Guilty Crown : Yūzai-ji e (Next Guilty)
Production I.G.
Genre : Romance , Action , Adventure , Violence , Drama ,physic
Characters : Ayase , Kaito Noriega , Gin hibaki , Mia Kusanagi , Leo deSenpenrao , Eric Edison , Shikine Renatta , Ouma Shu , Hitoma Reinka, Raito Noriega.
RATED : T
Langguage : Indonesia
-Phase 02 : To Be A Hope-
-2077-
Dimana ada sebuah project pembangunan. sebuah project nemestesic yang menggunakan batu kristal yang dimana pernah memulai kejadian beberapa tahun lalu.
itu sebuah seperti dinding besar dan ada lingkaran berwarna hijau ditengahnya. Orang di kota itu tidak ada yang tau untuk apa ada dinding yang tinggi dibangun.
Namun lingkaran didinding itu telah berubah warnanya menjadi merah. Maka mimpi buruk terjadi kembali.
-##-
-04.01.2077-
Kembali ke kota dimana yang sedang kembali mengalami mimpi buruk. Bahkan lebih buruk dari kejadian "LOST CHRISTMAST". Dimana seseorang yang ingin menjadi penguasa telah membuka "Gate of Tommorow" yang kembali mengsumon monster-monster yang lapar akan manusia. Dan wabah akibat aura dari Gate of Tommorow yang membuat sebagian tubuh manusia terkena parasitisme.
Kembali ke Kaito, seorang pemuda SMA kelas 2 yang dianugrahi kekuatan raja bernama Prototype Ultima yang dimana dapat mengendalikan jiwa bukan bentuk perasaan hati manusia menjadi senjata-senjata yang mematikan maupun yang tidak mematikan. Dan orang yang telah bertemu dengan raja sebelumnya yaitu Ouma Shu yang beberapa tahun terakhir menghilang.
Kaito mencari pencerahan atas apa yang terjadi dan mengapa ini terjadi bahkan lebih buruk dari "Lost Christmas". Kejadian ini bukanlah lagi kejadi dengan nama "Lost Christmas" tetapi ini adalah tagedi "DESCADE"
Kembali ke Kaito yang sedang berjalan mencari orang non-prototype maupun prototype yang selamat dari serangan para Daemon.
"Apakah ada seseorang yang selamat disini…?" kata Kaito sambil melihat-lihat sekitar. "Aku harap ada…" timpalnya lagi.
"Gin…. Gin … Ini Reinka masuk …" radio Gin bersuara.
"Ini Gin. Reinka diterima…" jawab Gin. "Bagaimana situasimu…?" tanya Reinka.
"Aku kehilangan mia dan Shikine, apakah mereka sudah berada di H.Q…?" kata Gin.
"Mereka sudah kembali, tetapi Shikine mengalami cedera."jawab Reinka.
"Apa…?!"kaget Gin. "Yah…seperti yang aku liat, kedua kakinya lumpuh, dan seperti ada parasit, mungkin parasit ini yang membuat ia lumpuh." Kata Reinka.
"Parasit…? Ya ampun … apakah ini lebih buruk dari pada kejadian beberapa tahun lalu..?" tanya Gin. "Yah ,… jika Gate of Tommorow tidak di musnahkan.. bisa jadi lebih buruk dari pada beberapa tahun lalu." Jawab Reinka.
"Ah…hebat sekali…pertama Jepang.. kedua Asia… dan ketiga…" kata Gin. "Seluruh dunia" timpal Reinka.
Saat sedang berkomunikasi dengan Reinka, Gin melihat Kaito.
"Tunggu dulu.." kata Gin. "Ada apa Gin…? Kau menemukan sesuatu…?" tanya Reinka.
"Ya … bawa helikopter pada kordinat yang nanti aku kirim." Perinta Gin. "Tapi Gin.. untuk apa ..?"tanya Reinka.
"Aku akan membawa orang yang akan membantu kira semua." Jawab Gin. "Yah… baiklah… aku akan suruh mereka standby." Kata Reinka.
Gin pun mengendap-endap layaknya seorang stalker dan mengikuti Kaito dari belakang.
Saat di bawah jalan tol ia bertemu dengan kakaknya Raito, dan Gin pun melihat mereka berdua.
"Apakah itu kau Kaito…?" tanya seseorang yang ditemuinya.
"Siapa kau …?" tanya balik Kaito. "Ini aku… apakah kau lupa padaku…?" jawab Orang itu.
"Aku tidak mengenalmu…" respon Kaito. "Mungkin kau ingat aku bila aku sebut diriku dengan sebutan seorang kakak." Kata orang itu.
"Apa..?!" kaget Kaito. "Ya Kaito .. ini aku kakakmu Raito Noriega." Jawab Raito.
"Bagaimana kabarmu…?" timpalnya lagi dan melihat ke tangan kanan Kaito yang memiliki tanda Raja.
"Aku baik-baik saja." Jawab Kaito. "Baguslah … aku senang kau baik-baik saja dan selamat." Respon Kaito.
"Bagaimana dengan mu…? Selalu sibuk di federasi…?" tanya Kaito. "yah begitulah Kaito.." jawab kakanya itu.
"Bagus… sekarang kau bisa bantu aku mencari para korban yang selamat lalu kita evakuasi ke tempat yang aman dari monster-monster gila ini…" kata Kaito.
"Ooh.. jadi sekarang kau sudah senang menolong orang Kaito..?" Tanya Raito dengan tatapan mencurigakan.
"Apa maksudmu…?" tanya balik Kaito. "Kau mau saja menolong orang-orang yang membencimu selama ini… dan mengorbankan nyawamu." Jawab Raito.
"itu tidak apa kan… apakah masalah dengan mu kakak..?" tanya Kaito.
"Heh…" hela nafas Raito. "jangan bodoh Kaito…" jawab Raito.
"Aku tidak mengerti…"respon Kaito. "Pikirkanlah… kau selalu sendirian dengan mereka yang membencimu… apakah kau masih mau menolong mereka setalah apa yang mereka perbuat…?" kata Raito."Aku tidak peduli akan itu..yang pasti.. orang yang selamat ini akan membuat masa depan kembali setelah aku menghentikan semua ini." Jawab Kaito.
"oh… jadi kau ingin menghentikan tragedy ini…? Kaito..?" tanya Raito.
"tentu…akan ku hentikan kegilaan ini dan membunuh pelakunya.." jawab Kaito.
"Begitu… bagaimana jika… Aku lah orang yang memulai semua ini… Kaito..?" kata Raito dengan tatapan tidak bersahabat.
"Apa…?!" kaget Kaito. "Ya…hehe bagaimana jika kakakmu ini lah orangnya..?" Tanya lagi si Raito.
"Kau pasti bercanda…. Tidak mungkin kau yang melakukkannya..!" kata Kaito dengan lantang.
"Itu benar Kaito… Dan dengan apa kau akan menghentikan kejadian ini Kaito..? dengan kekuatan raja yang kau miliki…?" tanya Raito dan mengeluarkan prototypenya.
"cih…" kata Kaito sambil melihat ke pergelangan tangannya.
"Jadi… kau lah raja yang orang itu sebut…" kata Raito.
"Orang itu…? Ouma Shu…!?" kata Kaito dalam benaknya. "Hehehehe…" tawa jahat Raito dan bersiap menyerang.
"Raito… Aku takkan melawan mu .."kata Kaito. "Mengapa tidak Kaito.. Dulu katanya kau ingin mengalahkan kakak mu ini…?" tanya Raito.
"Aku tidak ingin ada yang terluka diantara kita … jika begitu ini akan semakin buruk..!" kata Kaito dengan lantang.
"Jika kau tak mau… Serahkan kekuatan raja itu kepadaku Kaito…" kata Raito.
"apa…?! Tapi untuk apa ..?! membuat ini semakin memburuk dengan membantai orang orang yang tidak bersalah dan melemparnya menjadi makanan para monster gila itu…?!" tanya Kaito dengan lantang.
"hehehe … kau sangat pintar menebak.." jawab Raito. "Sudah kuduga… kau takkan pernah mendapatkan nya Raito..!" bentak Kaito.
"Kalau begitu aku harus mengambilnya dengan paksa Raito…" kata Raito.
"Cih…" respin Kaito. "Bersiaplah…!" seru Raito dan langsung menerjang Kaito.
"Lawan lah Kito…!" Seru Gin keluar dari balik pilar.
"hah…?!" kaget Kaito. "HAHAHAHAHA..!" seru jahat nya Raito.
"KAIIITTOOO…!" Seru Gin.
dan tiba-tiba tanda raja di tangan Kaito bersinar.
"Egh..?!" bingung Kaito. "Kaito..?!" seru Gin.
Serangan Raito pun tertahan oleh pedang yang dikeluarkan oleh Kaito.
"Tidak mungkin…!" bentak Raito. Kaito pun tersenyum kecil dan menatap tajam Raito.
"Cih..?!" kaget Raito. "Raito… kau telah berurusan dengan orang yang salah…hehe" gertak Kaito.
"Ka- kau…?!" seru Raito. "Yap aku lah Kaito Noriega…pewaris kekuatan raja..!" bentak Kaito dan lansung menepis pedan Raito.
Raito pun terpelanting beberapa meter kebelakang.
"Arghhh…!" desuh Raito. "Kaito.." kata Gin yang terkagum melihat seorang raja yang berada di depan matanya dengan membawa pedang Soul Exilia.
"Jadi…. Bagaimana Raito…?" tanya Kaito.
"ceh…!" respon Raito. "Baiklah itu mungkin pesan terakirmu ..!" seru Kaito dan mengeluarkan sebuah skil bernama Slice sonic kearah Raito. Tetapi serangan itu tidak mengenai Raito tetapi mengenai gedung yang ada dibelakang Raito.
"Ehg…?!" kaget Raito dan menatap Kaito. "Sayonara…" kata Kaito.
"Aaaaaaaaaaaa..!" teriak Raito dan langsung tertimpa puing-puing bangunan yang di hancurkan oleh Kaito.
"Heheehe…. Bodoh…" kata Kaito sambil menaruh pedangnya di belakang.
Tersadar dari kekuatannya. Gin dibelakang melihatnya.
"Ah… Gin.. Aku…Aku.." kata Kaito.
"Tidak apa kawan…." Kata Gin sambil jalan mendekati Kaito.
"Kau ini pembohong ya…?" tanya Gin dengan tawa kecil. "Pembohong..?" bingun Kaito.
"Yap… kau bilang dirimu ini non-prototype… tapi nyatanya kau mengerikan." Jawab Gin. "Aku… mengerikan…?" tanya Kaito yang sedang bingung.
"hehe… ayo kita pergi dari sini." Kata Gin. Kaito dan Gin pun pergi kedaerah yang koordinatnya telah dikirim ke H.Q nya Gin untuk penjemputan.
"Jadi Kaito… apakah kau sudah mempunyai kekuatan… akankah kau bergabung dengan ku...Kaito..?" tanya Gin. "Aku akan begabung jika kau benar-benar akan menyelesaikan ini semua." Jawab Kaito.
"Tentu saja… " kata Gin. "Baiklah aku kuputuskan nanti." Kata Kaito. "taka pa Kaito… itu pilihanmu.." kata Gin.
"kita akan kemana…?" tanya Kaito dan menatap arah luar jendela. "Kau akan mengerti jika kita sudah sampai." Jawab Gin.
"Hah… kau tidak berubah dari sejak sekolah dasar…" kata Kaito. "huh…?" bingung Gin.
"Kau selalu ingin sok misterius…" jawab Kaito. "haha… sudah gaya ku." Respon Gin.
"halah …" ledek Kaito.
dan pergilah mereka ke tempat yang mereka tuju.
-##-
-Gin H.Q-
Sesampainya disana Kaito pun sedikit terkagum dengar markas nya Gin.
"Jadi bagaimana ini… keren kan..?" tanya sekaligus Gin meledek Kaito.
"hmmm… aku tidak tau…haruskah aku bilang Wow..?" jawab Kaito meledek balik si Gin.
"Ah… terserah padamu.." jawab Gin.
Masuklah mereka kedalam headquarters perkumpulannya Gin.
"Kau tunggu di sini…" kata Gin. "Baiklah…" jawab Kaito.
Masuklah Gin keruang utama di mana tempat anggota berkumpul.
"Gin ..!" seru Shikine.
"yeah kau kembali .." ucap Leo. "Selamat datang Gin.." ucap Mia. "yah yah yah… aku kembali.." jawab Gin.
"jadi bagaimana di luar sana Gin…?" tanya Eric. "Semua hancur dan tak ada yang tersissa… bagaiman pendataan para orang yang selamat..?" tanya Gin.
"Aku masih mencari dan mencari. Aku menemukan beberapa tapi mereka banyak yang terkena infeksi dari aura Gate of Tommorow." Jawab Shikine.
"ah hebat sekali…Gate of tomorrow ini memang membuat repot saja." Respon Gin. "Tenang saja Gin…" kata Leo.
"tenang…?" bingung Gin. "yap… kita sedang mengumpulkan para ahli medis dari luar kota untuk membantu membuat vaksin untuk wabah dari gate of tomorrow ini." Jawab Leo.
"Yang benar…?!" seru Gin yang sedikit senang mendengar kabar baik itu.
"Ya itu benar… kita sedanng berusaha menciptakan vaksin untuk ini jadi kita harap bersabar dan terus mencari orang yang selamat." Jawab Mia.
"baiklah… ! mari berusaha bersama-sama..!" seru Gin.
"Ayo..!" seru Leo.
"Itu pasti." Kata mia . "ya..!" seru Shikine dan yang lainnya.
"Oh ya ada orang yang akan bergabung dengan kita disini." Kata Gin.
"hah…?!" kaget mereka semua.
"Wah …! Apakah dia ganteng..?!" seru Shikine. "Heh jangan meledek ku.." kata Gin sambil membuat muka cemburu.
"Ehehe.." tawa kecil Shikine.
"Kalau ada…mana dia..?" tanya Eric. "Baiklah … akan aku panggil.." jawab Gin.
"Bagus..! sekarang anggota kita bertambah walaupun satu … akan membantu lebih baik..!" seru Eric.
"Hei kau masih di luar sana..?!" panggil Gin. "Ya.." jawab Kaito
"Sekarang masuklah…" suruh Gin. "Baik.." jawab Kaito.
berjalan lah Kaito masuk ke ruangan itu.
"Teman- teman seperjuangan sekalian… aku perkenalkan anggota baru yang taka sing lagi dimaata kalian.." kata Gin.
"Tak asing..?" bingung Leo.
"Yap …ini lah dia … Kaito Noriega." Kata Gin. Dan persis Kaito sampai di ruangan itu.
"Tidak mungkin..!" kata Mia. "KAITOO..?!" Kaget Shikine. "HEEEe…?!" kaget yang lainnya.
"Hai… aku…" kata Kaito yang belum sempat selesai bicara.
"Kenapa dia…?!" bentak Mia. "Hah…?" bingung Gin.
"Dia kan non-prototype yang hanya bisa memprotes kaum kita." Kata Mia.
"Benar.." kata Eric.
"Tunggu dulu… jangan seperti ini.." jawab Gin. "Kau akan lihat nanti dia akan membawa perubahan.." timpalnya lagi.
"Aku sungguh tidak percaya…!" serempak Shikine dan Mia membentak.
"Aku percaya.." kata seseorang yang datang kearah mereka semua dan terduduk di kursi roda.
"Ah..?!" kaget semuanya. "Heh… ternyata ada yang setuju…" kata Gin meledek.
"Aku percaya…" kata orang itu sekali lagi.
"Benar ..aku juga." Kata Leo. "Leo..?! kau juga ..?!" kaget Mia.
"Ya… jika ketua kita membawa orang yang telah dia percayai.. maka aku akan menaruh kerpercayaan bersama padanya." Jawab Leo.
"Terima kasih leo.." ucap dari mulut seorang Kaito. "No problem dude." Jawab Leo.
"Oh iya…. Aku belum memperkenalkan anggota yang berada dikursi roda itu.." kata Gin.
"…." Hening Kaito tanpa kata.
"Dia adalah Ayase… aku kurang tau nama lengkapnya …tetapi dia adalah senior kita yang dulu pernah mengalami kejadian yang serupa yaitu "Lost Christmas"." Kata Gin.
"Kau…" kata Kaito. "Benar sekali…" jawab Leo.
"Kau… apakah kau mengenal orang yang bernama Ouma Shu…?" tanya Kaito.
"Hah..?" bingung semuanya. "Aku mengenalnya." Jawab Ayase.
"Bisa kah kau beritahu aku… kekuatan apa yang dimilikinya…?" tanya lagi Kaito.
"kekuatan itu disebut-sebut dengan kekuatan raja." Jawab Ayase.
"Raja…. Tenyata benar.." kata Kaito. "Kekuatan itu berasal dari Kristal Void Genome yang di kembangkan dulu." Kata Ayase.
"Aku mengerti sekarang… jadi.. dia mewarisi kekuatannya kepadaku.." ucap Kaito.
"Apa..?" bingung Mia. "Kau takkan bisa menjadi seorang prototype ..KAito." kata Mia dan pergi begitu saja.
"Maafkan dia… dia sangat membenci mu…" kata Gin. "Aku tau… tidak masalah." Jawab Kaito.
"Kau bilang dia mewarisi kekuatannya kepadamu …?" tanya Ayase.
"ya… Aku bertemu Ouma Shu di bawah parkiran." Jawab Kaito.
"Tidak mungkin… dia sudah lama menghilang.." kata Ayase.
"Aku tidak berbohong." Jawab Kaito.
MEreka semua hening sejenak.
"Aku ingin tau organisasi apakah ini…?" tanya Kaito.
"Baiklah Kaito… organisasi ini adalah bernama The Undertakers.. Atau pengurus pemakaman." Jawab Gin.
"Pengurus pemakaman…?" bingung Kaito. "Yap… orang yang bernama Ouma Shu juga berada di organisasi ini dulu…" jawab Ayase.
"Ouma Shu di sini…?" bingung lagi si Kaito.
"ya… dan sumber Voidnya yang dekat dengannya … Yuzuriha Inori." Kata Leo.
"Yuzuhira inori..?!" kaget Kaito.
"Ya…" jawab Ayase. "Sepertinya aku melihatnya sewaktu Ouma shu mengaktifkan kekuatanku… aku melihat seluruh kenangannya saat muda dan kejadian waktu itu." Kata Kaito.
"hebat.." kata Shikine.
"karna kalian seorang raja… jadi koneksi pikiran saat membuka Void bisa terlihat…" jawab Gin.
"Jadi… akan kah kau bergabung dengan kami dan menhentikan mimpi buruk ini..?" tanya Leo. "Aku.." kata Kaito.
"Bagaimana Kaito…?" tanya Gin. "Aku tidak pasti.." jawab Kaito.
"Tolonglah..!" seru Ayase. "Huh..?" bingung mereka semua.
"BErgabunglah dengan kami… bantu kami dengan kekuatanmu… Kaito.. hiks hiks.." kata Ayase sambil menangis kecil.
"Karena aku percaya… Aku percaya kau bisa menghentikan semua ini..! sama layaknya kau dengan Ouma Shu.!" Seru Ayase.
"Aku…." Kata Kaito yang terlihat putus asa.
"Begitu juga Ouma Shu padamu… memberikan kekuatanya padamu juga berharapan bahwa kau lah yang dapat menyelesaikan kesalahan ini..!" seru lagi Ayase.
"aku…" kata Kaito dengan lemah. "Aku mohon… Aku mohon padamu …!" kata Ayase.
"jika begitu…" kata Kaito. "Aku mohon padamu…" kata Gin.
"Gin..?" kata Kaito.
"Aku juga sama… Bantu lah kami.. walaupun kau dibenci… aku tetap percaya padamu..!" seru Gin memohon.
"Jika begitu…" kata Kaito.
Dan suasana menjadi hening sekejap.
"Baiklah…. Aku bergabung.." akhirnya kata itu lah yang terucap dari seorang Kaito.
"YA… terimakasih Kaito.." sepatah kata senang dan sedih dari seorang Ayase.
"ya… Selamat bergabung… calong anggota." Jawab Gin.
Kaito hanya menganggukkan kepala dan tersenyum kecil.
-##-
Kembali ke reruntuhan bangunan.
"Guah..!" kata Raito melempar puing yang menimpanya.
"Kaito… ! itu akan menjadi punyaku..!" teriak Raito.
-##-
Beralih ke ruangan Mia.
"Ternyata … dia .. dia…" ucap sedih Mia di dalam ruanganya.
"Adalah Kaito…hiks.." timpalnya lagi.
To Be Continued-
