Title : Call Me Appa : Anni

Legh : 8 of ?

Author : Me! Hyun Hyumin a.k.a Wi-Kun Evil'Y

Cast : YunJae n other x)

Discleamir : YUNJAE saling memiliki! Yunhwa sama Ah-Ghin+ FF ini punya author mutlak! Biarpun idenya gaje, tetap ini author yang buat!

Rated : T

Genre : err Family n drama-sinetron- :)

Warning : YAOI! BOY X BOY! Bagi yang ngak suka close aja! Typos, EYD, OC, pendek, OOC, makin gaje! Bagi yang ngak suka ama castnya ngak usah baca! Gw ngak butuh flame ato bash! Gw Cuma butuh kritik, saran n penyemangat buat lanjutin ff abal gaje ini!

A/N : hahhh ternyata masih ada yang mau baca fic gaje ini T^T yang udah ripiu makasih banyak~~*cipok atu2*plakkk

Yoshh Happy reading!

.

.

Siang itu mentari tampak terik, cahayanya masuk melalui celah-celah jendela kedalam ruangan serba putih itu.

"Appa mau kemana?" tanya Yunhwa yang melihat Yunho memakai kembali jas kerjanya. Kaki jenjang Yunho melangkah ketempat Yunhwa.

"Appa pergi sebentar, nanti malam Appa kembali. Jadi jangan nakal arra?" Yunho mengecup sekilas kening anak semata wayangnya tersebut.

"Alla~(arra)" ada nada tak rela keluar dari bibir kecil itu.

"Boo aku pergi dulu,"

"Yun.."

"Aku akan kembali sayang~" tegas Yunho seakan tau apa yang di pikirkan oleh Jaejoong.

CUP~

Ciuman lembut yang di dasari oleh cinta, Yunho terus mengemut bibir bawah dan atas Jaejoong bergantian.

"Ahh Yunhh.." tak sengaja desahan itu keluar.

Hei tak taukah kalian bahwa di sana ada sepasang mata musang kecil melihat aksi mereka tersebut!

"Yunyun juga mau di poppo!" teriakan atau sebuah lengkingan dari Yunhwa menyadarkan kedua orang tuanya.

Wajah namja cantik itu memerah, tangan kekar Yunho mengusap pipi Jaejoong dengan lembut.

"Jaa ne~"

Pintu yang juga berwarna putih itu tertutup. Namja bermarga Kim itu melangkah dan duduk di atas tempat tidur Yunhwa -dirumah sakit.

Di peluknya tubuh kecil itu dan menghirup aroma segar yang menguar dari rambut tebal sang anak.

"Yunhwa tidur siang ne?"

"Nanti caja, Yunyun macih mau cama umma~" kepala Yunhwa menyuruk kedalam lekukan leher Jaejoong.

Di usapnya punggung Yunhwa dengan lembut, dan menyanyikan sebait lagu untuk anaknya sampai sang anak jatuh kealam mimpi.

"Saranghae aegya~"

.

.

.

Mengemudikan mobilnya dengan cepat, Yunho mengambil ponselnya yang terletak di samping kursi pengemudi. Ahra telah menghubunginya lagi untuk segera pulang.

Dengan ragu Yunho menyentuh ganggang pintu rumahnya. Tapi, setelah menetapkan hati(?), akhirnya pintu itu terbuka.

"Appa Umma!" sapa Yunho melihat orang tuanya yang tengah duduk di atas sofa.

"Yunho!" memeluk dengan erat, begitupun dengan . Di tangga, Ahra yang melihat itu tersenyum kecut, mengingat apa yang telah dilakukan oleh Umma dan Appa nya; memisahkan Yunho dengan orang yang di cintainya.

"Bogoshipoyo Yun~" Ucap .

"Nado Umma," balas namja tampan itu.

Setelah beberapa menit melepas rindu, kini keluarga besar Jung berbincang-bincang di ruang keluarga.

"Kenapa kau lama sekali Yun?" tanya akan keterlambatan anaknya untuk menyambutnya.

"Oh kemarin teman ku kecelakaan dan aku menjenguknya Umma." Jawab Yunho setengah berbohong. Di ujung sofa senyuman kecut Ahra, sudah pasti yeoja itu tau siapa 'teman' Yunho yang kecelakaan.

"Aku dengar kau sering sakit kepala Yun?" ada nada khawatir di kalimat itu.

"Gwaenchana Appa, cuma sedikit.." mata tidak bisa di bohongi, ada sesuatu yang di sembunyikan oleh anak keduanya itu.

"Ada yang kau sembunyikan Yun?" pertanyaan Umma nya membuat jantung Yunho berdetak dua kali lebih cepat.

"Ah- tidak ada apa-apa Umma." Jawabnya pasti. Ia tak mau kalau Umma dan Appanya memisahkannya lagi dengan Jaejong dan Yunhwa. Sudah cukup 5 tahun ini ia 'menelantarkan' Jaejoong dan Yunhwa.

Sang mentari telah tenggelam di gantikan oleh sang raja malam, rembula.

"Yun kau mau kemana?" tanya wanita paruh baya tersebut kepada Yunho yang tampak tergesa-gesa.

"Menjenguk teman ku yang tadi ku katakan Umma!"

"Tak bisakah besok?" tanya wanita itu lagi seraya menggendong Ah-Ghin.

"Mian Umma, dan aku akan menginap di rumah sakit, besok pagi aku kembali." Dengan itu Yunho pergi keluar dari istana keluarga Jung. Tapi sebelum ia menyentuh kenop pintu besar berwarna putih gading itu, Ahra mencekal tangannya.

"Hati-hati Yunho-ah."

"Jangan khawatir noona~" jawab namja tampan itu kepada noona nya.

.

.

.

"Pak Lee ikuti kemana Yunho pergi!"

"Baik nyonya!"

=-=-YUNJAE-=-=

Dengan cepat Yunho meng-gas mobilnya, melewati jalanan kota Seoul yang padat pada malam hari.

"Aishh!" ia memukul stir mobil itu dengan keras, jalanan kota Seoul macet membuat namja tampan itu merutuk.

Hampir satu jam namja bermata musang itu terjebak macet sampai akhirnya jalanan itu kembali lancar. Dengan sekali injak, mobil berwarna hitam milik Yunho melaju kencang menuju Rumah Sakit tempat Yunhwa di rawat.

"Yeoboseyo Nyonya Jung."

"Ye Pak Lee?"

"Sekarang Tuan Yunho berada di Rumah Sakit Seoul, saya sudah bertanya ke bagian resepsonis, tapi mereka tidak memberi tahu saya Nyonya, Mianhamnida."

"Ck~ pokoknya kau harus tau siapa teman dan di kamar nomor berapa teman Yunho di rawat!"

"Ne Nyonya Jung!"

#####

Derap langkah kaki begitu menggema di lorong-lorong rumah sakit itu. Tangan kekar Yunho menyentuh kenop pintu bernomor 555 itu –dan sudah pasti itu kamar tempat Yunhwa dan Jaejoong berada.

"Boo~ Yunhwa~" kepala Yunho menyembul dari balik pintu.

"Yun!" Jaejoong yang tadinya tengah memandang langit malam dari jendela kamar itu menghambur ke dalam pelukan Yunho.

"Boo waeyo?" tanya Yunho sembari mengelus ambut Jaejoong.

"Hiks.. aku kira kau tidak kembali.." tak terasa air mata jatuh dari mata besar nan indah itu.

"Mianhae Boo, tadi jalanan macet." Jelas Yunho seraya merenggangkan pelukan namja cantiknya dan menangkup kedua pipi Jaejoong sebelum bibir tebal milik Yunho mendarat sempurna di atas bibir tipis Jaejoong. Ciuman Yunho dapat menenangkan sekaligus membuat jantung Jaejoong berdetak tiga kali lebih cepat.

"Errghh.." erangan sekaligus gerakan Yunhwa di atas tempat tidur kembali menyadarkan pasangan kekasih err atau suami-'istri' itu. Yunho dan Jaejoong sama-sama melepaskan pangutan mereka dan tersenyum.

"Dia tidur sejak tadi?" tanya Yunho menunjuk sang anak.

"Ne, sebelum itu dia menangis karna kau belum datang juga," Jaejoong memandang wajah polos anaknya.

"Mianhae Yunhwa-ya." seru Yunho mengecup kening Yunho yang pastinya tak selebar kening atau jidat Park Yoochun #YC : gw kena lagi lalala~#author ngakak XDD

Malam pun kian larut, sebagian penduduk bagian timur bumi sudah terlelap jatuh kealam mimpi. Tak beda jauh dari dua orang namja yang tengah tertidur di atas sofa berwarna putih itu, biarlah badan mereka sakit-karna tidur di sofa, asalkan mereka tetap bersama.

-=-=-YUNJAE-=-=-

Tak terasa sang mentari kembali muncul dari ufuk timur, di temani oleh siulan burung-burung bak melodi yang menyambut cerahnya hari ini.

Mata kecil yang masih tertutup kelopak mata itu perlahan terbuka, di kerjab-kerjabkannya mata musang itu. Tangan mungilnya mengucek-ngucek mata tersebut supaya dapat melihat lebih jelas.

"Hoam~~" Yunhwa sedikit menguap sebelum matanya menyipit melihat dua orang pria tengah tertidur pulas di atas sofa.

"Umma…Appa.. Ah Appa!" serunya. Entah bagaimana caranya, kaki mungil itu sudah menapak di atas lantai. Dengan cepat ia berjalan kearah dua orang itu. Satu langkah sebelum sampai di sofa itu, sebuah ide melintas di otaknya. Ia terkekeh pelan.

"Huwaaa ikan sarden membawa lari Umma!" masih ingatkah kalian pada si ikan sarden?

"MWO!" Yunho yang tengah asyik berkelana di alam mimpi terbangun dan meloncat dari sofa.

"Yunnie.." namja cantik yang tadi juga tidur jadi tebangun karna teriakan Yunho.

"Hihihi~~" Yunhwa tertawa melihat wajah panik Yunho, itu semua adalah balas dendam karna sang Appa tak kunjung datang tadi malam hingga ia terlelap tidur.

Mata musang Yunho mengerjab. Tunggu!

"YUNHWA!" teriaknya langsung menggendong Yunhwa dan menghambung-hambungkan anak semata wayangnya itu.

"Hahaha mian Appa~" ucap Yunhwa yang masih di lambung-lambungkan oleh Yunho keatas.

"Yunnie sudah!" kata Jaejoong. Akhirnya Yunho menurunkan Yunhwa yang tersenyum lebar dan berlari kearah Jaejoong.

"Nappeun!" seru Yunho.

"Ceperti Appa~" Balas Yunhwa.

"Hee Appa mu ini tidak nakal tau~" di cubitnya hidung mancung Yunhwa yang mirip dengan Jaejoong.

"Yunyun ngak pelcaya!" Yunhwa balas dengan mencibir kearah Yunho.

"Mwo? Sudah berani melawan Appa mu eoh? Rasakan ini!"

"Hahah Appa haha geli…" teriak Yunhwa yang di gelitiki oleh Appanya.

"Hei hei sudah~" Jaejoong kembali menengahi kedua orang yang sangat ia cintai itu. Tapi kejadian tesebut membuat ia tersenyum.

"Umma kau mau kemana?" tanya Ahra yang melihat Ummanya tergesa-gesa.

"Umma mau pergi sebentar."

DEG

Sebuah perasaan tak nyaman menyeruak masuk kedalam relung hati yeoja bermata sipit itu.

"Oh, baiklah."

"Umma pergi dulu Ahra, Ah-Ghin." Pamit dan pergi dari rumah itu.

'Semoga semuanya baik-baik saja.' Batin Ahra.

.

.

.

TOK TOK TOK

Pintu itu di ketuk pelan oleh seseorang.

'Clekek'

"Kibum-ssi~" sapa Jaejoong mempersilahkan namja manis itu masuk.

"Saatnya pemeriksaan Yunhwa~" ujar dokter muda itu melihat kearah Yunho dan Yunhwa yang tengah bercanda. Namja kecil berbibir hati itu menoleh kearah Kibum-dokter yang menanganinya.

"Doktel Kibum!" teriaknya langsung berlari memeluk kaki namja manis tersebut.

"Kajja Yunhwa-ya. Aku pinjam anak kalian dulu." gurau Kibum seraya menggendong tubuh kecil Yunhwa dan berlalu dari sana.

Tapi beberapa detik kemudian ia kembali lagi.

TOK TOK

'Clekek'

"Waeyo Kibum-ssi?"

"Katanya ada yang ketinggalan~" Kibum melirik Yunhwa dan memberikan anak kecil itu kepelukan Jaejoong.

"Ada apa eum?" tanya namja cantik itu.

"Heheh poppo Yunyun~" ujar Yunhwa memperlihatkan cengiran lebarnya.

CUP~

CUP~

Dua kecupan menyambut kedua pipi chubby Yunhwa.

"Hehehe Cee You Umma Appa~~" ujarnya Yunhwa lagi yang kini telah berada di gendongan Kibum. Ketiganya tertawa melihat tingkah Yunhwa sebelum dokter bermarga Choi itu melangkah untuk memeriksa Yunhwa di ruangannya.

-=-=-YUNJAE-=-=-

Setengah perjalanan kaki Kibum terhenti, mata sipitnya melebar melihat seorang wanita paruh baya yang baru saja berlalu di sampingnya.

"Doktel~ doktel Kibumm~~" suara kekanakan Yunhwa menyadarkan Yunhwa.

"O-oh ye kajja~" ucapnya dan kembali berjalan. Sementara itu jantungnya tengah berdegup kencang.

'Bagaimana ini?'

.

.

.

TOK TOK

Pintu itu kembali di ketuk. Jaejoong yang tengah mengobrol ringan dengan Yunho membuka pintu tesebut.

"Ada apa lagi Ki—" Namja cantik itu mengira itu adalah Kibum, tapi….

Matanya membulat sempurna melihat siapa orang yang mengetuk pintu tersebut.

Orang itu…

Seseorang yang tak akan pernah Jaejoong lupakan.

Seseorang yang membuatnya harus menjaga Yunhwa sendirian. Seseorang yang tak akan pernah merestui hubungannya dengan Yunho. Seseoang yang membuat ia berpisah dengan Yunho, ia adalah…..

"Umma—" Yunho membeku di tempatnya berdiri.

.

.

.

TBC~~~~~~~

Huwaaa ngak kerasa udah chap 8 ini ff gaje ini kekeke~, berharap chap depan END! Enaknya sad end ato Happy end? Sad end aja gimana?*di lempar pake sapu sma reader+Yunjae n Yunhwa*

Makasih banyak yang masih mau meripiu ff gaje+nista ini hiks hiks~*lap ingus di baju reader*plakkkk. Mian ngak bisa bales ripiunya, maklum aku lagi sibuk bentar lagi UN! Hiaaaa doain semoga nilai author bagus ya?*puppy eyes Yunhwa*

Yaudah segitu aja cuap-cuap gaje author, author Cuma butuh komen bukan BASH ATOPUN FLAME, coba aja yang ada menge-FLAME ATO BASH ff ini ataupun Cast dan sebagainya grrwww.*jilat samura*

Inner author : maaf yang reader author lagi labil, ngomong aja ngak becustuh*nunjuk2 atas*

Me : hiyaaa diam lu inner!#Gagegajegajegaje

Ripiu lagi ne~ :D

YUNJAE IS REALL!

AKTF!

*kecup basah dari author*plakkkk