Singkat cerita mereka sudah mengeluarkan album pertamanya. Dan melakukan promo tour diberbagai kota besar di Korea. Mereka dihadiahi rumah super mewah yang mereka tempati bersama juga masing – masing mendapatkan mobil sport sebagai bonus kesuksesan album pertama.
Sudah 6 bulan Kyuhyun kembali namum berita tentang Choi Siwon tidak pernah dia dapatkan. Kyuhyun juga tidak pernah memiliki waktu untuk mencari tahu sendiri karena kesibukan didunia keartisannya.
Saat break dari jadwal yang sangat padat Kyuhyun memutuskan untuk datang mengunjungi Hankyung mantan appa angkatnya digedung miliknya. Rupanya kesuksesan dan nama besar Hankyung masih benderang seperti 10 tahun yang lalu.
Karena statusnya sebagai artis dan sangat terkenal Kyuhyun dengan mudah bisa bertemu langsung dengan tuan Hankyung meskipun tidak membuat janji sebelumnya. Walau sebelumnya mengalami gangguan kecil dari fans-nya yang meminta foto bersama juga tanda tangan.
Kyuhyun sudah berada diruang kerja Hankyung yang mewah dan megah, banyak sekali perubahan diruangan itu. Hankyung masih belum tampak karena dia sedang berada diruang meeting. Kyuhyun duduk disofa setelah sekertaris pribadinya Hankyung mempersilahkannya duduk dan membuatkannya minuman. Lumayan lama Kyuhyun menunggu Hankyung datang dan akhirnya penantian itu tidak sia – sia.
Hakyung masuk kedalam ruangan kerjanya
"maaf membuat anda lama menunggu! Sekertaris saya bilang ada seorang selebritis tenar sedang menunggu saya. Anda ada perlu apa bertemu saya disini?" sapa Hankyung begitu melihat Kyuhyun.
Hankyung sama sekali tidak berubah. Walau sekarang lebih tua, namun pesona juga karismanya masih sama seperti dulu terakhir Kyuhyun melihatnya
"appa! Apakah appa sama sekali tidak mengenali saya?" mata Kyuhyun berkaca – kaca
"appa? Kamu Cho Kyuhyun?" Hankyung memandangi Kyuhyun dengan seksama dari ujung kaki hingga kepala
"benar appa ini saya Kyuhyun" Kyuhyun berlari memeluk Hankyung
"jinja? Kenapa kamu banyak sekali berubah nak? Kamu tumbuh tinggi dan kamu sangat tampan" Hankyung benar – benar tidak dapat mempercayai apa yang kini dilihatnya pada diri Kyuhyun anak angkat yang telah diusir oleh istrinya.
"benar appa, ini saya Kyuhyun anak angkatmu!" Kyuhyun kembali memeluk Hankyung semakin erat
"Kyuhyun-ah miane telah mengusirmu dari rumah" Hankyung tak kuasa menahan air matanya. Mereka berdua menangis dan melepaskan kerinduan setelah 10 tahun mereka berpisah.
"bagaimana kabar eomma juga Siwon hyung appa?" Kyuhyun membuka kembali percakapan mereka
"Kyuhyun-ah semenjak kepergianmu dari rumah, kehidupan kami menjadi hancur dan berantakan. Siwon lari dari rumah dan tidak melanjutkan kuliahnya, dia kecewa pada eomma yang sudah begitu tega telah mengusirmu. Appa sudah menyuruh orang mengikutinya untuk memberikan informasi tentang dia. Menurut informasinya Siwon mencarimu ke panti asuhan menemui suster Anna tapi kamu tidak ada disana, dia selalu mencarimu kemanapun yang dia pikir kamu ada disana."mata hankyung mulai berair
"Terakhir dia pergi ke Goyang mungkin dia berfikir kamu ada disana tapi kapal yang ditumpanginnya tenggelam karena kelebihan muatan dan sudah dipastikan Siwon menjadi salah satu korban dikapal motor itu. Siwon sudah pergi meninggalkan kita Kyuhyun-ah dia pergi menyusul Kibum" Hankyung menarik nafas dalam menahan tangisnya.
"andweeeee! Siwon hyung tidak boleh pergi! Saya belum sempat bertemu dengannya appa ada banyak hal yang ingin saya sampaikan padanya" Kyuhyun menangis histeris saat mendengar Siwon ternyata sudah meninggal
"apakah kamu masih suka mendapatkan mimpi itu? Apakah Siwon tidak pernah ada dalam mimpimu?" Hankyung bertanya tentang kelebihan yang dimiliki Kyuhyun
"tidak pernah appa! Semenjak kejadian yang menimpa Kibum aku selalu memohon kepada Tuhan untuk mengambil kemapuanku itu kembali aku sudah tidak ingin memilikinya. Lambat laun aku sepertinya sudah kehilangan kemampuan untuk melihat masa depan dan aku tidak pernah bermimpi lagi, aku bisa menjalani hidup dengan normal appa" Kyuhyun menatap Hankyung dengan mata yang masih berkaca – kaca menyisakan air mata
"entah apa yang harus appa katakan Kyuhyun-ah memberimu selamat atau menyesalinya karena kamu telah kehilangan kemampuanmu yang luar biasa itu" Hankyung menatap Kyuhyun haru
"beri aku selamat appa! Karena aku merasa lebih tenang dan nyaman sekarang ini" Kyuhyun menarik nafas dalam
"bagaimana dengan eomma? Apa eomma baik – baik saja?" tiba – tiba Kyuhyun teringat akan Heechul
"eommamu dia sangat menyesal karena telah mengusirmu. Dia tidak hanya telah kehilangan Kibum, tapi dia juga harus kehilangan Siwon karena telah mengusirmu. Dia menjadi sangat labil dan tiba – tiba histeris. Suatu hari pelayan menemukan eomma mencoba untuk bunuh diri dengan cara menggantung dirinya memakai kabel dari hairdryer beruntung pelayan segera menemukannya dan nyawa eomma dapat diselamatkan. Setelah itu dia kembali mencoba memotong nadinya lagi – lagi dia tidak berhasil. Kami masih bisa menyelamatkan nyawanya. Lalu appa memutuskan untuk membawa eomma ke psykiater untuk mengobati kejiwaannya yang labil dan sampai saat ini eomma menjadi penghuni salah satu rumah sakit jiwa di Seoul. Seminggu sekali appa selalu datang menjenguknya dia selalu bertanya setiap appa datang apakah SIwon dan Kyuhyun sudah pulang? Pertanyaan itu yang terus saja eomma tanyakan pada appa" Hankyung menjelaskan panjang lebar
"miane appa! Atas semua musibah yang menimpa keluarga appa. Seharusnya dulu appa tidak pernah mengadopsiku. aku yakin kejadian seperti ini tidak akan pernah terjadi" Kyuhyun menyalahkan dirinya atas semua musibah yang menimpa keluarga Choi
"tidak Kyuhyun-ah semua yang terjadi sudah merupakan takdir dan tidak ada yang patut untuk disalahkan. Selama ini appa terlalu takabur dan angkuh karena begitu mudahnya hidup kami. Musibah yang terjadi ini adalah teguran dari Tuhan untuk seluruh anggota keluarga kami. Apa juga sama sedihnya dan berdukanya seperti yang eomma rasakan, hanya saja appa semakin menyibukan diri dengan pekerjaan untuk bisa melupakan sejenak duka yang begitu dalam itu" Hankyung menatap kosong.
Kyuhyun sudah menemui Heechul dirumah sakit jiwa dimana Heechul dirawat. Betapa syoknya dia saat melihat Heechul yang banyak berubah. Wajah cantiknya sudah memudar, rambut indahnya berubah drastis menjadi rambut yang sangat acak – acakan. Tidak ada lagi kesan sexy dalam tampilan fisiknya. Heechul kini lebih terlihat seperti mayat hidup tanpa pesona. Lagi – lagi Kyuhyun tak kuasa menahan air matanya dan menyalahkan dirinya atas semua musibah itu.
Kematian Siwon sangat mempengaruhi keseharian Kyuhyun saat ini. Dia menjadi kesulitan berkonsentrasi saat take vocal juga banyak melamun dan tidak focus.
Ryeowook yang sudah faham betul akan kondisi Kyuhyun pun mulai bereaksi dan menegur Kyuhyun
"mau sampai kapan kamu akan berduka Kyuhyun-ah? Kamu harus melanjutkan hidupmu! Siwon sudah lama pergi lupakan dia dan lanjutkan hidupmu! Aku tahu perasaanmu terhadap Siwon bukanlah perasaan yang sederhana dan biasa, tapi mau apalagi Siwon sudah menginggalkanmu untuk selamanya dan dia tidak mungkin hidup kembali. Jika kamu seperti ini aku yakin Siwon akan sangat bersedih disana" Ryeowook menasehati
"kamu tidak akan pernah mengerti Wookie dengan duka yang aku rasakan ini! Kamu bayangkan saja aku harus menunggu selama 10 tahun untuk bisa menemuinya kembali dengan penuh kebanggaan. Kamu tahu bagaimana fisikku dulu, begitu menyedihkan dan hanya menjadi objek belas kasihan orang. Tapi walau fisikku begitu Siwon hyung tetap menyayangiku dengan penuh kasih" keluh Kyuhyun sedikit emosi
"tapi rasa sayang yang dia rasakan terhadapmu hanyalah kasih sayang seorang hyung terhadap dongsaengnya tidak sama dengan apa yang kamu rasakan terhadapnya! Lagipula apa masih begitu pentingkah kita membicarakan soal perasaan hati dengan orang yang sudah mati? Come on! Wake up! Open your mind!" Ryeowook berusaha membuka mata Kyuhyun
"jika begitu aku tidak akan pernah membuka hatiku untuk siapapun. Aku sudah tidak memiliki cinta karena Siwon hyung sudah membawanya pergi jauh" Kyuhyun menceracau
"bukankah kamu memiliki kemampuan untuk melihat masa depan melalui mimpimu? Lihatlah masa depanmu dari mimpi itu" Ryeowook berlalu meninggalkan Kyuhyun sendiri karena dia sudah terlalu kesal.
"kenapa mukamu begitu kusut Kyuhyun-ah? Apa kamu tidak tidur semalam?" Yesung bertanya saat dia datang keruang makan
"apakah gaya kalian saat bercinta harus gaduh seperti itu? aku tidak bisa tidur semalaman karena harus mendengar desahan tolol yang keluar dari mulut kalian, belum lagi suara rekitan ranjang besi mu Wookie-ah semua lebih menjijikan dari menginjak kotoran anjing disepatu barumu" protes Kyuhyun sadis
"apa kamu mendengarnya?" Ryeowook melongo
"suara horor saat kalian bercinta itu lebih berisik daripada suara melengking saat Yesung hyung bernyanyi. Bagaimana aku tidak bisa mendengarnya? Kendalikan diri kalian jangan sampai gosip menyebar menberitakan grup vocal KRY adalah pasangan gay dimana aku menjadi nyamuk buat kalian"sindir Kyuhyun
Ysung dan Ryeowook terkekeh menanggapi keluhan Kyuhyun sang mangnae
"miane! Karena semalam sangat indah dan begitu nikmat" Ryeowook menggoda Kyuhyun
"babbo!" Kyuhyun melempar jeruk kearah Ryeowook dan seketika Ryeowook berhasil menangkapnya
"Kyuhyun-ah aku rasa dengan kondisimu yang begitu labil ini sepertinya kamu membutuhkan seorang supir, akan sangat bahaya buatmu menyetir mobil sendirian kemanapun kamu pergi. Aku sudah meminta manager untuk mencarikannya untukmu dan sepertinya manager sudah menemukannya yang tepat untukmu" Yesung mengalihkan pembicaraan
"lakukan apa yang menurutmu bagus" reaksi Kyuhyun masih begitu datar
"oke serahkan semua padaku. Kamu hanya tinggal menyetujuinya saja, apapun akan aku lakukan demi kebaikanmu" Wookie menyantap sandwichnya.
"perkenalkan tuan nama saya Shindong! Saya sopir baru tuan!" sopir Kyuhyun yang bernama Shindong menyapa Kyuhyun saat dia hendak masuk kedalam mobil mewahnya
"antarkan saya kestudio!" perintah Kyuhyun pada supir barunya
"baik tuan!" Shindong segera membukakan pintu untuk Kyuhyun lalu bergegas masuk kedalam mobil.
"terus terang saya sangat mengagumi anda tuan! Pertama kali saya mengetahui tentang KRY Project waktu berita heboh di Youtube suara anda sungguh mengagumkan" Shindong memecah keheningan didalam mobil karena Kyuhyun membisu seribu bahasa
"Gumapta" respon Kyuhyun singkat
"miane jika saya lancang, saya memang suka sekali berbicara itu akan menambah konsentrasi saya saat mengemudi sebaliknya jika saya diam saya malah tidak bisa konsentrasi karena terlalu banyak hal yang saya pikirkan; masalah keluarga, masalah anak saya, istri yang minta cerai sekarang malah ditambah masalah sahabat saya. Aduh semua itu benar – benar membuat saya pusing" Shindong berkata tidak karuan
"saya sama sekali tidak tertarik untuk mengetahui masalah kamu! Jika kamu suka berbicara, maka bicaralah tapi saya lebih suka diam dan hening" Kyuhyun berkata ketus dan mulai memasangkan headsetnya
"yah saya sudah terbiasa diperlakukan seperti ini tuan, saya sudah sangat berpengalaman memiliki majikan lebih dari 20 orang dan kebanyakan mereka memperlakukan saya seperti anda. Mereka tidak tahan lama menjadi majikan saya karena saya terlalu banyak bicara kebanyakan mereka hanya bertahan paling lama satu minggu. Saya ingin tahu anda akan memecat saya setelah berapa lama saya menjadi supir anda tuan? Saya sih berharap anda bisa bertahan lebih lama lagi yah sebulan gitulah tuan saya sedang membutuhkan banyak uang untuk saya berikan pada istri saya agar dia mau membatalkan gugatannya untuk berpisah dengan saya" Shindong terus saja berbicara walau Kyuhyun sama sekali tidak ingin mendengarnya.
Kyuhyun sudah sampai distudio rekaman, dia segera menghampiri managernya diruang kerjanya
"hyung apa kamu tidak bisa mencarikan saya supir yang waras?" keluh Kyuhyun pada managernya
"waeyeo? Apa dia tidak menyenangkan?" Tanya managernya
"dia melelahkan! Terlalu banyak bicara yang tidak karuan baru satu jam menjadi supir saya, saya sudah tahu kalau dia sedang digugat cerai istrinya, dia memiliki masalah keuangan, dia sangat memikirkan anaknya dan ah aku pusing hyung" Kyuhyun ternyata mendengarkan semua ucapan yang keluar dari mulut Shindong, merebahkan tubuhnya disofa
"jinja? Menarik sekali! Anggaplah itu sebuah hiburan buat kamu, kamu terlalu hening Kyuhyun-ah kamu akan sangat cocok dengan supir itu. Bertahanlah! Jika kamu memang tidak ingin mendengarkan kicauannya, kamu bisa memasang headset lalu mendengarkan music dengan begitu kamu tidak perlu mendengar suaranya" sang manager merespon dengan santai
"suaranya jauh lebih keras dari teriakanku hyung, apa tidak ada orang lagi? Jika begitu aku tidak perlu seorang supir" acam Kyuhyun
"Kyuhyun-ah hyung mohon! Tolonglah dia, hyung adalah sepupunya dia memang sangat membutuhkan pekerjaan ini, dia digugat istrinya karena sudah bosan dengan pemecatan yang diberikan majikannya. Selama menjadi supir majikannya tidak ada yang bertahan hanya karena dia suka sekali bicara, padahal dia sangat ahli mengemudikan mobil dia adalah pembalap liar jalanan, itu cara dia mencari penghasilan sampingan. Dia akan mendapatkan uang jika dia masuk sampai 3 besar" manager menjelaskan hal yang sebenarnya bukan urusan Kyuhyun "ya sudah atur saja" Kyuhyun menyerah dan berlalu dengan langkah yang lemas.
"sekarang anda ingin pergi kemana tuan?" Tanya Shindong menstarter mobil Kyuhyun
"bawa aku kesurga" jawab Kyuhyun memejamkan matanya karena sudah terlalu lelah
"baiklah" jawab Shindong asal.
Selama dalam perjalanan Kyuhyun tidur terlelap sementara Shindong terus saja bercerita. Surga yang dikatakan Kyuhyun bagi Shindong adalah tempat pelacuran kelas elit dipinggir kota Seoul dan Shindong membawanya kesana.
"tuan kita sudah sampai di surga" Shindong mencoba membangunkan Kyuhyun yang tertidur.
Kyuhyun perlahan membuka matanya dan betapa terkejutnya dia melihat pemandangan diluar mobilnya dimana banyak sekali yeoja cantik berpakaian minim yang memperlihatkan belahan dada dan lekukan tubuhnya.
Beberapa yeoja itu memamerkan belahan dadanya kekaca jendela mobil Kyuhyun membuat Kyuhyun merinding
"Shindong-shi! Kita ada dimana?" protes Kyuhyun kesal
"di surga seperti yang tadi tuan inginkan" jawab Shindong polos.
Kyuhyun spontan tertawa terbahak – bahak mendengar kekonyolan Shindong membuat Shindong heran
"jadi surga buatmu adalah ini? Tempat pelacuran? Tidak heran kenapa istrimu menggugat cerai" Kyuhyun menggelengkan kepalanya
"miane tuan! Saya pikir tuan suka datang ketempat seperti ini, karena banyak mantan majikan saya sangat menyukai tempat ini" Shindong mengerutkan keningnya
"kamu memang orang yang sangat lucu Shindong-shi" Kyuhyun terus tertawa
"bawa saya pergi dari tempat yang mengerikan ini! Kita cari tempat minum saja" Kyuhyun merasa ingin mabuk malam itu
"baik tuan!" Shindong segera melajukan mobil dan berlalu dari tempat itu.
"temani aku minum! Aku benar – benar ingin mabuk malam ini" Kyuhyun mengajak Shindong turun dari mobil saat mereka tiba ditempat minum soji dipinggir jalan
"baik tuan" Shindong tidak mampu menolak karena dia memang peminum berat.
Kyuhyun mulai akrab dengan Shindong dan dia mau mendengarkan semua masalah Shindong selama mereka minum
"tuan apa tuan sudah mempunyai kekasih?" tiba – tiba Shindong bertanya masalah pribadi pada Kyuhyun
"entahlah! Apakah dia bisa dibilang kekasih atau bukan, yang pasti aku sangat menyayangi dan mencintainya. Aku tidak tahu apakah dia merasakan hal yang sama karena dia adalah hyung angkatku sendiri" Kyuhyun yang sedang mabuk begitu mudah menceritakan masalahnya pada Shindong
"hyung? Berarti dia seorang namja? Apa tuan seorang gay?" Tanya Shindong hati – hati
"mungkin! seumur hidup aku, aku tidak pernah mencintai orang lain selain Siwon hyung. Tapi kini dia sudah meninggal dan aku sudah tidak bisa melihatnya lagi dan sepertinya akan sulit buatku untuk bisa mencintai prang lain lagi" Kyuhyun meneteskan air matanya saat teringat Siwon
"jadi hyung tuan sudah meninggal? Miane saya sudah membuat anda harus mengingat kembali duka anda tuan" Shindong menatap Kyuhyun haru.
Malam itu Kyuhyun mabuk berat. Shindong harus memapahnya masuk kedalam mobil dan menerima teguran juga amarah dari Ryeowook saat Shindong menggendong Kyuhyun masuk kedalam rumah mewah mereka.
Ryeowook kecewa kenapa Shindong membiarkan Kyuhyun mabuk berat sampai dia tidak berdaya sementara besok ada jadwal penting yang menentukan sekali untuk kemajuan kariernya. Dan malam itu Ryeowook memberikan peringatan pada Shindong kalau dia akan memecatnya jika membiarkan Kyuhyun mabuk berat lagi.
Sudah hampir satu bulan Shindong menjadi supir pribadi Kyuhyun. Jika mereka sedang berdua, mereka lebih akrab tidak seperti majikan dengan supirnya.
Kyuhyun menemukan kenyamanan dalam diri Shindong, dia bisa mengekspresikan emosinya pada Shindong. Karena pelayanan Shindong yang baik, Kyuhyun membayarnya 2 kali lipat dari gaji yang sudah dijanjikan. Dengan begitu Shindong bisa mempertahankan rumah tangganya.
"tuan! Istri saya ingin sekali mengundang tuan makan di gubug derita kami. Kebetulan ibu mertua saya kemarin mengirim kimchi banyak sekali. Istri saya bilang dia ingin sekali membagi kimchi itu dengan tuan" Shindong menatap lewat spion saat Kyuhyun serius dengan tabletnya
"aku juga ingin tahu seperti apa tempat tinggalmu, anak dan istrimu juga lingkungannya" Kyuhyun merespon
"tuan tentukan saja kapan tuan bisa meluangkan waktu untuk bisa berkunjung kegubug kami" harap Shindong
"baiklah" Kyuhyun memandang kearah jalan.
Shindong tiba – tiba menghentikan mobil membuat Kyuhyun terkejut
"ada apa? Kenapa kamu tiba – tiba berhenti?" Tanya Kyuhyun heran
"miane tuan! Saya sepertinya melihat anak kawan saya" Shindong keluar mobil lalu menghampiri seorang anak kecil menangis dipinggir jalan
"Ye Eun-ah apa yang kamu lakukan disini?" Shindong menggendong anak kecil itu
"ahjussi, appa tidak menjemputku kesekolah jadi aku pulang sendiri tapi aku takut menyebrang" anak kecil bernama Ye Eun itu menangis memeluk Shindong
"baiklah ahjussi akan mengantarmu" Shindong membawa masuk anak itu kedalam mobil dan mendudukannya dijok depan tanpa meminta pendapat sang majikan.
"tuan tidak keberatan jika saya mengantar anak ini pulang lebih dulu? Rumah anak ini searah dengan tujuan kita tuan" Shindong memohon lebih tampak memaksa
"lakukan apa yang menurutmu bagus" jawab Kyuhyun masa bodoh dan kembali pada tabletnya
"ahjussi! Oppa itu yang ada di tv yah?" Tanya Ye Eun polos
"iya Ye Eun dia bossnya ahjussi" jawab Shindong mengusap kepala Ye Eun
"berapa tahun umurmu nak?" Tanya Kyuhyun mengakrabkan diri
"kata appa aku baru berumur 5 tahun. Tapi aku inginya umurku sudah 18 tahun" jawab Ye Eun polos
"wae?" Kyuhyun penasaran dengan jawaban Ye Eun "kalau umurku sudah 18 tahun aku sudah boleh berpacaran dengan Geum" jawaban Ye Eun membuat Kyuhyun merengeh
"jadi kamu sudah punya pacar?" Kyuhyun terus bertanya
"appa bilang Ye Eun belum boleh berpacaran" Ye Eun menatap Kyuhyun manja
"lucu sekali anak ini, dia anak siapa?" Kyuhyun bertanya pada Shindong
"dia anak Mong Ryong temanku. Eommanya meninggal saat melahirkan dia, sehari – hari dia diurus appanya yang pemabuk berat. Tapi Mong Ryong sangat menyayangi Ye Eun dan rela melakukan apapun untuk bisa menghidupi puteri semata wayangnya ini" jawab Shindong panjang lebar
"kasian sekali anak ini ditinggal mati ibunya saat dia masih bayi. Lalu apa pekerjaan appanya?" Kyuhyun tampak begitu tertarik dengan kehidupan anak kecil itu
"pagi hingga sore hari dia berjualan ramyun dikios kecil dilingkungan rumahnya, malam hari dia menjadi pembalap liar menggantikan saya karena saya sudah menjadi supir anda tuan" jawab Shindong menghentikan mobil
"balap liar?" Kyuhyun penasaran dengan profesi itu
"yah tuan balapan liar yang selalu diadakan setiap malam kamis dan malam minggu dijalan utama tepat jam 2 pagi hingga jam 4 pagi. Taruhannya lumayan besar tuan" Shindong membukakan sabuk pengamannya Ye Eun
"disini rumahmu Ye Eun?" Tanya Kyuhyun pada Ye Eun
"bukan oppa! Ini kios ramyun punya appaku rumahku masih jauh diatas sana" jawab Ye Eun menunjuk puluhan anak tangga
"saya turun dulu tuan! Saya hanya mengantarkan anak ini pulang pada appanya" Shindong membuka pintu mobil
"tunggu! Aku ingin mencoba ramyun buatan appanya Ye Eun" Kyuhyun segera turun tanpa menunggu Shindong membukakan pintu untuknya.
Kyuhyun mengikuti langkah Shindong yang berjalan lebih dulu darinya sambil menggendong Ye Eun
"Mong Ryong-ah kenapa kamu tidak menjemput anakmu?!" teriak Shindong dari luar kios ramyun.
Lalu seorang namja tinggi, tampan dan gagah keluar dari kios itu memakai epron berwarna biru membuat Kyuhyun Syok setengah mati karena namja itu mirip sekali dengan Siwon hyung satu – satunya orang yang sangat dia cintai didunia ini
"miane Ye Eun tadi kios appa banyak sekali pengunjung" Mong Ryong mengambil Ye Eun dari Shindong
"gumawao!" Mong Ryeong menepuk bahu Shindong
"oh kenalkan dia majikanku!" Shindong mengenalkan Kyuhyun yang masih syok pada Mong Ryeong
"annyeo!" Mong Ryeong menganggukan kepalanya pada Kyuhyun.
Mata Kyuhyun berkaca – kaca, tidak ada sepatah katapun yang keluar dari bibirnya. Dia hanya berdiri seperti beku dan menatap wajah Mong Ryeong tanpa berpaling
"tuan gwencana?" Shindong sangat mengkhawatirkan Kyuhyun.
Kyuhyun tidak menghiraukan pertanyaan Shindong dia terus saja menatap Mong Ryong hingga air matanya menetes
"anda baik – baik saja kan tuan?" Tanya Mong Ryeong bingung
"hyung!" hanya itu kata yang keluar dari mulut Kyuhyun dengan berderai air mata
"hyung!" Mong Ryeong mengerutkan keningnya
"ani! Anda hanya mirip dengan seseorang yang saya kenal" Kyuhyun segera menyadari kekeliruannya
"oh begitu! Mari masuk siapa tahu anda ingin mencoba ramyun buatan saya" tawar Mong Ryeong
"ah mungkin lain kali teman! Tuanku ini sangat sibuk sekarang" Shindong menolak halus
"tentu saja saya ingin mencoba ramyun buatan anda " Kyuhyun menarik tangan Shindong untuk masuk kedalam kios.
Selama Mong Ryeong menyiapkan ramyunnya, Kyuhyun sama sekali tidak berpaling sedikitpun dan dia terus saja memandangi wajah Mong Ryong yang begitu tampan membuat Shindong keheranan
"tuan! Anda baik – baik saja kan?" Shindong memastikan
"kenapa wajahnya mirip sekali dengan hyung yang saya ceritakan itu?" guman Kyuhyun
"hyung yang anda cintai?" Shindong tidak dapat mengontrol volume suaranya membuat Mong Ryeong menorah kearah mereka. Kyuhyun memukul tangan Shindong.
"ini ramyun anda tuan!" mong Ryeong menyajikan ramyun buatannya pada Kyuhyun
"gumawao!" mata Kyuhyun terus saja menatap wajah Mong Ryeong yang tampan
"tuan miane! Bisa anda tidak terus saja menatap wajah saya?" protes Mong Ryeong yang sudah tidak nyaman dengan tatapan Kyuhyun
"ohh miane?" Kyuhyun menundukan kepalanya
"Momg Ryeong-ah kita bicara sebentar" Shindong mengajak Mong Ryeong keluar kios.
"maafkan majikanku Mong Ryeong-ah! Dia sedang berduka karena namjachingunya sudah meninggal dan dia sangat mencintai kekasihnya itu, sebenarnya dia adalah orang yang sangat baik, dan tidak pernah bersikap aneh seperti itu, dia bilang wajahmu mirip sekali dengan hyungnya yang meninggal itu. Maafkan dia aku mohon" Shindong memohon pada Mong Ryeong
"baiklah" Mong Ryeong kembali masuk kedalam kiosnya.
Kyuhyun dan Shindong pergi meninggalkan kios itu setelah Kyuhyun menghabiskan ramyunnya. Mong Ryeong masih tidak bisa memahami sikap aneh dari Kyuhyun yang terus saja memandanginya.
Saat Kyuhyun sudah masuk kedalam mobil, Mong Ryeong memanggil Shindong dan berbicara sebentar dengannya dan meminta untuk tidak pernah membawa Kyuhyun kembali datang mengunjungi kiosnya.
tbc
makin pelik gak ceritanya?
nc yewooknya vai skip aja disimpan buat nc wonkyu *plakk
miane kalau nama Sungmin masih terselip yah! maklum ngetik seringnya lewat tengah malem dmn mata udh jarang bisa diajak kompromi nihh *curcol
gumawao buat yang udh review di setiap chapternya yah
nc wonkyu masih harus sabar chinguuuuu
