The disappearance of -book of life-
.
Warning : maybe ooc, some typos, beberapa oc, beberapa bahasa sehari hari, MUNGKIN akan ada death chara
.
Disclaimer : vocaloid isn't mine :) ©crypton future media inc and Yamaha corp. but this story is MINE! DON'T YOU DARE TO 'BAJAK BAJAK' THIS! (apalah -.-) 'copy' maksud saya hehe -_-v
.
A/N : makasih buat para readers yang udah mau baca ^^ tanpa kalian, para readers, glori bukan apa apa :') *lebay. Keep reading and review please ^^
.
Bales review :
IchigoMei-chan : hai Mei-chan :D makasih udah mau baca dan review! ^^ hehehe baca sajalaaah~ keep RnR, makasih :)
Hatsu-chii : update~ hehehe baca sajaaa~ keep RnR, makasih :)
.
Don't like? Don't read!
.
Like? Review!
.
Udah baca tapi ga suka? Flame dengan sopan yah (emangnya ada ya flame yang sopan?)
.
.
Chapter 10
.
.
"… kalau aku yang mau, gimana?" tanya Len di saat yang kurang tepat juga.
"eh? maksudnya?" tanya Rin.
"kalau.. aku yang mau di cium gimana?" muka Len pun memerah.
"eh? sama siapa..?"
"..kamu." Len pun memalingkan wajahnya takut Rin melihat mukanya yang sudah memerah itu.
"eh? loh kok gitu? He-he-he?" Rin pun jadi agak blushing denger omongan Len kayak gitu.
"abisnya.. aku.. aku suka kamu."
"… aku juga, aku suka kamu soalnya kamu temen baik aku dari kecil."
"bukan Rin.. aku suka kamu lebih dari itu.."
"m-maksudnya?"
'oh.. jangan bilang kalau Len cinta sama aku!' pikir Rin yang jantungnya kini mulai berdebar-debar.
"aku suka sama kamu bukan sebagai temen aja. Aku suka kamu sebagai cowo ke cewe.."
"ha-ha-ha.. Len kalau mau bercanda jangan sekarang, ini bukan waktunya. Nanti aja ya tanggal 1 april."
"tapi Rin, aku ga bercanda.."
"udah udah.. aku tau kamu itu suka banget jailin aku, tapi jangan sekarang ya. Ayo kita kejar anjing nya!" Rin pun mulai berlari.
"aduh.. kenapa sih dia ga pernah ngerti.." Len hanya menatap Rin yang kini berlari mejauhinya.
"jadi.. kau menyukai Rin?"
"eh? L-Lui?" Len kaget melihat Lui yang berada di belakangnya.
"sejak kapan kau ada di situ?"
"sudah cukup lama untuk mendengar semua pembicaraan kalian." Ucap Lui.
"..a-aku memang menyukai Rin! Lalu mau mu apa!" tanya Len dengan dinginnya.
"aku tak mau apa-apa."
"kau juga meyukai Rin kan? Jujur saja! Aku sudah tau."
"iya, aku juga. Tapi.. aku mau agar kau yang memiliki Rin." Ucap Lui.
"eh?" Len kaget mendengar ucapan Lui.
"ku lihat kau sangat menyayanginya. Kau juga temannya dari kecil kan? Rasanya akan tidak adil kalau aku mengambil Rin darimu. Makanya aku mau agar kau saja yang memiliki Rin."
"eh? k-kau serius? Memangnya kau tak mau.."
"tidak. Aku rasa Rin akan lebih bahagia kalau bersama mu."
"t-tapi.."
'tapi bukannya Rin menyukai dia?' pikir Len.
"eh?"
Lui menepuk pundak Len.
"hei, kita kan.. teman?"
Mendengar perkataan Lui itu, Len pun tersenyum padanya untuk pertama kalinya.
"teman."
'akhirnya aku bisa berteman baik juga dengannya tanpa khawatir dia akan mengambil Rin lagi.' Pikir Len.
Sementara itu, Rin yang sedang berlari mencari jejak anjing itu, tiba-tiba berhenti dan langsung bersembunyi di balik semak-semak karena dia melihat Kaito dan Miku.
'eh? mereka ngapain? Bukannya kejar anjingnya, malah berduaan di situ ckck' pikir Rin.
"K-Kaito.." jantung Miku berdegup semakin kencang karena muka Kaito sudah sangat dekat.
'E-EH? Kaito mau nyium Miku? Berarti dia juga suka Miku dong? Bagus!' pikir Rin.
Saat muka mereka berjarak sekitar beberapa centi lagi, Kaito menyentuh mata Miku.
'eh? Kaito ngapain?' pikir Miku.
"Miku, ada belek(kotoran mata). Kamu belum mandi yah? Ckckck." Ucap Kaito dengan polosnya dan membersihkan mata Miku.
GUBRAK!
'A-APAA? Jadi dia deket-deket gitu cuma mau ngambil belek Miku doang? ? hah ga rame.' Pikir Rin.
'huh~ aku terlalu berharap yah..' pikir Miku.
"hm.. aku udah mandi kok. Luka mu itu, biar ku obati saja yah." Ucap Miku sambil mengeluarkan betadine dan handsaplast.
'dasar Miku.. kau itu terlalu baik ya jadi orang.. kalau aku yang di situ, si baKaito itu sudah jadi tak berbentuk sekarang..' pikir Rin.
Kaito hanya mengangguk lalu membiarkan Miku mengobati lukanya.
'eh? apaan sih ini? Kok geli yah?' pikir Rin.
"AHAHAHAHAA!"
"eh? siapa tuh?" Kaito celingukan nyari siapa yang ketawa.
"i-itukan suara Rin? Tapi mana Rin nya?" Miku celingukan nyari Rin.
"U-UWAA!"
GUBRAK!
Rin pun terjatuh ke depan Miku dan Kaito, tapi anehnya dia masih tertawa.
"AHAHAHAA!"
"Rin kenapa sih? Obat gila nya udah abis ya? Jadi kambuh lagi?" canda Kaito.
"a-aduh.. stop! Geli! AHAHAHA!" Rin terus tertawa.
"kenapa sih?"
"i-itu.." Miku menunjuk sesuatu.
"oh.. dia di jilatin anjing, kasihan.. ternyata dia bisa geli juga ya kalo di jilat gitu." Ucap Kaito.
Miku menggendong anjing yang sedari tadi menjilati Rin itu.
"ini anjing yang kita kejar tadi kan? Mana kertas nya?" Miku heran.
"eh? dasar anjing nakal! Aku gasuka kalau di jilat-jilat gitu tau! Emangnya aku enak untuk di jilati ya?" Rin ngambek-ngambek.
"ini apa?" Kaito memegang selembar kertas.
"itu dia lembar mataharinya! Yeaii! Kita berhasil menemukannya!" Miku karena kelewat senang, tanpa sengaja dia melempar anjingnya dan memeluk Kaito.
"eh?" Kaito kaget.
"WAA? !" Rin buru-buru nangkep anjingnya sebelum dia nyium aspal seperti Rin tadi.
'pelukan Miku terasa nyaman.. ga kayak pelukan cewe yang lainnya.' Pikir Kaito.
'apa-apaan sih mereka mesra-mesraan di depan aku gini.. envy deh. Aku kan ga punya temen buat pelukan. Huuh~' kemudian Rin melirik anjingnya.
"pelukan sama anjing aja deh~" Rin dan anjing itu pun berpelukan.
Saat Lui dan Len sampai disana, mereka hanya cengo ngeliat mereka semua sedang berpelukan.
"i-ini acara teletubies?" tanya Lui.
"bukan.. sepertinya mereka sedang membuat iklan axis itu." Ucap Len yang teringat salah satu iklan di tv yang orangnya semuanya pelukan itu.
Keesokan harinya, mereka pun menyerahkan lembar yang asli itu pada polisi.
"bagus! Kalian bisa mendapatkan lembar aslinya! Terimakasih banyak!" ucap polisi itu seraya membungkukkan badannya.
"sama-sama pa."
"baiklah, aku akan memasukkan lembar ini ke dalam book of life itu." Polisi itu pun mengambil lembar pengganti itu dan memasukkan yang asli ke dalam buku itu.
Langit pun terlihat lebih cerah dari yang sebelumnya, matahari yang asli kini sudah bersinar lagi.
"terimakasih banyak, sudah mau mencari yang aslinya." Ucap polisi itu.
"ya, cukup dengan bayar—" ucapan Rin itu terpotong karena Len menutup mulut Rin.
"iya, sama-sama pa." ucap Len.
"kami hanya ingin ice—" ucapan Kaito itu terpotong karena Miku menutup mulut Kaito.
"kami tak meminta imbalan apa-apa. Kami membantu dengan ikhlas." Miku tersenyum manis.
"kalau gitu, kami permisi dulu ya!" mereka pun keluar dari kantor itu.
Di luar kantor, Rin kesal karena Len berani-beraninya menutup mulutnya saat dia berbicara, dia pun menggigit tangan Len.
HAP
"aduh! Rin! Kau belum makan 3 hari ya? Masa tangan ku di gigit? !" Len pun melepaskan tangannya yang sedari tadi menutup mulut Rin.
"suruh siapa tadi nutup-nutup mulut gua. wlee." Rin pun menjulurkan lidahnya pada Len.
"iya, kenapa sih kita ga boleh minta imbalan dari mereka? Kita kan udah susah payah dapetinnya. Belom lagi nanti kita harus mencari lembar awan, musik, dan seperempat lembar api itu!" Kaito ngambek-ngambek.
"ya ga boleh lah, baka. Belajar menolong orang dengan ikhlas." Ucap Len.
"tapi aku ga ikhl—"
"iya, kita harus belajar ikhlas menolong orang." Ucap Miku.
"hm.. ya."
'e tumben Kaito diem? Biasanya suka gamau kalah kalau soal adu mulut sama cewe?' pikir Len.
'jangan-jangan Kaito itu…' pikir Rin.
Sementara itu,
Wilfre sedang menatap langit dari jendela istananya.
"sial! Rupanya mereka sudah menemukan lembar matahari yang asli!" Wilfre kesal.
"itu sungguh aneh.. Wilfre-sama.." Cricket takut di marahi.
"di mana kau menyembunyikan lembar matahari nya waktu itu? Kau bilang di tempat aman! Tapi kenapa mereka bisa menemukannya!" Wilfre memarahi Cricket.
"a-aku, menyobeknya lalu membuangnya di sungai." Ucap Cricket.
"menyebalkan! Mereka itu selalu menggagalkan rencanaku! Tak ada pilihan lain lagi, aku harus segera membangunkan Death Wood! Cricket, tugas terakhir mu, ambil lembar 'friendship' dan 'romance' dari 'book of life'. Dengan itu, mereka tak akan bisa bersama lagi, dan jika lembar itu hilang dari 'book of life', Death Wood akan mudah untuk di bangkit kan lagi." Perintah Wilfre.
"sigh. Baik."
'dari kemaren ngomongnya tugas terakhir melulu, tapi ga kelar-kelar deh. Kapan di bayarnya sih!' pikir Cricket.
TBC~
(A/N : makasih buat yang udah baca dan review~ ^^ semoga amal ibadahnya di terima~ /ApaIni? Sudahlah. Sebenernya chapter 11 udah ada sih -_- tapi update ga yaa? Review please~)
