Balasan review :

Rika Chan Kagamine : Aww.. acu cuga cayang dede... kira-kira ampe 17 chapter, paling gak segitu yang aku tulis di plot. Tapi aku baru ngetik sekitart 6 chapter -_-v

Chairinnisa N : Ah~ jadi malu (baca seneng) dipanggil senpai... terima kasih! Typo ya.. aku akan berusaha lebih teliti ^_^"a Ya kan! Mereka berdua itu cocok! (Sakura : Siapa yang mau sama cowok kayak dia! Hiroki : Aku juga ogah ama cewek kayk dia!)

Chisami Fuka : Len is a jerk in here.. *di roadroller ama Len* Sakura dan Hiroki itu teman sejak kecil bukan kakak beradik... keterang tentang mereka silakan lihat di profileku ya...

Kyoura Kagamine : Kalo aku lebih suka SyaoSaku #tambahsalahfandom... Len memang jahat disini -3- tapi entar dia... ups no spoiler... maaf ya saya update telat :'( orz

Yessy : Minnaaaa! Maaaaaf! Soalnya minggu lalu aku masih ada IGCSE dan kamis kemaren aku ke sukabumi jadi gak bisa update... belom lagi hari ini baru setor hapalan agama...

Miku : Curhat nie?

Yessy : Kind of..

Len : Gw protes disini! Kenapa gw jadi kayak jahat gitu ama Rin! Paling gak gw pengen jadi pacar Rin kek!

Rin : Len... *blushes*

Yessy : Pengen banget jadi pacar Rin ya?

Hiroki : Ini fanfic gak mulai-mulai nie? -_-

Sakura : Komando saya ambil ahli... selamat membaca fic ini... enjoy! ^o^


My Feelings for You

By Sakura 'Yessy' Kudo

Discalaimer : Vocaloid belongs to its origanal owner, I don't own anything in here except my Ocs.

Warning : OOC, OCs contain, Alur terlalu cepat, full of drama, a little bit crossover with Detective Conan (which I don't own)

Chapter 3- Concert

Third person's PoV

Gedung konser tempat diadakannya konsernya Vocaloid sudah dipenuhi oleh banyak penonton. Banyak sekali yang datang pada malam ini. Pengemar Vocaloid dari berbagai kalangan datang berbondong-bondong untuk menonton konser penyanyi kesayangan mereka. Semua kru sedang mempersiapkan peralatan yang akan digunakan untuk konser kali ini. Bahkan kru-kru dari sebuah station tv juga ada disana. Mereka juga akan meliputi konser live ini.

Beberapa kru tv ini ada yang sedang di depan ruang ganti penyanyi kembar kita. Ya, mereka yang akan meliputi interview dengan Vocaloid. Sakura yang ditunjuk sebagai pembawa acara dalam interview kali ini mengetuk pintu ruang ganti Kagamine bersaudara.

Tok tok tok

Tak lama kemudian terdengar jawaban dari dalam ruangan itu. "Siapa?" didengar dari suaranya, yang menjawab adalah Len, cowok Kagamine bersaudara.

Sakura mendekati pintu dan berkata, "Sakura-desu. Bolehkah aku masuk? Aku ingin memulai acara interview dengan kalian."

"Sakura? Masuk saja!" seru seorang perempuan yang pastinya adalah Rin. Sakura memasuki ruangan itu bersama kru-kru tv. Penampilan Rin dan Len tidak jauh beda seperti sebelumnya. Mereka masih menggenakan seragam sailor mereka, hanya saja sekarang mereka menggenakan sebuah headphone. Sementara itu, Sakura juga tidak jauh berbeda. Dia hanya menambah sebuah pita sebagai dasinya. Dia juga mengganti sepatunya menjadi sepatu boots berwarna cokelat sebetis.

"Semua sudah siap?" tanya sutradara yang ikut bersama Sakura. Sakura melingkarkan ibu jari dan telunjuknya sehingga berbentuk seperti "o", tanda untuk oke. "Baiklah, kamera?" Cameraman mengangkat jempolnya. "ACTION!"

Sakura mendekatkan mike ke depan bibirnya, "Baiklah pemirsa, kembali lagi bersama saya Kudou Sakura!" Sakura berkata sambil menghadap ke arah kamera. Dia memberikan senyuman hangatnya kepada pemirsa. "Di sebelahku sekarang ini adalah vocaloid kembar kita. Siapa lagi kalau bukan Kagamine Rin dan Kagamine Len. Konbanwa futari tomo!"

Sebuah kamera menyorot wajah Kagamine bersaudara. Baik Rin dan Len mengembangkan senyuman palsu mereka. Mereka masih belum berbaikan setelah bertengkar tadi. "Konbanwa minna-san!" sahut mereka berdua.

Sesi interview pun dimulai. "Rin-chan dan Len-kun kembar kan? Pastinya kalian sangat akrab! Aku dengar katanya anak kembar bisa saling telepati, apa kalian juga bisa seperti itu?"

Rin dan Len tertawa. Len melingkarkan tangan kanannya ke bahu Rin, sementara Rin melingkarkan tangan kirinya ke punggung Len, berusaha menunjukan bahwa mereka sangat dekat. "Tentu saja kami sangat akrab! Kami kan kembar," jawab Rin.

"Kalau telapati, itu hanya mitos belaka. Ya, walaupun Rin selalu bisa mengetahui apa yang aku pikirkan," balas Len. Sakura kembali menanyakan hal-hal tentang mereka berdua. Baik Rin dan Len hanya menjawab dengan jujur, walaupun sedikit berbohong kalau ditanya mengenai hubungan mereka berdua.

Sakura sudah selesai dengan pertanyaan. Tetapi, karena masih ada waktu, dia mulai membuat percakapan baru. "Kalian tahu, aku suka dengan drama Aku no Musume yang kalian bintangi! Bahkan aku sampai menangis saat Len-kun menggantikan Rin-chan. Tapi kalau dipikir-pikir lagu-lagu yang kalian nyanyikan kebanyakan adalah lagu sedih ya? Bahkan kalian sempat meninggal seperti di Aku no Mishitsukai dan Soundless Voice/Proof of Life."

"Ya begitulah, produser kami beranggapan kalau lagu-lagu kami akan lebih bagus jika mengandung unsur angst," kata Rin sambil sweatdrop.

"Walaupun aku tidak keberatan jika harus mati demi Rin," kata Len sambil mengenggam tangan Rin dan menatapnya dengan lembut.

Sakura tersenyum. "Kau sangat baik sekali, Len-kun. Semoga konser kalian malam ini sukses!" Rin dan Len mengucapkan terima kasih. Sakura menghadap ke arah kamera dan berkara, "Baiklah, sekian acara kita hari ini. Saya Kudou Sakura, sampai jumpa di acara kita selanjutnya. Jangan lupa untuk menonton konser mereka setelah ini ya! Sayounara!" Sakura melambai ke arah kamera.

"CUT! OKE!"

Para kru tv mengucapkan terima kasih kepada Sakura dan Kagamine bersaudara sebelum mereka beranjak keluar dari ruang ganti. Sakura masih tetap berada di ruang ganti. Dia lalu berkata sambil membungkuk, "Osukaresama desuta. Terima kasih untuk tadi."

"Sama-sama," jawab Rin dan Len bersamaan. Hanya saja perbedaannya Rin menjawabnya dengan nada ceria sementara Len menjawabnya dengan nada dingin.

Sakura menghadap ke arah Len. "Len-kun, tentang tadi.. Gomenasai nee."

"Lupakan saja," kata Len agak merinding setelah tahu bahwa Sakura bisa karate. "Asalkan kamu tetap tutup mulut, aku juga tidak akan berbuat macam-macam."

Rin ingin bertanya apa yang mereka maksud, tapi tidak jadi karena ada sebuah ketukan dari pintu. Rin pun membuka pintu itu. Tampak Diva no. 1 vocaloid dan seorang pemuda berambut hitam berantakan sedang berdiri di hadapannya. "Miku-nee, Hiroki-kun, ada apa? Ayo masuk!" Rin mempersilakan mereka berdua masuk.

"Terima kasih, tapi aku hanya datang mengantarkan Hiroki saja. Dan.. konser dimulai 5 menit lagi, lebih baik kita ke backstage sekarang!" ujar Miku. Rin dan Len mengikuti Miku ke backstage, meninggalkan Sakura dan Hiroki sendirian. Hiroki menoleh ke arah Sakura. "Kita sudah selesai kan? Kau mau pulang?"

Sakura menggeleng kepalanya. "Aku boleh tidak tinggal disini lebih lama lagi? Aku mau melihat konsernya!"

Hiroki menghela napasnya. "Aku tahu kamu akan bilang begitu." Hiroki memberikan sebuah potongan tiket pada Sakura. Tiket itu adalah tiket konser malam ini di tempat duduk VVIP. Mata Sakura terbelalak melihat tiket itu. Sakura memberikan tatapan bertanya pada Hiroki. Hiroki menggaruk pipinya yang tidak gatal. "Aku tahu kamu pasti mau menonton konser ini, karena itu aku meminta sutradara untuk menyediakan tiket ini."

Sakura langsung memeluk Hiroki dengan erat. "Arigatou Hiroki-kun! Kamu memang hebat! Tapi tiket ini hanya satu, kamu tidak ikut menonton?" Hiroki tersenyum jahil. Dia mengeluarkan selembar tiket lagi dari kantung bajunya. Sakura menjerit senang. "Wai! Sudah lama aku tidak nonton konser. Tapi Hiroki-kun tumben mau menonton, biasanya kamu tidak begitu suka musik kan?"

"Kau pikir, siapa yang akan mengantarmu pulang selarut ini? Bisa-bisa aku dicincang habis oleh Shinichi-san kalau tidak mengantarmu pulang." Sakura tertawa. Kakaknya memang agak overprotektif dengannya. Dia mempercayai Hiroki untuk menjaga Sakura hingga dia sampai di rumah. Walaupun sebelumnya Shinichi tidak begitu suka dengan Hiroki karena suatu hal, tapi berkat bujukan Sakura dan Ran, istrinya sekarang Shinichi sudah bisa mempercayai Hiroki. "Jadi, kita mau menonton konsernya atau berdiam saja disini?" tanya Hiroki.

Sakura menggandeng tangan Hiroki. "Tentu saja, menonton!"

~~OoOoOoO~~

Miku dan yang lainnya sudah bersiap di backstage. Kaito mengintip layar sebentar. Sayangnya setelah itu dia ditarik oleh Meiko untuk menjauhi layar. "Penontonnya banyak sekali!" seru Kaito.

"Wah! Aku jadi gugup," ujar Rin. Tiba-tiba saja sebuah mawar muncul dihadapan Rin. Seorang pemuda berambut pirang memberikan bunga itu pada Rin. Salah satu matanya berwarna biru ditutupi oleh penutup mata. Dia adalah anggota terbaru Vocaloid 3. "Rin-san tidak perlu gugup, terima mawar ini. Kau pasti bisa bernyanyi dengan baik nanti," kata pemuda bernama Oliver ini dengan aksen Inggrisnya. Dia baru belajar bahasa Jepang baru-baru ini.

Rin menerima mawar itu sambil tersenyum. "Terima kasih Oliver! Oh ya, tidak ikut bernyanyi malam ini?"

Oliver menggeleng sedih. "Tidak. Master bilang aku masih belum siap. Karena itu aku disuruh berada di backstage untuk belajar dari kalian."

"Sayang sekali," kata Rin sedih. "Semoga nanti kita bisa bernyanyi bersama ya, Oliver!" Oliver tersenyum mendengar perkataan Rin. Tanpa mereka berdua ketahui, ada seseorang yang menatap mereka dengan cemburu. Ada bisa tebak? Yap! Len menatap Oliver dengan tajam karena dia berdekatan dengan Rin. Untung saja tidak ada yang menyadari tatapan Len ini.

"Hei, itu bukannya itu orang-orang yang meinterviewi kalian tadi?" tanya Gumi, yang sedang mengintip dari balik layar kepada Miku dan yang lainnya. Miku juga ikut mengintip di sebelah Gumi. "Benar! Itu Sakura-chan dan Hiroki-kun!" ujar Miku.

Rin juga ingin ikut melihat, tetapi sudah ada aba-aba dari kru bahwa konser sudah hampir dimulai. "1 menit lagi!"

Miku dan Gumi menghentikan aktivitas mereka. Miku berdeham, membuat semuanya menoleh kepadanya. "YOSH, Minna ayo kita berikan yang terbaik untuk yang terbaik untuk malam ini!"

"HAI!"

~~OoOoOoO~~

Tiba-tiba saja lampu dipadamkan. Para penonton mulai bersorak begitu mengetahui konser akan dimulai. Tak lama kemudian, Luka memasuki panggung untuk menyanyikan bait pertama lagu "Smiling".

Smiling together... Will be together..

Tak lama kemudian, Rin juga turut memasuki panggung dan menyanyikan bagiannya.

Konna gojisei koso waratte mirai e to arukou

Smiling together..

Penonton kembali bersorak begitu semua Vocaloid yang menyanyikan lagu pertama ini memasuki panggung satu persatu. Lagu pertama yang dibawa oleh sekitar 15 Vocaloid ini mendapat sambutan yang meriah dari para penonton. Sakura dan Hiroki yang menonton pun juga menikmati konser ini. Walaupun mereka berdua sedang memikirkan hal yang berbeda. Hiroki sedang memikirkan betapa banyaknya anggota yang dimiliki Vocaloid, sementara Sakura sedang memikirkan bagaimana cara membuat Rin dan Len berbaikan. Menurut informasi yang ia dapat dari Miku, Rin dan Len sudah lama tidak akrab lagi.

Smiling together... Will be together..

Tanpa mereka sadari, lagu pertama telah selesai. Semua Vocaloid kecuali Miku kembali ke backstage. Miku mulai menyanyikan lagu singlenya yang berjudul "Miku Miku Ni Shite Ageru".

Kagaku no genkai o koete

Watashi wa kitan da yo

Negi wa tsuite nai kedo

Dekireba hoshii na

Para penggemar Miku bersorak kembali. Ada beberapa yang menyerukan pujian kepada Miku. Sakura juga ikut bersorak, mengingat kalau yang sedang menyanyi di depannya adalah teman barunya hari ini. "Nee, setelah ini siapa yang bernyanyi?" tanya Sakura pada Hiroki.

Hiroki membuka booklet yang ia dapat saat memasuki konser ini. "Hmm... setelah ini Miku akan menyanyikan lagu "Melt". Lalu ia digantikan oleh Len dengan lagunya yang berjudul 'Spice' dan 'Fire Flower'."

"Kapan Rin-chan menyanyi?"

"Setelah Len, Rin yang akan bernyanyi 'Aku no Musume'." Sakura hanya ber"oh" ria setelah mendengar jawaban Hiroki. Sakura kembali menikmati konsernya sambil tersenyum. Hiroki merasa Sakura merencanakan sesuatu, tapi dia tidak mau berpikir panjang lagi dan ikut menikmati konsernya.

Ima sugu watashi wo dakishimete

...nantene!

Lalalala...lalalala...

Miku telah selesai menyanyikan kedua lagunya. Dia membungkukan badannya dan kembali ke backstage. Penonton sempat kecewa ketika Miku kembali. Tapi tak lama kemudian, mereka bersorak begitu Miku digantikan oleh Len. Apalagi Len menyanyikan lagu "Spice" yang membuat fangirlsnya menjadi lebih heboh.

Gozen yoji no kooru de me o samasu

"Kinou dare to doko ni ita" nante

Iinogare to iiwake o kougo ni

Tsukaiwakete tanoshinde'ru

Penggemar Len tambah bersorak. Memang Len melakukan gaya yang keren saat menyanyikan lagu ini. Sakura bangkit dari kursinya. Saat ini dia tidak sedang mood untuk menonton Len dan... dia harus menemui Rin. Secepatnya. "Kau mau kemana?" tanya Hiroki. Sakura memberikan kedipan sambil berbisik, "Rin." Hiroki mengangguk. Dia kembali memerhatikan konser, sementara Sakura pergi ke ruang ganti Kagamine.

Sakura dengan mudah memasuki area ruang ganti setelah ia menunjukan kartu passnya yang ia tadi dapat saat melakukan interview. Sesampainya disana, Sakura mengetuk pintu. Dia baru membuka pintu setelah Rin berkata, "Masuk." Rin sempat terkejut melihat Sakura. Rin baru saja mengganti bajunya menjadi kostum princess untuk lagunya nanti. Pitanya sedang ia lepas karena Rin sedang berusaha menguncir rambutnya menjadi twintails. "Sakura? Ada apa?"

Sakura tersenyum melihat Rin. Dia mengambil sisir yang ada di meja rias. "Sini, aku akan membantu mengikatkan rambut Rin-chan." Rin menghentikan usahanya mengikat rambutnya dan membiarkan Sakura menyisir rambutnya yang sebahu itu. Setelah menguncir rambut Rin menjadi twintails, Sakura memasangkan pita kesayangan Rin. "Selesai!" seru Sakura.

"Arigatou Sakura," ujar Rin. "Tapi, Sakura kenapa ada disini?"

Sakura melihat sebentar ke arah tv yang ada di ruangan itu. TV itu sedang menyiarkan konser hari ini. Tampak Len masih bernyanyi lagu "Spice". "Nee, siapa yang membuat lagu itu?" tanya Sakura sambil menunjuk Len yang berada di TV.

"Eh? Lagu 'Spice'?" Rin berpikir sebentar. "Yang membuat lagu itu adalah Len sendiri. Memangnya ada apa?"

"Tidak apa-apa. Hanya saja liriknya..."

"Memang liriknya agak dewasa. Lagipula lagu ini adalah lagu pertama yang dibuat Len," kata Rin sambil tersenyum bangga.

Walau Rin berusaha menyembunyikan nada sedih di suaranya, Sakura masih dapat merasakannya. "Rin-chan," suara Sakura terdengar serius. "Kalau Rin-chan ada masalah, aku akan dengan senang hati mendengarkannya. Apalagi... apalagi kalau berhubungan dengan Len. Kita kan sudah berteman. Karena itu jangan sungkan jika ingin mengobrol denganku ya?"

Rin tersentak mendengar perkataan Sakura. Selama ini belum pernah ada yang begitu perhatian padanya. Munkin perkiraan Rin sebelumnya benar. Sakura bisa menjadi sahabat barunya. Dan mungkin Sakura juga yang bisa membantunya menyelesai masalahnya dengan Len. Rin tersenyum. "Terima kasih Sakura.. aku.." tapi perkataan Rin dipotong ketika salah satu kru memberitahukan bahwa sebentar lagi Rin tampil. Rin bergegas menuju panggung setelah mengucapkan, "Kita bicara nanti saja ya, sehabis konser".

Sakura mengangguk. Dia pun kembali ke tempat duduknya. Saat di lorong, dia berpapasan dengan Len. Sakura berusaha menyapanya tapi Len tidak mengubrisnya. Sakura kembali ke tempat duduknya. "Ada apa?" tanya Hiroki yang melihat Sakura dalam keadaan sedang cemberut. Sakura hanya mengucapkan satu kata, "Len." Hiroki langsung mengerti mengapa mood Sakura berubah. Dia mengelus kepala Sakura dengan lembut. "Sudah jangan pikirkan dia. Len memang seperti itu. Lebih baik kita menikmati konser ini. Aku sudah susah payah tahu mendapatkan tiket ini."

Sakura mengangguk. Mood Sakura sekarang sudah lebih baik daripada sebelumnya. Mereka berdua menikmati kembali konsernya. Rin menyanyikan lagunya dengan bagus. Dia bahkan dapat berakting seolah dia adalah seorang putri yang jahat. Setelah Rin selesai menyanyikan lagu "Aku no Musume", Len kembali ke panggung membawakan lagu "Aku no Meshitsukai". Sakura sempat hampir menangis saat mendengar suara alat penggal di bagian hampir akhir lagu itu. Tapi ia tahan air mata itu mengingat disebelahnya ada Hiroki dan ia pasti akan mengejek Sakura terus kalau ketahuan menangis.

Konser hari ini diakhiri dengan lagu "Mr. Music" oleh 6 Vocaloid. Setelah itu para penonton memberikan tepuk tangan yang meriah. "Minna-san, terima kasih sudah datang hari ini. Sampai jumpa di konser kami selanjutnya! Sayounara!" seru Miku mengakhiri konser. Lambat laun, para penonton mulai meninggalkan gedung konser. Sakura dan Hiroki kembali ke backstage untuk memberikan bunga, yang tadi sempat mereka beli sebelum ke backstage, untuk Vocaloid karena konser mereka berjalan lancar.

"Nee, bagaimana kalau Sakura-chan dan Hiroki-kun datang ke pesta ulang tahunku lusa?" ajak Miku saat Sakura memberikan bunga kepadanya.

"Tentu saja aku akan datang!" seru Sakura dengan gembira. "Kebetulan aku sedang tidak ada acara lusa dan sekolah juga lagi libur."

"Gomen, lusa aku tidak bisa. Aku ada syuting drama. Tapi terima kasih atas undangannya," kata Hiroki.

"Sayang sekali ya," kata Miku. Sakura memberikan emailnya kepada Miku supaya dia bisa memberikan detail lebih lanjut tentang pestanya. Sakura dan Hiroki pamit kepada semua dan memutuskan untuk pulang.

Saat telah sampai di rumah Vocaloid, Rin meminta email Sakura kepada Miku. Awalnya, Miku sempat binggung kenapa Rin meminta itu. Tetapi akhirnya dia memberikannya juga, pastinya Sakura tidak akan keberatan Rin mengetahui alamat emailnya. Setelah mendapat alamat email itu, Rin langsung menuju ke kamarnya dan mengirim pesan ke Sakura.

From : xxRinOrangePrincessxx

Sakura, lusa bisa tidak kamu datang lebih cepat? Aku ingin membicarakan sesuatu denganmu...

Rin

From : Sakura_Tantei-chan

Eh? Tentu saja bisa... doushita no? Tapi Rin-chan bagaimana bisa tahu emailku?

From : xxRinOrangePrincessxx

Aku minta dari Miku-nee... aku tidak bisa bilang sekarang...

From : Sakura_Tantei-chan

Oh, oke oke... Wakatta baiklah sampai jumpa lusa ^^! Oyasuminasai!

From : xxRinOrangePrincessxx

Arigatou Sakura! ({}) Oyasuminasai..

Rin menutup kembali ponselnya setelah ia mengirim email itu kepada Sakura. Dia berharap Sakura dapat membantunya meringankan beban masalahnya dengan Len. Setelah mengganti bajunya, Rin pun memutuskan untuk tidur. "Semoga lusa cepat datang," pikirnya sebelum ia menuju ke alam mimpi.

To Be Continued


Yessy : Chapter 3 is done!

Rin : Kenapa email gw narsis aja... RinOrangePrincess, really?

Yessy : Lah.. kan Rin suka ama jeruk?

Len : Menurutku itu nama yang cocok kok, ohime sama... *kiss tangan Rin*

Rin : *blush*

Sakura : Email aku juga agak alay

Hiroki : Itu kan karena Yessy emang alay... dan menurutku namanya cocok kok untuk kamu...

*semua ngeliatin Hiroki* *Sakura blushes*

Hiroki : Kenapa?

Miku : Tumben aja muji Sakura...

Hiroki : Gak kok! Dia gak cocok untuk pujianku... Lagian emang cita-cita dia kan yang mau jadi detektif? Makanya menurutku nama tantei cocok...

Rin : Hiroki itu tsundere ya.. =_="

Sakura : *masih blush*

Yessy : Baiklah mari kita akhiri fic ini... jangan lupa RnR ya minna-san!

Last Question : Enaknya Kaito ama siapa? Meiko atau Miku?