"KAZUNE, RAIN, AND MEMORIES"


.

.

.


Yosshhh... langsung aja baca hehehehe...

Gak tau mau curhat apa-apa lagi soalnya XP


.

.

.


BALASAN REVIEW


liwen99 : Hememm... ya ikutin aja ceritanya biar kamu tau siapa yang nginti Jin ama Karin XP

Kazurin : Iya lanjut kok

Dci : he'em makasih.. ia april mungkin barengan ma ultaku updatenya...

Guest: iya ni da lanjut, makasih reviewnya


Makasih buat yang udah ngereview


.

.

.

"KAZUNE, RAIN, AND MEMORIES CHAPTER 4"

Disclaimer: Kamichama Karin & Kamichama Karin chu © Koge Donbo

Story : KAZUNE, RAIN, AND MEMORIES© Bebek L Dark Evil

Warning : Gaje, OOT, OOC, Ancur, Tak memperhatikan EYED and Etc =_="

Selamat menikmati cerita yang di buat oleh author bebek sarap ini.

.

.

.

.

.

.

"Dia masih belum bangun ternyata! Sudah 3 jam ia tertidur seperti itu. Demamnya juga belum turun." Jin duduk diranjang dimana seorang gadis cantik tertidur pulas.

Matanya tertutup rapat. Wajahnya terlihat damai dan nafasnya terasa hangat.

Matanya telah tertutup sejak 3 jam yang lalu.

"Emm..." gumamnya pelan.

Pemuda berambut hitam itu mengangkat wajahnya menatap tepat dimata sang gadis.

"Kau sudah bangun Karin?" ia berdiri dari kursinya dan mendekati wajah sang gadis.

Wajah gadis itu memerah. Wajahnya serasa mau meledak.

"A..apa yang kau lakukan disiniii?" teriaknya.

Ia mengambil bantal yang berada disampingnya. Bantal itu melayang dengan indah ke arah Jin.

Jin menangkisnya dengan cepat dan menghentikan gerakan tangan Karin.

"Jangan bergerak." Perintahnya mengintimidasi.

Karin kini tak bisa bergerak. Kedua tangannya ditahan oleh Jin. Ia merasa badanya semakin melemas. Napasnya terasa hangat dan menghembus keluar dengan tempo yang cepat.

Jin merasa hawa disekelilingnya menjadi hangat. Matanya menatap iris mata Karin dalam-dalam.

Karin semakin lemah. Ia tak kuat menahan badannya sendiri lagi. Dalam seketika ia rubuh ketempat tidur dengan Jin diatasnya.

"Apa kataku, jangan banyak bergerak." Katanya cuek.

Jin melepas pertahanannya pada Karin. Ia menarik selimut dan menutupi badan Karin hingga hanya terlihat bagian kepala keatas.

"Arigatou Kazune." Gumamnya. Tak lupa senyum tipisnya terukir di wajanya.

Kini ia tertidur lagi.

"Lagi-lagi nama itu!" gerutu Jin.

Ia meninggalkan ruangan dimana Karin tidur dan menutup pintu itu dengan pelan.

"Siapa dia, Kazune?"

Ia berjalan menelusuri lorong demi lorong.

"Sebaiknya aku memberi tahu Himeka tentang keadaan Karin." Pikirnya.

Ia kini mulai berjalan meninggalkan rumah mewah itu. Dengan kemampuannya sebagai idola yang terkenal ia bisa memperoleh informasi dengan cepat.

Di ambilnya sebuah sepeda yang tergeletak di dekat pintu masuk. Sepeda gunung itu dinaiki sang pemilik yang entah akan melaju kemana.

Ia tersenyum simpul. Sepeda hitam itu melaju dengan cepat menuju jalanan yang mulai gelap.

Bintang-bintang bertebaran menemani petualangan cowok idola terkenal itu.

Gadis-gadis yang berjalan disekitar jalan itu sesekali terdiam dan terpesona dengan penampilan juga paras wajah Jin.

Sang idola tak memperdulikan hal itu dan terus melaju.

Kini ia sampailah disebuah rumah yang mewah.

Tangannya yang putih nan halus memencet tombol kecil didekat pintu masuk.

Beberapa menit kemudian pintu besar itu terbuka.

"Ada perlu apa tuan?" tanya seorang pelayan saat matanya menatap penampilan Jin.

"Apa Himeka Kujyou ada?" tanyanya ramah.

"Maaf tuan, nona Himeka baru saja keluar." Lelaki parubaya itu menunduk.

"Oh, kira-kira kemana perginya ya?"

"Nona Himeka keluar dengan tuan Kazune ke taman dekat rumah Nona Karin." Jawabnya sopan.

"Terima kasih atas informasinya. Permisi." Jin membalikkan sepedanya.

Dengan cepat sepeda hitam itu melesat dengan cepat ketempat yang di maksud pelayan rumah keluarga Kujyou itu.

.

.

.

-xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx-

.

.

.

5 menit kemudian ia telah sampai di depan taman sederhana itu.

Mata kucingnya sibuk mencari sosok yang ingin ia temui juga sosok yang membuatnya muak karena Karin 2 kali mengucapkan namanya tanpa sadar.

"Kazune, apa kau tak merindukan Karin saat kau tinggal di Inggris?" Himeka mengintrogasi kakaknya sendiri.

"Tentu saja aku merindukannya, memang sudah berapa tahun aku tak memeluknya Himeka?" wajah Kazune sedikit memerah.

Jin bersembunyi dibalik pohon dekat mereka duduk.

Pohon itu cukup besar sehingga memungkinkan remaja seperti Jin bersembunyi di baliknya.

"Kenapa kakak tak menyatakan perasaan kakak kepada Karin?" Himeka menatap wajah kakaknya dengan seksama.

"Aku sudah menyatakannya!" jawabnya to the point.

"Ehhh, kapan. Kok aku tak tahu?" ia terlihat sangat terkejut.

"Apa kau ingat buku yang aku minta kau berikan kepada Karin?"ia merelaksasika tubuhnya pada sandaran kursi taman yang dingin.

"Ya aku ingat." Himeka mengangguk.

Jin kouga masih mengawasi mereka. Ia dengan jelas dapat mendengar semua yang mereka bicarakan.

"Aku menyatakan semuanya di buku itu hehehe.." tawa menyeringainya menghangatkan malam yang dingin.

"Memang kakak menulis apa?"

"Aku menulis,"


Isi surat Kazune untuk Karin :


Karin,

Mungkin ini hal terakhir yang ingin aku sampaikan kau membaca dan mengetahui hal ini, itu artinya aku tak berada disisimu lagi. Aku masih ingin mengucapkan terima kasih padamu karena kau selalu membuatku tersenyum.

Tanpa kau sadari, saat kau bermain dengan Himeka dirumah kami, aku selalu mengawasimu dari sisi tv yang berada disekitar rumah.

Aku mengawasimu. Mata indahmu, senyummu, rambutmu dan tingahmu membuatku merasakan perasaan aneh yang semakin lama semakin tak tentu.

Aku ingin kita bersama. Aku ingin memperlihatkan wajahku di depanmu. Aku selalu mendengar tentangmu dari adikku. Mataku selalu berbinar-binar saat ia menceritakan semua tingkah anehmu.

Kau suka hujan Karin, tapi kau tak pernah tahu aku tak suka dan paling benci hujan. Karin bisakah aku bersamamu dan bertemu dengamu. Aku membuat sebuah kalung yang ku pesan khusus untukmu.

Aku menyukai Karin, walau kau tak pernah melihatku sebelumnya. Aku benar-benar menyukaimu

Dapatkah kau mendengarnya?

Hatiku terus menunggu di sana untukmu
Menunggu untuk kau membukanya
dan berharap kau akan menyadarinya
Suatu hari
.

Ku berikan kalung "KAZURIN" ini kepadamu. Seandainya suatu hari nanti kita bertemu. Aku ingin kau menjadi milikku dan aku ingin hidup bersama denganmu. Kalau kau juga menyukaiku aku ingin kau memakai kalung ini.

Aku juga membuatkamu hadiah, kalung berinisialkan RK" dan aku mempunyai kalung berinisilkan "K" saat kedua kalung ini bersatu, ku harap cinta kita juga bersatu

Kazune Kujyou


Akhir surat untuk Kazune


"Kuharap Karin juga menyukai kakak." Himeka tersenyum manis.

"Maafkan aku sebelumnya Kujyou Kazune. Karin Hanazono telah menjadi pacarku." Jin berjalan dari balik pohon dan menatap tajam kearah Kazune.

"Cihh.." decak Kazune.

"Jangan coba dekati Karin lagi atau aku akan Menyakiti hatinya." Jin mengancam Kazune.

Himeka hanya dia tak bergeming. Ia hanya menyaksika hal tak terduga yang tiba-tiba terjadi didepannya.

"..." Kazune hanya terdiam dan tak menjawab ancaman Jin.

"Kau pasti bohong." Himeka berteriak dengan parau.

"Aku tak berbohong. Kalau kau tak percaya, silakan terfon dia dan tanyakan dia ada dimana sekarang. Pasti dia menjawab ada di apartemenku." Ia menyeringai.

"Baiklah." Himeka mengambil sebuah ponsel disaku roknya.

Ia menekan beberapa tombol yang akan menghubungkan telfonnya dengan Karin.


koko ni aru no wa kimi ga ima made eranda michi no
kotae tachi yo hora jishin motte susumeba ii
totemo shizen na no ame agari no ASUFARUTO ni
niji ga kakaru you ni

— Apa ini jawaban untuk jalan yang kau pilih sekarang
— Hey, ini baik-baik saja yakin tuk pergi
— Ini sangat alami, seperti pelangi terbentang melewati aspal setelah hujan


Lonely kaze ga fuite
Feeling ki ga tsuita yo
kotae wa doko ni mo nai kedo
Call me wakatteru wa
With you ai wa itsumo
atae au mono

— SEPI angin bertiup
— MERASAKAN kita kan pahami satu sama lain
— Meskipun jawabannya tak dimanapun
— PANGGIL AKU aku mengerti
— DENGANMU Cinta ini selalu sesuatu yang berbalas


For you
kitto kimi wa itsu no hi ka
kono sora wo toberu hazu dakara
nando tsumazuita toshite mo
For you
taisetsu na koto wa hitotsu
yume miru koto
kokoro dake wa tozasanai de ite

— UNTUKMU
— Karena suatu hari nanti pasti, kau
— sungguh-sungguh terbang ke langit
— Tak peduli berapa kali kau tersandung
— UNTUKMU
— Apa yang penting itu satu hal
— Miliki sebuah mimpi
— Janganlah tutup hatimu


Karin yang sedari tadi terbangun dan sekarang sedang asik memasak menghentikan aktifitas malamnya.

Ia bergegas menuju ruang dimana Jin meninggalkannya. Di ambilnya sebuah ponsel dari tasnya. Suara nada panggilan Karin terdengar sangat jelas karena jarak kamar tidur dengan dapur bersebelahan.

"Moshi-moshi Himeka!" pangilan dari sahabantya itu dengan cepat diterimanya.

"Karin, kau sedang dimana sekarang?"

"Aku, aku rasa aku berada di apartemen Jin Kouga, kenap-" Karin terkejut saat percakapannya tiba-tiba terputus.

"Himeka." Panggilnya lirih.

Himeka menjatuhkan ponselnya sebelum Karin selesai berbicara. Hal itu membuat Kazune yakin kalau apa yang dikatakan oleh Jin benar.

"Semoga kalian bahagia." Kazune mendekati Himeka dan mengambil puzzel ponsel himeka yang berserakan di dekat kakinya.

"Ayo pulang Himeka." Kazune mengandeng tangan adiknya.

Ia menuntunnya karena Himeka terlihat tak senang dan terkejut dengan hal yang barusan ia dengar.

Kini Jin tersenyum puas dengan apa yang ia lakukan.

Di tatapnya kini punggung Kazune dan Himeka yang semakin menjahu.

"Akan aku buat Karin jatuh cinta kepadaku sebelum ia bertemu denganmu lagi Kazune Kujyou." Lagi-lagi ia menyeringai.

.

.

.


Yupss... chapter selanjutnya entah kapan updatenya u,u

Sibuk dengan banyak ujian dan ulangan u,u

Akan saya usahakan secepatnya dan kenapa saya bikin fic ini makin panjang TOT

Padahal niat saya Cuma 4 chapter doang –,-a


By © BEBEK L DARK EVIL


.

.

.

R

E

V

I

E

W

.

.

.