"KAZUNE, RAIN, AND MEMORIES"


.

.

.


Yoshh... maaf saya binggung awalnya mau bikin oneshort atau chapter

dan sampai akhirnya saya putuskan

"saat ada yang menyadari kalimat diakhir cerita yang saya buat sengaja aneh atau salah",

saya memutuskan untuk melanjutkannya jadi Multi Chapter

itu memang saya tulis "R" bukan "K" cuma buat ngetes

ada yang baca atau tertarik tidak?

Ternyata ada , walau yang review keliatannya tak mau menyinggung hal itu hahaha XP

Yosshhh... saya lagi sakit jadi dari pada bosen saya lanjutin aja ni fic ..

Mungkin fic ini gak akan sepanjang yang "Komet and Maid"

jadi mau saya selesaikan secepatnya :D

Yosshh... biar bolos tetep semangat belajar (Belajar nulis fic maksudnya #PLAK XP)


.

.

.


KK LOVERS : Yups makasih ya dukungannya .. hehehe.. :D

Ao-chan KAZURIN : Kau kan temukan jawabannya nanti XP

Mizuki Shikitei : Hahaha okey #melupakan entah apa yang di maksud ama Mizuki Shikitei senpei

Riri Itha Ithy : Yoossshhh.. hahaha XP kau kan temukan jawabannya nanti entah di chapter berapa XP


.

.

.

"KAZUNE, RAIN, AND MEMORIES CHAPTER 2"

Disclaimer: Kamichama Karin & Kamichama Karin chu © Koge Donbo

Story : KAZUNE, RAIN, AND MEMORIES© Bebek L Dark Evil

Warning : Gaje, OOT, OOC, Ancur, Tak memperhatikan EYED and Etc =_="

Selamat menikmati cerita yang di buat oleh author bebek sarap ini.

.

.

.


PAPER


.

.

.

"Karin sedang apa kau disitu?" gadis berambut hitam terurai dengan sebuah payung merah yang ia gengam di tangannya mendekati Karin.

Dengan sigap Karin mengusap air matanya. Ia menoleh pada sosok yang di panggilnya.

"Aku tak apa Himeka." Ia tersenyum.

"Ayo pulang." Ia semakin dekat dengan Karin.

"Ia."

Karin berlari mendekati Himeka. Himeka berbagi payung merahnya dengan orang yang berjalan beriringan dengannya.

Hal itu sontak membuat Karin kaget, diteruskan dengan sebuah senyum simpul yang terukir di wajahnya.

"Kenapa malam-malam begini kau keluar rumah Himeka?" Karin melirik wajah gadis manis disampingnya.

"Aku menjemputmu." Jawabnya lembut.

"Eh," Karin terkejut.

"Himeka memang gadis yang baik ya, sama seperti Kyo kakakmu." Lanjutnya.

"Eh, Kakak!" kini Himeka yang melirik Karin.

"Kakakku bernama Kazune Kujyou, Karin!" Lanjutnya memperjelas sebuah kebenaran.

"Eh hehehe aku baru tau." Karin tiba-tiba terlihat sedih.

Mereka berdua terus berjalan. Jalanan kota yang mereka pijak terlihat penuh dengan bintang-bintang buatan.

Malam yang sunyi serasa menemani Karin dalam kesedihannya.

"Kakakku akan kuliah di salah satu Universitas dikota ini Karin." Himeka mulai mencari cara agar Karin tak larut dalam kesedihannya.

"Apa? Kazune-kan sudah meninggal setahun yang lalu." Ujar Karin.

"Kau salah Karin. Setelah kecelakaan itu orang yang menabrak Kazune membawanya kerumah sakit dan Kazune melarangku untuk memberi tahumu kalau dia baik-baik saja." Himeka masih memegangi payung pelindungnya.

"Kenapa Kazune?" Karin terdiam sesaat.

"Maaf sudah berbohong, tapi semua ini demi kebaikanmu Karin." Himeka mengandeng tangan Karin.

"Kebaikanku? Apa maksud semua ini Himeka?" Karin berteriak dengan wajah kesal.

"Maaf aku tak bisa menjelaskan." Gadis berambut hitam legat ia menunduk.

Karin dengan cepat melepas pegangan tangangan Himeka. Ia berlari sekuat tenaganya. Agin berhembus tak ia perdulikan.

Langit gelap yang masih menanggis terdiam membisu saat gadis itu terisak dalam tangisnya.

"Percuma saja Kazune. "KAZURIN (KAZUNE & KARIN)" yang kau katakan hanyalah omong kosong." Ia bergumam dalam tangisnya.

"Kau bilang KAZURIN akan selamanya bersama walau kita terpisah. KAZURIN yang kau berikan kepadaku dalam surat setelah kau kecelakaan itu hanyalah kebohongan."

Ia masih terus saja menangis.

Karin berlari menaiki tangga jalan yang selalu ia datangi saat ia sedih. Malam yang dengan aktifitas mobil-mobil yang berlalu lalang mendominasi pemandangan kota yang dingin ini.

Hujan telah berhenti beberapa menit yang lalu.

Ia berjalan mmendekati pinggiran pembatas jembatan dan menatap jalanan dibawahnya. Ia mengusap air matanya dan menengadakan kepalanya ke langit malam yang mulai dipenuhi oleh para bintang-bintang kecil itu.

Ia mulai membuka mulutnya. Sebuah nyanyian merdu terdengan oleh seorang pemuda tampan yang duduk di tangga untu turun.

Ia menarik paksa lolipop rasa coklat untuk keluar dari mulutnya. Cowok bermata seperti kucing itu mencari-cari asal suara itu.

Saat ia menaiki satu persatu anak tangga itu ia menemukannya. Gadis manis dengan rambut terkuncir dua bernyanyi menatap langit.


Saran : Sebaiknya download lagunya dulu kalau belum punya dan silakan langsung diputar jika sudah punya :D


.

.

.

-xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx-

.

.

.


=== Shizukana Yoru ni ===
=== Di malam yang sunyi ===

===By : Tanaka Rie===


shizukana kono yoru ni anata wo matteru no
ano toki wasureta hohoemi wo tori ni kite
are kara sukoshi dake jikan ga sugite
omoide ga yasashiku natta ne.

— Di malam yang sunyi ini, aku menunggumu
— Selama waktu itu, senyuman kian memudar
— Sekarang hanya sedikit waktu yang terlewati,
— Kenangan lembut mulai melapisi lagi.


hoshi no furu basho de
anata ga waratte irukoto wo
itsumo negatteta
ima tookutemo
mata aeru yo ne

— Di tempat dimana bintang jatuh,
— Ku selalu berharap kau tertawa.
— Meskipun kita berpisah sekarang
— Kita bisa bertemu lagi, kan?


itsu kara hohoemi wa konna ni hakanakute
hitotsu no machigaide kowarete shimau kara
taisetsuna mono dake wo hikari ni kaete
tooi sora koete yuku tsuyosade

— Ketika senyumku memudar seperti ini
— Hancur karena oleh satu masalah
— Merubah sesuatu yang penting menjadi cahaya dan
— Pergi melewati langit dengan tabah.


hoshi no furu basho e
omoi wo anata ni todoketai
itsumo soba ni iru
sono tsumetasa wo dakishimeru kara
ima toukutemo, kitto aerune

— Di tempat dimana bintang jatuh,
— Ku ingin pikiranku menjangkaumu.
— Ku selalu disisimu
— Sejak ku kan memeluk kedinginan.
— Meskipun kita berpisah sekarang,
— Kita pasti akan kembali bersama.


shizuka na yoru ni

— Di malam yang sunyi…


.

.

.

-xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx-

.

.

.

Karin masih menatap langit dan air matanya lagi-lagi mengalir.

Cowok yang sepertinya seusia dengan Karin itu terbelalak kagum mendengar nyanyian Karin.

"Suara yang indah."gumamnya.

Karin menoleh kepada sosok yang suaranya tak asing bagi Karin.

"Suaramu benar-benar indah." Ia berjalan mendekati Karin.

Karin mundur selangkah kebelakang dan berbalik meninggalkan cowok bermata kucing itu.

"Hei tunggu." Teriaknya dengan mengarahkan tangannya kedepan.

Karin tak menghiraukannya dan terus saja berlari. Cowok itu tak mengejarnya dan hal itu membuat Karin lega.

.

.

.

-xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx-

.

.

.


KE ESOKAN PAGINYA


Karin berangkat kesekolah seperti biasanya. Ia masih teringat pertemuannya dengan cowok yang tak asing baginya.

"Sepertinya aku mengenal cowok itu tapi siapa?" pikirnya.

Ia masih mencoba menginggat nama cowok yang ditemuinya semalam. Seragam hitam dengan rendra warna putih membuatnya menawan.

Seragam khas sekolah SMA Sakura Gaoka yang terkenal itu menempel dengan anggun di badannya yang putih.

Ia memasuki gang yang akan membawanya kesekolah ternama itu.

Kalung berinisialkan "R" itu mengantung dileher putihnya.

"Hei kau!" teriak seseorang dengan kasar.

"Hemm..." Karin menatap kedepan.

Matanya terbelalak saat ia menatap sosok laki-laki yang ditemuinya di semalam.

"Kau lama sekali. Aku sudah menunggumu disini sejak tadi malam tau." Katanya kesal.

"Hah, salahmu sendiri. Aku tak menyuruhmu melakukan hal bodoh itu." Jawabnya cuek.

#GUBRAK

"Itu memang benar tapi tak seharusnya kau memanggilku bodoh karena aku menggumu disini semalamkan?" ia menatap Karin lekat-lekat.

"Ya baiklah."

Karin melanjutkan perjalanannya tanpa menghiraukan cowok aneh didepannya.

"Hei tunggu. Apa kau mau berduet denganku?" tanyannya mengejutkan Karin.

"Maaf saja ya, aku bukan penyanyi dan aku tak tertarik dengan tawaranmu." Tolaknya to the point.

"Ahh, kau memang menyebalkan. Padahal aku sudah sejahu ini." Keluhnya.

"Sapa suruh." Jawab Karin cuek.

"Hei Karin Hanazono, aku tak akan menyerah sampai sini untuk menjadikanmu pasangan duetku." Tekatnya.

"Terserah kau."

Ia kembali berjalan. Ia melewati cowok misterius itu tanpa mengatakan hal apapun.

"Tunggu. Kau melupakan sesuatu." Teriaknya dan ia pun berlari kecil untuk mendekati Karin yang agak jahu darinya.

Karin menghentikan langkahnya.

"Ini." Ia mengulurkan sebuah kertas berukuran sedang.

"Apa ini." Ia mengambil kertas itu.

"Baiklah kalau begitu sampai jumpa Karin." Katanya ramah.

Ia pun berlari meninggalkan Karin yang masih terheran-heran dengan kertas yang berada di tangannya.

"Apa ini?" ia membalikkan kertas itu dan ia semakin kesal dengan cowok itu saat kertas itu menampilkan sebuah tulisan yang membuat amarah Karin memuncak.

"Dasar cowok anehhh..." teriaknya dengan kesal.

.

.

.


Yosshhh ... maaf kalau awal ceritanya keliatan berantakan :D

Kali ini saya membuatnya juga asal-asalan jadi selamat menikmati XP


By © BEBEK L DARK EVIL


.

.

.

R

E

V

I

E

W

.

.

.