"oppa! Tolong aku selesaikan PRku!" Kibum merajuk manja menghampiriku saat aku selesai membereskan kamarku
"pelajaran apa nona cantik?" candaku mencubit pipinya walau aku harus sedikit berjinjit karena Kibum lebih tinggi dariku
"seperti biasa matematika!" jawab Kibum manja
"baiklah akan oppa kerjakan" aku tuntun tangan Kibum berjalan masuk kedalam kamarnya yang indah dengan nuansa warna pink sesuai dengan warna kesukaannya. Kibum memiliki banyak koleksi boneka Barbie berikut dengan rumahnya.
Aku membantu mengerjakan PR kibum sampai tuntas. Aku melihat Kibum begitu senang karena pelajaran yang amat dibencinya kini mulai bisa diminatinya.
"oppa! Sebenarnya ada yang ingin aku certain sama oppa" Kibum membereskan bukunya dan memasukan kembali kedalam tas sekolahnya
apa itu? Cerita saja" aku tatap Kibum serius
"jangan bilang Siwon oppa yah!" Kibum memohon
"baiklah akan menjadi rahasia kita" aku cantelkan jari kelingkingku dengan kelingkingnya
"sebenarnya Kibum sudah mulai menyukai namja. Tapi Kibum takut untuk mengakuinya! Hampir semua yeoja chingu Kibum disekolah sudah memiliki pacar. Hanya Kibum yang belum memilikinya. Tapi sekarang Kibum baru sadar kalau sebenarnya ada namja yang Kibum suka" wajah Kibum merona
"jinja? Siapa namja yang sangat beruntung itu?" aku menjadi penasaran
"Siwon oppa!" wajah Kibum memerah saat mengucapkan sebuah nama namja yang berhasil membuatnya jatuh cinta ternyata adalah oppa kandungnya sendiri
"mwo? Siwon oppa!" aku terhentak
"nee! Itu sebabnya jangan pernah bilang sama oppa kalau aku jatuh cinta padanya" Kibum memelas
"waeyeo? Dia oppa kandung kamu Kibum-ah! Kenapa kamu bisa jatuh cinta sama oppamu sendiri?" aku berusaha membuka mata dan hati Kibum
"karena selama ini aku tidak pernah menemukan namja yang bisa melebihi Siwon oppa. Ketampanannya, pesonanya, kesempurnaan fisiknya juga karismanya. Semua hal yang Kibum suka dari seorang namja ada pada diri Siwon oppa itu sebabnya aku jatuh cinta padanya" Kibum menceritakan semua itu begitu mengalir dengan lancar seperti air disungai
"tapi itu tidak mungkin Kibum-ah! Kamu dan Siwon oppa saudara kandung, kalian lahir dari rahim yang sama dan eomma yang sama" aku terus berusaha menyadarkan kekeliruan dari Kibum
"arra! Itu sebabnya sampai sekarang aku terus menutupinya" Kibum menundukan wajahnya.
"hai! Kalian serius amat. Lagi pada ngapain sih?" tiba – tiba Siwon hyung masuk kedalam kamar mengejutkan kami
"oppa! Apa kamu sudah lama berada diluar?" Kibum tampak kikuk
"hmm sudah satu jam oppa diluar menguping pembicaraan kalian berdua" Siwon hyung merebahkan badan sexynya diatas ranjang mewah Kibum
"jinja? Hyung apa kamu berkata jujur?" aku menjadi sangat khawatir
"wae? Apa aku sebagai kakak kalian tidak boleh tahu apa yang sedang kalian bicarakan?" Siwon hyung menyantap kudapan yang ada di meja nakas
"kalau iya oppa menguping coba bilang apa yang sedang kami bicarakan?" Kibum memancing
"hmmm betapa gantengnya Siwon oppa juga betapa sempurnanya Siwon oppa" Siwon hyung menggoda Kibum yang wajahnya tampak pucat
"hyung aku mohon jangan bercanda" aku tatap Siwon hyung ragu
"ahh kalian ini dasar lugu mau gampang banget ditipu. Tentu saja aku baru datang, melihat rumah begitu sepi dan aku dengar ada keributan dikamar ini aku langsung saja masuk dan mana aku tahu apa yang sedang kalian bicarakan" Siwon hyung menggeliat dan kembali berbaring diatas ranjang
"oppa!" Kibum berlari menindih tubuh Siwon hyung yang terlentang.
Aku tersenyum melihat mereka berdua dan aku gelengkan kepalaku. Aku tatap dengan seksama wajah Siwon hyung yang sedang membelai rambut dongsaengnya sambil matanya terpejam karena lelah setelah seharian beraktivitas dikampus ternama itu.
Semakin aku tatap dan perhatikan dia semakin mempesona. Kenapa aku menjadi menikmati pemandangan indah ini? Saat menatap wajahnya yang tampan hatiku terasa tidak karuan dan jantungku berdebar kencang. Apakah aku juga merasakan hal yang sama seperti yang saat ini Kibum rasakan? Oh Tuhan ini tidak boleh aku biarkan. Bagaimanapun juga Siwon hyung adalah kakak angkatku dan aku harus menganggapnya seperti kakak kandungku.
"wae? Kamu tatap aku seperti itu?" Siwon hyung mengagetkanku
"ani! Saya senang melihat keakraban hyung dengan Kibum" aku berusaha mengalihkan pandanganku
"denganmu aku juga bisa akrab dan dekat Kyuhyun-ah. Karena kita bersaudara" Siwon hyung menarik tanganku ikut berbaring diatas ranjang mewah itu dimana Siwon hyung berbaring terlentang ditengah diantara aku dan Kibum
"Siwon oppa benar kita adalah saudara" Kibum berkata menatap langit – langit kamarnya.
"Siwon oppa! Sebenarnya ada yang tidak aku suka dari kamu" tiba – tiba Kibum memecah keheningan
"apa itu" Siwon hyung menatap dongsaengnya
"aku tidak suka oppa yang terlalu sempurna! Aku tidak suka oppa cerdas dan berprestasi dalam bidang akademik. Buatku cukup Kyuhyun oppa saja yang menguasai bidang itu, aku tidak mau dikelilingi 2 oppa yang terlalu cerdas sementara aku tidak. Aku lebih suka membayangkan Siwon oppa menjadi seorang pembalap, memiliki tubuh yang kekar dan tampak sangat macho. Membayangkan Siwon oppa menjadi raja disirkuit digilai banyak yeoja ohh betapa tampannya Siwon oppa saat mengenakan baju seorang pembalap itu" Kibum meracau tidak karuan
"jinja? Seperti itukah yang kamu inginkan dari oppa?" Siwon hyung duduk menghadap Kibum yang masih berbaring
"yah itu benar oppa" aku melihat tatapan Kibum memiliki makna yang sangat dalam buat Siwon hyung
"itu tidak mungkin Kibum-ah! Appa dan eomma tidak akan pernah mengijinkan anaknya menjadi seorang pembalap setelah tragedi yang menimpa oppanya eomma yang tewas dalam kecelakaan disirkuit" Siwon hyung turun berjalan melangkah menuju meja computer milik kibum.
"kemarilah!" Siwon hyung menyuruh kami menghampirinya.
Dia menunjukan foto seorang ahjussi dari sebuah situs diinternet memakai baju pembalap dan tangan kanannya memegang helm sepertinya dia seorang pembalap motor
"nuguya hyung?" tanyaku penasaran
"namanya Kim Bora! Dia oppanya eomma satu – satunya yang tewas sekitar 10 tahun yang lalu karena terlindas rekannya saat moto GP dijepang" Siwon hyung menatap foto yang ada dilayar monitor itu dengan sedih
"apakah hyung sempat mengenalnya?" aku bertanya "
tentu saja! Dia paman yang sangat baik! Saat appa dalam perjalanan bisnisnya diluar negeri paman selalu datang menemani eomma dan kami dirumah mewah ini. Paman juga sering membawakan hadiah buat aku dan Kibum setiap dia pulang dari sirkuit. Seumur hidupnya paman habiskan didunia balap dan tidak pernah menikah walau usianya sudah cukup tua, saat paman meninggal kakek dan nenek trauma berat dan terkena serangan jantung sebulan kemudia kakek meninggal disusul nenek dua bulan berikutnya. Eomma lah yang paling mengalami traumatis yang sangat dalam karena kurang dari 6 bulan eomma harus kehilangan 3 orang yang penting dalam hidupnya. Itu sebabnya kita jangan pernah membahas soal balapan didepan eomma. Janji?" Siwon hyung menatap kami berdua
"nee oppa" Kibum menundukan kepalanya.
)(
One month later
Mimpi buruk itu terus terus menghantuiku dan selalu sama, aku melihat Siwon hyung, eomma juga appa menangis histeris sementara Kibum tidur terlelap. Semakin sering aku bermimpi itu aku menjadi semakin curiga dan menduga – duga akan arti mimpiku itu. Apakah arti mimpiku itu adalah Kibum akan meninggal? Tuhan jangan ambil Kibum dari keluarga ini! Jika harus ada yang pergi biarlah aku yang kau ambil Tuhan.
"Kyuhyun-ah kamu bisa antar eomma pergi kesupermarket kan?" eomma meminta jasaku saat kami selesai sarapan
"tentu eomma saya bisa mengantar eomma" jawabku membereskan sarapanku
"aku titip susu high protein eomma! Punyaku sudah habis" pesan Siwon hyung
"nee eomma pasti akan belikan. Kamu Mau pesan apa Kibum-ah?" eomma menatap putri bungsunya
"lotion dan sabun cair ku eomma itu sudah abis" pesan Kibum
"baiklah akan eomma belikan untukmu" eomma membereskan piring dimeja dan meminta pelayan membersihkannya.
Kami sudah berada disebuah mall besar dan kami berada dilantai 6 dimana supermarket berada. Aku berjalan dibelakang eomma yang mendorong troly.
Tiba – tiba sekilas dalam benakku eomma akan terjatuh karena menginjak sesuatu membuat pergelangan kaki eomma terkilir karena high heels yang dipakai eomma siang itu
"eomma! Hati – hati" teriakku
"wae?" eomma menghentikan langkahnya menengok kearahku "aku membayangkan eomma akan terjatuh dilorong makanan kaleng menyebabkan kaki eomma terkilir. Percayalah eomma bayangan yang melintas dalam benakku selalu menjadi nyata" aku berkata ragu kerena aku yakin eomma tidak akan percaya padaku
"ahh kamu ini! Eomma tidak apa – apa" eomma memang tidak mempercayaiku.
Dan benar saja eomma terpeleset karena lantai licin yang masih basah. Kaki eomma terkilir membuat eomma tidak dapat berjalan
"Kyuhyun-ah! Bagaimana mungkin ini terbukti nyata?" eomma menatapku heran
"saya sudah bilang sama eomma bahwa saya memiliki firasat yang sangat peka dan tidak dimiliki orang lain pada umumnya" aku berusaha membantu eomma berdiri
"sepertinya eomma tidak sanggup berdiri Kyuhyun-ah! Kita harus telpon supir untuk menjemput kita disini" eomma mengelurkan ponselnya dan menelpon supir untuk menjemput kami.
"dari kapan kamu memiliki kemampuan seperti ini Kyuhyun-ah?" eomma menatapku menahan sakit dipergelangan kakinya
"tepatnya kapan saya juga tidak tahu eomma! Hanya saja kejadian yang paling saya ingat dan sulit untuk melupakannya adalah saat kecelakaan yang menewaskan suster Maria. Sebelum kejadian itu saya mendapatkan mimpi kalau suster Maria ada dalam sebuah kecelakaan dan dalam mimpi saya suster Maria memang meninggal" aku tatap eomma dengan tatapan nanar
"jinja? Jadi sebenarnya kamu bisa saja merubah takdir yang akan terjadi pada orang bukan begitu?" eomma tampak sangat penasaran
"ani eomma! Dalam mimpiku aku selalu memimpikan kematian seseorang dan aku tidak mampu merubahnya walau dengan usaha apapun sepertinya mimpi itu hanya sekedar peringatan buat semua orang agar menjalani hidup dengan benar dan selalu berhati hati" jawabku berfilosofis
"jika kamu memimpikan eomma meninggal, apakah kamu akan mengatakannya pada eomma?" eomma menatapku dalam
"aku tidak sanggup menghadapinya eomma! Aku selalu berharap akulah yang lebih baik pergi lebih dulu jika orang yang aku sayangi ada dalam mimpiku dan orang itu meninggal dalam mimpiku. Aku sudah terlalu sering kehilangan orang yang penting dalam hidupku dengan mengetahui sebelumnya. Eomma tahu itu sangat menyakitkan, lebih menyakitkan dari apapun" aku tak mampu membendung air mataku
"kemarilah nak! Eomma akan memelukmu" eomma menepuk bahuku dan membelai rambutku.
Sebelum kembali kerumah, kami mampir kesebuah rumah sakit bertaraf internasional untuk mengobati pergelangan kaki eomma. Diruang UGD Kami berpapasan dengan perawat yang mendorong blankar dimana seorang yeoja cantik berbaring diatasnya merintih kesakitan akibat pendarahan disekitar selangkangannya
"kenapa yeoja itu? Sepertinya dia begitu kesakitan?" eomma tampak memperhatikan kemana yeoja itu akan dibawa.
Flash back kembali terjadi dalam benakku, aku melihat yeoja itu berusaha menggugurkan kandungannya yang sudah masuk 5 bulan dan mengalami pendarahan, dalam gambaran yang ada dibenakku yeoja itu akhirnya meninggal karena kehabisan banyak darah.
"yeoja itu berusaha menggugurkan kandungannya eomma dan dia akan meninggal! Itu sudah ada dalam pandangan batinku" aku meneteskan air mataku
"Kyuhyun-ah!" eomma menatapku bingung.
Lalu seorang dokter muda nan tampan menghampiri eomma untuk mengobati kaki eomma
"anda terkilir nyonya!" dokter itu mulai memeriksa eomma
"yeoja yang barusan itu kenapa yah dok?" eomma penasaran dengan yeoja yang aku ceritakan
"ohh dia berusaha menggugurkan kandungannya dan mengalami pendarahan" jawab dokter itu membalut pergelangan kaki eomma dengan perban.
Eomma menatapku dengan tatapan keheranan karena aku bisa tahu apa yang sudah dilakukan yeoja itu
"Kyuhyun-ah selain bermimpi ternyata kamu juga bisa melihat masa lalu dan masa depan?" eomma setengah berbisik padaku saat dokter tampan itu berlalu
"tidak selalu eomma kadang – kadang saja" jawabku jujur.
Kami pulang setelah eomma mandapatkan perawatan untuk kakinya yang baru saja terkilir. Dan nasib yeoja itu memang terbukti benar, akhirnya dia meninggal karena pendarahan. Eomma semakin heran melihat semua kelebihan yang aku miliki ini.
)(
Dua bulan berikutnya
Kini semua anggota keluarga Choi sudah mengetahui tentang kelebihan yang aku miliki. Karena mimpi yang aku alami, aku berhasil menyelamatkan eomma dari kasus penipuan bisnis berlian yang hampir saja menimpanya. Aku juga berhasil membuat appa memenangkan proyek pembangunan hotel baru di Mokpo mengalahkan developer saingannya.
Siwon hyung juga berhasil aku selamatkan untuk tidak pergi kepesta ulang tahun temannya karena disana mereka berpesta narkoba dan hampir semua orang yang ada dipesta itu digiring polisi untuk diintrogasi. Seluruh anggota keluarga ini semakin menyayangiku dan selalu mengandalkan aku.
Tapi ada satu mimpi yang tidak pernah hilang dan selalu saja datang dalam tidurku adalah mimpi yang sama dimana Kibum terlelap tidur sementara yang lainnya menangis histeris.
"eomma! Apakah Kibum mengidap penyakit yang berat?" tanyaku pada eomma hati – hati saat kami berdua sedang duduk santai dihalaman belakang menunggu anggota keluarga yang lainnya pulang dari aktivitas
"opso! Wae? Apa kamu bermimpi buruk tentang Kibum?" eomma menatapku serius sekali
"entahlah eomma sudah berkali – kali aku mendapatkan mimpi dimana eomma, appa juga Siwon hyung menangis histeris sementara Kibum tertidur diatas ranjangnya yang indah mengenakan baju pengantin yang sangat indah. Sampai saat ini aku tidak mengerti apa arti mimpiku itu" aku tatap eomma memelas
"andwee! Ini tidak bisa dibiarkan. Kita harus menyelamatkan Kibum eomma takut mimpimu itu berarti Kibum akan segera pergi meninggalkan kita untuk selamanya" eomma menjadi histeris
"eomma! Miane karena aku membuat eomma menjadi khawatir" aku menyesali perkataanku
"Kibum-ah sebenarnya apa yang akan menimpamu?" eomma meninggalkan aku masuk kedalam rumah dengan tingkah yang sangat panik
Eomma menelpon appa juga Siwon hyung untuk segera pulang dan menyuruh sopir untuk segera menjemput Kibum disekolah padahal belum waktunya. Aku melihat eomma bersikap aneh dan labil. Seperti kehilangan arah dia begitu gelisah menunggu anggota keluarganya pulang.
"eomma! Ada apa? Kenapa aku dijemput paksa? Padahal aku sedang latihan drama disekolah" Kibum mengeluh begitu sampai dirumah
"Kibum-ah" eomma berlari menyambut putri cantiknya lalu memeluknya dengan begitu erat
"waeyeo? Eomma gwencana?" Kibum tampak kebingungan
"kamu baik – baik saja kan?" eomma memastikan kondisi putrinya
"gwencana! Sebenarnya ada apa sih? Oppa?" Kibum menatapku penasaran
"opso" jawabku singkat.
Keluarga sudah berkumpul diruang keluarga menunggu eomma membuka mulutnya untuk menjelaskan kepanikan yang dia buat
"eomma! Ada apa?" Siwon hyung membuka percakapan
"kita harus menjaga Kibum! Untuk sementara ini Kibum tidak boleh keluar rumah dan kita harus mengawasinya 24 jam setiap harinya" eomma berkata gugup
"wae? Kenapa aku tidak boleh sekolah eomma?" keluh Kibum heran
"karena mimpi buruk yang dialami Kyuhyun tentang kamu" jawab eomma histeris
"mwo? Jinja?" appa menatapku penasaran
"entahlah appa, saya juga tidak sepenuhnya mengerti apa arti mimpiku itu. Dalam mimpiku aku melihat appa, eomma juga Siwon hyung menangis histeris sementara Kibum tertidur diatas ranjangnya yang indah memakai gaun pengantin" jawabku apa adanya.
Semua anggota keluarga terdiam dan menatapku seperti kecewa.
"apakah arti mimpimu itu aku akan mati?" Tanya Kibum sinis padaku
"oppa tidak tahu Kibum-ah" jawabku bingung
"aku benci kamu oppa! Kamu bisa menyelamatkan eomma, appa juga Siwon oppa lalu kenapa kamu malah mendapatkan mimpi yang buruk tentang aku" Kibum protes padaku
"Kibum-ah!" aku menatap Kibum penuh sesal
"aku benci kamu oppa! Kamu orang yang sangat aneh! Lebih baik kamu simpan saja sendiri mimpi burukmu itu dan jangan membaginya pada siapapun. Lebih baik aku tidak pernah tahu tentang hari esokku dari pada kamu membuatnya menjadi tidak menyenangkan dan menakutkan. Kalau mati yah mati saja tidak usah membuat semua orang was was dan takut" Kibum histeris setengah berteriak lalu berlari menuju tangga meninggalkan kami
"Kibum-ah!" teriak appa memanggil
"biar saya coba untuk menenangkannya" Siwon hyung berlari mengejar Kibum dongsaeng kesayangannya.
"miane! Karena saya membuat semua keluarga ini was was dan dalam kesedihan. Saya tidak tahu apa yang harus saya lalukan untuk menebus semua kekhawatiran ini" aku benar – benar putus asa melihat keluarga ini menjadi murung tidak ceria seperti biasanya
"ini bukan salahmu Kyuhyun-ah! Karena kelebihan yang kamu miliki itu, kamu pernah menyelamatkan kami dari nasib buruk yang akan menimpa, mungkin mimpimu itu merupakan teguran dari Tuhan karena selama ini kita lupa untuk bersyukur" appa mencoba menenangkan aku.
Eomma berlalu meninggalkan kami tanpa berkata sepatah katapun.
"kamu tidak perlu memikirkan perubahan sikap eomma juga Kibum yah! Mereka hanya masih belum bisa menerima perubahan yang kamu bawa dalam rumah ini" appa menghiburku
"nee appa" jawabku pelan
"kamu masuklah kekamar dan beristirahatlah! Semoga kamu mendapatkan mimpi yang indah" appa menyuruhku untuk beristirahat.
Keesokan harinya dimeja makan. Aku melihat semua anggota keluarga lengkap duduk ditempatnya masing – masing menatap kosong piring masing – masing dan tidak aku dengar satu percakapanpun
"selamat pagi" aku berusaha memecahkan keheningan
"ahh Kyuhyun-ah duduklah sarapan bersama" hanya appa yang menyambutku diruang makan sementara yang lainnya seperti tidak menganggap keberadaanku.
Aku melangkah untuk duduk dikursiku
"semalam apa mimpimu? Apa dalam mimpimu aku mati?" Tanya Kibum sinis dan ketus
"Kibum-ah! Kamu jangan seperti itu" Siwon hyung mengeluhkan sikap dongsaengnya
"aku sudah kehilangan selera makan! Buat apa aku makan kalau sebentar lagi aku akan mati?" Kibum meninggalkan kami dengan sikap yang kasar
"Kibum-ah!" eomma menyusulnya.
Aku benar – benar bingung dan tidak tahu apa yang harus aku lakukan untuk mengembalikan keceriaan dalam keluarga ini. Kibum yang tadinya ceria juga ramah berubah menjadi sosok yang sinis dan menakutkan. Eomma yang memiliki sifat lebut dan penyayang berubah menjadi dingin dan jarang bicara.
Hanya appa dan Siwon hyung yang berusaha untuk tetap bersikap sama padaku walau jauh dalam lubuk hati mereka menyimpan kesedihan dan rasa khawatir yang amat dalam.
Kibum menjadi menutup diri dan menjaga jarak dengan siapapun, dia sudah tidak lagi bergabung untuk makan bersama diruang makan. Selalu eomma yang berhasil masuk kedalam kamarnya untuk membawakan Kibum makan dan memastikan bahwa dia baik – baik saja.
Aku menjadi semakin merasa bersalah dan aku pun mengambil keputusan untuk kembali kepanti asuhan meninggalkan keluarga baruku ini.
"appa! Boleh saya bicara sembentar?" aku beranikan diri masuk kedalam ruang kerja appa
"apa itu? Masuklah dan bicaralah!" appa menyambut kedatanganku
"miane! Atas semua kesalahan dan masalah yang sudah saya buat! Sepertinya akan lebih baik jika saya kembali kepanti asuhan" aku menundukan kepalaku menahan air mataku agar tidak menetes
"wae? Apa kamu merasa sedih atas sikap eomma juga Kibum?" Tanya appa
"tidak appa! Hanya saja saya merasa keberaaan saya disini hanya membawa masalah dan kesedihan dalam keluarga ini" aku tatap appa syahdu
"Kyuhyun-ah kami sangat menyayangi kamu! Tetaplah disini dan menjadi bagian dari keluarga kami" appa mendekatiku dan memelukku
"kalau dia mau kembali kepanti, ijinkan saja appa!" eomma tiba – tiba masuk kedalam ruangan
"chagiya!" protes appa pada eomma
"Kibum benar! Lebih baik kita tidak pernah tahu masa depan kita daripada mengetahuinya pada akhirnya kita tidak menikmati hari – hari kita setiap harinya. Aku sudah tidak sanggup dengan keadaan ini yeobo! Akan lebih baik jika Kyuhyun pergi dari rumah ini dan kembali kepanti lalu kita mulai hidup kita masing – masing" eomma menatapku dingin
"baiklah eomma! Besok pagi saya akan pergi meninggalkan keluarga ini. Saya harap kebahagiaan juga keceriaan kembali menaungi keluarga ini" aku tatap eomma berkaca – kaca.
"andwee! Tidak akan aku biarkan Kyuhyun meninggalkan rumah ini" Siwon hyung masuk mengejutkan kami
"Siwon-ah! Tidakkah kamu melihat bagaimana dongsaengmu sekarang? Dia menjadi pemurung juga ketus dia seperti hilang semangat hidup itu semua karena Kyuhyun" eomma berusaha menyadarkan Siwon hyung yang telah membelaku
"dia salah apa eomma? Apa dia mau mendapatkan mimpi seperti itu? Apa dia sendiri yang mengatur harus mendapatkan mimpi seperti apa agar kita bahagia? Ingat eomma dia pernah menyelamatkan kita dari kesialan dan saat itu eomma sangat bahagia. Lalu kenapa eomma seperti menutup mata dan hati eomma saat Kyuhyun mendapatkan mimpi yang buruk lalu menyalahkannya? Eomma benar – benar egois" protes Siwon hyung membelaku
"diam!" teriak eomma menampar Siwon hyung membuat kami semua terkejut karena eomma tidak pernah sekalipun melakukan itu
gumawao eomma! Akhirnya aku bisa merasakan bagaimana rasanya ditampar. Ingat jika Kyuhyun pergi, maka eomma juga akan kehilangan aku" Siwon hyung menarik tanganku meninggalkan ruang kerja appa.
Baru sampai dipintu kami dikagetkan oleh pelayan yang berlari dengan nafas terengah – engah menghampiri kami
"tuan muda, nona Kibum mengigau dan badannya panas sekali sepertinya dia demam" pelayan yang melayani Kibum bercerita
"mwo?" teriak eomma dari dalam dan bergegas berlari menuju kamar Kibum.
Kami semua berada didalam kamar Kibum dan memang benar wajah Kibum merah juga keringat disekitar wajahnya, dia menggigil seperti kedinginan. Eomma dengan sigap mengukur suhu tubuh Kibum dengan termometer dan hasilnya 39,8'c suhu yang sangat tinggi
"appa kita harus segera membawanya kerumah sakit" beritahu eomma panic
"sejak kapan Kibum panas?" Tanya appa pada pelayan itu
"kemarin malam tuan! Nona sudah panas sampai 38'c saat saya hendak memberitahu tuan dan nyonya nona melarangnya karena nona bilang itu hanya panas biasa, nona meminta saya untuk memberinya obat penurun panas dan mengompresnya. Tadi pagi panas nona sudah kembali normal, saat saya ukur sudah kembali ke 36,5 'c kami berpikir nona sudah mendingan. Tapi barusan kembali panas tinggi sekali" jawab pelayan itu dengan jelas
"jangan buang waktu eomma lebih baik kita bawa Kibum sekarang" Siwon hyung segera mengangkat Kibum membawanya keluar kamar dan turun
"suruh supir siapkan mobil!" perintah appa pada pelayan yang lainnya.
Kami bersiap – siap untuk pergi kerumah sakit mengantar Kibum untuk diperiksa
"kamu mau kemana?" Tanya eomma sinis padaku
"ssaya ingin ikut eomma!" jawabku kaku
"andwee! Kamu tidak boleh ikut lebih baik kamu segera kemasi barangmu karena saya sudah tidak ingin melihat kamu lagi dirumah ini!" eomma memalingkan wajahnya masuk kedalam mobil
"eomma!" Siwon hyung berteriak
"hyung masuklah biar saya menunggu disini saya doakan semoga Kibum baik – baik saja" aku berlalu kembali masuk kedalam rumah dan berlari menuju kamarku untuk mengemasi barang – barangku.
Choi Siwon point of view
Kami sudah sampai di UGD rumah sakit bertaraf internasional itu. Dengan cekatan para perawat yang bertugas segera membawa Kibum keruangan.
Berbagai tindakan dilakukan untuk menolong Kibum yang mulai kejang karena panas yang begitu tinggi. Hasil darah sudah keluar dari lab ternyata Kibum terserang demam berdarah.
Trombositnya turun drastis rendah sekali dibawah ambang normal membuat dokter dan para perawat kewalahan
"tuan! putri anda terkena demam berdarah! Saat ini kondisinya sedang kritis karena trombositnya sudah turun dititik yang sangat rendah. Sepertinya sudah 2 hari putri anda terserang penyakit ini kenapa anda terlambat membawanya kemari?" keluh perawat itu apa appa
"kami tidak tahu kalau dia demam suster karena dia menutup diri dan menjaga jarak dari kami" jawab appa jujur
"kami tidak tahu apakah putri anda akan bertahan doakan saja" perawat itu kembali masuk kedalam ruang tindakan.
20 menit berlalu dan dokter yang merawat Kibum pun keluar dan menghampiri kami
"maaf tuan, putri anda tidak berhasil kami selamatkan, rupanya virus sudah menggerogoti trombosit putri anda dan itu mematikan sel darah yang lainnya" berita dari dokter itu membuat kami syock dan tidak mampu mempercayainya,
"Kibum tidak berhasil anda selamatkan dokter?" eomma memastikan pendengarannya
"dengan sangat menyesal betul nyonya" dokter itu menundukan kepalanya
"andweeeeeee! Kibum-ah" teriak eomma berlari masuk kedalam ruangan.
Aku mengikuti eomma dan aku melihat tubuh Kibum terbujur kaku diatas blankar rumah sakit wajah yang sudah pucat dan mata yang tertutup sangat rapat.
Dia tampak cantik dan bibirnya sedikit menyunggingkan senyuman. Aku sentuh kakinya dan begitu dingin.
"kibum-ah bangun nak!" eomma mengoyang – goyangkan tubuh Kibum yang sudah kaku
"eomma! Kibum sudah pergi meninggalkan kita" aku peluk eomma yang masih histeris lalu eomma pingsan dipelukanku.
tbc
ini memang ff vai yg dulu prnh dipublish saat vai masih pake akun Vai Siwon
chastnya yg lain sama cuma Sungmin diganti Kyuhyun
ff ini vai bikin buat eonnie vai yg suka bgt ama pair Simin :p
skrg vai present ff ini buat wonkyu shipper
deeply hope para WKS bkln suka juga amin
review yah hugs
