"KAZUNE, RAIN, AND MEMORIES"
.
.
.
Yuuhhhhuuuuu…. ^,^/ ketemu lagi dengan Bebek XP
Setelah melewati masa-masa sulit UN akhirnya selesai juga ..
Fyuuhhhh ,….. Saatnya menatap masa depan dan maaf updatenya super lama hahahaha :D
#Author gak bertangung jawab XP
WARNING :
Bagi yang gak suka baca fic dengan status
"Gaje, OOT, OOC, Ancur, Tak memperhatikan EYED and Etc"
TOMBOL BACK MENUNGGU :D
SAYA TIDAK MENERIMA MASUKAN UNTUK Typo atau hal yang sudah saya peringatkan.
"karena sudah saya peringatkan anda sebelumnya" :p
Kalau ada yang berkomentar mengenai hal itu,
silakan BACA DENGAN TELITI sebelum membaca ceritanya :p
Karena setiap saya bikin fic saya selalu berusaha meminimalisir adanya "TYPO (S)" tapi manusia tempatnya salah dan lupa hahahaha… okey cukup sekian pembukaan dari bebek dengan kata-kata pedas :D
.
.
.
BALASAN REVIEW
Maaf balasnya super duper lama hahahaha :D
kirei-chan : Okey makasih pengertiannya :D
KK LOVERS : Makasih buat dukungannya :D
Riri Itha Ithy : Sepp.. udah update ni chapternya.
ikamichama karin : Hahaha iya masih pengertiannya :D
Ayu.p : Saya gak tau mau lanjut atau gak hehehe.. do'ain aja aku lulus seleksi :D aku jurusan Multimedia
Dci: Hahaha.. ya maaf XP
Guest : Karin X Kazune :p
failasofi : Ni da libur hahaha (baca : bolos) Cuma demi bikin fic XP
RevmeMaki : Iya nih da lanjut hahaha XP
YUI: Iya ni da update hehehe.. nunggu liburan XP
Berliana : hahaha silakan baca peringatanku sebelum mereview –w- saya cepet tersingung orangnya jadi kalau gak suka typo (S) silakan tekan tombol BACK :)
Makasih buat yang udah ngereview
Yang lain da dibalas di PM arigatou
.
.
.
"KAZUNE, RAIN, AND MEMORIES CHAPTER 6"
Disclaimer: Kamichama Karin & Kamichama Karin chu © Koge Donbo
Story : KAZUNE, RAIN, AND MEMORIES© Bebek L Dark Evil
Warning : TYPO(S) Bertebaran, Gaje, OOT, OOC, Ancur, Tak memperhatikan EYED and Etc =_="
Selamat menikmati cerita yang di buat oleh author bebek Gaje ini ^^v.
.
.
.
"TAKDIR"
.
.
.
Memori kenangan masa lalu akan selalu menghantuimu. Menghapus semua luka kelam yang hadir di hidupmu. Keindahan alam tak kan mampu membawamu ke alam ke abadian.
Hati yang terluka menangis tanpa suara. Riak air terus memancarkan kegelisahan. Takdir yang ada di depanmu menjadi awal sebuah cahaya baru.
Seorang gadis kecil berambut kecoklatan itu menanti datangnya mentari. Bibirnya membacakan sebuah puisi yang mengalun dengan merdunya.
Jin mendekatinya dengan pelan. Semakin lama jarak di antara mereka terpisahkan tapi gadis kecil itu tiba-tiba menghilang.
Kini ia sendiri mematung disana. Dilihatnya sebuah pesan singkat yang ditinggalkan gadis itu di tangannya. Entah sejak kapan kertas putih itu ada disana.
Cowok bermata kucing itu membaca setiap kata dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
"Kita akan bersama selamanya, Tolong jangan tinggalkan aku."
Jin mengangkat sebela alisnya. "Apa maksud pesan ini?" fikirnya.
Kini ia merasa badanya basa oleh air yang dating entah dari mana.
"Mau sampai kapan kau tidur!" teriaknya.
Ia membuka matanya pelan-pelan. Ia masih mengumpulkan sisa-sisa arwanya yang masih tertinggal di alam mimpi.
"Ahh.. kenapa badanku basa semua?" teriaknya.
Cowok dengan mata berbeda di depannya hanya mengeryitkan alisnya. Matanya menatap lurus kearah sang pemilik kamar.
"Kau kira ini jam berapa? Kau hari ini akan pindah sekolah kan!" jelasnya.
"Michi, bisakah kau membiarkanku tidur sebentar lagi?" tawarnya.
"Aku sih bisa saja membiarkanmu, tapi sekolah barumu tak bisa mengizinkan hal itu. Apa kau mau terlambat di hari pertama kau pindah? Atau, kau mau gadis itu membencimu selamanya?" sindirnya.
Saat mendengar kata "Gadis itu" dari sahabatnya ia mulai sadar apa tujuannya pindah. Ia kini bergegas bangun dari tempat tidurnya .
.
.
.
-xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx-
.
.
.
30 menit telah berlalu kini mereka berdua telah berada di dalam mobil sport berwarna hitam nan mewah itu.
10 menit kemudian mereka telah sampai di depan pintu gerbang sekolah Sakura Gaoka. Mobil sport hitam itu kini berhenti, semua mata menyelidiki siapa pemiliknya. Beberapa menit kemudian mereka tercengang dengan apa yang ada di depan mereka.
Dua sosok cowok bak malaikat turun dari dari besi berjalan itu. Beberapa di antaranya berbisik tak menentu.
"Hei bukankah itu Jin Kouga?" bisik seorang gadis.
"Sepertinya memang dia." Ia mengangguk pelan tanda setuju.
Jin yang mendengar hal itu hanya dia saya dan tak memperdulikannya. Fikirannya tiba-tiba teringat dengan gadis di mimpinya itu saat dilihatnya cewek yang memiliki rambut kecoklatan yang terkuncir dua berjalan di depannya.
Kakinya mulai melangkah tapi di cowok di sampingnya yang diketahui bernama Michi memegangi tangannya.
"Kenapa denganmu?" tanyanya heran.
"Gadis itu, dia seperti yang ada di mimpiku."
"Mimpi? Gadis itu? Apa maksudmu?" Michi terheran-heran dengan sahabatn karibnya.
"Akan ku ceritakan nanti." Jin tersenyum. Ia tak sadar kalau gadis-gadis yang memperhatikannya sedari tadi tersipu malu oleh senyumnya.
"Ya baiklah. Kita kekelas sekarang." Ajaknya.
Mereka berjalan beriringan menuju kelas barunya. Jin yang masih memandangi gadis berambut coklat yang sedang asik mengobrol dengan temanya.
Saat akan melewati gadis di mimpinya ia menyempatkan matanya untuk menangkap wajah itu dalam memorinya.
Entah gara-gara mimpi itu atau bukan, gadis yang mirip dengan anak kecil berusia 12 tahun di mimpinya itu adalah Karin Hanazono.
Perasaan Jin bergemuru bak kapal yang terombang ambing. "Apa maksudnya ini?" tanyanya lirih. Kenapa aku pernah mengenal Karin sebelumnya.
"Bukankah kau memang mengenal dia sebelumnya?" Tanya Michi.
"Tapi aku merasa aku pernah bersama dia cukup lama."
"Aku tak mengerti apa yang kau katakana."
.
.
.
-xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx-
.
.
.
"Karin, siapa kau sebenarnya? Apa aku pernah mengenalmu sebelumnya? Sebelum kau membenciku? Aku merasa gadis kecil di mimpiku dan kamu itu bukan orang yang asing bagiku. Aku memang telah mengenalmu 2 minggu yang lalu tapi, rasanya aku tak asing dengan dirimu." Pikiran tentang Karin dan gadis kecil di mimpinya itu membuat Jin bertanya-tanya siapa Karin sebenarnya.
"Kita sudah sampai!" seru Michi.
"Hemm…" Jin masih tertunduk enggan menatap kelas barunya . Ia melihat gadis yang pernah di temuinya sedang membawa setumpuk buku.
Jin melangkahkan kakinya. Mendekati gadis yang kini terlihat kesusahan. Jin mengambil alih buku-buku yang di bawah gadis itu dan tersenyum.
"Hallo, Aku Jin Kouga. Senang berkenalan denganmu." Lagi-lagi Jin tersenyum.
"Ettoo… Aku Kazusa. Maaf biarkan aku yang membawa buku-buku itu kekelas." Ujarnya ragu-ragu.
"Buku ini berat sebaiknya biarkan aku yang membawanya dan angap saja ini balas budiku karena sudah membantuku menunjukkan ruang perpus dulu hehehe.."
Jin berjalan meninggalkan gadis itu. Michi yang melihanya hanya heran dengan temannya itu. Gadis yang diketahui bernama Kazusa itu masih bengong di tempatnya hingga Jin harus memangil namanya untuk mengajaknya masuk ke kelas.
"Kazusa, cepatlah! Nanti kita terlambat." Teriaknya.
"ehh…" Kazusa berlari mendekati Jin berjalan memasuki kelas 3-B.
"Tolong letakkan disini." Pintanya. Kazusa menepuk-nepuk meja paling depan di pojok kiri.
Jin hanya mengangguk dan meletakkannya. Beberapa siswa hanya memperhatikan tingkah gadis berambut pirang itu dan juga cowok keren yang baru mereka lihat itu.
.
.
.
-xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx-
.
.
.
Beberapa menit kemudian seorang guru datang dengan pemuda yang berusia sekitar 18 tahun memasuki kelas.
"Ohayou." Sapanya.
"Ohayou mo Sensei." Jawabnya antusias.
"Kalian berdua murid pindahan itu kah?" guru yang terlihat masih muda itu bertanya pada dua cowok yang berdiri di dekat jendela.
"Benar Sensei." Jawab Michi.
"Kalau begitu silakan berdiri di sebelah Kujyou-kun" perintanhya.
"Mendengar nama Marga yang taka sing baginya Jin yang sedari tadi hanya memandang keluar jendela tanpa memperhatikan sekitar tertuju pada sosok pemuda yang berdiri di depan papan tulis.
"Ka-Kazune." Seorang gadis berkuncir kuda berdiri terperanga dengan apa yang ia lihat.
Jin mengarahkan kepalanya kepada suara yang tak asing baginya.
"Karin." Panggilnya.
Karin dan Jin saling berpandangan sedangkan Kazune hanya memperhatikan mereka berdua.
"Hanazono silakan duduk, sedangakan kalian Jin Kouga dan Michiru silakan berdiri di depan Kazune.
Mendengar perintah langsung gurunya Karin kembali duduk di bangkunya sedangkan Jin dan Michi sudah berdiri di samping Kazune.
"kalian silakan perkenalkan diri kalian."
"Namaku Kujyou Kazune, aku pindahan dari Inggris. Mohon bantuannya." Ia tersenyum manis membuat beberapa cewek dikelas itu tak sadarkan diri.
"Namaku Jin Kouga. Salam kenal." Ia terlihat sangat dingin dan itu berhasil membuat beku hati gadis-gadis di kelas itu, kecuali Karin.
"Namaku Michi Yoroshiku." Michi memperlihatkan senyumnya yang menawan.
Kalian bertiga silakan duduk di bangku yang masih kosong. Kazune berjalan mendekati Karin. Karin yang melihat itu hanya menatap gerak gerik cowok itu. Cowok yang yang tak pernah ia fikri akan satu sekolah tapi pasti Kazune semakin dekat dengan Karin.
"Kalau kau mau Kazune bisa duduk di sampingku." Karin menawarkannya dengan senyum yang terukir dengan tulusnya.
Tapi Kazune hanya diam tak membawal senyuman itu maupun menjawab tawaran gadis baik hati di depannya.
Ia berjalan mendekati bangku kosong yang terletak di ujung belakang sebelah kiri. Sedangkan Jin yang melihat penolakan Kazune atas kebaikan Karin dengan sigap menduduki bangku yang di tawarkan Karin sebelumnya.
Jin tak mengatakan apapun. Ia hanya duduk manis disana dan tanpa terdengar sepata katapun. Karin yang tertegun dengan tingkah Kazune kini mencari sosok yang menolak tawarannya.
Dilihatnya mata yang lembut seperti awan menatap bosan keluar jendela.
"Sepertinya taka da pilihan lain selain duduk di sana." Matanya menatap bangku kosong disebelah Kazune.
"Anoo… kalau kau mau kau bisa tukar denganku." Tawar Karin.
"Benarkah?" Michi menjawabnya dengan antusias tetapi niat meng"Iya"kan ia urungkan karena mendapatkan deadglare mematikan dari sahabatnya.
"Maaf aku tak apa duduk di sana hehehe…" jawabnya bohong.
"Kau bisa tukar denganku." Himeka yang duduk di belakang Karin berdiri dan mengambil tasnya kemudian berjalan mendekati meja kosong di samping kakaknya.
"Apa boleh buat. Arigatou." Michi tersenyum simpul.
Himeka hanya menganguk.
.
.
.
Yohhooo… XP
Capeknya karena da gak terbiasa nulis banyak -,-
Kalau ada waktu nanti malam saya lanjut lagi :)
Yang sudah baca atau me-Review arigatou Gozaimasu hehehe…
By © BEBEK L DARK EVIL
.
.
.
R
E
V
I
E
W
.
.
.
