"KAZUNE, RAIN, AND MEMORIES"
.
.
.
Chapter 3 update XP
Langsung baca aja okey minna O,O/
.
.
.
"KAZUNE, RAIN, AND MEMORIES CHAPTER 3"
Disclaimer: Kamichama Karin & Kamichama Karin chu © Koge Donbo
Story : KAZUNE, RAIN, AND MEMORIES© Bebek L Dark Evil
Warning : Gaje, OOT, OOC, Ancur, Tak memperhatikan EYED and Etc =_="
Selamat menikmati cerita yang di buat oleh author bebek sarap ini.
.
.
.
JIN KOUGA
.
.
.
Detak jam di dinding kelas Karin terdengan dengan lembut. Mengalun dengan pasti dan berjalan dengan lincahnya.
Angin menari-nari mengajak daun-daun musim semi untuk ikut menari bersama.
Kelas 3 bagi Karin merupakan saat-saat yang menyenangkan karena saat ia lulus kelak ia akan bertemu dengan Kazune.
"Entah kenapa saat memikirkan Kazune jantugku berdegup lebih cepat dari biasanya.
Perasaanku serasa hangan dan nyaman. Aku masih ingat saat pertama kali ia memelukku."
Karin mengerakkan penanya sesuai kehendak hatinya.
Buku yang ada didepannya kini penuh dengan oret-oretan perasaannya.
Pelajaran yang berlangsung sedari tadi tak Karin perhatikan sedikit pun. Matematika, itulah pelajaran yang masih berlanagsung sampai sekarang.
Ia sesekali menatap keluar jendela dan kembali menatap bukunya lagi.
"Saat bertemu dengannya aku ingin memeluknya.
Aku sangat ingin cepat-cepat lulus dari tempat ini."
Ia kemudian meletakkan penanya di samping buku dengan cover hijau tosca itu.
Teng Teng Teng...
Tanda istirahat untuk semua murid.
Himeka dengan cepat berjalan mendekati bangku Karin.
"Maaf Karin!" serunya memulai percakapan dengan gaya bicaranya yang lembut.
"Ada apa Himeka?" tanyanya lembut.
"Maaf karena tak jujur denganmu." Gadis dengan seragam sekolah yang sama itu menunduk tanda ia menyesali perbuatannya.
"Ah tak apa kok!" Karin tersenyum.
"Aku senang Kazune akan kembali kesini hehehe. Sekarang aku ingin cepat-cepat lulus agar aku bisa sekolah di universitas yang sama dengannya." Curhatnya.
"Karin." Himeka memeluk gadis yang masih duduk di bangkunya.
"Himeka." Ia membalas pelukan sahabat terbaiknya.
Sejak masuk kesekolah terkenal ini Himeka dan Karin memang sudah berteman. Mereka cepat akrab kena sifat mereka yang bertolak belakang.
Himeka selalu menjadi perisai Karin, yang pemarah dan cuek. Himeka yang lembut dan kalem selalu merasa aman saat karin menasehatinya dengan sedikit cuek tetapi sebenarnya ia sangat perduli.
Himeka adalah satu-satunya teman Karin saat mereka resmi menjadi murid Sakura Gaoka High School ini.
"Karin kau memang sahabat terbaikku." Ujar Himeka yang masih memeluk Karin.
"Hehehe.. kau juga Himeka." Karin tertawa riang.
.
.
.
-xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx-
.
.
.
3 Jam kemudian sekolah terkenal ini mempersilakan murid-muridnya untuk kembali ke rumahnya masing-masing.
Himeka dan Karin beriringan berjalan melewati lorong sekolah yang panjang itu.
"Himeka, apa kau kenal dengan Jin Kouga?" tanya Karin memalingkan wajahnya dari Himeka.
"Oh dia, dia itukan penyanyi idol yang sedang tenar dikalangan remaja. Kenapa Karin?" tanya Himeka penasaran.
'Penasaran' ya begitulah. Baru pertama kali ini sahabatnya menanyakan tentang seorang cowok kepadanya selain menanyakan kakaknya.
Karin memang cantik tapi ia selalu menolak cowok yang menembaknya. Ia tak tertarik dengan cowok mana pun selain Kazune.
Bagi Karin cowok itu rata-rata menyebalkan dan memuakkan. Mereka hanya mengambil keuntungan saja saat pacaran.
Mereka hanya mempermaikan perasaan para gadis. Mereka hanya manusia egois yang mementingkan dirinya sendiri.
"Tapi kenapa saat ini sahabat baiknya yang kini sedang berjalan beriringan dengannya menanyakan tentang cowok lain?" pikir Himeka.
"Oh begitu ya. Pantas aku tak asing dengan nama itu?" ujar Karin.
"Kenapa Karin? Apa kau juga pengemar setianya?" tanyanya lagi.
"Ah tidak kok Himeka." Karin tersenyum simpul.
Mereka kini tiba di depan sekolah mewah ini. Segerombolan orang sedang mengerumuni sesuatu di depan gerbang sekolah Sakura Gaoka.
"Mereka berisik." Seru Karin cuek.
"Ada apa ya? Tak biasanya mereka berkumpul seperti itu?" Seru Himeka.
"Jin-kun..! kyyaaa... kau keren sekali." Salah seorang gadis itu berteriak dengan hebohnya.
"Apa aku tak salah dengar? Jangan-jangan," ia mengantungkan kalimatnya dan menarik tangan Himeka dengan sigap.
"Himeka sebaiknya kita cepat pulang." Karin masih menyeret Himeka dengan paksa.
Yang ditarik hanya pasrah saja.
"Ah sial" teriaknya dalam hati.
Jin kouga merasa kecewa saat ia melihat gadis yang ia tunggu sedari tadi melarikan diri.
"Besok aku tak akan membiarkanmu lolos Karin Hanazono." Tekatnya.
"Jin-kun ayo kita foto bersama." Pinta seorang cewek berambut pirang terherai.
"Ah baiklah." Seru Jin meng'iya'kan permintaan pengemarnya itu.
MALAMNYA DI RUMAH KARIN
Karin duduk dimeja belajarnya dan mulai mengeluarkan buku-buku yang masih berada di dalam ransel hitamnya.
Saat ia menaruh buku itu diatas mejanya ia menjatuhkan sebuah kertas.
"Kertas ini," ia mengantungkan kalimatnya karena tak asing dengan kertas berukuran sedang itu.
"Ah kenapa aku menyimpan kertas ini? Kadang aku memang bertingkah bodoh!" serunya kesal.
Ia sekali lagi membaca tulisan di kertas pemberian Idola gila yang mengajaknya duet itu.
Kertas itu berisi tulisan seperti ini ;
Name : JIN KOUGA
E-mail : xxxx
Address : xxxxx
NB :
- Saat kau membuang kartu nama ini berarti kau mau menjadi pasangan duetku.
- Saat kau menyobek-nyobek kartu nama ini berarti kau menyukaiku :p
- Kemudian saat kau menyimpan kartu nama ini berarti kau masih memikirkan tawaranku XP
- Yang terakhir, saat kau menghubungi e-mail yang tertera di kartu nama ini ku anggap kau mau menjadi temaku dan berbisnis denganku.
Terserah kau pilih yang mana, aku akan tahu jawabannya ^,^b
"Kau licik Jin Kouga, kau membuatku muak." Teriak Karin dalam kamar yang dominan dengan warna hijau tosca itu.
.
.
.
-xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx-
.
.
.
KE ESOKAN HARINYA SAAT PULANG SEKOLAH
"Karin ayo kita pulang!" ajak anak yang udah jelas Himeka.
"Kau pulang duluan saja Himeka. Aku mau ke perpustakaan dulu." Jawabnya sambil mengambil ransel hitam yang tergelatak dimeja.
"Ya baiklah. Sayonara Karin." Himeka melambaikan tangannya.
Karin sengan senyum yang terukir manis membalas lambaian tangan Himeka.
Himeka berjalan keluar ruang kelasnya. Menyelusuri lorong lantai dua yang sepi.
"Kalau tak ada Karin rasanya jadi sepi." Keluhnya.
"Hai Himeka." Sapa cowok dengan kaca mata hitam yang seusia dengannya itu.
"Kau," Himeka mengantungkan kalimatnya.
"Yo, aku Jin Kouga. Salam kenal." Jin mengulurkan tangannya kedepan Himeka.
Himeka dengan ragu-ragu menjabat tangan artis terkenal itu.
"Boleh aku minta tolong?"
"Minta tolong apa?" tanya Himeka heran.
"Apa kau bisa mengantarkanku ke pada Karin Hanazono sahabatmu itu."
"Eh, kamu kok tau kalau kami bersahabat?" tanyannya makin keheranan.
"Ahahaha... kemarin aku melihat kalian pulang bersama." Jawabnya jujur.
"Karin ada di perpustakaan." Himeka tersenyum simpul.
"Oh baiklah."
"Maaf Jin aku tak bisa mengantarmu, aku harus cepat-cepat pulang."
"Ya baiklah. Lain kali kita ngobrol lagi ya!" katanya ramah.
"Tentu." Himeka berlari kecil meninggalkan Jin yang masih diam di tempat.
"Ada hubungan apa ya Karin dan Jin itu? Kenapa Karin tak pernah cerita kepadaku?" pikirnya.
Himeka telah sampai di depan gerbang sekolah. Dilihatnya adegan yang sama dengan kemarin.
Segerombol cewek-cewek sekolah itu mengerubungi seseorang.
"Himeka." Panggilnya.
"Eh, " Himeka mencari-cari asal suara yang memanggilnya itu.
"Maaf permisi, biarkan aku lewat." Pintanya lembut.
Gadis-gadis yang mengerubunginya kini menyingkir dan memberikan jalan untuk pemuda berambut pirang itu untuk keluar.
"Kakak." Ujar sang adik.
"Yo." Ia tersenyum simpul.
Sudah lama ia tak bertemu adiknya.
"Kapan kakak pulang. Kenapa tak mengabariku?" tanyanya kegirangan.
"Hehehehe.. aku ingin mengejutkanmu dan Karin." Jawabnya dengan tampang jail.
"Hemm... kakak memang nyebelin." Himeka mengandeng kakaknya manja.
"Dimana Karin?"
"Dia ada di perpus kak!"
"Tumben dia rajin."
"Eh kakak, gak boleh ngomong gitu kak!" bentak Himeka.
"Ya sudah kita pulang dulu. Nanti kalau ada waktu aku akan menemuinya."
"Siap." Jawab Himeka bersemangat.
Kakak beradik itu pun pulang dan berjalan diselingi bercanda. Mereka saling melepas rindu karena telah lama tak bertemu.
Sedangkan di tempat lain Jin sang Idola kebinggungan mencari perpustakaan.
"Ah bodohnya aku, kenapa aku tak menanyakan kepadanya dimana tempat perpustakaan itu." Sesalnya.
"Eto, Apa yang kau lakukan disini?" tanyannya ragu-ragu.
"Oh kau yang kemarin kan? Aku sedang mencari perpustakaan. Apa kau bisa membantuku?" pinta Jin pada gadis berambut pirang itu.
Iris matanya yang indah terlihat begitu jujur dan polos.
"Perpustakaan ada diujung lorong ini." Jawabnya malu-malu.
Jin melepas kalung yang ia pakai.
"Ini untukmu. Terima kasih untuk informasinya." Jin memberikan kalung itu kepada gadis pemalu itu.
Belum sempat gadis itu mengucapkan terima kasih, Jin sudah berlari meninggalkan gadis itu.
"Arigatou Jin-kun." Ujarnya lirih.
Jin masih saja berlari, sampai akhirnya ia menghentikan kakinya tepat di depan ujung koridor lantai dua.
"Perpustakaan." Ujarnya riang.
Ia membuka pelan-pelan pintu perpus yang besar itu.
Tumpukan buku-buku tebal dan dengan bermacam-macam judul menyambut kedatangannya.
Di kelilinginya ruang yang luas itu. Matanya sibuk mencari sosok gadis cuek yang menjadi targetnya.
"Sepertinya lagu ini bagus." Ujanya pada dirinya sendiri.
Jin yang mendengar gumaman itu berjalan pelan-pelan mendekati targetnya.
Matanya terbelalak saat matahari senja ke emasan itu mengenai wajah sang gadis.
"Cantik." Serunya.
"Braakkk..." Karin menjatuhkan buku yang ia pegang.
Hal itu sontak membuat Jin menepis pikirannya dan kembali tersadar dari pesona Karin.
Karin merasa lemas. Ia merasa badannya serasa hangat.
Matanya mulai tak bisa melihat sekeliling dengan jelas.
"Kenapa denganku?" pikirnya.
Tangan putih itu memeganggi badan Karin. Karin mulai kehilangan kesadarnnya.
Dalam sisa-sisa tenaganya ia menatap sosok yang memegangi tubuhnya.
"Kazune." Serunya lirih.
Kini matanya tertutup rapat. Jin yang memegangi gadis itu terkejut dan bertanya-tanya dengan nama yang tarakhir ia ucapkan.
"Siapa itu Kazune, Karin?"
Jin merasa jantungnya menolak nama itu, nama yang di panggil dengan lembut oleh Karin. Gadis yang berhasil membutanya terpesona.
Disisi lain, sesosok makhluk bersembunyi dibalik rak buku dan mengambil setiap momen penting yang mereka lakukan.
Apa yang sebenanya yang ia lakukan?
Bagaimanakah perasaan Jin yang sebenarnya terhadap Karin?
Apa yang akan ia lakukan selanjutnya?
SEE YOU NEXT CHAPTER :D
.
.
.
Terus baca sampai akhir ya :D Hehehe...
Sedikit info ni : Fic "Komet and Maid" akan saya lanjut setelah UN
Itupun kalau gak ada halangan u,u
Maaf ya publisnya lama.. karena fic "Komet and Maid"
Bakalan panjang ceritanya dan semoga nanti anda senang
Dan gak kecewa
By © BEBEK L DARK EVIL
.
.
.
R
E
V
I
E
W
.
.
.
