Disclaimer : Masashi Kishimoto


Naruto memasuki kamar Sasuke dengan air mata berlinang di pipinya yang tembem.

"Ada apa Naruto? Apa ada yang mengganggumu lagi?" tanya Sasuke, khawatir.

Naruto menunjukkan mangkuk berisi ramen yang ia bawa dari dapur. Di dalam mangkuk itu hanya ada ramen dan pelengkapnya. Tapi... agak kering karena kuahnya nyaris tak bersisa.

"Tadinya ramen ini masih panas sekali, jadi aku membiarkannya supaya dingin, supaya aku bisa memakannya. Tapi kemudian aku ketiduran dan ketika bangun, kuah ramen-ku sudah tidak ada," tutur Naruto di sela-sela isak tangisnya.

Sasuke diam sejenak, lalu mengajak Naruto agar mengikutinya.

"Memangnya kita mau ke mana?" tanya Naruto, heran.

"Mencari pencuri kuah ramen-mu," jawab Sasuke mantap.

Maka, layaknya seorang detektif, Sasuke mulai menyelidiki kasus hilangnya kuah ramen Naruto. Ia langsung memilih orang pertama yang dapat ia temui : Itachi.

"Aniki," tegur Sasuke, "apakah Aniki tadi ke dapur dan meminum kuah ramen milik Naruto?"

Itachi memandang adiknya dengan heran bercampur bingung.

"Iya, kuah ramen-ku dihabiskan oleh pencuri," timpal Naruto sambil menunjukkan mangkuk berisi ramen yang kering.

Itachi mengamati isi mangkuk tersebut, lalu memandang dua wajah bocah enam tahun di depannya secara bergantian. Tak lama kemudian, tawanya meledak!

"Aniki! Mengapa Aniki tidak menjawab pertanyaanku?" sergah Sasuke tak senang.

Itachi akhirnya berhenti tertawa. Sambil menahan agar tawanya tak meledak lagi, ia mengacak-acak rambut dua sahabat yang masih lugu tersebut.

"Begini, ya... Kuah ramen Naruto itu habis bukan karena dicuri. Kuah itu habis diresap oleh mie yang ada dalam ramen ini," jelas Itachi sambil tersenyum. Masih merasa geli.

"Kenapa bisa begitu?" tanya Sasuke, tidak percaya begitu saja.

"Ya karena memang sudah seperti itu. Mie terbuat dari tepung yang sifatnya menyerap air. Jadi, kalau mie-nya direndam di air, lama-kelamaan mie itu akan menyerap air tersebut. Oleh sebab itu, kita selalu dianjurkan menyantap ramen saat masih hangat, saat kuah-nya belum diserap oleh mie-nya sampai habis," jelas Itachi panjang lebar.

Sasuke dan Naruto saling memandang. Kini mereka sudah mengerti.

"Kalau begitu, mulai sekarang, aku akan memakan ramen pada saat masih panas, supaya aku tetap bisa menikmati kuah-nya yang enak itu," janji Naruto pada dirinya sendiri.

Itachi hanya tersenyum tipis. Masih geli melihat tingkah kedua detektif cilik (gagal) di depannya.

END