Because Im Superstar ..
.
.
KaiD.O
SeD.O
HunHan
TaoRis
BaekYeol
ChenMin
SuLay
.
.
.
.
Rate : T agak M
Genre :tentukan sendiri ...
Its YAOI ...!
Dont like dont read ...!
Mian Updatenya lelet ... biasa lagi sibuk ... Mian juga kalo belum bisa beles reviewnya yang disana maupun yang disini yang pasti saya TERIMA KASIH BANGET ! udah review apalagi ngasih saran sip dah ...,, Oh ya ... saya sebetulnya punya berapa ONESHOOT tapi gara-gara terkendala ama masalah Happy ending apa Sad ending jadinya masih ngegantung dah... Kalo gitu saya minta sarannya aja ,... bagi yang bersedia ... udah deh silahkan baca aja daripada saya kebanyakan bacon eh ... bacot ... dan silahkan yang mau review ... yang gak juga gak papa ... yang pasti IA CINTA KALIAN ...!
CHAP 2
.
.
.
.
.
.
.
.
"Kai ..."lirih namja itu dengan melototkan matanya.
Kai yang merasa dipandangi seseorang pun balik memandang namja tadi.
"Suho Hyung ..."Kai bangkit adri tempat duduknya dengan wajah sumringah melihat seseorang didepannya.
"Kenapa kau kemari ...?"namja yang bernama Suho tadi berjalan mendekati Kai.
"Karena aku temannya Kyung soo..."jawab Kai dengan wajah yang tetap sumringah.
"Teman apa ?"Suho akhirnya duduk di sofa kecil sebelah Kai dan Kai pun kembali duduk ke tempatnya semula.
"Sekolah..,dulu kau tak pernah bercerita bila mempunyai adik hyung ..."tanya Kai.
"Karena memang dia bukan adikku ..."jawab Suho santai.
Kai mengerenyitkan dahi.
"Maksudmu ...?"-Kai
"Dia kembaran ku Kai ...dulu dia tinggal di rumah nenek ku di Jepang."-Suho
"Owh ..." jawab Kai singkat.
Tiba-tiba D.O keluar kamar dan duduk di samping Suho.
"Kalian ngomongin aku ya ...?" *D.O kegeeran, dikiranya kedua namja yang sedang ngomong ini ngomongin dia padahal iya -_-*
Suho memandang wajah D.O dan mendapati luka lebam di pipi D.O yang mulai terlihat samar.
"Kenapa pipimu Soo?" bukannya menjawab pertanyaan D.O, Suho malah bertanya balik.
"Ah, nanti saja ku jelaskan hyung ..., Oh ya Kai, kau mau minum apa ?"D.O tersenyum tipis ke suho lalu menatap Kai.
"Ani... sebaiknya aku pulang hyung sudah malam ..."Kai berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu.
Suho dan D.O juga ikut bangkit dari tempat duduknya guna mengantar Kai menuju pintu depan.
"Annyeong ... " Kai pergi meninggalkan dua bersaudara ini dengan motor sportnya.
"Annyeong ... pai pai ... gomawo Kai ... hati hati ..." sifat ke ibuan D.O pun keluar.
"kau masih berhutang penjelasan kepada ku Soo ..."kata Suho setelah melihat Kai yang telah meninggalkan halaman rumahnya.
"Menurutku kau sudah tau hyung tanpa kujelaskan lagi... ini bagian dari rencananya ..."jawab D.O sembari masuk kedalam rumah menuju ruang makan.
"Ah ... baiklah ... oh ya kau tak ke rumahnya?" Suho pun mengikuti D.O masuk kedalam rumah dan menuju ruang makan.
"Tidak, dia tak menelponku untuk menemaninya hyung ... jadi aku tak kesana ..." saat ini D.O duduk di salah satu kursi ruang makan dan Suho duduk didepannya.
"Yahh ... terserah deh , aku mau tidur jangan lupa kunci pintu." Suho berdiri dan meninggalkan D.O yang sedang duduk di depannya.
"Ne~"
D.O menghembuskan nafasnya pelan ... sekarang pikirannya sangat berkecamuk, dia bingung harus memikirkan yang mana dulu.
'Ahhh... ternyata sandiwara ini cukup rumit ...' pikir D.O
Ahkirnya dia bangkit dari tempat tidur dan pergi untuk mengunci pintu dan segera pergi tidur.
.
.
.
.
.
Pagi harinya...
D.O menggeliat di atas kasurnya dengan mata sedikit terpejam. Terdengar riuh bunyi suara handphonenya.
'...Kimi dake ni (Kiss Kiss Kiss) donna toki mo Boku ga zutto kimi no soba ni iru yo (Kiss Kiss Kiss) kimi dake wo Kore kara mo mitsumete itai I wanna feel you motto Subete no ai wo komete Kiss okuru yo'-SHINee Kiss Kiss Kiss
Di lihatnya nama yang tertera dilayar handphone, langsung saja tanpa pikir dua kali D.O mengangkat telfon itu.
"Yeobseyo ..."
"..."
"Ah, ne ..."
Ditutupnya pangilan tersebut. *mulai disini manggilnya Kyungsoo ya ...*. Kyungsoo beranjak dari tempat tidurnya dan pergi menuju kamar mandi.
.
.
.
.
.
.
.
5 menit kemudian ...
"Soo... apa kau sudah bangun ...? aku sudah membuatkanmu sarapan ... " Suho berteriak dari dapur .
"Ne hyung ... " Kyungsoo berlari dari dalam kamar menuju dapur dengan tangan masih sibuk menalikan dasinya dan tas yang menggantung disebelah tangan dan jangan lupakan rambut yang masih agak basah .
"Ya Tuhan ... Soo tumben kamu kok ..." Suho memandang adik kembarnya dengan seksama, sedangkan Kyungsoo sibuk dengan roti bakarnya setelah menelesaikan masalah dasinya.
"Mian hyung ... aku sudah dijemput... Pay ..." Kyungsoo pergi setelah memakan roti bakar ujungnya saja dan Susu ΒΌ gelas.
"Yakkk ...Kau ini ... tak menghargai usahaku ..."Suho menggeram marah setelah apa yang dilakukan adik kesayangannya. Namun dia baru sadar jika ...
"OMONA ... sekarang jam berapa ? bisa telat aku jika begini ..."
Dan sekarang ganti Suho yang berlari kalang kabut karena dia juga terlambat menuju sekolahnya yang berbeda dengan Kyungsoo.
.
.
.
.
.
.
Disisi lain ...
Kediaman Kim Family ,...
Kai yang baru saja keluar dari kamarnya kini sudah berada di ruang makan disana juga ada Lay yang sedang merapikan meja.
"Tumben udah bangun ...? biasanya ..." Lay melirik Kai dengan senyum nista.
"Appa udah berangkat ya ...?" Kai tak menggubris apa yang dikatakan Lay, dan sekarang dia hanya menatap datar meja makan didepannya.
"Wuihhh ... tumben nanyain ... ada apa nih ...?" Lay mengoda Kai tapi yang digodanya hanya diam membatu tak berdaya .
"Tinggal jawab apa susahnya sih ...?" Kai menjawab dingin ... hari ini dia 'Lagi-Lagi' meliburkan diri dari sekolahnya karena syuting dan pemotretan, itu membuatnya benar-benar bosan dan ... lelah .
"Yayaya ... nyante aja napa sih ... sewot banget sih elo jadi orang ... Iya appa mu dajh berangkat mungkin pulang bulan depan gara-gara mau bukan pertambangan baru. Dan dia pesen buat lu supaya belajar yang rajin ..." Lay kali ini duduk di depan Kai dan menjelaskannya panjang lebar kali tinggi.
"Owh ... gak da makanan ?" Kai kali ini ganti menatap meja makan yang bersih tanpa makanan .
"Lu mau makan pake apa ...? beling apa sandal ?"Lay kali ini pergi menuju dapur sembari mengecek kulkas dan lemari penyimpanan yang ternyata hasilnya ... NIHIL.
"Ge ... aku masih normal ... kalo gege mau makan pake itu ya silahkan ..." Kai sweatdrop mendengar ucapan menager sekaligus gegenya yang agak miring.
"Kita dilevery aja ya ...? mau apa ayam goreng apa pizza ?" Lay kali ini ganti membawa telfon rumah.
"Gege ku yang pintar yang sekarang jadi agak oon ... sekarang jam berapa ... ? ayam aja belum bangun ... masa tukang ayam udah bangun ... " Kai makin sweatdrop tau gegenya makin miring setiap harinya.
"oh iya ya ... inikan masih jam 6 pagi pula ..."Kai berusaha menahan diri supaya gak jatuh terjekang gara-gara tau jawaban dari Gegenya, dan Lay ... hanya garuk garuk kepala yang gak berketombenya sambil nyengir gaje ...
"Katanya mau ada pemotretan sama Syuting drama ...ayo berangkat ... barangkali disana ada makanan .."Kai bangkit dari tempat duduk dan pergi menuju garasi rumah.
"Oh iya ya ... tapi kalo gak ada makanan gimana ...?" Lay akhirnya bangkit dari duduknya dan mengekor dibelakang Kai.
"Lu ngorek-ngorek sampah aja ..."Kai menjawabnya dengan santai sedangkan Lay sedang mencerna apa yang baru saja diucapkan oleh Kai hinggga ...
"HEI ... LU KIRA GUE KUCING APA ?!" Lay menjitak kepal Kai lau kabur masuk kedalam mobil sebelum Kai membalasnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Disisi lain ...
Kyungsoo yang tadinya berlari dari dalaqm rumah kini telah duduk tenang disamping namja tampan nan menawan Do Sehun ..
"Sehunie ... bukankanh ini sudah keterlaluan ..." Kyungsoo akhhirnya memecah keheningan diantara mereka.
"Anni ... kurasa ini akan menarik ... " Sehun menampakkan senyum kecil yang lebih mirip ... smirk.
"aishh ... bodohnya aku kenapa aku ikut ikut dalam sandiwara bodohmu ini ... seharusnya kau lakukan saja sendiri ..." Kyungsoo mempoutkan bibirnya kesal.
"Tanpa kau ini tidak akan berjalan sempurna ... kau tau ... ini semua demi kau ... hyung ku yang cantik ..." Sehun menatap Kyungsoo dengan tatapan protective.
"Aishh ... selalu saja kau katakan itu ... kau tau sejak dulu tidak ada satupun yang mau menjadi namjachinguku karena kau ... kau pikir aku masih kecil apa ... aku ini sudah besar Sehunie ... umur kita hanya terpaut hitungan detik kau tau ..."Kyungsoo semakin kesal karena ucapan Sehun tadi.
"Hahahaha ... Kau tau hyung ... kau lebih pantas jadi adikku daripada kakak ku ... lihat saja ... sifatmu itu sungguh sangat kekanak-kanakkan ... padahal akulah seharusnya yang begitu ..."tawa Sehun meledak seketika ketika tau bahwa hyungnya ini begitu manja dan Kyungsoo hanya diam.
"Bagaimana kabar Suho hyung ...? aku rindu padanya ..." Sehun menghentikan tawanya .
"Dia baik-baik saja ...Aishh ... kenapa kita kembar tapi berbeda beda sifatnya ..." Kyungsoo mengacak-acak rambutnya kesal karena selama ini dia sudah frustasi gara-gar kelakuan kedua saudara kembarnya ini.
Sehun mengusap pelan rambut Kyungsoo bermaksud untuk merapikannya.
"Karena itulah hebatnya kita ... Hahahaha ..." tawa Sehun kembali meledak dan tidak hanya dia yang tertawa tapi juga Kyungsoo dan tanpa mereka sedari mereka sudah sampai di tempat parkir SM High School.
.
.
.
.
.
.
.
.
Back to Kai ...
Kali ini Kai dan Lay telah tiba di lokasi pemotretan. Tempatnya berada di sekitar Namsan Tower. Tema pemotretan kali ini adalah Spring Time in Namsan Tower. Ya tujuannya untuk menambah kunjungan pariwisata di Namsan Tower.
"Hus ... Ge .. kau ada uang tidak ? " Kai berbisik ditelinga Lay. Sungguh Kai tak sanggup lagi menahan laparnya.
"Uang ku ketinggalan ... uangmu?" Lay menjawab Kai dengan berbisik pula.
"Sama .. Kau lihat disan ada penjual makanan tapi kita tidak punya uang ... terus gimana ...?" Kai menatap lapar makanan yang dijual penjual itu.
"Ent-.."
"Kalian sedang apa ?"
Kalimat lay terpotong oleh suara gaib yang ternyata ...
"Yoona nuna ... kau punya makanan tidak ...? kami kelaparan ..." Kai mehon mohon didepan Yoona setelah sebelumnya saling pandang dengan Lay.
"Iya nuna ... kami kelaparan ..." Lay juga ikut memohon didepan Yoona dan Yoona hanya menatap heran mereka .
"Kenapa kalian begini ? tumben ..?"
"Kasih kami makanan dulu ... baru nanti kami beri tau ..."- Kai *ini minta apa malak ?*
"Iya "-Lay
"Baiklah ... sudahlah ... tak perlu kalian memasang wajah seperti itu .. sungguh menjijikkan .." Yoona menarik tangan Kai dan Lay menuju dimana dia menyimpan makanan makanannya.
.
.
.
.
.
SKIP TIME ...
Semburat merah sudah mewarnai langit kota Seoul , masih banyak orang bergelut dengan pekerjaannya termasuk juga Kai. Setelah di menyelesaikan pemotertannya kali ini dia pindah lokasi untuk memulai syuting drama terbarunya bersama Luhan namja yang juga bintang papan atas Korean dan Lee Soo Kyung yeoja yang jadi lawan main kali kali ini.
"Ge ... apakah masih lama ? aku sudah lelah ..." Kai mengeluh ke Lay yang sedang duduk disampingnya.
Memang syuting kali ini cukup berat karena bertema film action yang cukup berat dan adegan balapan yang sangat berat.
"Sudahlah ... sabar aja napa ..." Lay menjawb enteng dengan tangan yang masih sibuk dengan smartphone miliknya.
"Ge .. aku sedang apa ...?" Kai melirik Lay yang sedang asyik menatap layar smartphonenya.
"Ge ... ternyata kau main Angry Birds ya ...?" Kai menjawab pertanyaan nya sediri dengan pertanyaan yang dia sudah tau jawabannya.
"Masbuloh .."Lay tetap keukeuh menatap layar smartphonenya.
"BWAHAHAHAHA ..." Kai tertawa dengan sangat HERI *Heboh Sendiri * setelah tau bahwa Gege koplaknya main Angry Birds. Sedangkan Lay ... stay cool dengan Angry Birds nya .
"Kai ... lu tau kagak kalo lu ketawa tuh kayak nenek lampir ...?" tiba-tiba ada suara yang menginterupsi ketawa nista nya Kai. Dan setketiak itu juga kai menghentikan ketawa dan berbalik badan...
"Suho hyung ?" Kai terkejut karena orang yang mengagetinya adalah Suho. Lay yang tadi nya tenang dengan Angry Birdsnya jadi ikut menoleh karena layar smartphonenya itu berubah tulisan menjadi ... GAME OVER.
"Kau kaget ya ...? kaget ya ...? " Suho berubah gaje nan alay ternyata Kai yang tadinya kaget jadi pengen guling-guling gara-gara Suho.
"Biasa aja kali hyung ... Oh ya ngapain disini ...?"Kai yang penasaran gara-gara ngeliat Suho ditempat syuting.
"Oh ... mau beli siomay..." Suho makin ngasal jawabnya mana matanya gak lepas ngeliatin Lay yang kembali khusyuk dengan smartphonenya.
"Hyung ... serius ..." Kai yang udah kesel gara-gara kelakuan calon kakak iparnya ... *eh yang absurd.
" Yayaya ... aku kerja disini ... di bengkel ini ..." Suho mulai serius dan kembali kewarasannya namun, pandangan matanya tetep aja liat Lay.
"Ohhhh ... hyung ... daripada liatin doang ajakin kenalan aja napa ...? " Kai mulai sadar gara-gara Suho yang dari tadi liatin Lay intens.
"eheeh .,.. sapa juga yang ngeliatin ..?" Suho gelagapan karena kedoknya terbongkar.
"Udah ... deketin aja ... pay..." Kai bangkit dari kursi dan menarik Suho untuk duduk ditempatnya dan meninggalkan mereka berdua.
.
.
.
.
.
.
.
Setelah menyatukan Suho dan Lay akhirnya kai pergi keluar bengkel atau yang sekarang berubah jadi lokasi syuting.
"Ah ... gue bosen .. napa nih syuting gak mulai mulai lagi ...?" Kai mengacak-ngacak rambutnya kesal.
"Oh ya ... napa kagak nelpon Kyungsoo hyung ...? aissshhh ... paboya ..." Kai mengeluarkan ponsel dalam kantongnya dan mulai mencari nomor telfon Kyungsoo. Tapi sebelumnya dia menata rambutnya yang kusut dan mengetes suaranya supaya merdu (?).
Tak berapa lama pnggilan itu tersambung dan muncullah suara merdu nan menyejukkan hati.
"Yeobseyo ..."
"Hyung ... aku kangen ... kenapa kau tak menghubungiku ...?" Kai begitu antusias ketika telfonya terhubung. Sungguh mereka terlihat akrab padahal hanya berapa hari saja mereka berkenalan, tapi entahlah ... mereka seakan-akan telah diciptakan untuk bersama.
"Aish ... Kai bisakah kau tak berteriak ... telingaku nyaris tuli ... iya .. mian ... kupikir kau tadi sibuk .."
" yayayaya ... "
"Kai ... bagaimana balapanmu nanti ..? " suasana berupa menegangkan ketika Kyungsoo bertanya perihal hal itu.
"Entahlah ... waktunya masih lama hyung ... 1 bulan lagi ..."
"Tidak Kai ... Sehun akan memajukannya menjadi minggu depan ..."
"Tak apa ... balapan motorkan ...? itu sudah biasa hyung ..."
"Bukan ... tapi mobil Kai ..." Seketika itu juga ... bayangan masa lalu nya terbayang jelas di matanya , kejadian 5 tahun yang lau dimana Kai dan ummanya yang sedang pergi di jalan tol dan diman saat itu Kai baru pertama kali belajar mengendarai dan akhirnya mobil yang mereka tumpangi jatuh dari jalan tol dan ... merenggut nyawa umma tercintanya.
"Kai ... gwachenayo ..." Kyungsoo memastikan keadaan Kai baik-baik saja karena Kai yang tadinya semangat berubah sedih.
"Tak apa hyung ..." Kai berusaha menyembunyikan luka lamanya.
"Jika kau tak sanggup .. jangan kau paksakan Kai ... aku tak apa-apa ..." Kyungsoo menenangkan Kai dengan kata-kata yang lembut nan menenangkan.
"Tidak Hyung ... demi kau ... apapun kulakukan ..." Kai menjawabnya dengan penuh keyakinan , dia pasti bisa melupakan luka lamanya ini.
"Jika itu mau mu ya sudah ..."
" Kai ... ayo mulai syutingnya lagi ..." secara tiba-tiba sutradaranya yang agak unik memanggilnya. Kenapa unik ? karena dia selalu menempel dengan asisten sutradaranya yang bernama Xiumin.
"NE ... CHEN HYUNG ...!"
"Sudah ya hyung ... pay ..." Kai menutup telfonnya dan berlari menuju kedalam lokasi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Disisi lain ...
Kyungsoo meletakkan telfonnya kembali ke saku dan menatap sadis orang disampingnya.
"DO SEHUN ... KAU MENYEBALKAN ...! Oh Tuhan kenapa dulu nyonya Oh begitu mencintaimu sampai-sampai mau mengadobsimu menjadi anak ... padahal kau itu sungguh ... arghhhh ..." Kyungsoo menggeram kesal karena kelakuan adik kembarnya yang makin sarap.
"Hahaha ... bukannya ini menarik hyung ? " Sehun tertawa melihat kakaknya yang sudah kesal atas kelakuannya.
"Menarik katamu ..? kau ini bodoh atau apa sih ... kau akan mencelakakan nyawa seseorang jika itu terus kau lakukan..."Kyungsoo melayangkan jitakan dikepala Sehun dan itu membuat kepala Sehun yang tadinya polos menjadi sedikit berwarna.
"Appo hyung ... kau sudah menganiyaya adikmu yang tampan ini ..."Sehun meringis kesakitan.
"Ya Tuhan ... kenapa sifatmu tidak sepertiku atau seperti Suho hyung ... kau begitu narsis dan ... pabo .."Kyungsoo frustasi menghadapi adik kecilnya ini.
"Aishhh ... gini-gini aku adikmu hyung ... berbanggalah sedikit kepadaku.." lagi-lagi Sehun berbangga diri ah tidak lebih tepatnya narsis.
"Bangga ? apanya yang bisa aku banggakan SEHUN ...!"Kyungsoo nyaris berteriak kalau saja dia tidak terkejut atas kedatangan Suho yang lebih cepat dari biasanya.
"Kenapa hyung ? kanap gak jadi teriak ... ah sia sia aku menutup telingaku." Sehun melepas penutup telinga yang entah sejak kapan dipasangnya.
"Bisakah kalian tidak bertengkar ...?"Suho kini mendudukkan dirinya disamping Sehun dan mentap Kyungsoo yang sedang memandangnya dengan tatapan O_O.
"Suho Hyung ...! " Sehun memeluk Suho dengan erat seakan-akan tak bertemu ratusan tahun, karena biasanya Sehun akan kembali ke kediam keluarga Oh sebelum Suho pulang dari tempat kerjanya.
"Sehun ... sungguh aku tak bisa bernafas jika kau beginikan ... lepaskan ..."Suho berusaha melepaskan diri sedangkan Sehun malah semakin merapatkan pelukannya.
"Anni hyung ... aku kangen ..."Sehun semakin merapatkan pelukannya.
"Sehun ... aku masih ingin hidup lebih lama tau ..."Suho akhirnya menghentakkan tangan Sehun dan berhasil, hal itu membuat Sehun jadi manyun. Sedangkan Kyungsoo masih saja memandang Suho dengan tatapan O_O.
"Soo-ie ... kenapa kau mematapku seperti itu ..? aku tau aku tampan tapi kau memandangnya terlalu berlebihan ..." Suho mulai naris, sedangkan Kyungsoo dia langsung jatuh pingsan karena menyadari bahwa ternyata Kakak dan adiknya sama-sama NARSIS.
"Entah kenapa aku selalu merasa akulah yang terwaras diantara kita ..." Kyungsoo mengurut dada sembari menatap sendu adik dan kakaknya. Disiss lain Suho dan Sehun hanya nyengir gaje.
Sehun menatap jam tangannya dan bangkit dari duduknya.
"Hyung ... aku pulang ... pay ..." Sehun pamit pulang setelah sadar bahwa jam sudah menunjukkan pukul 6 malam.
"Hati-hati ... disana jangan nakal-nakal ya ... " pesan Kyungsoo kepada Sehun.
"Iya ... jangan lupa minum susu dan gosok gigi sebelum tidur ... oh ya ... cuci kai dan tangan dulu ya ..."pesan Suho kepada Sehun. Sehun hanya menatap kedua kakaknya melas ...
'aku sudah besar kenapa pesannya dari aku sd sampai sekarang sama saja ...' batin Sehun
"IYA ...!" Sehun berteriak frustasi dan segera berlari menuju mobilnya karena ternyata hujan sudah mulai turun.
"Pay pay ..." ucap Suho dan Kyungsoo bersamaan.
"Oh ya .. Soo-ie ... ternyata Kai syuting di bengkel tempatku bekerja." Suho memandang Kyungsoo semabri berjalan mesauk kedalam rumah.
"Ah ... hyung ... kau bisa membantuku ...?" Kyungsoo menatap Suho penuh harap.
"Heem ... apa ?" Suho mengangguk kecil.
"Bantulah Kai .. kurasa Sehun mulai gila ." Kyungsoo berhenti didepan pintu kamarnya begitu pula Suho.
"Itu bisa ku atur ..." Suho berjalan menuju kamarnya yang ada disamping kamar Kyungsoo.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Take adegan hari ini sudah selesai. Adegan ini sebenarnya cukup mudah karena Kai sudah sering melakukannya dan hari ini berjalan sempurna (bagi Kai) karena berapa adgen dia digantikan stuntman.
"Ge ... Suho hyung mana ?" Kai menghampiri Lay yang masih khusyuk dari tadi memandang layar smartphonenya.
"Sudah .. dari tadi ... " Lay menjawab singkat dengan wajah yang masih tekun menghadap layar smartphone.
"Menurutmu dia tampan tidak ?" Kai berusaha menggoda Gegenya yang jomblo abadi.
"Biasa" Lay lagi-lagi hanya menjawab singkat tanpa mengalihkan pandangannya dari layar. Tapi terdapat sedikit perubahan diwajah karena sekarang ada sedikit semburat merah dipipinya.
"Biasa apa biasa ...?"kai semakin menggodanya dan kini tangannya mulai mencolek-colek dagu Lay.
"BIASA , ayo pulang .." Lay mengakhiri perdebatan kali ini karena dia sudah tidak tahan menahan semburat merah diwajahnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
KIM HOUSE
Kai dan Lay turun dari mobil dan mulai masuk kedalam rumah besar yang sepi dan lengang.
"Annyeong ... Aku pulang ... "-Kai
"Percuma ni rumah akagak ada orangnya .."-Lay
"Oh iya deh .." Kai menepuk jidatnya pelan.
Mereka masuk kedalam kamar masing-masing karena sungguh hari ini sangatlah melelahkan.
Kai's Room
Kai meletakkan jaket yang dipakinya di atas kursi dan mulai merebahkan tubuhnya diatas kasur berukuran King size itu. Pandanganya tak lepas dari langit-langit kamarnya walaupun sebenarnya pikirannya sudah melayang kemana-mana.
"Apakah aku bisa melakukannya ?" Kai renenungi masalah blapan dengan Sehun yang berlangsung minggu depan itu.
"Ahhh ... aku harus bisa tak mungkin aku selamanya seperti ini ... Kyungsoo hyung ... dia bagaikan jiwa ku raga ku ... dialah yang membuatku kembali ke masa bahagia ku setelah kehilangan umma ... tak kan ku kecewakan dia ..." semangat kai begitu menggebu-gebu sekarang, sorot matanya mengisyratkan keyakinan akan apa yang akan dilakukannya.
Dan tanpa sadar ... Kai sudah pergi ke alam mimpi.
.
.
.
.
.
.
.
Keesokkan Harinya ...
Hari ini Kai tak ada jadwal syuting, jadwalnya diundur karena ternyata sang sutradara akan menikah bulan depan.
Kai terbangun dari tidurnya ketika matahari menyelinap masuk kedalam kamarnya. Sedangkan Lay ... dia sudah abngun bahkan sebelum matahari bangun.
Kai menggeliat kecil diatas tempat tidurnya dan mulai bangkit dari tidurnya setelah dia sadar bahwa jamnya sudah menunjukkan pukul 6 pagi.
20menit kemudian ...
Kai keluar dari kamar dengan pakaian lengkap beserta tas sekolahnya.
"KAI! ... LU SEKOLAH KAGAK ...?!" Lay berteriak dengan lantang dari dapur .
"Ge .. gak usah teriak .. aku disini..." Kai menunjuk diri sendiri ketika sudah sampai didepan Lay.
"Hehehe ... nih makan ... ada roti bakar sama susu coklat .." lay menyodorkan sepiring roti dan segelas susu.
"Gomawo hyung ..." Kai menerima piring dan gelas itu dan menghabiskannya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
"Kai .. bisa gak lu makan pelan-pelan ntar lu ke- "
Uhuk uhuk
"-selek" Lay menyodorkan minum ke Kai .
Setelah dirasa cukup Kai mulai melanjutkan makannya kembali dengan tenang.
.
.
.
.
.
SM High School
Lgi lagi Kai nyaris telat, 4 menit lagi bel tanda masuk berbunyi. Kai berlari sekuat tenaga karena kelasnya yang berada diujung. Akhirbnya perjuangan itu membuahkan hasi yang sempurna, dia datang ke kelas sebelum ada gurunya.
Kai melenggang masuk tanpa memperdulikan teman-teman sekelasnya yang rusuh. Pandangannya hanya tertuju pada satu titik yaitu Kyungsoo. Kyungsoo yang duduk dikursi sampingnya kini tengah membaca dengan tenang dan tentram.
"Annyeong hyung .." Kai menyapa Kyungsoo yang masih terpaku dengan bukunya. Kyungsoo menurunkan bukunya dan menatap orang yang menyapanya, senyumnya seketika itu juga merekah saat melihat sosok tampan didepannya.
"Annyeong Kai ..."
"Bagaimana harimu tanpaku kemarin ? " Kai menatap Kyungsoo dengan senyum yamg seakan-akan terpatri diwajahnya.
"Ah .. aku ini .. biasa saja ... bagaimana balapannya?" Kyungsoo juga memasang senyum manisnya. Sedang Kai yang mendenmgar hal itu langsung saja berubah raut wajahnya menjadi biasa.
"Ah .. entahlah hyung .. aku bisa atau tidak ... aku sudah lama tak mengendarai mobil .." Kai menyembunyikan wajahnya di tangan.
"tenanglah ... aku dan Suho hyung pasti membantumu ..." Kyungsoo mengusap lembut punggung Kai.
"Yakso ?"
.
.
TBC
KyaKyaKyaKya ... Ia pasang TBC lagi ... oh ya ... dimohon kritik sarannya ... kalo gak ngasih juga gak papa Ia gak maksa kok ... ^^
Gomawo udah baca ...*bow*
