Disclaimer: Detective Conan milik Gosho Aoyama
*Conan's POV*
Sakit. Itulah yang kurasakan saat melihatnya sudah bersama orang lain. Aku telah lama membuatnya menunggu tanpa alasan yang jelas. Aku juga telah membuatnya menangis setiap memikirkanku. Kini harusnya aku senang melihatnya bahagia. Namun kenapa rasa sakit ini tak mau hiang?
"Oi Conan, ayo berangkat."
Aku menoleh ke asal suara. Teman-temanku sudah datang untuk berangkat sekolah bersama.
"Iya, iya," jawabku seraya berjalan mendekati mereka.
"Syukurlah, Ran-oneesan akhirnya bahagia."
Aku tertegun mendengar perkataan Ayumi, lalu menoleh ke sosok yang daritadi sempat kuperhatikan. Dia tertawa lepas sementara kekasihnya hanya tersenyum. Mereka sedang bersiap-siap berangkat sekolah. Tanpa sadar aku tersenyum pahit. Rasa sakit itu kembali menyergapku.
"Aku juga senang melihatnya. Akhirnya Shinichi-oniisan kembali."
Ucapan Mitsuhiko membuat rasa sakitku bertambah. Memang, kini Ran berpacaran dengan Shinichi; diriku yang lain. Kami menjadi dua orang berbeda akibat penawar yang dibuat Haibara tidak sempurna. Aku pun sempat shock dan tidak terima dengan keadaan ini. Aku sangat membenci Haibara. Saat itu. Namun setelah 3 hari aku mengunci diri di kamar hakase, aku sadar. Haibara tidak salah dan tidak pantas menerima semua luapan emosiku. Masih kuingat wajahnya yang pucat saat memberi penawar padaku. Terlihat bahwa ia amat berusaha membuat penawar itu sampai kurang tidur. Ia ingin melihatku kembali pada Ran. Ia ingin aku... bahagia. Namun aku malah menyalahkannya tanpa melihat kerja kerasnya. Tak bisa kubayangkan jika aku berada diposisinya saat itu. Aku pasti akan berbalik memarahi karena merasa hasil kerja kerasku tidak dihargai. Tapi ia hanya diam mendengarkan semua caci-makianku. Haibara memang perempuan yang sangat tegar. Aku tidak boleh kalah darinya. Aku pasti bisa melewati semua ini.
"Conan-kun, ayo cepat. Sebentar lagi kita masuk kelas."
Suara Ayumi membuyarkan lamunanku. Aku segera menghampiri mereka yang sudah berjalan jauh didepan. Kemudian aku mensejajarkan diriku dengan Haibara.
"Sudah selesai acara galaunya?"
Ucapan sinis itu kembali terucap dari mulutnya. Dia pikir siapa yang membuatku seperti ini?
"Maafkan aku." Suaranya sangat lirih.
Aku segera menoleh kearahnya. Apakah aku menyuarakan pikiranku? Kurasa tidak. Mungkin karena aku hanya diam...
"Tidak. Aku tidak menyalahkanmu," jawabku cepat.
Setelah diam sejenak, ia tersenyum lalu berkata, "Terimakasih."
Melihatnya tersenyum membuatku ikut tersenyum. Entah sejak kapan senyumannya memaksaku tersenyum juga.
"Hei, liburan musim dingin nanti aku akan menginap di rumah saudaraku. Kau ada rencana pergi kemana?"
"Aku ingin di rumah saja dan makan yang banyak. Musim dingin kan membuat orang cepat lapar."
"Genta-kun! Yang kau pikirkan hanya makanan."
Menginap? Obrolan ketiga anak didepanku ini memberiku sebuah ide bagus untuk melupakan Ran. Aku harus merelakannya agar ia bahagia. Ya, harus.
Gimana pendapat kalian? Saya yakin masih banyak kekurangan di fic ini. Dan karena saya orang baru disini, mohon bantuannya. Akhir kata, review please ^^
