The disappearance of -book of life-

.

Warning : maybe ooc, some typos, beberapa oc, beberapa bahasa sehari hari, MUNGKIN akan ada death chara

.

Disclaimer : vocaloid isn't mine :) ©crypton future media inc and Yamaha corp. but this story is MINE! DON'T YOU DARE TO 'BAJAK BAJAK' THIS! (apalah -.-) 'copy' maksud saya hehe -_-v

.

A/N : makasih buat para readers yang udah mau baca ^^ tanpa kalian, para readers, glori bukan apa apa :') *lebay. Keep reading and review please ^^

.

Don't like? Don't read!

.

Like? Review!

.

Udah baca tapi ga suka? Flame dengan sopan yah (emangnya ada ya flame yang sopan?)

.

.

Chapter 13

.

.

"eh? 'dunia itu'? Maksudnya istananya ada di dunia lain?" tanya Rin.

"antar saja kami! Kami mulai kehabisan waktu!" Miku ngotot.

"baiklah, open the snow gate!" setelah Cricket mengucapkan kalimat atau mungkin mantra itu, langsung muncul sebuah gerbang dengan sisi-sisinya yang di penuhi salju di belakang mereka(Kaito, Len, Miku, Rin).

"eh? t-tunggu, apa ini? Aku tak mau pergi ke dunia lain!" ucap Rin.

"biarkan mereka menjelajahi dunia mu, dunia pertama!" terlambat, Cricket sudah mengucapkan mantra agar mereka semua masuk ke dalam gate itu. Dan mereka pun langsung terhisap ke dalamnya, pintu itu langsung tertutup.

"KYAAAA!"

Tak lama, kini mereka sudah terpurusuk masuk ke dalam salju. Di dunia lain tentunya.

BRUK

"aduh.." Miku terperosok ke dalam tumpukkan salju.

"auu.." Rin pun terjatuh di sebelah Miku.

"k-kita dimana?" tanya Len.

"tidak! Jangan bilang kita sudah ada di dunia lain itu!" Rin terlihat sangat panik. Dia pun melemparkan pandangannya ke sekitarnya. Tak terlihat tanda-tanda kehidupan disana. Sejauh mata memandang hanya salju tebal yang menyelimuti permukaan disana.

"mana Kaito?" tanya Miku.

"aku di bawahmu!" Kaito tertimbun salju di bawah Miku.

"upss! Maaf Kaito! Sini ku bantu!" Miku pun berusaha mengeluarkan Kaito dari tumpukkan salju itu.

"tidak tidak tidaaaakkkk! Aku ga mau di sini! Aku mau pulaaaang!" Rin masih mencari-cari jalan keluar dari dunia itu.

Len yang melihat Rin sepanik itu jadi bingung.

'apa dunia ini seburuk itu ya?' pikir Len. Dia pun melihat ke sekitarnya. Tak ada tanda-tanda makhluk hidup di sana. Yang bisa dilihat mereka hanyalah salju tebal yang menutupi dataran itu.

"Rin, tenanglah sedikit." Len mulai menenangkan Rin yang kelihatan sangat panik itu.

"bagaimana aku bisa tenang? Aku tak tau jalan pulang! Di sini tak ada siapa-siapa yang bisa kita mintai bantuan! Perutku lapar dan aku tak tau dimana letak kebun jeruk di dunia ini! Di sini tak ada rumah! Bagaimana kita bisa hidup? ! huaaaa! Lui juga tak ada, bagaimana ini.." Rin memelankan nada bicaranya untuk kata-kata terakhirnya.

"eh?" meskipun sudah cukup pelan tapi Len masih bisa mendengarnya.

'Rin itu sepertinya benar-benar menyukai Lui ya? Huh~ apa aku tak punya kesempatan untuk mu?' pikir Len.

"oke! Kita ga punya banyak waktu! Kita harus segera mencari jalan menuju istana Wilfre-san!" teriak Miku tiba-tiba yang sukses membangunkan Len dari pikirannya.

"eh.. ya.. tapi.."

Tiba-tiba muncullah sesosok makhluk aneh dengan ciri-ciri berwarna ungu, badan kotak, dengan tingginya yang hanya mencapai lutut, mata besar yang imut, membuatnya terlihat sangat menggemaskan dengan kaki-kakinya yang pendek dan tanpa lengan.

"KYAAA! KAWAII DAYOOO!" teriak Miku dan Rin spontan, dan langsung menghampiri makhluk imut yang muncul dari balik bukit salju itu.

"eeeh.. dasar cewek selalu begitu." Len menggeleng-gelengkan kepalanya.

"KAWAAAII~~" Kaito pun mendekati makhluk itu.

"dasar samanya." Ucap Len sambil memasang wajah (-_-)

"pusy pusy~" ucap Kaito.

Makhluk itu pun berguling-guling di salju dengan manisnya.

"KYAAA~ LUCUUU!" teriak mereka bertiga.

"mau sosis? Mau?" Kaito mengeluarkan sosis dari saku celananya(?)

Makhluk itupun mengeluarkan puppy eyesnya yang.. OHMYGOD! I CAN'T DESCRIBE IT! Sangat lucu dan menggemaskan!

ketika Kaito menyentuh kepala makhluk itu, tanpa di duga-duga makhluk itu pun langsung berubah ekspresi. Maksudnya, yang tadinya imut, kini dia menjadi terlihat sangat menyeramkan dan sangat berbahaya dengan gigi-gigi runcingnya dia langsung menelan bulat-bulat sosis Kaito.

"UWAAA!" mereka bertiga pun langsung bersembunyi di belakang Len.

"e-eh? k-kenapa bisa begini?" Len heran.

"a-aku juga tak tahu!" ucap Kaito yang ketakutan.

"kau memberinya sosis buduk ya?" tuduh Rin pada Kaito.

"ng-ngga! Enak aja! Itu masih fresh from the open tau!" (Kaito ga becus ngomong 'v')

" 'fresh from the oven'? sejak kapan kau mengambilnya dari oven?" tanya Rin dengan keheranan.

"nih. Open yang selalu ku bawa ke mana-mana." Kaito menunjuk pantatnya.

PLAK!

"dasar bego." Ucap Rin.

"k-kita gabisa diem aja disini! Kita harus lari!" ucap Miku yang juga ketakutan.

"oke, aba-aba ke 100 kita lari ya!" perintah Kaito.

"kelamaan, oon! Yang ada kita udah jadi daging guling duluan!" Rin mulai kesel.

"hitungan ketiga lari." ujar Len.

Makhluk aneh itu mulai mendekat.

"satu.."

Makhluk itu semakin dekat.

"dua.."

Saat jarak mereka tinggal 15 centi lagi,

"ti—"

BRUK!

Mereka yang baru saja mau lari langsung berhenti karena kaget akan kehadiran makhluk lainnya.

Makhluk itu bertubuh seperti boneka salju, yang tingginya sama dengan tinggi mereka. Boneka salju itu sudah menginjak makhluk menggemaskan tadi sampai gepeng.

Kini ada perasaan lega dan mencekam di hati mereka. Di satu sisi mereka lega karena makhluk ungu tadi sudah gepeng. Sisi lainnya, mereka takut pada makhluk aneh yang tiba-tiba muncul ini. Mereka takut kalau-kalau makhluk ini juga sama seperti si ungu yang sudah gepeng itu.

"enghh.. g-gimana ini?" Miku mulai ketakutan.

"itu kan.." Kaito menggantungkan ucapannya.

"kau kenal?" tanya Len.

"saudara ya?" canda Rin.

"itu.. BONEKA SALJU PEMBUNUUHH! LARIII!" Kaito lari-lari sendirian.

Mereka semua cengo ngeliatnya. Mereka tentu tak akan percaya dengan omongan bodoh Kaito itu. Tanpa disangka-sangka boneka salju itu berbicara pada mereka,

"ada perlu apa kalian disini?"

"E-EEEHHH? !" mereka semua kaget karena makhluk yang menyerupai boneka salju itu bisa bicara. Tak disangka-sangka ternyata di dunia ini semua terbalik? Yang terlihat lucu dan menggemaskan ternyata jahat. sedangkan yang terlihat menyeramkan dan mengerikan ternyata sangat baik.

"tak perlu kaget begitu, panggil saja aku snowy." Makhluk itu memperkenalkan dirinya.

"e-eh.. aku Rin, dan ini teman-temanku, Miku, Len, dan yang di sana itu si idiot Kaito." Ujar Rin sambil menunjuk Kaito yang sedang lari-lari itu.

"hm.. Cuma teman ya?" gumam Len.

"nee? Terus mau mu apa?" Rin bisa mendengar gumaman Len itu.

"E-EH? kedengeraaan?" Len kaget.

"ya, ya. Mereka ini lebih dari teman, mereka adalah sahabat ku." Ucap Rin yang mengira kalau Len ingin di kenalkan sebagai sahabat, bukan sebagai teman.

'jiaah.. itu sih sama saja..' pikir Len.

"ya, kami adalah sahabat, dan kami tak mau berpisah. Tujuan kami ke dunia ini adalah untuk mencari jalan menuju istana Wilfre-san. Dan mengambil kembali lembar 'friendship' dan 'romance' untuk mempertahankan hubungan kami. Apa kau tau dimana letak istanannya?" tanya Miku dengan ramahnya.

"hm.. kalian harus berhati-hati bila sedang di dunia ini."

"kenapa?"

"banyak musuh mengintai di tengah kesunyian salju-salju ini, makhluk bermuka dua, dan menyeramkan."

"b-bagaimana kami bisa melewati ini, kalau begitu?"

"kalian hanya perlu mengalahkannya dengan kekuatan otot. Tidak perlu yang lain. Setiap kalian bertemu musuh yang tangguh, cukup dengan menghajarnya dan kalian akan mendapatkan sepotong kertas. Kumpulkan potongan-potongan kertas itu. Maka kalian bisa keluar dari dunia ini dengan selamat." Jelas snowy.

.

.

.

"tapi… AKU KAN CEWEK? ! MANA ADA CEWE YANG JAGO GITUAN? !" teriak Miku histeris.

"ada. Aku." Ucap Rin dengan santainya.

"kau itu bukan cewe sih, Rin." Ledek Miku.

"enak saja." Rin menjulurkan lidahnya pada Miku.

"habis mana ada cewe yang jago gituan? Berarti kamu cowo dong."

"ya engga dong. Aku kan cewe multi-tallented." Rin mulai nyombong.

"iya Rin kamu itu paket lengkap.." gumam Len.

"eh? paket lengkap? Emang aku makanan siap saji yang bisa kau pesan dengan paket, HUH?" Rin lagi-lagi bisa mendengar gumaman Len.

"geez.. kau itu, tajam sekali sih pendengaran mu…" keluh Len.

"sudahlah, yang pasti di dunia ini, lawan yang akan kalian hadapi akan berbeda dengan lawan di dunia kalian itu. Ini akan jadi … semakin sulit.. di setiap levelnya." Ucap snowy itu dengan muka yang sangat serius.

Oke, mereka pun kini menjadi tegang(termasuk Kaito yang sudah puas lari-lari).

"di setiap levelnya? Apa maksudmu?"

Snowy merasakan ada yang sedang menuju ke arah tempat mereka berada sekarang.

"di sini tak aman.. sebaiknya ikut aku, kita bicarakan ini di tempatku." Snowy itu berjalan pergi diikuti para vocaloid.

Setelah mereka pergi jauh, datanglah beberapa ora—maksudnya makhluk aneh dengan seluruh tubuhnya yang berwarna hitam.

TEP

TEP

TEP

"mereka tadi pasti ada di sini."

"ya, aku bisa melihat bekas mereka di sini."

"aku bisa mencium baunya.. tak lama lagi, kita akan dapatkan mereka."

TBC~

(A/N : uyee chapter 13 \(^o^)/ fic ini akan selesai beberapa chapter lagi kok. Maaf kalo mengecewakan -_-v tapi, bersediakah kalian membaca ini sampai akhir? Please? Ya ya yaaa? /puppy eyes/ review please? :D)

Bales review :

IchigoMei-chan : hehe makasih udah mau baca dan review ^^ keep reading and review ya~ :D

Rein yuujiro : ahaha gpp kok Rein-chan ^^ ehehe ada typo ya? :Da wkwk. Kaito itu baru ngomong suka aja kok, belom nembak langsung hehe sabar ya :) makasih udah mau baca dan review :) keep reading and review ya makasih~

Rani Konako : hehe, panggilnya pake -himechan aja. *plok. canda -_-v hehe, panggil pake –chan juga gpp kok :) hehe makasih udah mau baca dan review :D keep reading and review ya, makasih~