Brave To See The Blood

Author : DeKyu aka Debby
Part : 9/?
Cast : Seluruh member SuJu dan beberapa dari f(x) dan SNSD
Disclaimer : They're all belongs to God and this fic is mine
Rated : T
Genre : Yaoi (boyxboy), romance, friendship, school life, and a little angst

Note : Karena saya author baru, jadi mohon dimaklumi jika cerita dan bahasanya rada gaje dan banyak typo...

DON'T LIKE! DON'T READ!

SO, NO BASHING!

"Musuh bebuyutan appa?" ucap Kyuhyun lirih.

"Ne, aku harap kau mempertimbangkan lagi untuk menerima anak ini Kyuhyun-ah." Leeteuk memberi saran pada Kyuhyun yang notabene adalah kepala sekolah disini.

"Haaa~ Tapi kurasa anak ini tidak ada maksud jahat denganku. Dilihat dari tampangnya dia anak baik-baik *Zhoumi jinkrak''*"

"Kau yakin? Dia anak dari musuh appamu Kyuhyun-ah. Bisa saja dia mempunyai rencana jahat dengan cara mendekatimu." Leeteuk memperingatkan Kyuhyun sambil memberikan tatapan horor pada Kyuhyun.

"Ya hyung! Tatapanmu itu seram sekali. Anniya hyung, aku yakin dia anak baik-baik. Di dunia ini, kalau kita menganggap orang buruk dari awal, maka kita akan menilainya terus seperti itu padahal dalam kenyataannya dia bukan orang seperti itu." Jelas Kyuhyun dengan senyuman manis yang terpatri di bibirnya.

"Haaa~ Arasseoyo. Aku akan menelepon anak itu. Dia bisa mengambil baju seragamnya sekarang dan dia bisa sekolah besok." Jawab Leeteuk dan langsung menuju telepon di kantor tersebut.

'Semoga saja dia seperti apa yang aku pikirkan.' Harap Kyuhyun.

BRAAAAKKKK!

"OPPA~" teriak Amber setelah membanting pintu kantor yang malang itu.

"Ya! Kau dari mana saja? Datang-datang langsung dobrak saja tanpa mengetuk dulu." Jawab Kyuhyun ketus dengan death glarenya. Ia terkejut karena dobrakan pintu tiba-tiba itu makanya dia marah.

"Mianhaeyo oppa, aku habis jalan-jalan dengan Henry gege, hehehehe." Amber nyengir-nyengir gaje.

"Haaa~ Sudah kuduga~" hela Kyuhyun dan menyenderkan dirinya di kursi yang tampak mahal itu.

"Btw, apa kau sudah mengurus surat-suratku oppa?" tanya Amber sambil mendudukkan pantatnya (?) ke salah satu sofa di ruangan itu.

"Leeteuk hyung sudah mengurusnya. Kau tinggal ambil seragammu sana." Jawab Kyuhyun.

Amber mengangguk lalu berjalan ke meja Leeteuk. Dia berbincang-bincang sebentar dengan Leeteuk. Tak lama kemudian, Leeteuk memberi seragamnya.

"YAY! Sesuai permintaanku. Gomawoyo Teuki Ahjussi."

"YA! Enak saja kau memanggilku ahjussi. Aku masih MUDA!" bantah Leeteuk.

":P" Amber berlari ke luar kantor setelah mengejek Leeteuk yang kembali ke bad mood nya.

"Hyung, apa maksudnya sesuai permintaan?" tanya Kyuhyun dengan tangannya yang masih menandatangani dokumen-dokumen Author gak tahu itu apaan.

"Kau niat gak sih jadi kepala sekolah?" marah Leeteuk pada Kyuhyun membuat Kyuhyun kaget dan alhasil hampir semua dokumen jatuh entah kemana.

"YA HYUNG! Aku tanya baik-baik!"Kyuhyun marah balik *jadi marah semua -_-*

"Habisnya kau membuatku kesal terus. Kau menanyakan hal itu berarti kau tidak membaca surat pindah Amber kan?"

"Hehehehe, aku lupa hyung."

"Haaa~ Dia minta seragam laki-laki." Akhirnya Leeteuk menjawab pertanyaan Kyuhyun. Kyuhyun membulatkan matanya.

"MWO? Aish, anak itu. Kapan jadi ceweknya? Kalo gitu terus kapan lakunya?" gumam Kyuhyun dan mengacak-acak rambutnya sendiri.

"Hahahaha, maklumi saja Kyuhyun-ah. Dia kan masih muda. Jangan mengatai orang lain, kau saja tidak laku-laku, hahahaha."

"Biarin, walaupun aku belum ada pacar tapi aku masih muda. Sedangkan hyung yang sudah hampir berkerut saja belum punya pacar!" Kyuhyun mengejek Leeteuk tak kalah pedas.

"MWO? Bocah ini! Ya, a..."

Tok... tok... tok...

"Masuk!" sahut Kyuhyun dan Leeteuk bersamaan.

Terlihatlah seorang namja jangkung berambut merah. Ya, readers bisa tebak kan siapa dia? Dia adalah...

Jeng... jeng... jeng... ZHOUMI~ *Author mulai sarap*

"Annyeong Hasaeyo, Jung Zhoumi imnida. Saya calon murid baru disini." Sapa Zhoumi sambil membungkukkan badannya pada Kyuhyun juga Leeteuk.

"Oh, jadi kau yang bernama Zhoumi itu ya? Waaahhh~ kau tinggi sekali, hehehe. Silakan duduk Zhoumi-ssi." Kata Kyuhyun dan mempersilahkan Zhoumi duduk.

"Kamsahamnida Kyuhyun-ssi." Jawab Zhoumi dan mengeluarkan senyuman sejuta watt nya itu.

"Zhoumi-ssi, menurut data yang aku baca tentang dirimu, kau pindahan dari China ya? Kenapa pindah ke Seoul?" tanya Kyuhyun tanpa ada kecurigaan sedikitpun sedangkan Leeteuk was-was sendiri di mejanya, menatap seluruh gerak-gerik Zhoumi.

"Ne, aku pindah ke Seoul karena aku ikut ayahku. Dia ada bisnis yang harus diselesaikan disini." Jawab Zhoumi masih setia dengan senyuamnnya.

"Arraseo. Nama ayahmu Jung Yunho ya, ternyata musuh ayahku." Kata Kyuhyun dan membolak-balik profil Zhoumi. Kata-kata Kyuhyun tadi membuat Zhoumi sedikit terjengit. Namun, Zhoumi tetap berusaha tenang sedemikian rupa.

"Wah, kau ingat ya? Apa kau ragu menerimaku disini Kyuhyun-ssi?" tanya Zhoumi dan dijawab oleh ketawa Kyuhyun membuat Leeteuk dan Zhoumi sedikit bingung.

"Hahahahaha~ anniyo Zhoumi-ssi. Semua orang berhak masuk ke sekolah ini. Lagian yang bermasalah kan orangtua kita bukan kita. Kau juga tidak berniat membunuhku , kan?" tanya Kyuhyun sedikit menyindir Zhoumi.

"Hahahaha~ anniyo Kyuhyun-ssi. Aku tak sejahat itu. Kamsahamnida Kyuhyun-ssi. Kukira kau tidak akan menerimaku. Jeongmal gomawoyo Kyuhyun-ssi." Zhoumi tegak dari kursinya dan menyalami Kyuhyun.

"Cheonmaneyo, Zhoumi-ssi. Kau bisa ambil seragammu dengan Leeteuk disana." Jawab Kyuhyun sembari menyalam tangan Zhoumi lalu kembali ke tempat duduknya.

Zhoumi berjalan menuju meja Leeteuk. Zhoumi sedilit takut akan aura hitam yang membahana di sekeliling Leeteuk, seperti ingin mengubur Zhoumi hidup-hidup *Teukie oppa lagi evil mode on*.

"Maaf, saya mau mengambil seragam saya. Apa ada ukuran saya?" tanya Zhoumi sopan sambil memasang senyuman maut andalannya itu.

"Ne, kebetulan tinggal satu lagi. Kalau kebesaran kau kecilkan sendiri saja." Ketus Leeteuk sembari memberi seragam Zhoumi.

"Kamsa..." baru saja Zhoumi mau berterima kasih, Leeteuk menarik kerah baju Zhoumi hingga sekarang posisinya Leeteuk akan membisikkan sesuatu di telinga Zhoumi.

"Jangan berani mencelakai Kyuhyun sedikitpun, arraseo?" ancam Leeteuk dan melepaskan cengkramannya di baju Zhoumi.

"Jangan takut, Leeteuk-ssi. Aku bukan seperti appa ku. Kau tenang saja, aku akan menjaga Kyuhyun bukan mencelakainya. Annyeong Leeteuk-ssi, kamsahamnida atas bajunya." Setelah mengucapkan itu Zhoumi keluar dari ruangan itu dan tidak lupa berterima kasih sekali lagi pada Kyuhyun.

.

.

.

.

.

Rumah Zhoumi...

"Apa maksudmu melakukan itu Zhoumi? Appa tidak memerintahkan apapun untuk itu!" marah Yunho pada anak satu-satumya, Zhoumi.

"Wae appa? Aku hanya ingin sekolah, apa itu tak boleh? Kejam sekali sebagai appa melarang anaknya untuk sekolah?" marah Zhoumi tak kalah lantang.

"Appa tidak melarangmu untuk kesekolah, tapi kenapa harus sekolah musuh appa hah?"

"Sekolah itu memiliki kualitas yang agus, jadi apa salahnya? Appa saja yang terlalu berlebihan! Sudah, aku mau ke kamarku." Zhoumi meninggalkan Yunho sendiri di ruang keluarga. Tampak sekali Yunho sedikit frustasi akan kelakuan anaknya yang semena-mena itu. 'Semena-mena? Rasanya kata-kata itu agak janggal. Bukankah aku yang semena-mena?' Pikir Yunho.

...

Di tempat lain (tepatnya di rumah Siwon)...

"Jadi kau gagal mengatakannya? Aish, aku bodoh Siwon-ah." Ejek Yesung dan memukul kepala dongsaengnya itu.

"Aish, appo!" Siwon mendesis kesakitan. Pukulan Yesung tadi lumayan keras juga.

"Jangan salahkan aku hyung. Salahkan ponsel Kyuhyun yang berdering sehingga aku tidak bisa menyatakannya!" elak Siwon.

"Tapi kan dia bertanya lagi setelah selesai bertelepon dengan ayahnya dan kau tidak punya keberanian untuk melanjutkannya, Pabbo!" Yesung memukul kepala Siwon (lagi).

"Aish hyung, stop beating my head!" kali ini Siwon benar-benar marah dan...

BLETAK!

YAK! Satu pukulan telak dari seorang Choi Siwon kepada hyungnya itu!

"YA SIWON-AH! AKU INI HYUNGMU! HEY KAU JANGAN LARI!" berakhir dengan kejar-kejaran Siwon-Yesung, hahahaha.

"Sekarang mereka yang kekanak-kanakan. Ngatain orang aja bisanya, huh!" ketus Eunhyuk.

"Waeyo chagi? Sensi amat, lagi dapet ya?" canda Donghae sambil menoel bahu Eunhyuk.

"Ya Hae! Aku ini laki-laki, aish! Awas kau ya!" ternyata EunHae/HaeHyuk couple berakhir dengan kejar-kejaran juga *author jadi bingung sendiri*.

"Ngapa semuanya jadi pada kejar-kejaran?" Henry menggaruk kepalanya yang tidak gatal melihat tingkah hyung-ddeulnya yang seperti anak-anak itu.

"Apa gege juga mau main kejar-kejaran denganku?" tanya Amber polos membuat Henry tertawa terbahak-bahak.

"Hahahaha, anniya Amber. Gege capek menemanimu jalan-jalan tadi. Gege malah ngantuk nih. Btw, Hangeng-ge kemana ya? Tumben dia gak ikut ngumpul sama kita?" tanya Henry.

"Ehm, tadi aku meneleponnya. Katanya dia banyak kerjaan di kantor." Jawab Amber santai.

"Haaa~ jadi pewaris tunggal seperti dia itu memang susah ya. Bekerja dia usia muda." Ujar Henry dan dibalas anggukan oleh Amber.

...

Kantor Kepala Sekolah (Kantor Kyuhyun)...

"Kyuhyun-ah, ayo makan siang. Hyung lapar." Ajak Leeteuk. Ia mengambil jas perginya lalu membereskan mejanya yang berantakan.

"Ah, ne hyung." Kyuhyun pun ikut membereskan mejanya.

"Oh iya, telepon Hankyung. Mungkin dia ingin ikut makan siang dengan kita."

"Mwo? Bukannya dia bersama anggota kita yang lainnya?" tanya Kyuhyun heran.

"Anni, dia di kantornya. Dia memberitahuku tadi, kerjaanya menumpuk disana. Mau tidak mau hari libur seperti ini pun dia harus bekerja." Jawab Leeteuk. Kini mereka sedang berjalan ke arah parkiran.

"Oh, arraseo." Kyuhyun mengambil ponselnya dan mendial nomor Hankyung.

"Yeobseyo?" jawab Hankyung diseberang sana.

"Yeobseyo. Hangeng gege."

"Waeyo Kyuhyun-ah?"

"Errr, kau mau ikut bersama aku dan Leeteuk hyung makan siang?" tanya Kyuhyun. Sebenarnya ia takut kalau Hankyung menolak.

"Sure. Why not ? where?"

'Yes!' batin Kyuhyun. 'Eh, kok aku segitu senangnya ya?' Kyuhyun malah sibuk sendiri dengan pikirannya.

"Ya! Ya! Ya! Kyuhyun-ah, kenapa melamun! Hankyung mengajakmu bicara tuh." Leeteuk menepuk pundak Kyuhyun agak keras dan alhasil... Kyuhyun kembali ke alam kita #plaaak

"A... aah, ne. Mianhaeyo gege. Ehm, tempatnya di restoran xxx aja." Jawab Kyuhyun akhirnya.

"Ne, aku segera kesana." Hankyung memutuskan sambungan teleponnya.

"Kyuhyun-ah, gwenchana? Kenapa kau gugup sekali tadi? Aaaa~ jangan-jangan kau..." Leeteuk menghentikan kalimatnya.

"A..anni, aku tidak menyukai Han-gege."ketus Kyuhyun.

"Mwo? Aku tidak bilang kalau kau suka Hankyung, hahaha." Sebelum ditimpuk Kyuhyun, Leeteuk langsung masuk ke mobilnya.

"Aish, awas kau hyung. Aih, wajahku memanas *kayak kompor aja bang :P*." Kyuhyun pun masuk ke dalam mobilnya.

...

Cafe xxx

"Wah, Hankyung! Kau sampai duluan ternyata." Sapa Leeteuk duluan.

"Ne hyung. Annyeong Kyuhyun-ah." Sapa Hankyung pada Kyuhyun yang menduduki kursi di depan Hankyung.

"Annyeong. Sudah lama menunggu gege?" tanya Kyuhyun sambil memilih-milih menu yang ada didepannya.

"Aku datang dua menit sebelum kalian, belum lama." Jawab Hankyung tersenyum pada Kyuhyun. Senyumannya tambah lebar (?) saat melihat ada semburat merah di pipi Kyuhyun.

SKIP TIME...

"Haaaa~ Kenyang. Terima kasih traktirannya Teukie hyung, hehehe." Ujar Kyuhyun dan memeluk hyungnya itu.

"Ya ya ya! Ini tempat umum Kyuhyun-ah, kita masih di depan cafe nih." Kata Leeteuk sembari melepas pelukan dongsaengnya itu.

"Ne ne." Kyuhyun pun melepas pelukannya.

"Gomawo, Teukie hyung. Kalau begitu, aku kembali ke kantor dulu ya. Annyeong~" ujar Hakyung dan memasuki Lamborghini hitamnya.

"Ne, hati-hati di jalan Hankyung-ah." Sahut Leeteuk.

"Sekarang kita ngapain nih hyung?" akhirnya Kyuhyun kita bersuara juga *dari tadi diam mulu sih -_-*.

"Moola. Lebih baik kita ngumpul aja sama yang lain, kajja."

Mereka berdua memasuki mobilnya masing-masing ke rumahnya Siwon *sebelumnya udah nelpon*.

...

Tok Tok Tok...

Seorang ahjumma membukakan pintu rumah Siwon. Terlihat Kyuhyun dan Leeteuk yang berdiri di ambang pintu.

"Annyeong hasaeyo ahjumma." Sapa Kyuhyun dan Leeteuk bersamaan.

"Annyeong Hasaeyo. Eh, kau siapa? Kau seperti... Cho Kyuhyun, iyakah?" tanya ahjumma itu yang ternyata ibunya Siwon.

"Ah, ne ahjumma. Anda masih mengingat saya rupanya." Jawab Kyuhyun dengan senyuman manis yang erukir di bibirnya.

"Waaah, kau semakin tinggi dan semakin imut. Leeteuk saja kalah tinggi darimu." Sindir ahjumma.

"Ya ahjumma, walaupun aku pendek tapi banyak yeoja dan namja yang mengantri." Tolak Leeteuk.

"Kalau banyak kenapa sampai sekarang kau tidak menikah Teukie-ah?" tanya ahjumma lagi.

"Ah,... itu..." jawab Leeteuk gelagapan. Dia bingung harus bilang apa.

"Hahahaha, sudah lupakan. Mereka ada di kamar Siwon. Ahjumma tinggal dulu, ne?"

"Ne ahjumma." Sahut Kyuhyun dan Leeteuk serempak.

Mereka berdua berjalan ke lantai dua tempat Siwon dan rombongannya berada. Kyuhyun sudah lama tidak kesini, banyak sekali perubahan yang ada disana-sini. Tapi tidak dengan pintu yang satu ini, pintu kamar Siwon. Masih dengan warna yang sama dan hiasan yang menandakan bahwa itu kamar Siwon. Leeteuk membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu.

"Annyeong~" teriak Leeteuk mengagetkan semua orang didalam sana.

"TEUKIE HYUNG, KYUHYUN-AH!" seru mereka serempak dan menghampiri KyuTeuk.

"Hey, kuda. Nyatakan sana, bawa dia ke taman belakan rumahmu." Suruh Yesung pada Siwon yang berada di sampingnya dengan berbisik.

"Mwo? Anni. Aku malu hyung." Tolak Siwon sambil melipat kedua tangannya di dada.

"Aish kau ini. Memang julukan 'Gentleman Siwon' tidak pantas untukmu." Ejek Yesung, ia memeletkan lidah pada Siwon.

"Mwo? Enak saja. Aku gentleman!" sanggah Siwon dengan raut muka tidak suka.

"Kalau begitu nyatakan! Pabbo!"

"Aish, ne ne." Akhirnya Siwon mau dan menghampiri Kyuhyun.

"Kyuhyun-ah?" panggil Siwon pada Kyuhyun yang kini sudah berada disampingnya.

"Ayo ikut aku sebentar. Ada yang ingin aku katakan padamu." Tanpa jawaban dari Kyuhyun, Siwon sudah menarik *dengan lembut* tangan Kyuhyun menuju taman belakang rumahnya.

"Mereka mau kemana?" tanya Leeteuk pada Yesung yang senyum-senyum gaje.

"Ke taman belakang. Aku menyuruh Siwon untuk mencoba mengutarakannya sekali lagi, yang kemarin kan gagal, hehehe." Jawab Yesung masih dengan senyuman gajenya + tampang pabbonya #ditabokcloud.

"MWO?" sontak semua di ruangan itu kaget.

Leeteuk mengambil ponselnya dan langsung mengrim e-mail ke Hankyung.

To : Hankyung

Subject : Siwon's Confession!

Text : Hankyung-ah, Siwon akan menyatakan perasaanya sekali lagi pada Kyuhyun. Matilah kau!

...

Di taman belakang...

"Waeyo hyung? kenapa kau membawaku kesini?" tanya Kyuhyun sembari melepas genggaman Siwon.

"Aku ingin mengatakan sesuatu padamu Kyuhyun-ah." Siwon menggenggam kedua tangan Kyuhyun dan mengecupnya bergantian. Terlihat semburat merah dari pipi Kyuhyun, tapi Kyuhyun tak merasakan apapun dihatinya. Dia hanya malu, itu saja.

"Saranghae~" akhirnya Siwon mengucapkannya sambil menatap tepat di kedua mata Kyuhyun.

"Are you serious?" tanya Kyuhyun meyakinkan.

"I'm serious Kyuhyun-ah. Mau jadi namja-chinguku?" tanya Siwon balik.

...

Di kantor Hankyung...

Tenot tenot *anggap aja dering pesan, ok.*

From : Leeteuk hyung

Subject : Siwon's confession

Text : Hankyung-ah, Siwon akan menyatakan perasaanya sekali lagi pada Kyuhyun. Matilah kau!

'MWO? Aish, apa Kyuhyun akan menerimanya ya? Aish, aku jadi tidak tenang bekerja kalau begini.'

To : Leeteuk hyung

Subject : About Kyuhyun

Text : Beritahu aku hasilnya hyung, gomawo.

...

TBC

Annyeong~

Adakah yang kangen author disini? Ada kan? Wkwkwkwk. Aduuuh, maafin author yang udah gak update lama banget. Author sakit, tugas juga banyak jadi ide mentok mulu di jembatan suramadu (?).

Nah, readers mau bantu author kah? Review sekalian kasih ide ya, okeh?

Maaf juga kalau chap ini kependekan, jeongmal mianhae~

Chap ini juga gak author edit jadi maafkan author kalau banyak typos...

Sekian dari author...

DON'T BE A SILENT READERS!

No bashing please~

REVIEW