My Destiny is Care about You

Author : AiMii YunJaeshipper

Rated : T

Chapter : 3

Genre : School, Romance

Disclaimer : Yunho dan Jaejoong adalah cast milik agency mereka masing-masing dan Tentunya Tuhan yang Maha Esa. Author sedang dilanda kerinduan yang mendalam habis liat senyuman jaemma di fanmeeting pas fans teriak-teriak nama Yunho (author curhat). INGAT FF INI 1000% MILIK AUTHOR !

WARNING ! BOY X BOY ! SHONEN AI ! YAOI ! Author sudah memperingatkan ! DON'T LIKE DON'T READ ! Tidak menerima Bash.

AKTFYUNJAE2013

*Kyuhyun POV*

Sexy free and single...

Nada dering handphoneku berbunyi. Aku menduga-duga siapa yang berani meneleponku ketika aku sedang asyik bermain game. Tapi, melihat nama yang tertera di layar handphoneku, segera kuangkat panggilan itu. Panggilan ini panggilan darurat.

"Yoboseyo?" Kuangkat panggilan teleponku.

"ini Go Ahra. Cari tau siapa yang merawat Yunho di DongBang High School. Beri pelajaran padanya agar tidak mendekatinya. Aku percayakan padamu." Suara di seberang membalas.

"apapun akan kulakukan untukmu, putriku." Jawabku.

"Gomawo ne. Kau mata-mata yang paling bisa diandalkan Kyuhyun-ssi."

"ne.." Kujawab dengan desahan nafas. Tentu saja tidak terdengar di telefon.

Pip.

Aku menekan tombol merah tanda percakapan kami berdua telah berakhir. Go Ahra. Gadis itu memang orang yang to the point. Mungkin berbicara secukupnya adalah motto yang dia ingin tau siapa Go Ahra di kehidupanku?

Go Ahra adalah anak dari keluarga yang sudah merawatku selama ini. Aku yang hanya anak dari seorang pembantu rumah tangga keluarga Go dianggap sebagai anak mereka sendiri sejak aku lahir. Go Ahra adalah gadis yang kuanggap seperti kakakku sendiri. Kami berdua hanya berbeda usia 1 tahun. Entah kenapa semakin dewasa, aku merasa ia semakin sombong. Bahkan ia menyuruhku memanggilnya 'Tuan Putri'. Tapi aku tak dapat menolak setiap perintah darinya. Aku tau, aku disekolahkan di DongBang High School satu tahun yang lalu karena Go Ahra mengincar namja bernama Jung Yunho itu. Ia sedikit, tidak, ia sangat terobsesi pada Jung Yunho. Ah, lagi-lagi aku harus menjalankan tugas mata-mataku.

Kulangkahkan kakiku keluar dari game center. Sepertinya besok ada tugas baru yang menantiku.

AKTFYUNJAE2013

*Author Pov*

-di kelas 1B-

Namja tampan bertubuh jangkung itu sedang asyik membaca komik di tangannya. Sesekali ia tersenyum mendapati adegan lucu di komik itu. Shim Changmin tak sadar ketika seseorang menghampirinya.

"Changmin-ah, kumohon bantu aku mengerjakan soal ini." Lee Jinki. Teman sekelasnya itu membawa sebuah buku dan menghadapkannya pada Changmin.

"Matematika? Kau tanya saja pada Cho Kyuhyun. Dia ahlinya." Changmin hanya melirik sebentar pada buku itu dan kembali memfokuskan matanya pada komiknya.

"Ya! Kau itu juara pararel ketika ujian masuk Changmin-ah, kau juga pasti bisa mengerjakan soal ini. Lagipula kyuhyun belum datang dan hanya tinggal soal ini yang belum aku kerjakan." Lee Jinki atau yang akrab disapa ONEW itu kali ini memandang Changmin dengan tatapan memelas.

Changmin hanya bisa memijat jidatnya. "Kau tanya saja pada Kyu, Jinki-ah. Aku sibuk." Lalu tatapan Changmin mengarah pada Kyuhyun yang baru saja masuk ke kelas.

"Ah, itu dia Kyu. Ya! Cho Kyuhyun kemarilah." Changmin berteriak.

Kyu yang dipanggil Changmin segera menghampiri Changmin dan Jinki. Sudah tak heran lagi bagi anak kelas 1B karena gosipnya, Cho Kyuhyun, siswa jenius matematika menyukai Shim Changmin yang notabene adalah siswa paling pintar di kelas 1. Karena itulah, kyuhyun selalu melakukan apapun yang Changmin perintahkan.

"ne, Kyu. Bantulah Jinki mengerjakan tugasnya." Changmin lalu segera berdiri.

"Lalu kau mau kemana Changmin-ah?"

"Aku? Menemui Yunho-hyung tentu saja." Changmin melangkahkan kakinya keluar kelas. Membiarkan Kyu dan Jinki yang saling bertatapan. Kyuhyun hanya melakukan perintah Changmin untuk mengajari Jinki. Kyu sudah terbiasa menghadapi alasan Changmin 'menemui Yunho-hyung' itu.

'Waktu pulang sekolah akan kuintai Jung Yunho-sunbae. Mungkin aku akan mendapatkan sesuatu.' Seringai kyu dalam hatinya.

AKTFYUNJAE2013

*Yunho POV*

Saat ini aku sedang melangkahkan kakiku ke ruang UKS. Tadi pagi Changmin berisik sekali ketika ia berkunjung ke kelasku. Lagi-lagi ia bercerita tentang teman-temannya yang selalu mengandalkannya ketika ada tugas. Untung saja, teman-teman sekelasku sudah terbiasa dengan kelakuan Changmin. Kalau tidak, ia pasti sudah dicincang oleh teman-temanku.

Sesampainya di depan pintu UKS. Aku merasa ada sepasang mata yang memperhatikanku dari jauh. Aku menoleh ke kanan dan ke kiri, memastikan tak ada yang mengikutiku. Awalnya kukira itu Changmin, tapi itu tidak mungkin karena Changmin selalu berisik ketika bertemu denganku. Aku hanya mengangkat bahuku, tidak peduli. Lalu dengan perlahan aku masuk ke UKS dan Kim Jaejoong sudah duduk di bangku perawat UKS seperti menyapanya, aku seperti biasa segera duduk di salah satu kasur.

AKTFYUNJAE2013

*Author POV*

"Sore Joongie." Sapa Suara yang sudah sangat Jaejoong kenal itu.

Jaejoong hanya mengangguk. Yunho lalu segera berjalan menuju ke salah satu kasur di ruangan UKS. Jaejoong seperti biasa langsung mengecek kaki Yunho. Memastikan lukanya sudah mengering atau belum. Ataupun jika perban Yunho sudah agak kusam, digantinya dengan perban baru agar tak menimbulkan alergi.

"Tubuhmu cepat sekali sembuh ya. Kurasa ini tak butuh waktu 3 minggu, kau hanya butuh waktu 2 minggu untuk pulih total." Kim Jaejoong hanya menatap pada perban di kaki Yunho. Ia sama sekali tak punya tenaga untuk melihat ke arah mata musang Yunho. Jaejoong berfikir, sekali ia melihat ke dalam mata musang Yunho, ia akan langsung terhisap oleh pesona yang di keluarkannya.

"Kenapa Joongie, kau menyesal takkan melihatku lagi ya? Kita berdua kan hanya bertemu pada saat kau merawat kakiku saja kan?" Jawab Yunho.

Memang gedung masing-masing kelas berbeda gedung. Karena itulah jarang sekali ada anak kelas 2 atau kelas 1 yang berkunjung ke gedung kelas 3 apabila memang tak terlalu perlu. Jarak gedung kelas 3 memang agak jauh karena dipisahkan oleh taman sekolah. Sedangkan gedung kelas 1 dan kelas 2 hanya berjarak 50 meter saja. Beda dengan Shim Changmin, ia sama sekali tak peduli betapa jauh gedung kelas 3. Yang penting ia bertemu dengan Yunho karena Yunho memang satu-satunya orang yang paling ia percayai di sekolah ini.

"Tidak, biasa saja. Aku hanya merasa lega terbebas dari kutukan yang kau berikan." Setelah melihat kaki segera melangkah menuju ke bangku perawat UKS tanpa melihat ke arah Yunho.

"benarkah itu yang kau pikirkan boo?" Yunho berjalan tertatih-tatih tanpa tongkat ke arah jaejoong. Diraihnya dagu Jaejoong dan mata does Jaejoong pun akhirnya bertemu dengan mata musang Yunho.

CUP

Tanpa ragu lagi, ia segera mencium bibir Jaejoong. Dilumatnya bibir bawah Jaejoong. Jaejoong yang mendapati perlakuan dari Yunho hanya dapat membelalakkan matanya. Tapi semakin lama, ia semakin menikmati permainan bibir yang dibuat oleh Yunho. Tak beberapa lama kemudian Yunho melepas tautan bibir mereka berdua. Ditempelkan keningnya di kening Jaejoong, lalu dikecupnya perlahan kening Jaejoong.

"Kali ini aku masih bisa menahannya boo. Tapi aku tak tau apa yang akan terjadi lain kali." Ditepuknya pelan ujung kepala Jaejoong. Lalu Segera meninggalkan UKS, meninggalkan Kim Jaejoong yang wajahnya memerah karena perlakuan Yunho padanya.

.
.

Tanpa Jaejoong dan Yunho sadari. Sepasang mata memperhatikan apa yang mereka berdua lakukan sedari tadi. Orang itu segera mengambil hp dari saku celananya dan mengetikkan beberapa kalimat.

"Tuan Putri, orang yang merawat luka Jung Yunho-sunbae adalah Kim jaejoong."

Pip.

Tak beberapa lama balasan muncul.

"Kim Jaejoong? Nuguya? Kau punya informasi apa tentangnya?"

Jari-jari kyuhyun segera mengetikkan balasan.

"Kim Jaejoong. Putra tunggal dari pemilik Kim corp. Sebuah perusahaan kecil yang bergerak di bidang desain. Ayah dan ibunya adalah desainer terkenal di Seoul. Termasuk anggota PMR di sekolah. Nilai-nilainya sangat baik bahkan ia termasuk 3 besar peringkat terbaik kelas 2 di DongBang High School."

Pip.

Kyuhyun mengirimkan pesan tadi. Tak lama, Balasannya sudah muncul.

"aku tak peduli siapa dia. Segera beri pelajaran padanya karena sudah mendekati Yunho-ku. Segera kirimkan fotonya padaku. Segera Kyuhyun."

Kyuhyun hanya menghela nafas menghadapi perintah serakah dari Go Ahra. Mau tak mau ia harus melaksanakan perintah itu. Dicarinya foto Jaejoong di data website DongBang HighSchool, lalu segera dikirimkannya pada 'Tuan Putri'nya itu.

"Sepertinya kau bergaul dengan orang yang salah Ahra-noona. Semenjak kau berkawan dengan Tiffany dan Jessica, kau selalu bersikap mewah dan sombong. Aku ingin Ahra-noonaku yang dulu."

.
.

Ahra menatap kesal menatap layar handphonennya. Sms dari Kyuhyun barusan membuatnya sangat emosi.

Pip.

Segera dibukanya email dengan format foto itu. Memperlihatkan foto namja yang merusak hubungannya dengan Yunho.

"Kim Jaejoong. Lumayan cantik untuk ukuran namja." Smirk Ahra.

"Nuguya?" Jessica dan Tiffany bertanya bersamaan. Ahra hanya memperlihatkan foto Jaejoong ke dua yeoja yang sudah bersahabat dengannya sejak SMP itu.

"Yeoppo!" Tiffany berkomentar.

"Ya! Masih lebih cantik aku daripada orang dia namja, NAMJA!" Ahra menatap kesal pada Tiffany.

"ne ne Go Ahra. Kau adalah orang yang paling pantas untuk Jung Yunho." Kata Jessica sambil tertawa kecil.

"nah! Itu baru betul !"

"Lalu apa yang akan kau lakukan pada namja ini?" Tiffany balik bertanya pada Ahra.

"Lihat saja nanti." Seringai Ahra menyeramkan.

AKTFYUNJAE2013

Cho Kyuhyun berlari-lari kecil menyusuri lorong kelas 2. Segera ia bersembunyi salah satu bilik, memastikan Kim Jaejoong akan lewat. Dan benar saja. Tak beberapa lama, Jaejoong berbelok ke arah tikungan tempat ia bersembunyi. Dengan cepat, Kyuhyun langsung membius Jaejoong, dan segera membawanya ke suatu tempat.

Diletakkannya tubuh pingsan Jaejoong di gudang olahraga tua di belakang sekolah. Dengan cepat Kyuhyun menutup pintu. Meninggalkan Jaejoong yang masih pingsan.

"Maafkan aku sunbae. Hanya saja aku tak bisa menolak perintahnya. Mianhae." Kyuhyun hanya bisa meminta maaf sambil terus melangkahkan kakinya menjauh dari gedung.

.
.

"eungg... dimana ini?" Jaejoong memegang kepalanya yang masih terasa sedikit pusing. Butuh waktu beberapa saat hingga ia menyadari kalau ia hanya sendirian di tempat itu.

"YA! Siapapun diluar! Bukakan pintunya!" Jaejoong berteriak sambil menggedor-gedor pintu. Tapi tentu saja tak seorang pun akan datang karena gudang tua ini letaknya di belakang jarang sekali siswa datang kesitu karena memang sudah tak difungsikan lagi.

"eotokhe?" Jaejoong merasakan ketakutan yang mendalam. Dilihatnya selembar kertas yang tergeletak di bawah pintu.

"JAUHI JUNG YUNHO ATAU PENDERITAANMU AKAN TERUS BERLANJUT"

"Mwo? Apa maksudnya?" Jaejoong mengernyitkan dahinya. Kali ini air matanya sukses mengalir. Ia sangat ketakutan saat ini. Tapi hanya ada satu nama dalam pikirannya saat ini.

"Jung Yunho... tolong aku" pintanya lirih.

AKTFYUNJAE2013

Review again ne ? Gomawo :*