My Destiny is Care about You

Author : AiMii YunJaeshipper

Rated : T

Chapter : 6

Genre : School, Romance

Disclaimer : Yunho dan Jaejoong adalah cast milik agency mereka masing-masing dan Tentunya Tuhan yang Maha Esa. Author sedang dilanda kerinduan yang mendalam habis liat senyuman jaemma di fanmeeting pas fans teriak-teriak nama Yunho (author curhat). INGAT FF INI 1000% MILIK AUTHOR !

WARNING ! BOY X BOY ! SHONEN AI ! YAOI ! Author sudah memperingatkan ! DON'T LIKE DON'T READ ! Tidak menerima Bash.

AKTFYUNJAE2013

Jaejoong melangkahkan kakinya memasuki sekolah. Sudah sekitar 5 hari ia tidak masuk sekolah karena sakit. Sebenarnya, alasan lain ia tidak masuk adalah menghindari Jung Yunho. Jaejoong tidak tau apa yang harus ia lakukan setelah Yunho menyatakan perasaannya tempo hari. Memangnya Yunho menyatakan perasaannya ? entahlah. Yang pasti Jaejoong mengerti kalau Yunho mempunyai perasaan lebih padanya.

Kali ini, apa yang harus Jaejoong lakukan ketika bertemu Yunho. Apakah ia harus santai dan berkata 'Hai Yunho' dengan senyuman seperti biasanya tetapi sepertinya ia tidak akan bisa melakukannya. Jaejoong terus melangkahkan kakinya memasuki ruang kelas 2-A. Sejenak ia menarik nafas sebelum ia mendorong pintu kelas.

DUAARRR

"SELAMAT DATANG KEMBALI KIM JAEJOONG" Teman sekelasnya meniupkan terompet dan menyambut kehadiran Jaejoong.

Jaejoong hanya terperangah melihat pesta sambutan untuknya. Junsu langsung maju ke depan dan menyerahkan seikat bunga ke hadapan Jaejoong sembari berkata "Welcome back, hyung."

.

.

Diluar kelas, Jung Yunho tersenyum melihat pesta kejutan dalam kelas Jaejoong. Wajahnya tersenyum sembari menarik ujung bibir kanannya ke atas dan bergumam "Welcome back."

AKTFYUNJAE2013

Butuh beberapa lama bagi Kim Jaejoong untuk menyadari bahwa ia 'masih' bertugas merawat luka Yunho. Sebenarnya, ia masih malas melakukannya. Mengingat kejadian di rumah sakit kemarin dan membayangkan wajah Yunho saja membuatnya malu apalagi ia harus bertemu dengan Yunho.

Dengan berlari-lari kecil di lorong menuju UKS, Jaejoong sesekali melihat ke arah jam tangannya. Waktu sudah menunjukan pukul 03.45 berarti ia sudah terlambat 45 menit. Belum sampai Jaejoong sampai di depan UKS, dari kejauhan ia mendapati Yunho sudah bertopang dagu di depan pintu UKS. Dipelankannya langkah kakinya dan berjalan menuju Yunho.

"Ehem" Yunho terbatuk pelan. Sedangkan Jaejoong yang sudah berdiri di depan Yunho masih terus menundukkan kepalanya.

"aah, aku sudah berdiri disini selama 45 menit. Capek sekali."

"Mi-mian..."

"ada beberapa hal yang harus kulakukan agar aku tidak merasa capek lagi Jae."

"M-mwo?"

Yunho perlahan mendekap wajah Jaejoong dan menahannya agar tidak bergerak. Sementara Jaejoong hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan Yunho. Entah kenapa, setiap Yunho mendekat ke arahnya, aroma yang dikeluarkan dari tubuh Yunho membuat semangatnya meluap entah kemana sehingga ia tak bisa melawannya.

Yunho semakin mendekatkan wajahnya hingga jarah 3 cm ia berhenti. Menarik ujung bibir kanannya ke atas sembari menatap Jaejoong yang tengah memejamkan matanya erat. Perlahan dimundurkan kepalanya dan jarinya menjetik kening Jaejoong.

"appo.." Jaejoong hanya meringis kesal mendapati ia sedang dijahili oleh Yunho.

"Hukuman. Karena kau terlambat." Smirk Yunho. "Sekarang kau harus mengganti perbanku. Ppali!"

"ne.. ne.."

Dengan pasrah Jaejoong masuk ke ruang UKS untuk mengganti perban Yunho. Ia tak mau mendapat jentikan lagi dari Yunho, kan ?

.

.

Jaejoong merapikan kotak P3Knya, saat ini ia sudah sendirian di ruang UKS. Jam dinding di atas pintu UKS sudah menunjukkan pukul 6. Saatnya ia pulang. Sebenarnya tadi Yunho memaksa ingin menemani Jaejoong, ia takut terjadi sesuatu lagi pada Jaejoong akibat kesalahannya. Tapi, Jaejoong memaksa pada Yunho agar pulang duluan. Ia juga tidak ingin merepotkan Yunho kan ? Well, keduanya memang saling menjaga.

"Ne, Tuan Jaejoong sudah selesai?" Lee-ahjussi yang ada di depan pintu UKS mengingatkan Jaejoong. Ah, kali ini Yunho meminta tolong pada Lee-ahjussi agar menjaga Jaejoong. Memastikan Jaejoong baik-baik saja hingga pulang. Permintaan salah satu pemegang donasi terbesar tidak mungkin ditolak kan?

"Ah, ne." Jaejoong dengan segera mengambil tasnya dan beranjak meninggalkan UKS. Tetapi langkahnya terhenti melihat sesuatu di ranjang UKS.

"Ponsel?" Diambilnya ponsel itu. "Mungkin milik Yunho, aku akan mengembalikannya besok." Segera dimasukkannya ponsel Yunho ke dalam tasnya. Lalu berterimakasih pada Lee-ahjussi yang telah mengantarnya.

AKTFYUNJAE2013

Jaejoong mengusap-usap tengkuk membersihkan sisa air yang masih menempel di tubuhnya. Pandangannya tiba-tiba terhenti pada tas sekolahnya. Ia ingat, ia masih menyimpan ponsel Yunho disana. Jaejoong segera memakai piyama tidurnya dan mengambil ponsel Yunho dari tasnya. Dengan iseng dibukanya folder gambar. Mungkin saja ia menemukan sesuatu yang mesum. Jadi, Yunho tidak akan mengganggunya lagi. Jaejoong hanya tertawa-tawa sendiri membayangkan itu. Tapi khayalannya terhenti melihat foto-foto di ponsel Yunho. Dirinya.

"Mwo? Kapan dia mengambil semua ini?"

Fotonya saat ia makan siang, fotonya saat festival olahraga, saat ia bertugas di UKS-pun ada. Juga, Fotonya saat ia belajar di kelas. Tunggu, darimana ia mendapatkan fotonya saat ia belajar di kelas ? Sialan, pasti Su-ie berkerjasama dengan Yunho. Diperhatikannya lagi satu persatu fotonya yang ada di dalam ponsel Yunho. Ah, ternyata di setiap foto ada catatannya.

Jaejoong membuka fotonya saat festival olahraga. Otomatis catatan foto itu muncul.

"24 Agustus. Hari ini kelas 1 dan kelas 2 mengadakan festival olahraga. Sayang sekali, kelas 3 sudah tidak diperbolehkan ikut. Ah, aku ingin melihat Joongie. Tapi, tadi waktu istirahat aku berhasil mengambil fotonya. Seperti bisa senyumnya selalu lucu."

Jaejoong terkikik. Ia tidak menyangka Tuan Muda Jung Yunho dapat menulis kata-kata seperti ini. Lalu, ia membuka fotonya saat berada di UKS.

"Seperti biasa pasiennya mengantri. Aku tidak suka, aku juga ingin dirawat olehnya. Tapi, aku harus beralasan apa ? Berfikirlah Jung Yunhooo."

Jaejoong lalu membuka fotonya saat ia memandangi bunga-bunga ditaman. Memangnya kapan ia mengambil ini? Jaejoong sedikit bergidik mengetahui Yunho selalu memperhatikannya.

"Wajahnya terlihat lesu memandangi bunganya hari ini. Mungkin aku akan minta tolong Kim-ahjussi agar membantu Joongie merawat bunga-bunga itu. Tapi, jangan sampai ia tau. Aku dengar ia selalu menolak jika Kim-ahjussi membantunya."

Kim-ahjussi adalah salah satu tukang kebun di sekolahnya. Ah, mungkin karena ini bunga-bunga Jaejoong tidak terlihat layu lagi. Rupanya Jung Yunho adalah otak dibalik semua ini. Dibukanya lagi salah satu fotonya saat ia berada di UKS. Hey, ini kan baru-baru ini.

"Hari ini aku mulai dirawat Jaejoong. Siapa yang tidak bisa menolak permintaanku? Baiklah, semangat untuk mengejarnya Yunho."

Sekali lagi Jaejoong terkikik. Jung Yunho memang tidak bisa ditebak. Siapa sangka dibalik penampilannya yang selalu sempurna dan terlihat gagah ia bisa menulis tulisan semacam ini. Dibukanya, foto paling terakhir. Foto paling terbaru tentang dirinya.

"Junsu baik sekali. Ia langsung mengirimkan foto tersenyum Joongie tadi pagi. Untunglah, aku bisa melihat senyumnya lagi. Untuk terakhir kalinya mungkin ?"

Jaejoong terbangun. Apa maksud dari tulisan "Untuk terakhir kalinya"? memang Yunho mau pergi kemana ?

.

.

"Tidak bisakah kau menundanya Yun?" Yoochun berbicara serius pada Yunho kali ini. Yunho sudah hampir mendapatkan Jaejoong dan ia akan melanjutkan studinya di Amerika? Dia gila, pikir Yoochun.

"Sudah tidak mungkin Yoochun-ah." Yunho mengaduk-aduk cappucinonya.

"Lalu bagaimana dengan Jaejoong-hyung, sunbae?" Jangan lupakan Junsu yang saat ini duduk di samping Yoochun.

"Bagaimana dengan kakimu,hyung?" Changmin ikut-ikutan bertanya.

"Kata dokter pribadiku, besok pagi perbannya sudah boleh kulepas."

Yunho memang sengaja mengundang Yoochun, Junsu dan Changmin untuk membicarakan hal ini. Besok, setelah upacara kelulusan, ia akan pergi ke Amerika. Dan ia takkan mengatakannya pada Jaejoong. Menatap Jaejoong di saat-saat terakhirnya adalah hal yang bisa mengganggu pikirannya di Amerika nanti.

"Kau yakin dengan ini, hyung?" Changmin bertanya lagi pada Yunho. Dan balasan Yunho hanya anggukan.

"Kau yakin tak akan memberitahu Jaejoong?" Tanya Yoochun sekali lagi dan hanya dibalas gelengan kepala dari Jung Yunho.

"Setidaknya aku masih memiliki foto-fotonya." Yunho mencari-cari ponselnya di seluruh sakunya. Tapi, ia tidak menemukannya.

"Matilah aku."

"Wae?" Changmin, Junsu dan Yoochun bertanya serempak.

"Mungkin , besok Jaejoong akan mengetahui semuanya."

AKTFYUNJAE2013

Junsu sedikit terkejut ketika ia masuk kelas, ia mendapati Jaejoong yang sedang terbaring di bangkunya. Kepalanya ia sandarkan pada mejanya dengan tatapan sendu. Junsu ingin segera memberitahu Jaejoong masalah Yunho, tapi mengingat perkataan Yunho tadi malam, sepertinya itu tidak perlu.

"Pagi, hyung!" Junsu menepuk punggung Jaejoong.

"Su-ie... apakah Yunho akan pergi?"

"Kenapa kau bertanya padaku, hyung?" Tanya Junsu waswas

"LALU APA MAKSUDNYA INI!" Jaejoong sedikit berteriak. Untung saja saat itu tidak banyak orang di kelas mereka.

Jaejoong memperlihatkan catatan terakhir Yunho. Junsu yang melihatnya sudah mengerti apa maksudnya. Kemarin malam, Yunho bingung sekali mencari ponselnya. Dan Yunho baru ingat ia meletakkannya di kasur UKS.

"HYUNG!" Diangkatnya tubuh Jaejoong sehingga dalam posisi duduk. Sedangkan, Jaejoong hanya lemas menatap Junsu.

"Kau menyukai Yunho-sunbae kan? Kalau begitu kejar dia!"

"Apa maksudmu Su-ie?"

Junsu sekilas melirik jam di pergelangan tangan kirinya. "Mungkin kali ini masih sempat, hyung. Pergilah menemuinya, mungkin ia masih ada di sekolah."

"Memangnya kenapa Su-ie? Yunho benar-benar akan pergi?"

"Yunho-sunbae akan pergi ke Amerika sore ini hyung! Mungkin ia masih ada di sekolah!"

TING TONG

"Bilangkan pada Guru Su-ie, aku membolos !" Dengan cepat Jaejoong berlari keluar kelas sebelum Jang-seosangnim masuk ke kelas.

"Kim Jaejoong membolos ya? Sejak kapan murid teladan membolos?"

AKTFYUNJAE2013

Yunho berdiri tepat disamping meja UKS. Untunglah guru penjaga hari itu tidak masuk, sedangkan petugas piket hari ini menghilang entah kemana. Ditatapnya lagi setiap inci dari ruangan itu. Ia akan merindukan semua ini. Tatapan Jaejoong, omelan Jaejoong , bibir Jaejoong. Semua yang ada pada diri Jaejoong akan ia rindukan. Yunho sengaja datang ke UKS karena disinilah awal mula ia bisa berbicara dengan Jaejoong.

BRAK

Pintu UKS dibuka dengan kasar. Yunho membalikkan badannya, Seketika memperlihatkan sosok Kim Jaejoong yang sedang berusaha menahan air matanya.

"KAU..." Jaejoong berjalan menuju ke arah Yunho dan menunjuk tepat di depan hidung Yunho.

"KENAPA KAU TIDAK BILANG KAU AKAN PERGI?" Jaejoong masih berusaha tenang. Tapi hatinyalah yang membuatnya gusar.

"Memang kenapa?"

"KAU MELUPAKAN PONSELMU! KENAPA KAU TIDAK BILANG PADAKU!" Diambilnya ponsel Yunho disakunya lalu dijulurkannya di depan dada Yunho.

"Apakah itu penting untukmu Jae?" Tanya Yunho sambil mengambil ponselnya dan menggenggam tangan kanan Jaejoong.

"KENAPA KAU BERTANYA ITU PENTING UNTUKKU BODOH!"

"Kau bukan siapa-siapaku, kenapa aku harus memberitahukannya pa..."

"AKU MENCINTAIMU JUNG YUNHO! JANGAN SAMPAI AKU MENGUCAPKAN INI UNTUK KEDUA KALINYA!" Jaejoong sudah tidak mampu menahan tangisnya lagi. Semuanya tumpah ruah. Ia menunduk mengeluarkan semua air matanya.

"Haaahh... Sudah kuduga aku tak bisa melepasmu." Ditariknya tangan kanan Jaejoong dan didekapnya namja itu. Diangkatnya wajah Jaejoong. Mata Jaejoong masih terpejam sembari terus mengeluarkan air mata.

"Tunggu aku 4 tahun lagi ne? Aku janji akan segera pulang." Dikecupnya mata kanan dan kiri Jaejoong. Lalu bibir hati itu menakan bibir cherry Jaejoong. Memberinya sedikit lumatan hingga tangisan Jaejoong berhenti.

"Yaksok?" Jaejoong mengulurkan jari kelingkingnya.

"ne. Jangan menangis lagi ne?" Ditepuknya perlahan kepala Jaejoong. Jaejoong tersenyum.

"Ah, biasanya kau selalu mengambil gambarku diam-diam kan?" Jaejoong mengambil ponsel Yunho.

"Lalu?"

"Mendekat Yun." Jaejoong mengarahkan kamera ke arah Yunho dan dirinya. "Yup. Cheese!" tepat disaat kamera berbunyi, Jaejoong mengecup pipi kanan Yunho. Sedangkan Yunho menunjukkan tampang kaget.

"nah tinggal di beri catatan." Jaejoong mengetikkan beberapa kalimat. "My Destiny is Care about You. Love Kim Jaejoong."

"Jangan dihapus! Kalau dihapus, kubunuh kau!" Ancam Jaejoong sambil mengembalikan ponsel pada pemiliknya.

"Tidak akan Jae, Tidak akan." Dikecupnya puncak kepala Jaejoong. Kali ini Yunho bisa pergi dengan tenang ke Amerika. Karena ia yakin, Jaejoong akan menunggunya. Dan teman-temannya akan selalu menjaga Jaejoong.

AKTFYUNJAE2013

Maaf lama update (_ _) ada kah yang masih ingat sama ff gaje ini?

Makasih buat yang mau nungguin sama yang review..

Ini bakalan selesai satu part lagi.

Review again ne ? Gomawo :*