Disclaimer: Detective Conan milik Gosho Aoyama

Conan terbangun dari tidurnya karena merasa kepanasan. Ia mencoba tidur lagi tapi tidak bisa. Akhirnya ia malah memikirkan Ran, namun pikiran itu segera ia tepis. Kemudian Conan membalikkan badan. Sedetik kemudian ia menyadari bahwa wajah Ai hanya berada 1cm di depannya. Wajahnya langsung memerah.

'Tadi dia yang melarang keras untuk berbalik. Ternyata dia sendiri yang melanggar,' gerutu Conan.

Namun entah kenapa, jauh didalam hatinya, Conan merasa senang. Jarang sekali ia melihat wajah Ai tertidur, terlebih sedekat ini. Wajahnya sangat cantik dan lucu.

'Sial. Apa yang kupikirkan? Dia hanya seorang gadis seusiaku yang mengucapkankan kata-kata sarkastik dan sering menguap.'

Kau melupakan kebaikannya

'Terkadang dia memang baik.'

Dia yang merawatmu, bahkan dia mau berbagi tempat tidur denganmu

'Ok. Kuakui dia baik sekai hari ini.'

Bukan hanya hari ini. Kemarin-kemarin kau melupakan kebaikannya. Bukankah dia partnermu? Harusnya kau merasakan kebaikannya sejak dulu

'Benar, dia partnerku dan selalu baik padaku.'

Tiba-tiba Conan sadar bahwa ia sedang berdebat dengan dirinya sendiri. Ia mengenyahkan pikiran itu dan kembali memperhatikan gadis yang tertidur didepannya. Sepertinya Ai menggigil kedinginan.

'Ck. Siapa suruh hanya memakai kaus tanpa lengan dan celana pendek? Sudah tau tadi hujan.'

Namun dibalik gerutuannya itu, Conan menarik selimutnya dan menyelimuti Ai juga.

'Oyasumi, Haibara.'

"Aaaa.." jeritan hakase terdengar begitu melihat pemandangan didepannya.

Ia segera menarik selimut yang menutupi tubuh kedua anak itu. Wajahnya berubah lega saat melihat pakaian mereka masih lengkap.

"Ada apa, hakase?" tanya Ai.

"Ini masih pagi," timpa Conan.

Keduanya masih mengantuk sehingga belum menyadari posisi masing-masing.

"Hei, buka mata kalian!"

Conan dan Ai terpaksa membuka mata karena hardikan itu.

"Aaa.." Hal pertama yang keluar dari mulut mereka adalah teriakan itu. Kemudian mereka menjauh satu sama lain.

"Aku tidak tau apa-apa. Tanyalah pada detektif mesum itu," ucap Ai seraya meninggalkan kamar.

"Oi, Haibara! Er.. Sungguh, hakase. Aku tidak melakukan apapun pada Haibara," jelas Conan yang berusaha meyakinkan hakase.

"Lalu kenapa kalian berada dibawah satu selimut dengan jarak yang sangat dekat?"

"Er.. Itu.."

Kemudian Conan menjelaskan kejadian sebenarnya.

"Benarkah itu? Kau hanya menyelimutinya?"

"Benar, hakase. Percayalah padaku," ucap Conan memohon.

"Hahaha.. Baiklah kalau begitu. Maaf telah mencurigaimu, Conan-kun."

Conan langsung sweatdrop melihat perubahan tingkah orang tua itu.

"Tapi awas kalau kau berani macam-macam pada Ai-kun," ancam hakase.

Tiba-tiba Ai masuk ke kamar.

"Kau tidak mandi, Edogawa-kun? Kalau tidak segera akan kutinggal."

"Eh? Baik."

Conan segera berlari ke kamar mandi.

"Jangan terlalu keras padanya, hakase. Dia sedang berada di masa sulit," ujar Ai mengingatkan.

"Aku hanya mengingatkan agar dia tidak macam-macam padamu."

Ai tertawa kecil.

"Lagipula sepertinya ia sudah merasa lebih baik."

"Kuharap begitu."

Maaf menunggu lama (kalo ada yang nunggu) Hehe.. Thanks for read. Thanks for review. Segala saran, kritik, dan masukan author terima dan akan berusaha memperbaiki kesalahan-kesalahan yang ada. Review again please ^^