Title : Call Me Appa : Anni

Author : Hyun Hyumin ganti nama jadi Wi-kun Evil'Y

Cast : Kim Jaejoong, Jung Yunho,(dangerous love) etc.

Leght: 7 of ?

Warning: YAOI, OOC, OC, EYD, typos, gaje, pendek etc. NO BASHING. Ngak suka ama YUNJAE JANGAN BACA!

A/N: mian, tambah pendek perchapternya T.T n sorry juga lama updatenya, idenya ilang mendadak. Mianhae~~ . makasih buat para reader yang masih mau ripiu ff gaje ini*bow

.
.

Semilir angin menyapa dua orang namja yang tengah berdiri di sebuah balkon.

"Jae.. Mianhae." salah satu dari namja itu berucap.

"Untuk apa eoh?" jaejoong balik bertanya seraya mengusap lengan kekar Yunho yang melingkari pinggang rampingnya.

"Untuk semuanya..."

"Karna meninggalkan mu saat melahirkan Yunhwa dan-" dengan cepat Jaejoong membalikkan badannya dan membungkam bibir berbentuk hati Yunho dengan bibir cherry miliknya.

Ciuman yang di dasari oleh cinta, rasa rindu dan kasih sayang. Begitu lembut, tak mendominasi satu sama lain.

Ciuman yang berlangsung beberapa detik itu terlepas. Jaejoong tersenyum manis, wajahnya kini memerah bak kepiting. Namja tampan bemata musang itu mengusap pelan pipi mulus namja cantik yang berada di hadapannya.

"Yunho-ah, berjanji lah satu hal kepada ku." Jaejoong memeluk Yunho dengan erat.

"Apa itu?"

"Jangan pernah tinggalkan aku dan Yunhwa lagi.." lirih Jaejoong. Yunho termangu(?). Raut penyesalan terlukis di wajah tampannya.

"Aku tidak akan pernah meninggalkan kalian lagi, apapun yang terjadi!"

###

(Di waktu yg sama)

Ahra mengacak rambut almond nya. Kepalanya kini terus di penuhi berbagai pertanyaan.

"Aigoo kenapa di saat seperti ini mereka pulang?" yeoja ini berdecak pelan.

"Yunho-ah eotte?" gumam nya.

.

Sinar mentari begitu terik menyinari belahan kota Seoul. Menyusup melalui ventilasi-ventilasi ruangan putih tersebut.

Yunho membuka mata musangnya, mengusapnya pelan. Wajah tampannya kini menyunggingkan sebuah senyuman tat kala melihat wajah seseorang yang sangaaaat ia cintai tertidur di pelukannya.

"Yun.." suara serak khas orang bangun tidur menyadarkan Yunho.

"Wae sayang?" Yunho mencium kening Jaejoong.

Perlahan namja cantik itu duduk. "Apa badan mu tidak sakit tidur di sofa seperti ini?"

Yunho terkekeh pelan, "Ania, asalkan ada mu semuanya baik-baik saja!"

"Ish gombal~" mencubit pelan lengan Yunho, Jaejoong mengerucut kan bibirnya.

"Tapi kau suka~" timpal Yunho sembari mencium kilat bibir Jaejoong. Yang kembali membuat wajah Jaejoong memerah.

"Umma.. Appa.." gumaman kecil mengintrupsi dua orang namja dewasa itu.

Jaejoong turun dari sofa, beralih ke tempat tidur anak semata wayang nya.

"Yunhwa-ya~" namja cantik itu menepuk pelan pipi chubi Yunhwa.

"Ugh.. Umma.." anak kecil itu terbangun. Sedetik kemudian ia mengerucutkan bibirnya.

"Waeyo?"

"Umma~ mianhae~"

Tiba-tiba Jaejoong memeluk Yunhwa.

"Call Me Appa!" cetus namja bermata besar itu.

"Yahh.." protesan mengalir dari dua buah bibir berbentuk hati.

Yunho memeluk Jaejoong dari belakang.

"Ania. Sekarang Yunhwa akan terus memanggil mu Umma dan aku Appa!" kata Yunho.

"Week liat tuh Umma, Appa belain Yunyun~" tambah Yunhwa mencibir kearah Jaejoong.

"Nappeun aegya dan nappeun Appa!" seru Jaejoong. Kemudian mereka bertiga tertawa bahagia.

.

Pintu rumah keluarga Jung terbuka lebar, seorang laki-laki dan seorang wanita masuk ke dalam rumah itu dengan angkuh.

"Ahra!" suara yang sangat berwibawa menggelegar di rumah itu.

Dengan tergesa-gesa seorang yeoja menuruni tangga. Wajahnya begitu menyiratkan ke khawatiran, tapi di sembunyikannya.

"Appa umma~" kata Ahra memeluk kedua orang tua nya.

"Dimana Ah-Ghin?" tanya Mrs Jung yang kini telah duduk di sofa.

"Dia sekolah Umma.." jawab Ahra.

'Jangan sampai mereka menanyai Yunho' batin Ahra berharap.

"Kemana adik mu yang satu lagi?" perkataan Mr Jung menyadarkan Ahra.

"Ye?"

"Dimana Yunho kata ku?"

"Di-dia sedang di rumah temannya yaa di rumah temannya.." sahut Ahra -berbohong tentunya.

"Teman?"

"N-ne."

"Suruh dia pulang sekarang!" titah Mrs Jung.

"Ne, aku akan menyuruhnya pulang. Lebih baik Appa dan Umma beristirahat dulu!" jawab Ahra.

Yeoja bermata sipit itu melangkah kearah kamarnya, mengambil ponselnya yang terletak di atas nakas.

Dengan lihai tangannya mengutak-atik ponsel berwarna biru tersebut.

Tut..tuttt

"Angkat Yunho-ah!" seru Ahra.

"Yeoboseyo noona!"

"Yunho-ah cepat pulang Appa dan Umma sudah kembali!" kata Ahra lirih.

"M-wo? Kembali?"

"Nde Yunho-ah" lirih Ahra mengusap kasar wajahnya.

"Baiklah~" sahut seseorang di sebrang sana.

Flip

Ahra menghela nafas berat.

'Aku akan terus membantu mu Yunho-ah'

###

"Siapa Yun?" tanya Jaejoong yang sedang menyuapi anaknya, Yunhwa.

"Ahra noona~" Jaejoong menangkap raut kegelisahan di wajah orang yang ia cintai.

"Appa dan Umm ku sudah kembali dari Amerika dan menyuruh ku pulang.." tiba-tiba sekelebat bayangan masa lalu menghampiri Jaejoong. Dengan cepat ia memeluk tubuh Yunho.

"Tenang saja, aku akan kembali Boo~" kata Yunho memastikan, padahal pikirannya sedang berkecamuk.

Yunhwa menatap bingung kedua orang tua-nya. Tapi apalah yang ia tau. Anak kecil polos itu melanjutkan suapan yang tadi terhenti oleh umma-nya.

Tbc...

A/N : masih mau di lanjut apa ngak nih ff gaje? Aku ngerasa ngak ada feel lagi buat nerusinnya. Oh ya buat cairan putih itu ternyata Cuma hoax, tapi bagi YJS pasti tau. Tempat Yun ama jae #plakkkk

Author lagi nge-galau nih~~*curcol~~#pletakk

YUNJAE IS REALL!

*Wi-kun Evil'Y