Hermione sontak tertawa begitu mendengar permintaan Draco. "Kau konyol sekali, Malfoy."
"Hanya karena aku ingin mendengar suaramu makanya aku jadi konyol?"
"Yeah," Hermione mengangguk tanpa berpikir. "Kau benar-benar konyol."
Ia kira Draco akan marah dengan ucapannya dan pergi dari Menara Astronomi, tapi dia tetap duduk bergeming. Ekspresi yang diberikan Draco membuat Hermione merasa bersalah. Apa ucapan Hermione barusan menyakiti perasaannya?
Tapi Hermione tak jadi soal. Memikirkan tingkah Draco belakangan ini membuatnya lelah dan ia tidak ingin menambah beban pikirannya dengan peduli pada perasaannya.
"Aku tidak pernah berbuat baik padamu, Granger. Tidak pernah sekalipun. Apa yang membuatmu berpikir aku berhak mendapatkan kesaksian darimu?"
"Kita sudah membicarakan ini, kan?" Hermione menutup bukunya keras. Ia menyilangkan kakinya dan memeluk dirinya sendiri. Ia ingin Draco tidak membahas ini tapi sepertinya dia tidak mempunyai topik pembicaraan lain untuk dibahas.
"Aku tidak mengerti, Granger."
"Bagian mana yang tidak kau mengerti, Malfoy?"
Hermione memberikan tatapan memaksa padahal Draco sedang menatapnya lembut sekali, seakan takut tatapannya dapat melukai Hermione. Tatapannya penuh kehati-hatian seakan meminta agar Hermione tidak menyakiti hatinya.
"Kau pasti punya alasan kenapa kau memberikan kesaksian untukku. Kenapa kau memberikan kesaksian untuk orang yang tidak pernah berperilaku baik padamu, Granger?"
Hermione tidak tahu harus menjawab apa. Tenggorokan kering dan ia tidak dapat membasahinya. Ia tidak berpikir ke situ.
"Apa kau memang sebaik itu, Granger?"
Apa Draco Malfoy memang setampan ini? Konyol sekali! Ia tidak dapat menemukan kata untuk menjawab pertanyaan Draco tapi otaknya masih bisa berpikir kalau dia tampan?
Hermione pun berdehem dan mengalihkan tatapannya seraya memikirkan jawaban dari pertanyaan Draco Malfoy.
"Aku tidak sebaik ini, Malfoy," ucap Hermione, suaranya sedikit bergetar karena gugup tidak sanggup menatap mata kelabu Draco. "Dan aku sudah memberitahumu, hanya karena kau tidak pernah baik padaku bukan berarti aku harus membiarkanmu mendekam di Azkaban. Kau memang seorang perundung tapi kau bukan orang jahat. Kau memang seorang Malfoy tapi kau bukan ayahmu. Aku tahu kau tidak pernah ingin menjadi seorang pelahap maut tapi kau harus melakukannya. Sangat tidak adil jika kau harus mendekam di Azkaban untuk kejahatan yang tidak pernah ingin kau lakukan."
"Bagaimana kau tahu aku tidak pernah ingin menjadi Pelahap Maut? Aku tidak pernah memberitahu siapa pun. Bagaimana kau –"
Draco berhenti tiba-tiba dan membuat Hermione tidak tahan untuk tidak menatapnya. Hermione ingin memberitahunya tapi begitu tatapan mereka bertemu, Hermione tahu kalau Draco sudah tahu.
"Dia, bukan?"
Hermione tersenyum lalu mengangguk. "Dia hanya memberitahuku, Harry, dan Ron tentangmu. Dia juga tidak memaksa kami untuk memberikan kesaksian untukmu. Harry melakukannya karena ibumu menyelamatkannya, Ron tidak melakukannya karena tidak merasa kau atau ibumu menyelamatkan nyawanya."
"Lalu, kenapa kau melakukannya? Ibuku atau aku tidak menyelamatkan nyawamu, Granger."
"Aku sudah memberitahumu, Malfoy," ucap Hermione lembut. "Aku tidak tahu kenapa kau tidak mengerti."
Perhatiannya teralihkan. Dia seperti sedang berpikir lalu kembali menatap Hermione.
"Karena aku tidak berpikir kau jahat, Malfoy. Aku sudah memberitahumu, aku melakukan apa yang harus aku lakukan."
Draco tertawa putus asa. "Setelah kejahatan yang pernah aku lakukan padamu, Granger. Aku berharap kau mati, tidakkah kau ingat?"
"Aku tidak pernah melupakannya."
"Dan aku memanggilmu Darah-Lumpur."
"Yeah, aku tahu."
Ada jeda yang cukup lama sampai-sampai keheningan itu membuat Hermione gugup. Ia sedikit mengambil kesempatan untuk memperhatikan Draco yang seperti sedang sibuk dengan pikirannya sendiri. Ia bahkan mengabaikan degup jantungnya yang bekerja lebih cepat dari biasanya.
Merlin! Draco Malfoy memang tampan dan ia baru menyadarinya sekarang.
"Maafkan aku, Hermione."
Hermione mengerjap dan matanya berkedip-kedip merespons ucapan Draco. Apa yang dikatakannya? Dia mengatakan apa?
"Aku minta maaf atas semua kejahatan yang pernah aku lakukan padamu; untuk berharap kau mati dan memanggilmu darah-lumpur. Aku berharap bisa menarik kata-kataku. Darahmu sama merahnya denganku dan... dan... dan aku bersyukur kau bertahan hidup. Aku bersyukur kau bersaksi untukku. Kau... kau membuatku bahagia, Hermione."
.
Hermione menghindari Draco Malfoy sebisa mungkin. Ia bahkan menghindari mendatangi tempat yang pernah mereka datangi atau tempat di mana dia melakukan hal-hal yang membuat jantungnya tidak bekerja dengan seharusnya: Perpustakaan di waktu malam, Menara Astronomi kapan pun itu, dan lapangan Quidditch.
Ia tidak sanggup mengontrol hatinya jika melihat Draco. Ucapannya tempo hari membuat lututnya lemas, nafasnya memburu, jantungnya berdebar, darahnya mendesir, dan ia hampir menangis. Jika ia tidak mempunyai kontrol yang baik terhadap tubuhnya, ia mungkin sudah menangkup pipi dan mencium bibir Draco Malfoy dengan lembut.
Itu adalah alasan utama kenapa ia menghindari Draco. Jika dia membuat jantung Hermione berdebar lagi, ia tidak dapat menahan diri untuk tidak menciumnya.
Namun ternyata, tidak selamanya usaha yang dilakukannya berhasil. Sebaik apa pun ia menghindar, takdir menggagalkan usahanya.
Tiga hari setelah hari ulang tahunnya, Hermione bertemu Draco Malfoy lagi dan tidak dapat menghindar. Mereka berpapasan di ujung koridor di lantai 5 ketika ia baru saja selesai bertemu dengan Profesor Sinistra.
Ia tidak pernah merasa canggung berhadapan dengan Draco Malfoy sebelumnya. Dia seperti juga demikian karena dia langsung berhenti begitu melihat Hermione.
"Granger," sapa Draco Malfoy.
Hermione memaksakan seulas senyuman. Hanya sebuah senyuman lalu ia kembali melangkah tanpa mengeluarkan suara. Jantungnya berdetak kencang sekali sampai-sampai ia harus meletakan tangannya di dada. Semoga saja Draco Malfoy tidak mendengar detak jantungnya.
"Granger..."
Hermione memutar tubuhnya begitu mendengar Draco Malfoy memanggilnya.
"Kau mengenakannya."
Hermione tidak berani menatapnya. Ia tidak tahan jika Draco Malfoy tersenyum seperti itu.
"Jepit rambutnya. Kau mengenakannya."
Tanpa sadar Hermione menyentuh jepit rambut di belakang kepalanya. Jepit rambut itu merupakan hadiah ulang tahun tapi ia tidak tahu siapa pengirimnya. Ia sangat menyukainya: jepit rambut perak berbentuk kupu-kupu dengan batu safir.
"Kau yang memberikannya untukku?" Hermione tidak yakin Draco Malfoy mendengar pertanyaanya.
Draco mengangguk sambil tersenyum. "Aku tidak tahu caranya memberikan hadiah ulang tahun untukmu jadi aku mengirimkan lewat pos burung hantu."
Draco Malfoy tahu ulang tahunnya?
"Kau menyukainya?"
Ia lebih dari sekedar menyukainya.
Ia ingin memberitahunya. Ia amat menyukainya. Tidak hanya jepit rambutnya tapi juga –
Pikirannya seketika berhenti. Ia mendengar sesuatu yang seharusnya tidak ia dengar di sore hari menjelang matahari terbenam di bagian kastel ini.
Draco sepertinya juga mendengarnya karena matanya juga melebar dan mengerutkan dahi. "Apa kau mendengar apa yang aku dengar?"
Hermione mengangguk. Tanpa sadar, ia berjalan mendekati Draco. Dia memberikan isyarat dengan meletakan jari telunjuk kanan di depan mulutnya agar Hermione diam. Keduanya berjalan menuju ruang kelas yang seharusnya kosong saat ini.
Suara yang mereka dengar makin lama makin terdengar jelas. Hermione sampai mengernyit. Suara wanita mendesah dan mengerang penuh kenikmatan. Ragu-ragu ia melirik Draco yang sama penasaran dengannya.
Tanpa ragu, Draco membuka pintu ruang kelas itu dan...
"APA YANG KALIAN LAKUKAN?"
Hermione mematung di tempat. Tidak heran jika Draco berteriak seperti kerasukan setan.
"Malfoy, keluar dari sini sekarang juga, sialan!"
Hermione tidak sadar kalau dirinya sudah ditarik oleh Draco keluar dari ruang kelas. Dia menariknya – sedikit menyeretnya menjauh dari ruang kelas, cukup jauh sampai mereka tiba di depan pendulum Menara Jam.
"Beritahu aku kalau itu tidak nyata, Malfoy," kata Hermione terengah-engah. Ia masih terkejut dan tidak menyadari kalau Draco Malfoy masih memegang tangannya.
"Aku harap aku bisa, Granger," seru Draco gusar. "Sialan! Aku ingin melupakan pemandangan yang tidak indah itu."
Hermione sontak tertawa. Draco yang sedang gusar ternyata sangat lucu.
"Dia mengatakan padaku kalau Longbottom tidak menciumnya balik. Namun tadi – oh Merlin. Aku benci sekali fakta kalau aku melihatnya. Sialan! Aku bahkan melihat tubuh Pansy. Sialan!"
Hermione mencoba mencerna ucapan dan umpatan Draco barusan. Pansy Parkinson mencium Neville? Kapan? Bagaimana bisa? Ada banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan tapi yang keluar hanya, "Mereka pacaran?"
"Aku tidak tahu," jawab Draco frustrasi. "Aku benar-benar harus menghilangkan kenanganku yang satu ini, Granger."
"Karena kau melihat milik Neville?"
"Holy shit. Kau terlalu lantang mengatakannya," Draco mengerang kesal. "Aku melihat punyanya. Aku melihat tubuh Pansy. Holy fucking shit. Tidak pernah aku membayangkan akan melihat tubuh Pansy. Apa yang mereka pikirkan? Bercinta di kelas kosong di sore hari dan tidak mengunci pintu? Bodoh sekali."
"Well, mereka tidak menyangka kalau kita akan menemukan mereka di sana."
Draco diam beberapa saat lalu menyadari kalau tangannya masih memegang tangan Hermione dan buru-buru melepaskannya.
Hermione merasa suasana di antara mereka teramat canggung. Ia tidak tahu harus melakukan apa untuk memecah kecanggungan di antara mereka. Ia takut jika tindakannya akan memperparah suasana di antara mereka.
Selagi ia pusing dengan pikirannya sendiri, ia mendengar Draco berdehem. Gerakan tubuhnya amat kikuk.
"Well... selamat malam, Granger," kata Draco dengan senyuman terkikuk yang pernah Hermione lihat, sebelum dia melangkah meninggalkannya.
"Malfoy?" panggil Hermione setelah Draco berjalan beberapa langkah. Dia hanya membalikkan tubuhnya. "Aku sudah memaafkanmu. Jadi, kuharap kau akan berhenti bertanya padaku kenapa aku memberikan kesaksian untukmu. Silakan cari topik pembicaraan lain jika kita bertemu lagi."
Mata Draco melebar, terkejut tapi lama kelamaan senyumnya mengembang. Dia tampak lega. "Kalu begitu, Aku akan mencari pertanyaan lain untuk kau jawab, Granger."
Hermione tersenyum dan sedikit tertawa. Ia menyukai melihat Draco Malfoy tersenyum padanya. "Terima kasih untuk hadiah ulang tahunnya. Aku sangat menyukainya."
