Title : Call Me Appa : Anni
Legh : 9/?
Author : Me! Hyun Hyumin a.k.a Wi-kun Evil'Y
Cast : YunJae n other x)
Discleamir : YUNJAE saling memiliki! Yunhwa sama Ah-Ghin + FF ini punya author mutlak! Biarpun idenya gaje, tetap ini author yang buat!
Rated : T
Genre : Drama, romance, family :)
Warning : YAOI! BOY X BOY! Bagi yang ngak suka close aja! Typos, EYD, OC, pendek, OOC, makin gaje! Bagi yang ngak suka ama castnya ngak usah baca! Gw ngak butuh flame ato bash! Gw Cuma butuh kritik, saran n penyemangat buat lanjutin ff abal gaje ini!
A/N : yeyyy masih ada yang minat ternyata ama ff ini hehe gomawo ne :)*hug n kiss reader*. Oh ya ini ngak jadi End jadi yg nunggu ini end harus menghela nafas aja oke~~ =.=
.
.
Yoshh Happy reading^^
Hana Dul Set… Action!
..
..
..
Pemeriksaan Yunhwa telah selesai, dengan terburu-buru dokter muda itu menggendong Yunhwa dan berjalan untuk membuka pintu, sebelum tangan pucatnya menyentuh knop pintu itu, pintu itu sudah di buka dengan kasar oleh seseorang.
BRAKKK
"Hosh.. Kibum-ssi cepat keruangan operasi, ada pasien yang harus segera di operasi kalau terlambat bisa gawat!" teriak seorang pria paruh baya yang sudah lengkap memakai baju untuk operasi. Mata Kibum terbelalak kaget.
"N-ne tunggu sebentar.." ucapnya, dengan segera ia menurunkan namja kecil yang memandangnya dengan heran.
Di sejajarkan tubuhnya dengan tinggi tubuh Yunhwa, "Yunhwa bisa kembali ke kamar Yunhwa kan? Dokter harus pergi sekarang juga?"
"Nde Doktel~" jawab Yunhwa memperlihatkan gigi putihnya.
"Yunhwa lurus saja ne? kamar Yunhwa bernomor 555 oke?" jelas Kibum memakai jas kerjanya-yang pastinya berwarna putih.
"Okeoke doktel Kibum, Yunyun kan pintal jadi pacti bica ke kamal cendilian~" kata Yunhwa mengacungkan jempol kecilnya.
"Baiklah Dokter pergi dulu, Annyeong~" sebelum benar-benar pergi Kibum mengunci ruangannya dan mengacak rambut tebal bocah kecil itu.
"Nado annyeongggg doktelll!" balas Yunhwa melambaikan tangan mungilnya. Setelah mata musangnya tak melihat punggung Kibum yang hilang di telan tembok-jiahhh-bocah kecil itu mulai melangkahkan kaki mungilnya.
"Huwaaa cendilian deh~" teriaknya memanyunkan bibir berbentuk hatinya. Langkah demi langkah dan pintu dengan berbagai nomor telah di laluinya.
"Eungg 552.." gumamnya.
"Ehh.. belalti belapa pintu lagi ya?" ia memasang pose berpikir.
"Ahh.. Tiga pintu lagi, hehe telnyata Yunyun memang pintal, pacti Umma cama Appa bangga~" ia kembali berkata dengan polos serta senyuman yang makin merekah.
Satu pintu lagi yang akan ia lewati maka sampailah namja kecil itu, tapi.. ketika tepat di depan pintu bernomor 554 ia mendengar sesuatu. Dengan menajamkan telinganya, anak berumur 5 tahun itu semakin mendekat.
"Hikss.. hikss…" isakan itu, suara itu! Yunhwa tau persis itu punya siapa. Tiba-tiba dadanya berdegup kencang.
"Umma menangic?" oke, bukankah kalian sudah tau bahwa namja kecil yang satu ini paling tidak tahan melihat Ummanya menangis? Mata kecilnya juga mulai mengabur seiring ia mendekat kearah kamarnya.
"Dasar menjijikkan! Kau! Kau sengaja mencari Yunho dan merayunya untuk kembali kepada mu kan?" teriakan seseorang masuk ke gendang telinga Yunhwa.
"I-itu hikss tidak benar nyonya.. aku sama sekali tidak hiks.. melakukan apa yang anda uncapkan hiks.." Air mata Yunhwa siap meluncur kapan saja mendengar isakan-tangisan- yang ia yakin milik Umma yang paling ia cintai.
TAP
Kaki kecilnya sudah menapak di depan pintu bernomor 235 itu, pintu berwarna putih itu agak terbuka, dijulurkan kepalanya agak kedepan.
DEG
Di dalam sana, Ummanya duduk bersimpuh di lantai, air mata keluar dari mata indahnya. Di belakang namja cantik itu sang Appa tengah memeluk Ummanya. Dengan air mata yang mengalir juga.
TES
TES
Air mata Yunhwa menyeruak keluar, ia mendongkakkan kepalanya, terlihatlah seorang wanita dewasa dengan pakaian mewah. Yunhwa yakin orang itu yang membuat Umma dan Appanya menangis.
"Kau Jung Yunho. Ikut aku pulang dan tinggalkan namja menjijikan itu!" Mrs Jung menunjuk Jaejoong dengan sinis.
"Andwe! Aku tidak akan meninggalkannya lagi!" Yunho berteriak kencang sembari mengeratkan pelukannya di tubuh rapuh Jaejoong.
"Kau! Berani membantah ku hanya karna namja menjijikkan itu!"
"JANGAN MENELIAKI UMMA DAN APPA YUNYUN!" teriakan dan tangisan Yunhwa terdengar.
"Yun..hwa.." gumam Yunho dan Jaejoong bersamaan.
"Hiks jangan buat umma dan appa Yunyun nagic hiks.. jangan buat Umma nagic, hiks umma udah banyak nagic hikss hiks huwaaaaa umma hikss.." setelah berteriak Yunhwa berlari kerah Jaejoong dan memeluk namja cantik itu.
"Hikss Umma kenapa nangic hiks jangan nangic lagi hiks huwaaaa~" air mata jernih Yunhwa keluar dengan deras di dekapan Jaejoong.
"Sstt umma ngak nagis kok aegya, jadi Yunhwa berhenti nangis ne?" bisik Jaejoong tepat di telinga sang anak. Dia juga tak ingin sang anak menangis bukan?
"Huks ta-tapi Yunyun liat Umma menangic kalna hiks ahjumma itu hiks hiks.." kata Yunhwa makin menenggelamkan wajahnya yang sudah basah oleh air mata ke dalam lekukan leher Jaejoong.
"Da-dan appa juga nangic huwaaa!" tangisan Yunhwa makin keras.
Mrs. Jung mematung di tempat.
"Ssssttt lihat ne Yunhwa, Umma dan appa ngak nangis kok~" kata Yunho seraya mengelus rambut anaknya itu.
Yunhwa mendongkakkan kepalanya-lagi-, sangat jelas terlihat air mata masih meleleh di mata musangnya. Bibir kecilnya bergetar dan pipinya memerah.
"Hiks hiks.."
"Yah jagoan Appa jangan menangis lagi ne~ Nanti appa pergi lagi apa Yunhwa mau?" akal Yunho untuk menghentikan tangisan Yunhwa.
"ANDWEEE! ne ne Yunyun belhenti nangic hiks.. hikss.. hikss.." dengan sekuat tenaga(?) Yunhwa menahan supaya air mata dan isakannya tidak keluar, tapi apa yang bisa ia perbuat, ia hanya seorang anak kecil yang tidak ingin melihat kedua orangtuanya menangis dan di sakiti oleh orang lain.
"Hiks..hikss.." merasa isakan Yunhwa sedikit berkurang, Yunho menolehkan kepalanya kearah Ummanya.
"Aku tak akan pernah lagi meninggalkan meraka. Aku merasa sangat bahagia bersama mereka. Mereka adalah hidupku. Maaf jika aku tak menuruti perkataan mu umma. Tapi ini jalan yang ku pilih, hidup dengan namja dan anak yang aku cintai sepenuh hati..." Mata musang itu menatap serius kedalam bola mata Mrs Jung.
"Dan walaupun aku harus menanggalkan marga Jung dari nama ku."
"Yunho!" perkataan Yunho membuat Jaejoong protes.
Mrs Jung tak dapat berkata-kata, jari tangannya mengepal, dengan cepat ia keluar dari ruangan itu.
"Yunho-ah kau terlalu.. bagai manapun dia itu Umma mu Yun! Orang yang sudah membesarkan dan merawatmu dari kecil, kau tidak tau rasanya Yun! Dia pasti sakit hati Yun!" Jaejong setengah berteriak bagaimana pun ia adalah seorang 'ibu' yang melahirkan anaknya dengan susah payah dan merawatnya tanpa pendamping. Ia tau persis bagaimana perasaan Mrs Jung saat ini.
"Ini jalan yang kupilih Jaejoong-ah~" Yunho berjalan kearah sofa dan menghempaskan dirinya di sofa tersebut. Kemudian mengusap wajah tampannya dengan kasar.
"Tap—"
"Huweeee umma cama appa bertengkal huwee~~" Yunhwa yang melihat kedua orangtuanya saling –agak- berteriak -kembali- menangis.
"Hahh.." Yunho dan Jaejoong sama-sama menghela nafas.
"Anni~ Yunhwa–ya Umma dan Appa ngak bertengkar kok~" jelas Jaejoong tersenyum manis kearah Yunhwa dan Yunho.
"Ne itu betul~" sahut Yunho bangun dari duduknya dan berjalan kearah Jaejoong dan Yunhwa.
"Huksss kalau gitu Appa cama Umma ciuman~"
"Ehhh?"
"Hiks jadi Umma cama Appa ngak mau? Hiks.." Yunhwa kembali meraung(?).
"Oke, tapi berhenti menangis dulu.." kata Jaejoong, wajah namja cantik itu sudah menghangat.
"Hiks udah Yunyun ngak nangic lagi~~" balas Yunhwa menghapus air mata 'musang'nya dengan baju yang ia kenakan. Sedikit seringaian -yang entah menurun dari siapa- terpampang di wajahnya dan pastinya tidak diketahui oleh Yunho dan Jaejoong.
"Ayooo Appa poppo Umma~~~" teriak Yunhwa girang(?).
Namja tampan bermata musang itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, kemudian melangkah kearah Jaejoong, merengkuh pinggang namja cantik yang wajahnya telah memerah bak kepiting rebus.
"I Love You~" bisik Yunho sebelum bibir berbentuk hatinya mendarat di bibir cherry Jaejoong, bibir yang semulanya hanya menempel, kini saling meumat satu sama lain. Tak menyadari Yunhwa yang kini menutup matanya dengan tangan mungilnya-tapi masih bisa terlihat dari sela-sela jarinya yang kecil.
"Ahhh.." ah, desahan tak sengaja-untuk yang kesekian kali- keluar dari bibir merah alami Jaejoong karna lumatan Yunho.
TOK
TOK
Ketukan dari luar membuat Jaejoong mendorong dada Yunho, jangan ditanya seberapa merahnya wajah namja cantik itu.
"Hihi cudah celecai poppo-annya Appa?" tanya Yunhwa seraya terkekeh pelan, tangannya masih menutupi mata musang kecilnya. Yunho tak menjawab, namja tampan itu membawa Yunhwa kedalam pelukannya.
"Waeyo Kibum ssi?" kata Jaejoong setelah membukakan pintu, dan ternyata Kibum lah yang mengetuk pintu itu.
"Ah aniya, aku cuma ingin memastikan Yunhwa sudah tiba di kamarnya atau belum." Jawab Kibum agak canggung.
'Ahhh apa yang terjadi tadi ya? emm lebih baik aku tidak usah menanyakannya' batin Kibum.
"Ohh dia sudah tiba, itu dia sedang bermain dengan Yunho~"
"Baiklah~ maaf mengganggu~" ujar Kibum melenggang pergi dari kamar inap itu.
"Siapa Boo?"
"Cuma Kibum ssi~" jawab Jaejoong menyusul Yunho dan Yunhwa yang berada di sofa.
"Umma Appa.."
"Ne waeyo sayang?" tanya Jaejoong mengambil alih Yunhwa.
"Yunyun ingin punya adekk~~"
BLUSS
Wajah keduanya memerah, tangan Yunho kembali menggaruk tengkuknya sementara itu Jaejoong menunduk dan lebih memilih ubin putih itu sebagai objek pengamatannya.
Yunhwa?
Anak itu lagi-lagi mengeluarkan seringaiannya, aigoo dari mana kau dapatkan seringaian itu eoh Yunhwa!
"Ekh itu kita lihat saja nanti Yunhwa-ya~" jawab Yunho akhirnya setelah beberapa saat keheningan melanda.
"Allaceo~~"
.
.
.
Semburat kemerahan menghiasi langit kota Seoul, di sebuah bangku taman tampak sebuah keluarga yang sedang tertawa bersama. Siapa saja yang melihat keluarga itu pasti iri dengan kesempurnaan yang dimiliki oleh keluarga itu; Suami yang tampan, 'Istri' cantik dan seorang anak kecil-yang berada di pangkuan sang Umma- mengemaskan.
"Umma, Appa Yunyun mau main kecana dulu boleh?" anak kecil menggemaskan itu menarik-narik kaos V-neck yang digunakan oleh seorang namja yang memangkunya.
"Oke, tapi hati-hati dan jangan main jauh-jauh arra!" Jaejoong-namja canti itu- menurunkan Yunhwa.
"Dan jangan berlari-lari!" sambung Yunho.
"Hehe Okeoke nikmati kencannya Umpa~" seru Yunhwa terkekeh dan langsung pergi dari bangku berwarna coklat itu.
"Yah Kim Yunhwa!" protes Jaejoong, untuk kesekian kalinya wajah cantiknya memerah.
"Hahaha dia sangat pintar, dia tau apa yang kita butuhkan~" Yunho menyeringai dan mendekat kearah Jejoong.
"Yak hentikan seringaian mu itu!" teriak Jaejoong menjauh dari Yunho.
"Kan kita sudah lama tak bermesrahan Boo~ mumpung kita hanya berdua~" balas Yunho mengerucutkan bibir seksinya, membuat Jaejoong terkekeh dan kembali mendekat kearah Yunho. Menyandarkan kepalanya kebahu bidang namja tampan itu, sedangkan Yunho melingkarkan tangan kirirnya ke pinggang ramping Jaejoong. Dan pasangan itu menikmati semilir angin senja yang bermain di sekitar mereka.
"Jeongmal saranghae Boojae~"
"Nodo Yunnie-ah~"
.
.
.
=-=-=YUNJAE=-=-=
Kaki kecil itu terus malangkah mengelilingi taman yang banyak di datangi oleh orang itu. Matanya yang sipit makin menyipit melihat seseorang memakai baju merah yang tengah duduk di salah satu bangku yang memang di sediakan oleh taman itu.
"Kayaknya Yunyun pelnah liat olang itu deh.." gumamnya pelan, kakinya makin melangkah mendekati bangku itu.
"Hiks…hikss.."
"Ehh dia menangic?" gumam Yunhwa lagi.
Kini ia berada di depan orang itu, seorang wanita yang tengah menunduk-dengan kedua tangannya menagkup wajahnya.
"Ahjumma..ahjumma nangic kenapa?" tanya Yunhwa sembari menarik-narik kecil dress yang dipakai wanita paruh baya itu. Wanita itu melepaskan tangkupan(?) di wajahnya. Matanya membulat sempurna melihat seorang anak kecil yang tengah menarik-narik dress merahnya.
"Eh Ahjumma yang tadi!" seru Yunhwa. Sedetik kemudian ia menatap Mrs Jung dengan mata tajamnya, bibirnya mengerucut. Bocah kecil itu memperlihatkan raut tidak sukanya. Jelas. Karna wanita itu telah membuat Appa dan Ummanya menangis.
"Ahjumma yang bikin Umma dan Appa Yunyun nangic!" jari telunjuk kecilnya mengarah kearah wajah Mrs Jung. Wanita paruh baya itu menahan air matanya yang akan keluar lagi.
'Yunwa-ya kau tidak boleh dendam kepada orang yang menjahati mu ne? Yunhwa ngak boleh jahat sama mereka, dan Yunhwa balas kejahatan mereka dengan kebaikan arra?' sala satu nasehat yang di berikan Jaejoong terngiang di kepala Yunhwa. pandangannya yang tajam berubah menjadi sendu, perlahan-lahan mata musangnya berkaca-kaca, bagaimana kalau Ummanya tau bahwa ia berbuat sesuatu yang dilarang Ummanya?
"Uh.. Mi-mianhae Ahjumma~" kata Yunhwa, sontak Mrs Jung terkejut, kenapa malah anak ini yang meminta maaf!
"Aturannya Ahjumma yang minta maaf~ Mianhae." Dan untuk pertama kalinya setelah puluhan tahun hidupnya, ia meminta maaf dan itu kepada seorang anak kecil!
"Ahh kalau begitu kita caling minta maaf dan memaafkan caja eotte? Kata Umma kita haluc memaafkan olang, walau olang itu cudah jahat kepada kita~" perkataan polos Yunhwa sedikit menampar hati Mrs Jung. Tangan wanita itu terjulur untuk menggendong Yunhwa dan anak kecil itu menyambutnya dengan senang hati.
Kini Yunhwa telah duduk di pangkuan Mrs Jung dan berhadapan dengan wanita paruh baya tersebut.
"Kau benar-benar mirip Yunho." gumam Mrs Jung melihat wajah Yunhwa.
"Hehehe tentu caja dia kan Appa Yunyun!" jawab Yunhwa menepuk pelan dadanya. Mrs Jung terkekeh pelan, tingkah Yunhwa memang benar-benar mirip dengan Yunho sewaktu kecil. Wanita itu kembali mengamati Yunhwa.
Mata musang yang mirip dengan Yunho, bibir berbentuk hati serta wajah kecilnya benar-benar duplikat Yunho, tapi hanya hidungnya saja beda dengan hidung Yunho.
"Ah nama mu siapa?" tanya Mrs Jung.
"Yunhwa, Kim Yunhwa~"
"Menurutmu Umma mu bagaimana orangnya eum?"
"Umma? Eung! Umma adalah olang yang paling baik, paling cayang cama Yunyun, Umma banyak ngajalin Yunyun, kalau Yunyun calah Umma pacti malah dan kacih nasehat cama Yunyun. Walaupun Umma ngelawat Yunyun dulu cendilian, tapi umma cangat hebat dan kuat. Tapi…. Umma celing nagic malam-malam dan itu buat Yunyun cedih, Yunyun pelnah liat Umma nangis waktu ingat cama Appa. Pokoknya Umma itu The Bect!" jawab Yunhwa dengan senyuman lebarnya, mengingat betapa hebatnya sang Umma yang telah melahirkan dan merawatnya.
"Oh," gumam Mrs Jung seadanya atau tak dapat berkata-kata? Entahlah…
"Tapi kenapa tadi ahjumma belteliak kepada Umma dan Appa? Apa calah Umma dan Appa Yunyun cama Ahjumma?"
"…" wanita itu tak bisa menjawab. Mendengar dan melihat sikap Yunhwa kepadanya tadi, pasti Jaejoong sangat mengajari banyak hal yang baik kepada Yunhwa. Dan apakah ia harus membuka hati dan menerima Jaejoong bersama Yunho?
.
.
.
.
.
.
END!
.
.
.
.
Wkwkwk TBC kok tenang aja :D
Aloha~~~ ternyata kita masih bertemu lain waktu chingudeul, menurut aku sih mungkin chap depan enaknya ending. gimana di terusin ato ngak nih? Itu terserah reader :D sekali lagi makasih yang udah ripiu ff abal ini :) maaf kalo banyak typos, karna saya hanya manusia biasa yang sarak(?) akan kesalahan.*plakkk
Buat Enno KimLee kenapa aku ganti Pen name? hehe jawabannya, aku pengen ganti aja, Hyun Hyumin terlal gimana gitu~*plakkk
Mian ngak bisa balas ripiunya ne (_ _)
Me : Wahh ngak nyangka udah chap 9*dance mirotic*
Changmin : apaan yg chapter 9 ha? Batang idung gw ngak keliatan di nih ff!
Me : kan lu udah gw bikini ama Se7en ~~*lirik Missin' You*
Changmin : *BLUSSS*
Se7en : eh di Missin' You lu nanggung begok! mana!
Me : *Kaburrrr*
Changmin : *BLUSS-again*
Gaje ye? Yaudah deh di ripiu ya teman-teman~
Cee You~~*ala Yunhwa*
