Brave To See The Blood
Author : DeKyu aka Debby
Part : 3/?
Cast : Seluruh member SuJu dan beberapa dari f(x) dan SNSD
Disclaimer : They're all belongs to God and this fic is mine
Rated : T
Genre : Yaoi (boyxboy), romance, friendship, school life, and a little angst
Note : Karena saya author baru, jadi mohon dimaklumi jika cerita dan bahasanya rada gaje dan banyak typo...
"Hey, kau bisu ya ?" tanya namja itu *lagi*. Untunglah, kali ini Kyuhyun membalasnya, walaupun hanya dengan menggelengkan kepala.
"Hey, hey, hey... aku segitu seramnya ya sampai-sampai kau menundukkan kepalamu terus dari tadi seolah-lah tidak ingin menatapku." Gumam namja itu.
Perlahan-lahan, namja itu menangkupkan tangannya ke dagu Kyuhyun dan mengangkatnya perlahan. Kyuhyun hanya kaget, dia merasa badannya tidak bisa bergerak sama sekali. Dan...
"Kau ?" namja itu membulatkan matanya tidak percaya begitu juga dengan Kyuhyun yang sudah kembali ke alam nyata (?). Walaupun Kyuhyun menggunakan kacamata tebal tetap saja dengan jarak sedekat itu wajahnya akan keliahatan jelas. Kyuhyun menepis tangan namja itu dengan kasar dan berlari ke luar perpustakaan. Tapi sial, Kyuhyun menyenggol sebuah guci besar dan... PRANNNGGGG!
Semua mata tertuju pada Kyuhyun, Kyuhyun hanya bisa menggumam "Mianhae" sambil mencoba mengumpulkan pecahan-pecahan guci tersebut. "Awww" teriak Kyuhyun kecil saat tangannya terkena salah satu pecahan guci itu dan menimbulkan luka yang lumayan dalam sehingga darah banyak sekali mengalir keluar dari telapak tangannya.
Kyuhyun terdiam, matanya membulat, seluruh badannya bergetar dan giginya bergemeretak kuat. Semua orang disana heran melihat Kyuhyun begitu juga dengan namja tadi yang menghampirinya.
Akhirnya, Kyuhyun perlahan jatuh pingsan saat ada yang membuka pintu perpustakaan. Dengan sigap, namja tadi menangkap (?) tubuh Kyuhyun yang hampir saja jatuh ke lantai. Namja itu menatap lekat-lekat ke wajah Kyuhyun.
"Omona? Kyuhyun?" teriak seseorang yang baru saja masuk ke ruang perpustakaan tadi. "Darah? GAWAT! Bawa dia ke UKS!" perintah seorang tadi yang ternyata adalah Kim Seonsaengnim. Namja misterius itu langsung memapah tubuh Kyuhyun dengan ala bridal style.
Di UKS...
"Untunglah tepat waktu. Kamsahamnida HanKyung-ssi, berkat kau Kyuhyun bisa disembuhkan dengan tepat waktu." Ujar Kim seonsaengnim dengan senyuman manisnya. Hankyung juga membalasnya dengan anggukan+senyuman *author meleleh seketika*.
"Emm, seonsaengnim. Boleh saya menanyakan sesuatu tentang Kyuhyun. Bolehkah ?" tanya Hankyung dengan tatapan-memelas.
"Pasti kau ingin menanyakan kenapa dia seperti ini kan?" Hankyung mengangguk.
"Haaaahhh, kau ini bagaimana Hankyung-ssi, padahal anda ada di tempat kejadian dari awal kan ? seharusnya sebagai murid yang mendapat gelar 'Terpintar' di sekolah ini dapat cepat mengerti akan keadaan seperti itu." jelas Kim seonsaengnim masih dengan senyumannya.
Hankyung berpikir ulang mengingat kejadian tadi... 1 menit... 2 menit... 3 menit... dan... triiingg! Dengan seketika Hankyung membalalakkan matanya.
"Mungkinkah... blood phobia ?" tanya Hankyung masih setia dengan tampang tidak percayanya itu. Dan, Kim seonsaengnim hanya membalsnya dengan anggukan.
Hankyung makin tidak percaya, dia terdiam ditempat dia berdiri sekarang. Tak sanggup untuk melontarkan kata-kata. "Baiklah, tolong jaga Kyuhyun sementara ya Hankyung-ssi. Annyeong" Kim seonsaengnim berlalu keluar ruang UKS meninggalkan Hankyung yang masih memikirkan sesuatu hal yang tidak masuk akal.
Hankyung mulai menatapi seorang namja yang terbaring lemah di kasur tersebut dengan keringat dingin dan napas yang tidak beraturan. Yang ada dalam pikiran Hankyung sekarang ini hanyalah 'miris' melihat Kyuhyun seperti ini.
Perlahan, Hankyung meraih kacamata Kyuhyun dan melepasnya. Benar-benar, informasi dari Donghae, Hyukkie dan Mochi kemarin memang benar. Dan aku sudah melihatnya, benar-benar mirip. Oh Tuhan, apa ini takdir ? *Bukannya Hangeng atheis ya?* #abaikan.
"Setelah sekian lama tidak bertemu, kenapa kau jadi seperti ini Kyuhyun-ah? Sangat kelihatan diwajahmu kalau kau sangat menderita, apa aku bisa menanggung penderitaanmu itu, Kyuhyun-ah?" gumam Hankyung menampilkan sirat kasihan di matanya dan... sebuah cinta yang terpancar di mata Hankyung.
Hankyung mengelus surai-surai halus kepala Kyuhyun, menyangkitkan poni Kyuhyun yang kelihatan panjang itu. Eh, tunggu. Hankyung merasa aneh. Ia meraba rambut Kyuhyun lagi, ini wig? Kenapa dengan Kyuhyun? Dia kelihatan seperti... menyamar ?
Hankyung sungguh merindukan bocah ini, ia semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Kyuhyun, meminimalisir jarak diantara mereka berdua dan... cuu~
Hankyung menempelkan bibirnya ke bibir Kyuhyun, lama, tanpa nafsu sedikitpun, hanya ingin sekedar melepas rindu. Hankyung mengehentikan pautan bibirnya dengan Kyuhyun karena ada seseorang yang tiba-tiba masuk,... cklek...
0o0o0o0ooo0o0o0o0o0o0o0
Kyuhyun POV
"Shit, tanganku berdarah" gumamku kecil. Aku kaget 'darah'. Mataku membulat, seluruh badanku bergetar hebat dan gigiku bergemeretak kuat.
Aku teringat lagi dengan masa laluku yang membuatku seperti ini, ya 2 tahun yang lalu.
Flashback...
Aku dan eommaku pergi ke sebuah mall di Canada milik appa. Kami berkeliling untuk mengontrol mall ini, sebenarny ini kerjaanku. Tapi, eomma ingin menemaniku. Awalnya aku menolak, tapi ntah kenapa eomma tetap bersikeras ingin ikut, yasudah.
Jujur, aku heran dengan sikap eomma yang seperti itu. Perasaanku pun tidak enak, ah, semoga saja tidak terjadi apa-apa.
Hampir 4 jam kami mengelilingi mall ini, kaki ku pegal sekali. Salahkan mall yang terlalu besar ini, huh -_-. Tiba-tiba, ada suara gemuruh dari luar dan... DUAAARRR!
"KKKKYAAAAAAAAAAAAAAAA!"
Semua orang berteriak, aku pun panik dan mencoba kembali ke lantai dasar sambil memegang tangan eommaku. Tanpa sadar, lampu hias yang sangat besar jatuh tepat diatasku. Eommaku langsung mendorongku menjauh dari lampu itu sambil menggumam 'Mianhaeyo Kyuhyun chagi' sambil tersenyum menatapku dan akhirnya... PRRAAAANNNNGG!
Aku pucat pasi, eommaku meninggal dengan tragis. Aku terdiam di tempatku berdiri sekarang. Darah dimana-mana, aku merasakan air mataku jatuh perlahan, badanku gemetar hebat, sesekali aku menggumam 'eomma, jangan tinggalkan aku... eomma,... eomma...'.
Tak lama kemudian, aku merasakan beberapa orang menarikku-seorang-pemadam-kebakaran. Aku tidak mampu untuk mengelak lagi, aku membiarkan tubuhku maui dibawa kemana meninggalkan eommaku yang sudah hancur berkeping-keping.
Tragis... kematian eommaku sungguh tragis. Aku mengerti sekarang kenapa eomma ngotot mau ikut denganku. Dia sudah tahu kalau hari ini adalah hari terakhirnya. Eomma, semoga kau bisa tenang disana... hanya itu yang bisa kulakukan untukmu sekarang, ya... mendoakanmu adlah hal terbaik sekarang ini. Sejak saat itu, aku takut dengan yang namanya darah, walaupun hanya setetes.
Flashback off...
Eh, aku merasakan hangat dibibirku, apa ini ? aku ingin membuka mataku, tapi aku tidak sanggup, penyakit ini masih merenggut tenagaku. Tapi, entah kenapa kehangatan ini membuatku nyaman, dan membuatku kembali terlelap dalam alam mimpiku lagi...
Kyuhyun POV End
Author POV
Ternyata, yang memasuki ruang UKS adalah Park seonsaengnim. Park seonsaengnim atau sering dipanggil dengan nama Leeteuk itu langsung berlari ke UKS saat mengetahui blood phobia Kyuhyun kambuh.
"Bagaimana keadaan Kyuhyun Hangeng-ssi ?" tanya Leeteuk masih dengan napas yang tersengal
"Sepertinya membaik, seonsaengnim" ujar Hankyung dengan sebuah senyuman miris di bibirnya.
"Aku mengerti perasaanmu sekarang, Hankyung-ssi" Leeteuk menepuk pundak Hankyung-bermaksud-untuk-menenangkan.
"Maukah anda cerita pada saya apa yang terjadi pada Kyuhyun sampai-sampai dia terkena penyakit seperti ini?" mohon Hankyung. Tapi sayang, Leeteuk menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Masih belum saatnya kau tahu, Hankyung-ssi" jawab Leeteuk sambil tersenyum manis pada Hangeng dan membuat Hangeng risih. Hangeng penasaran apa yang sudah terjadi dengan Kyuhyun.
"Hangeng-ssi, bisa aku minta tolong padamu ?" minta Leeteuk yang mulai membuka suara.
"Ne, seonsaengnim."
"Tolong, jangan beritahu siapa-siapa dulu kalau dia memang Kyuhyun. Cukup hanya kau yang tahu. Dan aku mohon sekarang kau meninggalkan tempat ini Hangeng-ssi. Kyuhyun masih shock, akan lebih shock lagi jika dia bertemu pandang denganmu." Jelas Leeteuk sambil menatap Hangeng dengan ekspresi datar yang sulit diartikan.
Hangeng berpikir sejenak lalu menghela napas "Haaaahhh, apa boleh buat. Kalau memang itu yang terbaik untuknya, aku akan melakukannya." Ujar Hangeng sambil tersenyum tulus saat memandangi Kyuhyun.
Leeteuk hanya menjawab dengan senyuman dan Hangeng mulai menghilang dari ruang UKS. Hanya tersisa Leeteuk dan Kyuhyun. Leeteuk hanya memandangi Kyuhyun sedari tadi sambil menggumam "Kepahitan hidupmu hampir sama dengan kepahitan hidupku, Kyuhyun." Leeteuk tersenyum miris mendengar kata-kata yang terlontar dari bibirnya sendiri...
Author POV end.
Hangeng POV
Blood phobia ? bagaimana dia bisa terkena penyakit yang kapan saja dapat mematikan? ARGH! Park seonsaengnim tahu semua tentang hal ini. Tapi dia tidak memberitahuku! Shit! Shit! Shit! Aku hanya bisa mengumpat dalam diam saja sekarang ini.
Ah, aku ke atap sekolah saja. Pikiranku sekarang sepertinya tidak bisa diajak kompromi, percuma masuk kelas. You make me confuse, Kyuhyun-ah...
Hangeng POV end
Author POV
Kyuhyun mulai membuka matanya, membiasakan matanya pada cahaya yang memaksa masuk kedalam matanya itu. Ia melihat kesekelilingnya. "Ini dimana?" gumam Kyuhyun sambil mencoba duduk dan memegangi kepalanya yang masih sedikit sakit.
"Kau di UKS Kyuhyun-ah." Leeteuk membantu Kyuhyun duduk. "Sekarang sedang tidak ada keperluan pelajaran, tidak usah formal." Ujar Leeteuk lagi sambil memamerkan senyuman cantiknya.
"Ne, Teukie hyung. Ah, sepertinya Blood phobia ku kambih. Cih, padahal baru sedikit darah saja sudah membuatku seperti ini" Gumam Kyuhyun kesal sambil merutuk sendiri.
"Penyakit tetap penyakit Kyuhyun-ah. Sebaiknya kau pulanglah sekarang, aku sudah mengizinimu dengan guru-guru lain yang akan mengajarmu hari ini termasuk Kim seonsaengnim." Jelas Leeteuk tetap memamerkan senyuman angelicnya.
"Ne, gomawo Teukie hyung" Kyuhyun membalasnya dengan tersenyum juga. Jujur, Leeteuk merindukan senyuman itu. Kyuhyun mengambil iPhone dari saku celananya dan mencalling satu nomor-Kangin.
"Yeobseyo?" terdengar suara Kangin dari sana.
"Yeobseyo, Kangin hyung. Bisa jemput aku sekarang? Penyakitku kambuh lagi jadi Teuki hyung menyuruhku pulang cepat hari ini."
"Omona? Baiklah, saya segera kesana Tuan Muda" Kangin mematikan telepon secara sepihak membuat Kyuhyun mengerucutkan bibirnya.
"Kangin hyung selalu seperti itu" ujar Kyuhyun kesal
"Hahahaha, itu artinya dia menyayangimu Kyuhyun" jawab Leeteuk sambil tertawa kecil dan Kyuhyun tetap mempout bibirnya imut^^. *author aja gemes*
Leeeteuk membantu Kyuhyun berjalan sambil ke gerbang utama sekolah, sebelumnya tas Kyuhyun sudah diambilkan oleh Leeteuk jadi mereka tidak perlu lagi balik ke kelas untuk mengambil tas Kyuhyun.
Tak lama kemudian, mobil Kyuhyun datang dan turunlah seekor rakun #plaaakk Kangin dari kursi kemudi.
"Tuan muda, kau tidak apa-apa?" cemas Kangin dan langsung membopong Kyuhyun ke mobilnya.
"Ya Kangin hyung! Sudah berapa kali kuingatkan untuk tidak memanggilku tuan muda kalau kita sedag berdua, hah?" teriak Kyuhyun di telinga Kangin membuat Kangin meringis kesakitan.
"Ne, Tu... eh, Kyuhyun ah" Kyuhyun tersenyum "Awas kalau kau lupa lagi Kangin hyung."
"Gomawo sudah menolong Kyuhyun" ucap Kangin sambil menundukkan badannya ke arah Leeteuk.
"Ne, gwencahana. Kyuhyun kan juga dongsaengku. Itu bukanlah hal yang berat untukku. Ngomong-ngomong, lama tidak bertemu Kangin-ah" jawab Leeteuk tetap menampilkan senyumannya membuat pipi Kangin memerah. Kangin hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan tadi.
"Ya Kangin hyung! Jangan pacaran disitu!" teriak Kyuhyun keras dari dalam mobil membuat wajah Leeteuk dan Kangin sontak memerah. Kyuhyun hanya terkikik geli.
Kangin memasuki mobil dan mobil itu melaju dengan kecepatan sedang. "Kyu, apa yang membuat penyakitmu kambuh lagi ?" tanya Kangin khawatir.
"Haaaaahhhh" Kyuhyun menghela napasnya dengan berat hati "nanti kuceritakan dirumah. Aku sedang malas menceritakannya sekarang" jawab Kyuhyun sambil menatap jendela mobil memandang hal-hal yang diluar sana dan Kangin pun kembali fokus kesetirannya...
"Apakah semua ini akan berakhir dengan cepat?" gumam Kyuhyun kecil namun Kangin tetap mendengarnya
TBC
HUAAAAA! MIANHAE READERS AKU GAK UPDATE KEMAREN MALEM, AKU BANYAK TUGAS KEMAREN JADI GAK BISA NYELESAIN*CAPSLOCK JEBOL NIH, XD*. OKEH, DI CHAP INI ADA GENGKYU MOMENTNYA, XD. EITS, BAGI READERS YANG SALAH NEBAK NAMJA ITU SIAPA, KASIAN DEH LO! XD BAGI YANG MENANG, AUTHOR KASIH VIDEO YADONG GENGKYU, *YADONG TINGKAT AKUT, HEHEHE*
AKHIR KATA, WASSALAM...
EH, SALAH,
REVIEW PLEASE!
DON'T BE A SILENT READERS
