Disclaimers : Masashi Kishimoto


Sasuke sedang kesal. Seharian ini di sekolah, Naruto bersikap sangat aneh terhadapnya. Setiap kali melihat Sasuke, si rambut pirang-tegak-menjulang itu akan tampak terkejut. Kemudian, wajahnya akan memucat, lalu lari meninggalkan Sasuke. Seolah-olah Sasuke adalah makhluk buruk rupa yang jahat.

Tapi, bukan Sasuke namanya bila membiarkan Naruto berbuat seperti itu terhadapnya. Maka, saat pulang sekolah, Sasuke menunggu Naruto di gerbang sekolah. Hendak berbicara dengan Si Dobe.

Lagi-lagi Naruto bersikap aneh saat melihat Sasuke dari kejauhan. Namun kali ini Sasuke tak membiarkannya. Saat Naruto lagi-lagi berusaha lari dari Sasuke, Si Teme segera mengejar. Sasuke harus segera menuntaskan masalah ini.

Setelah aksi kejar-kejaran di sekitar sekolah yang cukup melelahkan (dan juga memalukan karena disaksikan pula oleh teman-teman sekolah mereka), Sasuke akhirnya berhasil menyusul Naruto. Dengan wajah garang, Sasuke memojokkan Naruto di sebuah sudut gedung.

"Kenapa kamu selalu kabur dariku? Apakah aku tampak sangat menakutkan bagimu?" tanya Sasuke setelah mengatur napasnya yang terengah-engah.

Naruto memandang Sasuke dengan takut-takut. Mulutnya tampak hendak mengucapkan sesuatu, namun sulit untuk terbuka.

Sasuke melihat kilatan ketakutan di mata Naruto. Membuat siswa kelas dua SD itu diam-diam jatuh iba pada teman sebayanya tersebut.

"Apa aku sudah berbuat salah padamu?" tanya Sasuke lagi. Kali ini nadanya lebih ramah.

Naruto menggeleng dan menjawab, "bukan itu. Soalnya, semalam aku bermimpi."

"Mimpi apa?" tanya Sasuke lagi. Ia tidak mengerti, apa hubungannya mimpi dengan sikap aneh Naruto?

"Tapi jangan marah ya," pinta Naruto dengan wajah memelas.

"Iya. Sekarang jawab pertanyaanku."

"Ng... semalam aku bermimpi. Kita berdua sedang bermain bersama dan tiba-tiba... kamu berubah menjadi werewolf. Aku ketakutan karena kamu menyeramkan sekali. Makanya, kalau melihatmu, aku jadi teringat pada mimpiku semalam," jelas Naruto dengan wajah polos.

Sasuke tercengang. Ia butuh waktu beberapa saat untuk memahami penjelasan Naruto. Ia masih berpikir pada saat Naruto kembali berkata, "jangan marah ya."

Sasuke menggeleng. Ia tidak punya alasan untuk marah. Malah, jika tidak ingat untuk menjaga sikap sebagai keturunan Uchiha, ia akan tertawa sekeras-kerasnya menanggapi kekonyolan Naruto. Sehingga pada akhirnya, Sasuke hanya mengajak Naruto pulang bersama dan melupakan kekonyolan Naruto hari itu.

Semoga malam nanti dia tidak bermimpi yang aneh-aneh lagi tentang aku, harap Sasuke dalam hati. Sangat sangat berharap demikian karena kejar-kejaran sepulang sekolah adalah pekerjaan yang memalukan dan melelahkan.


END