Summary : Youngwoon merestui Yunho dengan Jaejoong sampai mereka berdua telah menikah dengan saat yang tak terduga. Bagimanakah kehidupan mereka saat menikah?
Desclaimer : Jae umma selamanya milik Yun appa. Minho oppa selamanya milik Taeminnie. Tapi baru-baru ini Taeminnie mengakui kalau Minho oppa mutlak milik Julie. #ditendang Shawol.
Warning : Genderswitch, akan ada typo yang berkeliaran (?).
,
,
,
"Jo..Joongie, jangan bicara seperti itu."
"Aniya umma. Pokoknya aku ingin cerai, cerai, cerai, cerai." Celoteh Jaejoong sambil menghentakkan kakinya kesal.
"Boo." Panggil Yunho lemas.
"Jangan panggil aku dengan nama menjijikkan itu lagi. Aku muak mendengarnya."
"Dengarkan aku dulu, Boo. Jebal."
"Aniya, POKOKNYA AKU MINTA CERAI JUNG YUNHO!" teriak Jaejoong menggema diruang tengah.
Bruukk..
"Hiks..hiks.." semua yang ada disana melotot tak percaya melihat Yunho duduk bersimpuh didepan Jaejoong dan menangis.
"Yunho-ah.." gumam Wookie merasa iba pada putranya.
"Hiks..Mianhae.."
Jaejoong menggigit bibir bawahnya setelah Yunho mengucapkan maaf, menahan rasa sakit diperutnya yang membuatnya sedikit meremas perutnya.
"Aku tahu aku salah. Tapi aku..hiks..berani bersumpah kalau aku tidak berselingkuh. Hiks..aku hanya menahannya agar dia tidak terjatuh menimpaku. Sungguh hanya itu, aku tidak ada maksud apa-apa. Sungguh..hiks.." Yunho menundukkan kepalanya dengan wajah yang sudah banjir dengan air mata.
"Yunho-ah." Yesung bangkit dari duduknya lalu menghampiri Yunho.
Yesung berjongkok disamping Yunho dan mengusap lembut bahu Yunho yang tampak bergetar. Yesung menatap iba pada putra sulungnya, dia mendongak menatap Jaejoong dan sedikit terkejut saat dilihatnya wajah Jaejoong sangat pucat sambil memegangi perutnya.
"Joongie-ah, gwaenchana?" tanya Yesung lalu menghampiri Jaejoong diikuti oleh Jungsoo.
"Joongie.." panggil Jungsoo.
Jaejoong merasa kepalanya sangat pusing dan matanya berkunang-kunang. Kemudian semua terlihat gelap dan Jaejoong jatuh tak sadarkan diri. Beruntung Jungsoo ada dibelakangnya, jadi Jaejoong tidak sampai jatuh karena Jungsoo menahan punggung Jaejoong.
"Jaejoongie!" Youngwoon bangkit berdiri dan menghampiri Jungsoo yang memangku kepala Jaejoong.
"Kenapa jadi begini eoh?" gumam Hankyung lalu Heechul menarik tangannya untuk berdiri dan menghampiri Jaejoong.
"Boojae." Yunho menghampiri istrinya yang pucat dan menatap Youngwoon dan Jungsoo dengan tatapan memohon.
"Jebal appa, umma. Percaya padaku, aku sangat mencintai Jaejoong aku berani bersumpah kalau aku tidak berselingkuh."
Youngwoon menghela nafas melihat Yunho kembali menangis.
"Aku tidak tahu harus percaya pada siapa, tapi untuk saat ini biarkan Jaejoong berada disini."
"Mwo?"
"Ini untuk kebaikan Jaejoong juga, Yunho-ah. Beri kami waktu untuk meyakinkan Jaejoong."
"Apa appa benar-benar tidak percaya padaku? Aku berani bersumpah appa kalau aku tidak selingkuh. Apa perlu aku menghadapkan Ahra pada appa dan umma dan bila perlu pada Heechul noona juga? Aku bersedia melakukannya appa."
Jungsoo menatap Yunho iba, sebenarnya sedikit kecewa karena Yunho membuat Jaejoong seperti ini apalagi dia sedang hamil.
Youngwoon mengalihkan tatapannya pada Yunho, lalu menggendong Jaejoong dengan brydal style.
"Buktikan agar aku bisa lebih mempercayai ucapanmu." Jawab Youngwoon lalu berbalik menuju kamar Jaejoong –dulu sebelum menikah-.
"Aku akan membuktikannya appa." Ucap Yunho dengan lantangnya membuat Youngwoon mengangguk tanpa menatap Yunho (?).
"Sabar chagi." Hibur Wookie sambil mengusap rambut Yunho.
"Umma percaya padaku kan?"
"Tentu, aku percaya karena kau anakku. Ya kan, Sungie?"
"Ne, tapi benar yang dikatakan Youngwoon. Dengan kau memberikan bukti, semuanya akan lebih meyakinkan terutama bagi Jaejoong. Bukan begitu, Jungsoo-ah?" Yesung menoleh pada Jungsoo yang dibalas dengan senyuman malaikatnya.
"Sekarang kau pulang saja, Yunho-ah. Biarkan Jaejoong berada disini untuk sementara ne."
Yunho mengangguk lemas lalu menghampiri Jungsoo dan memeluknya.
"Aku tahu umma kecewa padaku, tapi percaya padaku umma kalau ini semua hanya salah paham." Jungsoo tersenyum lalu mengusap punggung Yunho.
"Ne, aku ingin memberimu kesempatan. Buktikan pada kami, kalau kau benar-benar layak untuk Jaejoong sehingga kami tidak akan ragu untuk melepas Jaejoong lagi."
"Gomawo umma." Yunho melepas pelukannya lalu menatap Heechul.
"Jaga istriku ya, noona."
Heechul tidak menjawab, hanya menatap Yunho tajam tapi hanya dibalas Yunho dengan senyuman.
"Kami pamit dulu ne." pamit Yesung pada Jungsoo.
"Ne, maafkan sikap Jaejoong. Mungkin kalian ada perasaan kesal padanya."
"Tidak eon. Justru kami kesalnya pada Yunho, bisa-bisanya dia membuat uri Joongie seperti ini. Kalau Joongie kenapa-napa, eonnie langsung beritahu aku ne." ucap Wookie lalu menatap Yunho tajam.
"Mianhae." Gumam Yunho lemas, benar-benar merasa bersalah.
"Arra, kami pulang dulu. Annyeong." Jungsoo mengantar kepulangan besan dan menantunya sampai depan pintu. Setelah Yesung, Wookie, dan Yunho sudah pergi Jungsoo kembali keruang tengah dan mendapati Heechul berdiri dan melipat tangannya didada.
"Wae?"
"Kenapa umma harus bicara seperti itu pada Yunho? Aku yakin Yunho tidak berbohong."
"Aku sedikit mempercayainya, apa salahnya aku minta Yunho juga membuktikan ucapannya?"
"Umma tidak kasihan pada Yunho? Sekarang coba umma pikirkan, kalau memang Yunho hanya main-main dengan Jaejoong, buat apa dia dulu menantang appa untuk membatalkan perjodohan kami dan meminta appa untuk merestuinya dengan Jaejoong? Aku yakin Yunho pasti tahu sifat appa dari Yesung ahjussi." Ucap Heechul sedikit emosi.
"Chulie, tenanglah." Hibur Hankyung yang entah sejak kapan sudah berada disamping Heechul.
"Aku tidak bisa diam saja, Hannie. Apa kau tidak kasihan juga pada Yunho? Kau tidak ingat perjuanganmu dengan Yunho untuk membatalkan perjodohanku dengannya?" tanya Heechul dengan menatap Hankyung tajam.
"Tentu saja aku ingat, tapi kan…"
"Sudahlah, jangan bicara lagi. Awalnya aku percaya pada Jaejoong kalau Yunho mungkin selingkuh dengan yeoja lain. Tapi setelah mengingat ucapannya dan bagaimana dia mencoba mempertahankan cintanya dengan Jaejoong membuatku yakin kalau Yunho tidak berbohong." Jelas Heechul panjang lebar.
"Kenapa kalian jadi berdebat begini." Lerai Youngwoon tiba-tiba.
"Apa Joongie belum sadar?" tanya Jungsoo tanpa menggubris pertanyaan Youngwoon.
"Ne, biarkan saja dia istirahat."
"Kalau begitu saya pamit pulang ahjussi, ahjumma."
"Kenapa terburu-buru, Hankyung-ah?"
"Ada pekerjaan yang harus saya kerjakan, ahjumma. Tapi besok saya akan kemari lagi." Jelas Hankyung pada Jungsoo.
"Arra, hati-hati dijalan ne." ucap Youngwoon.
"Ne appa, gomawoyo. Annyeong." Hankyung membungkukkan badannya sedikit lalu Heechul mengantarnya sampai pintu depan.
"Hati-hati dijalan ne."
Hankyung mengangguk lalu memeluk Heechul, menundukkan kepalanya sedikit kemudian mencium bibir pulm Heechul.
"Sampai bertemu besok."
"Ne, hati-hati." Hankyung mengangguk lalu masuk kedalam mobilnya.
Setelah mobil Hankyung sudah tidak terlihat, Heechul masuk dan langsung masuk kekamar Jaejoong.
"Chulie, kenapa tidak masuk kekamarmu sendiri?" tanya Jungsoo heran.
"Malam ini aku mau tidur dengan Joongie, umma. Aku ingin bicara dengannya."
"Jangan sekarang, biarkan dia istirahat dulu." Cegah Youngwoon.
"Ne appa, aku juga tidak tega membangunkan Joongie. Jika sudah bangun nanti baru aku akan mengajaknya bicara."
Setelah Youngwoon dan Jungsoo mengangguk, Heechul masuk kekamar Jaejoong dan mendekat kekasur queen sizenya.
"Kenapa sekarang kau jadi keras kepala begini, saeng?" tanya Heechul setelah duduk ditepi tempat tidur.
"Ini bawaan dari bayi atau memang begini sifat aslimu?" Heechul mengusap rambut lurus Jaejoong lalu turun keperut ratanya.
"Ahjumma tahu kau sangat menyayangi appamu. Bantu ahjumma meyakinkan umma agar mau kembali pada appa ne." Heechul tersenyum sambil mengelus perut Jaejoong.
Heechul merebahkan tubuhnya disamping Jaejoong dan memeluknya dari samping.
"Aku tahu kau sangat mencintai Yunho. Aku akan berusaha membuatmu kembali pada Yunho." Ucap Heechul lalu memejamkan matanya.
,
"Kenapa tidak tidur, chagi?" tanya Wookie yang masih melihat Yunho duduk dengan menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi, padahal keluarga Jung sudah sampai dirumah dua jam yang lalu. Wookie meminta Yunho untuk tidur dirumah agar bisa menenangkan Yunho.
"Aku belum mengantuk, umma."
"Kau masih memikirkan Jaejoong ya." Tebak Wookie lalu duduk disamping Yunho.
"Ne." jawab Yunho dengan lemas.
"Umma mengerti perasaanmu, kita percayakan saja pada mertuamu." Saran Wookie lalu mengelus rambut coklat Yunho dengan sayang.
Yunho menghela nafas panjang lalu menyandarkan kepalanya dibahu Wookie dan memeluknya erat.
"Aku takut kehilangan Jaejoong, umma." Ucap Yunho pelan.
"Aku tahu, chagi. Makanya buktikan pada mertua dan istrimu kalau kau benar-benar tidak selingkuh." Wookie mencium puncak kepala Yunho lembut.
"Ne, aku akan meminta Ahra untuk menjelaskan semuanya pada Youngwoon appa. Sepertinya aku harus mengatakan pada semua orang dikantor kalau aku sudah menikah supaya nenek sihir itu juga tidak mendekatiku terus." Jawab Yunho yang membuat Wookie terkekeh geli.
"Sepertinya secara tidak langsung umma juga bersalah karena merahasiakan pernikahanmu dari orang-orang kantor. Tapi Siwon sudah tahu kan?"
"Ne, hanya Siwon yang tahu." Jawab Yunho semakin menenggelamkan wajahnya pada leher sang umma.
"Kenapa kau jadi manja sekali malam ini?"
"Sekali-sekali tidak apa-apa kan."
"Haha..sebentar lagi kau akan jadi appa. Tak kusangka kau bisa menghamili Jaejoong hanya dengan satu kali hubungan." Goda Wookie yang membuat Yunho terkekeh dan melepas pelukannya.
"Aku memang namja yang hebat." Wookie memukul pelan kepala Yunho yang membuatnya tertawa.
"Sudah sana tidur. Besok kau harus kekantor kan."
"Ne umma. Aku tidur dulu ne." Yunho mencium pipi Wookie lalu bangkit dari duduknya.
"Semoga Jaejoong mau kembali pada Yunho." Gumam Wookie setelah Yunho masuk kekamarnya dan menutup pintu.
,
#Pagi Hari#
,
"Aku berangkat dulu appa, umma." Pamit Yunho pada orang tuanya setelah mencomot sebuah sandwich.
"Kenapa buru-buru eoh? Ini masih cukup pagi, sarapanlah dulu, Yunho-ah."
"Aniya appa, aku ada meeting pagi ini. Aku tidak mau terlambat. Aku pergi dulu ne. Annyeong."
"Hati-hati chagi."
"Ne umma." Jawab Yunho sedikit berteriak karena dia sudah hampir sampai dipintu depan.
,
#Dirumah Kim#
,
"Eeuumm.." Jaejoong mengerjap-ngerjapkan matanya saat sinar matahari mengusik tidurnya.
"Ayo bangun. Ini sudah siang, mau sampai kapan kau tidur eoh." Panggil Heechul sambil menepuk pipi mulus Jaejoong.
"Eonnie.."
"Bagaimana keadaanmu? Apa sudah baik?" tanya Heechul lalu duduk ditepi tempat tidur.
"Ne, kemarin aku kenapa, eon?" Jaejoong pelan-pelan bangun dan menyandarkan tubuhnya.
"Kemarin kau bertengkar dengan Yunho lalu kau pingsan."
Deg…
Jaejoong menundukkan kepalanya setelah mengingat apa yang terjadi kemarin. Lalu bayangan Yunho yang memeluk seorang yeoja kembali terlintas dipikirannya.
"Kau yakin ingin bercerai dengan Yunho?"
"Aku yakin." Jawab Jaejoong dengan masih menundukkan kepala.
"Apa kau akan benar-benar mengakhiri pernikahanmu begitu saja? Yunho sangat mencintaimu, kau juga sangat mencintainya kan?"
"Dia tidak mencintaiku, eon."
"Kenpa kau berfikir seperti itu?"
"Dia selingkuh dibelakangku." Jawab Jaejoong sedikit emosi lalu mendongak menatap Heechul.
"Apa yang kau lihat tidak seperti yang kau kira, saeng."
"Kenapa eonnie membelanya? Apa eonnie mencintai Yunho?"
"Kenapa kau jadi menuduhku begitu." Heechul mengerutkan keningnya bingung.
"Eonnie mengaku saja."
"Aku tidak memiliki perasaan apapun pada Yunho. Aku mengatakan ini karena aku tidak mau kau bercerai, aku kasihan pada anakmu yang jika lahir nanti tidak ada seorang ayah."
"Aku bisa menikah lagi."
"Kau pikir mudah menikah lagi, lagipula sekarang coba kau ingat-ingat bagaimana Yunho berusaha membatalkan perjodohan kami untuk bisa bersamamu. Apa kau sudah lupa kalau dulu aku dan Yunho sempat dijodohkan dan hampir menikah?" jelas Heechul yang membuat Jaejoong terdiam.
"Jadi kau sudah lupa ya? Astaga saeng, bagaimana kau bisa melupakan itu."
Jaejoong menudukkan kepalanya lagi dan matanya mulai berkaca-kaca. Tidak mungkin dia tidak ingat bagaimana Yunho mengatakan pada appanya bahwa dia mencintai Jaejoong, padahal Yunho sudah mengetahui karakter Youngwoon yang keras kepala dan mudah melakukan kekerasan.
"A..aku ingat, eon."
"Apa sekarang kau masih meragukan Yunho? Jika memang Yunho tidak serius mencintaimu untuk apa dia berusaha membatalkan perjodohan kami?" tambah Heechul lagi yang membuat Jaejoong semakin merasa bersalah.
"Ta..tapi yeoja itu.."
"Aku yakin itu hanya salah paham saja. Yunho sudah memberitahu alasannya memeluk yeoja itu kan." Jaejoong mengangguk untuk jawaban Heechul.
"Cari kebenarannya dulu baru kau boleh memutuskan sesuatu. Mungkin saja yeoja itu suka pada Yunho dan sengaja terjatuh agar Yunho menahannya."
"Mwo?" Heechul mengangguk.
"Yunho itu tampan, meski berat untuk mengakuinya. Harus aku akui kalau Yunho memang tampan, dan aku sangat yakin banyak yeoja yang menyukainya. Termasuk yeoja yang kau bilang sekretarisnya itu."
"Eonnie benar." Gumam Jaejoong sambil reflek mengusap perutnya.
"Ne, kalau kau meminta cerai maka secara tidak langsung kau mengaku kalah pada yeoja-yeoja yang menyukai Yunho."
"Mwo? Kalah?"
"Ne. Aku yakin kecantikan yeoja-yeoja itu tidak apa-apanya dibandingkan denganmu, jadi kau jangan kalah dan tertipu dengan cara murahan mereka. Jika tertipu sama saja kau mengaku kalah dan yeoja-yeoja itu akan tersenyum merendahkanmu dan juga tersenyum bangga karena memiliki Jung Yunho. Kau mau diremehkan begitu?" Jelas Heechul panjang lebar.
"Tentu saja tidak mau. Enak saja, aku lebih baik dari mereka. Aku akn menemui Yunho oppa sekarang." Jawab Jaejoong sambil mempoutkan bibirnya kesal.
"Bagus, temui dia sekarang. Dan jaga Yunho, agar kau tidak diremehkan oleh mereka."
"Ne, kalau begitu aku mandi dulu ya, eon." Jaejoong langsung bergegas menuju kamar mandi.
"Great. Kau hebat Kim Heechul. Dan kau punya hutang padaku Jung Yunho pabo." Ucap Heechul lalu menyeringai licik. #plakk.
Kemudian Heechul keluar dari kamar Jaejoong dan menunggu Jaejoong dimeja makan, karena appa dan ummanya sudah sarapan terlebih dahulu. Appanya sudah berangkat kekantor sedangkan ummanya kesupermarket untuk berbelanja bahan makanan.
Beberapa menit kemudian Jaejoong keluar dari kamarnya dengan berpakaian rapi.
"Apa mau aku antar?" tanya Heechul saat Jaejoong memakan roti selainya.
"Tidak perlu eon. Aku naik taksi saja." Jawab Jaejoong setelah menelan rotinya.
"Kau yakin?'
"Ne, lagipula eonnie besok kan sudah ujian. Lebih baik eonnie siap-siap untuk ujian besok." Jawab Jaejoong yang membuat Heechul tersenyum manis.
"Arra, hati-hati."
"Aku sudah selesai. Aku berangkat dulu eon." Jaejoong bangkit dari duduknya lalu mencium pipi Heechul cepat.
"Kenapa buru-buru?" tanya Heechul heran.
"Aku tidak mau keduluan dengan para yeoja jelek itu. Sampaikan pada umma kalau aku kekantor Yunho ne."
"Haha..akan aku sampaikan. Hati-hati saeng." Jaejoong mengangguk lalu setengah berlari menuju pintu utama.
Jaejoong menunggu digerbang depan rumahnya untuk menunggu taksi yang tadi sudah ditelponnya. Setelah taksi itu berhenti tepat didepan Jaejoong, dia langsung masuk lalu taksi itu membawanya menuju kantor suaminya.
,
Yunho berjalan dengan Ahra disampingnya setelah keluar dari ruang meeting. Memeriksa lembar demi lembar hasil meeting yang sudah disusun oleh Ahra. Lalu kegiatannya terhenti saat ponselnya berdering nyaring.
"Yeoboseyo appa." Sapa Yunho setelah mengambil ponselnya dari saku celana.
"Apa kau masih ingat dengan janjimu kemarin?" tanya Youngwoon dari seberang.
"Ne appa, akan saya buktikan. Jam berapa anda ada waktu luang?"
"Aku yang akan kekantormu." Jawab Youngwoon cepat.
"Ne?"
"Aku yang akan kekantormu. Tapi aku tidak tahu jam berapa aku kesana, apa kau sibuk hari ini?"
"Aniya appa, hari ini saya tidak terlalu sibuk. Hanya ada meeting dengan klien dari perusahaan rekan bisnis appa saja."
"Arra, aku akan menghubungimu nanti. Annyeong"
"Ne appa." Yunho memasukkan ponselnya kesaku celananya.
"Ada apa?" tanya Yunho saat Ahra tersenyum manis kearahnya.
"Aniya sajangnim." Jawab Ahra sedikit merona karena masih ingat dengan kejadian dia menimpa Yunho dan Yunho memeluknya.
"Kajja kita keruanganku." Ajak Yunho dingin.
Greepp..
"Apa lagi?" tanya Yunho dengan sedikit tidak sabar karena Ahra menahan lengan kekarnya.
"Saya kan sudah bilang pada sajangnim, kalau anda tidak bisa memakai dasi anda bisa memanggil saya." Jawab Ahra sambil dengan cekatan memakaikan dasi Yunho.
"Sudah, tidak perlu kau rapikan." Cegah Yunho sambil menahan tangan Ahra.
Jaejoong baru saja keluar dari lift, dia terkejut karena saat menoleh dia melihat suaminya sedang didekati yeoja yang kemarin dia lihat diruangan Yunho.
"Mau apa lagi yeoja centil itu? Sok memakaikan dasi Yunho, dia tidak bisa lihat apa kalau Yunho tidak mau dia memasangkan dasinya." Gerutu Jaejoong sebal.
Dengan kesal Jaejoong menghampiri Yunho dan Ahra, dia semakin panas saat melihat Ahra yang malah mendekatkan dirinya pada Yunho.
"Kyaa…" teriak Ahra saat dengan cepat Jaejoong menjambak rambut panjang Ahra dari belakang.
"Jae..Jaejoongie.." panggil Yunho sedikit shock melihat apa yang dilakukan Jaejoong.
"Dasar yeoja centil, jadi kau yang merayu Yunho oppa ya." Ahra meringis kesakitan karena Jaejoong menjambak rambutnya dengan cukup kuat.
"Le..lepas.." Ahra menggenggam tangan Jaejoong yang menjambaknya.
"Tidak akan. Kau sudah merayu suamiku. Gara-gara kau aku hampir minta cerai dari Yunho oppa."
"Mwo? Su..suami? Yunho oppa belum menikah pabo. Kau jangan mengaku-ngaku." Kesal Ahra lalu melepaskan tangan Jaejoong dan dia berhasil.
"Enak saja. Aku ini istrinya." Ucap Jaejoong lalu menampar Ahra dengan tasnya.
"Mwo? Jangan mengaku-ngaku, sudah pasti aku yang akan menjadi nyonya Jung. Bocah sepertimu tidak pantas menjadi istri Yunho oppa." Ahra balik menampar Jaejoong yang membuat Jaejoong makin kesal terutama Ahra yang mengatakan kalau dia tidak pantas untuk Yunho.
"Dasar nenek sihir! Kuhabisi kau." Jaejoong menjambak rambut Ahra lagi dengan cukup kuat, Ahrapun membalas dengan menjambak rambut Jaejoong. Sehingga terjadilah jambak-menjambak antara Jaejoong dan Ahra.
Yunho yang sadar dari keterkejutan karena kehadiran Jaejoong yang tiba-tiba, langsung maju untuk melerai istri dan sekretarisnya.
"Boo, sudah.." lerai Yunho yang menerobos ketengah-tengah Jaejoong dan Ahra dengan posisi Yunho berada didepan Jaejoong.
"Minggir Yunnie, dia sudah menghinaku. Dan dia juga sudah merayumu." Jaejoong berusaha meraih wajah dan rambut Ahra karena terhalang Yunho yang ada didepannya.
"Yunnie? Ya! Bisa-bisanya kau memanggil Yunho oppa dengan panggilan semanis itu. Kau mau mati ya." Ahra makin geram dan menarik tangan Jaejoong yang membuat Jaejoong meringis kesakitan.
"Ahra-ah hentikan." Tegur Yunho sedikit berteriak.
"Tidak akan sajangnim. Dia sudah keterlaluan, akan kucakar wajahnya."
"Kau yang akan aku cakar." Jaejoong balik menarik tangan Ahra lalu menancapkan kukunya yang lumayan panjang pada tangan Ahra.
"Ya! Kalian berdua hentikan." Yunho sedikit kewalahan menghentikan istri dan sekretarisnya.
Karena mendengar suara yang ribut, banyak karyawan yang keluar dari ruangannya dan terkejut saat melihat atasannya yang berusaha menghentikan perkelahian antara seorang yeoja cantik dan Go Ahra.
"Sajangnim.." panggil Siwon yang membuat Yunho menoleh.
"Siwon-ah, cepat tolong aku." Suruh Yunho tegas dan Siwon mengangguk lalu menghampiri Ahra.
"Aargh..lepaskan aku Siwon-ssi. Akan kuhabisi yeoja ini." Protes Ahra karena Siwon menjauhkannya dari Yunho dan Jaejoong.
"Lepaskan aku, Yunnie. Akan aku habisi yeoja centil itu." Siwon mendongak saat Jaejoong menggeliat (?) dipelukan Yunho.
"Kim Jaejoong." Gumam Siwon, dia tahu Jaejoong karena Yunho sempat memberitahu foto Jaejoong dari ponselnya.
"Siwon-ssi lepaskan aku."
"Sudah Ahra-ah. Kau mau dipecat Yunho sajangnim eoh."
"Lepaskan aku…" Ahra masih protes pada Siwon yang membuat Siwon sedikit emosi.
"Yeoja itu adalah istri Yunho sajangnim." Ucap Siwon yang membuat Ahra terdiam.
"Mwo? Jangan bercanda Siwon-ssi. Yunho oppa kan belum menikah?" tanya Ahra lalu menoleh kebelakang menghadap Siwon.
"Dia sudah menikah tapi secara diam-diam. Tapi mungkin dalam waktu dekat akan menggelar resepsi pernikahannya. Sajangnim memang sengaja merahasiakan pernikahannya dari orang-orang kantor." Jelas Siwon yang membuat Ahra melotot.
"Sudah hentikan, Boo. Kau sedang hamil, aku tidak mau kau dan uri aegya terluka. Kita keruanganku sekarang ne." ajak Yunho lalu sedikit memaksa Jaejoong meninggalkan kerumunan dengan masih memeluk Jaejoong.
Bruukk..
Ahra mendudukkan dirinya dengan lemas saat Yunho sendiri mengatakan tentang kehamilan yeoja itu. Berarti Siwon tidak berbohong tentang pernikahan Yunho kan.
"Hiks…hiks…" Ahra menutup wajahnya dengan tangan dan menangis yang membuat Siwon iba.
"Sudah, jangan menangis." Hibur Siwon setelah berjongkok menghadap Ahra dan mengusap lembut kepalanya.
"Sudah lepaskan aku." Ucap Jaejoong kasar setelah masuk keruangan Yunho.
"Kenapa kau kemari?" tanya Yunho setelah melepas pelukannya.
"Aku kemari untuk menghajar yeoja centil itu." Jawab Jaejoong ketus.
"Mwo?" tanya Yunho bingung.
Jaejoong terdiam lalu menatap Yunho, lalu tiba-tiba Jaejoong mendekat dan mencium cepat bibir Yunho.
"Mianhae." Ucap Jaejoong lalu memeluk Yunho erat. Tak bisa dia pungkiri kalau dia masih sangat mencintai suaminya. Yunho tersenyum lalu balas memeluk Jaejoong.
"Kau tidak salah, Boo. Aku yang salah. Maafkan aku ne."
"Kau tidak salah Yun, aku yang salah. Aku sudah melihatnya sendiri kalau yeoja centil itu yang berusaha mendekatimu. Mianhae." Ucap Jaejoong sambil melonggarkan pelukannya dan menatap Yunho.
"Arra, mulai sekarang kau harus selalu percaya padaku. Aku hanya mencintaimu dan selamanya akan begitu." Jawab Yunho yang membuat Jaejoong tersenyum lalu mencium bibir Yunho lagi.
Yunho tersenyum disela-sela ciumannya, lalu menarik tengkuk Jaejoong untuk memperdalam ciumannya. Sedikit terkejut karena Jaejoong sangat bernafsu kali ini. Yunho yang merasa namja sejati tidak mau jika Jaejoong yang menguasai (?) ciuman mereka, maka dengan kemesuman yang meningkat tiba-tiba, Yunho memeluk tengkuk dan pinggang Jaejoong semakin mendekat ketubuhnya dan membuatnya kembali menguasai (?) ciuman panas mereka.
,
Heechul sedang merapikan bajunya untuk ujiannya besok. Jungsoo membawa kue kering dari dapur lalu duduk disamping Heechul.
"Serius sekali." Celetuk Jungsoo yang membuat Heechul menoleh.
"Ya iyalah umma. Kalau aku tidak lulus bagaimana."
"Kau ini. Besok ujianmu jam berapa?"
"Jam 10. Kalau umma tidak sibuk, umma datang kekampus ya."
"Umma pasti datang, tapi sendiri. Appamu sepertinya ada meeting lagi dengan klien dari Jepang."
"Arra. Umma saja sudah cukup." Heechul melanjutkan merapikan bajunya sampai dering ponselnya menghentikan aktifitasnya.
"Yeoboseyo Hannie."
"Sedang apa, Chulie?" tanya Hankyung dari seberang.
"Sedang merapikan bajuku. Kau sendiri?"
"Sedang dikantor. Besok ujianmu jam berapa?"
"Jam 10. Apa kau akan menemaniku?" tanya Heechul lalu meletakkan bajunya dimeja.
"Ne, besok aku tidak terlalu sibuk. Aku jemput jam 9 ne."
"Ne, umma juga ikut kok."
"Arra, ya sudah kalau begitu. Annyeong Chulie. Saranghae."
"Ne, nado saranghae."
Heechul meletakkan ponselnya setelah Hankyung memutuskan telpon.
"Besok Hankyung juga ikut, umma. Jadi umma tidak kesepian saat aku sidang."
"Ne, aku senang kalau Hankyung ikut." Jawab Jungsoo lalu tersenyum manis pada Heechul.
Heechul tersenyum dan mengangguk, lalu mengambil bajunya dan merapikannya lagi.
,
"Kau tidak lapar?" tanya Yunho pada Jaejoong yang duduk dipangkuannya.
"Sebenarnya lapar, tapi makannya nanti saja." Jawab Jaejoong sambil menoleh kebelakang kearah Yunho.
"Kenapa tidak sekarang?" tanya Yunho heran yang membuat Jaejoong mempoutkan bibirnya.
"Aniya, nanti kita bertemu yeoja centil itu lagi. Dia pasti akan merayumu lagi." Jawab Jaejoong yang membuat Yunho terkekeh geli.
"Cemburu eoh?" goda Yunho.
"Tentu saja, karena aku mencintaimu."
"Aku juga mencintaimu. Arra, kita makan siangnya diluar saja setelah jam makan siang selesai. Kau mau makan apa?" tanya Yunho sambil merapikan poni Jaejoong.
Jaejoong memutar tubuhnya sehingga sekarang dia duduk dipangkuan Yunho dengan menyamping (?).
"Bagaimana kalau sushi? Aku ingin makan itu, Yun." Manja Jaejoong sambil mengalungkan kedua tangannya dileher Yunho.
"Arra, kita makan sushi nanti."
"Yeay..gomawo Yun. Saranghae."
"Nado." Jawab Yunho tersenyum manis lalu mendekatkan wajahnya ke Jaejoong yang membuat Jaejoong tersenyum dan menutup matanya.
Lagi-lagi mereka saling melumat dan hanyut dalam ciuman panas mereka, sepertinya Jaejoong bukan hanya jadi food monster dan evil saja. Tapi juga menjadi mesum setara dengan suaminya. #plakk.
Youngwoon keluar dari lift dan menuju keruangan Yunho. Tidak susah baginya menemukan ruangan Yunho karena saat Yesung yang masih memimpin, Youngwoon sering datang kemari.
Cklek..
Youngwoon langsung masuk tanpa permisi, mungkin karena ruangan ini adalah milik menantunya jadi dia mulai seenaknya sendiri.
Youngwoon melotot tak percaya melihat apa yang ada didepannya, Yunho yang tampak bernafsu berciuman dengan seorang yeoja karena Yunho memegangi pipi yeoja itu sehingga tidak jelas terlihat oleh Youngwoon.
"YUNHO-AH." Panggil Youngwoon sedikit geram karena dipikir Yunho memang benar-benar berselingkuh dengan yeoja lain seperti kata Jaejoong.
Bukannya berhenti, Yunho makin mengeratkan pelukannya dan semakin memperdalam ciumannya.
Youngwoon mendekati meja Yunho, lalu menggebrak meja Yunho dengan cukup keras.
Braakk..
"APA YANG KAU LAKUKAN, YUNHO-AH?!"
Yunho terkejut mendengar suara dan gebrakan meja yang cukup keras sehingga membuatnya melepas ciumannya.
"Kenapa berhenti, Yun? Aku masih mau lagi.." rajuk Jaejoong, rupanya dia tidak mendengar suara Youngwoon karena saking asyiknya. #plakk.
"APA YANG KAU LAKUKAN EOH? JAEJOONG SEDANG HAMIL KAU MALAH ENAK-ENAKAN DENGAN YEOJA LAIN!." Bentak Youngwoon yang membuat Jaejoong langsung menoleh kebelakang.
"Appa.." panggil Jaejoong yang membuat Youngwoon terkejut.
"Joongie?" kaget Youngwoon.
"Annyeong appa. Sedang apa disini?" tanya Jaejoong ceria lalu menoleh ke Yunho.
Yunho tersenyum pada Jaejoong lalu mengusap saliva yang ada disudut bibir Jaejoong dengan ibu jarinya.
"Kenapa kau ada disini, Joongie?" tanya Youngwoon yang masih terkejut.
"Aku rindu Yunnie, appa." Jawab Jaejoong lalu menoleh ke Yunho yang membuat Yunho menggaruk belakang kepalanya karena salah tingkah.
"Mwo? Bukannya kemarin kau marah pada Yunho?"
"Ne, tapi aku sudah melihatnya sendiri tadi kalau yeoja itu yang merayu Yunnie, appa." Jawab Jaejoong lalu bangkit berdiri dari pangkuan Yunho.
"Jinjja?" tanya Youngwwon dengan mengerutkan keningnya.
"Appa, saya akan memanggil Ahra kemari." Yunho bangkit dari duduknya tapi lengannya ditahan oleh Jaejoong.
"Tidak perlu, Yun. Aku tidak mau kau dekat-dekat dengannya lagi." Rajuk Jaejoong sambil mempoutkan bibirnya.
"Appa, aku sudah melihatnya sendiri, aku tidak berbohong." Ucap Jaejoong pada Youngwoon yang membuat Youngwoon bingung dengan sifat sensitif Jaejoong.
"Kau yakin?"
"Ne, appa. Sudah Yunnie, jangan menemui yeoja itu lagi ne."
"Ne." jawab Yunho lalu tersenyum.
"Baiklah kalau begitu, aku anggap masalah ini sudah selesai. Aku pamit dulu, dan kau Yunho. Kau itu direktur disini, berilah contoh yang baik pada karyawanmu. Kalau ingin main-main dengan istrimu jangan dikantor. Untung aku yang masuk, coba kalau karyawanmu, apa kau tidak malu." Celoteh Youngwoon panjang lebar yang membuat Yunho sedikit bersemu merah.
"N..Ne appa." Jawab Yunho salah tingkah.
"Arra, aku pamit dulu. Annyeong." Youngwoon berbalik lalu berjalan keluar dari ruangan Yunho.
"Apa appa mau makan siang bersama kami?" cegah Yunho.
"Aniya, gomawo." Jawab Youngwoon singkat tanpa menoleh keanak dan menantunya.
Blaamm..
"Aku salah lagi dimata appamu." Gumam Yunho setelah Youngwoon sudah keluar dari ruangannya.
"Yunnie tidak salah kok, aku yang salah." Jawab Jaejoong lalu mengelus pipi Yunho.
"Kita sama-sama salah ne." Jaejoong mengangguk.
"Kita pergi sekarang. Aku tidak mau uri aegya kelaparan" ajak Yunho lalu menggandeng tangan Jaejoong keluar ruangan.
,
#Sore Hari#
,
Hankyung mengetuk pintu kediaman keluarga Kim sambil tangan kanannya menggenggam dua tangkai mawar merah untuk Heechul dan ummanya.
Cklek..
"Selamat sore ahjumma." Sapa Hankyung pada Jungsoo setelah yeoja paruh baya yang masih cantik itu membukakan pintu untuknya.
"Selamat sore Hankyung-ah. Silahkan masuk." Jungsoo membukakan pintu lebih lebar untuk Hankyung.
"Ne, tapi sebelum saya masuk, saya ingin anda menerima ini ahjumma." Hankyung menyodorkan setangkai mawar merah pada Jungsoo yang membuat Jungsoo tersenyum.
"Kenapa jadi merepotkanmu begini? Gomawo ne."
Hankyung mengangguk lalu masuk kedalam rumah Kim kemudian duduk diruang tengah dengan masih menggenggam setangkai mawar merahnya.
"Heechul sedang mandi, kau tunggu sebentar ne. Aku akan membuatkanmu minuman."
"Ne ahjumma."
"Hankyung-ah." Sapa Youngwoon tak lama setelah Jungsoo masuk kedapur.
"Ahjussi, baru pulang?" tanya Hankyung sopan.
"Ne, apa kau sudah lama?" tanya Youngwoon sambil melonggarkan dasinya.
"Aniya, saya baru saja disini, ahjussi."
"Arra, aku tinggal mandi sebentar ne." Hankyung tersenyum dan mengangguk.
Hankyung menghela nafas panjang lalu memandang lekat bunga yang masih digengamnya, dia benar-benar tidak sabar untuk bisa menikahi Heechul sehingga bisa memiliki yeoja itu dan merubah marganya menjadi Tan Heechul. Membayangkan itu membuat Hankyung tersenyum-senyum sendiri.
"Kenapa kau senyum-senyum sendiri, Hannie?" tanya Heechul tiba-tiba yang membuat Hankyung mendongak menatap Heechul.
Hankyung tersenyum lalu bangkit dari duduknya dan mendekati Heechul. Memandang Heechul dengan tatapan sayang dan dalam hati sangat bersyukur bisa memiliki yeojachingu secantik Heechul.
"Aniya, aku hanya memikirkanmu." Hankyung memberikan setangkai mawar merahnya ke Heechul dan diterima Heechul dengan senang hati.
"Gomawo, kenapa memikirkanku?"
"Karena kau sangat cantik terutama sore ini." Jujur Hankyung yang membuat Heechul merona.
"Tentu saja aku cantik, jika tidak mana mungkin kau tergila-gila padaku." Narsis Heechul yang membuat Hankyung terkekeh.
"Haha..kau benar. Aku sangat beruntung." Hankyung menarik Heechul kepelukannya dan memeluknya erat.
"Aigoo..romantisnya." seru Jaejoong heboh saat melihat Hankyung dan Heechul saling berpelukan.
"Jaejoongie." Heechul melepas pelukan Hankyung lalu menghampiri adiknya.
"Sudah baikan dengan Yunho eoh?" goda Heechul yang membuat Jaejoong tersenyum malu.
"Ne." jawab Jaejoong malu-malu.
"Syukurlah, jadi kau tidak jadi menjanda ne."
"Siapa yang menjanda? Aku tidak akan meninggalkan Jaejoong." Ucap Yunho tiba-tiba dibelakang Jaejoong.
"Aku mengerti tuan Jung, tapi kau harus berterima kasih padaku karena akulah yang telah membuat Jaejoong mau memaafkanmu."
"Jinjja? Woaa..gomawo noona." Yunho memeluk Heechul erat tanpa mempedulikan tatapan cemburu dari Hankyung dan Jaejoong.
"Yunnie…" rengek Jaejoong yang membuat Yunho melepas pelukannya pada Heechul.
"Mian Boo. Aku reflek. Hehe." Yunho nyengir dan Jaejoong memalingkan wajahnya menunjukkan kalau dia kesal.
"Enak ya dipeluk Yunho, mantan calon suamimu?" tanya Hankyung dingin.
"Jangan cemburu Hannie. Tadi hanya pelukan antara kakak ipar dengan adik ipar saja kok."
Hankyung menghela nafas panjang lalu duduk disofa, kemudian Jungsoo datang dengan membawa jus jeruk untuk Hankyung.
"Joongie dan Yunho ada disini juga." Ucap Jungsoo lalu meletakkan gelas berisi jus jeruk kemeja.
"Gomawoyo ahjumma." Jungsoo mengangguk lalu menoleh ke Jaejoong dan Yunho.
"Sepertinya kalian sudah baikan?" gumam Jungsoo yang membuat Jaejoong menghampirinya dan memeluk ummanya sayang.
"Ne umma, Yunho oppa tidak salah, aku sudah melihatnya sendiri kalau yeoja centil itu yang merayu Yunho oppa."
"Baguslah kalau begitu. Jadi mulai sekarang kau harus berhati-hati, Yunho-ah." Saran Jungsoo dengan nada lembut.
"Ne umma. Saya akan lebih berhati-hati mulai sekarang." Jawab Yunho mantap.
Mereka semua yang ada disana kecuali Hankyung duduk dikursi, kemudian Youngwoon datang menghampiri mereka.
"Yunho-ah." Panggil Youngwoon yang membuat Yunho menoleh ke Youngwoon dan sedikit salah tingkah mengingat kejadian tadi siang.
"Mau apa kau kemari? Bukannya kau dan Jaejoong sudah baikan?" tanya Youngwoon heran.
"Ne, Joongie yang minta kemari appa."
"Ahjussi.." panggil Hankyung membuat semua yang ada disana menoleh padanya.
"Ada apa, Hankyung-ah?" tanya Youngwoon.
Hankyung menatap Heechul sekilas lalu menatap Youngwoon kembali dengan mimik wajah serius.
"Saya ingin melamar Heechul." Jawab Hankyung mantap.
"Mwo?" kaget Youngwoon.
"Saya..saya berjanji pada diri saya sendiri dan Heechul, jika dia sudah lulus kuliah saya akan melamarnya."
Jungsoo dan Jaejoong menatap Heechul yang menundukkan kepalanya, sedangkan Youngwoon dan Yunho menatap Hankyung dengan pandangan terkejut (?).
"Kau yakin? Bukannya aku tidak menyetujui, tapi apa Heechul tidak mau bekerja dulu baru menikah?" tanya Youngwoon menatap Hankyung dan Heechul bergantian.
"Saya sangat mencintai Heechul, saya berjanji akan membantu Heechul mencari pekerjaan atau membangunkan sebuah butik untuk Heechul asal saya bisa bersama Heechul."
"Apa ucapanmu bisa dipercaya?" tanya Youngwoon dengan nada dingin yang membuat nyali Hankyung sedikit menciut.
"Ne ahjussi. Anda bisa memegang ucapan saya." Jawab Hankyung berusaha tegas.
"Bagaimana menurutmu Heechul-ah?" Youngwoon menoleh menatap putri sulungnya yang hanya menundukkan kepalanya.
"Ne appa, aku mau menikah dengan Hankyung. Aku yakin Hankyung bisa dipercaya." Jawab Heechul lalu mendongak menatap sang appa yang kemudian tersenyum lembut kearahnya.
"Kalau sudah begini aku bisa apa. Terserah kalian jika ingin menikah, toh yang menjalankannya nanti adalah kalian. Tapi pesanku tunggu sampai Heechul lulus dulu, baru menikah. Otte?"
"Jinjja? Gomawoyo ahjussi. Saya akan menikahi Heechul setelah dia lulus, dan saya yang akan mengurus semuanya. Keluarga saya yang ada di Cina juga ikut membantu." Terang Hankyung dengan wajah gembira.
"Arra, aku percayakan semuanya padamu." Jawab Youngwoon sambil tersenyum lalu menatap Jungsoo yang juga menatapnya dengan tersenyum manis.
"Selamat ya, Hankyung-ssi. Akhirnya kau bisa menikah juga." Gumam Yunho yang dibalas senyuman senang dari Hankyung.
"Oya, bagaimana kalau resepsi Jaejoong dan Yunho diadakan bersamaan dengan resepsi Heechul dan Hankyung?" saran Jungsoo pada suaminya.
"Ide yang bagus. Yunho dan Jaejoong kan belum menggelar resepsi pernikahannya. Bagaimana menurutmu Jaejoong-ah, Yunho-ah?" tanya Youngwoon dengan menatap Yunho dan Jaejoong bergantian.
"Tidak apa-apa umma, appa. Justru aku akan senang jika resepsiku dengan Heechul eonnie diadakan bersamaan." Jawab Jaejoong antusias.
"Saya terserah pada Heechul noona dan Hankyung-ssi saja. Kalau memang meraka mengijinkan dan setuju, saya juga setuju."
"Tentu saja aku setuju, Yunho-ssi. Iya kan, Chulie?"
"Ne, sepertinya akan seru." Jawab Heechul.
"Kalau begitu, aku akan membantumu mempersiapkan semuanya." Ucap Yunho pada Hankyung yang membuat Youngwoon dan Jungsoo tersenyum senang melihat menantu dan calon menantunya bisa akrab dan terlihat rukun.
"Ne, itu bisa diatur Yunho-ssi." Jawab Hankyung dengan tersenyum.
Jaejoong terdiam dan nampak memikirkan sesuatu, lalu tersenyum senang sambil mengelus perutnya yang masih rata.
"Yunnie.." panggil Jaejoong setelah pindah tempat duduk menjadi disamping Yunho.
"Ne Boo?" tanya Yunho lembut.
"Boleh aku minta sesuatu?"
Deg..
Entah kenapa tiba-tiba jantung Yunho berdebar kencang saat Jaejoong menginginkan sesuatu.
"Bo..boleh. Apa?" tanya Yunho was-was.
"Diresepsi pernikahan kita, kau undang TVXQ ne."
"Mwo?" tanya mereka yang ada disana serempak kecuali Yunho dan Jaejoong. Yunho melotot tak percaya dengan permintaan Jaejoong. Mengundang TVXQ? WTH?
"Undang TVXQ ya, Yun. Jebal, kau tahu kan kalau aku sangat mengidolakan U-Know. Aegya juga ingin bertemu dengan TVXQ. Ya, ya?" rajuk Jaejoong lalu mengeluarkan puppy eyes andalannya.
Yunho menghela nafas panjang lalu melirik kearah mertuanya yang menatapnya dengan pandangan cemas.
"Yun.." panggil Jaejoong lagi.
"N..ne..akan aku..usahakan." jawab Yunho ragu.
"Yeay..aku sayang Yunnie." Sorak Jaejoong sambil memeluk Yunho erat.
Yunho tersenyum miris saat mertua, kakak ipar, dan calon kakak iparnya memandangnya dengan raut wajah kasihan. Yunho balas memeluk Jaejoong dan mencium puncak kepalanya.
"Cobaan apa lagi yang akan kau berikan padaku Tuhan." Gumamnya dalam hati.
,
T.B.C
,
Kng Ji Ae
Ni dah lanjut, gomawo ne dah review.
Han Neul Ra
Semua reader rata-rata bisa nebak ya siapa yg bakal jadi anaknya yunjae. Hoho. Gomawo ya dah mw ngerti. #terharu. Gomawo dah rev chingu.
ZheyraSky
Iya ni, aku juga kasian ma appa. #plakk. Percaya kok. Tapi kan mereka mikirnya jaemma lagi sensitif2nya coz hamil, jadi setengah percaya yunppa. Nyambung gak? #plakk. Gomawo ne dah rev.
Haiiro-Sora
Bisa nebak anaknya yunjae ya. Haha. Gomawo ne dah rev.
XxX
Iya ni si umma. Di cere beneran ru tw rasa. #ditendang umma. Gomawo ne dah rev.
Han Haneul
Heechul kalo gimana ya? Tggu dichap selanjutnya ne. haha #ditampol Haneul-ssi. Gomawo ne dah rev.
Irengiovanny
Haha. Han oppa boong biar jaemma mw diajak pulang. Ni dah lanjut, moga gak ngecewain ne. gomawo dah rev.
Tha626
Tanya ma jaemma #ditoyor umma pke panci. Gomawo ne dah rev.
Riska0122
Haha, bisa nebak ya. Si ahra aslinya mank nyebelin. Jangan seneng donk kan kasian kalo appa babak belur ^_^. Ni dah lanjut, moga gak ngecewain ne. gomawo dah rev.
Kyu501lover
Ahra belom tau kalo yunppa dah nikah. Tapi dichap ini aku buat dia jadi tau. Haha #ketawa evil bareng minppa. Sabar, changmin oppa masih aku simpen disaku celana #plakk. Gomawo ne dah rev.
Aniimin
Ni dah lanjut, moga gak ngecewain ne. gomawo dah rev.
Desi2121
Bisa nebak anak yunjae ya. Hoho. Gak jadi cerai kok sist. Ni dah lanjut, moga gak ngecewain ne. gomawo dah rev.
Rearea
Akhrnya ada juga sidears yg tobat #plakk. Hoho. Ada yg bisa nebak lagi anaknya yunjae. Ni dah lanjut, moga gak ngecewain ne. gomawo dah rev.
Zira
Ada lagi yang bisa nebak anaknya yunjae. ^_^ gomawo ne dah rev.
Booboopipi
Kenapa bahaya? Malah seru chingu. #plakk. Gomawo ne dah rev.
Aoi Ko Mamoru
Iya ni, awal penderitaan yunppa. Tapi nanti juga ada penderitaan han oppa. #evil smirk#, ni dah lanjut, moga gak ngecewain ne. gomawo dah rev.
Gery miku
Pengennya 1chapter panjang chingu, tapi karena aku juga seorang reader biasanya ngerasa bosan sendiri kalo baca fic yg terlalu panjang. Jadi mungkin yang aku alamin ini juga sama kyk reader lainnya. Jadinya ya, aku bagi beberapa chap gitu. Hoho. Gomawo ne dah rev.
Ardhy
Ada lagi yang nebak anaknya yunjae ^_^. Ide bagus tuh. Tapi kalo sekretarisnya cow jadi kurang seru donk. Gomawo ne dah rev.
Savory pancake
Aku juga gak sabar pengen negeluarin min oppa dari saku celana #plakk. Aku pikirin lagi deh chingu. Gomawo atas saran n reviewnya ne.
Nina317Elf
Ada lagi yang bisa nebak anak yunjae? Ckck ^_^. Mian ya kalo chap ini gak panjang. Takut reader bosan bacanya kalo terlalu panjang. Mian. Gomawo ne dah rev.
Nara-chan
Hebat donk bisa ngikuti. Hoho. Aku setuju chingu, ayo basmi si nenek sihir sok cantik itu #plakk. Boleh banget donk. Tapi jangan lupa tinggalin jejak ne. gomawo dah rev.
WookppaWife
Gak donk. Masa aku tega misahin ortu sendiri #plakk. Ni dah update, moga gak ngecewain ne T_T. gomawo dah rev.
Guest
Iya, kasian banget ya. Gomawo chingu dah rev.
Uchihaputry
Haha. Aku juga suka bagian itu. Kasian yunppa. Ada lagi ya yg nebak anak yujae, hoho. Ahra Cuma tokoh pendukung aja disini. Oke, gomawo ne dah rev.
Cherrizka980826
Iya tuh si umma. Ni dah lanjut. Moga gak ngecewain ne. gomawo dah rev.
NaMinra
Ada lagi yang nebak anaknya yunjae. Haha. Yundad gak kaget coz saking lemesnya ngedenger jaemom minta cerai. Hoho. Gomawo ne dah rev.
Yi yeong hye
Gnti akun lagi? Iya gak apa-apa, manusia emg banyak lupanya #plakk. Ni dah update. Mian ya saeng klo chap ini mengecewakan T_T. Gomawo dah rev.
Jy
Namanya singkat banget ya. Hoho. Iya donk, kalo gak sayang mana mungkin min oppa mau di TVXQ berdua aja ma appa. #plakk. Gomawo ne dah rev.
Mitsuki Hana
Ada lagi yg bisa nebak ^_^. Ni dah update, mian ne kalo mengecewakan. Gomawo dah rev.
Guest
Ni dah lanjut, mian gak bisa cepet. Gomawo dah rev
Screamkorea
Haha. Ketebak lagi deh. ^_^. Gomawo ne dah rev.
KimShippo
Login donk saeng. Gimana si kamu ni #plakk. ^_^. Iya udah selese, tapi mian gak bisa update cepet coz sodaraku banyak jadi harus keliling2 kerumah sodara. Gomawo ne dah rev.
CassieCiel
Ya ampun, ada yang bisa nebak lagi. Hoho. Ni dah update eon, mian kalo mengecewakan. Gomawo eon dah rev.
Meirah.1111
Haha, u ni lucu ya chingu. Aku ngakak baca komenmu. Mian gak bs update asap. Gomawo ne dah rev.
Vivinetaria
Gak jadi pisah kok. Haha. Ni dah lanjut. N kayaknya bakalan mengecewakan, kalo mw ngritik aku terima deh. T_T. gomawo ne dah rev.
Kucing liar
Ada yg bisa nebak lagi. Huaa..reader semuanya hebat ya. #plakk. Gomawo ne dah rev.
Shim Minkyu
Annyeong juga, kamu minkyu shipper ya chingu. Ada yg bisa nebak lagi. Aku terharu #plakk. Ni dah lanjut, moga gak ngecewain ne. gomawo dah rev.
Anami Hime
Gak jadi cerai kok. Ada lagi yang bisa nebak anaknya yunjae. Hoho. Ni dah lanjut, moga gak ngecewain ne. gomawo dah rev.
Umi elf teukie
Ada lagi yg bisa nebak ya. Haha. Ni dah lanjut moga gak ngecewain. Gomawo ne dah rev.
Aku suka ff
Ni dah lanjut, moga gak ngecewain ne. gomawo dah rev.
,
Oya met hari raya idul fitri buat readers yg ngerayain.
Aku minta maaf apabila ada tutur kataku disini ada yg buat readers tersinggung ato ngerasa gak nyaman.
Minal aidzin walfaidzin ne..
,
Berkenan review….
,
