The disappearance of -book of life-
.
Warning : maybe ooc, some typos, beberapa oc, beberapa bahasa sehari hari, MUNGKIN akan ada death chara
.
Disclaimer : vocaloid isn't mine :) ©crypton future media inc and Yamaha corp. but this story is MINE! DON'T YOU DARE TO 'BAJAK BAJAK' THIS! (apalah -.-) 'copy' maksud saya hehe -_-v
.
A/N : makasih buat para readers yang udah mau baca ^^ tanpa kalian, para readers, glori bukan apa apa :') *lebay. Keep reading and review please ^^
.
Don't like? Don't read!
.
Like? Review!
.
Udah baca tapi ga suka? Flame dengan sopan yah (emangnya ada ya flame yang sopan?)
.
.
Chapter 14
.
.
Sesampainya mereka di sana, Snowy langsung mempersilakan mereka masuk dan langsung menutup pintunya.
"kenapa Snowy-san? Apa nya yang tidak aman?" tanya Rin.
"aku merasakan ada yang mengikuti kita, sepertinya mereka menyadari kehadiran kalian ke dunia ini." Ucap Snowy sambil mengintip keluar jendela.
"mereka? Mereka siapa?" tanya Len.
"s-sudahlah! Tak ada waktu lagi! Waktu kita tinggal 47 jam lagi! Tolong Snowy-san, beritahu kami, apa yang harus kami lakukan? Siapa mereka yang kau maksud itu? Apa mereka itu musuh yang kau maksud? Lalu apa maksudnya 'ini akan menjadi sulit di setiap levelnya'? apa ini… sebuah game?" tanya Miku panjang lebar keliling luas diameter(?)
"ini.. sebenarnya, dunia snow gate ini, adalah sebuah negeri terkutuk.."
"terkutuk?"
"ya, ini karena Wilfre yang mengambil kertas-kertas ajaib milik kami. Siapapun yang melukis di kertas ajaib itu, lukisannya akan menjadi nyata dan hidup layaknya buatan Kami-sama. Wilfre yang mengambil secara paksa semua kertas-kertas kami itu, malah menggunakannya untuk hal-hal yang tidak baik. Dia menggambarkan kami monster-monster. Dan salju tebal yang menutupi negeri kami yang indah." Jelas Snowy.
"jahat sekali.." Miku sedih.
"salah satu monster nya adalah para shadows, yang mengikuti kita itu. Ini gawat, kurasa mereka sudah ada di dekat sini!" Snowy mulai panik.
"APAA?"
"bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan?" Miku panik.
"mereka mengincar kalian." Ucap Snowy.
"m-mengincar kami? Kenapa?" tanya Len.
"karena kita kece~" Kaito masih sempet-sempetnya bercanda di saat seperti ini.
"mereka memang sudah ditugaskan seperti itu. Untuk memberantas semua manusia yang berani masuk ke snow gate tanpa izin Wilfre."
"b-bagaimana cara kita melawannya?" Len panik.
"gunakan kekuatan kalian, pakai insting, yang terpenting jangan lupakan … TEAMWORK, dan kalahkan mereka." jelas Snowy.
Tepat setelah Snowy mengatakan hal itu, Snowy merasakan sesuatu.
"mereka semakin dekat! Keluarlah dari rumahku! Aku bisa di kutuk kalau ketahuan menyimpan manusia disini!" perintah snowy.
Mereka hanya mengangguk lalu keluar dari rumah Snowy lewat jalan belakang. Dan menguping pembicaraan.
TOK TOK TOK
BRAK!
"ada apa?" tanya snowy.
"tak usah basa-basi lagi. Mana mereka?" tanya salah satu dari para shadows itu.
Gulp.
Miku ketakutan mendengarnya.
"mereka siapa?"
"gausah pura-pura bego! Kita tahu mereka ada di sini! Serahkan mereka pada kami!" tanya seorang yang lainnya.
"ini ga bisa di biarin! Kita harus mencegahnya!" Rin yang menguping bersama yang lainnya beranjak pergi ingin melawan para shadows itu, tapi Len menahannya.
"jangan Rin! Kau ini, bagaimana kalau kau nanti di tangkap dan di kutuk sama mereka?" Len mengomeli Rin dengan suara pelan tentunya, takut keberadaannya ketahuan oleh musuhnya.
"aku tak tahu apa-apa."
"hhh kalau kau ga bisa di lembutin, kami akan main kasar denganmu!" ucap yang ketiganya.
"CUKUP!" Rin pun muncul di hadapan para shadows itu.
PLAK
Len headbang, merasa bodoh kalau dirinya tak dapat mencegah Rin. Akhirnya mereka pun juga keluar dari tempat persembunyiannya.
"wow~ tak perlu di cari langsung ketemu, ini bagus, ya 'kan shadow?" tanya salah satu dari mereka.
"iya, bagus sekali, shadow." Jawab salah satu dari mereka.
'Apa? Nama mereka sama? Awkwardly!' pikir Miku.
"oke, selamat datang di snow gate, tepatnya di Icy Lake. tanpa basa-basi lagi, kita bawa dia langsung!" perintah yang satunya.
"baik!" mereka pun mendekat ke arah para vocaloid.
'oh my God! Aku gatau gimana caranya berantem!' pikir Miku cemas.
"tenang Miku, kami akan menjagamu. Kita andalkan .. Teamwork." Kaito tersenyum mantap pada Miku, seperti dia bisa membaca pikiran Miku.
Miku yang melihat itu, menjadi merasa lebih tenang dari sebelumnya, dan mulai mempercayai teman-temannya. Tapi dia agak khawatir pada Rin, 'Rin itu cewe, apa benar dia bisa?' pikir Miku cemas.
Mereka membentuk formasi seperti melindungi Miku. Kaito, Len, dan Rin membuat lingkaran dengan Miku yang berada di dalamnya, mereka memasang kuda-kuda dan siap mempraktekan apa yang mereka pelajari selama ikut kursus seni bela diri di sekolahnya.
Pada saat kiranya, waktunya pas, Rin menatap Len, Len yang mengerti hanya menangguk lalu menatap Kaito. Kaito kelihatan terlalu fokus pada makhluk yang akan jadi lawannya itu.
"SERANG!" perintah salah satu dari shadows itu, mereka pun langsung maju.
Perkelahian antar manusia dan makhluk aneh bernama shadows pun berlangsung. Tiga lawan tiga, adil.
Miku hanya bisa cengo ngeliat mereka yang berantem sambil was was takut mereka akan terluka.
Sedangkan Snowy sedang mengaman-amankan barang-barang pecah belahnya. Takut kalau-kalau mereka mengenainya dan langsung pecah.
Kaito melayangkan pukulan pertamanya tapi meleset.
'sial!' pikir Kaito.
Berbeda dengan Len yang sepertinya sudah lebih mahir dari Kaito.
Dalam waktu kurang dari 2 menit, lawannya sudah tak berdaya.
Merasa cemas, Miku jadi terus memperhatikan Rin.
"ayo Rin berjuanglah~"
Rin yang terlihat memasang poker facenya membiarkan lawannya menyerang lebih dulu. Lawannya melayangkan satu tendangan yang di arahkan ke perutnya, tapi Rin langsung loncat dan mendarat tepat dengan kakinya yang menginjak tubuh si lawannya itu. Lawannya langsung tak sadarkan diri.
"fuh.. begitu saja kah?" Rin kaget karena dipikirnya lawannya akan sangat sulit.
Miku sudah merasa tenang sekarang dia melhat ke arah Kaito yang masih berjuang.
"Kaito, ganbatte~!" Miku menyemangati Kaito.
Entah kenapa, Kaito yang mendengar itu langsung bersemangat dan dapat menghabisi lawannya itu dengan seketika.
"KYAA~ kalian berhasil! Horee~" Miku senang.
Seketika, para shadows itu menghilang dan meninggalkan sepotong kertas. Miku mengambil potongan kertas itu.
"apa ini?" tanya Miku.
"itu lah kertas yang kubicarakan. Kalian harus membunuh setiap musuh-musuh kalian seperti tadi, maka kalian akan mendapat kertas seperti itu. Jika potongan-potongan kertas itu sudah menjadi satu potong kertas yang utuh, kalian bisa keluar dari tempat ini." Jelas Snowy.
"ooh.. begitu." Kaito manggut-manggut.
"kita mulai kehabisan waktu! Kita harus cepat-cepat! Sayonara Snowy!" ucap Miku diikuti yang lainnya. Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka.
Tiba-tiba di tengah perjalanan mereka bertemu lagi dengan makhluk ungu yang tadi.
"KYAAA! Aku takut! Tolong aku!" Kaito memeluk Len.
Miku dan Rin sweatdrop melihat Kaito.
"e-eh.. lepasin!" Len merasa risih.
"ini makhluk yang tadi itu kan?" tanya Rin.
"iya.. dan aku takut.." ucap Miku yang mulai ketakutan.
Makhluk itu mulai mendekat ke arah Miku.
"e-eh.. dia mau apa? ?" Miku mulai takut.
Makhluk itu menyentuh potongan kertas yang di pegang Miku itu, makhluk itupun langsung bersinar. Mereka heran melihatnya.
"eh? apa ini?" Miku dan yang lainnya menutup mata mereka karena sinar itu menyilaukan.
Tiba-tiba makhluk itu menghilang dan muncullah sesosok lelaki berambut ungu.
"ah? s-siapa kau?" Rin bisa melihat samar-samar orang itu.
"hai minna." Sapa orang itu.
Bukannya menjawab sapaan orang itu, mereka malah celingukan.
"loh? Nyari apa?" tanya orang itu yang heran liat mereka semua celingukan seperti mencari sesuatu.
"i-itu, tadi ada makhluk imut berwarna ungu di sini, tapi kok hilang ya?" Rin masih celingukan.
"o-oh.. makhluk itu.. itu kan aku."
"EH? !" mereka semua kaget.
"kaget? Ya, aku itu sebenarnya di kutuk sama para shadows karena berani-beraninya masuk ke snow gate ini. Tapi untunglah kalian mendapat salah satu potongan kertas itu, kertas itu bisa membebaskan kami dari kutukan mereka. Terimakasih banyak!" ucap orang itu.
"eh? 'kami'? maksudmu, masih banyak yang di kutuk seperti kamu?" tanya Len.
"iya. Um, aku Gakupo. Salam kenal."
"oh.. aku Kaito, ini teman-temanku Miku, Len, dan yang itu si yandere Rin." Sepertinya Kaito mau balas dendam soal waktu itu Rin memperkenalkannya sebagai si 'idiot Kaito'.
Rin langsung memberinya deathglare. Kaito hanya cengengesan.
"oh, ada apa kalian ke sini?"
Merekapun menceritakan yang sebenarnya pada Gakupo.
"oh.. kalau begitu, bolehkah aku ikut kalian? Aku juga ingin keluar dari dunia ini dan menyelamatkan adik ku, Gumi." Ucap Gakupo.
"eh? dia juga di kutuk?" tanya Miku.
"sepertinya begitu.." Gakupo terlihat sedih.
"astaga, kita lupa tanya ke Snowy! Apa maksudnya ini akan jadi semakin sulit di setiap levelnya? Apa ini sebuah game?" tanya Rin.
"tidak, Rin-san. Maksudnya. Kalian sudah melewati level pertama, mengalahkan ketiga shadows itu. Di level selanjutnya, atau dengan kata lain di daerah selanjutnya, ini akan menjadi semakin sulit, semakin banyak tantangan dan rintangannya."
Gulp
TBC~
Bales review :
Rani Konako : eh? nonton 2012 juga :D? hehehe. Makasih masih mau baca dan review~ keep RnR pls~ makasih! :)
A/N : fic ini bentar lagi selesai kok! Jangan khawatir :D hehehe. Aku baru bikin sampe chapter 16 nya -_- ntar aku update deh. Review please?
