Summary : Youngwoon merestui Yunho dengan Jaejoong sampai mereka berdua telah menikah dengan saat yang tak terduga. Bagimanakah kehidupan mereka saat menikah?
Desclaimer : Jae umma selamanya milik Yun appa. Minho oppa selamanya milik Taeminnie. Tapi baru-baru ini Taeminnie mengakui kalau Minho oppa mutlak milik Julie. #ditendang Shawol.
Warning : Genderswitch, akan ada typo yang berkeliaran (?).
,
,
,
"Mwo?"
"Ne, kau harus menemaniku ke gedung SM." Jawab Yunho sambil menatap Siwon tajam.
"Yang benar saja, Yunho-ah. Mengundang TVXQ diacara resepsi pernikahanmu?"
"Ini permintaan Jaejoong."
"Istrimu sudah gila." Ucap Siwon asal.
"Ya!"
"Kau pikir mudah mengundang TVXQ. Apa kau juga lupa siapa itu TVXQ?" tanya Siwon heran lalu duduk disofa diruangan Yunho.
"Tentu saja aku tahu. Tapi mau bagaimana lagi, Jaejoong memintaku untuk mengundang mereka. Sebagai suami yang baik aku harus menuruti kemauan istriku terutama yang sedang dalam keadaan hamil kan." Jelas Yunho.
"Tapi tetap saja sulit, Yunho-ah. Kalau mereka minta bayaran tinggi bagaimana?"
"Soal uang tidak jadi masalah bagiku." Jawab Yunho mantap.
"Kalau mereka tidak bisa datang?" kejar Siwon lagi.
"Itu yang menjadi masalahnya. Mereka bintang bukan hanya di Korea, tapi juga di Asia bahkan diluar Asia. Aku takut mereka tidak bisa."
"Lalu bagaimana?"
"Kita tetap harus mencoba. Kau harus menemaniku ke gedung SM. Atau lebih baik kita berangkat sekarang."
"Mwo? Sekarang?"
"Ne. Kajja." Yunho bangkit dari duduknya lalu menarik paksa tangan Siwon.
,
Hankyung membukakan pintu mobil untuk Heechul, setelah Heechul keluar Hankyung ganti membukakan pintu mobil untuk Jungsoo.
"Gomawo Hankyung-ah." Ucap Jungsoo setelah keluar dari mobil Hankyung.
"Umma.." panggil Heechul sedikit manja.
"Ne, hwaiting chagi. Umma yakin kau pasti bisa." Ucap Jungsoo sambil mengelus rambut pirang Heechul.
"Aku sedikit gugup umma."
"Umma yakin kau bisa. Sudah sana masuk. Hwaiting ne."
Heechul mengangguk lalu menatap Hankyung yang menatapnya lembut.
"Hwaiting, Chullie." Heechul mengangguk lalu masuk keruang sidang, karena memang dalam angkatannya hanya Heechul yang ujian skripsi hari ini.
Heechul berjalan menuju kesebuah ruangan yang sebelumnya menjadi kelasnya. Sebelum memutar knop pintu, Heechul menarik nafas panjang.
"Hwaiting Kim Heechul." Setelah meyakinkan hatinya, Heechul memutar knop pintu lalu masuk keruangan itu.
,
Yunho dan Siwon sudah sampai di gedung SMEnt. Setelah melepas sabuk pengaman mobil Yunho, Siwon menatap Yunho dengan tatapan ragu.
"Wae?"
"Kau yakin, Yunho-ah?" tanya Siwon lagi.
"Sudah kukatakan aku sangat yakin seyakin-yakinnya, Siwon-ssi. Ada apa denganmu eoh?" tanya Yunho heran.
"Aku tidak yakin dengan idemu ini."
"Wae?"
"Kau meminta TVXQ datang sebagai tamu. Itu atinya uang yang kau berikan pada mereka tidak sebanyak seperti saat konser. Kalau mereka tidak mau bagaimana?"
"Kita belum mencobanya, Siwon-ah. Kita tidak akan tahu jawabannya jika kita belum mencoba."
"Tapi…"
"Sudah, aku tidak mau dengar apa-apa lagi. Cepat turun." Potong Yunho cepat membuat Siwon mendengus sebal.
Yunho dan Siwon keluar mobil bersamaan kemudian masuk ke gedung besar SMEnt.
"Annyeonghaseyo." Sapa Yunho ramah pada resepsionis.
"A..Annyeong.." jawab yeoja itu gugup karena ada dua namja tampan didepannya.
"Saya ingin betemu dengan manager TVXQ. Apakah bisa?" tanya Yunho sopan.
"Ne? ada perlu apa anda ingin bertemu dengan manager TVXQ?"
"Ada sesuatu yang penting yang ingin saya bicarakan mengenai TVXQ."
"Arra, akan saya telpon beliau terlebih dahulu." Yunho tersnyum menjawab si resepsionis.
Yunho menoleh pada Siwon dan tersenyum bangga, karena dia yakin akan berhasil membawa TVXQ ke resepsi pernikahannya.
Yunho mengedarkan pandangannya keseluruh sudut gedung SM. Dan seketika matanya melotot melihat seorang namja tampan dengan tubuh tinggi tegap sedang berada didepan lift yang tertutup.
"U-Know.." gumam Yunho lalu tanpa berfikir lebih lama lagi, Yunho berlari menghampiri U-Know yang membuat Siwon terkejut.
"Ya! Yunho-ah, mau kemana eoh?" Siwon ikut mengejar Yunho.
"Eh?" kaget si resepsionis karena Yunho dan Siwon yang tiba-tiba meninggalkannya.
U-Know, yang merupakan leader TVXQ yang menjadi idola Jung Jaejoong telah masuk kedalam lift. Yunho membelalakkan matanya lalu secepat kilat dia berusaha mengejar U-Know tanpa mempedulikan Siwon yang memanggil namanya.
Tepp..
U-Know menatap horor Yunho karena tiba-tiba menghalangi menutupnya pintu lift. Yunho langsung masuk dan tepat saat pintu lift tertutup Siwon baru sampai dilift itu.
"Sial, mengejar Yunho saja tidak bisa. Lariku yang lambat atau memang gedungnya yang terlalu luas eoh." Gerutu Siwon kesal.
Yunho menyeringai melihat U-Know ada didepannya. U-Know memandang Yunho bingung.
"Nuguseyo?" tanya U-Know sopan.
"Akhirnya aku bisa bertemu denganmu. Annyeong U-Know-ssi. Jung Yunho imnida." Yunho membungkukkan sedikit badannya.
"Ne. ada perlu apa? Apa kau pegawai baru SM?" tanya U-Know polos membuat Yunho tersinggung.
"Apa dia tidak melihat aura pengusaha dari tubuhku? Artis yang payah."
"Aniya, aku bukan pegawai baru SM. Aku seorang pengusaha." Jawab Yunho dengan tetap berwibawa.
"Aigoo..mianhae. Aku pikir kau pegawai baru disini. Ada perlu apa?"
"Aku minta sedikit bantuanmu."
"Bantuan apa? Apa kau mau mengkontrak TVXQ untuk mempromosikan produk perusahaanmu? Kalau memang iya, aku minta maaf, Yunho ssi. Aku tidak bisa menerimanya."
"Aniya, ini bukan masalah bisnis. Tapi lebih mengarah kepribadi."
"Mwo?"
Ting..
Pintu lit terbuka, U-Know bergegas akan keluar tapi tubuh Yunho menghalangi jalannya.
"Dengarkan aku dulu, U-Know-ssi." Pinta Yunho.
"Mian Yunho-ssi. Youngwoongie sedang menungguku dikafe SM. Dia sedang sakit dan dia harus minum obat yang aku bawa ini." Jawab Yunho sambil menunjukkan sebuah kantong plastik yang sejak tadi dibawanya.
"Sebentar saja, U-Know-ssi. Hanya satu menit." Yunho mengacungkan jari telunjuknya yang membuat U-Know menghela nafas.
"Arra, satu menit." Yunho tersenyum lebar lalu menarik U-Know keluar dari lift.
"Aku ingin TVXQ datang keresepsi pernikahanku."
"Mian aku tidak bisa menerimanya. Youngwoongie sedang sakit dan kami diberi libur oleh agency sampai minggu depan. Mian, aku tidak bisa menerimanya. Kami sudah lelah dengan banyaknya tour dibeberapa negara." Keluh U-Know terdengar seperti curahan hati.
"Aku ingin kau datang sebagai tamu. Bukan sebagai bintang tamu." Jawab Yunho membuat U-Know bingung.
"Istriku sangat menyukai TVXQ dan sangat mengidolakanmu. Dia mengidam dan memintamu mengundang TVXQ diresepsi pernikahan kami minggu depan."
"Mengidam? Hamil diluar nikah ya." Celetuk U-Know seenaknya.
"Kurang lebih begitu." Jawab Yunho pelan dan malu-malu.
"Haha..arra, jika sebagai tamu aku dan teman-temanku pasti mau. Selain bisa menyenangkan istrimu yang sedang mengidam, kita juga dapat makan gratis." Jawab U-Know dengan terkekeh.
"Artis tetap mencari gratisan ya. Payah." Gumam Yunho dalam hati.
"Aku akan datang, Yunho-ssi."
"Jinjja?"
"Ne. aku dan teman-temanku pasti akan datang."
"Gomawo U-Know-ssi. Aku akan mengirim undangannya kedorm kalian. Bisa aku minta alamat dorm TVXQ." Pinta Yunho.
U-Know mengangguk lalu mengeluarkan dompet mewahnya dan mengeluarkan sebuah kartu pengenal.
"Kamsahamnida, U-Know-ssi."
U-Know mengangguk lalu meninggalkan Yunho yang tersenyum bahagia sambil menggenggam kartu pengenal yang diberikan oleh U-Know.
Ting..
Lift terbuka dan Yunho langsung masuk lift dan menekan tombol untuk kembali kelantai dasar. Dia lupa kalau tadi dia meninggalkan Siwon sendirian dibawah.
Siwon menunggu Yunho dilobi sambil memutar-mutar ponselnya. Sesekali dia menggerutu kesal karena Yunho belum dia temukan.
Ting…
Pintu lit terbuka dan tampak Yunho keluar dari lit lalu menolehkan kepalanya kekiri dan kekanan mencari Siwon.
Pletakk..
"Appo…" gumam Yunho setelah Siwon memukul kepalanya dari belakang.
"Apa yang kau lakukan, Siwon-ah?" kesal Yunho sambil meringis kesakitan.
"Darimana seja eoh? Meninggalkanku sendirian?"
"Hehe..mian. aku bicara dengan U-Know tadi."
"Lalu?"
"Dia mau hadir diresepsi pernikahanku. Sebagai tamu." Jawab Yunho membuat Siwon mengerutkan kening tidak percaya.
"Dia benar-benar mau?" tanya Siwon meyakinkan lagi.
"Ne. akan aku ceritakan dijalan nanti. Kajja, kita kembali kekantor." Ajak Yunho lalu beranjak keluar dari gedung SM diikuti oleh Siwon.
,
"Huaaa..bosaaaann.." Jaejoong melemparkan remote televisi asal.
"Yunnie kenapa belum pulang ya? Aku kangen." Gumam Jaejoong sambil mengusap perutnya.
"Aegya, umma lapar. Bagaimana kalau kita memasak makanan yang banyak. Kau mau?"
"Ne umma. Minnie mau." Jaejoong bersuara dengan menirukan suara khas anak kecil yang membuat Jaejoong terkekeh.
"Minnie ya.." gumam Jaejoong dengan meletakkan tangannya dipipi. Imut.
" Kalau nanti kau lahir, umma akan memberimu nama yang belakangnya berakhiran Min. tapi apa ya?" Jaejoong mengusap perutnya dan berfikir nama yang bagus untuk anaknya nanti.
"Kalau yeoja akan aku beri nama Taemin. Tapi kalau namja akan aku beri nama Changmin. Huuaaa.. nama yang daebak. Kau memang pintar, Jung Jaejoong." Jaejoong bersorak gembira lalu bangkit dari duduknya lalu bergegas menuju dapur.
"Kajja Minnie. Kita makan. Umma lapar sekali. Appamu pulangnya masih lama." Jaejoong memakai apronnya lalu mengeluarkan semua bahan makanan yang ada dikulkas dan mulai memotong bahan-bahan untuk masakannya.
,
Sudah dua jam Hankyung dan Jungsoo menunggu Heechul, tapi Heechul belum keluar juga dari ruang sidangnya.
"Kenapa Chullie lama sekali."
"Tenang ahjumma. Saya yakin semua akan baik-baik saja." Hankyung menggenggam tangan calon mertuanya membuat Jungsoo tersenyum.
"Ne, aku harap begitu Hankyung-ah." Jawab Jungsoo.
"Umma! Hannie!" panggil Heechul setengah berteriak lalu berlari menuju Hankyung dan Jungsoo.
"Umma!" Heechul memeluk ummanya membuat Jungsoo terkejut.
"Ada apa, Chullie?" tanya Jungsoo khawatir.
"Aku lulus umma." Jawab Heechul setelah melepas pelukannya pada Jungsoo.
"Jinjja?" Heechul mengangguk lalu Jungsoo bangkit berdiri dan memeluk Heechul. Hankyung tersenyum lalu ikut berdiri dan menatap ibu dan anak yang tampak bahagia itu.
"Chukkae." Jungsoo melepas pelukannya lalu menangkup wajah cantik Heechul.
"Ne umma. Ini semua berkat doa umma." Jungsoo mengangguk.
Heechul menoleh menatap Hankyung lalu tersenyum lebar.
"Hannie.." Heechul memeluk Hankyung dan dibalas oleh Hankyung.
"Chukkae.." Heechul mengangguk lalu melonggarkan pelukannya.
"Gomawo untuk doanya. Ini juga berkat doamu, Hannie." Hankyung mengangguk lalu melepas pelukannya.
"Tapi mian, Hannie. Wisudaku tidak jadi hari ini. Tapi bersamaan dengan teman-temanku yang lain. Kurang lebih kurang tiga bulan lagi." Ucap Heechul dengan mimik sedih.
"Gwaenchana. Aku yakin appamu bisa mengerti dan tetap mengijinkan kita untuk menikah. Ya kan ahjumma?" Hankyung menoleh pda Jungsoo.
"Ne, wisuda kan hanya untuk pembuktian kalau kau sudah lulus saja. Aku rasa itu tidak masalah. Appamu pasti akan tetap mengijinkan kalian menikah." Jawab Jungsoo membuat Heechul tersenyum.
"Ne, kalau begitu kita pulang umma. Kita rayakan kelulusanku bersama appa,Joongie dan Yunho." Ucap Heechul sambil menggamit lengan Hankyung dan Jungsoo sekaligus.
"Ide yang bagus. Tapi kita belanja dulu. Umma akan membuat kue dan makanan yang banyak dan enak. Tapi untuk sementara ini jangan beritahu appamu dan Joongie dulu. Kita akan buat kejutan untuk mereka." Heechul dan Hankyung menyetujui usul Jungsoo dan kembali kepemarkiran dengan diiringi tawa bahagia.
Ponsel Heechul berdering setelah mereka bertiga sudah masuk kedalam mobil Hankyung.
From : Racoon Appa
Heechul-ah, bagaimana ujianmu? Apa lancar? Apa kau lulus? Mianhae, appa tidak bisa menemanimu karena appa banyak pekerjaan. Dan katakan pada umma kalau appa hari ini pulang saat makan malam.
Heechul tersenyum membaca pesan dari Youngwoon lalu menoleh kebelakang menatap ummanya.
"Umma, nanti appa lembur dan pulang saat makan malam. Jaejoong dan Yunho kita suruh kerumah saat makan malam saja ya."
"Ne, sepertinya Tuhan mendukung kita untuk menjalankan misi kejutan ini." Jungsoo terkekeh dan membuat Heechul tertawa.
"Umma benar. Apa kau tidak kembali kekantor, Hannie?" tanya Heechul menoleh menatap Hankyung.
"Aniya, aku ingin libur hari ini. Bukankah ini adalah hari spesial untuk keluargamu dan juga aku?" Heechul tersenyum mendengar jawaban Hankyung.
"Gomawo." Heechul mengusap pipi Hankyung dengan sayang.
"Cheon." Hankyung menjalankan mobilnya meninggalkan kampus Heechul dan menuju ke supermarket.
,
"Akhirnya selesai juga." Gumam Jaejoong lega setelah meletakkan mangkok besar yang ketujuh kemeja makan.
Jaejoong berbinar-binar mentap semua makanan yang ada dimeja. lalu Jaejoong duduk dikursi dan mengambil semua makanan kedalam piringnya. Satu suapan membuat Jaejoong berfikir dan matanya berubah sendu.
"Makan sendirian tidak enak. Yunnie sudah makan siang belum ya." Lalu ditengoknya jam didinding yang menunjukkan waktunya jam makan siang.
"Aku suruh pulang saja. Siapa tahu nanti dia diajak nenek sihir itu makan siang bersama." Gumam Jaejoong sambil membayangkan Yunho makan siang bersama dengan Ahra dan Ahra yang menyuapi Yunho.
"Tidak boleh. Hanya aku yang boleh menyuapi Yunnie." Gumam Jaejoong sebal lalu mengambil ponselnya dimeja ruang tengah kemudian kembali duduk dikursi meja makan.
"Yeoboseyo boo." Sapa Yunho mesra dari seberang.
"Yunnie…" rengek Jaejoong manja.
"Yes honey. Ada apa?"
"Sudah makan siang?"
"Belum. Apa kau sudah makan? Jangan sampai kau telat makan, aku tidak mau kau dan uri aegya sakit."
"Ini aku sedang makan." Jawab Jaejoong sambil terkekeh. Dia senang Yunho perhatian padanya.
"Bagus. Makan yang banyak ne. supaya kau dan uri aegya sehat." Pesan Yunho.
"Aku mau Yunnie pulang." Ucap Jaejoong cepat.
"Mwo?" heran Yunho.
"Aku ingin makan siang dengan Yunnie dirumah. Aku sudah masak banyak, tapi tidak enak kalau makan sendirian. Yunnie pulang sekarang ya." Rengek Jaejoong sambil mengelus perutnya.
"Mian boo. Aku tidak bisa. aku…."
"Hiks..hiks.." Yunho terkejut mendengar suara isak tangis Jaejoong.
"Kau kenapa boo?" tanya Yunho panik.
"Yunnie sudah..hiks..tidak sayang Joongie..hiks..dan aegya lagi ya? Yunnie tidak..hiks..mau pulang karena mau..hiks..makan siang dengan nenek..hiks..sihir itu kan?" ucap Jaejoong dengan masih terisak.
"Bukan begitu, boo. Aku sedang…."
"Yunnie memang sudah tidak sayang Joongie dan aegya lagi. Joongie benci Yunnie." Potong Jaejoong cepat.
"Jangan bicara seperti itu, boo. Aku…yeoboseyo. Boo."
"Aishh.." Yunho meletakkan ponselnya dimeja dengan kesal karena Jaejoong memutuskan telponnya begitu saja. Yunho dan Siwon memang sudah kembali kekantor sejak satu jam yang lalu.
"Sabar Jung. Sepertinya kau harus mengalah lagi sekarang." Gumam Yunho lemas.
Yunho mengangkat gagang telpon lalu mendial telpon sekretarisnya, Ahra.
"Aku pulang sekarang. Kegiatanku kau tunda semuanya dulu ne. aku ada urusan." Ucap Yunho lalu menutup telponnya tanpa mendengar jawaban Ahra.
Untuk apa dia mendengar jawaban Ahra? Yunho direktur disini. Lagipula Yunho masih sedikit kesal pada Ahra karena bertengkar dan berkata kasar pada Jaejoong. Untung Jaejoong dan bayinya baik-baik saja. Kalau sampai salah satu dari mereka terluka, Yunho akan menghajar Ahra tidak peduli meski dia seorang yeoja.
Yunho setengah berlari sambil memakai jas kerjanya. Karyawan yang menyapanya tidak digubrisnya sama sekali. Yang ada dipikirannya hanya Jaejoong dan anaknya. Setelah masuk kedalam mobil, Yunho menyalakan mesinnya dan menjalankan mobilnya menuju keapartemennya dan Jaejoong.
"Hiks..Appa tidak sayang kita lagi aegya..hiks.." gumam Jaejoong. Ditatapnya miris makanan yang ada diatas meja.
"Mana janjimu, Yun? Hiks.." Jaejoong menutup wajahnya dengan tangan lalu menangis tersedu-sedu.
"Lebih baik aku mati saja. Yunnie sudah tidak mencintaiku lagi." Jaejoong bediri lalu mengambil sebuah pisau.
"Mungkin sebenarnya kau memang menginginkan aku mati agar kau bisa bersama nenek sihir itu." Gumam Jaejoong yang semakin kalut dengan pikirannya sendiri.
"Hiks..Hiks..Yunnie jahat." Jaejoong menempelkan pisau pada urat nadinya.
Jaejoong menghela nafas panjang lalu bersiap memotong urat nadinya.
Grepp..
"Apa yang kau lakukan, boo?" Yunho panik sambil memegangi tangan Jaejoong yang menempelkan pisau keurat nadinya.
"Lepaskan aku. Bukannya kau ingin aku mati."
"Mwo?"
"Sudah sana pergi. Aku tahu kau ingin aku mati agar kau bisa bersama dengan nenek sihir itu kan." Tuduh Jaejoong dengan menahan air matanya yang akan tumpah.
"Kau bicara apa, boo? Mana mungkin aku menginginkan itu. Aku sangat mencintaimu."
"Aku tidak percaya." Jaejoong mencoba melepaskan tangan Yunho yang menahannya tetapi tenaga Yunho jauh lebih kuat dari pada dia.
"Kenapa kau befikir begitu, boo? Ada apa denganmu? Masa' hanya karena aku menolak untuk makan siang bersamamu kau menuduhku yang tidak-tidak dengan Ahra." Ucap Yunho yang membuat Jaejoong terdiam.
"Aku banyak pekerjaan dikantor. Aku bekerja untuk kedua orang tuaku dan kau juga. Aku mohon mengertilah." Yunho melepaskan dengan pelan pisau yang ada ditangan kanan Jaejoong lalu meletakkannya dimeja makan lalu menangkup wajah Jaejoong.
"Dengarkan aku, aku mencintaimu. Aku menolak ajakanmu bukan berarti aku tidak mencintaimu lagi. Aku juga ingin setiap saat bersamamu. Memelukmu, menciummu dan bercinta denganmu, tapi jika aku menuruti egoku bagaimana aku bisa menghidupimu? Bisa-bisa Youngwoon appa memecatku menjadi menantunya jika mengetahui kau kelaparan." Jaejoong tekekeh mendengar ucapan Yunho.
"Mian, aku ingin bersamamu. Aku kesepian, Yun." Ucap Jaejoong menyesal lalu memeluk erat Yunho.
"Kau bisa kerumah orang tuamu atau orang tuaku. Aku bisa menyuruh karyawanku untuk mengantarmu jika kau tidak mau naik bis sendiri." Jawab Yunho lalu mencium kepala Jaejoong.
"Aku hanya ingin bersamamu, pabo." Jawab Jaejoong membuat Yunho terkekeh.
"Arra, kau bisa datang kekantorku. Tapi untuk menemaniku bukan bertengkar dengan Ahra lagi."
"Memangnya kenapa? Apa kau tidak suka aku bertengkar dengan Ahra? Atau jangan-jangan kau merasa khawatir dengan Ahra?" tuduh Jaejoong yang membuat Yunho menghela nafas berat.
"Mulai lagi menuduhku. Kenapa dia jadi lebih sensitif begini." Gumam Yunho dalam hati.
"Kenapa diam? Memang benar ya?" Jaejoong memukul dada bidang Yunho yang membuat Yunho meringis kesakitan.
"Appo boo." Ringis Yunho sambil mengusap dadanya.
"Aku hanya tidak mau kau dan aegya terluka." Sambung Yunho cepat yang membuat Jaejoong tersenyum senang.
"Aku senang Yunnie mengkhawatirkan aku." Jaejoong memeluk Yunho lagi.
"Saranghae."
"Nado." Yunho terkekeh melihat sikap Jaejoong yang berubah-ubah.
"Yun.." panggil Jaejoong manja sambil mendongak menatap Yunho yang juga menatapnya.
"Ne?"
"Poppo." Jaejoong memejamkan matanya dan mengalungkan lengannya dileher Yunho yang membuat Yunho menyeringai mesum.
Yunho mencium lalu menghisap bibir bawah Jaejoong, sedikit melumatnya dengan pelan dan Jaejoongpun membalas. Ciuman Yunhopun menjadi panas dan penuh penekanan (?). yunho memiringkan kepalanya untuk memperdalam ciumannya lalu memasukkan lidahnya kemulut Jaejoong yang dengan senang hati disambut oleh Jaejoong.
Yunho menggendong Jaejoong ala brydal style lalu membawanya kekamar mereka. Setelah menutup pintu, Yunho menjatuhkan tubuhnya dan Jaejoong dikasur mewah mereka. Ciumannya mulai turun kedagu lalu keleher putih Jaejoong. Yunho menarik kaos Jaejoong keatas dan meraba sesuatu didadanya. Jaejoongpun membuka kancing kemeja Yunho dan melepas kemeja itu lalu melemparkannya asal. Suara desahan dari keduanya mulai terdengar sampai deringan ponsel Yunho sedikit mengganggu aktifitas mereka.
Dengan masih menciumi dan menghisap leher Jaejoong, Yunho mengeluarkan ponselnya dari saku celananya dan memberikannya pada Jaejoong.
"Yeoboseyo."
"Saeng? Ya! Kenapa tidak menjawab panggilanku eoh?" tanya Heechul kesal dari seberang.
Jaejoong menggigit bibir bawahnya berusaha menahan desahannya agar tidak keluar, karena Yunho menggigit titik sensitif dilehernya.
"Aahh..Ne, mianhaee.." jawab Jaejoong setengah mendesah.
"Saeng, apa yang kau lakuakn? Kenapa suaramu aneh begitu?" tanya Heechul heran.
"Aniya, ada apa eon?"
"Aku ingin kau kerumah nanti malam. Appa dan umma memintamu datang kerumah. Kau datang dengan Yunho ne."
"Ne..ahh..Yunnie.." racau Jaejoong membuat Heechul sadar apa yang sudah dilakukan dongsaengnya itu.
"Pantas saja dia yang mengangkat. Rupanya dia sedang bersama Yunho. Dasar Jung mesum." Cibir Heechul dalam hati.
"Arra, mian karena sudah mengganggu kegiatanmu dengan suamimu. Silahkan lanjutkan lagi. Annyeong." Heechul langsung menutup telponnya tanpa menunggu jawaban Jaejoong.
Jaejoong meletakkan ponselnya asal lalu memeluk Yunho dengan erat, dan bersiap melakukan ketahap inti bersama Yunho.
,
"Dasar Jaejoong pabo." Gerutu Heechul menghampiri ummanya yang sedang memakai apron putihnya. Heechul, Jungsoo dan Hankyung sudah sampai dirumah sejak sepuluh menit yang lalu.
"Kenapa?" tanya Jungsoo heran.
"Joongie tidak sopan sekali umma. Masa' aku telpon dia sedang bercinta dengan Yunho. Payah."
Hankyung dan Jungsoo terkekeh mendengar cibiran Heechul.
"Kenapa kau kesal? Wajar kan mereka bercinta. Mereka sudah suami istri, Chullie."
"Aku tahu, umma. tapi setidaknya jangan saat aku menelpon dia." Bantah Heechul.
"Mungkin kau yang tidak tepat menelponnya saat itu." Tambah Hankyung yang diamini oleh Jungsoo.
"Iya juga sih. Aishh..dasar." gerutu Heechul lalu memotong daging bersama dengan Hankyung.
,
Yunho memeluk Jaejoong dari samping lalu mengusap peluhnya yang memenuhi dahi dan pelipisnya.
"Kau lelah?"
"Ne, kau jahat sekali tadi. Seperti menghajarku saja." Keluh Jaejoong yang membuat Yunho terkekeh.
"Mian, aku terlalu bersemangat tadi. Selama hamil, kau terlihat semakin cantik, boo."
"Jinjja?" tanya Jaejoong mendongak menatap Yunho.
"Ne, membuatku ingin menyerangmu setiap waktu."
"Ya!" Yunho terkekeh melihat wajah Jaejoong yang merona.
"Kajja kita makan. Kau belum makan siang kan." Ajak Yunho lalu mengubah posisinya menjadi duduk.
"Aniya, aku sudah tidak lapar." Jaejoong menarik selimutnya sampai keatas kepala.
"Kau belum makan apa-apa, boo. Ayo makan." Yunho menarik paksa selimut Jaejoong.
"Aku malas, Yun. Suapi ne."
"Kau ini kenapa manja sekali." Protes Yunho.
"Ini keinginan uri aegya. Apa kau tidak mau menyuapiku?" kesal Jaejoong.
"Arra, pakai bajumu."
"Shireo. Pakaikan."
"Ya!"
"Pokoknya pakaikan. Kalau tidak mau aku tidur lagi."
"Ne, ne." Jawab Yunho pasrah. Diambilnya baju Jaejoong yang berserakan dilantai lalu dipakaikannya pada Jaejoong. Lalu Yunho memakai celananya saja dan bertelanjang dada.
"Gendong." Jaejoong merentangkan tangannya pada Yunho.
Yunho menghela nafas lalu menggendong Jaejoong ala brydal style lalu membawanya kemeja makan. Setelah mendudukkan Jaejoong, Yunho mengambil makanan kepiring Jaejoong sebelumnya.
Yunho tersenyum saat memasukkan suapan pertama dimulut Jaejoong. Dengan telaten Yunho menyuapi Jaejoong sampai istrinya itu merasa kenyang.
Tak lama kemudian, Yunho menyuapkan suapan terakhir pada Jaejoong. Yunho menatap miris mangkok yang tadi berisi penuh makanan sekarang hanya tinggal mangkoknya saja.
"Aigoo..lalu aku makan apa?" gumam Yunho miris dalam hati.
"Mianhae Yun. Semuanya kuhabiskan. Aku akan masak lagi untukmu." Jaejoong akan berdiri tapi lengannya ditahan oleh Yunho.
"Tidak perlu, boo. Aku akan masak sendiri, kau istirahat saja ne." cegah Yunho.
"Kau yakin?"
"Ne, istirahatlah." Jaejoong tersenyum lalu mengangguk. Jaejoong berdiri lalu meninggalkan Yunho menuju kekamarnya.
"Kalau makannya sebanyak ini setiap hari, bisa bangkrut aku gara-gara membeli makanan." Yunho memukul kepalanya pelan lalu berdiri dan membuat nasi goreng untuk dirinya senidri.
Yunho memasukkan bumbu-bumbu dan bau sedapnya tercium sampai kekamar. Jaejoong yang semula tertidur membuka matanya dan langsung turun menemui suaminya.
"Yunnie, apa sudah matang?" tanya Jaejoong tiba-tiba yang dijawab Yunho dengan gelengan kepala.
"Kenapa belum tidur?" tanya Yunho lalu memindahkan nasi gorengnya kepiring.
"Aku mencium wangi masakanmu dan membuatku langsung terbangun." Yunho mengangguk.
"Yun, aku minta nasi gorengnya ya." Yunho yang baru meletakkan nasi goreng kemeja langsung berbalik menatap Jaejoong yang ada dibelakangnya dengan pandangan horor.
"Ya Tuhan…" gumamnya dalam hati. Ingin sekali dia menghantamkan kepalanya ketembok sekarang juga.
,
#Malam hari#
,
"Aku pulang." Youngwoon meletakkan sepatunya dirak lalu ganti memakai sandal santai.
"Selamat datang ahjussi." Hankyung tersenyum menatap calon metuanya itu.
"Kau ada disini, Hankyung-ah?" Hankyung mengangguk.
"Mana Heechul? Apa dia lulus?" Hankyung menundukkan kepalanya dan merubah raut wajahnya jadi sesendu mungkin.
"Kenapa Hankyung-ah?" tanya Youngwoon was-was.
"Apa Heechul tidak lulus?" gumam Youngwoon pelan.
"Teukie! Heechul-ah!" Youngwoon berteriak memanggil istri dan anaknya karena Hankyung tidak menjawab pertanyaannya. Karena tidak ada yang menjawab panggilannya, Youngwoon mencari mereka diruang makan.
Youngwoon terkesiap saat melihat Jungsoo mengelus rambut Heechul dan Heechul menangkupkan wajahnya dengan kedua tangannya.
"Chullie." Panggil Youngwoon pelan tapi tidak dijawab Heechul.
"Hiks..hiks.." Youngwoon kelabakan mendengar isakan Heechul. Pikirannya sudah kalut, takut kalau Heechul tidak lulus.
"Teukie, ada apa dengan Heechul? Apa ada hubungannya dengan ujiannya hari ini?" Jungsoo tidak menjawab, tapi hanya menundukkan kepalanya.
"Chullie.." Youngwoon menghela nafas lalu mengusap pundak Heechul lembut.
"Sabar ne, appa…"
Grepp..
Youngwoon hampir terjungkal kebelakang karena Heechul memeluknya tiba-tiba.
"Appa, mianhae.." ucap Heechul lirih dan Youngwoon mengangguk lalu mengusap punggung Heechul.
"Aku…."
"Ne?"
"Aku lulus appa." Youngwoon berhenti mengusap punggung Heechul.
"Mwo?" Heechul melepas pelukannya lalu tersenyum menatap Youngwoon.
"AKU LULUS, APPA!" Teriak Heechul lantang yang membuat Youngwoon melotot.
"Mwo?" Heechul mengangguk lalu memeluk Youngwoon yang masih belum mengerti.
Kemudian Youngwoon mendengus dipelukan Heechul saat melihat Jungsoo terkekeh.
"Kau mengerjaiku ya? Menangis seperti itu membuatku khawatir saja. Dasar kau ini." Omel Youngwoon sambil memukul kepala Heechul pelan.
"Hehe..aku kan mau membuat kejutan." Heechul melepas pelukannya pada Youngwoon.
"Dasar, aku mau mandi dulu."
"Haha..mian Kanginnie. Sudah membuatmu khawatir. Oya, nanti Jaejoong dan Yunho akan kemari. Aku mengajak mereka untuk makan malam disini."
"Arra. Aku mandi dulu." Youngwoon berdiri dari duduknya setelah Jungsoo mengangguk.
Kemudian Hankyung membantu Jungsoo menata makanan diatas meja makan. Lalu tak lama kemudian Jaejoong dan Yunho datang dan langsung duduk dikursi meja makan.
"Kau ini tidak sopan. Mana ucapan salammu." Heechul kesal lalu memukul kepala Jaejoong dan Yunho.
"Ya!" Yunho balas memukul Heechul.
"Untuk apa mengucapkan salam, ini kan juga rumahku." Protes Jaejoong.
"Kau itu bukan keluarga Kim lagi. Kau itu keluarga Jung pabbo."
Pletakk…
"Umma!" Heechul meringis mengusap kepalanya setelah mendapat jitakan dari Jungsoo.
"Jaga bicaramu, Chullie." Omel Jungsoo membuat Yunho tertawa.
"Jangan tertawa Jung." Heechul melotot menatap Yunho.
"Mian. Damai ne." Heechul mendengus sebal.
"Kalian berdua sudah datang." Youngwoon muncul tiba-tiba (?) membuat semua yang ada disana menoleh kearahnya.
"Annyeong Youngwoon appa." Yunho sedikit salah tingkah lagi mengingat kejadian diruangannya itu.
"Appa. Kau semakin tampan eoh." Puji Jaejoong berdiri lalu mencium pipi kanan Youngwoon.
"Haha..tentu saja. Appamu ini namja paling tampan di Korea. Dan sebentar lagi akan menjadi yang paling tampan sedunia." Jungsoo dan Hankyung terkekeh mendengar celotehan Youngwoon.
"Dasar racoon. Baru tahu aku kalau dia bisa narsis juga." Gerutu Heechul dalam hati.
"Ne, tapi nanti nae aegya akan menandingi ketampanan appa." Jawab Jaejoong sambil mengelus perutnya yang membuat semua yang ada disana terkejut dengan ucapan Jaejoong.
"Tampan? Memangnya anakmu namja, Jae?" tanya Hankyung.
"Molla." Jaejoong mengendikkan bahunya lalu kembali duduk. Dan langsung mengambil piring dan mengambil banyak makanan.
Youngwoon dan Yunho masih melongo menatap Jaejoong, mencoba mencerna ucapan Jaejoong tadi.
"Apa anakku namja ya?" gumam Yunho dalam hati.
"Ya sudah, kita makan sekarang." Jungsoo menengahi lalu menarik tangan Youngwoon untuk duduk disebelahnya.
Jaejoong makan terlebih dulu lalu tak sengaja menoleh ke Yunho.
"Yun, kajja kita makan. Kenapa melamun disitu." Jaejoong menarik tangan Yunho yang membuatnya tesadar dari lamunannya lalu Jaejoong mendudukkan Yunho disebelahnya. Mengambilkan makanan untuk Yunho lalu memberikannya pada Yunho.
"Gomawo." Jaejoong tersenyum pada Yunho lalu melanjutkan makannya lagi.
Semua makan dalam diam, sampai Jungsoo dan Youngwoon melotot melihat Jaejoong yang mengambil makanan lagi karena setahu mereka, tadi Jaejoong sudah makan cukup banyak.
"Jaejoong-ah, kau yakin bisa menghabiskannya?" tanya Youngwoon sedikit ngeri melihat piring Jaejoong yang makanannya lebih banyak dari yang sebelumnya.
"Ne." jawab Jaejoong disela kunyahannya.
Heechul, Yunho, dan Hankyung menghela nafas pelan melihat makan Jaejoong yang sangat ekstrim itu. Jungsoo tersenyum lalu berbisik ke Youngwoon.
"Jangan khawatir, itu pasti karena bawaan bayi." Youngwoon mengangguk lalu melanjutkan makannya lagi.
"Oya, eonnie kenapa mengajakku dan Yunho makan malam disini?" tanya Jaejoong disela kunyahannya membuat Heechul menatapnya.
"Karena…."
"Karena?" tanya Jaejoong heran membuat Yunho mengerutkan keningnya.
"Karena aku lulus saeng."
"Woooaaa…chukkae.." ucap Jaejoong heboh membuat Yunho dan yang lainnya tersenyum.
"Ne, gomawo." Jaejoong tersenyum senang dan bangga pada Heechul.
"Chukkae." Ucap Yunho yang dibalas senyuman manis dari Heechul.
,
Setelah makan malam selesai, Heechul dan Jaejoong mencuci piring sedangkan Hankyung dan Yunho duduk diruang tengah bersama dengan Jungsoo dan Youngwoon.
"Jadi Heechul noona sudah lulus ya." Gumam Yunho.
"Ne Yunho-ah. Aku sudah mempersiapkan semuanya, kau bagaimana?"
"Aku belum menyiapkan apa-apa, Hankyung-ssi." Jawab Yunho lemas.
"Tidak perlu sedih begitu, aku berencana untuk menyatukan resepsi kita, mulai dari gedung alat-alat pesta dan yang lainnya. Kau tidak pelu cemas."
"Jinjja?"
"Ne, mungkin kau hanya perlu menyiapkan gaun dan jas pengantinmu saja. Kalau kau mau sama denganku dan Heechul tidak apa-apa. Tapi akan tampak seperti pernikahan masal nantinya. Hehe.."
"Aniya, aku akan mencari gaun dan jas sendiri saja. Aku tidak mau kalau terlihat seperti pernikahan masal. Apa kata klien kita nanti." Yunho memukul bahu Hankyung pelan.
"Kurasa kalau sama tidak apa-apa." Gumam Jungsoo membuat Hankyung dan Yunho menoleh ke Jungsoo.
"Ne?" tanya Yunho heran.
"Kalau sama, resepsinya akan terkesan berbeda dengan yang lainnya. Ya kan, Kanginnie?" Jungsoo menoleh ke Youngwoon.
"Ne, dan akan lebih irit biaya tentunya." Jungsoo memukul paha Youngwoon membuat Youngwoon terkekeh.
"Yang dikatakan Jungsoo umma ada benarnya. Tapi aku tanya Jaejoong dulu saja." Hankyung mengangguk mendengar jawaban Yunho.
Tak lama kemudian Jaejoong dan Heechul datang lalu mereka duduk disamping pasangan mereka masing-masing.
"Kalian membicarakan apa?" tanya Jaejoong.
"Kita sedang membicarakan pernikahan kita, boo."
"Oh..lalu?"
"Semuanya sudah aku persiapkan, Jae. Kau dan Yunho hanya perlu mencari gaun dan jas pengantin kalian saja." Jawab Hankyung.
"Gaunnya sama denganku saja, saeng. Biar kembar dan seru." Heechul menjawab dengan antusias.
"Sepertinya menarik. Punya kita sama dengan Heechul eonnie dan Hankyung oppa saja ya, Yunnie." Pinta Jaejoong manja.
"Ne, terserah kau saja. Sepertinya ide Jungsoo umma tidak buruk." Yunho tersenyum menatap Jungsoo.
"Gaunku kan warna pink, saeng. Kau warna putih saja, kau kan suka warna putih." Tawar Heechul.
"Ne, memangnya ada ya, eonnie? Bukannya harus pesan dulu?"
"Aniya, designer dan pemilik butiknya adalah seniorku dikampus. Dia membuat gaun yang sama tapi dengan beragam warna. Aku ingat masih ada yang warna putih." Jawab Heechul sambil memasang wajah dengan tampang berfikir.
"Arra, kalau untuk Yunnie?"
"Kalau Yunho samakan saja dengan Hankyung, hanya jasnya saja yang berbeda. Bagaimana?"
"Daebak. Bagaimana Yunnie? Kau mau?" tanya Jaejoong dengan ceria yang membuat Yunho tersenyum.
"Ne, terserah kau saja." Jawab Yunho lembut.
"Kalau begitu, kau segera kesana saja, saeng. Aku takut jika gaun putihnya sudah ada yang membelinya."
"Aigoo..kita kesana Yun. Aku tidak mau gaun itu dibeli orang. Ppali.." rengek Jaejoong sambil menarik-narik lengan Yunho.
"Joongie, jangan kasar begitu pada suamimu." Lerai Jungsoo.
"Aniya umma, Yunnie kita harus kesana sekarang. Pokoknya sekarang." Jaejoong menarik tangan Yunho paksa yang membuat Jungsoo dan Youngwoon melongo.
"Bawaan dari bayi umma, appa." Heechul menghibur orang tuanya karena shock melihat kelakuan putri sulungnya yang sangat berbeda dengan saat dia masih gadis (?).
"Kenapa Joongie jadi manja seperti itu? Jangan-jangan nanti aegyanya ikut manja seperti itu." Gumam Jungsoo dalam hati.
"Sangat sensitif dan posesif, makannya banyak, dan sangat manja. Benar-benar bukan Jaejoong, atau jangan-jangan nanti anaknya seperti itu. Ya Tuhan, masa' cucu pertamaku seperti itu?" gumam Youngwoon dalam hati lalu menggaruk belakang kepalanya yang tiba-tiba terasa gatal.
,
"Yeoboseyo, Hankyung-ssi." Yunho menelpon Hankyung saat sudah dijalan menuju butik yang tadi dimaksud Heechul.
"Ne, ada apa Yunho-ssi?" jawab Hankyung dari seberang.
"Butiknya ada dimana?" tanya Yunho sedikit malu.
"Haha..ku pikir kau sudah tahu alamatnya. Nanti akan aku kirim alamatnya lewat pesan ne."
"Arra, gomawo ne." Yunho kembali fokus menyetir lalu ponsel Yunho berdering dan langsung membuka pesan dari Hankyung.
"Sudah tahu alamatnya?" tanya Jaejoong saat dilihatnya Yunho memasukkan ponselnya kedalam saku blazernya.
"Ne, boo." Jawab Yunho lalu tersenyum, setelah Jaejoong kembali menatap kedepan Yunho mencium pipi Jaejoong cepat yang membuat Jaejoong terkejut.
"Ya!" Yunho terkekeh saat Jaejoong memukul lengannya.
,
Tak lama kemudian Yunho dan Jaejoong sampai dibutik milik teman Heechul. Kemudian mereka masuk dan langsung disambut oleh seorang yeoja cantik dengan pakaian yang elegan.
"Selamat datang, apa anda tuan dan nyonya Jung?" sapa sang yeoja. #aku seneng pas ngetik tuan dan nyonya Jung. Haha#plakk.
"Ne, dari mana anda tahu?"
"Aku Park Bom. Heechul dan Hankyung sudah memberitahuku kalau kalian akan kemari untuk membeli gaun pengantin."
"Arra, apa gaunnya masih ada?" tanya Jaejoong.
"Ne, lengkap dengan jas dan juga sepatunya. Mari ikut saya." Ajak Park Bom lalu Yunho dan Jaejoong mengikuti kesebuah ruangan yang cukup luas dengan banyak pilihan gaun dan jas pengantin.
"Silahkan duduk dulu. Aku dan pegawaiku akan mengambil gaun dan jasnya. Tunggu sebentar ne."
"Tempatnya indah sekali." Gumam Jaejoong setelah Bom pergi meninggalkan mereka.
"Ne, tapi kau lebih indah." Yunho mencium pipi Jaejoong tapi Jaejoong langsung mendorong bahu Yunho.
"Nanti ada yang lihat Yun." Yunho mempoutkan bibirnya membuat Jaejoong terkekeh. Menurutnya, Yunho sangat lucu jika mempoutkan bibirnya seperti itu.
"Ini dia barangnya." Bom kembali dengan membawa sebuah paket dan diikuti oleh seorang pegawainya dengan membawa paket yang lebih besar dari yang Bom bawa.
"Yang pertama, anda coba dulu jas dan sepatunya tuan Jung." Bom memberikan sebuah setelan jas dan sepatu pada Yunho.
"Kamar pasnya disana." Yunho mengangguk lalu masuk kekamar pas yang tadi ditunjuk Bom.
"Ini gaunnya. Apa kau suka?" Bom menunjukkan sebuah gaun cantik berwarna putih yang berkerlap-kerlip dan ada sebuah pita besar dibagian punggung.
"Indah sekali. Aku suka." Jaejoong mengambil gaun itu dari Bom lalu menempelkannya ditubuhnya.
"Syukurlah kalau kau suka. Mudah-mudahan gaun itu muat ditubuhmu." Jaejoong mengangguk lalu menoleh saat mendengar suara tirai yang terbuka.
"Yunnie.." Jaejoong terpesona melihat Yunho yang terlihat sangat tampan dengan jas putihnya. #bayangin Yunpa di MV before you go dance ver#so sexy.
"Kau terlihat tampan. Nyonya Jung beruntung memiliki namja setampan ini." Gumam Bom tanpa sadar yang membuat Jaejoong cemberut.
"Dia suamiku, Bom-ssi." Jawab Jaejoong sambil memberikan deathglare pada Bom.
"Mianhae nyonya Jung. Aku kelepasan. Aku tidak ada maksud apa-apa kok." Bom tersenyum kecil lalu membungkukkan badannya pada Yunho dan Jaejoong.
"Haha..gwaenchana. bagaimana boo? Apa aku terlihat tampan?" tanya Yunho.
"Ne, sudah sana cepat lepas jasnya." Jaejoong berdiri lalu mendorong Yunho masuk kembali kekamar pas.
Yunho tertawa melihat Jaejoong, menurutnya cemburu Jaejoong terlalu berlebihan, sampai-sampai menyuruh Yunho cepat-cepat melepas jasnya supaya Bom tidak memujinya lagi. Istri yang posesif eoh?
Tak lama kemudian Yunho keluar dari kamar pas, dan ganti Jaejoong yang masuk kekamar pas. Yunho duduk dikursi yang telah disediakan, setelah menyerahkan setelan jasnya pada Bom untuk dibungkus.
Yunho mendongak setelah mendengar suara tirai yang dibuka, Yunho langsung berdiri dan menyeringai mesum ke Jaejoong. Gaunnya sangat cocok dikulit putih Jaejoong, belum lagi bahunya yang terekspos membuat Yunho benar-benar tidak tahan untuk menyerangnya lagi.
"Bagaimana, Yun?" tanya Jaejoong was-was takut jika gaunnya tidak cocok untuknya.
"Kau cantik, boo." Yunho memandang Jaejoong dengan tatapan mesum sementara Jaejoong menunduk untuk menyembunyikan rona wajahnya.
"Gaun itu sangat pas dan cocok untukmu, nyonya Jung." Puji Bom jujur.
"Gomawo, aku ambil ini ne." Bom mengangguk lalu ikut masuk kekamar pas untuk membantu Jaejoong melepas gaunnya.
"Aishh.." Yunho mengusap wajahnya kasar karena merasa ada sesuatu dibawah tubuhnya ada yang terbangun.
"Sabar, Jung." Gumamnya.
,
"Aku tidak menyangka kita akan menikah sebentar lagi." Gumam Heechul sambil menyandarkan kepalanya di bahu Hankyung. Saati ini mereka berada ditaman belakang rumah Heechul.
"Ne, aku sangat bahagia." Heechul tersenyum mendengar jawaban Hankyung lalu memeluk lengan Hankyung erat.
"Keluargaku akan datang saat satu hari sebelum pernikahan kita. Aku akan mengenalkanmu pada mereka." Heechul terdiam lalu menatap Hankyung yang juga balas menatapnya.
"Jinjja? Entah kenapa aku merasa belum siap bertemu dengan keluargamu, Hannie."
"Aku yakin mereka akan menyukaimu. Putranya saja menyukaimu dan bahkan menggilaimu. Masa' orang tuanya tidak."
"Kau ini." Hankyung terkekeh lalu Heechul menyamankan posisi kepalanya dibahu Hankyung.
Heechul dan Hankyung terdiam, menikmati detak jantung masing-masing dan senyuman manis tak lepas dari wajah indah mereka.
,
Tak terasa satu minggu telah berlalu,dan kini keluarga Kim dan keluarga Hankyung dari Cina tampak duduk bersebelahan dibangku gereja. Yunho, Jaejoong, Wookie dan Yesung duduk dibelakang keluarga Kim dan keluarga Hankyung.
Semua tamu yang hadir digereja itu bertepuk tangan meriah (?) saat Hankyung mencium pipi Heechul kanan dan kiri. Kemudian mereka berdua keluar gereja dan langsung naik kemobil Yunho menuju kegedung resepsi mereka.
"Tamunya banyak sekali." Gumam Jaejoong saat sudah duduk dikursi pelaminan mereka. Mereka berempat sudah sampai digedung resepsi sejak sepuluh menit yang lalu.
"Ne, semua tamu-tamu yang ada disana berasal dari campuran kita berempat dan keluargamu juga keluarga Hankyung-ssi." Jawab Yunho.
"Aku capek, Yun. Kita jalan-jalan yuk. Aku mau makan juga." Pinta Jaejoong saat melihat Heechul dan Hankyung berkumpul dengan teman-teman mereka disebuah meja.
"Nanti orang tuamu marah kalau mereka tahu kita berkeliaran."
"Biarkan saja. Appa dan umma sedang mengobrol dengan orang tua Hankyung oppa. Kajja." Jaejoong menunjuk appa dan ummanya yang memang sedang mengobrol dengan orang tua Hankyung di dekat meja teman Hankyung dan Heechul.
"Arra." Yunho menggandeng tangan Jaejoong lalu membawanya kesebuah meja yang berisi makanan yang membuat mata Jaejoong berbinar-binar.
"Joongie!" pekik Junsu sambil menubruk Jaejoong dari belakang.
Jaejoong mendengus karena gagal mencicipi makanan yang menurutnya sangat enak. Lalu membalikkan tubuhnya dan melihat keempat sahabatnya melambaikan tangan kearahnya dengan tersenyum aneh.
"Aigoo..ku dengar kau hamil. Tak kusangka secepat ini kau akan memberiku keponakan." Ucap Donghae lalu memeluk Jaejoong.
"Bagaimana kabarmu, Joongie? Sepi sekali tidak ada dirimu." Eunhyuk memeluk Jaejoong setelah Donghae melepas pelukannya pada Jaejoong.
"Aku baik. Kau sendiri?" Jaejoong melepas pelukan Eunhyuk lalu menangkup wajah manis sahabatnya itu.
"Aku juga baik." Jawab Eunhyuk sambil tersenyum manis.
Jaejoong menoleh menatap Junsu dan Yoochun yang menatapnya dengan pandangan aneh. Yunho yang melihat mereka berduapun ikut memandangnya heran.
"JAEJOONG-AH, BOGOSHIPO!" Junsu dan Yoochun menubruk Jaejoong bersamaan.
Jaejoong tertawa melihat kelakuan dua sahabatnya yang paling ajaib itu.
"Kami merindukanmu." Ucap Yoochun setelah melepas pelukannya pada Jaejoong.
"Ne, kenapa tidak pernah main kerumahku?" tanya Junsu sambil memasang wajah cemberut.
"Mian, kau kan sudah tahu kalau aku sedang hamil. Yunnie tidak memperbolehkanku sering-sering keluar."
"Arra, Yunho oppa pasti sangat mengkhawatirkanmu. Ya kan oppa?" Junsu menoleh menatap Yunho yang dibalas Yunho dengan senyuman.
"Oya Yun, katanya kau mengundang TVXQ? Mana mereka? Aku tidak menemukan mereka sejak tadi?" tanya Jaejoong teringat dengan permintaannya pada Yunho.
"Mereka pasti datang, boo. Aku sudah menyuruh Siwon mengantar undangan pernikahan kita tiga hari yang lalu." Jelas Yunho.
"Mwo? Mengundang TVXQ?" tanya YooSu dan HaeHyuk bersamaan.
"Tapi mereka belum datang. Jangan-jangan Siwon-ssi belum mengirimkannya." Curiga Jaejoong sambil menyipitkan matanya.
"Mereka pasti datang, boo. Percaya padaku."
"Aniya, aku tidak percaya kalau…."
"KYAAA! TVXQ!" teriak semua tamu yang masih muda (?) membuat YunJae, YooSu, dan HaeHyuk menoleh.
"U-Know oppa." Gumam Jaejoong tidak percaya.
"Woooaaa…TVXQ…" desis Donghae dan Yoochun.
"Ada Micky oppa. Aku harus minta tanda tangan." Gumam Junsu histeris.
"Xia oppa juga ada. Imutnya..." Eunhyuk ikut menambahi.
Yunho tersenyum melihat ekspresi istri dan semua orang yang ada disana. Yunho melambaikan tangannya pada U-Know lalu U-Know menghampiri Yunho.
"Annyeong.." sapa U-Know ramah.
"Annyeong.." jawab mereka berlima sambil melambaikan tangan kecuali Yunho.
"Eh, kenapa hanya berempat? Kemana Youngwoong oppa?" tanya Junsu setelah menyadari TVXQ hanya berempat.
"Dia sedang ketoilet." Jawab U-Know penuh kharisma membuat Jaejoong menepuk pipinya dengan menatap U-Know kagum. U-Know tersenyum melihat Jaejoong.
Yoochun dan Donghae yang awalnya senang dengan kehadiran TVXQ menjadi risih dan cemburu karena yeojachingu mereka menatap mereka berempat dengan tatapan suka, kagum, cinta dan yang lainnya (?).
"Kita pergi dari sini, Su-ie." Yoochun menyeret Junsu yang membuat Junsu terkejut.
"Aku belum minta tanda tangan Micky oppa, Chunnie." Protes Yoochun.
"Nanti akan kuberi tanda tanganku. Tanda tanganku lebih bagus." Jawab Yoochun asal.
"Kita juga pergi." Donghae menyeret Eunhyuk, tapi karena Eunhyuk masih terpesona dengan Xia membuatnya tak sadar kalau Donghae menyeretnya.
"Hyung, aku dan Xia ambil minuman dulu ne." Micky menepuk pundak U-Know yang dibalas anggukan oleh U-Know.
"Annyeong, apa kau pengantin wanitanya yang mengundang TVXQ datang?" tanya U-Know sopan.
"Ne, U-Know oppa aku sangat mengidolakanmu." Jaejoong langsung menangkup pipi U-Know yang membuat Yunho mendengus sebal.
"Jinjja? Aku sangat beruntung diidolakan oleh yeoja secantik dirimu." Puji U-Know yang membuat Jaejoong tersenyum.
"Kau sangat cantik." Puji U-Know lagi sambil mengelus pipi mulus Jaejoong yang membuat Yunho kesal setengah hidup.
Cupp..
Yunho dan Jaejoong membelalakkan matanya saat U-Know dengan seenak jidatnya mencium pipi kanan Jaejoong. Yunho terkejut sampai tak mengedipkan matanya. U-Know melepas ciumannya lalu menatap Jaejoong intens.
Srett..
"Ya! Appo.." ringis U-Know karena mendapat jeweran gratis ditelinganya oleh Youngwoong.
"Jadi begini ya kelakuanmu jika aku tidak ada. Dasar mesum." Youngwoong menjewer telinga U-Know lebih keras membuat U-Know meringis lebih hebat (?) dari sebelumnya.
Yunho tersenyum menang lalu menarik Jaejoong kepelukannya. Semua tamu yang ada disana menoleh melihat idola Korea itu dengan tatapan bingung.
"A..Aku tidak melakukan apa-apa, Youngie."
"Apanya yang tidak melakukan apa-apa. Max, apa yang tadi dilakukan hyung mesummu ini?" tanya Youngwoon dengan menatap Max tajam.
"Ne, U-Know hyung mencium yeoja ini dan memujinya cantik." Jawab Max acuh tapi sebenarnya dia berusaha menahan mati-matian untuk tidak tertawa.
"Memuji cantik? Arra, aku tidak bisa bersabar kali ini. Mianhae tuan, pasti kau kesal dengan kelakuan U-Know kan? Mohon dimaafkan ne." Youngwoon tersenyum canggung pada Yunho.
"Ne, tidak apa-apa. Beri dia hukuman yang setimpal." Jawab Yunho yang dibalas anggukan oleh Youngwoong.
"Sini kau, aku akan memberimu pelajaran. Max, kajja." Youngwoon menarik telinga U-Know, dan Max mengikuti kedua hyungnya itu dari belakang.
"Appo Youngie, ampun." Ringis U-Know.
"Jadi U-Know oppa dan Youngwoong oppa benar-benar menjalin hubungan ya." Gumam Jaejoong lalu membalik tubuhnya menatap Yunho.
"Sepertinya begitu." Jawab Yunho lalu menggandeng tangan Jaejoong menuju kemeja keluarga Kim dan keluarga Hankyung berkumpul.
"Tak kusangka TVXQ begitu konyol." Gumam Heechul lalu meneguk minumannya.
"Mereka kan juga manusia." Jawab Jaejoong sinis karena tidak terima Heechul menjelek-jelekkan idolanya.
Orang tua Hankyung tersenyum melihat Heechul dan Jaejoong. Mereka berdua benar-benar kagum dengan kecantikan Heechul dan Jaejoong.
"Heechul sangat cantik ne. Tak heran Hangeng begitu mencintainya." Gumam ibu Hankyung dengan bahasa Korea yang belum begitu fasih sambil tersenyum.
"Heechul-ah, besok ikut kami ke Cina ne. Kami akan mengenalkanmu pada keluarga besar kami. Aku harap kau siap dan tidak keberatan." Ucap ayah Hankyung dengan tersenyum manis membuat Heechul benar-benar lega karena keluarga Hankyung benar-benar bisa menerimanya.
"Ne, saya akan selalu siap dan bersedia." Jawab Heechul lalu menundukkan kepalanya.
"Semoga semuanya akan baik-baik saja."
,
T.B.C
,
Aneh ya? T_T
Apa ada yang nunggu ni ff?
Readers : Gak ada…!.
Hahaha
Mian ya, gak bisa balas review. Coz waktunya mepet banget ma kuliah #sok ngeles# ;D. Mian ne
Thanks to :
Qyukey, irengiovanny, geelovekorea, KimShippo, NaMinra,idezl'vhallyu,
Mantan siders, donalunde, guest, Tha626, jung hana cassie, guest, Nina317Elf,
Meirah.1111, Aoi Ko Mamoru, uchihaputry, shim minkyu, cherrizka980826,
Yi yeong hye, riska0122, Han Neul Ra, desi2121, Nara-chan, Zira, aku suka ff,
QueenDeeBeauty,yunjae always, umi elf teukie, guest, rara, kyu501lover,
Kang Ji Ae, ikkimassu, yemillie, gery miku, aniimin,CassieCiel, kang hyehwa,
Desroschan, Ryani, Ardhy.
,
You and Me mungkin nanti malem aku publish. ;D,
,
Berkenan review…
