Disclaimer : Masashi Kishimoto


Sakura kelihatannya sangat senang bisa memberikan hadiah itu pada Sasuke. Hadiah berupa sekotak permen cokelat yang rasanya tentu saja manis. Untuk yang kesekian kalinya.

Padahal Sasuke tidak suka yang manis-manis, termasuk permen pemberian Sakura ini. Namun ia juga tak kuasa menolaknya karena tak ingin menyinggung Sakura. Yeah, meskipun dikenal dingin, kadang sisi kemanusiaan Sasuke dapat juga menguasai dirinya. Sehingga, iapun berusaha mengatur emosinya dengan berpura-pura menerima hadiah dari Sakura dengan senang hati.

Lagipula, toh ada Naruto yang akan menghabiskan semua permen ini, pikir Sasuke.

Naruto memang suka setiap kali Sasuke memberinya permen. Namun, tentu saja Naruto tak tahu bahwa bagi Sasuke, ia hanya menjadi 'tong sampah' yang menampung permen-permen pemberian Sakura. Sehingga, dengan suka cita ia melahap semua permen tersebut, cemilan yang dalam pikiran seorang Naruto adalah bukti kasih sayang Sasuke padanya.

Namun, lama kelamaan Naruto mulai muak dihujani dengan permen-permen 'buangan' Sasuke. Ia merasa berat badannya meningkat sehingga tak lagi lincah seperti dulu. Giginya pun sering sakit. Sangat tidak nyaman.

Namun, Naruto pun tak tega menolak pemberian Sasuke. Sebab, ia khawatir Sasuke akan tersinggung dan memutuskan hubungan baik yang sudah terjalin semenjak si rambut emo itu kembali ke Konoha. Oleh sebab itu, Naruto mulai berpikir untuk 'membuang' permen pemberian Sasuke pada... Sakura.

Silakan membayangkan sendiri bagaimana reaksi Sakura saat menerima kembali permen yang pernah ia berikan pada Sasuke. Juga, silakan membayangkan bagaimana kebingungan Naruto menanggapi reaksi Sakura yang menurutnya aneh dan terlalu 'meledak'.

Namun, satu hal yang tak perlu kalian bayangkan adalah reaksi Sasuke saat mengetahui bahwa ulahnya telah terungkap. Ia berlindung di hutan Konoha demi menghindari kekesalan Sakura, sambil memeluk sekotak permen yang belum sempat ia hadiahkan pada Naruto...

END