Disclaimers : Masashi Kishimoto


Sudah lima menit berlalu, namun Naruto tetap saja memandang wajah Sasuke. Walaupun berusaha tak peduli, lama-kelamaan Sasuke merasa jengah juga.

"Dobe! Apa di wajahku ada yang aneh sampai kau memandangku seperti itu?" sergah Sasuke dengan alis terangkat.

"Oh, kau menyadarinya, ya?" Naruto bertanya dengan wajah polos, "aku hanya menunggu kapan kau akan tersenyum. Habis, bibirmu itu lho, tidak pernah melengkung ke atas..."

"Kau sudah tahu aku orangnya seperti ini. Jadi apa yang kau tunggu adalah sia-sia. Aku tidak akan pernah tersenyum konyol seperti dirimu," balas Sasuke ketus.

"Sesekali, cobalah tersenyum, Sasuke. Semua orang akan menyukai senyummu," bujuk Naruto.

"Aku tidak akan tersenyum untuk semua orang karena bagiku itu konyol!"

"Baiklah, Teme. Tidak apa-apa kalau kau tidak mau tersenyum. Asalkan kau mau berbuat seperti diriku," kata Naruto sambil mengedipkan satu matanya.

Sasuke hanya mendengus.

"Aku selalu tersenyum pada semua orang, tapi... tidak dengan hatiku. Hatiku hanya untuk... kau tahu siapa yang aku maksud," kata Naruto sambil mengerling pada Sasuke.

Sasuke tercengang, tak mengira akan mendengar kata-kata itu dari bibir Naruto. Sesuatu yang membahagiakan kini menguasai dirinya. Lalu... ia balas memandang Naruto dengan seulas senyum tipis tersungging di bibirnya.

Senyum Sasuke, juga hatinya, hanya untuk seseorang...

END