The disappearance of -book of life-

.

Warning : maybe ooc, some typos, beberapa oc, beberapa bahasa sehari hari, MUNGKIN akan ada death chara

.

Disclaimer : vocaloid isn't mine :) ©crypton future media inc and Yamaha corp. but this story is MINE! DON'T YOU DARE TO 'BAJAK BAJAK' THIS! (apalah -.-) 'copy' maksud saya hehe -_-v

.

A/N : makasih buat para readers yang udah mau baca ^^ tanpa kalian, para readers, glori bukan apa apa :') *lebay

.

Bales review :

Ryu kago : hm.. siapa ya? Kasih tau ga ya? Hehehe. Baca aja deh ^^

Sharon f n : hm? Ice cream nya Ga jadi ah.. ehehe -_-v

.

Don't like? Don't read!

.

Like? Review!

.

Udah baca tapi ga suka? Flame dengan sopan yah (emangnya ada ya flame yang sopan?)

.

.

Chapter 5

.

.

"EH! ga mungkin!" Len kaget saat membuka salah satu halaman

Karena penasaran Rin, Miku, dan Kaito pun ikutan melihat apa yang di lihat oleh Len

Saat mereka melihatnya mereka juga terkejut

"i-ini… orang ini kan.. masa dia pencuri nya?" tanya Miku tak percaya dengan yang di lihatnya

"orang ini.. ini kan orang yang.."

"ini orang yang waktu itu menabrak ku!"

"aah~ kenapa kita harus mencari lembar awan itu sih" Kaito masih ga setuju

"uhh.. panass.. mungkin sekarang aku tau kenapa kita harus mendapatkan lembar awan itu. Tanpa awan, sinar matahari jadi tak ada yang menghalangi sehingga terasa sangat panass.. apa kau mau semua ice cream mu meleleh karena ini baKaito?" Rin mulai setuju

"t-tidak! Jangan ice cream ku!"

"kalo gitu, ayo kita ke tempat dimana kita bertemu dengan orang itu waktu itu!" ajak Len yang di sertai anggukan dari mereka

Sesampainya di tempat itu para vocaloid pun menunggu orang itu lewat jalan itu lagi. Tapi sudah berjam jam orang yang mereka tunggu tak datang datang juga

"hari mulai gelap.. sampai kapan kita harus menunggunya di sini?" Miku khawatir karena langit sudah semakin gelap dan jalan di gang itu sudah mulai sepi

"sampai kita menangkap orang itu" ucap Kaito yang kini terlihat bersemangat untuk mencari pencuri itu

"haa~h.. apa tak sebaiknya kita lanjutkan besok saja?" tanya Miku

"loh? Kalian sedang apa di sini?" tanya seseorang

Sontak yang di tanya pun menoleh ke arah yang bertanya

"eh Lui.. kami sedang.. um.. menunggu seseorang" ucap Rin

"kamu sendiri ngapain disini?" tanya Len

Lui terlihat grogi dan bingung mau jawab apa

"eh.. uh.. aku hanya ingin ke rumah teman ku saja ha-ha-ha"

"um.. Lui, bisakah kau membantu kami lagi?" tanya Miku

"bantu? Apa?"

"apa kau melihat pencuri lembar awan ini?" tanya Kaito sambil menunjukkan foto pencuri itu

"terakhir kami bertemu di tempat ini" ucap Miku

"eh! dia.." Lui tampak terkejut melihat foto itu

"kenapa Lui-kun?" Rin heran melihat ekspresi Lui yang segitunya

"eh.. um.. ngga. Aku bisa bantu. Aku tau tempat dia dimana, lewat sini!" Lui pun mulai berlari di ikuti yang lainnya

Setelah berlari cukup lama akhirnya mereka pun sampai di sebuah rumah yang letaknya terpencil, jauh dari rumah rumah lainnya, dekat hutan.

"hosh.. hosh.. capee.." Kaito mulai manjanya

"keluar deh 'anak mami' nya" ejek Rin

"i-ini tempat apa?" tanya Miku yang terlihat ketakutan

"ini tempat orang yang kalian cari" ucap Lui

"kau tau sekali. tau darimana?" tanya Len

"eh.. um.. ya.. aku suka melihatnya disini.. he-he-he.. ayo cepat masuk! Biasanya jam segini tuh dia belum pulang" ucap Lui

'Lui tau rumahnya, dan sekarang tau jadwal kapan dia ada di rumah atau tidak? Aneh..' pikir Len

Mereka pun mengendap-endap mendekati rumah itu, dan mengintip di jendela, ternyata memang benar, rumahnya kosong.

"rumahnya kosong, ayo masuk!" ucap Kaito

"pintunya terkunci, gimana masuknya, baka!" Rin kesel

"kuncinya ada di bawah keset" Lui mengambil kunci yang ada di bawah keset itu

'sekarang dia tau tempat rahasia penyimpanan kunci rumah ini..' Len makin curiga

Lui memasukkan kunci itu ke dalam lubang kuncinya dan memutarnya, saat Lui memegang knop pintunya hendak membuka pintunya, tanpa sengaja Lui memegang tangan Rin yang sedang memegang knop pintu itu juga

"eh.. L-Lui.." wajah Rin memerah

"eh.. m-maaf Rin.. aku ga sengaja.." Lui blushing lalu melepaskan pegangannya

"cie~ pacarannya jangan disini dong. Di sini tempatnya nyeremin, ayo kita masuk aja" ucap Miku yang mulai takut dengan suasana di luar

"pacaran terus sih" Len pun masuk duluan diikuti yang lainnya

Di dalam rumah itu, cahaya sangat redup, hanya diterangi oleh cahaya bulan yang masuk lewat jendela saja

"a-aku takut.. kalian saja yang cari lembar itu, aku tunggu di sini saja" ucap Miku sambil memegang erat jaket yang di kenakan Kaito

"uh.. Kaito jagain Miku di sini ya! jaa" Rin pergi menyusul Lui di lantai dua sebelum mengedipkan sebelah matanya pada Miku seolah berkata 'kesempatan nih, Mik!'

"eh.." Miku blushing mengerti dengan apa yang di maksud oleh Rin

"yah.. baiklah.. eh, Len tunggu!" Kaito menghentikan Len yang akan naik ke lantai dua

"apa?"

"jagain tuh cewe" bisik Kaito pada Len yang berniat untuk menjahili Len

"i-ih.. apaan sih.. kan udah gede, ngapain di jagain"

"apanya yang gede Len?" Kaito mulai meng-goda Len

"..hah? Ka-Kaito mesum!" muka Len mulai memerah

"loh? Mesum apaan? Udah sono jagain! Mereka berdua loh di atas, kalau terjadi sesuatu yang tak di inginkan… hm.. gimana yah?" Kaito menjaili Len

"i-ih! Yang ada kamu di sini dua an aja sama Miku, hati hati Mik, kalau di suruh yang ngga ngga jangan mau!" Len pun pergi sete;ah menjahili Kaito dan membuat Miku blushing

Sesampainya di atas Len mencari Rin dan Lui

"mana sih mereka?"

Tiba tiba Len mendengar suara Rin dan Lui dari salah satu ruangan

"sepertinya dari sini suaranya.." Len mendekati salah satu ruangan yang tertutup itu

Terdengar suara Rin dan Lui yang sedang berbicara tentang sesuatu, Len pun berniat untuk mendengarkannya dulu

"m-muka mu.."

"muka aku kenapa?" tanya Rin

"manis.."

"m-muka mu juga.. tampan Lui-kun.."

JLEB

Len yang mendengarkan perbincangan mereka itu hanya bisa nyesek dengernya

"sayang.. pasti Rin-chan sudah ada yang punya"

"eh.. b-belum kok.."

"belum?"

"belum.."

"kalau begitu, apa Rin-chan mau.."

'eh! si Lui mau nembak Rin? ! ini.. ini ga bisa di biarin! Aku harus masuk! S-sial! Pintunya di kunci! Gimana ini? Apa Rin mau nerima Lui ya?' Len putus asa

TBC~

(A/N : geez.. chapter ini sedikit gimana ya rasanya? ._. um.. gimana yah? Ah, udah deh, review ya jaa~)