Balasan Review :

Chisami Fuka : Terima kasih... memang mereka berdua kasian ya... sengaja aku buat sengsara disini hehehe... *diroadroller oleh Kagamine* ini sudah update!

Kyoura Kagamine : Jadian gak ya? Liat aja nanti ;p... aku juga iri, kapan ya Vocaloid bisa tampil di Indonesia... Kalau gak Miku ulang tahunnya 31 August? Menurut wikipedia sie...

Miku : Kamu gak sedih yes?

Yessy : Kenapa harus sedih?

Rin : Yang ngereview cuman 2...

Yessy : Biasa aja... soalnya...

Len : Soalnya?

Yessy : IT'S H-1!

Luka : Memangnya ada apa?

Yessy : Aku mau pergi~!

Kaito : Kemana?

Meiko : Akhirnya author aneh ini pergi juga! Pesta 2 hari 2 malam ini...

Yessy : Meiko jahat~ T^T... jadi Kaito sayangku cintaku...

Miku : Back off his mine!

Yessy : Ya ya... intinya aku mau pergi ke Hongkong sama adikku, mama dan sahabatku!

Miku : Huwwwee pasti akan sepi sekali disini gak ada Yessy...

Rin : Cupcup Miku-nee aku yakin keadaan pasti lebih baik kalo gak ada Yessy disini...

Len : Jangan lupa oleh-oleh ya! Pisang Hongkong!

Yessy : Emangnya ada itu? -,- Baiklah daripada banyak bacot, enjoy chapter 4~~!


My Feelings for You

By Sakura 'Yessy' Kudo

Discalaimer : Vocaloid belongs to its origanal owner, I don't own anything in here except my Ocs.

Warning : OOC, OCs contain, Alur terlalu cepat, full of drama, a little bit crossover with Detective Conan (which I also don't own)

Chapter 4 – Truth or Dare

31 Augustus 20xx

Hari ini adalah... ada yang bisa tebak hari apa hari ini? Ya! Hari ini adalah ulang tahun Diva kita, Hatsune Miku. Seperti biasa, Miku mengadakan pesta untuk merayakan hari ulang tahunnya. Dan seperti biasa juga semua anggota Vocaloid coretdipaksacoret Miku untuk membantunya menyiapkan pestanya. Master sengaja meliburkan para Vocaloid hari itu supaya semuanya dapat membantu Miku. Tentu saja ada beberapa Vocaloid yang bernasib mujur dapat menghindar dari persiapan pesta, sayangnya ada juga yang sedang sial sehingga terjebak membantu persiapan pesta.

Miku membagi Vocaloid menjadi beberapa tim. Ada yang bagian memasak (dipimpin oleh Luka), bagian bersih-bersih (dipimpin oleh Meiko) dan bagian peralatan dan dekorasi (dipimpin oleh Miku sendiri). Pokoknya Vocaloid mansion sedang dalam keadaan heboh saudara-saudara sekalian.

Mari kita lihat bagaimana keadaan dalam Vocaloid mansion. Dimulai dari dapur! Luka dan timnya sudah menyiapkan berbagai masakan. Ada cream soup, caesar salad, sushi (dengan tuna yang banyak), terong goreng (permintaan Gakupo), onigiri dengan berbagai isi, takoyaki, okonomiyaki, soba, kare, berbagai cocktail dan jus, dan tak lupa cake negi (rasanya gimana ya? -,-) besar dengan tulisan "Otanjoubi Omedetou Miku!". Dan sekarang mereka sedang membuat makanan yang lebih banyak lagi. Maklumlah Miku mengundang banyak orang ke pestanya.

"Kyaa! Pienya gosong!"

"Adonannya sudah habis!"

"Siapa yang memasukan sake ke dalam soup?"

"Apelnya kurang!"

"Dimana dagingnya?"

"Aah! Tako Luka jangan masuk ke panci!"

"Tako tako tako tako tako tako tako!"

Sepertinya keadaan di dapur sudah agak kacau. Mari kita pindah ke bagian bersih-bersih. Sepertinya mereka sudah selesai mengerjakan tugas mereka dan sekarang sedang membantu tim Miku untuk mendekorasi ruangan pesta.

"Kaito, hiasannya kurang ke kiri!"

"Mikuo jangan diam saja, bantuin dong!"

"Len, Gakupo tolong ambilkan peralatan yang ada di gudang!"

"Miku-nee, lihat apa yang aku dan Ryuuto buat!"

"Aw.. hiasannya bagus sekali Yuki-chan! Tolong kasih tahu Kiyoteru-san untuk menggantungnya di atas perapian,"

Miku menyeka keringat yang ada di dahinya. Memang pekerjaan mendekorasi agak berat, tetapi menurut dia ini sungguh menyenangkan jika dilakukan bersama dengan teman-temannya.

TING TONG

Miku mengangkat sebelah alisnya. Aneh, seharusnya belum ada yang datang jam segini. Sayangnya Miku masih sibuk dengan urusan dekorasi. Akhirnya, dia meminta Rin untuk melihat siapa yang membunyikan bel. Rin, yang tadi membantu Luka di dapur, melepas celemeknya dan menuju ke arah intercom. "Siapa ya?" tanya Rin sambil menekan intercom.

"Sakura desu. Rin-chan kan? Bisa tolong bukakan pintunya?"

"Sakura! Tunggu sebentar!" Rin langsung membukakan pintu untuk Sakura. Rin memberikan pelukan selamat datang untuk Sakura. "Kau datang cepat sekali. Kami saja masih belum selesai mendekorasi."

Sakura tertawa kecil. "Bukannya Rin-chan yang memintaku datang agak pagian? Lagipula aku bisa membantu kalian." Rin baru ingat dia meminta Sakura untuk datang cepat. Dia mempersilakan Sakura masuk.

"SELESAI!"

Terdengar sorakan dari Miku. Rin dan Sakura langsung menuju ke ruangan pesta, tempat Miku berada. Ternyata Miku dan yang lainnya sudah selesai mendekorasi ruangan itu sehingga sekarangan ruangan itu sudah siap untuk berpesta. Di tengah ruangan terdapat gundukan "mayat-mayat" Vocaloid yang kelelahan setelah mendekorasi. Hanya Miku saja yang masih segar bugar. Miku menoleh ke arah Rin yang telah kembali, "Ah, Rin-chan siapa tadi yang membunyikan bel?"

"Itu aku." Sakura muncul di sebelah Rin. Langsung saja Sakura mendapat serangan pelukan dari Miku. "KYAA! SAKURA-CHAN! Syukurlah kamu datang!"

"Miku-nee, Sakura tidak bisa bernapas!" ujar Rin setelah melihahat Sakura yang memucat. Miku langsung melepas pelukannya sambil berkata maaf.

"Baiklah semuanya, sekarang saatnya ganti baju! Dan kita hanya punya waktu..." Miku melihat jam tangannya, "1 JAM? Ya ampun ini tidak mungkin cukup! Aku belum menyiapkan baju apa yang harus aku pakai! Belum mandi! Belum lagi mendandani Rin! Belum lagi..." Miku terus berteriak histeris. Tanpa ia sadari, semua orang telah pergi dari ruang pesta. Bukan untuk berganti baju, tapi untuk menghindar dari Miku yang telah kelewat histeris. Sakura menatap Rin dengan pandangan apa-ini-sering-terjadi. Rin menggangguk sambil sweatdrop.

Sakura menepuk pundak Miku. "Miku-chan, kalau kamu masih terus berteriak histeris begitu waktumu akan terbuang percuma. Lebih baik sekarang kamu segera bersiap-siap," kata Sakura dengan bijak.

"Tapi Rin-"

"Masalah Rin biar aku saja yang urus. Sekarang lebih baik Miku-chan menyiapkan diri sendiri ya?" Miku langsung memeluk Sakura dengan erat sambil mengucapkan terima kasih berulang kali. Setelah itu dia langsung melesat menuju kamarnya. Rin tersenyum simpul sambil berkata "Well, welcome to Miku's world."

"Trims. Apa Miku-chan selalu begitu kalau ada pesta? Dia suka mendandanimu maksudku."

Rin menghela napas. "Dia beranggapan selera fashionku kurang cocok untuk pesta. Karena itu dia selalu menjadikan aku boneka barbienya kalau ada pesta. Jadi, terima kasih sudah menyelamatkanku dari jeratan maut itu."

"Sama-sama."

Rin mengajak Sakura menuju ke kamarnya yang berada di lantai 2. Sakura tidak terkejut melihat segala perabotan Rin serba berbau jeruk. Bantal jeruk, wallpaper jeruk, bahkan ada kursi santai yang berbentuk jeruk. Sakura meletakan tas kecilnya di atas meja Rin. "Baiklah, sekarang Rin-chan cepat mandi. Aku akan menyiapkan bajunya!"

Rin langsung menuruti perintah Sakura setelah melihat tatapan Sakura yang sama seperti Miku saat dia mau mendandaninya. Dan Rin tahu nyawanya mungkin akan melayang kalau dia menolak. Rin langsung menuju ke kamar mandi yang terletak di kamarnya. Setelah mencuci rambutnya dengan shampo beraroma jeruk dan memakai shower gell, Rin membilas semua dengan air hangat dari showernya. Dia mematikan showernya dan menggunakan handuk untuk mengeringkan tubuh. Lalu, Rin mengenakan bathrobenya. Sekeluarnya dari kamar mandi, Sakura telah menunggu sambil memainkan ponselnya. "Sudah selesai mandinya?"

Rin memutar bola matanya. "Menurutmu?"

Sakura tersenyum simpul, "Ya siapa tahu kamu hanya ingin mengambil barang ketinggalan. Anyway, aku telah menemukan baju yang bagus untukmu!" Sakura memamerkan baju yang ia dapat dari lemari Rin. Baju tanpa lengan dengan renda hijau muda dibagian bawahnya serta pita dibagian dadanya dan celana jins ketat selutut sungguh tampak manis setelah dikenakan oleh Rin. Ternyata Sakura pintar sekali memix-match pakaian. Setelah mengeringkan rambut Rin dengan hairdryer, Sakura menyisir rambut Rin yang lembut. Lalu menjepit poni Rin dengan 4 jepitan. Setelah itu, dia memberi Rin sedikit bedak, blush on dan lip glos. Dan voila! Rin telah siap dalam waktu 45 menit! Mengalahkan rekor Miku yang membutuhkan waktu 1 jam untuk mendandani Rin.

"Selesai! Berhubung kita masih punya banyak waktu, aku ingin tahu apa yang sebetulnya ingin Rin ceritakan padaku?"

"..." Rin tidak berkata apa-apa. Dia binggung harus memulai dari mana. Seolah bisa membaca pikiran Rin, Sakura berkata, "Pasti ini berhubungan dengan Len-kun kan?"

Rin terbelalak, "Ke-ke-kenapa bisa tahu?" tanyanya panik.

Sakura terkikik, "Hanya menebak. Boleh dibilang karena insting wanita dan keahlian detektif. Lalu, ada apa dengan Len-kun. Apa mungkin kamu meminta bantuanku untuk membuat Len-kun dekat denganmu lagi? Dilihat dari ekspresimu sepertinya dugaan aku tepat." Sakura menunjuk wajah Rin yang sudah kelewat terkejut.

Rin tertunduk. "Sakura benar, aku mau meminta Sakura untuk membuatku dan Len menjadi dekat kembali. Aku sangat benci melihat kami yang tidak akrab lagi. Aku.. ingin kembali seperti dulu lagi."

"Baiklah," Sakura mengambil kursi dan duduk di hadapan Rin. "Ceritakan padaku, kenapa kalian bisa seperti sekarang."

Rin terdiam sebelum dia bercerita, "Dulu aku dan Len bisa dibilang sangat akrab. Biasanya anak kembar selalu bertengkar kan? Tapi kami tidak. Ya.. mungkin pernah sekali-dua kali kami bertengkar karena masalah sepele, tapi dengan cepat kami akur kembali. Sepanjang ingatanku aku selalu berada di sisi Len dan dia juga selalu berada di sisiku. Kami tidak terpisahkan. Tapi 4 tahun yang lalu, Len tiba-tiba berubah. Dia jadi bersikap dingin. Awalnya hanya kepadaku tapi tak lama kemudian kepada semuanya. Awalnya kami tidur bersama, tetapi setelah itu dia meminta kamar sendiri. Tanpa aku sadari jarak kami semakin lama semakin menjauh. Dia hanya dekat kepadaku saat sedang konser kalau kami sedang berduet. Selebihnya dia menjauhi aku."

Sakura mendengarkan cerita Rin dengan serius. "Lalu kenapa kamu mau dekat lagi dengan Len-kun? Bukankah dia yang memulai semuanya? Kenapa kamu harus repot-repot memintanya kembali seperti dulu?"

Rin tersentak. Kenapa dia ingin Len kembali seperti dulu lagi? Dia sendiri juga merasa heran. "Entahlah. Aku merasa tanpa dia, aku tidak lengkap. Dari dulu aku selalu membutuhkan bantuan dia. Aku.. aku tidak ingin Len jauh dariku." Rin kembali memikirkan Len. Selama ini Rin selalu bergantung pada Len. "Aku ingin melihat kembali senyuman Len. Sejak 4 tahun yang lalu, dia jarang tersenyum. Lalu, Entah kenapa saat aku melihat Len dengan gadis lain, aku merasa dadaku sakit."

Sakura tersenyum. Dia sudah tahu gejala-gejala yang Rin alami ini. Hampir semua teman perempuannya selalu meminta nasihat Sakura mengenai masalah seperi ini. "Rin-chan, aku ingin bertanya sesuatu. Bagaimana perasaan Rin-chan kepada Len-kun?"

"Tentu saja aku menyukainya! Aku suka Len! Kami kan bersaudara... mungkin."

Sakura berdeham. "Biar aku perjelas pertanyaanku, bagaimana perasaan Rin-chan ke Len-kun sebagai seorang gadis kepada laki-laki?" Rin terdiam. Perasaannya kepada Len? Apakah dia hanya menyukai Len sebagai saudara. Tidak. Dia merasa ada perasaan lebih. Saat Len tertawa, dia bahagia. Saat Len menjauhi dirinya dan bermain dengan gadis lain, Rin merasa sedih. Tanpa sadar wajah Rin menjadi memanas setelah membayangkan Len. Rin meletak tangannya di depan dadanya. Jantungnya berdetak sangat keras. "Aku.. aku menyukai Len lebih daripada rasa suka kepada saudara."

Sakura mengelus lembut kepala Rin. "Bagus. Syukurlah akhirnya kamu mengerti perasaanmu. Ngomong-ngomong, apa maksud Rin perkataan Rin tadi? Kalau kalian mungkin bersaudara?"

"Oh itu, sebetulnya saat kami berusia 5 tahun, kami mengalami kecelakaan. Kami tidak ingat sama sekali tentang masa lalu kami. Masterlah yang telah menyelamatkan kami dari kecelakaan itu."

Sakura tidak berkata apa-apa. Dia melirik ke arah jam tangannya dan tersentak. "Gawat! Sekarang pesta Miku sudah dimulai. Kita harus segera turun!"

Sakura sudah mau menarik Rin turun, tapi Rin menghindar. "Tunggu dulu! Aku lupa mengenakan kalungku." Rin langsung mengambil kalung yang tadi sempat dia lepas saat mandi. Kalung dengan liontin treble clef. Setelah selesai, Rin dan Sakura beranjak turun ke bawah.

~~OoOoOoO~~

Pesta dimulai dengan meriah. Pertama-tama para tamu memecahkan craker saat Miku datang ke ruang pesta. Lalu Luka mengeluarkan kue negi untuk Miku. Miku meniup lilin yang ada di di kue itu dan memotong kuenya. Dia membagikan kue itu kepada semuanya. Tentu saja yang menerima kue itu hanya bisa makan dengan pasrah atau membuang kue itu secara diam-diam. Len hanya terdiam di pojokan. Matanya tidak lepas dari Rin. Entah kenapa malam ini Rin terlihat sangat manis.

"Rin-chan terlihat manis ya?"

"Ya," jawab Len.

"Bajunya sangat cocok kan?"

"Ya."

"Lalu kau suka padanya kan?"

"Y-" Len menoleh ke arah sebelah kanannya. Dia terkejut begitu melihat Sakura yang sudah berada di sampingnya dan menanyakan semua pertanyaan tadi. "Mana mungkin! Dia kan kakak kembarku!" bantah Len dengan cepat. Len langsung menjauhi Sakura yang sedang tertawa melihat wajah Len yang mulai merona. "Sepertinya mereka menarik.." pikir Sakura sambil tersenyum.

~~OoOoOoO~~

"Semuanya! Ayo kita main truth or dare!" seru Miku. Ada yang setuju dan juga ada yang tidak. Akhirnya yang ikut main hanya Miku, Rin, Len, Luka, Gakupo, Meiko, Kaito (yang ditarik dengan paksa oleh Meiko), Gumi dan Sakura. Yang lainya berhasil menghindari dari permainan itu. Mereka bersyukur karena kadang kala Miku akan mengajukan pertanyaan atau tantangan yang aneh-aneh.

"Baiklah aku yang mulai ya!" ujar Miku. Dia memutar botolnya dan mulut botol itu mengarah pada...

"Meiko-nee, truth or dare?"

"Dare!" seru Meiko dengan lantang. Miku menyeringai, "Kalau begitu kamu tidak boleh minum sake atau alkohol semalaman ini!"

"APAA? Miku! Kau telah membuatku menderita!" kata Meiko histeris.

"Makanya jangan pilih dare. Kaito-nii ambil semua sake yang dipeluk Meiko-nee." Dengan senang hati Kaito mengambil sake Meiko walaupun dia sudah mendapat tatapan membunuh dari Meiko tapi dia tahu Miku itu lebih menakutkan kalau perintahnya tidak dituruti. Meiko memutar botolnya dan botol itu mengarah kepada Kaito yang wajahnya sudah memucat.

"Hehe.. Kaito truth or dare?"

Kaito menelan ludahnya. "Hmm.. Dare?"

"Kalau begitu kamu harus... Minum semua sake yang tadi kamu ambil dariku!" ujar Meiko. Bisa dilihat bahwa sake yang di ambil oleh Kaito itu cukup banyak. Dengan pasrah Kaito meminum semua sake yang tadi dia ambil dari Meiko. Tak lama kemuadian, Kaito pun sudah mabuk berat. Mukanya telah memerah. Kaito memutar kembali botolnya. Botol itu mengarah ke arah...

"Lenny.. Hiks.. Truth or dare?" tanya Kaito sambil cegukan.

"Dare! Dan jangan panggi aku Lenny!" seru Len dengan lantang.

"Kalau begitu.. Hiks.. Lenny harus... Hiks.. Pakai baju perempuan malam ini.. Hiks.."

"APAA? Kau sudah gila ya Bakaito!" teriak Len sambil memegang kerah baju Kaito. Dan Kaito pun tak sadarkan diri. Entah karena telah mabuk berat atau karena mendapat pukulan dari Len.

"Apa dia tidak apa-apa?" tanya Gumi khawatir dengan keadaan Kaito.

"Biarkan saja dia," kata Miku. "Sekarang Lenny, cepat ganti baju!" Miku mengeluarkan dress berwarna hitam dari "Immitation Black" yang entah bagaimana tiba-tiba saa sudah ia dapat. Len mukanya memerah. Pertama, dia malu karena harus memakai baju itu. Kedua, karena Rin sudah mengeluarkan aura "aku pengen lihat Len pake baju perempuan". Ketiga, karena Gumi dan Sakura sudah mengeluarkan ponsel dan kamera mereka untuk mengabadikan momen ini. Dan keempat, DIA HARUS MEMAKAI BAJU CEWEK! (itu kayaknya sama aja kayak alasan pertama deh Len..-,-). Akhirnya dengan sangat terpaksa, Len melangkah ke arah kamar mandi. Setelah beberapa menit Len telah kembali dengan memakai dress dan make-up plus pita di rambutnya seperti dalam PV Imitation Black. "Diserang oleh Lily dan SeeU pas mau balik kesini," gumam Len menjelaskan dandanannya.

"KYAAA! Len Kawaiii!" seru Rin, Sakura, Gumi, Miku, dan hampir semua cewek yang melihat Len berkata begitu. Sakura dan Gumi tidak lupa mengabadikan momen ini dengan kamera dan ponsel mereka. Len hanya dapat berblushing ria. Dengan mengucapkan sumpah serapan untuk Kaito, dia memutar botol yang kemudian mengarah ke Luka. "Luka-nee truth or dare?"

"Karena truth belum ada yang mengambil, truth saja," jawab Luka. "Lagipula aku sedang tidak ingin melakukan hal yang aneh-aneh."

"Hmmm.." Len berpikir sejenak pertanyaan yang cocok untuk Luka. "Aha! Kenapa Luka-nee kelihatannya membenci Gakupo-san?" Muka Luka langsung memerah mendengar pertanyaan ini. Sementara itu Gakupo kelihatan tertarik, "Betul Luka, kenapa kamu selalu menolak cintaku?" katanya sambil berpura-pura menangis.

"Cup... Cup.. Sabar ya Gakupo-nii," ujar Gumi menenangkan "kakak"nya.

Luka menghela napas. "Aku tidak benci padanya. Hanya saja..." Luka terdiam, seolah-olah menyari kata yang tepat.

"Hanya saja apa?" tanya Sakura

"Aku tidak mengerti perasaanku sendiri. Itu saja." Jawab Luka singkat.

"Tapi Luka-chan," ujar Sakura, "selain memahami perasaan sendiri, kamu juga harus memahami perasaan orang lain. Biasanya kalau kita bisa saling memahami, kita bisa menemukan jawabannya." Semua yang ada disana terkesima dengan perkatan Sakura. Luka langsung memutar botolnya dengan harapan semua perhatian yang diberikan teman-temannya teralihkan. "Gumi, truth or dare?" tanya Luka begitu botolnya berhenti didepan Gumi.

"Truth?" jawab Gumi ragu-ragu.

"Apa bener kalau kamu ama Gumiya sudah ehm.. Melakukan.. Ehm.. You-know-what di kamar?" Setelah mendengar pertanyaan Luka, semuanya langsung menatap Gumi mengeluarkan ekspresi binggung.

"Haah? Kenapa tiba-tiba ada gosip seperti itu? Padahal ciuman saja tidak pernah selama kami pacaran.. Ups!" Gumi langsung menutup mulutnya. Dia telah membongkar rahasianya dan Gumiya. Padahal selama ini hubungan tidak ada orang yang mengetahui hubungan mereka. Langsung saja Gumi dilontarkan pertanyaan dari teman-temannya.

"Kamu dan Gumiya sudah jadian?"

"Kapan kalian pacaran?"

"Kok gak bilang-bilang nii-chan kalau kamu sudah pacaran?"

"PJnya mana?"

"Sudah!" sergah Gumi. "Aku tidak akan menjawab pertanyaan kalian. Aku hanya menjawab pertanyaan Luka saja. Titik." Gumi memutar botolnya kembali. Botol itu mengarah ke Sakura. "Sakura-chan, truth or dare?"

"Truth." jawab Sakura dengan mantap.

"Siapa cinta pertamamu?"

Sakura terkejut dengan pertanyaan ini. Perlahan mukanya memerah. Dia bergumam tidak jelas. "Apa? Aku tidak kedengeran," kata Gumi.

"Aku bilang cinta pertamaku Shinichi-niichan, okay?" kata Sakura dengan cepat tapi masih dapat ditangkap oleh yang lain.

Hening. Semua tidak dapat berkata apa-apa. "Ka-kakakmu?" tanya Miku ragu-ragu. Sakura mengangguk.

"Tapi bukannya kakakmu sudah menikah?" tanya Meiko.

"Ya. Tapi dulu kan belum."

"Tapi bukannya hubungan incest itu... Agak tabu?" tanya Gakupo.

"Aku tahu itu. Tapi aku dan oniichan tidak seperti itu. Oniichan selalu menyanyangiku seperti selayaknya kakak kepada adiknya. Agak protektif malah. Tapi tanpa sadar perasaan mulai tumbuh dalam diriku. Aku tahu oniichan menyukai Ran-neechan sejak lama dan aku mendukung itu."

"Walaupun cintamu bertepuk sebelah tangan?" tanya Len. Sakura mengangguk dengan mantap. "Apa kamu tidak menderita?"

Sakura menggeleng kemudian tersenyum. "Tidak. Kalau oniichan bahagia aku pun juga bahagia. Karena itu aku selalu membantu hubungan oniichan dan Ran-neechan. Agak sedih memang, tapi aku sudah merasa puas setelah melihat oniichan bahagia." Sakura meletakan kedua tangannya di dadanya. "Walaupun perasaan ini adalah sebuah dosa, tapi aku tidak menyesal memilikinya. Karena aku bisa mengerti apa itu cinta. Lagipula, aku sekarang sudah menyukai orang lain," kata Sakura sambil tersenyum.

Sebelum yang lain dapat menginterogasi Sakura lebih lanjut, Miki tiba-tiba saja memanggilnya, "Sakura, Hanazawa sudah datang menjemput kamu!"

Sakura langsung bangkit dari duduknya. "Maaf semuanya, aku harus pulang sekarang. Terima kasih atas pestanya yang indah Miku!"

"Sama-sama! Dan.." Miku membisikan sesuatu ke Sakura, "terima kasih sudah membantu Rin menyadari perasaannya."

Sakura tidak terkejut kalau Miku tahu perasaan Rin ke Len. Bagaimana pun juga Miku adalah "kakak" yang paling dekat dengan duo Kagamine terutama Rin. "Sama-sama. Kalau ada apa-apa silakan telepon aku ya! Ini kartu namaku." Sakura menyerahkan kartu namanya ke Miku. Tak lama kemudian, Sakura keluar dari rumah Vocaloid bersama Hiroki disampingnya.

~~OoOoOoO~~

Sakura terbangun jam 7 pagi. Jam 10 nanti dia harus mengikuti sesi pemotretan sebuah majalah fashion terkenal bersama Hiroki. Sakura mengganti bajunya menjadi kemeja lengen pendek berwarna kuning dan rok berwarna orange. Setelah menata rambutnya, dia turun ke bawah. Anehnya keadaan di rumah ini sangat sepi. Sakura berjalan ke arah dapur dan menemukan memo yang tertempel di pintu kulkas.

Ada kasus mendadak. Pergi dulu ke Fukuoka.

Shinichi

Sakura-chan, aku dan Conan pergi ke Osaka. Kazuha-chan meminta bantuanku sebentar. Sarapan sudah aku buatkan. Tolong jaga rumah ya. Kalau ada apa-apa hubungi Hiroki-kun atau Ai-chan dan Agasa-hakase ya!

Ran

Sakura menghela napas. Dia memang sudah biasa ditinggal seperti ini. Sakura mengambil kotak susu dari kulkas, menuangkannya di gelas dan meminumnya. Selesai meminum susu, Sakura memakan pancake buat Ran. Tak lama kemudian dia selesai makan dan mencuci piringnya.

Ting Tong

Suara bel rumah berbunyi. Sakura langsung melepas celemek yang ia pakai saat mencuci piring dan menuju ke pintu depan. "Aneh, seharusnya Hiroki masih lama menjemputku," pikir Sakura. Sakura membuka pintu depan. Dia terkejut melihat pemuda yang ada di depan pagar rumahnya. Walaupun pemuda itu sudah menyamar dengan menggunakan topi dan kacamata, tapi dia tidak dapat menipu Sakura. Satu-satunya pemuda berambut blonde yang dikenal Sakura adalah...

"Len-kun.."

To be continued


Len : Where the hell is Yessy?

Miku : Dia lagi mengurung diri di kamarnya, packing... LEN-KUN APA YANG KAMU MAU LAKUKAN DENGAN GOLOK ITU?

Len : Membunuh Yessy! Bukannya sudah jelas?

Sakura : Ah... aku saranin jangan deh... nanti dia akan membuat kamu tambah menderita...

Hiroki : Lalu kamu juga tidak dapat oleh-oleh pisang Hongkong (yang aku ragu ada keberadaannya)

Len : Tapi...

Rin : Nanti aku sedih loh.. *puppy eyes*

Len : *tersepona* baiklah aku tidak jadi membunuh...

Sakura : Horee! Jangan lupa review minna! Nanti akan diberikan oleh-oleh!

Last Question : Jika pergi libura bareng Vocaloid, pengennya ama siapa?