Brave To See The Blood
Author : DeKyu aka Debby
Part : 8/?
Cast : Seluruh member SuJu dan beberapa dari f(x) dan SNSD
Disclaimer : They're all belongs to God and this fic is mine
Rated : T
Genre : Yaoi (boyxboy), romance, friendship, school life, and a little angst
Note : Karena saya author baru, jadi mohon dimaklumi jika cerita dan bahasanya rada gaje dan banyak typo...
_
"Ne hyung?" tanya Kyuhyun masih bingung dengan Siwon yang tiba-tiba gugup.
"Hae..." ungkap Siwon tidak jelas membuat Kyuhyun geram.
"? Hae hyung ? Ya! Bisakah hyung berbicara keras sedikit? Ada apa dengan Hae hyung? Setahuku tadi dia baik-baik saja." Jawab Kyuhyun dengan muka imut+innocent, Siwon hanya menggeplak kepalanya 'Anak ini bodoh atau tidak peka?' gumam Siwon dalam hati.
"A... anni.. anniya... maksudku... sa.. sarang.. h-" 'Bwara Simple' padahal tinggal sedikit lagi kalimat itu terucap, tapi terhalang dengan dering ponsel Kyuhyun.
"Yeobseyo?" Kyuhyun menjawaba teleponnya "Ne appa? Waeyo ?" tanya Kyuhyun pada appanya yang meneleponnya.
"..."
"Ne appa, berapa lama?" tanya Kyuhyun lagi.
"..."
"Gwenchana appa, aku bisa menjaga diriku sendiri dengan baik. Ne, Goodbye my lovely Daddy^^ Take care your health..." Kyuhyun tersenyum sekilas lalu menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku celananya.
"Mianhae hyung, tadi appa meneleponku. Dia akan pergi ke Canada untuk beberapa hari. Nah, apa yang ingin kau katakan tadi hyung?" pertanyaan itu membuat Siwon kembali gugup.
"Ah, anniya. Bukan sesuatu yang penting, hehehe." Jawab Siwon berbohong dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu. Kyuhyun yang tidak mengerti hanya mengangguk saja.
"Putaran bianglala ini sepertinya lambat sekali ya ? dari tadi tidak sampai ke puncak. Padahal aku ingin melihat Seoul dari atas sana." Kyuhyun mempoutkan bibirnya karena kesal, sebenarnya dia merasa ada kejanggalan, namun dia sekarang sedang malas untuk memikirkan hal-hal yang tidak-tidak.
"Iya ya, sepertinya lambat sekali. Seakan tidak bergerak." Jelas Siwon sambil melihat-lihat keluar jendela. Perasaannya pun juga tidak enak sekarang.
Di sebuah taman dalam Lotte World...
"Kenapa ini ? dadaku sakit." Ujar Hangeng yang tadinya sedang minum kopi hangatnya kini tertunda akan rasa sakit di hatinya.
"Apa jangan-jangan Siwon sudah menyatakan perasaanya dan Kyuhyun menerimanya? hahahaha" ejek Leeteuk.
"Anni hyung, perasaan ini beda. Aku merasa akan terjadi sesuatu, terutama pada Kyuhyun." Jawab Hangeng serius. Leeteuk terdiam sebentar, mempertimbangkan apa yang dikatakan oleh Hangeng.
SSIIINNG!
"Eh, apa itu ?" kaget Leeteuk menunjuk-nunjuk arah dibalik pohon.
"Ha? Apaan ? perasaan gak ada apa-apa tuh." Jawab Hangeng asal.
"Anni, seperti ada orang yang melintas. Sangat tinggi, sepertinya namja." Ujar Leeteuk semakin penasaran.
"Ah, perasaan kau saja hyung. Mana mungkin orang menyelinap dibalik pohon-pohon sementara disini banyak sekali jalan-jalan yang diterangi lampu. Kecuali kalau memang dia seorang penguntit..." Hangeng terdiam sebentar, penguntit ? jangan-jangan...
"Teukie hyung, kemana arah namja itu?" tanya Hangeng panik.
"E, dia masuk diantara pohon-pohon it..." belum selesai dengan ucapannya, Hangeng langsung menarik Leeteuk "Tunjukkan aku arahnya." Mereka pergi mengikuti namja misterius itu. Mungkin jawaban kegelisahannya adalah ini. Sepertinya orang itu mengikuti mereka. Untuk apa coba membututi mereka?
Sementara yang diikuti...
"Shireo! Aku tetap tidak mau melakukannya appa!" tolak namja itu tegas dari ponselnya yang sedang terhubung pada appanya itu.
"Zhoumi, berani sekali kau membantah appamu. Apa kau benar-benar suka pada bocah itu hah ?" tanya appanya kasar.
"Kalau iya kenapa appa? Aku tidak tega melukai bocah yang tidak tahu apa-apa seperti dia." Jawab Zhoumi tidak kalah tegas dari yang tadi.
"Aku tekankan sekali lagi pada kau Zhoumi, kalau kau berani-beraninya mendekati bocah itu, akan kuhapus namamu dari keluarga ini. Camkan itu!" baru saja mau mematikan sambungan telepon, Zhoumi langsung berteriak "Terserah appa. Appa egois! Mana ada orang tua yang menjerumuskan anaknya dalam kasus pembunuhan berencana? Sekali kubilang tidak tetap tidak Jung Yunho sshii." Setelah mengucapkan itu, Zhoumi mematikan sambungan telepon, for real.
"Haaa~ maafkan appa Zhoumi. Tapi appa harus melakukan ini, demi eommamu di surga sana." Yunho memencet tombol panggilan pada seseorang suruhannya "Lakukan sekarang!" setelah memberi perintah, Yunho menduduki sebuah sofa dengan TV pengintai didepannya.
Yunho menghidupkan TV itu dan terlampirlah suasana di bianglala tersebut, tempat di mana Kyuhyun dan Siwon berada. Sebenarnya Yunho juga merasa bersalah akan apa yang dilakukannya ini, tapi demi kematian istrinya dia rela untuk membuat dosa sebesar apapun.
Bianglala...
"Hyung, apa kau tidak merasa aneh?" tanya Kyuhyun.
"Anni memang kenapa?" Siwon mengeryit heran.
"Aku merasa bianglala ini sangat lama sekali bergerak, sekarang kita sudah ada di puncak bianglala ini, tapi sama sekali tidak berjalan turun." Jelas Kyuhyun pada Siwon yang sudah celingak-celinguk melihat keluar.
"Iya ya. Aneh."
"Hyung, aku merasa tidak enak. Dadaku rasanya sesak, seperti akan ada peristiwa yang terja..."
DDUAAARRR!
KYAAAAAAAAAAAAAAAA...
Semua orang berteriak akan ledakan tersebut. Ledakan itu tepat berada disamping tumpuan bianglala tersebut membuat bianglala itu sedikit oleng karena kehilangan keseimbangan.
"A.. apa yang terjadi?" Siwon panik sambil melihat keluar sedangkan Kyuhyun masih terdiam ditempatnya.
"Kyuhyun-ah, gwenchana? Kyuhyun-ah?" Kyuhyun tidak menjawab sama sekali pertanyaan Siwon, dia terlalu shock. Akhirnya Siwon berinisiatif untuk memeluk tubuh Kyuhyun yang bergetar itu.
...
"TIIDAAKK! Aku mau kesitu hyung! Kyuhyun disana! Dia dalam bahaya, apa kau tidak mengerti hah?" protes Hangeng pada Leeteuk yang dari tadi terus memaksakan diri untuk mendekati lokasi ledakan. Mereka berhenti mengikuti namja misterius tadi karena mendengar ledakan itu.
"Jangan Hankyung-ah, disitu berbahaya." Leeteuk menenagkan Hangeng yang sedang panik mememikirkn Kyuhyun yang sedang dalam bahaya disana.
Tak lama kemudian, Donghae, Eunhyuk, Yesung,Henry dan Amber mendatangi tempat Hangeng dan Leeteuk berada karena ditelepon oleh Leeteuk.
"Hyung, Kyuhyun dan Siwon bagaimana?" tanya Henry dengan wajah ketakutan.
"Mereka masih di bianglala." Jawab Leeteuk tak tega, semua hanya terdiam.
"Siwon, ya Siwon." Hangeng mengambil ponsel dari kantongnya lalu menelepon Siwon.
"Yoebseyo?" jawab Siwon
"Siwon-ah, kau dan Kyuhyun dimana sekarang?" tanya Hangeng.
"Masih di bianglala, lebih parahnya lagi kami berada di puncaknya." jawab Siwon lemas.
"MWO? Aish! Bagaimana bisa begitu?" tanya Hangeng kesal.
"Mollayo, sebenarnya kami juga merasa aneh dengan bianglala ini. Putarannya seperti diperlambat, tapi berhenti disaat kami berada di puncak bianglala ini." Jelas Siwon.
Hangeng teringat dengan namja yang dibilang Leeteuk tadi. Berarti kemungkinan besar incarannya Kyuhyun atau Siwon. Tapi, tega sekali mengambil cara seperti ini. Cara yang membahayakan ratusan orang disana.
"Kalian tetap tunggu disana. Aku akan mencari cara untuk menolong kalian." Setelah mengucapkan hal itu, Hangeng mematikan ponselnya. Ia menatap kearah bianglala, menyusun sebuah rencana di otaknya.
And... Gotcha!
"Teukie hyung, panggil manager Lotte world kesini!"
"Yesung, telepon kantor polisi!"
"Sisanya telepon perusahaan kapuk atau apalah yang berhubungan dengan kasur. Pesan sebanyak-banyaknya!" setelah memberi perintah pada semua temannya, Hangeng juga menelpon kantor penerbangan. Rencananya memang mustahil berhasil, tapi tidak ada salahnya mencoba kan ?
"..."
"Ya, saya Tan Hangeng. Pemilik perusahaan Tan Company. Tolong kirimkan lima helikopter sekarang juga. Di Lotte World. Keadaan sangat genting jadi mohon dipercepat." Hangeng mengakhiri sambungan teleponnya.
"Hankyung-ah, ini dia manager taman bermain ini, Kim Jaejoong." Leeteuk menegenalkan Kim Jaejoong aka manager di lotte world ini.
"Ada yang bisa saya bantu tuan ?" tanya Jaejoong sopan.
"Tidak ada, saya hanya mau meminta persetujuan anda untuk menjalankan rencana saya. Karena rencana saya ini akan menimbulkan banyak kerusakan. Apa boleh ? " Hangeng meminta izin pada Jaejoong dan dijawab dengan anggukan.
"Terserah anda tuan. Apapun demi keselamatan mereka diatas sana." Jaejoong tersenyum memperbolehkan.
"Hankyung-ah, polisi datang!" teriak Yesung. Hangeng melihat ke arah suara Yesung dan ia melihat sepuluh mobil polisi terparkir disana.
"Gomawo Yesung. Tolong beberapa polisi untuk membersihkan lokasi pemboman dan periksa apakah ada bom lagi yang akan meledak." Perintah Hangeng. Semua polisi bergerak sesuai apa yang diperintahkan.
Di tempat lain...
"Sial, aku lupa kalau ada bocah China itu. SHIT!" umpat Yunho.
"Eh, namja itu... wajahnya seperti..." gumam Yunho. Matanya mebelalak kaget saat mengingat wajah namja cantik yang ada di layar pantauannya itu.
"Boo... " gumamnya. Dia menutup mulutnya tidak percaya. Tak sengaja air mata menetes dari matanya yang sudah lama tidak menitikkan air mata itu.
"Benarkah itu kau... kau kembali... hiks... tapi kenapa,... hiks... kenapa dengan sosok... seorang namja... hiks... " isaknya dalam tangis. Ia lupa akan rencananya, dia tidak memerintah apapun lagi untuk menghalangi rencana Hangeng. Ia masih terlarut akan kesedihan. Kesedihan yang membuatnya semakin bersalah...
...
Kyuhyun masih terdiam dipelukan Siwon. Ingin sekali dia mengutarakan rasa ketakutannya sekarang. Tapi tidak bisa. Rasanya mulutnya sudah membeku tidak bisa terbuka sekalipun. Sedangkan Siwon, yang bisa dia lakukan hanya membisikkan kata-kata penenang untuk Kyuhyun walaupun tidak menenangkan Kyuhyun sama sekali.
...
Tempat-tempat di samping bianglala sudah dibersihkan. Tampak banyak sekali tumpukan kasur-kasur empuk disana. Sedangkan arah yang berlawanan dengan kasur-kasur tadi, atau bisa dibilang tempat ledakan tadi sudah diperiksa bahwa tidak akan ada bom lanjutan yang akan meledak.
Setelah menuggu hampir 20 menit, helikopter-helikopter datang. Hangeng tersenyum puas. Mereka datang tepat pada waktunya. Sesuai dengan rencananya yang ia beritahukan pada pilot helikopter masing-masing melalui radio, helikopter-helikopter itu pun mulai bergerak.
Sebuah pengait dari masing- masing helikopter sudah dikaitkan dari sisi-sisi atas bianglala. Petugas bianglala membuka kunci pintu otomatis setiap ruang di bianglala tersebut. Dengan menggunakan speaker, Hangeng menyuruh semua penumpang untuk loncat dari atas sana. Hangeng pun menjelaskan bagaimana cara terjun yang baik agar tidak ada bagian yang patah walaupun sudah beralaskan kasur berlapis-lapis.
Semuanya sudah terjun dari ruangannya masing-masing kecuali WonKyu. Siwon ingin terjun tapi Kyuhyun tidak berani. Ia takut. Sangat takut. Memang ini tidak menyangkut pada phobianya, tapi dengan ketinggian yang hampir puluhan meter ini ? siapa yang tidak takut?
"Kyuhyun-ah, ayo. Sebentar lagi bianglala ini akan jatuh. Tak apa, Han-gege sudah mempersiapkan semuanya dengan baik. Kau akan selamat. Kajja." Ajak Siwon sambil tersenyum pada Kyuhyun yang tetap tidak merespon apapun. Kyuhyun tetap diam dan tidak bergerak sedikit pun.
Hangeng yang meliat Kyuhyun yang tidak mau terjun itu pun berinisiatif untuk menyemangatinya.
"KYUHYUN-AH!" teriak Hangeng di speaker membuat Kyuhyun kaget dan melihat kebawah, ada Hangeng disana.
"DON'T BE AFRAID. YOU'LL BE ALRIGHT. TRUST ME!" setelah Hangeng mengucapkan kalimat itu, ntah kenapa hati Kyuhyun merasa tenang. Akhirnya ia menutup matanya dan tak lama kemudian badannya sudah melayang di udara dengan Siwon yang berada tidak jauh darinya. Dengan posisi punggung yang mendarat duluan, akhirnya mereka berdua mendarat dengan selamat.
"Kyuhyun-ah, kau tidak apa-apa?" tanya Hangeng langsung menghampiri Kyuhyun yang mulai turun dari kasur. Kyuhyun tersenyum sekilas lalu memeluk Hangeng. Hangeng sedikit kaget akan pelukan dari Kyuhyun yang tiba-tiba itu, tapi Hangeng tetap membalas pelukan hangat dari seseorang yang dicintainya itu, Cho Kyuhyun.
"Xie xie gege." Gumam Kyuhyun dalam pelukannya.
"Sama-sama Kyuhyun-ah." Jawab Hangeng membalas pelukan Kyuhyun.
"Hiks... hiks..." Kyuhyun terisak dalam pelukan Hangeng. Hangeng heran sekaligus panik mendengarnya.
"Waeyo Kyuhyun-ah ? kenapa kau menangis ?" tanya Hangeng pada Kyuhyun yang semakin mempererat pelukannya.
"Hiks.. aku takut gege... ku kira... kukira aku akan menyusul umma disana, hiks..." jawab Kyuhyun seiring dengan isak tangisnya.
"Sshh, sudahlah. Buktinya kau selamat kan ?" Hangeng melepas pelukannya dan menyeka air mata Kyuhyun.
"Ehem!"
Ada yang bisa menebak siapa yang berdeham itu ? YAK! Choi Siwon ternyata, wkwkwkwk. Sepertinya dia terganggu akan kemesraan GengKyu, xD.
KKRRIIIEETT!
Voila! Sesuai dugaan Hangeng, bianglala itu tak akan tahan lama. Segera Hangeng menghubungi helikopter-helikopter di atas sana untuk segera menarik bianglala itu ke arah yang berlawan dari tempat kasur-kasur tadi, yaitu tempat di mana bom itu meledak. Semua orang menjauh dari area situ dengan perintah Hangeng juga, Hangeng juga ikut melarikan diri.
Helikopter-helikopter itu menarik dengan sekuat tenaga dan... Bruuuugggghh! Bianglala berhasil dijatuhkan. Banyak sekali kerusakan yang timbul. Hangeng tak terlalu peduli, toh tadi sudah minta izin.
"WOW! MISSION SUCCESS, HAHAHAHA." Tawa Hangeng bangga. Padahal rencana seperti itu sungguh mustahil sebenarnya. Tapi, untung saja dia seorang pemilik Tan Company. Kalau tidak, akan susah untuk memesan helikopter.
"Hahhh~ perayaannya batal." Ujar Henry.
"Bagaimana kalau kita karaoke saja ?" ajak Kyuhyun, sepertinya shock yang tadi melandanya telah hilang.
"Boleh, kajja. Kita pergi sekarang!" Yesung sudah buru-buru memasuki mobil sportnya itu. Begitu juga dengan yang lainnya. Amber membawa mobil Kyuhyun, sedangkan Kyuhyun ikut mobil Hangeng. Hangeng melarang Kyuhyun untuk membawa mobil karena kondisinya yang sedikit drop sekarang ini.
Dalam mobil Hangeng...
"Kyuhyun-ah" panggil Hangeng ke Kyuhyun yang dari tadi hanya menatapi jalan didepannya.
"Ne, gege ? waeyo ?" tanya Kyuhyun balik sambil menatap langsung ke arah Hangeng yang sedang fokus kearah jalan.
"Apa Siwon berbicara sesuatu padamu saat di bianglala tadi ?" Hangeng penasaran, apakah Siwon sudah menanyakannya ? atau jangan-jangan Kyuhyun sudah menerimanya dan mereka pacaran? Haaa~ begitulah yang ada dipikiran seorang Tan Hangeng sekarang ini.
"Anniyo. Dia mau mengatakan sesuatu, tapi tiba-tiba Ponselku berdering dan dia tak jadi melanjutkan kalimatnya." Jawab Kyuhyun seadanya.
"Oh, syukurlah." Gumam Hangeng kecil namun terdengar oleh Kyuhyun.
"Eh? Apa kau bilang gege?" Kyuhyun menatap Hangeng penasaran, apa maksud Hangeng ?
'Mati aku!' batin Hangeng.
"Eh, ani ani. Maksudku syukurlah jalanan tidak macet malam ini, hehehe." Jawab Hangeng gelagapan sendiri.
SKIP TIME...
Kyuhyun POV
Sekarang hari Minggu, senangnya hari libur. Aku bisa bangun siang, khekhekhe~... sudah jam sembilan pagi, akhirnya aku membukan mataku. Aku mengambil baju ganti dan segera ke kamar mandi.
Setelah beberapa menit kemudian, aku telah selesai mandi dan berganti baju. Haaa~ rasanya lelah sekali malam tadi. Pestanya sungguh seru!
Flashback...
"Baby baby baby ohhh..." Henry asyik bernyanyi lagi Justin Bieber kesukaanya.
Sedang kan yang lainnya termasuk aku hanya berbincang-bincang ria. Kami bersenang-senang malam tadi. Sangat indah rasanya, kenapa? Karena sekkarang aku telah berkumpul bersama keluarga lamaku, hehehehe. I miss them so much! Lucky for me i met them and here i am. With the people who I love till the end.
Tapi, aku merasakan hal yang aneh. Siwon dan Hangeng terus mengurusiku. Tidak mau kalah, mereka terus berusaha mendapatkan perhatianku. Aku tidak ingin terus memikirkannya, toh juga palingan karena kangen doang.
...
Aku keluar dari kamarku menuju ruang makan. Ternyata sudah tersedia Pancake disana. Aku duduk di salah satu kursi meja makan dan melahapnya dengan lahap. Sambil makan aku terus memikirkan, apakah aku ada kerjaan?
1 menit...
10 menit...
20 menit...
"ASTAGA! SURAT PINDAH AMBER!" aku langsung menghabiskan makananku dengan cepat karena tergesa-gesa oleh waktu.
Oh Tuhan, kenapa aku bisa lupa. Aish! Pabbo Kyuhyun! Aku mengambil kunci mobil lalu mengendarai mobilku ke sekolah. Kenapa tidak ada Amber? Jawabannya pasti dia sedang belanja bersama Henry, pasti! Mereka sudah seperti kakak-adik kandung saja.
I5 menit kemudian, aku sampai di sekolahku yang sangat besar ini. Ku parkirkan mobilku di parkiran. Setalh itu, aku berjalan masuk menuju ruanganku, ruang Kepala Sekolah. Ternyata sudah ada Leeteuk hyung disana, dia menjabat sebagai wakil kepala sekolah.
"Kurang lama Pak Kepala Sekolah. Sudah kurang lebih satu jam setengah aku menunggumu disini." Sindir Leeteuk hyung padaku.
"Aish kau ini hyung. Aku ketiduran. Lagian kenapa tidak membangunkanku?" aku membantahnya sambil duduk di kursiku.
"Aku sudah meneleponmu hampir puluhan kali. Cek ponselmu bocah!" sahut Leeteuk ketus sambil mengecek dokumen-dokumen.
"Wow! 27 kali. Kau keren hyung, hahahahaha." Kyuhyun tertawa tidak berdosa dan mendapat death glare dari Leeteuk,
"Kyuhyun-ah, ada surat baru yang sampai tadi pagi. Sepertinya laporan anak baru." Ujar Leeteuk pada Kyuhyun yang sudah menenangkan tawanya.
"Eh, murid baru ? mana ?" Leeteuk menambil dokumennya dan memberikannya pada Kyuhyun.
"Zhoumi. Nama China. Bukan orang sini rupanya. Nama orang tuanya... Jung Yunho. Seperti pernah kudenga." Kata Kyuhyun sambil membolak-balik dokumen itu.
"Kau memang mengenalnya Kyuhyun-ah." Tukas Leeteuk dengan pandangan horor membuat Kyuhyun sedikit takut.
"Maksudmu hyung ?" tanya Kyuhyun.
"Dia musuh bebuyutan ayahmu"
TBC
Halo readers... adakah yang menunggu FF ini? ada ya, pasti ada, #narsis. maafkan author yang gak update 10 hari lebih, author banyak tugas, numpuk kayak gunung krakatau, ini aja maling-maling waktu, padahal besok ulangan ampe 2 mapel, haaa~ stress sendiri author. ok ok, apakah dapet konfliknya ? gak nya? hiks, sedihnya. baiklah, tunggu chap depannya ya, KAMSIA for waiting!
Akhir kata, Review please!
DON'T BE A SILENT READERS!
