The disappearance of -book of life-

.

Warning : maybe ooc, some typos, beberapa oc, beberapa bahasa sehari hari, MUNGKIN akan ada death chara

.

Disclaimer : vocaloid isn't mine :) ©crypton future media inc and Yamaha corp. but this story is MINE! DON'T YOU DARE TO 'BAJAK BAJAK' THIS! (apalah -.-) 'copy' maksud saya hehe -_-v

.

A/N : makasih buat para readers yang udah mau baca ^^ tanpa kalian, para readers, glori bukan apa apa :') *lebay. Keep reading and review please ^^

.

Bales review :

IchigoMei-chan : hai Ichigo-chan! :D (nurut juga akhirnya, manggil Ichigo juga -_-) ahahaa~ abis aku ga tega aja kalo Kaito tiba-tiba nyium Miku dengan perasaan yang masih belom nentu itu =.=a /plok. Iklan axis di masukin~ nyehehe~ :p

Hatsu-chii : ahaha hai~ :D makasih masih mau baca dan review~ em, ya begitulah kira-kira perasaannya Kaito.. :3 keep RnR~ makasih~

.

Don't like? Don't read!

.

Like? Review!

.

Udah baca tapi ga suka? Flame dengan sopan yah (emangnya ada ya flame yang sopan?)

.

.

Chapter 11

.

.

-at voca junior high school-

"hari ini mataharinya jadi lebih terang ya!" ucap salah satu siswi.

"iya, jadi lebih semangat!" ucap salah satu siswi lagi.

"pasti karena Kaito-kun ya? Kaito yang sudah membuat matahari jadi lebih terang?" ucap salah satu siswi yang merupakan salah satu fans girlnya Kaito sambil memeluk tangan Kaito.

"uh.. um.. lepas." Kaito melepaskan pegangan tangan dari fans nya itu.

"kenapa Kaito-kun?"

"a-aku harus cepat-cepat ke kelas.. dah!" Kaito pun pergi meninggalkan fans-fans nya itu.

Len yang melihat kejadian itu dari jauh pun hanya bisa terheran-heran saja melihatnya.

'tumben ga ngegodain cewe tuh anak. Aneh deh..' pikir Len.

-di kelas-

"Kaito-kunnn!" fans-fans cewenya Kaito itu langsung mengerumuni Kaito yang baru sampai di kelas itu.

"eh?"

"Kaito-kun~ duduk dengan ku ya hari ini? Yaa?" ucap salah satu fansgirlnya.

"ngga ah."

"kalau begitu sama aku ya?" ucap seorang yang lainnya.

"gamau."

JLEB

Omongan Kaito emang selalu nusukkk. Karena dia baka, dan ga pernah berpikir apakah omongannya itu bisa melukai perasaan orang.

"kalau begitu, pasti mau nya dengan ku kan? Iya kan?" ucap seorang yang lainnya.

Miku yang melihat Kaito di kerumuni oleh cewe-cewe itu hanya diam saja. Rin yang ngeliat Miku jadi merasa kasihan. Len natap Rin, Rin natap Miku, Miku natap Kaito, Kaito natap penjual ice cream(?), Len sedih ga kebagian tatap-tatapan.

"apa? Ga mau da. Mau sama Miku aja ah." Kaito pun meninggalkan fans-fansnya itu dan berjalan mendekati Miku.

"eh?"

"Miku, aku duduk deket kamu ya? Boleh kan?" ucap Kaito.

Rin, Len, dan fans-fans nya Kaito itu terkejut dengan sikap Kaito yang sekarang ini. Tapi Miku lah yang paling terkejut dengannya.

"e-eh.. y-ya silakan.." Miku tergagap-gagap.

"hehehe." Kaito menarik sebuah kursi lalu menyimpannya di sebelah kursi Miku dan mendudukinya.

"eh? Kaito.. nanti di marahi sensei kalau begini. Kamu duduk di depan ku saja ya." Bujuk Miku.

"gamau, mau di sebelah Miku aja." Ucap Kaito yang tidak mempedulikan deathglare dari fansfans cowo nya Miku.

'waw.. Kaito pengen duduk sebelah Miku? Ajaib.' Pikir Rin

'dia itu ga ada rasa takut di marahi, apa?" pikir Len.

Di sekolah mereka itu sudah di tetapkan, satu meja untuk satu anak. Tapi Kaito malah melanggarnya dan duduk di sebelah Miku.

Kiyoteru-sensei pun masuk ke kelas, dia tidak dapat melihat Kaito yang duduk di sebelah Miku dengan baik, karena dia sedang tak memakai kacamatanya. Dia bilang kacamatanya lagi di servis.

"K-Kaito, sempit kalau satu meja berdua begini." Ucap Miku.

"ga apa-apa, aku lagi pengen deket-deket Miku." Ucap Kaito dengan muka polosnya.

Miku hanya blushing.

'entah kenapa sejak aku di peluk Miku kemarin itu, aku jadi ingin terus dekat-dekat Miku.' Pikir Kaito.

"tutup buku kalian! Kita akan ulangan!" ucap kiyoteru-sensei.

"haaa~h menyebalkan~" ucap satu kelas serempak.

"hei hei hei! Walaupun penglihatan ku sedang kurang baik, tapi pendengaran ku masih bagus. Jadi jangan coba macam-macam ya!" Kiyoteru pun membagikan soalnya.

"psst! Kaito! Lu duduknya sebelah sono! Gua pengen deket Miku!" Rin berkata dengan pelan pada Kaito yang duduk di sebelahnya.

"ga mau. wlee~ ada yang mau nyontek nih~" Kaito mulai jail.

"ish! Dasar nyebelin! Lu juga mau deket Miku karena pengen nyontek kan! Ngaku!"

"ngga. Orang, aku aja yang pengen deket-deket Miku."

"bohong. Nyontek ih~ nyontek~"

"ngga. Aku kan pengen deket Miku."

"iya, supaya nyontek kan? Huuu."

"ngga, aku pengen deket Miku soalnya, aku—"

"kalian jangan berantem aja! Nanti ketahuan sama kiyo-sensei!" ucap Len yang duduk di belakang Rin.

"iya iya.. si 'blind'-sensei.." ucap Kaito.

"APA KATA MU? !" Kiyo-sensei memberi mereka deathglare.

Glup

"d-dia duluan sensei!" ucap mereka bertiga sambil saling menunjuk satu sama lain.

"KAN SUDAH KU BILANG WALAU PENGLIHATAN KU KURANG BAIK SAAT INI, TAPI PENDENGARANKU TETAP BAGUS! grr.. sebagai hukumannya, kalian harus mencuci wc!"

"hah? Wc di cuci? Emang wc nya bisa di masukin ke mesin cuci ya?" tanya Kaito.

"ah.. sudahlah! Pokoknya sekarang you, you, and you, cuci wc!"

-at WC guru-

"sial! Gua kan ga ngejek dia, masa gua juga kena hukumannya." Rin ngambek-ngambek.

"iya ih.. aku juga kan cuma negur aja, masa kena juga." Gerutu Len.

"ini deterjen dan sabun coleknya." Kaito baru datang sambil membawa sekarung deterjen dan segalon sabun colek.

"EH? buat apaan itu?" Len kaget melihatnya.

"buat nyuci WC kan?"

"tapi masa pake—"

"udalah ga apa-apa, pake aja yang ada." Ucap Rin yang lalu mengambil deterjen itu dan menumpahkan semuanya.

"HE? Kok gitu caranya?" Len kaget liatnya.

"biar gampang, Len." Kaito menumpahkan semua sabun coleknya dan membuka semua kran air membuat wc itu banjir busa hingga se-betis.

"tapi.. kok gini caranya?"

"udah ga apa-apa, Wc mereka gini, bukan Wc aku." Ucap Rin.

"pakai pelembut~" Kaito menumpahkan sepuluh botol pelembut.

"EH? kalau kita di marahin gimana?" tanya Len.

"udah udah, suruh siapa nyuruh kita nyuci WC."

Kreek

Kiyo-sensei hendak ke WC, dia membuka pintunya dan,

BRUUUUUSH

Semua air itu tumpah keluar dan membasahi baju Kiyoteru.

"eh, hai sensei?" ucap Kaito.

"siang, sensei?" sapa Rin.

"aish.." Len tampak takut di marahi.

"hmph.. kalian di panggil oleh Miku, katanya urusan penting. Kalian harus segera ke sana." Ucap Kiyo-sensei sesabar mungkin.

"siaaap!" mereka pun pergi meninggalkan Kiyoteru dengan baju basahnya dan WC yang sudah berantakan itu.

Saat mereka bertemu Miku di depan gerbang sekolah,

"Miku!" panggil Rin.

"Rin! Kalian lama sekali, ayo kita harus cepat ke kantor polisi lagi!" ucap Miku.

"buat apa? Mereka kan tidak memberi kita ice cream." Ucap Kaito.

"mereka bilang, Cricket ada di sana, ingin mencuri lembar 'book of life' yang lainnya! Kita harus segera mencegahnya! Ayo!" Miku pun berlari ke kantor polisi diikuti yang lainnya.

Sesampainya disana,

"itu pencurinya!" ucap salah satu polisi sambil menunjuk Cricket yang sedang berdiri di atas meja dengan 2 lembar kertas di tangannya.

Salah satu polisi melepaskan tembakan ke arah Cricket, tapi meleset. Cricket pun berjalan ke meja lainnya, dan mengucapkan sebuah mantra. Setelah dia selesai mengucapkan mantra itu, semua polisi itu langsung tertidur di tempatnya masing-masing. Cricket memang diberi kekuatan khusus oleh Wilfre sejak dia menjadi anak buahnya, begitu juga dengan Lui. Tetapi kekuatan itu akan menghilang setelah mereka tak lagi menjadi anak buah Wilfre.

Para vocaloid itu pun masuk ke dalam ruangan itu, mereka kaget melihat semua polisi di situ sudah tertidur di tempatnya masing-masing. Saat Cricket hendak melarikan diri, Rin langsung mencegahnya,

"berhenti!"

Cricket pun berhenti dan melihat siapa yang datang.

"oh. Kalian~ sungguh mengejutkan kalian ada di sini. Pengacau." Ucap Cricket sambil tersenyum mencurigakan.

"berhenti lah mengambil lembar-lembar itu!" ucap Kaito.

"um.. kalau aku tidak mau, bagaimana?"

"kalau kau tak mau… um.. kalau ga mau.. eh.. kalo dia ga mau di apain yah? Aku tak memikirkannya sampai situ.." ucap Kaito dengan polosnya.

Miku, Rin, dan Len hanya menatap Kaito dengan muka (-_-)

"heh, itu yang di sebut dengan teman ya? Ckckck teman yang bodoh seperti itu, tak ada gunanya!"

"berhenti mengejeknya seperti itu! Dia itu teman ku!" ucap Len.

"kalian tak perlu khawatir, karena setelah beberapa jam sejak 2 lembar ini hilang dari 'book of life', kalian tak perlu berteman lagi." Ucap Cricket sambil duduk santai di jendela dan menunjukkan 2 lembar yang di ambilnya.

"a-apa maksud mu?" tanya Miku.

"hmhmhm.. kau itu menyukai si baka itu ya? Tapi sayang dia tak membalas perasaan mu ckckck kasihan.. tenanglah, karena beberapa jam setelah dua lembar ini tak ada di 'book of life' itu, tak akan ada lagi rasa cinta di dunia ini. Kau tak perlu galau karena si baka ini lagi." Ucap Cricket.

"siapa bilang aku tak menyukai Miku? !" ucap Kaito.

"EH?" Miku kaget mendengarnya.

"fufufu~ sayangnya cinta itu tak akan ada lagi setelah 48 jam ke depan~" ucap Cricket.

"s-sebenarnya lembar apa yang kau ambil itu?" tanya Len.

"hm? Ini? Ini lembar perasaan, yang satu 'friendship', dan yang satu lagi 'romance'. Aku tak perlu menjelaskan lagi kan? apa akibatnya kalau dua lembar ini hilang dari 'book of life' selama 48 jam ke depan?"

"kenapa kau mengembil semuanya? !" tanya Rin.

"mudah saja, ini semua untuk melancarkan rencananya Wilfre-sama. Dia ingin menunjukkan kepintarannya pada orang-orang yang selama ini tak menganggapnya. Maka dari itu dia selalu menyuruh kami(Cricket dan Lui) untuk mengambil lembar di 'book of life' itu dan menggantinya dengan lembar ciptaannya. Dia ingin orang-orang megakui kepintarannya dalam menyamai kemampuan Kami-sama. Sayang, Lui malah mengkhianati Wilfre-sama."

"menyebalkan!"

"tapi, beda lagi dengan lembar musik dan dua lembar ini. Wilfre-sama, sejak kecil tak menyukai musik, maka dari itu dia menyuruh aku dan Lui untuk mengambilnya, dan tak menggantikkannya."

"seenaknya saja! Lalu apa motif mu mengambil dua lembar itu?"

"ini, salah kalian sendiri." Ucap Cricket.

"eh?" mereka bingung.

"tentu saja, kalau kalian tak mengganggu rencana Wilfre-sama, mungkin dia tak akan menyuruhku untuk mengambil lembar ini. Dia pikir, kalian akan berpisah bila tak akan ada lagi hubungan di antara kalian, hubungan antara kalian itu adalah persahabatan dan adanya rasa saling menyukai antara kalian berempat. Maka dari itu Wilfre-sama berpikir, jika di antara kalian tak ada hubungan apa-apa lagi, maka rencananya akan berjalan dengan lancar, bukan? Dia ingin agar kalian tak mengganggu rencananya lagi dan mengambil lembar ini supaya di dunia ini tak akan ada lagi persahabatan dan rasa cinta."

"kau jahat!"

"tolong Cricket-san, tak ada yang lebih indah dari persahabatan, tolong kembalikan lembar itu.." ucap Miku.

"tidak, Wilfre-sama sudah memerintahkan aku."

"kenapa kau mau-maunya di perintah oleh dia! Kau itu bodoh sekali! bahkan lebih bodoh dari ku!" ucap Kaito.

"aku harus pergi. Kalian nikmati saja saat-saat bersama kalian yang akan berakhir dalam 47jam 50menit ke depan. Sampai jumpa!" Cricket pun pergi.

"tidaaakkk! Aku tak mau berpisah dengan kalian!" Miku mulai menangis.

Rin tak tau harus berkata apa, dia hanya memeluk Miku.

"apa yang harus kita lakukan?" Miku menangis.

"kita harus mendapatkan lembar itu!" ucap Kaito dengan mantap dan terlihat serius.

"bagaimana caranya?" tanya Len.

"caranya.. um.. uh.. ya.. aku lupa mikirin gimana caranya.." ucap Kaito dengan muka polosnya.

GUBRAK!

"JANGAN BERCANDA DI SAAT SEPERTI INI, BAKAAAA! ! !"

TBC~

(A/N : Kyaaa~ apa-apaan aku ini -_- /headbang. Akusudah berpikir, kalau alurnya begini, endingnya bakal jadi aneh! Dan ujung-ujungnya, aku takut kalian kecewa T^T maaf~ sekali lagi maaf~ mungkin setelah chapter ini, akan terjadi hal-hal yang aneh dan ga masuk di akal. Oke lah.. review?)