Yang penting, makasih sudah mau bacaaa XD *peluk Risa-san lagi* #dibantai

Zane Zavira : Wah kita samaaaa XDDD #DOR

Banyak hint FraTei sih di anime manganya X/DDD jadi suka ;b

Maklumlah~ newbie XD #padahal udh buat 2 tahun lalu, masih aja ancur

YOSH! KITA RAMAIKAN FANDOM INI! GANBATTE KUDASAI ZANE-SAN! (O)/

Dan untuk reviewer yang mau menyisihkan waktunya untuk sekedar ngereview, saya sungguh berterima kasih TTATT klik tombol ijo dibawah ya? XDD #ngarep

Kritik dan saran sangat diterima :DD