Hermione memikirkan ucapannya terakhir kali pada Draco. Ia terus memikirkan itu selama beberapa minggu dan kembali membuat pikirannya berantakan. Selain itu, Draco Malfoy kini menjauhinya. Di mana pun mereka bertemu, Draco seperti menolak bertemu dengannya. Sadar atau tidak, hal itu membuat Hermione frustrasi.

"Apa yang terjadi padamu, Hermione?"

Hermione menoleh dan menggeleng pada Neville. "Tidak terjadi apa-apa."

Ia pun kembali fokus menyortir tanaman-taman Mandrake yang mulai tumbuh.

"Kenapa aku merasa kau berbohong padaku?" tanya Neville curiga.

Hermione pun tertawa. "Percayalah, aku tidak berbohong padamu."

Mereka pun kembali bekerja lagi. Hening cukup lama menyelimuti rumah kaca sampai akhirnya Neville lagi yang bertanya terlebih dahulu.

"Kenapa kau tidak pernah bertanya padaku mengenai kejadian hari itu?"

Hermione diam sejenak sebelum mengerang gusar. Ia mengerutkan dahi menatap Neville yang gugup. "Apa kau ingin aku bertanya?"

"Tidak, tentu saja tidak," jawab Neville cepat. "Aku juga terkejut karena tidak ada satu orang pun yang tahu. Aku pikir, kau atau Malfoy akan bercerita pada orang lain."

"Aku pastinya tidak akan bercerita ke siapa pun, Neville," jawab Hermione.

"Pansy mengatakan padaku kalau teman-temannya tidak ada yang tahu. Dia terkejut karena Malfoy tetap diam dan tidak bawel sepertinya biasanya."

Hermione tersenyum tipis melihat wajah Neville yang menjadi berseri-seri ketika mengucapkan nama Pansy.

"Jadi, kau benar-benar pacaran dengannya?"

Neville mengangguk malu-malu.

Hermione tidak tahu harus menanggapi seperti apa. Ia tidak tahu harus senang atau merasakan hal lain. Ia tidak kenal Pansy Parkinson dan gadis itu selalu membuatnya kesal. Ia juga tidak pernah melihat Neville menjadi lebih cerah dan bahagia sejak mereka bertemu di sekolah. Apa perubahan Neville yang tampak bahagia karena Pansy Parkinson?

"Tidak apa-apa jika kau tidak senang, Hermione," kata Neville pelan. "Aku lebih dari bersyukur kau tidak memberitahu siapapun."

"Oh, Neville," kata Hermione merasa tidak enak. "Aku bukannya tidak senang kau bersama Parkinson. Aku hanya tidak tahu harus bereaksi seperti apa."

Neville tersenyum lega.

"Jika kau senang, maka sebagai temanmu, aku juga akan senang. Sungguh, jika Parkinson membuatmu senang, maka, sepertinya, aku akan mulai mencoba untuk melihat sisi lain dari dirinya. Bagaimana menurutmu?"

"Kau sangat baik, Hermione," kata Neville. Pundaknya tidak tampak berat berat. Beban-bebannya mulai hilang sedikit demi sedikit.

Begitu mereka selesai, keduanya berjalan beringinan menuju ruang rekreasi. "Lalu, bagaimana denganmu dan Malfoy, Hermione?"

"Aku dan Malfoy?" tanya Hermione yang merasa geli.

"Apa yang kau lakukan dengan Malfoy hari itu?"

"Tidak melakukan apa-apa."

"Jadi, kau tidak pacaran dengannya?"

"Tidak, Neville."

"Pansy memberitahuku hal yang berbeda."

Hermione memutar bola matanya. Ia menarik keinginannya untuk melihat sisi lain Pansy Parkinson.

"Pansy mengatakan kalian bereaksi aneh terhadap satu sama lain."

"Bereaksi aneh?" Suaranya mulai meninggi tapi Neville sepertinya tidak peduli.

"Pansy memberitahuku kalau Malfoy kerap kali tersenyum jika sedang memperhatikanmu di kelas. Kau juga sering menyembunyikan senyummu jika mendengar namanya dipanggil di kelas."

Hermione terkejut bukan main. Pansy Parkinson mengatakan itu pada Neville? Dia selama ini memperhatikan gerak gerik Hermione dan Draco Malfoy?

"Pansy berpikir kalian juga sama seperti kami, menyembunyikan hubungan dari orang lain."

"Dia mengatakan itu padamu?" kini Hermione berang.

"Yeah," jawab Neville pelan dan takut.

Hermione mengerang kesal lalu berhenti mengerjakan pekerjaannya. Ia ingin meninggalkan Neville dan pergi dari sini.

"Maafkan aku, Hermione, tapi kalian sepertinya cocok."

.

Hermione pikir ia akan lupa akan ulang tahun ayahnya karena sejak berminggu-minggu lalu yang ia pikirkan hanyalah Draco Malfoy dan tingkah lakunya. Namun, di tengah malam, tepat ketika hari berubah menjadi tanggal 28 Oktober, ia tidak bisa tidur dan dadanya sakit sekali.

28 Oktober adalah hari ulang tahun ayahnya. Ia sudah tidak lagi merayakan ulang tahunnya ayah sejak ia bersekolah di Hogwarts. Tahun kemarin, ia melupakan hari ulang tahunnya dan ingat beberapa hari kemudian. Ia menangis sejadi-jadi ketika sedang mencari air di sungai agar Harry tidak mengetahuinya. Dan tahun ini, Hermione sudah menyiapkan diri sejak sore hari, tapi persiapannya kurang matang. Ia harus merapalkan mantra senyap agar teman sekamarnya tidak mendengar kalau Hermione sedang menangis.

Setelah beberapa menit ia menangis, ia merasa kamarnya terasa sesak. Ia membutuhkan udara segar jadi ia menyelinap keluar dan berjalan keluar, tanpa arah. Satu-satunya harapannya adalah tidak ada prefek atau ketua murid atau guru yang menemukannya sedang berjalan tanpa arah di tengah kastel di malam hari.

Hermione menghentikan langkahnya saat sadar ia tiba di Menara Jam. Dari tempatnya ia berdiri, ia dapat melihat pendulum jam yang bergerak pelan sekali. Ia berjongkok dan memeluk lututnya. Matanya terasa berat karena air mata yang menumpuk di pelupuk mata.

Merlin, ia tidak ingin menangis lagi.

"Apa yang kau lakukan di sana, Granger?"

Hermione sontak berdiri dan menghapus air mata dengan gerakan yang teramat cepat. Ia seharusnya menambahkan nama Draco Malfoy tadi di daftar harapannya.

"Kau sendiri, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Hermione kesal. Rasanya sedih hilang begitu saja.

Draco Malfoy tidak langsung menjawab. Hermione merasa terganggu dengan caranya menatap Hermione seakan ia seorang pencuri.

"Kau habis menangis."

"Apa? Tidak."

"Kenapa kau menangis, Granger?"

Hermione mendengus dengan perubahan suara Draco Malfoy yang jadi khawatir.

"Sungguh, itu bukan urusanmu, Malfoy."

Hermione pun memutar tubuhnya, melewati Draco untuk kembali ke ruang rekreasi. Tapi, laki-laki itu menarik pergelangan tangannya.

"Apa yang membuatmu menangis, Granger?"

"Aku tidak menangis, Malfoy," Hermione sampai tersenyum untuk meyakinkan Draco Malfoy.

Draco pun melepaskan pergelangan tangan Hermione.

"Terima kasih," kata Hermione pelan. "Selamat malam. Malfoy," tambahnya lalu berjalan meninggalkan Draco Malfoy sambil mengabaikan fakta kalau ada kekecewaan dalam dirinya karena Draco tidak memanggilnya atau menghampirinya.