Tittle : Call me Appa~ ' Ani~ '

Author : Hyun Hyumin

Part : 4 / ?

Cast : Kim Jaejoong, Jung Yunho, Park Yoochun, Kim Junsu, Jung Ahra, Kim Yunhwa dll…..

Genre : family-Cuma itu yang aku tau :p

Rated : T to G(aje)

Discleamir : Yunjae saling memiliki, begitupun dengan Yoosu, Yunhwa dan Ah Ghin punya author mutlak . FF ini jga murni milik saya walaupun idenya pasaran !

Warning : YAOI / BOY X BOY YANG NGAK SUKA OUT AJA ! OC, OOC, typos, EYD, gaje, etc.

A/N : fic nya makin gaje, latar dan waktu yang tak menentu, ada beberapa adegan yang malas saya buat*plakkk. Dan jadi lah fic gaje ini. Dan makasih yang udah setia mereiew ff gaje ini*peyuk atu-atu*

Kekeke~ akan banyak adegan yang tak akan kalian sangka muncul di chap ini. But NO BASH! No PLAGIATOR..

.

.

.

"Hai Yoochun" sapa ku.

-YUNHO POV END –

Dua orang namja itu duduk berhadapan, "Kau!" Yoochun menunjuk Yunho tepat di hidung namja tampan itu.

"Apa?" balas Yunho cuek, "Kau benar-benar tak merindukan sahabat baik mu ini ha?" kata Yoochun dengan nada yang di buat-buat marah.

"Haha tentu saja aku merindukan mu jidat lebar~" balas Yunho.

"Yahh.. jangan panggil aku dengan sebutan itu!" Protes Yoochun.

"Mian~" kata Yunho (sok) menyesal tapi tak lama kemudian mereka tertawa senang.

"Bagaimana dengan Jaejoong?" celetuk Yoochun dengan wajah serius.

"Apa aku harus memberitahu nya?"

"Ne! kau harus mengatakan kebenarannya, apalagi sekarang, kau taukan kalau Yunhwa itu….." Yoochun menggantungkan kalimatnya.

"Dia anak ku…." sambung Yunho lirih, wajah tampannya menampakkan kesedihan yang luar biasa, bahkan ia dulu tidak sempat melihat wajah anak-nya –Yunhwa- ketika lahir, apalagi ia tak menemani Jaejoong waktu melahirkan.

"Tenang sobat aku ada di sini, aku akan membantu mu!" teriak Yoochun mantap, sedetik kemudian sebuah penggorengan sukses mencium jidat lebar Yoochun. "Bisakah kau tidak berteriak Yoochun ssi, Ah-Ghin sedang tidur!" kata Ahra seraya melenggang ke dapur tanpa mempedulikan gerutuan Yoochun, sedangkan Yunho hanya bisa tertawa kecil melihat adegan itu.

"Hahh baiklah, karna hari sudah malam aku pulang dulu ne. Annyeong~" pamit Yoochun melangkah kedalam mobil.

"Annyeong~~"

"Bagaimana Yunho-ah? Kau akan memberitahunya?" tanya Ahra yang penasaran dengan kisah hidup adik nya itu.

"Hahh ne, aku akan mencari waktu yang tepat~"

"Jangan lama-lama Yun, Jaejoong tak mungkin selama nya sendiri, bisa saja dia akan mencari penggantimu. Tapi aku tak akan membiarkannya, kau harus berjuang mendapatkannya kembali Yunho! Hwaiting !" teriak Ahra menyemangati adik nya tersebut seraya mengepalkan tangan kanannya ke udara.

"Noona jangan berteriak Ah-Ghin sedang tidur.."

"Hehehe aku lupa…"

-=-=YUNJAE=-=-

-Flash Back-

Seorang namja cantik sedang berjalan di koridor kampus tanpa menyadari semua mata tertuju padanya. Siapa yang tidak tergoda dengan namja cantik yang memiliki kulit seputih dan sehalus bayi, bibir cherry yang menggoda dan hidung yang terukir dengan sempurna. Semua mata itu seperti ingin menerkam namja cantik itu detik ini juga. Aura di koridor itu berubah seketika menjadi menyeramkan layaknya di datangi hantu*plakk*. Mata musang itu memandang tajam kepada siapa saja yang melihat namjachingu-NYA.*kalimatnya aneh*

"Boojae~~" sapa U-Know kepada Jaejoong yang berada di depannya. Namja cantik itu membalikkan tubuhnya, tiba-tiba sebuah lengan memeluknya posesif.

"U-Know-ya ini di kampus, aku malu~" ucap Jaejoong menenggelamkan wajahnya yang sudah memerah di dada bidang U-Know.

"Kau harus berhati-hati Boo!"

"Ehh kenapa?" tanya Jaejoong mengadahkan kepala nya, dengan cepat bibir berbentuk hati itu mencium bibir berbentuk cherry Jaejoong.

"Sudahlah, pokok nya hati-hati saja dengan namja-namja disini!" titah Yunho menarik lengan Jaejoong dan menatap para namja yang sedang melihat mereka (tepatnya Jaejoong) dengan tatapan –mau-masuk-rumah-sakit-atau-ke-dalam-kuburan. Ckckc posesif sekali.*reader : iYADONG~~#plakk

-Flash Back End-

.

.

.

Di sebuah dapur terlihatlah seorang namja yang bisa di bilang cantik sedang menyiapkan makanan. Tanpa menyadari sepasang mata yang tengah menatapnya tanpa berkedip, namja cantik yang bernama Jaejoong itu terus melanjutkan kegiatannya-memasak.

Tapi sepasang mata bak musang itu malah menatap Yamato dengan tajam, seperti ingin menerkam(?) namja keturunan Jepang-Korea itu saja. Acara tatapan Yamato terhenti karna merasakan aura yang tidak enak di sekitarnya, kini tangan kanan nya memengangi tengkuknya. 'Kenapa aura disini jadi berbeda ya?' batinnya.

"Ada apa Yamato?" tanya Jaejoong sembari menyusun peralatan makan, menatap Yamato heran. "Anni." Balas Yamato bohong.

"Baiklah, sebentar lagi makanan siap!" ucap Jaejoong.

Makan malam pun sudah di mulai, terlihat di meja makan Yamato memakan makanannya dengan pelan, Jaejoong yang juga sedang makan, sedangkan si kecil Yunhwa yang duduk di samping Jaejoong tetap menatap Yamato dengan pandangan tidak suka.

"Umma! Menulut umma, Yunho hyung gimana?"

"Eh? Untuk apa Yunhwa menanyakannya hmm?"

"Ani~ Yunyun cuma mau beltanya."

"Oh…" Jaejoong melirik sekilas Yamato-yang entah sejak kapan menghentikan makannya.

"Emm…"

"Jawab umma!"

"Dia baik.." jawab Jaejoong sekenanya.

"Ichh tidak celu!" celetuk Yunhwa turun dar kursi nya dan berlalu dari ruang makan itu dan pergi keruang keluarga.

"Kau sudah selesai Yamato?"

"Ne."

"Oh.." segera saja Jaejoong membersihkan meja makan layak nya seorang istri.*tapi bukan si Yamato suami nya#author sensi duluan*.

"Yunhwa-ya kalau aku menjadi Appa mu otte?" tanya Yamato kepada Yunhwa yang tengah menggambar sesuatu di buku nya membuat namja kecil itu menghentikan goresan pewarnanya. Seketika sorot mata Yunhwa berubah tajam. Tanpa menjawab pertanyaan Yamato, Yunhwa melanjutkan menggambarnya.

"Kau setuju?" tanya Yamato lagi sepertinya dia tidak akan menyerah untuk mendapatkan hati anak dari namja yang sudah ia sukai itu.

"Chilleo(shirreo)!"

"Wae?"

"Appa Yunyun macih ada!"

"Bukankah Appa Yunhwa sudah…" Upss namja tinggi itu kelepasan.

"Anni! Appa Yunyun macih ada, kata Umma Appa ada di tempat yang jauh. Kalau Yunyun udah jadi anak yang baik Appa akan pulang!" kata Yunhwa, mata musang nya kini berkaca-kaca ingin mengeluarkan air mata. Tapi ingatannya jatuh pada nasehat yang di berikan oleh 'Umma' nya -tadi malam. Dengan sekuat tenaga namja kecil bermarga Kim itu menahan air mata yang bisa saja keluar hanya dengan sekali kedipan.

'Maaf, tapi aku akan segera menjadi Appa mu' batin Yamato seraya berjalan keluar rumah.

"Yunhwa-ya kau lihat dimana Yamato?" tanya Jaejoong yang kini berada di dekat Yunhwa*tadi Jaejoong sedang di dapur*.

"Untuk apa Umma mencali nya?"

"Yahh Appa cuma bertanya~"

"Jangan tanya Yunyun!" dengan kesal Yunhwa melangkahkan kaki nya dari ruang tengah ke kamar nya sendiri.

"Ada apa sih dengan anak itu?" gumam Jaejoong setelah anak semata wayangnnya menutup pintu dengan keras.

.

.

.

"Kau dari mana Yamato?" tanya Jaejoong kepada Yamato yang sekarang tengah berada di ruang tamu(?).

"Aku mencari udara segar Jae.."

Dua namja dewasa itu saling bertatapan. Suara-suara jangkrik hanya menjadi backround pembicaraan meraka.

"Jae…" dengan panggilan itu bibir milik Yamato bertemu dengan bibir cherry. Setelah beberapa lama hanya menempelkannya, Yamato mulai melumat bibir tipis Jaejoong sedangkan pemilik nya hanya bisa menutup matanya.

Sekali lagi air mata yang sedari tadi di tahan namja bermata musang itu tumpah bak air terjun. Bibir kecil berbentuk hati nya bergetar melihat adegan yang tidak boleh di saksikannya. Bukan cuma karna itu saja hati namja kecil ini seperti di tusuk oleh sebuah pedang yang amat tajam. Tangan mungil nya menutup pintu sepelan mungkin. Kaki nya mulai melangkah kecil kearah tas sekolah nya, setelah merogoh dan mendapatkan barang yang ia cari, kaki nya kini mulai merangkak naik keatas tempat tidur.

Mata jernih nya -yang masih mengeluarkan air mata- memandang kabur foto yang tak sengaja ia temukan terjatuh pada saat 'Umma'-nya membuka dompet -beberapa bulan yang lalu.

"Appa…" lirih nya menatap sosok tampan yang mirip dengannya di foto itu. Jari-jari nya mengelus foto itu dengan sayang.

"Yunyun ingin melihat Appa," lanjut nya, tak perlu di tanya lagi, air mata masih setia mengalir dari matanya.

"Hiks..hiks…" tak ada yang mendengar isakan yang keluar dari bibir mungil itu. Tangannya kini beralih mengambil selimut untuk menghangatkan diri nya. Tak lama kemudian mata itu terpejam menyisakan dingin yang luar biasa di hati nya, entah kenapa hati nya begitu sakit melihat adegan itu. Tak ada keiklasan di hati kecil bak kertas putih itu, mimpi mulai menjemput namja kecil ini dan dengan erat ia memeluk foto kecil itu dengan penuh kerinduan

-=-=YUNJAE=-=-

Pagi ini seperti pagi-pagi biasa di kediaman Jaejoong, tapi ada sedikit yang berbeda. Yap di rumah itu sudah ada Yamato yang menginap di tempat Jaejoong. Dan seperti nya hati kedua namja dewasa itu sedang gembira. Berbeda dengan seseorang…

"Kajja kita berangkat.." teriak Jaejoong seraya menggendong Yunhwa menuju ke dalam mobilnya. Perjalanan ke sekolah tempat Yunhwa cukup tenang karna namja kecil berusia 5 tahun itu tidak banyak bicara sama sekali, dan tampaknya Jaejoong tak mencurigai hal itu.

TK DONG BANG

"Anyeoong aegya~" ucap Jaejoong mengecup bibir mungil Yunhwa, lalu menurunkannya di halaman sekolah.

"Annyeoong Yunhwa…" kata Yamato mengacak rambul tebal Yunhwa. Sedangkan sang empu hanya diam.

Kaki kecil Yunhwa melangkah pelan, di tolehkan kepalanya kebelakang, tak ada. Umma nya sudah pergi-tak seperti biasa Umma nya akan menunggunya sampai masuk kedalam kelas. Raut sadih jelas sekali terpancar di wajah imut nya, tapi aneh nya tak seorang pun yang bisa melihatnya.

Setiba di kelas Yunhwa menghempaskan tubuh kecil nya di bangku yang sudah di tetapkan oleh sonsaengnim, kepalanya tertunduk walau sekarang seonsaengnim sudah berada di kelas itu.

"Yap sekarang kita akan menggambar sebuah keluarga ne!" ucap Jessica seonsaengnim riang. Kini semua anak-anak mulai sibuk menggambar keluraga mereka, ada yang menggambar ibu, ayah, kakak dan mereka sendiri, ada pula yang menggambar ibu dan ayah mereka sedang berpegangan tangan.

"Yunhwa waeyo?" tanya Jessica melihat Yunhwa yang hanya menatap kertas yang ia berikan tadi-untuk menggambar. Belum sempat pertanyaan itu terjawab ketukan dari pintu membuat Jessica melangkah kearah pintu.

'CLEKEK'

Pintu dengan corak bunga matahari itu terbuka menampakkan namja tampan dengan mengenggam tangan mungi seorangl anak kecil.

"Mianhae Jessica nim, Ah-Ghin terlambat.." ucap namja itu.

"Gwaenchana Yunho ssi~" tangan Jessica beralih menggenggam tangan kecil Ah-Ghin.

Tak sengaja mata tajam Yunho melihat kearah seorang anak kecil yang tengah tertunduk. Kesedihan begitu terlihat oleh mata musang namja tampan itu. Tiba-tiba hati nya kembali sakit melihat anak itu meneteskan air mata. Dan dengan sangat terpaksa Yunho melenggang pergi dari kelas itu.

"Cika nim apa boleh Yunyun pelmici kelual cebental?" Yunhwa berjalan mendekati Jessica yang sedang mengamati anak murid nya yang tengah menggambar.

"Yunhwa bisa sendirikan?" namja kecil ber pipi chubby itu mengangguk sekilas dan pegi keluar kelas.

Tanpa sengaja di perjalanan(?) kembali ke kelas Yunhwa bertemu dengan Yunho. Mata mereka saling beradu, masih terlihat kesedihan di mata musang kecil itu oleh mata musang tajam milik Yunho. Yunho pun mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh pendek Yunhwa.

"Wae? Kau menangis lagi?"

"…"

"Yunhwa-ya?"

"Hiks hyung.. hiks…" namja tampan itu menghela nafas sejenak dan merengkuh tubuh kecil Yunhwa.

"Appa…" tak sengaja bibir kecil itu menggumamkannya. Yunho terkejut mendengar itu lalu menatap wajah yang masih polos itu berurai air mata.

"Um-umma belciuman hiks dengan olang lain hiks.."

DEG

Kali ini hati Yunho yang seperti di tusuk oleh pedang yang banyak dan sangat tajam. Tangan besar namja berbibir hati itu menghapus air mata yang mengalir di pipi Yunhwa. Senyuman kecut terpampang di bibir Yunho.

"Stt.. kenapa Yunhwa menangis karna hal itu eum?"

"Yunyun hiks.. ngak lela(read: rela) hyung hiks…."

"Jangan menangis lagi.."

"Ta..tapi hyung hiks.. nanti kalau Appa Yunyun liat gimana?"

"Sudahlah, namja yang kuat itu tidak boleh menangis arra?"

"Hikss ne hyung.." tangan kecil itu menghapus jejak air mata di pipinya.

CHU~

Dengan tampang polos Yunhwa mengecup pipi Yunho, membuat namja tampan itu tersenyum-walau hatinya sangat sakit. Setelah mengecup pipi Yunho, Yunhwa kembali melangkahkan kaki nya kedalam kelas.

.

.

.

"Yunho-ah~~~" suara khas menyapa gendang telinga Yunho yang tengah berjalan di lorong(?) sekolah menoleh kebelakang. Dengan senyuman seadanya Yunho melihat kearah orang itu.

"Ada apa chun?"

"Hehehe anni~ Cuma mau menyapa mu saja…"

"Oh ya kau sudah bertemu Yunhwa?" lanjut Yoochun.

"Sudah…" hati Yunho kembali merasa sakit, siapa yang tidak sakit mendengar orang yang masih -sangat- kau cintai mencium orang lain, terlebih anak mu sendiri yang melihatnya.*buset bahasanya gaje*

"Kau baik-baik saja Yun?"

"Hn."

"Kau bohong padaku!"

"Aku tidak apa-apa Chun.."

"Kata mu aku ini tidak tau apa-apa tentang mu hah? Aku ini sahabat mu U-Know…" desis Yoochun menajamkan pandangannya kearah Yunho yang diam terpaku.

-=-=YUNJAE=-=-

Sinar mentari kini bersinar begitu terang membuat umat manusia harus berlindung dari panasnya sang surya. Di sebuah ruangan tampaklah dua orang namja dewasa dan dua orang namja kecil. Yunhwa-salah satu namja kecil itu hanya menggerak-gerakkan kakinya yang tergantung di kursi*tau maksud aku kan?*. tak lama kemudian tangan kecilnya kembali merogoh tas nya. Di keluarkannya benda yang di anggapnya sangat penting saat ini. Ah-Ghin yang melihat itu pun bertanya. "Apa itu?", "Ini foto Appa Yunyun~" Yunhwa mengarahkan foto itu supaya dapat di lihat oleh teman sebangkunya itu.

"Huwoo milip cekali dengan Yunho hyung!" cecar Ah-Ghin membuat Yoochun dan Yunho menoleh kearah 2 anak kecil itu.

Dengan kecepatan angin(?) Yoochun beralih melihat figure siapa yang berada di foto itu. "U-Know~" mata sipitnya menatap Yunho yang sedang tertunduk.

"Yoochun hyung cudah lama mengenal 'Umma' Yunyun?" tanya Yunhwa tiba-tiba.

"Ne.." jawab Yoochun singkat, 'Numben ngak manggil Ahjussi?' lanjutnya di batin.*oii nih bukan saatnya becanda*

"Belalti Yoochun hyung kenal dong cama Appa Yunyun?" mata itu berbinar seolah-olah kesedihannya sudah menghilang. Namja bermarga Park itu memandang kearah Yunho yang sedang mendongkakkan kepalanya-menatap mata Yunhwa dengan penuh sayang.

"Ne aku sangat mengenalnya~" balas Yoochun.

Mata itu terus berbinar mendengar penuturan sang gurunya. Sudut bibir nya terangkat membuat sebuah lengkungan. "Hyung tau dimana Appa Yunyun cekarang?".

Yoochun tak sanggup menjawabnya. Asalkan Yunhwa tau, Appa nya sangat dekat dengannya sekarang ini.

"Yoochun hyung~~" Yunhwa mendesak. Nihil, tak ada sahutan dari bibir Yoochun.

"YOOCHUN HYU—" teriakan Yunhwa terhenti ketika dekapan hangat mengalir di tubuh nya. Yoochun yang tau keadaan yang sedang terjadi, menggendong Ah-Ghin keluar dari ruangan itu.

Hening.

Yunhwa sama sekali tak tau mengapa Yunho memeluknya, tapi saat ini Yunhwa merasa sangat nyaman dan hangat seperti dekapan seorang Ayah-atau memang iya.

"Panggil aku Appa." bisik Yunho, sedangkan mata musang Yunhwa membulat.

"Pa-panggil aku Appa!" tak ada respon dari Yunhwa.

"Appa?" akhirnya Yunhwa mengucapkannya.

"Ne! aku adalah Appa mu! Appa kandung mu!" namja kecil itu merenggangkan pelukan Yunho dan menatap wajah kecil Yunho yang telah mengaliri(?) air mata.

"Jinjja?" tanya Yunhwa memastikan, tak pelak air mata telah menganak sungai di mata indahnya. Sebagai jawaban Yunho mengangguk pasti.

"Hiks huwee Appa.. hiks.." sekejap Yunhwa memeluk tubuh Yunho-yang pastinya lebih besar darinya.

.

.

.

-Flash back-

"Jae~ kau semakin cantik~~"

"Yah gombal.." Jaejoong memukul pelan lengan U-Know.

"Aku serius Boo~, di tambah lagi dengan kau memakai drees ini hehe.."

PLUK

Sebuah pukulan manis mendarat di kepala U-Know. "Aww sakit Boo~~" erang U-Know-tentu saja itu pura-pura.

"Rasakan itu :p" balas Jaejoong mencibir kepada U-Know yang kini tengah mengeluarkan senyuman err..atau tepatnya seringai. Senyuman kemenangan(?) yang di sugukan Jaejoong tadi memudar melihat seringaian pervert namjachingu-NYA itu.

"U..U-Know…" ucap Jaejoong terbata.

"Aku akan memberikan hukuman untuk mu Boo~ karna telah memukul kepala ku!" dengan cepat U-Know mendekatkan tubuhnya kearah Jaejoong yang berada di ujung sofa.

"A-apa yang mau kau lakukan?"

"Bukankah sudah ku katakan, memberikanmu 'HUKUMAN'!"

"A-aku sedang hamil U-Know.."

"Aku akan pelan-pelan sayang~" U-Know menghembuskan nafasnya ketelinga Jaejoong, salah satu bagian sensitive namja cantik itu. Membuat sang empu mengerang perlahan dan itu juga salah satu pembangkin nafsu U-Know.

"Hahh.. U-Knowhhh hahh.." sedetik kemudian rumah itu menjadi panas dan desahan demi desahan keluar dari bibir berbentu cherry dan hati itu.

-END flash back-

Sudah satu jam Yunhwa menunggu Jaejoong menjemputnya tapi namja cantik itu tak kunjung datang. Sedari pengakuan Yunho tadi, tangan mungilnya tetap menggegam erat tangan Yunho. Wajah Yunhwa yang tadi nya ceria berangsur-angsur menjadi cemberut.

"Appa~ kenapa Umma lama cekali?" namja tampan itu cuma bisa tersenyum kecil.

"Akhir-akhir(?) ini Jaejoong hyung agak lama menjemput Yunhwa." celetuk Yoochun. Tak lama setelah itu deru suara mobil menguntrupsi mereka.

Jantung Yunho telah berdetak kencang, inikah saat nya ia mengaku kepada Jaejoong.

Pintu itu terbuka dan keluarlah sesosok namja, Yoochun membelalak kan matanya, sedangkan Yunho mengelus-elus dada nya yang tadi sempat berdetak kencang.

"Cu-ie hyung~~" sapa Yunhwa.

"Eh Annyeong Yunhwa… Err aku disini di suruh oleh Jaejoong hyung untuk menjemput anaknya, karna dia sedang ada perlu~" namja imut itu menatap canggung kepada manusia-manusia ciptaan Tuhan yang berada di sana.*jiahhh

"Emm memangnya dia ada urusan apa?" tanya Yunho penasaran.

"Molla, tadi di keluar dengan temannya.."

"Umma lebih pentingin temannya ketimbang Yunyun cama Appa~" tutur Yunhwa.

"Eh.. Appa Yunhwa?" inilah yang membuat Junsu penasaran.

"Ne! ini Appa Yunyun , milip cekali dengan Yunyun kan~~" kata Yunhwa menunjuk kearah Yunho.

"Ka-kau Appa Yunhwa?" tanya namja imut itu seraya melihat Yunho, mata dan bibir yang sangat mirip dengan Yunhwa, 'Mi-mirip sekali mereka berdua' lanjut Junsu di dalam hati.

"Nee~ aku Appa nya!"jawab Yunho tegas.

Mari kita lihat dimanakah Jaejoong sekarang.

"Menurutmu yang mana yang lebih bagus Jae?"

"Yang warna merah~"

"Oke aku ambil syal ini Noona~"

"Memangnya untuk siapa itu Yamato?"

"Untuk mu~~"

"Ehh?"

-=-=YUNJAE=-=-

"Kau pulang saja Junsu ssi, biar aku yang mengantar Yunhwa pulang." ujar Yunho kepada Junsu.

"Anni, aku saja yang mengantarkan nya, aku tidak mau merepotkan mu~" balas Junsu seraya tersenyum manis, membuat Yoochun yang melihat itu tergugah imannya.*oiii ini scene apa lagi?*

"Aku Appa nya!" oh pernyataan Yunho tadi membungkam mulut Junsu.*a/n : ceritanya si Ah-Ghin di sini udah pulang di jemput Ahra, err karna ngak ada waktu-katain aja malas- jadi ngak author buat :p*

.

.

.

Panas nya kota Seoul tak kalah panasnya dengan hati dua orang namja yang tengah duduk di sebuah kursi. Wajah keduanya menampakkan raut ketidak sukaan. Rencana untuk pergi jalan-jalan -walau hanya sebentar- itu runtuh semua. Bagaimana tidak kau melihat orang yang paling kau sayangi tengah berjalan dengan berpengangan tangan dengan namja lain. Dan sekali lagi anak mu melihat adegan itu. WT%^&*#$%.

"Appa hiks Umma bo'ong cama Yunyun, Hiks Umma benelan ngak cayang cama Yunyun." di peluknya tubuh Yunho dengan erat. Namja tampan itu cuma bisa menghela nafas berat. Ini sudah dua kali dan tidak bisa di biarkan lagi. Yunho pun bangkit dari duduknya dan berjalan kearah dua orang namja –tentu saja dengan keadaan menggendong Yunhwa.

"Jae.." sapa Yunho. Merasa nama nya di sebut Jaejoong beserta Yamato membalikkan badannya.

"Yunho-" perkataan Jaejoong terputus melihat seseorang yang berada di pelukan Yunho.

"Yunhwa?" tanya Jaejoong memastikan. Yunho hanya mengangguk sebagai jawaban.

"Ba-bagaimana bisa? Bukan kah aku tadi meminta tolong pada Junsu untuk menjemputnya?"

"Oh itu, aku hanya ingin mengajaknya jalan-jalan. Ne Yunhwa?"

Namja kecil itu mendongkakkan kepalanya, suara isakan masih meluncur dari bibirnya. Kepalanya yang tadi menghadap wajah Yunho kini menghadap kearah Jaejoong. Betapa terkejutnya namja cantik itu mendapati anaknya menangis.

"Kau apakan Yunhwa sampai dia menangisnya eoh?" tiba-tiba saja emosi Jaejoong melihat anak semata wayangnya mengeluarkan air mata.

"Appa tidak calah apa-apa? Hiks jangan bentak Appa…" Jaejoong tak mengerti apa yang di katakan oleh anaknya itu.*sama kayak reader*

"Apa maksud mu Kim Yunhwa? Aku ini Appa mu!"

"Anni! Appa Yunyun hiks Yunho Appa!"

"Kim Yunhwa!" Yamato yang berada di samping Jaejoong berusaha menenangkan namja cantik itu.

'Kau tidak berubah Boo~ selalu emosian ne?'

"Umma bo'ong lagi cama Yunyun! Hiks cemuanya sudah jelac Umma lebih milih namja itu dali pada Yunyun! Umma hiks lebih pilih jalan-jalan cama namja itu ketimbang jemput Yunyun cekolah…" jari telunjuk Yunhwa mengarah kearah Yamato yang sedang memeluk Jaejoong. Membuat hati namja bermata musang nan jernih itu sakit.

"Hiks dan Umma hiks belciuman dengan namja itu hiks padahal Appa Yunyun macih ada!" perkataan Yunhwa membuat Jaejoong terpaku. Anak semata wayangnya melihat ia berciuman?

"Yunhwa-ya sudah ne~~" Yunho menghapus air mata yang semakin deras mengalir di pipi Yunwa, tak tega melihat anaknya seperti itu. Dan beruntung sekali taman ini sepi.

"Apa kau tak bisa menjaga anak kita Boo." Yunho menatap mata besar itu dengan tajam, sedangkan Jaejaoong makin melebarkan matanya mendengar panggilan yang Yunho berikan.

"Ah nde~ lebih baik aku mengatakan semuanya kepada mu Boojae~, mungkin kau tidak akan percaya, tapi aku adalah….."

.

.

.

.

.

TBC….. xD

Ammpunnnn jangan timpuk saya~~~*ngumpet di kolong kasur.

Emm rencana nya aku mau hiatus dulu, karna udah kelas tiga dan banyak praktek, ujian lah apalah, tapi aku juga ngak tau harus hiatus ato ngak*plakkk menurut kalian gimana? Ato aku lanjut di fb aja?

Hoho saatnya balas review :

putryboO : hehe author cuma becanda kok, kan ngak end ^^V. udah! si Yunho udah ingat semuanya~~*dance KYHD(?)*

wkwkw udah tau kan siapa orang Jepang gaje itu?

Gomawo udah review~ :D

Princess yunjae : yahhh tebakan kamu salah(?) dan puppy eyes kamu kurang jadi ngak mempan buat author :p

Ingatan Jeje lagi author pinjam jadi nya yah beginilah~~*nunjuk part 3*gaje

Yaps ini lanjutannya~~ gomawo *bow

Marry U : I Know it~ ff saya memang gaje kok, penyusunan katanya juga ngak sebagus author-author lain, bukan Cuma kamu aja yang bingung bahkan saya yang membuatnya juga bingung. But gomawo udah mau baca ff gaje ini :*

Kekeuk : menurut kamu apa yang mereka omongin? Intip yuk*pletak

Sengaja di tbc-in supaya penasaran, author hebatkan*tepuk dada*di lempar ke jurang

Kemarin di suruh update kilat sekarang exspress, mian author ngak bisa ngabulin yang ini..

Gomawo udah review~~ :D

Kucing liar : hikss iya setelah di baca ulang ternyata ada, makasih udah di pungutin :p

Hiks maaf author juga ngak tau, semua yang di chap 3 mengalir begitu saja seperti tsunami(?)

Di antar kok, tapi author malas buat n ngak ada waktu.*penyakit kambuh

Ok ini ngak berenti kok,, ne Fighting ! gomawo :*

Kiri Devil : *peyuk balik XD

Hehehe ngak apa-apa kok, judulnya author ngak nemu lagi yang lain, Cuma ini yang telintas di otak miskin author .. Yunho ngakunya di Chap depan, author jamin lau ngak, Yunho ngak akan di kasih jatah ama Jae*di gebukin Yunho

Oke sayonara~~ gomawo~~*peyuk balik lagi

Wulan yeppo : Annyeong… Yoshh happy new year..

Hehe iya ada orang ketiga.*author pegang parang

Gomawo udah review :D

- Indrie: sayangnya ada orang ke-3. Dia ingat kok, tapi waktu itu author ngak bisa baca pikirannya XD. Ini udah panjang apa belum kayaknya belum ya?

Ini kelanjutannya, ne nado Hwaiting ! gomawo~~~ :)

Youngsu0307 : wahhh ampe di tungguin XD

Chap depan bakal Yunho katain kok. Changminnya belum author munculin hehe dia author sembunyiin dulu.

Ini lanjutannya.. gamsahamnida~~ :D

Han Haneul : Annyeong Na Nuna~~~*hug#di gampar celi nuna :p

Hihi ngak apa-apa kok sntai aja XDD

Next chap Yunho bakal jujur kok =3=

Ne ini kelanjutannya~ gomawo udah di review nuna :*

Schagarin : ne chap kemaren kasian Jae ama Yunhwa, tapi chap ini malah Yunho ama Yunhwa yang kasian.*pundung

Sengaja di tbc-in :p udah panjangkah ini? ne Semangat !

Aturannya aku yang makasih karna udah di baca epep gaje ini :D

Gomawo :D

Enno KimLee : eeitsss ngak ketinggalan kok,, author bosan si ahra mulu yang jadi orang ketiga =3=

Hehe iya maap, gomawo udah di bilang bagus ..XD

Ayo loh Yun ngaku ngak lu?. | Yunho : iye-iye chap depan gw ngaku|*plakkk gaje-again.

Gomawo ne :D

Hanyoon : ngak apa-apa chingu~, Author yang buat ini aja udah berasa gimana gitu, kadang males lanjutinnya, tpi karna ada reader yang mw minta terusin dan buat semangat author, jadilah author buat sebisa mungkin :D

Iya ngak end kok. Gomawo !

IchishigeAyumu : udah berapa kali di tanya ya? chap depan/ 5 Yunho bakal ngaku~~

Hehe ini lanjutannya, masih gregetan kah?

Gomawoo :D

Yoshh selesai bales2nya..

Sekali lagi Gomawo buat yang udah ngikutin nih cerita dari awal maupun reader yang baru baca*deep bow.

Yunho : kenapa banyak yang mau gw cepet ngaku ya?*dikit kok Yun :p*

Me : gw juga ngak tau~ mending ngak usah ngaku n ingat aja ya?*innocent

Yunho : *geplak pala author* enak aja lu, gw kan kepingin Jae ingat ama gw, dan bisa membangun keluarga kecil bersama anak gw si Yunhwa. Ehh dia malah nambah orang ke-3 DX

Me : ishh lau kepala gw di geplak lagi, nih ff gw berenti in di sini =33=

Yunho : abaikan si author gaje, ehem saya tekankan sekali lagi, chap depan gw bakal ngaku ke Boojae~, tapi nih chap gw sengsara yah? Yaudah deh Chap depan gw yang ambil alih nih ff.

Me : Wait~ siap2 apa yang akan terjadi di next chap ya keke~*lambai bareng Yunho

Oh nya mau curcol dulu kekeke. Aku denger ada berita yang bilang lau Yunho ama Jaejoong ada apartement di jepang ya?*lompat2 gaje*. Trus ada yang bilang mobilnya Yunho terpakir(?) di depan rumah Jae?*nari Mirotic* dan dan salah satu mobilnya Jae*ngak tau merek yg mana* di beliin sama Yunho. Huwaaa co cweet. YUNJAE IS REALL ! makin menggebu-gebu jiwa shipper ku. XDDD

AKTF

YUNJAE IS REALL!

*Hyumin