The disappearance of -book of life-

.

Warning : maybe ooc, some typos, beberapa oc, beberapa bahasa sehari hari, MUNGKIN akan ada death chara

.

Disclaimer : vocaloid isn't mine :) ©crypton future media inc and Yamaha corp. but this story is MINE! DON'T YOU DARE TO 'BAJAK BAJAK' THIS! (apalah -.-) 'copy' maksud saya hehe -_-v

.

A/N : makasih buat para readers yang udah mau baca ^^ tanpa kalian, para readers, glori bukan apa apa :') *lebay

.

Bales review ya :

Ryu kago : ehehe, makasih~ :D glori coba perbaiki ya ^^

Sharon f n : gatau deh hehehe.. baca aja :P kalo bener tebakannya, ntar di kasih ice cream~~ (awas bohong)

.

Don't like? Don't read!

.

Like? Review!

.

Udah baca tapi ga suka? Flame dengan sopan yah (emangnya ada ya flame yang sopan?)

.

.

Chapter 4

.

.

"ah.. sebaiknya aku satukan lagi saja sobekan sobekan ini" Kaito pun menyatukan kembali sobekan sobekan kertas itu

Setelah beberapa waktu dan akhirnya sobekan itu selesai di satukan

"eh? kertas ini.. kertas ini ternyata.." Kaito kaget melihatnya

"kertas ini ternyata tak berguna, huh! Ini sama dengan kertas yang di bawa oleh orang yang menabrak Miku waktu itu. Hmph bukan harta karun" Kaito pun mengabaikan kertas yang di temukannya itu

-keesokan harinya di crypton junior high school-

Berita tentang band vocaloid yang menemukkan kertas pengganti lembar matahari yang asli sudah menyebar

"wah~ vocaloid!" murid murid di situ langsung menghampiri vocaloid

"ku dengar kalian yang menemukan kertas pengganti lembar matahari itu ya? Kereeeen" ucap salah satu anak

"hehehe gitu deh" Rin cengengesan

"ah.. biasa aja kok hehe" Miku rendah hati

"Kaito gitu looooh" ucap Kaito dengan sombongnya

"kyaa~ Kaito~~! Kita makin cinta~!" fansgirl Kaito teriak teriak histeris

Miku hanya cemberut saja ngeliat Kaito di kerumuni banyak cewe cewe gitu

"tapi, jadinya kita harus sekolah lagi deh, belajar lagi, PR lagi, huh~" ucap Rin yang jadi tak semangat

"iya yah.. UN nya jadi dong" ucap salah satu anak yang kepengaruh sama omongan Rin

"iya yahhh.." akhirnya mereka semua terpengaruh dan jadi tak semangat

Anak anak semua berebut tempat untuk pundung di pojokkan

Saat Luka-sensei masuk ke dalam kelas, dia hanya bisa sweatdrop ngeliatin anak anak didiknya yang IQ nya jongkok tengkurep guling guling nonggeng

"eh? kok?"

'ini pada kenapa sih?' pikir Luka-sensei

-saat jam istirahat-

Seperti biasanya Miku, Rin, Len, dan Kaito duduk bersama di meja kantin. Tapi suasananya berbeda dari biasanya, kini mereka hanya diam, biasanya yang paling heboh

Miku hanya memandangi roti neginya. Sepertinya dia masih galau tentang Kaito yang sepertinya tak menganggap dirinya sepenting dia menggap Kaito

Rin sendiri yang biasanya paling heboh kini dia hanya terdiam, galau sambil terus menatap layar hape nya

'Rin kenapa yah? Tumben tumbennya dia ga ngomong. Oh ya, si Lui ngomong apa ya ke dia kemarin?' pikir Miku

Sedangkan Kaito seperti biasanya asik dengan ice creamnya dan tak memperdulikan apa yang di sekitarnya

Kaito pun ngelirik ke arah Len, dilihatnya Len hanya diam melihat jus pisangnya sambil ngudek ngudek jus nya

'si Len masih galau soal Rin?' pikir Kaito

"hey Rin, kamu kenapa?" tanya Miku

"ah? Ng..ngga" jawab Rin yang sepertinya baru kembali dari alam mana itu

"kayak yang lagi galau. Oh ya, si Lui ngomong apa tuh kemaren?" tanya Miku

"uh.. Dia.."

FRUUUTT!

"uhuk! uhuk!" Len yang kaget mendengar ucapan Miku tanpa sengaja menyemburkan jus yang di minumnya ke wajah Kaito

"eh? Len? Kenapa?" Miku khawatir

"Lennn!" Kaito kesel karena kini wajahnya di penuhi jus pisang

"eh? Kaito, ayo sini aku bersihin" Miku mendekati Kaito lalu mengelap wajahnya dengan sapu tangan

"Len kamu kenapa?" tanya Rin

"ga apa apa" jawab Len singkat

"bener?"

"hm" jawab Len sekenanya

"mukanya kusut gitu, belom setrika ya?" tanya Rin

"emang kalo muka kusut di setrika ya?" tanya Kaito

"ya engga lah Kaito" jawab Miku yang kini mengelap Kaito dengan lap basah

"kemarin ada yang telpon aku" ucap Len

"siapa? Ciee~" Kaito mulai jail

PLAK!

"orang itu bilang, sebaiknya kita berhenti mencari lembar music itu. Atau, kita akan tau akibatnya karena telah ikut campur dalam urusannya"

"hah? Tapi kenapa?" tanya Miku

"ga tau"

"siapa yang nelpon? Apa itu si pencuri? Cric? Cirk? Cikr? Siapa sih namanya?" tanya Rin

"Cricket" Miku hanya pasang wajah (-_-)

"oh ya! Cirkcet!" ucap Rin

'masih aja salah nyebut' pikir Miku

"apa pencuri lembar music dan pencuri lembar matahari itu satu orang ya?" tanya Kaito

"entahlah.."

Tiba tiba hape Miku berbunyi menandakan adanya telpon masuk

"moshimoshi?" sapa Miku

"vocaloid, tolong datang ke kantor kami segera!" ucap orang yang menelpon Miku(polisi)

Setelah mereka ijin ke guru, mereka pun akhirnya segera menuju ke knator polisi

-police office-

"ada apa pa?" tanya Miku

"pencuri itu kini telah mengambil lembar awan dan api dari book of life"

"APAAA?"

"lalu? Hubungannya dengan kami apa?" tanya Kaito acuh tak acuh

"kami ingin meminta bantuan kalian" ucap polisi itu

"fufufu kita? bisa bantu apa yah kita?" Rin mengingat waktu polisi itu meremehkan mereka

"kami mohon, karena waktu itu kalian bisa menemukan surat dan kertas pengganti dari pencuri itu, siapa tau jika kalian membantu kami lagi dalam mencari lembar awan dan api ini kita bisa menangkap pencuri itu" polisi itu memohon

"kami akan bantu pa!" ucap Miku

"M-Miku! ?" Kaito kaget dengan ucapan Miku yang setuju untuk membantu

"tenang kami pasti akan bantu pa" ucap Len

"ta-tapi?" Rin terlihat tidak setuju dengan keputusan Miku dan Len

"bagus! Terimakasih! Ini berkas berkas nya! Tolong di baca, dan jika ada perkembangan, tolong kabari ya" polisi itu memberikan berkas berkas pada Len

Singkat cerita, kini mereka berempat sedang berkumpul di sebuah saung dalam taman, sambil membaca baca berkas yang sudah di berikan oleh polisi itu pada mereka

"eh, kenapa kamu terima aja sih? Tujuan kita kan Cuma ingin mendapatkan lembar music aja? Kenapa harus nyari lembar awan dan api juga sekarang?" Kaito masih tidak setuju dengan keputusan mereka yang ingin membantu

"iya! Kita juga kan ga di bayar untuk ini" Rin juga tidak setuju

"Rin, kita harus menolong dengan ikhlas" ucap Miku dengan lembutnya

"siapa tau pencuri dari lembar awan dan api ini adalah orang yang sama dengan orang yang telah mencuri lembar music, dengan begini kan kita jadi lebih mudah untuk menemukkannya" ucap Len sambil membuka buka berkas itu

"EH! ga mungkin!" Len kaget saat membuka salah satu halaman

Karena penasaran Rin, Miku, dan Kaito pun ikutan melihat apa yang di lihat oleh Len

Saat mereka melihatnya mereka juga terkejut

"i-ini… orang ini kan.. masa dia pencuri nya?" tanya Miku tak percaya dengan yang di lihatnya

"orang ini.. ini kan orang yang.."

TBC~

(A/N : chapter 4 is update~ ^^ thanks for reading~ minta pendapatnya yo~~ review please! Update soon kalau review banyak)

.

.

Review! Or.. discontinue..

.

.

(eaa mulai ngamcem -_-v wkwkw)