Hai, minna-san!

Aku mau lanjutin cerita ini lagi nih…! ^_^

Kurapika : *ngangguk – ngangguk*

Killua : Cepat mulai ceritanya!

Author : Oh iya ceritanya! Oke kita langsung aja….


Killua mengajak Kurapika ke istana. Mereka masuk diam – diam ke kamar Aya. Kurapika memandang sebuah lukisan besar.

"Yah…. Aku memang mirip dengannya. Tapi… Rambut dan mataku?" ujar Kurapika.

"Ini" Killua menyodorkan sebuah kotak yang berisi wig dan lensa kontak.

Kurapika memakai keduanya.

"Nah, sekarang ingat. Tidak membual, mengomel, berkeringat, resah, tergelincir, menyeruput, bersendawa, berkicau atau apapun yang memalukan. Tetap hadir dengan anggun" Killua menjelaskan.

"Untuk menjadi seorang Putri, harus mengetahui yang mana sendok yang akan digunakan" Killua mengambil sendok dan memberikannya ke Kurapika lalu berjalan ke lemari sepatu. Kurapika hanya mengekor.

"Seorang Putri memiliki banyak sepasang sepatu" ujar Killua sambil membuka lemari sepatu Aya. Kurapika terperangah melihatnya.

Kurapika disuruh duduk dengan Killua di sebuah kursi. Killua memakaikan sepasang sepatu di kedua kaki Kurapika. Lalu, Killua menarik tangan Kurapika.

"Menjadi seorang Putri, tidak pernah bingung" kata Killua lagi."Saat melakukan tunduk hormat, tidak boleh jatuh" Killua memperagakan cara tunduk hormat ala seorang Putri.

Kurapika memperagakannya juga. Ia hampir saja terjatuh karena Killua menarik lengannya saat hampir jatuh. Karena, ia tidak terbiasa memakai sepatu high heels, walaupun tingginya hanya 3 cm.

"Tidak pernah kemana - mana saat protokol menjelaskan" kata Killua lagi sambil menggandeng tangan Kurapika dengan sikunya.

Killua melepaskan gandengannya dan berkata lagi, "bahu ke belakang, dagu diangkat, and berputar dengan perlahan".

"Aku mengerti sekarang" kata Kurapika.

"Bernafas perlahan, melangkah kecil – kecil, mengangguk sopan, menampakkan senyum yang menawan" Killua menjelaskan sambil membuka lemari gaun. "Meluncur!" Killua mendorong Kurapika masuk ke lemari.

Kurapika keluar dengan gaun biru pudar. Killua mengambil tiara emas milik Aya.

"Dan menjadi seorang Putri, kau harus memakai tiara emas" ucap Killua.

Kurapika tunduk dan Killua memakaikan tiara emas itu ke kepala Kurapika.

.

.

& Skip Time &

.

.

Di Hunten Pohon Pinus ada sebuah rumah di sana. Di situlah tempat Aya ditawan. Serafina ke langit – langit rumah itu.

"Tolong!" teriak Aya.

"Ada apa, Tuan Putri?" Tanya pria berambut pirang.

"Tolong! Cepat!" teriak Aya lagi.

Cepat – cepat pria berambut coklat membukakan pintu. Dia dan saudaranya melihat kain melayang di atas (perbuatan Serafina pastinya).

"M…Meeee…Meeeooww…." desis Serafina menakut – nakuti kedua pria itu.

Taulah orang – orang payah, pasti takut sama hantu. Serafina menjatuhkan diri berserta kain putih itu. Kedua pria itu tertutup kain putih itu (author dah mulai bingung -_-). Aya membawa Serafina keluar. Ia memacu Harvey dengan cepat.

.

.

& Skip Time &

.

.

Di tengah – tengah keresahan….

BRAK….

"Yang Mulia, saya ingin mengabarkan kabar gembira" kata Killua.

"Apa itu, Killua?" tanya Ratu penasaran yang amat sangat.

"Putri Aya, telah pulang"

Muncullah Aya… Eh salah! Kurapika yang menyamar menjadi Aya maksudnya. Preminger membelalak kaget tentu saja. Ia mengira bahwa Kurapika adalah Aya. Kurapika jalan perlahan – lahan. Ia gugup. Di sana ada Raja Kuroro dari Kerajaang Bintang Jatuh beserta sang Perdana Menteri, Ratu, dan Preminger yang berdiri di hadapannya. Ia hamper sampai di hadapan Ratu. Saat itu juga….

"Huwoo!" Kurapika terjatuh karena sepatunya.

Kuroro kaget melihatnya. Cepat – cepat Kurapika berdiri. Ratu memeluknya.

"Maafkan aku telah membuatmu khawatir, Ibu. Aku-" Kurapika tidak bisa melanjutkan karena Ratu berkata.

"Sudahlah. Jangan lakukan itu lagi"

"Ya sudah! Lakukan pertunangan ini!" Preminger berlalu pergi. "Aku tidak sudi melihatnya! Hah!" katanya lagi dengan nada mengejek.

Wolfy menggonggongi Preminger.

"Ah!" Preminger kaget sambil mengangkat satu kakinya dan meletakkan tangannya di dada. "Siapa yang berani meletakkan anjing kampong di istana ini?!" katanya lagi sambil menendang Wolfy.

Preminger berlalu. Ia meninggalkan sehelai daun dari sepatunya. Wolfy mengendusnya.

"Ada apa di situ, sobat?" kata Killua mengambil sehelai daun itu.

Ia mencium aromanya, mencoba melacak.

Hutan Pohon Pinus… Untuk apa Preminger ke sana? Killua bertanya – tanya dalam hati. Ia hendak mengikuti Preminger. Tapi Ratu menyuruhnya untuk tetap di sini.

.

.

& Skip Time &

.

.

Di Hutan Pohon Pinus….

"Buka pintunya!" teriak Preminger.

Pria berambut coklat membukakan pintu. Wajah terlihat ketakutan.

"Te…Tenang saja, Boss…. Tuan Putri masih ada di sini…. Kalau begitu sampai jumpa besok…" ucapnya dengan nada ketakutan sambil menutup pintu.

Kaki Preminger menahan pintu dengan kakinya. Pria yang ada di depan Preminger ketakutan.

"Kenapa kau membiarkan Aya lolos?!" teriaknya.

Killua sampai di Hutan. Sementara, Preminger masih mengomeli anak buahnya. Killua menguping, mendengarkan apa yang sedang mereka bicarakan.

"Ooooh… Preminger ingin menjadi Raja dengan cara licik seperti ini?" gumam Killua.

Preminger mengetahui keberadaan Killua. Dan menghampiri Killua.

"Mencari sesuatu?" tanyanya.

"Bagaimana kau bisa jadi Raja?" Killua bertanya balik.

Dari belakang, kedua anak buah Preminger menangkap Killua dengan karung besar amat sangat.

.

.

& Skip Time &

.

.

Di tengah kota, Aya sampai di sebuah toko jahit yang tak lain took jahit Nehelenia. Keluarlah Nehelenia sambil tertawa. Dia terkejut melihat Aya yang sekarang di depannya. Ia mengira, kalau Aya adalah Kurapika.

"Hey…! Dari mana saja kau?! Ayo, masuk!" Nehelenia menarik tangan Aya.

Di dalam….

"Apa maksudmu?! Aku tidak bekerja di sini!" bentak Aya.

Nehelenia tertawa, "Memangnya siapa kau? Beraninya membentakku…!"

Aya membuka kerudungnya, "Putri Aya"

Nehelenia mengernyitkan dahinya dan tertawa lagi.

"Lucu sekali! Kau bisa mengelabuiku dengan mewarnai rambutmu dan memakai lensa kontak? HAH!" katanya dengan nada mengejek. "Kerjakan semua pesanan! Dan semuanya harus siap besok!".

BLAM!

Nehelenia menbanting pintu. Dan menguncinya.

"Tunggu! Kumohon, dengar dulu!" teriak Aya.

"Kau Kurapika, kan?" Tanya Bibi Helen.

Aya tersenyum kepada Bibi Helen.

.

.

& Skip Time &

.

.

Pagi harinya….

"Ng… Tidurku sangat nyenyak… Bagaimana denganmu, Wolfy?" tanya Kurapika ke Wolfy.

"Wroof!" Wolfy meng – iya –kan.

Datanglah seorang pelayan membawakan sarapan untuk Kurapika.

"Selamat pagi, Yang Mulia. Ini sarapan untukmu!" seru sang pelayan.

"Benarkah?! Di tempat tidur?!" tanya Kurapika tak percaya.

"Ng… Ya, seperti biasa,Yang Mulia…"

"Oh, ya… Terima kasih…."

Pelayan itu menyodorkan sarapan untuk Kurapika.

"Ini terlalu banyak untukku… Ini, ambillah..!" kata Kurapika menyodorkan sepotong roti kepada pelayan itu.

"Tapi, Yang Mulia…"

"Ayolah…."

"Terima kasih…." pelayan menerima roti itu dan berjalan keluar. "Oh, iya. Hari ini kau mau aroma apa? Susu, lavender atau…"

"Semuanya…."

.

.

& Skip Time &

.

.

Di kamar mandi….

"Menyenangkan, yah! Kalau jadi Putri. Ya kan, Wolfy?" Kurapika bertanya kepada Wolfy.

"Mmme-"

"Kenapa, Wolfy? Kau sakit? Ada yang nyangkut di tenggorokanmu?" tanya Kurapika.

"Mmme-"

"Tunggu… Kau mau mencoba… Mengeong?"

Wolfy mengangguk. Dan mencobanya lagi.

"Mme- Wroof!"

"Hihihi!" Kurapika tertawa geli.

Kurapika menyanyikan sebuah lagu (pake bahasa inggris. Dikarenakan author malas nerjemahkan).

"I can see it when you're feeling low. You can't hide that from me. You're no status quo calico. So why keep trying to be?" Wolfy mendengarkan sambil berjalan di pinggir bak. "'Cause you're more than that. You're my doggish cat. I wish you could see the you I see" Kurapika melanjutkan.

"Mme-" Wolfy ingin mencoba lagi.

"Mm… Tidak boleh…" ucap Kurapika. "I say
If you bark
Celebrate it
Make your mark
Serenade it
Noah's ark
Shoulda had a cat like you
And if
What you are
Is a strange you
Doesn't mean
You should change you
Only means
You should change your point of view

Hey, feline
You fetch just fine
To thine ownself be true
Your bow wow's
The cat's meow
It's how I know you're you

You don't need the bows
Or tiara
Bid your woes
Sayonara
Trust your nose
'Cause it knows the way to go
When you
Chase your tail
You're enchanting
Spirits sail
When you're panting
When you wail
You're a rover, Romeo"

"Putri.. Ay-" panggilan Kuroro terputus karena mendengar Kurapika yang sedang bernyanyi dengan merdunya. Ia mengurungkan niatnya untuk menyuruh Kurapika cepat.

" There is not
One hair of you
That I would rearrange….

I love you the way you are
And that will never change
That will never change"
Kurapika menyelesaikan nyanyiannya.

"Wroof!" seru Wolfy menggonggong.

"Itu baru kucingku!" kata Kurapika mengelus – elus kepala Wolfy.


TBC


Akhirnya, minna-san!

Udah selesai chap 2!

Saya akan buat lagi tiap hari pun saya buatin...

Sehari satu, sehari satu….

Gitu!

Okeh minna-san….

Saya harap, minna-san suka….

REVIEW PLEASE!