My Destiny is Care about You

Author : AiMii YunJaeshipper

Rated : T

Chapter : 2

Genre : School, Romance

Disclaimer : Yunho dan Jaejoong adalah cast milik agency mereka masing-masing dan Tentunya Tuhan yang Maha Esa. Author sedang dilanda kerinduan yang mendalam habis liat senyuman jaemma di fanmeeting pas fans teriak-teriak nama Yunho (author curhat). INGAT FF INI 1000% MILIK AUTHOR !

WARNING ! BOY X BOY ! SHONEN AI ! YAOI ! Author sudah memperingatkan ! DON'T LIKE DON'T READ ! Tidak menerima Bash.

.2013

*Jaejoong POV*

'Tuhan, apa yang akan beruang jelek ini lakukan padaku? Sial kenapa badanku tidak mau bergerak sih?' aku hanya menutup mataku dan menatap pasrah pada apa yang akan dilakukan oleh sunbae-ku yang satu ini.

GREP

Tiba-tiba aku mendengar suara pintu UKS terbuka. Tangan Yunho di daguku perlahan menjauh. Siapapun itu aku merasa aku sedang merasa sangat beruntung kali ini.

"YA ! JUNG YUNHO ! enak sekali kau menyuruhku membawakan tasmu" dari suaranya aku merasa itu adalah Park Yoochun-sunbae. Aku perlahan membuka mataku dan Melihat ke arah pintu UKS. Benar, yoochun-sunbae saat ini sedang memasang pose kesal di ambang pintu UKS. Dia membawa 2 tas. Dan salah satu tasnya dilemparkan pada yunho dan berhasil ditangkap oleh si mata musang itu.

"Enak sekali yah memberi perintah." Yoochun sunbae melangkahkan kakinya memasuki UKS dan duduk di salah satu kasur UKS. Sedangkan Yunho hanya berdecak kesal.

.
.

*Yunho POV*

"Mau apa kau kesini Yoochun?" kali ini aku benar-benar kesal. Kalau saja Yoochun tak datang, aku tau aku pasti tadi sudah mencium bibir ranum milik Jaejoong. Ya, namja yang sudah mencuri hatiku sejak setahun lalu ini memang sangat menggoda. Sialan Park Yoochun dahi lebar. Aku pasti akan balas dendam padamu.

"Kau tadi katanya akan mentraktirku makan? Setidaknya tepatilah janjimu dulu baru memberi perintah padaku. Mentang-mentang kakimu sedang sakit jangan seenaknya Yunho-ah" Yoochun dahi lebar tetap memasang wajah datar ketika menentangku.

"aish.. baiklah. Ayo pergi. Kau tidak bilang pada Changmin kan kalau aku mentraktirmu?"

"tidak kok tenang.. kalau aku bilang pada Changmin mungkin porsi makanku akan dihabiskan olehnya."

"Syukurlah. Aku pergi dulu Joongie." Aku melangkahkan perlahan kakiku. Aku melihat Jaejoong hanya mengangguk.

Memang tadi siang aku kalah bermain kartu dengan Yoochun. Karena itulah aku harus mentraktirnya makan sekarang. Dan semua itu merusak momen indahku dengan Jaejoong. Ah, mungkin lain kali aku akan mendapatkannya. Sudah setahun ini aku memendam perasaan dan ada kesempatan seperti ini, bagaimana mungkin aku akan melewatkannya?

.2013

"Jadi bagaimana? Kau sudah berhasil menaklukkannya?" Park Yoochun bertanya pada Yunho sambil memakan ramen di hadapannya.

"Tidak. Dan sepertinya juga ia tidak mengenaliku." Yunho mendesah pelan.

"Kalau dengan penampilan lamamu mungkin iya. Tapi sekarang? Tidak mengenal Jung Yunho? Daebak. Baru kali ini ada siswa sekolah ini yang tidak mengenalmu Yunho. Yah, walaupun penampilanmu dari sejak kau bertemu dengan Jaejoong itu memang sangat berbeda."

"Itu perjuanganku Yoochun-ah."

"Dan karena perjuanganmu itulah banyak anak dari rekan kerja appa-mu yang memperebutkanmu saat ini kan?"

"Yah.. dan yang paling menyebalkan adalah Go Ahra." Yunho sedikit jijik saat menyebut nama itu. Bagaimana tidak? Diantara semua yeoja yang mengejarnya, Go Ahra adalah yang paling agresif. Terkadang ia menjemput Yunho di DongBang HighSchool. Atau terkadang ia rela menunggu berjam-jam di lobby kantor Jung-corp hanya untuk bertemu Yunho. Ia sudah terlihat seperti stalker.

"appa-mu tidak memaksamu untuk menikahi yeoja-yeoja itu kan?"

"Tentu saja tidak. Appa dan umma tidak terlalu memaksa siapapun pasanganku Yoochun-ah. Karena itulah aku harus mendapatkan Jaejoong."

"Berjuanglah." Yoochun tersenyum pada Yunho.

"ne gomawo." Yunho merasa tak ada yang lebih baik dari sahabatnya ini. Setiap Yunho merasa banyak masalah, Park Yoochun lah yang selalu membantunya. Termasuk satu tahun lalu, ketika ia memutuskan untuk merubah penampilannya karena Jaejoong.

.
.

-1 tahun yang lalu-

Hari ini adalah upacara penerimaan murid baru di Dong Bang High School. Seperti biasa, seluruh siswa kelas 1 hari ini sangat terburu-buru memasuki aula karena tak mau terlambat menghadiri upacara penerimaan.

Dan salah satu dari sekian banyak murid baru hari ini adalah Kim Jaejoong, ia sedikit berlari mendapati 15 menit lagi upacara penerimaan akan dimulai. Tetapi ketika ia sudah hampir sampai di depan pintu aula, dilihatnya seseorang yang meraba-raba tanah seperti mencari sesuatu. Penampilan orang itu sedikit berantakan dengan rambut yang menutupi matanya. Jaejoong tak dapat melihat wajah orang itu dengan jelas dan Karena ia mengenakan seragam dongbang high school, Jaejoong menyimpulkan bahwa orang itu adalah sunbaenya.

"Sunbae gwenchana? Sedang mencari sesuatu?" Jaejoong sedikit merunduk, bertanya pada orang itu. Betapapun sibuknya ia, ummanya mengajarkan untuk selalu menolong orang yang sedang kesusahan.

"ah, bisa kau tolong aku? Aku sedang mencari kacamataku, tadi sepertinya jatuh di sekitar sini." Orang itu masih terus meraba-raba tanah.

"ne.." Jaejoong pun ikut mencari di sekitarnya. Mata doesnya pun menangkap adanya kacamata berframe kotak di sebelah semak-semak. Segera di pungutnya kacamata itu.

"Sunbae.. ini kacamatamu.." Diserahkannya pada namja itu. Namja tadi pun segera berdiri, membersihkan seragamnya dan mengambil kacamatanya dari tangan Jaejoong.

"ah, gomawo ne. Kau murid baru ya?" Namja itu, Jung Yunho, segera memakai kacamatanya, kali ini penglihatannya terlihat lebih jelas daripada sebelumnya.

"ne sunbae. Ah, aku sudah terlambat." Jaejoong melihat jam tangannya dan segera berlari kecil menuju ke aula.

"Ah! Siapa namamu?" Yunho kali ini sedikit berteriak.

"Jaejoong, Kim Jaejoong !" Jaejoong berteriak pada Yunho yang memang sudah agak jauh darinya.

"Kim Jaejoong.. ya?" Yunho masih terus memperhatikan sosok Jaejoong yang menghilang ketika ia berbelok menuju ke aula.

.
.

"ne park yoochun." Yunho sedikit memukul meja bangku park Yoochun agar orang itu menoleh padanya.

"Mwoya?" Yoochun yang sedang membaca buku kimia dihadapannya terganggu karena Yunho memukul mejanya. Di lepasnya headset di telinga kanannya, sedangkan headset di telinga kirinya masih terus menempel.

"Aku memutuskan untuk merubah penampilanku." Yunho tersenyum pada yoochun.

"Tunggu sebentar." Yoochun lalu memegang dahinya dengan telapak tangan kanannya, lalu ia memegang dahi Yunho dengan telapak tangan kirinya. "kau tidak demam kan?"

"Ya! Tentu saja tidak !" Yunho menepis tangan Yoochun dari dahinya.

"lalu? Kau sendiri yang bilang ingin berpenampilan biasa saja agar siapapun tak melihat wajahmu yang sebenarnya."

"Kau tau park Yoochun. Aku ini tampan oke? Dan aku paling malas kalau banyak orang berteriak di sekitarku. Aku benci suasana berisik." Yunho menjelaskan sambil menarik bangku di depan bangku Yoochun dan duduk berhadapan dengan Yoochun.

"YA!" pukulan Yoochun tepat mengenai dada kiri Jung Yunho. "Kubilang tak usah terlalu narsis!"

"Aku bertemu malaikat pagi ini Yoochun ah~ dan aku ingin menjadikan malaikat itu sebagai milikku." Kali ini Yunho tersenyum pada Yoochun. Yoochun hanya mengangkat sebelah alisnya sambil bergumam 'Sepertinya temanku ini benar-benar dilanda demam'.

.
.

"Perfect!" Yoochun menatap takjub pada sahabatnya itu. Kali ini Jung Yunho benar-benar tampan dengan penampilan barunya. Rambut yang awalnya menutupi mata kali ini sudah dipotong dengan potongan medium (bayangin aja kayak di Catch me). Seragam yang awalnya dipakai Yunho asal-asalan sudah terlihat lebih rapi.

"Benar kan Yoochun ah~ aku ini orang yang tampan." Yunho terus menatap penampilan barunya di cermin kamarnya.

"Kali ini kuakui itu Jung Yunho." Yoochun berdecak kagum. "Appamu juga pasti terkejut ne? Hahaha"

"Dan kali ini aku harus mendapatkan Kim Jaejoong. Harus! Bagaimanapun caranya dia adalah hidupku."

.2013

"Go Ahra ibnida. Apa Jung Yunho ada di kantor saat ini?" Go Ahra menatap pada resepsionis kantor Jung.

"Ah, nona Go. Maaf, hari ini tuan Yunho belum datang ke kantor."

"Jinjja? Padahal aku sudah seminggu tak bertemu dengannya. Ah, aku bisa menunggunya kan?"

"Tentu saja nona Go. Silahkan tunggu di sofa sebelah sana." Resepsionis menunjuk pada sofa tunggu.

"ne gomawo." Go Ahra hanya tersenyum pada resepsionis itu dan segera duduk menunggu di sofa tunggu lobby Jung corp sembari membaca beberapa majalah yang disediakan.

Tak berselang lama, 30 menit kemudian Yunho dan Yoochun tiba di Jung corp. Yunho memang terkadang berkunjung ke Jung-corp untuk membantu appanya. Terkadang juga ia hanya sekedar mengunjungi appanya. Kali ini ia juga mengajak Yoochun.

"YUNHO!" Go Ahra segera berteriak dan berlari menuju Yunho mengetahui Yunho telah datang.

"aish yeoja stalker itu lagi Park Yoochun." Yunho memutar bola matanya bosan.

"bogoshippo~ omo! Apa yang terjadi pada kakimu Yunho-ah?" Go Ahra menggandeng tangan Yunho.

"Bukan urusanmu." Yunho menjawab ketus pada Ahra.

"ya yeoja genit! Kau itu bisa tidak sih tidak mengganggu Yunho sehari saja?" Yoochun yang kesal pada kelakuan Ahra akhirnya ikut membentaknya juga.

"ish diam kau Park Yoochun." Ahra menatap jengkel pada Yoochun.

"omo! Balutan perbannya rapi sekali. Kalau ada namja anggota UKS yang merawatmu ia hebat sekali Yunho-ah"

"ish dia lebih baik darimu Go Ahra. Lebih pintar bahkan lebih cantik darimu. Sebaiknya kau tak mencampuri urusanku atau kusuruh security untuk mengusirmu dari sini sekarang juga." Yunho melangkah menjauhi Go Ahra bersama Yoochun.

"ck" Ahra mendecak kesal. Segera diambilnya handphone miliknya. Dipencetnya satu nomor dan berkata "ini Go Ahra. Cari tau siapa yang merawat Yunho di DongBang High School. Beri pelajaran padanya agar tidak mendekatinya. Aku percayakan padamu."

"apapun akan kulakukan untukmu, putriku." Suara di seberang telepon menjawab.

"Gomawo ne. Kau mata-mata yang paling bisa diandalkan Kyuhyun-ssi."

.2013

Part 2 update :D

Makasih buat yang review di part 1 :*

Di review lagi ne ? Gomawoooo ^^)/