Summary : Youngwoon merestui Yunho dengan Jaejoong sampai mereka berdua telah menikah dengan saat yang tak terduga. Bagimanakah kehidupan mereka saat menikah?
Desclaimer : Jae umma selamanya milik Yun appa. Minho oppa selamanya milik Taeminnie. Tapi baru-baru ini Taeminnie mengakui kalau Minho oppa mutlak milik Julie. #ditendang Shawol.
Warning : Genderswitch, akan ada typo yang berkeliaran (?).
,
,
,
"Boo." Panggil Yunho panik saat Jaejoong berbalik meninggalkan ruangannya sambil menangis.
"Kau tunggu disini ne." ucap Yunho pada Ahra sambil bangkit dari duduknya.
"Ne, sajangnim." Ahra berdiri dan sedikit bergeser agar Yunho bisa lewat.
Yunho berlari keluar dari ruangannya untuk mengejar Jaejoong.
"Dasar yeoja penganggu. Tidak tahu apa kalau aku sedang membuat momen yang manis dengan Yunho oppa. Payah." Ucap Ahra sewot tapi tak lama kemudian dia tersenyum sambil mengingat Yunho yang tadi hampir memeluknya.
"Yunho oppa dilihat dari dekat terlihat semakin tampan. Kyaa…" Ahra menangkup wajah meronanya dengan kedua tangannya.
Jaejoong terus berlari dan menangis. Hatinya benar-benar sakit melihat suaminya sendiri bermesraan dengan yeoja lain dibelakangnya.
"Yunnie jahat. Pembohong, jadi begitu kelakuannya diluar rumah. Dasar namja tidak bertanggung jawab." Gumam Jaejoong masih tetap berlari.
Jaejoong sudah keluar dari gedung Jung's Corp dan tetap berlari dengan berurai air mata (?).
Yunho baru keluar dari lift menuju lantai 2, menengok keseluruh penjuru arah tapi tetap tidak menemukan Jaejoong. Yunho berlari mencari Jaejoong disisi lainnya.
Yunho mengambil ponselnya disaku celana dan mendial nomor ponsel Jaejoong.
"Angkat, Boo." Gumam Yunho dengan masih tetap berlari tetapi panggilannya tidak diangkat oleh Jaejoong.
"Aishh.." Yunho mematikan panggilannya lalu bergegas masuk ke lift dan menekan tombol kelantai dasar.
"Mungkin Jaejoong sudah dilantai dasar. Pasti Jaejoong salah paham padaku, lagipula kenapa Jaejoong bisa datang kemari?" gumam Yunho frustasi dan tanpa sadar mengacak rambut coklatnya.
Saat pintu lift terbuka, Yunho langsung mengedarkan pandangannya untuk mencari Jaejoong. Karena tetap tidak menemukan Jaejoong Yunho segera menghampiri resepsionis.
"Hhh..Apa..hhh..Kau melihat seorang yeoja berlari..hhh..disini?" tanya Yunho sambil sedikit membungkukkan badannya karena lelah berlari mencari Jaejoong.
"Anda tidak apa-apa, sajangnim?" tanya si resepsionis khawatir.
"Hhh..Apa kau meli..hhh..hatnya?"
"Ne, tadi saya melihat ada seorang yeoja berlari keluar sambil menangis."
"Jinjja? Kemana perginya yeoja itu?"
"Mianhae sajangnim. Saya tidak tahu. Memangnya ada apa, sajangnim?"
"Aniya, tidak apa-apa. Aku pergi sebentar ne. kalau ada yang mencariku, suruh saja menunggu ?" jelas Yunho setelah nafasnya sudah mulai normal.
"Baik sajangnim."
Yunho mengangguk sekali pada resepsionis itu lalu berlari keluar menuju kepemarkiran.
"Semoga Jaejoong masih berada disekitar sini." Gumam Yunho lalu menghidupkan mesin mobilnya dan menjalankannya untuk mencari Jaejoong.
"Semoga Jaejoong tidak apa-apa. Dia sedang hamil, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri kalau Jaejoong sampai kenapa-napa." Gumam Yunho khawatir.
Yunho menjalankan moobilnya dan matanya menelusuri jalan yang ada disampingnya yang banyak dengan pejalan kaki.
Jaejoong terus berlari tanpa tujuan, sampai tak terasa dia sudah jauh dari gedung perusahaan suaminya. Karena sudah merasa lelah, Jaejoong duduk ditangga pendek didepan sebuah toko roti. Dan tak lama kemudian Jaejoong menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan menangis lagi.
"Yunnie jahat, hiks.. aku benci Yunnie..hiks..Aku minta cerai saja..hiks.." hati Jaejoong benar-benar sakit. Reflek Jaejoong mengelus perutnya yang masih rata.
"Aegya, kita pergi saja dari rumah. Appamu sudah tidak mencintai umma dan aegya lagi." Gumam Jaejoong lalu menggigit bibir bawahnya kemudian menunduk.
"Jaejoong-ah." Panggil sebuah suara yang membuat Jaejoong mendongak menatap orang yang memanggilnya.
"Hankyung oppa." Ucap Jaejoong dengan suara serak.
"Aigoo.. sedang apa kau disini?" tanya Hankyung sambil mendudukkan dirinya disamping Jaejoong.
"Hiks.." Jaejoong menangis lagi yang membuat Hankyung panik.
"Jaejoong-ah, kau kenapa?" tanya Hankyung dan reflek memeluk Jaejoong.
"Hiks..Hiks.." tangis Jaejoong makin menjadi saat Hankyung mengusap rambutnya dengan lembut. Dia jadi teringat keluarganya.
"Uljima Jae. Uljima."
Jaejoong makin mengeratkan pelukannya pada Hankyung dan membenamkan wajahnya didada bidang Hankyung.
"Aku akan telpon Yunho-ssi untuk menjemputmu." Ucap Hankyung lalu melepaskan pelukannya tapi dengan cepat Jaejoong menahannya.
"Jangan oppa, jebal."
"Mwo?"
"Aku tidak mau pulang."
"Aku tidak mengerti apa maksudmu, Jaejoong-ah."
"Aku ingin ke apartemen oppa saja. Boleh ya?" pinta Jaejoong memelas.
"Mwo?"
"Jebal oppa." Pinta Jaejoong sambil menangkupkan kedua tangannya didepan Hankyung.
"Aishh..kau ini. Baiklah, tapi janji setelah sampai diapartemenku kau harus menceritakan semuanya padaku."
"Ne, oppa. Yaksok." Jawab Jaejoong lalu tersenyum.
"Arra, kajja kita ke apartemenku." Ajak Hankyung sambil mengusap air mata Jaejoong dikedua pipi mulusnya.
"Ne, oppa tidak kekantor?" tanya Jaejoong lalu menerima uluran tangan Hankyung yang bermaksud membantu dirinya untuk berdiri.
"Ani, aku sedang malas hari ini." Jawab Hankyung lalu membimbing Jaejoong berjalan menuju mobilnya.
Yunho memukul setirnya karena tidak menemukan Jaejoong, berkali-kali Yunho menghubungi ponsel Jaejoong tapi tidak satupun panggilannya diangkat oleh Jaejoong.
"Kau dimana, Boo? Jangan membuatku khawatir." Gumam Yunho putus asa.
"Apa Jaejoong sudah pulang ya. Mungkin iya, atau pulang kerumah orang tuanya? Sepertinya yang kedua lebih banyak kemungkinannya. Astaga, bisa mati muda aku ditangan racoon raksasa itu kalau sampai dia tahu aku membuat Jaejoong menangis." Yunho bergidik membayangkan Yunho akan dimutilasi oleh Youngwoon.
Tiba-tiba ponsel Yunho berdering, dengan semangat Yunho mengangkat telponnya tanpa melihat siapa yang menghubunginya.
"Boojae, kau dimana eoh?" tanya Yunho dengan menggebu-gebu.
"I..Ini Ahra, sajangnim." Jawab Ahra dengan gugup dari seberang.
"Aishh.. Ada apa, Ahra-ah?" tanya Yunho kembali lemas.
"Klien kita dari Jepang sudah datang. Anda dimana sekarang? Saya dari tadi mencari anda tapi tidak ketemu." Keluh Ahra dengan suara yang dibuat seimut mungkin.
"Aku keluar sebentar. Katakan pada klien kita untuk menungguku sebentar, aku segera kembali." Ucap Yunho langsung memutus panggilannya secara sepihak.
Yunho memutar mobilnya menuju ke perusahaannya kembali. Selama diperjalanan, Yunho memijit pelipisnya untuk menghilangkan sedikit penatnya akibat memikirkan Jaejoong.
"Aku harap kau sudah berada dirumah sekarang, Boo." Gumam Yunho pelan.
,
#Di apartemen Hankyung#
,
"Sekarang ceritakan apa yang terjadi padamu?" tanya Hankyung setelah mereka sampai diapartemen Hankyung.
"Aku…."
"Kalau kau tidak mau cerita, tidak apa-apa. Apa aku perlu menghubungi Heechul untuk datang kemari?" tawar Hankyung.
"Eonnie sedang sibuk untuk mempersiapkan ujian skripsinya. Aku cerita pada oppa saja." Jawab Jaejoong sambil menyamanakan posisi duduknya dan menghadap Hankyung.
"Arra, sekarang ceritalah." Ucap Hankyung sambil tersenyum manis.
"Ta..Tapi…"
"Tapi apa?"
"A..Aku..Lapar oppa." Jawab Jaejoong sedikit gugup.
"Kau belum makan?"
"Belum." Jawab Jaejoong sambil menggelengkan kepalanya imut.
"Aigoo..Kau ini sedang hamil. Kasihan bayimu kalau makanmu tidak teratur begini. Ya sudah, kau mau makan apa? Akan aku masakkan."
"Gomawo oppa. Aku ingin makan nasi goreng Beijing saja. Kata Heechul eonnie, oppa sangat pandai membuatnya." Jawab Jaejoong dengan mata berbinar.
"Eonniemu terlalu berlebihan. Baiklah akan aku buatkan, tunggu sebentar ne." ucap Hankyung lalu mengacak rambut Jaejoong dengan sayang.
Jaejoong tersenyum melihat Hankyung berjalan menuju dapurnya.
"Hankyung oppa lebih baik daripada Yunho jelek itu. Apa setelah cerai dengan Yunho, aku minta dinikahi Hankyung oppa saja ya." Gumam Jaejoong tapi tiba-tiba perutnya sedikit merasa mulas.
"Aigoo..Mian aegya. Umma hanya bercanda. Meski appamu menyebalkan, umma masih tetap mencintai appamu kok. Sungguh." Ringis Jaejoong sambil memegangi perutnya yang mulasnya melebihi sakit perut. #plakk.
Setelah Jaejoong mengatakan itu, mulasnya langsung hilang tak berbekas (?). Membuat Jaejoong bernafas lega.
"Mian ne. Umma tahu kau sangat menyayangi appamu." Gumam Jaejoong lalu tersenyum miris.
,
#Dirumah Kim#
,
"Kau mau kemana, Chullie?" tanya Jungsoo saat dilihat putri sulungnya terlihat buru-buru.
"Mau membeli pernik untuk bajuku, umma. Aku pergi dulu ne." pamit Heechul lalu mencium pipi ummanya.
"Bersama Hankyung?"
"Aniya umma, aku beli sendiri. Tidak enak merepotkan Hankyung terus. Oya umma, nanti aku mau ke apartemen Hankyung sebentar. Mau mengambil makalahku yang aku printkan di Hankyung."
"Arra, hati-hati ne." pesan Jungsoo yang dijawab anggukkan oleh Heechul.
Setelah Heechul menutup pintu, entah kenapa perasaannya sedikit tidak enak.
"Kenapa aku jadi teringat Joongie ya. Apa dia baik-baik saja." Gumam Jungsoo cemas.
"Tapi kalau ada apa-apa, pasti dia atau Yunho akan menghubungiku atau Heechul. Ah, mungkin hanya perasaanku saja." Jungsoo mengalihkan pikirannya dengan menonton televisi.
,
"Sudah siap." Ucap Hankyung lalu meletakkan semangkok besar nasi goreng Beijing buatannya dimeja makan.
"Sepertinya enak." Gumam Jaejoong dengan mata berbinar menatap nasi goreng didepannya.
"Ayo makan." Ucap Hankyung lalu memberikan piring ke Jaejoong.
Hankyung terkejut melihat Jaejoong dengan semangat mengambil piring yang ada ditangannya. Hankyung melotot tak percaya melihat Jaejoong mengambil nasi goreng yang sangat banyak dan hanya menyisakan seperempat nasi goreng yang ada ditempatnya.
"Jae..Jaejoong-ah." Panggil Hankyung sedikit ngeri melihat Jaejoong makan dengan beringasnya.
Hankyung mengambil nasi goreng kepiringnya tetapi matanya masih tetap menatap Jaejoong yang makan dengan lahapnya.
"Jaejoong-ah, makannya pelan-pelan saja. Nanti kau tersedak." Ucap Hankyung lalu memasukkan sesendok nasi goreng kemulutnya.
Hankyung mengerjapkan matanya, lalu berusaha fokus pada makanannya sendiri. Belum lama dia berusaha memfokuskan matanya pada makanannya sendiri, lagi-lagi dia menatap Jaejoong horor. Jaejoong mengambil mangkok berisi sedikit nasi goreng itu lalu melahapnya dengan rakus.
"Jaejoong-ah." Gumam Hankyung tak percaya.
"Setahuku orang hamil diusia muda akan merasa mual dan tidak nafsu untuk makan. Tapi kenapa Jaejoong malah sebaliknya. Aigoo.. food monster eoh." Gumam Hankyung dalam hati.
Jaejoong memasukkan sendok terakhir kemulutnya lalu meneguk habis minumannya. Melihat Jaejoong yang seperti itu, membuat Hankyung sedikit kehilangan nafsu makan. Dia merasa kenyang sendiri melihat makan Jaejoong yang menurutnya ekstrim.
"Kenapa tidak dihabiskan oppa?" tanya Jaejoong heran.
"Aku sudah kenyang, Jae." Ucap Hankyung lalu meminum airnya.
"Kalau begitu untukku saja, oppa."
Bruusshh…
Hankyung memuncratkan (?) air yang diminumnya lalu menatap Jaejoong horor.
"Ka..Kau yakin? Apa kau tidak kenyang?" tanya Hankyung hati-hati.
"Lumayan, tapi kalau disuruh menghabiskan milikmu aku masih sanggup kok."
"Aigoo.. Apa ini bawaan dari bayi? Semoga dia waktu lahir tidak menjadi food monster sepert ummanya saat hamil." Gumam Hankyung dalam hati yang benar-benar shock.
Hankyung mendorong piringnya sampai kedepan Jaejoong yang membuat Jaejoong tersenyum.
"Gomawo oppa."
"Ne, tapi setelah ini kau harus menceritakan semuanya padaku."
Jaejoong tidak menjawab karena terlalu fokus dengan makanannya. Hankyung meminum airnya dan mengalihkan pandangannya dari Jaejoong.
,
#Di rumah Jung#
,
"Aku merindukan Yunho dan Jaejoong, Sungie." Gumam Wookie pada Yesung yang sedang mengambil kue yang sudah matang dari oven. Ya, sepasang suami-istri ini sedang membuat kue didapur.
"Aku juga merindukannya." Jawab Yesung lalu mengambil sebuah toples kecil.
"Bagaimana kalau kita mengunjungi mereka?" tawar Yesung.
"Ide bagus, Sungie. Aku ingin menanyai Yunho, Jaejoong sudah mengidam apa saja." Wookie terkekeh membayangkan anak semata wayangnya kesusahan dalam menghadapi istrinya yang sedang mengidam.
"Haha.. benar juga. Bagaimana kalau nanti sore saja kita kesana. Aku ingin sekali bisa mengelus perut Jaejoong."
Pletakk..
"Ya! Kenapa memukulku eoh?" prote Yesung sambil meringis karena baru saja dijitak Wookie dengan menggunakan penggulung adonan (?) dari kayu.
"Dasar mesum! Apa-apaan kau ini. Bisa-bisanya kau berbuat mesum begitu pada menantumu sendiri." Protes Wookie tidak terima.
"Bukan begitu maksudku, aku ingin mengelus ada didalam perut Jaejoong. Otomatis jadi mengelus perut Jaejoong kan." Jelas Yesung dengan sedikit kesal.
"Bilang dong kalau mau mengelus cucu kita, salahmu karena mengatakan ingin mengelus perut Jaejoong." Ucap Wookie lalu kembali memixer adonannya.
"Dasar, cemburumu itu terlalu berlebihan." Cibir Yesung yang membuat Wookie mempoutkan bibirnya.
"Bagaimana? Kita jadi kesana?"
"Besok sore saja. Ada beberapa kue yang belum kita buat. Kita selesaikan dulu membuatnya, baru kita kesana. Aku yakin Jaejoong pasti suka dengan kue buatanku."
"Arra, terserah kau saja yeobo." Jawab Yesung lalu memasukkan loyang berisi kue kedalam oven.
,
"Mwo? Yunho selingkuh?" gumam Hankyung setelah Jaejoong menceritakan semuanya pada Hankyung.
"Hiks.. Iya oppa. Yunnie jahat..hiks.." isak Jaejoong yang membuat Hankyung reflek memeluknya.
"Uljima Jae."
"Hiks..Yunnie jahat oppa..hiks..aku ingin cerai saja."
"Jangan begitu Jae. Kasihan anakmu nanti jika sudah lahir. Apa kau mau anakmu lahir tanpa ada seorang ayah?"
"Aku tidak peduli..hiks..aku masih cantik..hiks..aku bisa mencari namja lain dan menikah lagi..hiks.."
"Aigoo..Selain food monster, Jaejoong berubah jadi evil juga. Ya Tuhan." Gumam Hankyung dalam hati.
"Hiks..hiks.." isak Jaejoong lagi yang membuat Hankyung sadar dari lamunannya.
"Uljima Jae. Kau tidak boleh bicara seperti itu. Itu tidak baik."
"Aku tidak peduli..hiks..aku mau cerai saja..hiks.."
"Hannie.." panggil Heechul tiba-tiba yang membuat Hankyung menoleh kebelakang.
"Chulie."
"Eonnie." Panggil Jaejoong lalu mengusap air matanya.
"Joongie, sedang apa kau disini?" tanya Heechul lalu mendekati Jaejoong dan duduk disampingnya.
"Kau menangis eoh?" tanya Heechul sambil menangkup wajah Jaejoong.
"Ani..hiks.." Jaejoong kembali terisak karena merindukan perhatian dari keluarganya.
"Aigoo..Ya! apa yang kau lakukan pada adikku eoh?" tanya Heechul sambil menatap Hankyung tajam.
"Aku tidak melakukan apa-apa, Chulie."
"Jangan bohong! Lalu kenapa Jaejoong menangis? Dan kenapa juga Jaejoong bisa ada disini?"
"Hiks..Jangan marahi hankyung oppa, eon. Hankyung oppa tidak salah apa-apa." Ucap Jaejoong melepaskan tangan Heechul.
"Lalu kenapa kau menangis? Ceritakan pada eonnie."
"Tapi eonnie janji ya, jangan beritahu appa dan umma."
"Mwo?"
"Aku tidak mau appa dan umma tahu. Jebal eon."
"Arra, sekarang cerita ne."
Jaejoong mengangguk lalu menghela nafas. Dia menundukkan kepalanya sebentar lalu mendongak menatap Heechul.
"Yunho selingkuh dengan yeoja lain eon."
"MWO!?" teriak Heechul yang membuat Hankyung terlonjak kaget sedangkan Jaejoong menggigit bibir bawahnya.
"Kau yakin, saeng? Dengan siapa?"
"Dengan sekretarisnya eon. Saat aku masuk keruangannya tadi siang, aku melihatnya berpelukan dengan yeoja itu. Aku yakin mereka akan melakukan sesuatu yang tidak-tidak. Jika aku tadi tidak datang, Yunho dan yeoja itu..hiks..pasti..hiks..sudah berciuman..hiks.." Jaejoong menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Hatinya benar-benar sakit mengingat kejadian tadi siang.
"Dasar Jung sialan. Bisa-bisanya dia berbuat seperti ini pada Jaejoong. Awas ya."
"Pokoknya aku minta cerai."
"Mwo?" tanya Heechul dan Hankyung bersamaan.
"Pokoknya aku minta cerai. Aku tidak mau bertemu dengannya lagi. Hatiku sudah terlanjur sakit." Tambah Jaejoong.
"Arra, kau tenang dulu ne. Bagaimana kalau kita memberitahu appa dan umma? Mereka juga perlu tahu, saeng."
"Aniya, jangan beritahu appa dan umma, eon. Jebal, kalau eonnie memberitahu mereka sudah pasti appa akan menyuruh Yunho kerumah. Aku tidak mau bertemu dengan Yunho lagi. Aku membencinya. Aku.."
"Joongie.." Heechul panik saat dilihat Jaejoong tiba-tiba memegangi perutnya dan meringis kesakitan.
"Dasar kau ini. Arra, aku mencintai appa. Umma tidak membenci appa." Ucap Jaejoong ditengah kesakitannya.
"Saeng.." panik Heechul.
"Tidak apa-apa, eon. Memang selalu begini jika aku mengatakan kalau membenci Yunho. Sepertinya aegya tidak menerimanya." Jelas Jaejoong yang membuat Hankyung tersenyum.
"Berarti aegyamu sangat menyayangi Yunho, Jae." Jelas Hankyung.
"Aishh..dasar kau ini. Tentu saja dia marah. Bagaimanapun juga Yunho adalah appanya. Kalau tak ada Yunho tidak mungkin kau mengandung aegyamu." Kesal Heechul.
"Ne, aku menginap disini ya, oppa." Pinta Jaejoong sambil menatap Hankyung.
"Ne?"
"Aku menginap disini ya? Aku tidak bisa pulang kerumah." Pinta Jaejoong lagi dengan sedikit memelas.
"Jangan bercanda, saeng. Kalau ingin sembunyi kenapa tidak kerumah Junsu atau Eunhyuk saja." Protes Heechul karena sedikit cemburu.
"Shireo, aegya ingin aku menginap disini. Boleh ya, oppa. Jebal." Jaejoong mengeluarkan jurus puppy eyesnya yang membuat Hankyung salah tingkah.
"Bo..boleh Jae." Jawab Hankyung gugup.
"Gomawo oppa." Reflek Jaejoong memeluk Hankyung yang membuat Heechul melotot.
"Sudah, tidak perlu belebihan begitu." Protes Heechul sambil melepaskan pelukan Jaejoong ke Hankyung.
"Jangan cemburu, eon." Jaejoong terkekeh geli melihat Heechul yang mempoutkan bibirnya yang membuat Hankyung menggaruk belakang kepalanya yang tiba-tiba terasa gatal.
"Ya sudah, aku mau tidur. Oppa, aku tidur dikamarmu ne." ucap Jaejoong lalu bangkit berdiri dan langsung bergegas kekamar Hankyung tanpa mendengar persetujuan dari Hankyung dulu.
"Anak itu, kenapa jadi evil begitu?" gumam Heechul yang membuat Hankyung terkekeh.
"Bawaan dari bayi, Chulie."
"Aku jadi curiga, jangan-jangan anaknya nanti jadi evil seperti itu juga."
"Huss..jangan bicara begitu. Bagaimanapun juga, itu keponakanmu."
"Iya sih, oya aku mau mengambil makalah yang kuprint disini. Apa sudah selesai?"
"Aigoo..mian Chulie. Aku lupa. Akan aku printkan sekarang." Panik Hankyung lalu bangkit berdiri dan bergegas keruangan kerjanya yang tidak jauh dari ruang tengah.
"Aku bantu, Hannie." Ucap Heechul sedikit berteriak lalu menyusul Hankyung keruang kerjanya.
,
#Malam Hari#
,
"Lelah sekali." Gumam Yunho setelah berada diapartemen.
"Ternyata Jaejoongie tidak pulang kerumah." Gumamnya sambil melonggarkan dasinya.
"Aku merindukanmu dan aegya. Kau ada dimana, Boo? Apa ada dirumah keluargamu? Tapi sepertinya tidak mungkin. Sampai sekarang keluargamu tidak menghubungiku. Dan kalau kerumah orang tuaku, juga tidak mungkin." Gumam Yunho sambil menatap ponselnya yang berwallpaper foto Jaejoong sedang tertidur.
"Saranghae." Yunho mengelus foto Jaejoong dengan sayang.
"Aku lapar. Semoga masih ada ramen."
Yunho meletakkan ponselnya disaku dadanya, bergegas menuju dapur dan tersenyum setelah menemukan satu bungkus ramen kemudian memasaknya.
Beberapa lama kemudian ramen buatannya selesai. Tiba-tiba ponselnya berdering saat dia akan memakan ramennya.
From : Umma Nae Sarang
Yunho-ah kau sedang apa? Umma Cuma mau memberitahu kalau besok umma dan appa akan kerumahmu.
Yunho tersenyum miris membaca pesan dari ummanya.
"Semoga Jaejoongie sudah pulang saat umma dan appa kemari." Gumamnya lalu meletakkan ponselnya dan kembali memakan ramennya.
,
Jaejoong bangun dari tidurnya saat merasa lapar. Mengucek matanya sebentar lalu turun dari kasur Hankyung. Menguap saat membuka pintu dan berjalan menuju dapur untuk mencari makanan.
"Kau sudah bangun, Jae." Tanya Hankyung lalu meletakkan pizza didua piring.
"Kau pasti lapar kan? Ini ada pizza, tapi aku yakin porsi ini terlalu banyak untuk kita bertiga." Gumam Heechul lalu menuangkan air kedalam tiga gelas.
"Semoga tadi siang tidak terulang lagi." Gumam Hankyung pelan.
"Kau bicara sesuatu, Hannie?"
"Aniya Chulie."
Grek..(?)
Hankyung dan Heechul menoleh menatap Jaejoong yang tiba-tiba duduk dan menatap pizza didepannya dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Kau sudah lapar ya? Makanlah saeng."
Jaejoong langsung melahap dua pizza sekaligus yang membuat Heechul terkejut. Sedangkan Hankyung menutup matanya dengan telapak tangannya.
"Sepertinya doaku tidak dikabulkan." Gumam Hankyung dalam hati.
"Makannya pelan-pelan saja, saeng. Kau lapar sekali ya."
Jaejoong tidak menggubris pertanyaan Heechul, malah dia mengambil tiga pizza lagi sekaligus.
"Saeng.." panggil Heechul sedikit ngeri melihat Jaejoong berusaha memasukkan tiga pizza dimulutnya yang kecil.
"Sudahlah Chulie. Kau juga makan ne." Hankyung menengahi lalu mengambil satu pizza dan memakannya.
"Sudah jadi evil, sekarang jadi food monster begini. Benar-benar bukan Jaejoong, apa benar ini bawaan bayi?" gumam Heechul dalam hati.
Hankyung dan Heechul baru menghabiskan dua pizza, sebenarnya mereka masih lapar. Tapi karena pizzanya sudah dihabiskan oleh Jaejoong, membuat mereka harus sedikit menahan lapar.
Heechul menatap horor pada Jaejoong setelah mendengar Jaejoong bersendawa dengan cukup keras.
"Perutmu tidak sakit, saeng?" tanya Heechul khawatir yang dijawab gelengan kepala dari Jaejoong.
Heechul menatap Hankyung yang juga menatapnya. Hankyung tersenyum lalu mengelus rambut Heechul.
"Jangan khawatir. Ini pasti bawaan bayi." Hibur Hankyung yang mengerti akan kekhawatiran Heechul.
"Eonnie,oppa. Aku tidur dulu ne. Hoahm.." Jaejoong langsung bangkit dari kursi dan berjalan menuju kamar Hankyung lagi.
"Sepertinya aku harus menitipkan Jaejoong padamu."
"Gwaenchana. Aku tidak keberatan."
"Ne, tapi jangan macam-macam pada dongsaengku." Ancam Heechul yang membuat Hankyung tertawa.
"Jangan khawatir. Aku lebih tertarik menyentuhmu daripada menyentuh Jaejoong." Goda Hankyung membuat Heechul sedikit merona.
"Ne, aku tahu aku lebih seksi daripada Jaejoong."
"Tentu saja." Ucap Hankyung lalu mendekatkan wajahnya pada Heechul.
Cupp..
Hankyung melumat bibir Heechul sekali, lalu menatap Heechul dalam.
"Saranghae."
"Nado."
Hankyung tersenyum lalu melumat bibir Heechul lagi dengan penuh perasaan. #plakk.
Suara dering ponsel Heechul membuat mereka menghentikan aktifitasnya, Heechul mengusap bibir atasnya dengan punggung tangannya lalu mengangkat telpon yang ternyata dari ummanya.
"Yeoboseyo umma."
"Kau dimana? Apa masih diapartemen Hankyung?" tanya Jungsoo dari seberang.
"Ne umma. Wae?"
"Appamu sudah pulang, kau disuruh pulang sekarang. Apa makalahmu sudah selesai?"
"Ne, aku akan pulang sekarang. Makalahku sudah selesai, umma."
"Arra, sekarang kau pulang ne."
"Ne umma. Annyeong."
Pip..
"Siapa Chulie?"
"Umma, Hannie. Aku pulang dulu ne. Aku titip Jaejoong, tolong jaga dia. Jika ada apa-apa, segera hubungi aku."
"Arra, apa perlu ku antar?"
"Tidak perlu. Aku bisa pulang sendiri, aku pulang dulu." Hankyung mengangguk lalu mencium kening Heechul lembut.
Hankyung mengantar Heechul sampai kepintu,lalu mencium kening Heechul lagi.
"Hati-hati ne. sampaikan salamku untuk Youngwoon ahjussi dan Jungsoo ahjumma."
Heechul mengangguk, lalu melangkahkan kakinya menuju lift. Setelah Heechul sudah tidak terlihat, Hankyung masuk kedalam lalu masuk kekamarnya untuk mengambil selimut dan bantal.
"Yunnie..."
Hankyung mendongak melihat Jaejoong yang meracau memanggil nama Yunho yang membuat Hankyung tersenyum.
"Kau ingin bercerai tapi saat tidur memanggil nama Yunho." Gumam Hankyung sambil tersenyum.
Setelah selesai mengambil selimut dan bantal, Hankyung keluar dari kamar lalu meletakkan bantal disofa dan berbaring diatasnya sambil membungkus tubuhnya dengan selimut.
,
"Boo.." gumam Yunho sambil mengusap kasur yang biasanya ditiduri Jaejoong.
"Kau dimana sekarang? Aku merindukanmu."
Yunho memejamkan matanya perlahan dan tak lama kemudian diapun terlelap.
,
#Pagi Hari#
,
"Ngghh.." lenguh Yunho sambil membuka matanya perlahan.
"Boo.." gumamnya saat melihat disampingnya kosong. Biasanya disampingnya ada Jaejoong yang membangunkannya dan memberikan morning kiss.
Yunho menatap kasur disampingnya dengan tatapan sendu, lalu bangkit dari tempat tidur kemudian beranjak menuju kamar mandi.
Setelah selesai mandi, Yunho segera memakai jas kerjanya kemudian memakai dasinya.
"Aishh.." keluh Yunho saat tidak bisa merapikan dasinya.
"Masa bodo denganmu. Membuatku repot saja."
Yunho memasukkan dasinya dengan kesal ketas kerjanya, lalu mengambil kunci mobilnya dan bergegas berangkat kekantornya.
,
"Hoahmm.. Jam berapa ini eoh?" gumam Jaejoong lemah sambil mengerjapkan matanya.
Jaejoong bangun perlahan lalu memegangi perutnya yang terasa lapar. Jaejoong turun dari tempat tidur lalu bergegas menuju kamar mandi yang ada dikamar Hankyung untuk mencuci muka.
Hankyung membuat roti panggang lalu mengolesinya dengan selai coklat dan strawberry.
"Membuat sarapan apa, oppa?" tanya Jaejoong tiba-tiba yang membuat Hankyung terlonjak kaget.
"Jae, kau mengagetkanku. Hanya membuat roti panggang saja."
"Hehe..aku lapar, oppa." Jaejoong duduk dikursi dan menatap roti panggang didepannya dengan tatapan lapar.
"Ini, makanlah." Hankyung memberikan enam potong roti pada Jaejoong yang langsung dilahap Jaejoong dengan ganas.
"Pelan-pelan saja, Jae. Jika kurang akan kubuatkan lagi." Jaejoong mengangguk pada Hankyung dan tetap melanjutkan makannya.
,
#Di Jung's Corp#
,
Yunho memasuki ruangannya lalu mengambil dasi yang ada ditas kerjanya. Setelah duduk Yunho mencoba memakai dasinya lagi.
Tok..tok..
"Masuk." Ucap Yunho masih tetap sambil memakai dasinya.
"Sajangnim, saya membawa proposal proyek café kita." Ucap Ahra setelah mendekat ke Yunho.
"Ne." jawab Yunho singkat yang masih tetap berusaha memakai dasinya.
"Aishh.." keluh Yunho yang membuat Ahra terkekeh.
"Eh?" kaget Yunho saat Ahra membungkuk didepannya dan memakaikan dasinya.
"Sudah rapi. Kenapa tidak meminta bantuanku, sajangnim?" tanya Ahra sedikit –sok- imut.
"Ne, gomawo." Ucap Yunho dingin.
"Nanti kita ada rapat. Lalu kita harus survey ke café. Anda ingin ditemani saya atau Siwon-ssi?"
"Ditemani Siwon saja." Ucap Yunho dingin, sedikit menjaga jarak dengan Ahra karena yeoja ini yang membuat Jaejoong tak ada disisinya.
"Baik sajangnim."
"Letakkan proposalnya dimejaku. Kau boleh keluar dan kerjakan pekerjaanmu yang lain."
"Baik sajangnim." Jawab Ahra ceria karena berhasil menyentuh Yunho meski hanya untuk memasangkan dasinya.
Setelah Ahra keluar dari ruangannya, Yunho mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Jaejoong lagi.
"Aishh.." keluh Yunho karena lagi-lagi Jaejoong tidak mengangkat telponnya.
,
#Sore Hari#
,
"Sungie, ppali. Aku sudah menghubungi Yunho, dia sudah pulang sore ini. Kajja." Wookie menggedor pintu kamar mandi yang ada didalam kamarnya.
Cklek..
"Sebentar Wookie. Ini masih pukul lima, kenapa kau sudah ribut?" protes Yesung sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Kau itu sudah mandi selama tiga jam." Keluh Wookie lalu mempoutkan bibirnya.
"Iya,iya. Kau ini cerewet sekali."
Beberapa menit kemudian Yesung sudah berpakaian rapi dan bergegas menuju apartemen Yunho bersama Wookie.
Tak lama kemudian Yesung dan Wookie sampai diapartemen Yunho. Memasuki lift dan menekan tombol yang membawanya ketempat Yunho.
Tok..tok..
Wookie mengetuk pintu apartemen Yunho setelah mereka berdua sampai didepan pintu apartemen Yunho.
Cklek..
"U..umma."
"Annyeong chagi." Sapa Wookie.
"A..Annyeong appa." Sapa Yunho gugup yang membuat Yesung mengernyit heran.
"Silahkan masuk."
Yesung dan Wookie masuk kedalam dan kagum melihat kerapian apartemen Yunho.
"Dimana Jaejoong? Umma membawa kue untuknya." Ucap Wookie sambil meletakkan kantong plastik yang tadi dibawanya.
"Eh?"
"Kau kenapa gugup seperti itu?" tanya Yesung heran.
"A..ani."
"Mana Jaejoong?" kejar Yesung.
"Jaejoong..tidak ada dirumah."
"Mwo?" tanya Yesung dan Wookie bersamaan.
"Dia kerumah orang tuanya?"
"Aniya umma."
"Lalu?" tambah Yesung.
"Mo..mollayo." jawab Yunho lalu menundukkan kepalanya.
"Apa maksudmu? Istrimu keluar tapi kau tidak tahu dia keluar kemana."
"Bukan begitu umma, aku…"
"Kau bertengkar dengan Jaejoong?" tebak Yesung dengan menatap Yunho tajam.
"Mwo?"
"Apa kau bertengkar dengan Jaejoong?" Ulang Yesung.
"N..ne." jawab Yunho tampak sedih.
"Aigoo..apa yang terjadi eoh?" geram Yesung.
"Jaejoong salah paham padaku, appa. Dia melihatku bersama dengan Ahra." Jelas Yunho dengan lesu.
Pletak.
"Umma, kenapa memukulku eoh?" protes Yunho pada Wookie.
"Kau ini keterlaluan. Bisa-bisanya kau selingkuh." Wookie yang belum puas hanya memukul Yunho lalu menjewer telinganya cukup keras.
"Umma, appo." Keluh Yunho kesakitan yang membuat Yesung menghela nafas panjang melihat istri dan anaknya.
"Lepas umma. Appo, aishh.." Yunho menggenggam tangan Wookie berusaha melepaskan tangan Wookie dari telinganya.
"Sakit kan? Hati Jaejoong lebih sakit dari ini kau tahu." Wookie semakin mengencangkan jewerannya.
"Appo umma. Lepas, kau mau membuat telingaku melar eoh."
"Tidak akan. Kau pantas mendapatkannya."
"Umma.." rajuk Yunho.
"Sudahlah yeobo. Lepaskan jeweranmu, apa kau mau telinga anakmu yang pabo ini menjadi melar." Lerai Yesung sambil melepaskan tangan Wookie dari telinga Yunho.
"Tapi oppa.."
"Sudahlah, sekarang kau jelaskan pada kami Yunho. Apa yang sebenarnya terjadi."
Yunho menatap appanya sambil mengelus telinganya yang memerah.
"Ahra hampir jatuh, kalau aku tidak menahannya bisa-bisa dia jatuh menimpaku. Aku menahan Ahra dan terlihat seperti memeluknya, lalu Jaejoong datang kemudian keluar dari ruanganku sambil menangis."
"Aigoo..salah paham eoh." Yunho mengangguk untuk menjawab Wookie.
"Apa kau sudah menghubunginya?"
"Sudah appa. Tapi tidak satupun panggilanku yang diangkatnya."
"Kalau begitu kita kerumah Youngwoon sekarang."
"Mwo?" tanya Yunho dan Wookie bersamaan sambil menatap Yesung.
"Siapa tahu Jaejoong pulang kerumahnya dan melarang keluarganya untuk menghubungimu." Jelas Yesung.
"Bisa jadi. Ya sudah, kita kerumah Jaejoong saja." Ajak Wookie.
"Tapi aku tidak yakin, umma."
"Jangan banyak alasan, Yunho. Kau takut dengan Youngwoon kan?" tebak Yesung sambil memicingkan matanya.
"A..aniya." kilah Yunho.
"Kalau begitu apa yang kau takutkan. Kajja, kita berangkat sekarang." Yesung bangkit berdiri dan berjalan meninggalkan istri dan anaknya.
"Kajja chagi." Wookie berdiri sambil menggandeng tangan Yunho.
Yunho ikut masuk kemobil Yesung dan duduk dikursi belakang. Selama diperjalanan Yunho terdiam sibuk dengan pemikirannya sendiri. Sejujurnya Yunho bedebar-debar, sedikit ngeri bagaimana reaksi Youngwoon nanti.
,
#Di rumah Kim#
,
"Chulie, ujian skripsimu jadi besok?" tanya Youngwoon saat melihat Heechul yang sibuk dengan bajunya.
"Ne appa. Besok aku ujian dan hasilnya akan langsung keluar."
"Arra, aku doakan semoga ujianmu lancar dan kau lulus dengan nilai baik."
"Gomawo appa." Ucap Heechul tersenyum pada Youngwoon lalu berkutat kembali pada bajunya.
Ting..tong..
"Biar appa saja yang buka. Kau lanjutkan saja mengerjakan bajumu."
Youngwoon bangkit dari duduknya lalu membukakan pintu untuk tamunya.
"Yesung-ah."
"Annyeong Youngwoon-ah."
"Annyeong oppa."
"Annyeong Wookie, Yunho-ah. Masuklah." Youngwoon membuka pintu lebih lebar.
Yunho, Yesung, dan Wookie berjalan menuju ruang tengah, disana terlihat Jungsoo yang baru dari dapur dan Heechul yang sibuk mengerjakan bajunya.
"Yesung-ah, Wookie-ah, Yunho-ah." Sapa Jungsoo lembut.
"Annyeong umma." Sapa Yunho lalu membungkukkan badannya.
"Aku senang kalian main kesini bersama-sama seperti ini." Ucap Youngwoon sambil tersenyum setelah besan dan menantunya duduk.
"Mana Jaejoong?" tanya Jungsoo yang membuat Yunho dan Heechul menahan nafasnya.
"Memangnya Jaejoong tidak ada disini?" tanya Yesung yang membuat Youngwoon dan Jungsoo mengernyit heran.
"Mwo?" tanya Jungsoo heran.
"Jelaskan Yunho-ah." Perintah Yesung.
"Begini appa umma, Jaejoong tidak pulang sejak kemarin." ucap Yunho berusaha terdengar biasa.
"Aku tidak peduli apa reaksi racoon raksasa ini. Meski harus babak belur, aku akan menerimanya." Gumam Yunho dalam hati.
"MWO?!" tanya Jungsoo dan Youngwoon bersamaan.
Grep..
"APA MAKSUDMU EOH? KENAPA JAEJOONG BISA KABUR?" tanya Youngwoon emosi sambil mencengkram kerah baju Yunho.
"Kanginie." Jungsoo bangkit dari duduknya dan berusaha melerai Youngwoon.
"Ottokhae? Aku tidak mau melihat appa memukul orang lagi. Apa aku harus menghubungi Jaejoong ya." Gumam Heechul dalam hati.
"Beri kesempatan Yunho untuk menjelaskannya Youngwoon-ah." Lerai Yesung yang membuat Youngwoon melepaskan cengkramannya.
"Chulie, hubungi Jaejoong sekarang. Suruh dia untuk datang kemari." Suruh Youngwoon dengan wajah dingin.
"Ne appa."
Heechul langsung mengambil ponselnya yang tergeletak dimeja lalu menjauh dari semua orang.
"Yeoboseyo." Sapa Hankyung dari seberang.
"Hannie, bisa kau antar Jaejoong pulang. Appa menyuruh Jaejoong pulang."
"Ahjussi sudah tahu kalau Jaejoong kabur?"
"Ne, Yunho dan orang tuanya datang kerumah dan Yunho bilang kalau Jaejoong tidak pulang sejak kemarin."
"Aigoo..sepertinya Yunho-ssi benar-benar mau cari mati eoh." Hankyung menggeleng-gelengkan kepalanya memikirkan keberanian Yunho.
"Sepertinya begitu, cepat kau antar Jaejoong pulang ne. Aku tunggu."
"Arra, aku akan mengantar Jaejoong pulang."
"Hati-hati ne."
"Ne Chulie."
Pip..
Heechul berbalik kembali keruang tengah setelah mematikan telponnya.
"Bagaimana? Apa Jaejoong mau pulang?" tanya Jungsoo khawatir.
"Ne umma. Dia bilang akan pulang." Ucap Heechul yang membuat Yunho tersenyum miris.
,
"Mwo? Pulang?" tanya Jaejoong heran.
"Ne, eonnimu menyuruhmu pulang. Aku tidak tahu ada apa." Bohong Hankyung karena dia tahu kalau Hankyung mengatakan ada Yunho dirumahnya, Jaejoong pasti tidak mau pulang.
"Arra, aku juga merindukan rumah." Jawab Jaejoong dengan semangat.
"Kita berangkat sekarang."
Jaejoong mengangguk lalu Hankyung menggandeng tangan Jaejoong dan keluar dari apartemennya lalu bergegas menuju rumah Jaejoong.
,
"Jadi begitu." Gumam Youngwoon setelah mendengar penjelasan dari Yunho.
"Mianhae appa, saya yang salah." Sesal Yunho.
"Kau tidak sepenuhnya salah. Jaejoong sedang hamil,perasaan wanita hamil memang sangat sensitif." Terang Jungsoo
Ting..tong..
"Biar aku saja yang buka, siapa tahu itu Jaejoong." Jungsoo bangkit dari duduknya dan membukakan pintu.
"Umma." Jaejoong langsung memeluk Jungsoo yang membuat Jungsoo tersenyum.
"Apa kabarmu, chagi?" tanya Jungsoo setelah melepaskan pelukannya dan menangkup wajah cantik Jaejoong.
"Baik umma."
"Annyeong ahjumma." Sapa Hankyung ramah.
"Kenapa kau bisa mengantar Jaejoong pulang, Hankyung-ah?" tanya Jungsoo heran.
"Sa..saya tidak sengaja bertemu Jaejoong dijalan ahjumma." Bohong Hankyung yang membuat Jaejoong mengernyit heran.
"Arra, masuklah." Ajak Jungsoo.
Jaejoong tersenyum karena dia sangat merindukan keadaan rumahnya. Tapi tiba-tiba senyumnya memudar saat dia melihat Yunho.
"Jaejoongie." Panggil Yunho sambil bangkit berdiri dan akan memeluk Jaejoong.
"Jangan mendekat." Cegah Jaejoong yang membuat Yunho berhenti didepannya.
"Boo.."
"Mau apa kau kemari?" tanya Jaejoong dingin.
"Aku ingin menjelaskan semuanya padamu, Boo."
"Aku tidak mau dengar penjelasan apapun darimu, Jung Yunho." Ucap Jaejoong sedikit berteriak.
"Joongie, dengarkan penjelasan Yunho dulu." Hibur Jungsoo.
"Aniya umma. Aku tidak mau mendengar apapun darinya. Sekarang kau pulang, aku tidak mau melihatmu lagi." Ucap Jaejoong sambil mundur dua langkah kebelakang.
"Jebal Boo. Aku merindukanmu dan uri aegya."
"Dia bukan anakmu. Dia adalah anakku." Ucap Jaejoong sambil mengelus perutnya yang tiba-tiba terasa sakit.
"Boo." Ucap Yunho memelas.
"Aku membencimu. Kau tega berselingkuh dibelakangku." Semua yang ada disana terdiam saat melihat Jaejoong menangis.
"Aku ingin kita bercerai." Ucap Jaejoong mantap.
"Mwo?" tanya semua yang ada disana kecuali Yunho.
"Boo.."
T.B.C
Gak tau napa pas abis selese ujian, semua ide lanjutan sequel ini ilang gitu aja. Hasilnya ya jadi kayak gini. Mian ne kalo mengecewakan. T_T
,
IchankYunJae
100 buat chingu. Hoho. Ni dah lanjut. Gomawo ne dah review.
Riska0122
Gak dihajar kok. Aku juga gak tega appaku yg ganteng tu jadi babak belur. #dicium appa#ditendang umma. Ni dah update. Mian gak bisa asap. Gomawo dah review.
Gery miku
Mian gak bisa update kilat. Pasti happy end chingu. Gomawo dah review.
Aoi Ko Mamoru
Haha. Mian kalo kependekan. Makasih chingu. Gomawo ne dah review.
Enno KimLee
Iya donk, aku bikin si racoon gak terlalu sadis. Kasian ma appaku. Gomawo ma usulnya tapi mian gak sepenuhnya usul kamu aku terima #plakk# gomawo ne dah review. Mian gak bisa update cepet.
Rara
Si nenek sihir emang nyebelin #ditabok ahra#. Gomawo dah review.
KimShippo
Mereka pasti nikah kok. Tapi sabar dulu, soalnya belum waktunya. Hoho. Kamu login donk saeng. Masa' kagak pernah login? #plakk# gomawo ne doanya. ^_^
Han Neul Ra
Hanchul pasti nikah, tapi gak sekarang. Hoho. Iya, aku bikin si raccoon gak sadis banget di fic yang ni. Mian gak bisa update kilat. Gomawo dah rev chingu.
Park ha mi
Betul,betul,betul #upin ipin mode on# hanya changminie yang pantes jadi anak yunjae. Gomawo ne dah rev.
choLee Ayra'ledfu
ya ampun chingu, namamu kok susah banget ya. Mpe ngecek 3x aku pas ngetik nama kamu. Hoho. Appa kan baik hati n tidak sombong makanya nolongin tu nenek sihir #plakk# gomawo dah review.
Xxruuxx
Appa berusaha buat sabar ni. ^_^ gomawo ne dah rev.
Yunjae always
Ni dah lanjut. Gomawo ne dah rev. ^_^
Kyu501lover
100 buat chingu. Hoho. Jangan-janganmu jadi kenyataan chingu. Alhamdulillah ya. #ditendang YJS# gomawo buat doanya n revnya ne.
Chaeyeon44
Appa kan hatinya baik jadi nolongin #ditampar umma#. Ni dah lanjut. Gomawo dah rev.
Desroschan
Iya nih. Siaga buat appa. Gomawo dah rev chingu.
Uchihaputry
Kayaknya sih pake yang ni chingu. Jinjja? Aku malah ngerasa gak da unsur humornya sama sekali loh. Hoho. Oke, insya Allah kalo ada ide aku bikin. Gomawo ne dah rev.
WookppaWife
Haha. Aku juga suka yang panjang #plakk#. Ni dah lanjut, moga gak ngecewain ne. gomawo dah rev.
Aniimin
Kayaknya si gitu chingu. Ni dah lanjut. Gomawo ne dah rev.
Ryani
Ni dah lanjut chingu. Gomawo ne dah rev.
Evil Thieves
Kau tau chingu? Komenmu sedikit tapi nyesek didada #plakk# hoho. Ni dah da hanchulnya. Mian kalo ngecewain. Gomawo dah rev.
Aku suka ff
Ni dah lanjut, gomawo ne dah rev.
Haiiro-Sora
Setuju. Hoho. Gomawo chingu dah rev.
Jung hana cassie
Iya ni, appa musti ekstra sabar. Gomawo ne dah rev.
Nina317Elf
Mian gak bias update cpet. Moga chap ni gak ngecewain ne. gomawo dah rev.
Cherrizka980826
Ni dah lanjut. Gomawo ne dah rev.
Tha626
Iya ni, perusak rumah tangga orang aja tu nenek sihir #plakk#. Gomawo ne dah rev.
Anjulia
Ni dah lanjut, moga gak ngecewain ne. kan dah aku kasih saeng. Lupa ya? Hoho. Gomawo ne dah rev.
Kucing liar
Iya, Alhamdulillah ya. #plakk#. Ni dah lanjut, moga gak ngecewain ne. gomawo dah rev.
Jung JiHee
Ni dah update. Moga gak ngecewain ne. gomawo dah rev.
Meirah.1111
Gak ada cloningnya chingu. Yunho hanya 1 dan itu hanya u/ jaejoong #ketawa evil#. Jinjja? Judulnya apa chingu? gomawo ne dah rev.
,
Oya, aku juga baru nyadar kalo ternyata banyak banget silent reader. Aku sih gak masalah, tapi tolong ya? Kalo dah tergerak hatinya buat rev segera langsung rev. kotak rev akan selalu terbuka buat kalian. ^_^
,
Review pliss….
