MY DOG IS MY BOYFRIEND

Cast : Donghae , Yesung, Kyuhyun, Siwon etc

Disclaimer : mereka milik diri mereka sendiri dan orang tua mereka ( khusus yesung milik saya )

Genre : Fantasy, romance

Warning : Yaoi, BL, khayalan author

Summary : Aku mempunyai seekor anjing dan anjing itu adalah namjachingu ku

Dont like GO AWAY I warning you

Enjoy ~

*Cerita sebelumnya*

"Kenalkan aku Choi Siwon. Hyung nya Kyuhyun"

"Aku Lee Donghae. Salam kenal"

Siwon pun tersenyum menampilkan lesung pipitnya yang tampan. Lalu tidak sengaja dia mengalihkan perhatiannya ke Yesung.

"Ye-yesung hyung?" kaget Siwon. Mereka pun mengalihkan pandangannya dan menatap Yesung.

"Kalian sudah saling kenal?"

Chapter 4

Donghae dan Kyuhyun memandang Siwon dan Yesung bergantian. Heran, kenapa Siwon bisa mengenali Yesung.

Sementara itu Yesung tengah menunduk, tidak berani menatap Siwon. Ya, Siwon dan Yesung dulu adalah senior dan hoobae, saat mereka SMP. Yesung berteriak dalam hati, meminta bantuan Kibum. Bisa gawat kalau Siwon tahu dirinya yang sudah meninggal bisa hidup lagi.

'Kibum, tolong aku'

Tiba-tiba Siwon memeluk tubuh Yesung erat –sangat erat—sampai Yesung tidak bisa bernafas.

"Bogoshipo hyung~" ucap Siwon lirih

Yesung, Donghae, dan Kyuhyun terbengong melihat kejadian itu. Yesung bertanya-tanya dalam hati, kenapa Siwon tidak mencurigainya yang sudah meninggal? Dibelakang Siwon munculah Kibum yang sedang tersenyum lembut. Matanya menyerupai bulan sabit –sangat manis—

'Kibum-ah'

'Tenang hyung, Siwon hanya tahu kau pergi ke Canada. Dia tidak tahu kalau kau sudah meninggal'

Keduanya pun bertelepati, ya hanya para malaikat yang bisa melakukannya. Yesung menarik nafas lega. Ya, saat kelas 2 SMP Yesung pindah ke Canada untuk mengobati sakit leukimianya itu. Dan, Siwon tidak tahu kalau Yesung sebenarnya sudah meninggal.

'Kau harus membuatnya tidak curiga, hyung. Berpura-pura lah seakan tidak terjadi apa-apa'

'Ne, kibum. Gomawo'

Kibum pun perlahan menghilang dan Yesung mencoba melepaskan pelukan Siwon.

"Emm, Siwon..sesakk.."

"Eh, mianhae hyung. Aku terlalu memelukmu erat ya?" Siwon pun melepas pelukannya dan menatap Yesung dengan pandangan berbinar. Kelihatan sekali kalau Siwon merindukan Yesung.

"Gwaenchana, bagaimana kabar mu?" tanya Yesung ramah.

"Aku baik-baik saja hyung. Kau?"

"Aku juga. Sudah lama kita tidak bertemu"

"Ehem"

Suara deheman Donghae sukses membuat kedua orang yang sedang reunian itu terdiam dan menatap Donghae.

"Wae Hae-ya?" tanya Yesung heran.

"Lebih baik kita cepat selesaikan urusan kita disini Yesung. Kau tidak lupa kan?" tanya Donghae sengit. Sepertinya dia cemburu melihat kedekatan Yesung dengan Siwon eoh?

"Oh, ya. Siwon, aku dan Donghae ingin melamar pekerjaan disini. Boleh kah?" tanya Yesung imut, membuat Siwon menelan ludahnya untuk tidak menerkam Yesung saat itu juga.

"Tentu saja hyung. Kajja kita ke dapur. Kau melayani pelanggan di bagian kasir, Donghae jadi waitress" terang Siwon seraya menarik tangan Yesung untuk mengikutinya ke arah dapur.

Melihat itu, Donghae merengut kesal, mempoutkan bibirnya lucu, Kyuhyun yang melihat itu juga menahan keinginannya untuk mencium –melumat- bibir sexy Donghae.

"Kajja hyung, aku akan mengajarimu cara-cara melayani pelanggan".

"Ne"

0

0

"Hah, hari ini aku capek sekali.." Yesung merenggangkan otot tangannya yang pegal. Keduanya telah selesai bekerja di restaurant Siwon. Mereka berjalan santai menuju rumah mereka –ehem- rumah Donghae.

"Kau kan cuma berdiri di kasir! Tidak seperti aku yang mondar-mandir mengelilingi meja-meja dan membawakan pesanan" Donghae menekuk wajahnya masam.

"Bagaimana kalau kita pergi membeli es krim?" tawar Yesung

"Jinja? Kajja!" Donghae menarik tangan Yesung semangat mendengar kata 'es krim' . Yesung tersenyum melihat ke childish an Donghae. Tidak sadar kalau matahari sudah hampir terbenam..

Kedua nya pun membeli es krim dan duduk di sebuah bangku di taman. Yesung melihat ada es krim yang tercecer di bibir Donghae. Dia pun mengusap bibir Donghae lembut, membersihkan noda es krim itu. Donghae yang mendapat kelakuan seperti itu hanya bisa terdiam membatu. Jantungnya berdetak sangat keras, wajahnya memerah sampai ke telinga. Entah kerasukan apa, Yesung mulai mendekatkan wajahnya pada Donghae. Pandangannya terpusat pada bibir Donghae yang sangat manis kalau dikecup atau bahkan dilumat. Donghae hanya bisa memejamkan matanya. Saat bibir Yesung hampir mendarat di bibir Donghae, matahari yang ada di depan mereka pun terbenam dengan sempurna. Perlahan sosok Yesung mengabur dan berubah menjadi seekor anjing – Bada- .

Karena penasaran bibirnya tidak kunjung juga dicium Yesung, perlahan dia membuka matanya dan pandangannya tidak mendapati sosok Yesung. Yang dilihatnya hanyalah seekor anjing.

"Ba-bada?" Donghae terkejut dan ingatannya tentang perkataan Yesung melintas di pikirannya. 'Apa benar Yesung adalah Bada?'

"GUKK"

Bada menggonggong, menyadarkan Donghae dari lamunan nya. Es krim yang ada di sebelah Bada memperkuat bukti kalau Bada nya adalah Yesung.

Perlahan tangan Donghae terjulur menyentuh bulu Bada, dan menarik tangannya cepat. Bada memandang Donghae sedih, mengira Donghae masih tidak percaya kalau dirinya adalah Yesung.

"Kenapa? Kenapa kau berubah menjadi Bada lagi?" Donghae mengusap kepala Bada lembut.

'Apa kau sudah mengakui kalau aku adalah Bada, Hae-ya?'

"Kita pulang sekarang" Donghae berdiri dari duduknya dan berjalan pergi. Bada pun mengikuti Donghae pulang.

'Gomawo, kau sudah sedikit mempercayaiku'

0

0

Setibanya di rumah, Donghae mendudukkan dirinya di sofa dan menghela nafas berat. Bada menidurkan dirinya di karpet kusam di dekat kaki Donghae. Terlihat kalau dirinya sangat lelah. Perubahan dirinya dari seekor anjing yang hanya tidur, makan, dan bermain menjadi seorang manusia yang mempunyai berat badan berkali-kali lipat, melakukan aktifitas yang tidak pernah dilakukan seekor anjing, belum lagi kalau dia seharian bekerja menjadi kasir menambah kelelahan tubuhnya.

Donghae melihat Bada dengan tatapan sedih. Sedih karena tidak bisa melihat sosok Yesung yang membuat dirinya mempunyai teman yang bisa diajak bicara,teman yang menemani nya saat makan, dan membuat wajahnya memerah malu karena digoda oleh Yesung.

Dia pun mengambil serbet dan menjadikan itu sebagai selimut bagi Bada. Dia pun berniat mencium pucuk kepala Bada, namun dihentikannya karena mengingat Yesung adalah Bada. Malu kalau dia mencium Yesung meski dia tidak akan tahu.

"Jaljayo Yesung-ah" Donghae pun masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu nya perlahan. Takut membangunkan Bada.

0

0

Keesokan paginya Bada yang sudah berubah menjadi Yesung terbangun dan mendapati dirinya tidur di lantai. 'Pantas saja aku kedinginan' batinnya. Dia menyingkirkan serbet yang ada di tubuhnya. 'Pasti Donghae yang memakaikannya' Yesung tersenyum manis.

Yesung pun berjalan menuju dapur dan mulai memasak. Meski hanya telur dadar yang hampir gosong. Dia pun menata meja makan dan menyiapkan nasi dan telur dadar untuk dirinya dan Donghae. Setelah itu dia pun melangkahkan kaki nya menuju kamar Donghae. Lalu mengetuk pintu kamar Donghae cukup keras. "Hae-ya bangun". Donghae hanya menggeliatkan badannya. Merasa terganggu oleh ketukan keras di pintu kamarnya. Masih dalam keadaan setengah sadar, dia melangkahkan kakinya menuju pintu kamarnya, meski dalam keadaan terhuyung-huyung.

CKLEKK

"Nuguya?" Donghae mengucek matanya imut dan perlahan membuka matanya yang setengah terpejam. Matanya langsung terbuka lebar mengetahui orang yang mengetuk pintu kamarnya adalah Yesung. Sontak dia langsung memeluk Yesung erat, seakan tidak ingin kehilangan Yesung. Mendapat respon seperti itu, Yesung berusaha menstabilkan detak jantungnya. Setelah 5menit, Donghae pun melepaskan pelukan nya dan menatap Yesung dengan air mata yang mengalir di kedua pipinya. Yesung pun mengusap air mata Donghae lembut. "Uljima, aku tidak akan meninggalkanmu Hae-ya". Bukannya berhenti, Donghae malah semakin terisak dan menenggelamkan wajahnya di dada Yesung. "Hiks, aku kira kau -hiks- akan selamanya menjadi Bada dan meninggalkanku". Yesung tersenyum mendengar perkataan Donghae. "Jadi kau sudah mempercayaiku?" Yesung mengelus kepala Donghae lembut. "Ne, aku percaya kau adalah Bada" kata Donghae dan mengangkat kepalanya, menatap Yesung dalam.

"Gomawo, kau sudah mempercayaiku Hae-ya. Kajja, kita sarapan bersama"

"Eung!"

0

0

Yesung mengantarkan Donghae ke sekolah menggunakan bis. Padahal Donghae sudah menolak. Tapi Yesung terus memaksa dan akhirnya mereka pun menaiki is bersama-sama.

"Oh ya. Bagaimana kau tahu kalau nama ku Yesung?" tanya Yesung dan menatap Donghae penasaran.

"Itu, karena suara mu sangat indah. Aku tidak sengaja mendengar mu bernyanyi saat kau mandi" terang Donghae.

Yesung yang mendengar itu menyeringai mesum. "Jadi kau mengintipku mandi ya?"

"M-mwo? A-anni! Aku hanya tidak sengaja mendengar nyanyian mu saat aku melintas di kamar mandi!" Donghae memekik malu, membuat Yesung tambah berniat menggoda Donghae.

"Gwaenchana Hae-ya. Toh, kita juga pernah mandi bersama kan" kata Yesung santai dan menaruh kedua tangannya di belakang kepalanya.

BLUSHH

"Mwo? Kapan?"

"Saat aku jadi Bada, kau memandikanku dan kau juga mandi. Jadi kita mandi bersama kan?"

"Yah! Dasar pervert!" Donghae memukuli pelan tangan Yesung dengan wajah yang sangat merah.

"Hahaha!"

Bis pun berhenti di depan sekolah Donghae dan Donghae pun bersiap turun sebelum tangan Yesung mencegahnya. Donghae membalikkan badannya kesal dan hendak melayangkan protes, namun dia merasa sesuatu yang basah menyentuh pipinya. Ternyata Yesung mencium pipi Donghae kilat dan mendorong pelan punggung Donghae. "Sana cepat turun, nanti kau terlambat". Donghae hanya menurut saja karena dia masih shock. Setelah bis mulai berjalan, dia baru sadar dan berteriak "YESUNG!"

0

0

Yesung pun turun dari bis di daerah distrik Gangnam. Matanya menelusuri rumah-rumah mewah yang terjejer di depannya. Pandangannya pun berhenti di sebuah rumah yang sangat mewah. Rumah yang berstruktur ala Eropa itu tampak berdiri megah. Namun tidak menghilangkan sifat hangat dan nyaman yang berasal dari dalam rumah itu. Perlahan dia menuju rumah itu dan berhenti di depan gerbang berukuran besar itu. Tangannya hendak terjulur memencet bel, namun diurungkan niat nya itu. Dia hanya bisa memandang rumah itu dengan pandangan rindu, sedih, dan takut.

Setelah memandangi cukup lama, akhirnya dia pun membalikkan badannya, hendak kembali ke rumah Donghae. Namun langkahnya terhenti saat melihat sepasang suami istri yang keluar dari mobil mewahnya. Cepat-cepat dia bersembunyi di balik pohon yang ada di depan rumah itu.

Matanya terus menatap suami istri itu sampai menghilang di balik gerbang itu.

'Appa, eomma'

0

0

"Boo, sebaiknya kau istirahat dulu" seorang namja tampan tengah membujuk sang istri untuk istirahat, karena dilihatnya Jaejoong –istrinya- berwajah pucat.

"Kau tidak usah khawatir Yunnie, aku tidak apa-apa" Jaejoong duduk di sofa berwarna biru muda itu dan memijat pelipis nya. Satu kata yang dapat dideskripsikan, lelah.

"Tapi kau perlu istirahat Boo. Sejak dari pemakaman tadi kau belum sarapan dan makan siang. Ini sudah hampir sore. Nanti kau sakit" bujuk Yunho

"Anni, Yun. Aku tidak apa-apa"

"Aku mohon, jangan begini Boo. Kau harus merelakan Yesungie kita. Biar dia bahagia di atas sana. Dia pasti sedih kalau kau tidak bisa merelakannya"

"Hikss..yesungie" Jaejoong kembali menangis dan Yunho hanya bisa memeluk istri cantiknya itu. Jaejoong masih tidak bisa merelakan anak tunggal yang sangat disayanginya itu. Padahal ini sudah 5tahun sejak kematian Yesung. Setelah kejadian itu, Jaejoong semakin terpuruk. Badannya semakin kurus, wajahnya pucat dan terus menangis. Yunho hanya bisa membujuk istrinya itu, namun Jaejoong tidak bisa. Sangat sulit baginya..

TBC ^^

Mian klo tambah pendek ya ._.

Donghee ide nya mentok sampe sini. Gimana tambah aneh ya?

Minta saran dan kritik yg membangun ya.

Thanks to :

, mkukana , andikadwiprasetyo8, Guest , Lullu48129 , audrey musaena , chocolatess, Jisaid , Guest 2 (Kychullie) , Evil Thieves , cloud3024 , Guest 3 (-ChwangMine95-) , Guest 4(dew'yellow)

Review please ^^