The disappearance of -book of life-
.
Warning : maybe ooc, some typos, beberapa oc, beberapa bahasa sehari hari, MUNGKIN akan ada death chara
.
Disclaimer : vocaloid isn't mine :) ©crypton future media inc and Yamaha corp. but this story is MINE! DON'T YOU DARE TO 'BAJAK BAJAK' THIS! (apalah -.-) 'copy' maksud saya hehe -_-v
.
A/N : makasih buat para readers yang udah mau baca ^^ tanpa kalian, para readers, glori bukan apa apa :') *lebay
.
Bales review ya :
Ryu kago : ehehe, iya kalo di certain duluan gak rame dong :p baca aja ya ^^ um, thanks juga udah nge-fave :D
Chaos seth : chaos-san makasih juga udah nge-fave :)
Rilliane : arigatou udah mau baca, makasih juga buat semangatnya ^^ hehe. Kaka? Kamu kelas berapa? :)
.
Don't like? Don't read!
.
Like? Review!
.
Udah baca tapi ga suka? Flame dengan sopan yah (emangnya ada ya flame yang sopan?)
.
.
Chapter 2
.
.
"kami dapat bantuan dari Lui, mantan polisi disini" jawab Miku dengan ramahnya
"Lui? Sebaiknya kalian berhati hati dengannya, jangan mudah percaya dengan kebaikkannya"
Mereka terkejut mendengarnya
'apa maksudnya itu?' pikir Rin
"a-apa maksudnya?" Rin bingung
"sudahlah, ayo kita coba satukan kertas ini ke dalam book of life" polisi itu berjalan di ikuti oleh para vocaloid
Mereka melewati banyak lorong yang di jaga ketat oleh para penjaga.
Sesampainya di tempat penyimpanan book of life itu, polisi itu langsung membuka bukunya di halaman tertentu dan memasukan kertas itu ke dalamnya. Setelah kertas itu di masukkan ke dalam buku itu, langit langsung menjadi cerah. Dan sinar kembali muncul dari langit. Matahari bersinar lagi.
"waw, ajaib.. ku kira kertas ini tak bisa menggantikan kertas aslinya" Kaito kagum melihat matahari bersinar kembali
"terimakasih Kami-sama masih mengijinkan matahari bersinar lagi meski lembar yang asli telah diganti dengan yang palsu. Terimakasih juga untuk pertolongan kalian, aku tak menyangka kalau kalian bisa membantu kami seperti ini" polisi itu membungkukkan badannya berterimakasih pada para vocaloid
"sama sama pa" Miku membungkukkan badannya
"tapi apa maksudnya ya? Mencuri lembar yang asli dan menggantinya dengan lembar yang ini?" tanya Rin
"entahlah, tapi matahari nya sama dengan yang asli, tak ada bedanya"
"oh ya, soal Lui—" Miku yang ingin menanyakan lebih teliti tentang Lui di potong oleh polisi itu
"Lui itu bukan urusan kalian, yang penting kalian hati hati saja dengannya" polisi itu kelihatannya tak mau memberitahukan sama sekali soal masalah ini
"hm.. ya, baiklah" Miku nyerah
"um.. senang bisa membantu" ucap Len
Para vocaloid pun keluar dari kantor polisi itu dan bertemu dengan Lui
"bagaimana? Kalian berhasil ya? Sekarang matahari sudah bersinar lagi! Baguslah! Maaf aku tak bisa menemani kalian masuk, karena kalau aku ikut, pasti mereka akan langsung mengusirku" ucap Lui
Mereka semua terdiam sampai Miku bertanya
"… Lui.. sebenarnya, apa yang membuat kamu di berehentikan dari kepolisian?" tanya Miku tiba-tiba
Lui tampak kaget mendengar pertanyaan Miku dan bingung ingin menjawab apa
"k-kenapa tiba tiba..?"
"sudahlah, jawab saja Lui. Kan Cuma ditanya gitu aja, ga usah gugup" ucap Kaito
"uh.. ya.. itu.. karena, karena aku gagal menjalankan tugas waktu itu.. ha-ha-ha.. aku memang agak baka" Lui tertawa garing
Mereka semua terdiam sampai Kaito bicara
"sama! Hanya saja mereka menyebutku kalo aku sudah baka stadium 3" Kaito terlihat bangga dengan gelar bakanya itu
Rin dan Miku sweatdrop
"emang segitunya ya? Sampai di pecat dan ga boleh lagi ke kantor ini?" tanya Len
"uh.." Lui tampak grogi
"apa kau melakukan sesuatu yang buruk?"
Pertanyaan Len yang satu ini sukses membuat Lui jadi keringet dingin
"Len!" Rin yang sedari tadi hanya diam kini dia angkat bicara
"Jangan nuduh orang yang ngga ngga dong!" Rin membela Lui
"aku kan cuma nanya bukan nuduh, kamu biasa aja dong ngomongnya Rin, segitunya banget ngebela Lui" Len cemburu
"Lui-kun, jangan di ambil hati ya, Len orangnya emang menyebalkan pake banget, aku yakin kok kamu ga seperti yang dibilang Len, aku percaya sama Lui kok" Rin tersenyum manis sekali pada Lui membuat Lui blushing
"eh? L-Len!" Kaito memanggil Len yang sedang berlari pergi
"loh? Len mau kemana?" tanya Miku yang heran melihat Len tiba tiba pergi
"gatau, aku pergi dulu ya!" Kaito menyusul Len
"eh, K-Kai—baKaito!" panggil Miku
"Kaito mau kemana?" tanya Rin
"entahlah.. sepertinya dia mau menyusul Len" Miku terlihat sedih
"Miku jangan sedih gitu dong, ntar juga si baka nya balik lagi kok" goda Rin
"s-siapa juga yang mengkhawatirkan dia" muka Miku pun mulai memerah
"hah? Mengkhawatirkan? Siapa yang bilang gitu? Ow~ atau jangan jangan Miku memang mengkhawatirkan baKaito ya~? Ciee~" Rin mulai mengejek Miku
"ish! Rin! Apa apaan sih kau ini! Malu tau! Ada Lui" Miku membisikkan kata kata yang terakhir karena takut terdengar oleh Lui
"hahaha iya iya.." Rin pun berhenti mengejek Miku
"um.. Rin..-san?" Lui tampak ragu ragu memanggil Rin dengan nama depannya
"ya? Panggil Rin aja ga apa apa kok"
"um.. Rin-chan.. etto.." Lui tampak gugup
"kenapa Lui-kun?" Rin bingung melihat Lui yang tergagap gagap seperti itu
'apa Lui mau nembak Rin ya? Ckckck yang bener aja, baru ketemu loh' pikir Miku
"ehm~ Lui-san mau ngomong berdua sama Rin aja ya? Yaudah deh, Miku cabut dulu ya bubye~" Miku pun pergi
"ha? Eh.. Miku!" Rin memanggil Miku tapi Miku tetap saja pergi
'aduh.. si Miku itu apaan sih..' pikir Rin
Meanwhile
Len sedang duduk sendirian di tepi sungai
'kenapa sih aku ini! Kenapa aku ga suka setiap liat Rin deket deket sama cowo lain? Apalagi tadi, dia lebih milih Lui yang baru di kenalnya daripada aku temannya sejak kecil. Apa jangan jangan aku.. ah, ga mungkin aku suka sama Rin' pikir Len
"Len?" Kaito melihat Len dari belakang
"Len nya ga ada" ucap Len
"bohong, terus itu siapa yang ngomong?"
"Len"
Kaito Cuma pasang wajah (-_-) dan duduk di sebelah Len
"Len, kamu kenapa?" tanya Kaito yang kini terlihat sudah tidak bercanda lagi
"gatau Kai, pengen jauh jauh dari mereka aja"
" 'mereka'?" Kaito bingung
"e-eh! bukan, bukan Rin!"
"ooh~ I see~ kamu cemburu ya ngeliat Rin sama Lui? Ayo ngaku~" Kaito mulai jail
"ng-ngga!"
"bohong! Mukanya merah gitu ciee~ kamu suka sama Rin ya? Ya ya yaa?"
Deg
Seketika muka Len langsung memerah
"aw aw aw iya! Ketauwan deh~ ahahaha!"
"ii! baKaito!" Len nendang Kaito hingga tercebur ke sungai dan meninggalkan Kaito sendirian di situ
"LEEEENNN!" Kaito yang mau mengejar Len berhenti karena ngeliat sesuatu dalam sungai itu
"eh? sobekan kertas? Aneh, udah di dalam air tapi sobekan sobekan kertas ini tidak basah" Kaito mengambil sobekan sobekan kertas itu dan mengamatinya
"kertas apa ya ini? Aku bawa pulang ah~ siapa tau ini adalah peta menuju harta karun~" Kaito mulai ngeyel
Tanpa di sadari Kaito, sedari tadi ada yang mengamatinya dengan memberi tatapan yang ga enak dan menusuk
Sementara itu, Len sedang berjalan pulang menuju rumahnya. Tiba tiba hapenya berbunyi menandakan ada telepon yang masuk
"private number? Siapa yah?" Len pun mengangkat telponnya
"moshimoshi?" sapa Len
"ku lihat matahari yang baru sudah bersinar lagi, terimakasih sudah membantuku untuk mengganti matahari yang asli itu dengan matahari buatanku" ucap orang yang menelpon Len
"e-eh? siapa ini?"
"kau tak perlu tau, dan soal lembar music yang kalian incar itu.. sebaiknya kalian berhenti saja untuk mencarinya. Atau kalian akan tau akibatnya bila ikut campur dalam urusan ku" orang itupun menutup teleponnya
"e-eh? halo? Sudah di putus ya? Sebenarnya siapa orang itu? Dapat darimana nomerku? Apa orang itu.. Cricket?"
-rumah Kaito-
Sesampainya di rumah, Kaito langsung masuk ke dalam kamarnya dan duduk di meja belajarnya(di kursinya maksudnya, bukan di mejanya)
"ah.. sebaiknya aku satukan lagi saja sobekan sobekan ini" Kaito pun menyatukan kembali sobekan sobekan kertas itu
Setelah beberapa waktu dan akhirnya sobekan itu selesai di satukan
"eh? kertas ini.. kertas ini ternyata.." Kaito kaget melihatnya
TBC~
(A/N : selesai juga chapter 3 :D pegel ih, pulang sekolah langsung lanjut fic aja ahaha. Ada yang bisa nebak ga? Lui mau ngomong apa sama Rin? Siapa yang nelpon Len? Kertas apa yang di temuin sama Kaito di sungai itu? Hm, minta pendapatnya lagi ya readers ^^ Review please~ keep reading yaa)
