My Destiny is Care about You
Author : AiMii YunJaeshipper
Rated : T
Chapter : 5
Genre : School, Romance
Disclaimer : Yunho dan Jaejoong adalah cast milik agency mereka masing-masing dan Tentunya Tuhan yang Maha Esa. Author sedang dilanda kerinduan yang mendalam habis liat senyuman jaemma di fanmeeting pas fans teriak-teriak nama Yunho (author curhat). INGAT FF INI 1000% MILIK AUTHOR !
WARNING ! BOY X BOY ! SHONEN AI ! YAOI ! Author sudah memperingatkan ! DON'T LIKE DON'T READ ! Tidak menerima Bash.
AKTFYUNJAE2013
"ne.. tentu saja Yunho-ah. Sampai bertemu besok." Go Ahra menutup handphone flipnya. Wajahnya menyunggingkan sebuah senyuman tanda ia merasa sangat senang karena telefon yang baru diterimanya.
"Nee, ahra. Telepon dari siapa ?" Jessica yang baru kembali dari kamar mandi bertanya pada Ahra karena melihat wajah bodoh sahabatnya itu. Saat ini mereka bertiga ada di kamar Ahra.
"Coba kau tebak?" Tiffany yang duduk di samping Ahra hanya menarik ujung bibir kanannya ke atas.
"Hmm.. Jung Yunho?" Jessica berfikir sejenak dan menjawab asal pertanyaan Tiffany
"TING TONG!" Tiffany bertepuk tangan ria.
"Jinjja ?" Kali ini pandangan Jessica berganti ke arah Ahra.
"Kalian tau? Jung Yunho mengajakku kencan !" Ahra berteriak histeris kepada kedua sahabatnya.
"Uwaaah Chukkae ! Akhirnya namja musang itu normal juga!" Jessica menggemgam kedua tangan Ahra.
"YA!" Ahra sedikit tersinggung dengan pernyataan Jessica.
"Sudahlah kalian berdua. Yang penting kan kali ini Jung Yunho mengajak Ahra kencan. Ini suatu permulaan besar!" Tiffany sedikit menenangkan kedua sahabatnya itu.
"Kau benar Tiffany. Ah~ aku tak sabar menanti hari esok." Ahra berteriak kegirangan. Diikuti teriakan Tiffany dan Jessica.
Mereka tidak tahu apa yang akan Jung Yunho lakukan pada Ahra. Pembalasan dendam terhadap apa yang sudah Ahra lakukan pada Jaejoong. Ingatlah, Jung Yunho selalu akan melindungi Jaejoong. Siapapun yang menghalanginya, pasti akan mendapat balasannya. Apalagi, dengan status sebagai pewaris tunggal Jung Corp, tak ada satupun yang dapat menghentikannya.
AKTFYUNJAE2013
-Cassie Cafe-
Go Ahra saat ini sedang duduk santai di salah satu sudut cafe paling terkenal di Seoul. Ia tiba satu jam lebih awal. Maklumlah, apapun akan ia lakukan demi Jung Yunho. Tentu saja bukan hanya sekedar ia menyukai Namja bermata musang itu. Apabila ia bisa mendapatkan hati Jung Yunho , otomatis perusahaan Go juga akan mendapat investasi besar dari Jung corp. Karena alasan itulah Go Ahra mendekati Jung Yunho.
Sudah jam 3 lebih 15 menit. Ahra bolak-balik menatap pintu cafe. Tapi, keberadaan Yunho masih belum tampak juga. Ahra sesekali meminum teh yang ia pesan saat awal datang tadi.
Akhirnya, setelah 30 menit Ahra menunggu. Jung Yunho terlihat masuk dari depan pintu cafe. Ketampanannya sontak membuat yeoja-yeoja di cafe tersebut terpesona. Walaupun masih memakai tongkat penyangga karena kakinya yang bengkak belum sembuh juga, tak membuat ketampanan dan karisma yang dimilikinya berkurang. Ahra dengan bangga membetulkan posisi duduknya. Lalu berdiri meyambut Yunho.
"Yunho, kau lama sekali." Ahra sedikit memanjakan suaranya
"Aku tak ingin lama-lama. Aku ingin segera pada pokok permasalahannya." Jelas Yunho tanpa basa-basi sambil duduk di kursi yang ada di depan Ahra.
"me-mang ada apa Yunho?" Ahra sedikit gugup melihat ekspresi wajah Yunho. Ekspresi wajahnya yang semula tersenyum senang kali ini terlihat khawatir.
"Kau mengenal Kim Jaejoong kan?"
DEG
Jantung Ahra berdebar hebat. Apakah Yunho mengetahui semuanya? Ahra langsung tertunduk mendengar pernyataan Yunho.
"Kemarin, dia disekap di gudang belakang sekolah. Dari kamera CCTV , aku melihat Cho Kyuhyun menyekapnya. Dan..." Yunho sedikit menghentikan kata-katanya lalu menatap pada Ahra tajam.
"Cho Kyuhyun itu pelayanmu kan? Apakah kau yang menyuruhnya Go Ahra?" Yunho menunggu pernyataan dari Go Ahra.
"A-aku..." Ahra tak bisa berkata apapun lagi. Semua pernyataan yang dikatakan Yunho adalah kebenaran. Ahra tak dapat menolak dari sisi manapun. Betapapun hebatnya ia berakting dan berbohong di depan semua orang, ia paling tak bisa melakukannya di depan Yunho.
"Kau tak bisa menyangkalnya kan? Baiklah, aku akan memaafkanmu kali ini. Tapi, sekali lagi kau berbuat sesuatu pada Jaejoong, akan kupastikan perusahaan ayahmu akan bangkrut. Kau tau kan, pemilik saham terbesar di perusahaanmu adalah perusahaanku?" Yunho bangkit dari duduknya dan berbalik meninggalkan Ahra yang masih tertunduk.
"Ah, satu lagi" Yunho berbalik menatap Ahra lagi. "Jika kedua temanmu.. em.. siapa nama mereka? Tiffany dan jessica ? aku juga akan menarik saham Jung Corp dari perusahaan kedua orang tua mereka jika mereka juga berkerja sama denganmu."
Yunho meninggalkan Cassie Cafe. Meninggalkan Go Ahra yang masih tertunduk dengan air mata yang mengalir perlahan di pipinya.
AKTFYUNJAE2013
-Hospital-
*jaejoong pov*
Aku membuka mataku perlahan. Kepalaku masih pusing tapi aku bisa mengingat jelas apa yang terjadi padaku. Kulihat sekelilingku perlahan, masih agak samar tetapi aku tau bahwa aku saat ini tengah berada di rumah sakit. Kurasakan tangan kananku digenggam erat oleh seseorang. Aku sedikit merubah posisiku ke posisi duduk. Kulihat Yunho tertidur pulas sambil memegang tangan kananku. Aku bingung, berapa lama aku pingsan dan terbaring?
"Ah, kau sudah bangun rupanya." Su-ie masuk perlahan dari balik pintu. Begitu pula Yoochun-sunbae mengikuti di belakang Su-ie. Mungkin mereka tak mau membangunkan Yunho. Aku heran, sejak kapan mereka berdua terlihat begitu dekat?
"Dia menunggumu terus loh 3 hari ini. Saat Yunho bangun nanti kau harus berterimakasih padanya." Yoochun-sunbae duduk di salah satu sofa sambil tersenyum jahil.
3 hari ? aku sudah pingsan 3 hari ? Dan Yunho terus menungguiku? Rasanya aku ingin tertawa. Bukankah menjadi tugasku yang merawat Jung Yunho? Dan sekarang ia yang merawatku, keadaannya seperti berbalik.
"Bagaimana keadaan kakinya?" Dengan perlahan aku berkata. Maklumlah aku masih belum sepenuhnya pulih atas kondisiku.
"Kau tak perlu khawatir. Kau tau kan ia adalah pewaris tunggal Jung Corp? Ia mempunyai banyak Dokter pribadi di rumahnya." Yoochun-sunbae menjelaskan.
"Lalu.. kenapa?" Aku sedikit bingung. Mengapa Yunho memintaku untuk merawatnya kalau ia saja mampu untuk menyewa dokter pribadi? Sedangkan aku hanyalah anggota PMR biasa di sekolah.
"Kau tak menyadarinya, hyung? Yunho-sunbae kan mencintaimu." Kali ini giliran Su-ie yang menjawab.
"M-mwo?"
"Memang kau tak ingat padanya? Ah, tunggu sebentar." Yoochun sunbae mengeluarkan handphone dari sakunya. Tak beberapa lama ia menghampiriku dan menunjukkan sebuah foto padaku.
"Mungkin dengan foto ini kau dapat mengingat siapa Yunho." Yoochun-sunbae tersenyum sambil memperlihatkan layar handphonenya padaku. Aku memegang handphone Yoochun sunbae sambil melihat dengan seksama foto yang ada di layarnya. Terlihat di foto itu dua orang namja yang sedang berangkulan sambil tersenyum lebar ke arah kamera. Aku mengenal salah satu namja itu Yoochun-sunbae. Tapi, namja yang satunya lagi, bukankah itu sunbae yang pernah aku tolong ketika upacara penerimaan murid baru?
"Ma-maksud Yoochun-sunbae. Orang ini Yunho?" Aku menatap Yoochun-sunbae sambil diiringi anggukan dari sang pemilik handphone. Yoochun-sunbae segera mengambil handphonenya kembali dari tanganku.
"Orang itu memang Yunho, hebat kan ia bisa merubah penampilannya sedemikian rupa. Hanya demi kau. Hahaha."
"Kau terlalu banyak bicara Yoochun." Tiba-tiba Yunho sudah bangun dari tidurnya. Ia mengucek matanya perlahan dan tersenyum padaku.
"Ups, Tuan Jung Yunho sudah bangun rupanya. Ayo, su-ie, kita tinggalkan mereka berdua." Yoochun-sunbae menarik tangan Junsu lalu pergi meninggalkan ruangan. Omo, apa mereka berdua sudah jadian?
"Kau heran ya? Mereka sudah berpacaran sejak kemarin. Seperti biasa, jurus kilat playboy Yoochun dapat menaklukkan Junsu. Tapi sepertinya temanmu itu memang sangat menyukai teman dahi lebarku itu." Yunho menjelaskan sambil sesekali menguap perlahan. Sepertinya ia masih terlihat capek.
"Jadi? Benar kau Sunbae yang kutolong waktu itu?" Yunho hanya mengangguk mengiyakan.
"Kau.. merubah penampilanmu demi aku?" Sekali lagi Yunho mengangguk.
"Kenapa kau melakukannya?"
"Kau sudah mendengarnya dari Junsu tadi kan? Aku mencintaimu Jaejoong-ah." Kali ini Yunho menggenggam erat tanganku sambil tersenyum. Senyum yang menenangkan.
Aku hanya bisa terdiam. Mungkin, aku belum siap dengan semua ini. Yunho yang menyadari perubahan ekspresiku langsung bangkit dari duduknya. Ia lalu menyelimutiku.
"Ah, maaf mengagetkanmu dengan semua ini. Aku tau kau masih belum pulih sepenuhnya. Tidurlah." Kata Yunho lalu perlahan menepuk ujung kepalaku sembari tersenyum dan meninggalkan kamar. Huh... mungkin kali ini aku harus belajar bagaimana cara menyembunyikan wajahku yang sudah mulai memerah.
AKTFYUNJAE2013
*jaejoong POV*
Hari ini aku boleh kembali dari Rumah sakit. Berterimakasihlah pada Jung Yunho karena berkat ia aku tak perlu memikirkan pusing-pusing biaya rumah sakit. Ia juga yang mengantarkanku sampai rumah. Dan tentu saja, ibu dan ayahku dengan gugup menerima kedatangan putra pemilik perusahaan terbesar di Seoul itu.
"Gomawo." Kataku datar sesaat setelah Yunho mengantarkan di depan pintu apartemen milik keluargaku.
"Omo, Joongie, kau tak boleh kasar begitu pada Tuan Yunho." Eomma mengibas-ngibaskan tangannya di depanku sambil tertawa aneh pada Yunho. Yunho yang mendapati perlakuan keluargaku hanya tersenyum geli sembari menatap
"Kau boleh main kesini kapanpun kau mau Tuan Yunho." Appa yang berada di belakangku tiba-tiba ikut menyahut.
"ah, ne. Kalau begitu saya permisi dulu. Sampai jumpa di sekolah Jae." Yunho membungkuk dan berjalan meninggalakan apartemen keluargaku.
"Aish Jaejoong, kau begitu beruntung mengenal Jung Yunho. Bagaimana ceritanya?" Sembari menuntun masuk ke dalam rumah, eomma terus-terusan menanyaiku tentang Yunho. Terpaksa nanti malam aku harus menjelaskannya nih.
AKTFYUNJAE2013
Maaf Hiatus lama, author sedang sibuk sama kegiatan sekolah.
Rencananya ini bakalan habis dalam 1 chapter lagi sih. Tunggu aja ya.
Yang suka MIKARAM DGNA, silahkan baca ff special valentineku ya =)
Review please ?
