Guilty Crown : Yūzai-ji e (Next Guilty)


Production I.G.

Genre : Romance , Action , Adventure , Violence , Drama ,physic
Characters : Ayase , Kaito Noriega , Gin hibaki , Mia Kusanagi , Leo deSenpenrao , Eric Edison , Shikine Renatta , Ouma Shu , Hitoma Reinka, Raito Noriega.

RATED : T
Langguage : Indonesia


-Phase 03 : Without doubt -


-2077-
Dimana ada sebuah project pembangunan. sebuah project nemestesic yang menggunakan batu kristal yang dimana pernah memulai kejadian beberapa tahun lalu.
itu sebuah seperti dinding besar dan ada lingkaran berwarna hijau ditengahnya. Orang di kota itu tidak ada yang tau untuk apa ada dinding yang tinggi dibangun.

Namun lingkaran didinding itu telah berubah warnanya menjadi merah. Maka mimpi buruk terjadi kembali.

-##-


-05.01.2077-

Kembali ke kota di mana kekacauan sedang terjadi. Dimana orang-orang di terror oleh rasa takut , sedih dan akan kematian yang sadis. Semua orang orang berfikir bahwa mimpi buruk terjadi lagi karna orang yang membuka Gate of Tommorow yang mencari akan kekuatan raja.

-Undertakers H.Q.-

Dimana semua orang melakukan kegiatan , jaga bergilir , dan sebagian keluar mencari orang-orang yang selamat. Serta pihak alchemi mereka sedang mencari penawar akan wabah aura dari Gate of Tommorow.

Ayase kembali menuju arah kamar Kaito.

"Kaito kau didalam…?" tanya Ayase sambil mengetuk pintu ruangan Kaito.
"Aku di dalam… masuk saja.." jawab Kaito.
"Baiklah… kalau begitu maumu…" kata Ayase dan masuk kedalam ruangan Kaito. Melihat Kaito sedang olahraga didalam kamarnya.

"Apa yang kau lakukan…?" tanya Ayase. "Hah..?" bingung si Kaito. "Aku tanya apa yang kau lakukan…?" tanya lagi Ayase.
"Apa kau tidak lihat aku sedang pemanasan.." jawab Kaito. "tapi untuk apa..?" tanya lagi Ayase.
"Ya ampun… aku ini belum secara resmi menjadi anggota the Undertakers.. aku akan di lantik nanti jadi mungkin aku bisa sedikit lebih bugar…"jawab Kaito.
mendengar kata-kata itu Ayase kembali teringat dimana saat kejadian beberapa tahun lalu , dimana Ayase Melatih Ouma Shu.
"Huh… aku takkan melakukannya lagi…" kata Ayase. "Hah…? Kau ngomong apa..?" tanya si Kaito.
"Ahaha tidak-tidak.. kami aka nada di ruangan bawah …datanglah jangan terlambat.." jawab Ayase.
"Ya…." Kata Kaito.
Ayase pun pergi meninggalkan ruangan Kaito dan menuju ruangan bawah.
"Aneh…" kata Kaito dan langsung masuk lagi ke ruangannya.

Saat Ayase sampai di ruangan bawah semua orang sudah berkumpul untuk melihat seperti apa kemampuan Kaito.
"Ayase… Kaito mana..?" tanya Gin. "Masih diruangannya …sebentar lagi kesini.." jawab Ayase.
"Baiklah… kita tunggu sa…" kata Gin belum selesai bicara, tiba lah si Kaito.
"Selamat pagi Gin." Sapa Kaito.
"Ah… Kaito..?!" kaget Gin. "Ha..?"bingung Kaito. "Ah tidak-tidak.." jawab Gin.
"Woah… rame sekali… ada apa…? Misi dadakan..?" Tanya Kaito.
"Haha…" tawa Leo dan yang lainnya.
"Cih hehe …yang benar saja Kaito … takkan ada misi dadakan…" jawab Gin.
"Lalu…?" tanya lagi Kaito. "Yap..mari langsung saja kita lihat seperti apa kekuatanmu." Jawab Gin.
"Ohh begitu.." kata Kaito.

Turun lah Gin dan Kaito ke Arena. Gin menjelaskan bagaimana test yang akan diberikan.

"Baiklah Kaito… sebelumnya kau sudah mengatakan setuju untuk bergabung…" kata Gin.
"Ya lalu…?" tanya Kaito. "jadi, kami akan melihat seperti apa kekuatanmu." Jawab Gin.
"Oke… aku siap …" kata Kaito. "Oke …langsung saja. Shikine…!" seru Gin.
Keluarlah robot petarung yang digunakan Anti-bodies dulu.
"Ihohoho… Gin yang benar saja…" kata Kaito. "Apa kau takut …?" kata Mia disebrang nya.
"ha..? aku …? Takut…?" jawab Kaito. "Ya… apakah kau takut..?" tanya lagi si Mia.
"Geh… yang benar sa…" kata Kaito yang belum selesai bicara langsung di serang.

"Wuuh…?!" bingung semua orang .
"Dimana dia…?" tanya Ayase. Kaito sudah tidak ada ditempat.
"Sugoi… " kata Shikine. "Kau bisa lari tapi tidak bisa sembunyi .." timpalnya lagi sambil menembak pilar yang dibelakangnya ada si Kaito.
Lagi-lagi Kaito menghilang tidak ada disana.

Tiba-tiba Kaito sudah melayang di depan robot itu. "Apa..?!" kejut Shikine.
"Cepat sekali walau tanpa kekuatan." Kata Gin terkagum.
"Aaaaaaa….!" Seru Kaito sambil meninju kepala robot itu. Robot itu terpelanting ke belakang dan rusak.
"Heh… merepotkan.." timpal Kaito lagi.
"Apa..?!" Kaget si Leo. "Kaito…" kata lemah Mia. "Tidak mungkin…" kaget si Eric.
"Kaitooo…!" seru Gin menyerang.
"Hah..?" bingung si Kaito dan menghindar. "Ow… aku meleset." Kata Gin.
"Ohoho… bagus sekali… sekarang Gin…" kata Kaito.
"Ayolah… aku ingin sekali melawan mu … sebagai testmu… aku akan menguji mu…!" kata Gin. "Keluarkan lah prototype mu Kaito..!" timpalnya lagi dengan lantang.
Saat menerjang . Kaito tanpa sengaja mengarahkan tangannya ke seseorang disamping kanannya. Dan membuat perikatan Jiwa pada orang tersebut.
mata Kaito berubah warna merah untuk sebelah kanan dan biru untuk sebelah kiri.
"Apa ini…?" tanya orang itu.
"Maaf teman… Aku pinjam jiwa mu." Jawab Kaito.
Keluarlah aura-aura seorang prototype yang mengambil jiwa seseorang untuk menjadi senjata.
Semua orang pun terkejut melihat Kaito dapat melakukan itu.
"Yang benar saja..?!" seru Gin.
"Hah…!" seru Kaito sambil menagkis serangan dari Gin.
"Heh… itu keren sekali Kaito." Kata Gin. "ow …terimakasih… waktunya giliranku." Jawab Kaito
"Hah…?" bingung si Gin.
dengan cepat si Gin terlempar dari hadapan Kaito. Kaito pun berlari kearah Gin dengan pedangnya.
"haaa.a…! " seru Kaito.
"Tidak mungkin cepat sekali..!" kaget si Gin.
Lalu Gin diserang habis-habisan oleh Kaito. Gin tergeletak di tanah.

"Hah…Hah…Hah…" Desuh si Gin.
"Tidak mungkin…" kata Mia yang sangat terkejut melihat kekuatan Kaito.
"Ada lagi…?" tanya Kaito.
Tiba-Tiba seseorang keluar dari belakang Leo. Tenyata itu si Reinka.
"Kaito… ..!" seru Reinka. "Hemmm..?" respon Kaito.
"Apakah kau tau jenis dari prototype mu…?" tanya Reinka.
"Aku tidak tau … yang jelas aku bisa menggunakannya untuk menolong …" jawab Kaito.
"Aku juga tau kau akan menonlong dengan itu…tapi jenis kekuatanmu itu tidak biasa." Kata Reinka.
"Yang benar..?" bingung Kaito. "Kau tau…saat melihat kau mengambil prototype dari seseorang itu benar-benar di luar dugaan Kaito."kata Reinka.

"….." diam si Kaito. "Yang kutau… itu bukanlah kekuatan prototype biasa. Melainkan…" kata Reinka.
"Tidak mungkin…" kata Mia. "Ya,…yang kita dengar sejauh ini … kau adalah Prototype Kelas ultima dimana kau bisa mengambil Prototype seseorang tanpa harus mengambil Voidnya." Kata Reinka.
"Hebat sekali.." renspon Kaito sambil melepaskan pedangnya, saat di lepas aura-aura kekuatanya terlihat dan orang yang diambil prototypenya tersadar kembali.
"Ahh… aku ketinggalan apa..?" tanya orang itu.
"Hahaha…" tawa mereka semua.

Beberapa jam kedepan, Kaito sedang berada di tingkap paling atas untuk melihat situasi.
"Ahh… ini… terasa berbeda sekali." Kata Kaito.
Saat ia berjalan ke arah depannya. Terlihat Mia sedang berada di sudut menangis.
"Mia…" kata Kaito. "Ah…? Ka.. Kaito…?!" kaget Mia.
suasana hening sejenak. Mereka berdua saling tatap menatap.
"Ada apa …? Kenapa kau menangis…?" tanya Kaito.
"Ah…" desuh Mia dengan pelan.
"….." hening Kaito. "Aku…. Aku…." Kata Mia. "Kenapa…? Ada sesuatu yang salah…?" Tanya lagi Kaito.
"Tidak usah di pikirkan…" kata Mia dan lansung lari ke arah pintu menuju kebawah.
"Apa yang salah…?" kata Kaito sambil mencium bau badannya. "Hmm… Tidak ada yang bau…"timpalnya lagi.

Beberapa Menit kedepan-
Kaito sedang berjalan didalam koridor menuju ruangannya. Dan tiba-tiba.
"Pemberitahuan…! Ini situasi darurat ..cepat pergi keruangan tengah bagi petinggi dan para linir ke ruang perlengkapan." Kata suara yang terdengar di radio markas.
"Ada apa..?" larilah Kaito ke ruang tengah menuju ruang utama.

"Gin…!" seru Leo.
"Ada apa ini…?" tanya Gin. "Kita mendapat sinyal berwarna biru di area parkiran bawah." Jawab Shikine.
"Biru…?" bingung Gin. "Itu sinyal bahwa anggota kita berada di sana..!" seru Reinka.
Tibalah si Kaito.
"Gin… Ada apa..?" tanya Kaito. "Kita menenmukan sinyal teman di area parker dibawah pusat perbelanjaan." Jawab Kaito.
"Apa..?! yang benar..?!" tanya Kaito. "itu benar Kaito." Jawab Eric.
"Jadi… Gin.. apa perintahmu..?" tanya ayase.
"… " sejenak hening dipikiran Gin dan berpikir.
"Kita akan kesana." Jawab Kaito. "Apa..?" kata Gin.
"Jika tidak bertindak …mereka akan terinfeksi wabah .. dan para pasukan Federasi (Anti Bodies) akan tiba disana dalam 7 menit." Jawab Kaito.
"Bagaimana kau tau ?" tanya Reinka.
"Karena sensor ditermatic sudah terpasang …" jawab Kaito.
"Baiklah… rencana sudah ditetapkan..!" seru Gin. "Apa..?!" kaget Leo.
"begini… Kaito akan menggunakan senjata range yang jauh menggunakan Void. Lalu saat kekacau terjadi kita akan turun dan menjemput teman kita." Jawab Gin.
"Tunggu apa lagi..?" tanya Kaito. "Ayo..!" seru Reinka.
"Ya.." jawab Gin.

Pergilah mereka dengan kendaraan mobil bersenjata menuju pusat perbelanjaan.
sementara itu para teman sedang menunggu.
"Itou… bagaimana dengan sinyalnya..?" tanya Roya. "Itu berkerja … kita dapat tanggapan… pos mereka dekat jadi kita hanya tinggal menunggu selama 3 menit." Jawab Itou.
"Baguslah… bagaimana situasi diluar.?" Tanya lagi Roya. "Semua … berantakan.. Para daemon menyebarkan wabah samapai kemari. Jadi kita harus tetap disini."
jawab Itou.
"Bagaimana keadaan Usagi..?" tanya Itou. "Dia tak terlihat sehat." Jawab Roya.
"Usagi…. Kau bisa mendengarku….?" Tanya Itou. "A…aku… tak apa kawan ..uhuk..uhuk.." jawab Usagi.
"Bersabarlah ,…teman kita akan menjemput kita." Jawab Roya.
"Sant…ai …aja ..broo.." kata Usagi.
"Ya… santai .." jawab Itou.
Sementara itu pihak Kaito telah sampai dan sudah berada diposisi.
di atas sebuah gedung dengan kedua rekannya Jo dan Kagerui.
"Gin … kepada Kaito..masukk.." kata Gin.
"Kaito kepada Gin… terdengar jelas dan jernih.." jawab Kaito.
"Persiapkan semuanya…semua tergantung pada tembakan mu…" kata Gin.
"Aku mengerti… akan siapkan.." jawab Kaito.
Sementara itu pihak pasukan Federas (anti Bodies) terlihat.
"Shikine ke Kaito… Para Pasukan Anti bodies terlihat." Lapor Shikine.
"Di terima.." jawab Kaito.

Kaito pun melihat kearah belakang.
"Baiklah… ini dia.." kata Kaito. "hey jo.." panggil Kaito. "Ada apa..?" tanya Jo.
"Aku akan meminjam sesuatu dari mu .. bolehkan..?" tanya lagi Kaito.
"Ya apa..?" tanya balik Jo.
"Aku akan meminjam ini..!" seru Kaito.
Terciptalah sebuah lingkaran bersinar diatas kepala Jo.
"Apa ini..?!" kejut Jo dan langsung melihat kearah Kaito.
"Tenang saja… tidak sakit." Jawab Kaito. "Baiklah… Ultimaa..!" seru Kaito.
"AAaa..!" teriak si Jo. Terciptalah cahaya didepan telapak tangan Kaito. Dan secara cepat berubah bentuk menjadi sebuah Sniper dengan bentuk yang diluar dugaan.
Dan Jo pun tersungkur pingsan untuk sesaat, akan bangun apa bila Voidnya telah di kembalikan.
"Kaito Kepada Gin.." lapor Kaito. "Gin kepada Kaito …masuk.." jawab Gin. "Siap pada posisi.. serangan di mulai dalam 4 detik." Jawab Kaito.
"Mengerti.." jawab Gin. "Semua unit bersiap..!" seru Gin.

Saat itu Lewatlah Truk paling depan. Incaranya adalah truck paling tengah karena mereka membawa sebuah peyemprot pengsterilisasi yaitu Ethanol tidak berair.
dan jika di tembak akan mengakibatkan ledakan yang sangat dahsyat dari pada 2 lik dinamit.
"Oke…! 4 3 2 1…!" Seru kaito Sambil menembak Truck yang membawa Ethanol itu.
"semua pasukan..!" seru Gin.
"Awas ada tembakan dari arah jam 1..!" seru salah satu seorang prajurit anti bodies.
Terjadilah ledakan besar yang menghancurkan 4 dari truck itu. Tersisa 3 truck semua adalah truck pengangkut pasukan.
"Semua pasukan..! buat parimeter..!" perintah sang komandan.
"Cepat..! Parimeter di arah jan 11 dan 12 ..!" seru sang Sersan.

"Pasukanku ..! serang..!" seru Gin. Terjadilah baku tembak antara pasukan anti bodies dan pasukan undertakers.
"Shikine ke Kaito Masuk…" lapor Shikine. "Kaito kepada Shikine.. ganti.!" Seru Kaito.
"Semua berjalan sesuai rencana… kau masuk kearea parkir disebelah timur ada pintu sebuah gundang…mereka ada disana.." kata Shikine.
"Roger…. Misi diterima." Jawab Kaito. "Oh ya satu lagi… siapkan Prototype mu… para Daemon ada disana dengan jumlah banyak.. semuanya tingkat yang membahayakan.. jangan terkena liur mereka.. maka kau takkan terinfeksi." Kata Shikine.
"Ah bagus sekali… ini benar-benar misi yang bikin orang mati kering." Jawab Kaito.
"Semoga berhasil." Kata Shikine.
"Ya… Semoga berhasil untuk ku.." sindir Kaito. "Baiklah …..!" seru Kaito dan melepaskan Void si Jo. Jo kembali tersadar.

"Gin ke Shikine..!" seru Gin. "Shikine ke Gin…" jawab Shikine. "Bagaimana ..?"tanya Gin.
"Semua berjalan lancar… Kaito sedang menuju area yang telah ditentukan.." jawab Shikine.
"Bagus… aku melihatnya." Jawab Gin sambil melihat Kaito.

Sementara itu Kaito masuk kedalam area parkiran.
"Ah… bagus sekali… ini akan menyenangkan." Kata nya.
dia melihat di depannya mayat yang isi perutnya telah terburai dan kepala yang sudah hilang.
"Ah… ini lebih buruk dari Resident Evil.." katanya sambil berjalan menuju arah Timur.
Dan tiba-tiba ia diserang dari belakan oleh Daemon.
"heh.!" Serunya sambil menghindar. Setelah berhasil menghindar ia melihat bentuk Daemon itu.
"Gees… buruk sekali … Apakah ibumu tidak pernah memberimu cukup vitamin untuk muka..?" katanya sambil menyerang Daemon itu.
Kembali ke 3 orang yang bersembunyi di dalam gudang.
"aku mendengar suara tembakan dan pedang." Seru Itou.
"aku juga,.." kata Roya. "itu mereka.. mereka akan kemari." Kata Itou.
"B…b..berna…rkahg..?" tanya Usagi. "Ya usagi… tenang …mereka akan membawa vaksin dan akan menolongmu tetap menjadi manusia." Jawab Itou.

Kembali ke Kaito.
"Hah…Hah…Hah… ah… sempurna… mereka banyak sekali…" kata Kaito sambil ter-engah-engah. Kaito melihat kea rah kanannya dan melihat sebuah pintu disana.
"Ah… pintu ..! itu dia..!"seru Kaito dan langsung berlari kearah pintu itu dengan beberapa Daemon yang mengejarnya di belakang.
"Aaaaa..!" seru Kaito dan lansung membuka pintu itu.
masuklah Kaito dengan selamat. "Hah… hampir saja." Kata Kaito.
Kaito pun melihat didepannya ada sebuah ruangan lagi. Dia masuk kedalam ruangan itu.
"..Haloo.. apa ada orang..?" tanya Kaito. "Jangan bergerak..!" seru Itou sambil menodongkan senjatanya ke Kaito.
"Hey hey..!" jawab Kaito. "Apakah kau dari pasukan Anti bodies..? jawab..!" bentak Itou.
"Tenang … Aku bukan dari pasukan anti bodies… Aku Kaito…" jawab Kaito.
"Apakah kau terinfeksi…?!" tanya lagi si Itou dengan lantang.
"Aku tidak terinfeksi…" jawab Kaito. "Syukurlah..jika begitu.. kau ini apa..?" tanya Itou.
"Aku anggota Undertakers." Jawab Kaito. "Kau…?... " bingung Itou.
"Jika benar …mana pihak bantuan..?" tanya Itou.
"Aku lah pihak bantuan itu.."jawab Kaito. "Apa..? tidak mungkin..!" kata Itou.
"jika membawa orang banyak kedalam area ini… mereka hanya akan jadi makanan dari monster-monster gila itu." Kata Kaito.
"Tidak mungkin…" shock si Roya. "Tenang…aku akan mengeluarkan kalian dari sini.. setelah ada laporan dari Gin. Mereka sedang menghadang pasukan anti bodies." Kata Kaito.
"Jadi… Apakah kau membawa vaksin..?" tanya Roya. "Vaksin..?" bingun Kaito.
"Ya Vaksin..?! bukankah kalian mempunyai Vaksin..?!" seru Itou sambil mendorong tubuh Kaito kedinding.
"Ugh…!" desuh Kaito. "Vaksin..! Dimana Vaksinnya..!?" bentak Itou. "Kami belum mempunyai vaksin tersebut… pihak ahli medis kami sedang mencari vaksin itu untuk wabah ini…!" jawab Kaito dengan lantang.
"Jadi..?! bagaiamana dengan Usagi yang terkena wabah itu…?!" bentak Itou.
"Setau ku mereka akan berubah jadi monster itu dan mulai menyebarkan parasite nya .." jawab Kaito. "Tidak mungkin… tidak mungkin..!" bentak Roya.
"hey… "panggil usagi. "Usagi..?"kata Itou. "Ti…tidakgh apa… Ji…jika haruss.. ma…ma..mati…" kata usagi. "Berhenti bicara seperti itu Usagi..! Kita akan selamat dari sini..!" bentak Itou.
"Ehehegheheghhh… ini … se. melihat mu… ka…kahwangh.." kata Usagi sambil terbata-bata.
"Usagi..!" seru Roya. "Usagiii..!" bentak Itou. Kaito hanya bisa terdiam melihat ini.
"Selamat Tinggalhk…" ucap Usagi dan lansung menghembuskan nafas terakhirnya.
"Usagiiiii….!" Teriak Roya.."Usagi..!...Usagi..! Usagi Sanada…!" teriak Itou.
Kaito hanya menutup matanya dan turut bersimpati atas kehilangan mereka.
"Baiklah… dia sudah mati... pentingkan diri kalian… semoga dia tenang.." kata Kaito.
"Sudah lah Itou … Ayo kita pergi."kata Roya.
"Ya.. Selamat tidur kawan…" ucap si Itou. "Baiklah… apa rencana mu…?" tanya Roya.
"Begini… kita akan keluar… tetap buka mata kalian… tembak pas dikepala atau di inti mereka yang berwarna putih… tembak jika di perlukan… hemat peluru sampai kita diluar…jelas..?" kata Kaito.
"Semua jelas.." jawab Itou. "Jelas.." jawab Roya. "Baiklah… jangan gegabah.."kata Kaito.
saat akan membuka pintu. Tiba-tiba mayat Usagi sudah berdiri dibelakan mereka.
"Ah.. Itou… Kaito..! usagi.!" Kejut Roya. "Ada apa..?" tanya Kaito. "Usagi hidup kembali..? tetapi ada apa dengan nya…? Pucat dan berlendir.." kata Itou.
"Itu efek dari parasit wabah nya… jangan terkena lendirnya… kau akan terinfeksi." Jawab Kaito.
Mereka bertiga membidik kearah kepala Usagi.
"Usagi..! jangan bergerak..!" bentak Roya. "Dia takkan mendengarmu…" jawab Kaito.
"usagi..! diam di sana..!" bentak si Itou.
Melihat Usagi yang sangat menyeramkan, mereka mundur perlahan.
dan tiba-tiba mayat usagi berjalan mengarah mereka bertiga.
"Usagi..!" seru Itou. Dan berjalan semakin cepat dan cepat.
"Usagi sanada..!" seru Roya. "egh…!" seru Kaito dan langsung menusuk kepala mayat Usagi dengan pedangnya.
Mayat Usagi pun jatuh. "Jika sudah begitu… mereka takkan tau yang namanya teman… teman atau lawan… sama saja… mereka akan menyantapmu…" kata Kaito.
"Ah..?!" kaget mereka berdua. "Jika sudah melihat mereka … bunuh saja… tanpa ragu..!" bentak Kaito.

Kembali diluar parkiran pihak Undertakers dan Anti bodies pun masih melakukan aksin baku tembak. Tetapi pihak anti bodies sudah kehilangan banyak pasukan.
"Gin ke Kaito..?! masuk ..!" kata Gin.
"Kaito… Kaito ke Gin ..!" seru Kaito . "Kalian sudah keluar…?" tanya Gin.
"Menurutmu…? Apa kau tidak dengar suara senjata kami…?!" tanya Kaito.
"Baiklah ..aku dan beberapa pasukan akan turun kesana." Jawab Gin.
"Terima kasih bnyak… sudah… nanti saja … kami sibuk.." kata Kaito.
"Ya… selamat bertugas.." jawab Gin. "Sialan..!" seru Kaito.
"Pasukan 3 dan 8 ikuti aku..!" seru Gin.
Pergilah Gin ke area parkiran dan menunggu ketiga orang itu.
"Egh..!" desuh Roya. "Cepat..!" seru Kaito.
berlari dan berlari akhirnya mereka melihat pintu keluar di depan mereka. Dan juga terlihat lah Gin dan pasukannya.

"Kaito..!" seru Gin. "Itu Gin.. Cepat..!" seru Kaito. Berlari lah mereka semakin cepat kearah Gin.
"Lindungi mereka ..!" perintah Gin.
pasukan membuat parimeter kecil dan menembaki Daemon yang mengejar tiga orang itu.
"Eru… ledakan tempat ini..!" seru Gin. "Roger..!" jawab Eru.
Eru pun megeluarkan bom berdurasi 12 detik. "Bom terpasang….! Lari..!" seru Eru.
Mereka semua pun berlari secepat mungkin untuk bisa keluar dari area parkir.

Dan ledakan pun terjadi . menghanguskan semua isi di area parkiran.
"Haha…!" seru Eru.
"Shikine ke Gin..!" kata Shikine. "Gin ke Shikine laporkan situasi dan misi…" kata Gin.
"Situasi dapat diambil kendali… misi complete 100 %." Jawab Shikine.
"Hah… ini baru misi.." kata Gin dengan bangganya.

"Kita kembali ke Base..!" seru Gin.
Kembali lah mereka ke Base. Sementara itu diruangan utama.
"Jadi bagaimana misi ini menurutmu Kaito.?" Tanya Gin.
"Ini misi pertama terburuk ku ..!" seru Kaito.
"Hahaha…" ledek Gin. "Jangan tertawa..! jika menjadi aku …kau akan mengerti seperti apa berhadapan dengan mahkluk gila itu."kata Kaito.
"Ya..ya sajalah…" jawab Gin.
"jadi kau semakin tertarik dengan ini Kaito…?" tanya Gin lagi.
"Sepertinya… Aku sudah tidak ragu lagi… jadi mungkin… aku bisa melakukannya tanpa ragu dan takut." Jawab Kaito.
"Ya baguslah… akhirnya kau terbiasa." Kata Gin.
"Begitukah…? Mungkin saja." Jawab Kaito.

-##-


Sementara itu di pihak Anti bodies (federasi).
"Guoblolololok..!" bentak Kapter mereka. "Kita kalah jumlah pak. Dan kita juga diserang secara tiba-tiba." Jawab seorang bawahan.
"saya juga tau kalo kalian diserang mendadak..!" bentak si Kapten.
"….." seorang bawahan itu terdiam.

"Tenang kapten…" kata seorang Komandan yaitu Raito.
"apa..?" bingung si Kapten. "Tenang saja… alihkan ini pada ku… aku akan membantai mereka semua… dan aku akan merebut apa yang seharusnya milikku.." jawab Raito.
"Apakah bisa kau ini dipercaya..?!" bentak si Kapten.
"Tentu saja… serahkan semuanya pada ku… lalu kau bisa besantai selamanya.." jawab Raito.
"Syukurlah… tapi.." kata si Kapten belum selesai bicara. Tetapi pedang sudah menancap dikepalanya.
"A…aak…akk.." kata si Kapten. "Selamat tidur…" ucap dari seorang Raito.
dan terjatuhlah tubuh si Kapten.
"mulai sekarang … kalian akan patuh pada perintah ku… jika ada yang membangkang …nasib pasukan mu akan sepertinya ..apakah jelas sersan..?" kata Raito.
"Jelas master Komandan Raito." Jawab si sersan.
"Hahahahaha..! hahahahaha ..! hahahaha ..!" tawa jahat si Raito.

-##-


To Be Continued.