MY DOG IS MY BOYFRIEND
Cast : Donghae , Yesung, Kyuhyun, etc
Disclaimer : mereka milik diri mereka sendiri dan orang tua mereka ( khusus yesung milik saya )
Genre : Fantasy, romance
Warning : Yaoi, BL, khayalan author
Summary : Aku mempunyai seekor anjing dan anjing itu adalah namjachingu ku
Dont like GO AWAY I warning you
Chap ini full flashback Yehaewon.
Enjoy ~
*Cerita sebelumnya*
"Anni, Yun. Aku tidak apa-apa"
"Aku mohon, jangan begini Boo. Kau harus merelakan Yesungie kita. Biar dia bahagia di atas sana. Dia pasti sedih kalau kau tidak bisa merelakannya"
"Hikss..yesungie" Jaejoong kembali menangis dan Yunho hanya bisa memeluk istri cantiknya itu. Jaejoong masih tidak bisa merelakan anak tunggal yang sangat disayanginya itu. Padahal ini sudah 5tahun sejak kematian Yesung. Setelah kejadian itu, Jaejoong semakin terpuruk. Badannya semakin kurus, wajahnya pucat dan terus menangis. Yunho hanya bisa membujuk istrinya itu, namun Jaejoong tidak bisa. Sangat sulit baginya..
Chapter 5
Flashback
-SM Junior High school-
Pagi itu merupakan hari penerimaan murid baru di SM Junior High school. Banyak siswa dan siswi yang masuk di sekolah yang bergengsi di korea selatan itu. Tidak mudah masuk di sana. Selain karena tes masuk yang susah, juga karena sekolah itu adalah sekolah elit.
Mari kita lihat sejenak di sudut ruangan. Sepertinya itu adalah ruang musik, mengingat banyaknya alat-alat musik seperti piano, gitar akustik, gitar listrik, drum, biola, dan masih banyak lagi. Tampak seorang namja manis sedang memainkan piano hitam itu. Permainannya begitu menghayat hati yang mendengarnya. Meskipun hanya lagu klasik, tapi perasaannya melalui lagu itu benar-benar tersampaikan dengan baik. Tak sadar, sedari tadi ada orang yang diam-diam memperhatikannya. Saat permainannya selesai, namja manis itu berbalik dan mengagetkan orang yang diam-diam melihatnya tadi.
"Jeo-jeosonghamnida. A-aku akan pergi. Mianhamnida sudah mengganggu sunbaenim" ternyata orang tadi adalah siswa baru yang kebingungan mencari kelas baru nya. Tak tahu kalau tiba-tiba dia sudah ada di ruang musik ini. Entah kenapa, kakinya bergerak sendiri unutk mendekati suara piano itu.
Namja manis tadi berdiri dan melangkahkan kakinya menuju siswa baru tadi. Dibenarkan nya letak kacamata minusnya sekilas dan tersenyum lembut. Membuat siswa baru tadi merona hebat dan detak jantungnya tidak terkendali.
"Gwaencahana, kau siswa baru ya?" tanya namja tadi dengan senyuman yang tidak hilang dari bibir nya.
"N-nde sunbaenim" siswa baru itu menunduk malu
"Lalu kenapa tidak ke kelas?"
"A-anou, aku tidak tahu dimana kelas baru ku" lirih nya
"Kau kelas berapa?" tanya lagi
"Kelas X-2 subaenim" jawab si murid baru masih dengan kepala tertunduk.
"Kajja, aku antar kau ke kelasmu" ajak sang sunbae seraya berjalan keluar dari ruang musik itu.
"Jinjayo? Kamsa hamnida sunbaenim!" ujar si murid baru senang seraya tersenyum sangat manis, membuat si sunbae mencoba menstabilkan detak jantungnya.
0
0
"Nah, ini dia kelasmu" kata si sunbae seraya menunjuk kelas si murid baru.
"A-apa?" Ternyata kelasnya hanya berjarak dua kelas dari ruang musik tadi. Demi apa, rasanya si murid baru ingin menjedukkan kepalanya ke dinding terdekat -_-
"Haha, tidak apa-apa. Namanya juga murid baru. Dulu aku juga begitu. Meski tidak separah kau" sang sunbae tertawa keras dan membuat si murid baru mengerucutkan bibirnya kesal ditertawakan kakak kelasnya. Sejenak si sunbae tertegun akan kemanisan adik kelasnya. Ingin rasanya mengecup bibir itu. Hei! Apa yang dipikirkannya? Bisa-bisa sang hoobae berpikir kalau dirinya adalah sunbae mesum.
"Masuklah, sebentar lagi bel pelajaran"
"Eung, sekali lagi terima kasih sunbaenim" katanya sambil membungkukkan badannya
"Hmm, aku pergi dulu" Mereka pun berpisah tanpa mengenalkan dirinya. Mungkin mereka sudah mempunyai panggilan masing-masing. Tentu saja tidak lupa dengan perasaan cinta..
0
0
"Berapa jumlah siswa yang mendaftar di klub kita hyung?" tanya seorang namja berbadan kurus.
"Sekitar 10 anak" jawab namja yang dipanggil hyung tadi
"Lebih sedikit dari tahun lalu" hela nafas si namja kurus sangat berat
"Sudahlah wookie, tidak apa-apa. Masih untung ada yang mendaftar klub musik kita" hibur namja tadi
"Tapi Yesung hyung.."
"Ah, ini sudah waktunya mereka masuk. Kajja kita siap-siap" potong namja bernama Yesung tadi.
"Hah, baiklah" Mereka pun bersiap-siap menyambut murid baru yang mendaftar di klub mereka.
Sepuluh menit kemudian, masuklah beberapa siswa baru ke dalam ruangan musik itu. Mereka pun duduk di bangku yang sudah disediakan.
"Selamat datang di klub musik Art of voice hoobaedul. Aku Kim Yesung selaku ketua klub ini dan ini Kim Ryeowook wakil klub. Kami senang sekali kalian sudah mau masuk dan bergabung dengan klub kami. Terima kasih" Yesung pun memperkenalkan dirinya dan Wookie. Dan juga hal-hal lainnya yang berkaitan dengan klub itu.
"Aku ingin kalian memperkenalkan diri kalian masing-masing. Dimulai dari kau"
"Annyeong, aku Luna. Kelas X-1"
"Aku Taeyeon"
"Perkenalkan namaku Lee Jinki, tapi aku biasa dipanggil Onew. Kesukaan ku adalah makan ayam" Semua orang sweatdrop mendengar cara perkenalan Onew.
"Aku Choi Siwon. Senang bisa kenal dengan kalian semua" kata seorang namja berbadan atletis. Aneh memang mengingat usianya yang masih SMP.
Semua murid baru pun selesai memperkenalkan dirinya. "Baiklah, ada yang ingin kalian tanyakan?" kata Yesung seraya berdiri dari duduknya.
"Aku sunbaenim!" kata Onew sambil mengacungkan jarinya.
"Ada apa Onew-ssi?"
"Aku ingin melihat Yesung sunbaenim menyanyi"
"Iya, aku juga"
"Aku juga"
"Baik-baik, kalian tenang dulu. Kau ingin aku menyanyi lagu apa Onew-ssi?"
"Lagu Snail saja"
"Wah, ide bagus. Ayo sunbaenim nyanyikan lagu Snail"
"Arraseo. Kalian dengarkan baik-baik ne?" Yesung pun mendudukkan dirinya di kursi piano dan mulai menekan tuts-tuts piano membentuk nada yang indah. Intro sudah dimainkan dan ia pun mulai bernyanyi. (disarankan sambil dengerin lagu nya ya. Yesung keren banget nyanyi itu pas di sukira XD)
Jibeh oh neun kileun ddae ron neo moo kil reo
(Sometimes the way home takes so long)
Naneun deo ook deo ji chi kot hae
(Sometimes I get tired and exhausted)
Moon eul yeol ja ma ja
(As soon as I open the door)
Cham ee deul reot tag a
(I fall asleep)
Ggae myon ah moo doh eop soe
(And when I wake up, no one is there)
Jop eun yok joh sok geh mom eul nwi eot seul ddae
(When I lay my body in the small bathup)
Jak geun tal paeng ee han ma rig a
(A small snail comes to me)
Nae geh roh tagawa jak geun mok soh ri roh
(with his small voice)
Sok sak yeo chweot seo
(he whispered to me)
Eon jehn ga meon heut nal reh
(That someday when that days come)
Cheo neol go geo chil eun se sang ggeut ba da roh kal keo ra go
(I will go to the ocean at the end of this harsh world)
Ah moo doh mot bwat ji man
(No one saw it but)
Ki yok sok geot din ga deul rin neun pa doh soh ri dda ra seo
(I will follow the sound of the waves in my memory)
Na neun yong weon hi kal rae
(I wanto to go forever)
Moh doo eo din ka roh cha reul tal ri neun kiln a neun moh toong ee ka geh eh seo
(Everyone is in their cars, going somewhere)
Tam bae han kae bi wan ok neun ah ee seu keu rim deul go kil roh na seot seo
(I'am walking on the street with a pack of cigarettes and a melting ice cream bar)
Hae neun nop ee deo seo na reul jji reu neun deh
(The sun is up high, shining on me)
Jak geun tal paeng ee han ma rig a eo neu sae ta ga wa nae geh in sa ha go
(When a small snails comes to me and greets me)
Noh rael heung eo keo ryeot seo
(and sing for me quietly)
Eon jehn ga meon heut nal reh
(That someday when that days come)
Cheo neol go geo chil eun se sang ggeut ba da roh kal keo ra go
(I will go to the ocean at the end of this harsh world)
Ah moo doh mot bwat ji man
(No one saw it but)
Ki yok sok geot din ga deul rin neun pa doh soh ri dda ra seo
(I will follow the sound of the waves in my memory)
Na neun yong weon hi kal rae
(I wanto to go forever)
Nae moh deun keol ba chyeot ji man
(I gave up my everything but)
Ee jehn moh doo poo reun yeong gi cheo reom
(Now everything is fading away)
San san ee heut teo ji go
(like smoke))
Nae gah nam ah It neun chak geun himeul ta hae
(With my remaining strengh)
Ma ji magk goom sok geh seo
(in my last dream)
Moh doo it ggeh, moh doo it ggeh
(To forget everything, to forget everything)
Hae jool bad a reul keon neol keo ya
(I will cross the ocean)
Eon jehn ga meon heut nal reh
(That someday when that days come)
Cheo neol go geo chil eun se sang ggeut ba da roh kal keo ra go
(I will go to the ocean at the end of this harsh world)
Ah moo doh mot bwat ji man
(No one saw it but)
Ki yok sok geot din ga deul rin neun pa doh soh ri dda ra seo
(I will follow the sound of the waves in my memory)
Na neun yong weon hi kal rae
(I wanto to go forever)
"Prokkk prokk"
"Wah suara sunbae benar-benar hebat!"
"Iya, bagus sekali suara sunbae!"
"Aku sampai terharu mendengarnya"
"Haha, kalian terlalu berlebihan" kata Yesung rendah hati
"Anneyo, suara sunbae memang sangat-sangat bagus!" puji semua orang disana. Sementara itu, Siwon, hanya bisa terdiam. 'Yesung sunbae memang benar-benar hebat. Manis, suaranya bagus, tidak sombong lagi' pikirnya
"Baiklah, kita akhiri sampai disini perkenalan kita hari ini. Minggu depan kita akan latihan. Jadi persiapkan diri kalian masing-masing. Terima kasih"
Semua murid baru pun pulang dan menyisakan Yesung, Siwon dan Ryeowook.
"Aku pulang dulu ya hyung" pamit Ryeowook ke Yesung.
"Ne, wookie. Hati-hati"
Yesung pun membereskan tas nya dan menyampirkannya di pundaknya. Saat berbalik dia terkejut melihat Siwon yang belum pulang.
"Siwon-ssi? Kenapa belum pulang?" tanya Yesung heran
"Err, itu. Ada yang ingin kutanyakan pada sunbae" jawab siwon ragu-ragu
"Panggil hyung saja. Ada apa?"tanya Yesung lembut. Menambah kegugupan Siwon
"Apa hyung mau pulang bersama ku?" tanya Siwon hati-hati. Takut kalau Yesung marah
"Ne, kajja" Yesung pun berjalan duluan meninggalkan Siwon yang masih terpaku. Syok. Tidak menyangka Yesung akan mengiyakan ajakannya. Yesung pun berbalik, merasa Siwon tidak mengikutinya. "Ayo Siwon-ah". Ah, ne hyung"
0
0
"Hah, lelah sekali" Yesung mendudukkan dirinya di sofa putih dan memejamkan matanya. Tak lupa melepas kacamata hitamnya, membuat wajahnya semakin tampan. "Sungie, kau sudah pulang?" tanya yeoja cantik yang tak lain adalah eomma yesung. Kim Jaejoong.
"Ne eomma. Appa mana?" Heran Yesung yang tak mendapati appa nya yaitu Kim Yunho. Biasanya kan jam segini dia sudah pulang.
"Appa mu lembur. Dia banyak kerjaan Sungie. O ya kau mau makan malam dengan apa?"
"Aku mau samgyetang saja eomma. Aku mandi dulu ya" Yesung pun mengecup kilat pipi eommanya dan beranjak naik ke lantai dua dan masuk ke dalam kamarnya.
0
0
Di meja makan sudah tersedia nasi, samgyetang, kimchi, dan teh hijau. Semuanya itu adalah makanan kesukaan Yesung. Jaejoong memang pandai memasak, tidak heran kalau suami dan anak nya betah makan di rumah -_-
"Kau sudah selesai mandi? Kajja kita makan" ajak Jaejoong dan duduk berhadapan dengan Yesung. Saat Jaejoong ingin menyendokkan samgyetang ke mulutnya, dia heran melihat Yesung yang memegangi kepalanya dan meringis kesakitan.
"Gwaenchana sungie? Wajahmu pucat. Kita ke rumah sakit ya?" kata Jaejoong khawatir.
"Anni eomma. Nan gwaenchana. Mungkin hanya kelelahan saja" kata Yesung seraya mencoba tersenyum. Tidak ingin membuat eomma nya khawatir.
"Omo! Hidung mu berdarah sungie! Kita harus ke rumah sakit!" paksa Jaejoong dan mencoba memberdirikan Yesung.
"Andwae eomma. Aku sehat-sehat saja. A-ak..."
BRUGG
"Sungie!"
0
0
Yesung yang pingsan tadi langsung dibawa oleh Yunjae, setelah menghubungi Yunho tentunya. Yunho yang sedang mempersiapkan berkas buat rapatnya besok pun langsung pulang ke rumah dan mengantar anaknya ke rumah sakit. Raut wajah cemas dan sedih pun tergambar jelas di wajah Yunjae. Padahal tadi sore Yesung tidak apa-apa, entah kenapa dia langsung pingsan dengan mimisan dan wajah pucat.
Tak lama kemudian keluarlah dokter yang merawat Yesung. "Bagimana keadaan anakku dokter Lee?" tanya Jaejoong cemas.
"Kita keruangan saya saja. Silahkan lewat sini" Dokter Lee dan Yunjae pun masuk ke ruangan serba putih itu dan duduk di sofa.
"Bagaimana dokter Lee? Dia baik-baik saja kan?" tanya Yunho kali ini.
"Anak Anda, memiliki penyakit..leukimia" kata Dokter pelan dan lirih
JDERR
"A-apa? Anda jangan bercanda dokter Lee! Ini sungguh tidak lucu!" marah Yunho sementara Jaejoong hanya menangis di pelukan suaminya.
"Mianhaeyo Yunho-ssi, kami sudah berusaha sebisa mungkin. Tapi penyakit anak anda sudah di stadium akhir. Kami sarankan agar anak anda dirawat di Canada. Peralatan dan obat-obat disana lebih lengkap dan memadai" terang Dokter Lee. "Saya permisi dulu" pamitnya dan keluar dari ruangan itu, meninggalkan kedua pasangan yang sedang dilanda kesedihan yang sangat mendalam.
"Yun, bagaimana ini? Hikss, lebih baik aku yang sakit daripada dia..hikss" isak Jaejoong dan Yunho hanya bisa mempererat pelukannya.
"Kita harus membawanya ke Canada, Boo. Kita berangkat besok" ujar Yunho dengan mata yang memerah menahan tangisnya.
"Ne, Yunnie"
0
0
"Kau tahu? Yesung sunbaenim pindah ke Canada!" cerita seorang murid di kelas Siwon.
"Jinja? Wae?" tanya teman murid itu.
"Molla, wah sayang ya. Padahal dia kan murid berbakat yang sering menang di kontes menyanyi" sesal murid pertama.
"Ne. Kajja kita ke kantin"
Kedua murid itu pun pergi dari kelasnya dan tinggal lah Siwon sendiri di kelasnya. Siwon yang mendengar hal itu langsung sedih, karena belum sempat dia menyatakan perasaannya Yesung sudah pindah ke Canada..
0
0
Donghae berjalan pelan menuju ruang musik. Tapi tidak ada seorang pun di dalam ruangan itu. Dilangkahkan kakinya menuju piano hitam di sudut ruangan itu. Tangannya terjulur mengusap lembut piano itu. Kenangannya akan pertemuan dengan sunbae waktu itu terulang di pikirannya. "Sunbae, aku ingin bertemu denganmu lagi" lirihnya.
0
0
Keluarga Yunjae yang sudah ada di Canada segera mencari rumah sakit yang bisa merawat Yesung. Sudah 2bulan Yesung dirawat disana. Namun tidak ada tanda-tanda kondisinya membaik. Malah semakin buruk. Wajahnya yang ceria dan berpipi chubby kini meredup dan menjadi tirus. Badannya yang sudah kurus semakin kurus saja.
Hingga suatu hari dia bertemu dengan malaikat yang mengaku bernama Kim Kibum. Dia hendak menjemput Yesung ke surga. Namun, Yesung ingin berpisah dulu dengan kedua orangtuanya. Kibum pun mengangguk menyetujuinya.
"Eomma sudah datang chagi. Ini eomma bawakan ddangkoma untukmu. Kau ingin memelihara kura-kura kan?" kata Jaejoong dibuat riang, meskipun hatinya hancur saat melihat kondisi Yesung yang semakin parah.
"Ne, eomma. Gomawo. Dia imut sekali. Hehe.." tawa Yesung lemah.
"Appa juga datang Sungie. Kau senang dengan kura-kura nya kan?" kata Yunho seraya memeluk Boo-nya.
"Ne, appa. Gomawo eomma, appa. Ada yang aku ingin bicarakan dengan kalian.."
"Katakan saja sungie. Eomma dan appa akan mendengarnya" kata Jaejoong dan mengelus surai kecoklatan Yesung
"Aku ingin, setelah ini kalian hiduplah dengan baik. Jangan terlalu memikirkanku. Dan juga kalian harus tetap bahagia. Aku tidak ingin melihat kalian sedih, terutama eomma. Terima kasih, kalian sudah mencintaiku dan menyayangiku. Aku tidak tahu harus membalas kebaikan kalian dengan apa, aku hanya bisa membalas kalian dengan cinta ku. Aku juga minta maaf, tidak bisa menemani kalian. Eomma, appa, saranghae.." kata Yesung dan tersenyum manis untuk terakhir kalinya. Bulir airmata pun jatuh di kedua pipinya. Matanya terpejam. Namun senyum bahagia masih terukir di bibir pucatnya.
Tiittt...
Bunyi deteksi jantung membuat histeris Jaejoong. Yunho pun hanya bisa memejamkan matanya dan menangisi kepergian anak satu-satunya. Isakan dan jeritan terdengar di kamar rawat itu. Mereka benar-benar tidak percaya kalau anaknya akan pergi secepat itu. Apalagi dengan cara penyakit leukimia. Sungguh, mereka tidak pernah membayangkan hal ini akan menimpa mereka dan Yesung.
0
0
Pemakaman Yesung diadakan di Korea, tepatnya daerah Cheonan. Kampung halamannya. Banyak orang yang menghadiri pemakamannya. Kebanyakan adalah rekan kerja Yunho. Teman-teman sekolah Yesung tidak tahu, karena memang Yesung yang memintanya di surat yang ditulisnya.
Setelah pemakaman Yesung, Yunjae pun pulang ke rumah mereka. Meski Jaejoong bersikeras untuk tinggal di rumah pemakaman itu lebih lama. Namun karena desakkan Yunho yang tidak kuat kalau melihat istrinya terus-terusan menangis melihat abu Yesung, membuat Jaejoong menuruti kemauan suaminya itu.
Sesampainya di rumah pun Jaejoong tetap menangis dan mengunci dirinya di dalam kamar Yesung yang penuh dengan kenangan mereka berdua. Berbulan-bulan Jaejoong tidak bisa melupakan kesedihannya itu. Ya, bahkan sampai sekarang..
TBC ^^
Gimana ini udah panjang kan? Sangat panjang malah -_-
Saya membuat ff ini 2hari lho 0_o
Feelnya gak kerasa ya? Mian, habis saya buatnya sambil lihat unbelievable outing sih, jadinya malah ngakak XDD
Oh ya yg tanya kenapa marganya Kyu sama Siwon beda soalnya mereka sepupuan. Gitu..
Thanks to :
Eun Byeol , , Guest 1 , Rilianda Abelira,audrey musaena , chocolatess , Liu HeeHee , ChwangMine95 , Lullu48129 , dew'yellow , Lee Haevi , andikadwiprasetyo8 , Jisaid , cloud3024
Mian gak bisa bales review satu-satu. Jeongmal kamsa hamnida buat yang udah baca dan review
Review please ..
