My Destiny is Care about You

Author : AiMii

Rated : T

Chapter : 7

Genre : School, Romance

Disclaimer : Yunho dan Jaejoong adalah cast milik agency mereka masing-masing dan Tentunya Tuhan yang Maha Esa. Author sedang dilanda kerinduan yang mendalam habis liat senyuman jaemma di fanmeeting pas fans teriak-teriak nama Yunho (author curhat). INGAT FF INI 1000% MILIK AUTHOR !

WARNING ! BOY X BOY ! SHONEN AI ! YAOI ! Author sudah memperingatkan ! DON'T LIKE DON'T READ ! Tidak menerima Bash.

AKTFYUNJAE2013

"Hyung!" Junsu tersenyum sembari berjalan ke arah bangku Jaejoong.

"mwo?" Jaejoong menghentikan aktifitasnya memandangi buku pelajaran. Maklumlah hari ini ada ulangan dan seperti biasa Jaejoong hanya menatap bukunya tanpa serius memahaminya. Merasa pintar eoh?

"aku punya kejutan untukmu, Hyung. Kau tau ? Yunho-sunbaenim sepertinya masuk ke universitas H yang terkenal itu di Amerika."

"aku tau su-ie." Jaejoong menganguk pelan. Yunho langsung memberitahunya ketika ia diterima di Universitas H.

"Lalu, Lalu, ia sepertinya mendapat beasiswa disana." Lanjut Junsu bersemangat.

"aku juga sudah tau itu. Kau kemana saja sih Su-ie ? itu sudah berita lama." Jaejoong hanya terkikik mendapati kejutan Junsu tak berhasil.

"ah hyung! Kau tidak seru ah. Tapi kau pasti belum tau tentang hal ini? Kata Yoochunnie, Yunho-sunbaenim akan pulang saat kelulusan kita hyung! Itu berarti Sebulan lagi."

"mwo ? Yunho tidak memberitahuku soal itu!" Jaejoong langsung beranjak dari mejanya. Dan pergi keluar kelas.

"Hyung! Eodiga ?" Junsu berteriak pada Jaejoong,

"menelpon! Dia harus menjelaskan itu semua!"

.

.

"... Lalu apa benar kau akan pulang ?" Jaejoong berkata tak sabaran. Saat ini ia sedang menelepon Yunho yang sedang berada di Amerika.

"Kau ini Jae. Aku masih sibuk dengan tugas kuliahku. Aku tak mungkin pulang dalam waktu dekat."

"Su-ie berkata begitu padaku!"

"Lalu kau percaya begitu saja pada Su-ie?"

"Su-ie tau dari Yoochun-sunbae. Dan Yoochun sunbae adalah sahabatmu Yun. Tentu saja aku percaya."

"Sejak kapan kau begitu mempercayai Yoochun? Ah, pokoknya jangan percaya dulu Jae. Kalau aku pulang, kau adalah orang pertama yang aku kabari terlebih dahulu."

"Yaksok?" Jaejoong berkata manja.

"ne. Sudah aku tutup dulu ya. Aku masih ada kelas sebentar lagi."

Tiiit tiiit tiit. Jaejoong segera mematikan handphonenya. Menatap gusar ke layar telefon sekali lagi. Sekarang siapakah yang harus ia percaya ? Junsu dan Yoochun-sunbae? Atau Yunho? Jaejoong berdecak. Pikirannya kacau. Inilah yang selalu terjadi apabila memikirkan Yunho. Tidak bertemu selama 1 tahun itu membuat semua akalnya hilang. Menghilangkan kesempatan bertemu ketika Yunho akan pulang ? Tentu itu takkan dilakukannya. Dengan langkah kesal, Jaejoong kembali ke kelas. Ia tak mau terus memikirkan hal itu. Mungkin, sedikit berkutat dengan buku pelajaran dapat membuatnya membuang harapan 'Yunho akan pulang' jauh-jauh.

.
.

.

"YAAAA ! Kau ingin kubunuh eoh?" Namja bermata musang itu menatap kesal pada layar laptopnya. Ditatapnya dalam-dalam sahabatnya, Yoochun, yang ada di seberang video call dan sedang tertawa terbahak-bahak.

"Mian-mian. Aku juga tak menyangka su-ie akan cerita pada Jaejoong." Yoochun berusaha menahan tawanya mati-matian. Ia senang sekali jika ia berhasil membuat Yunho marah.

"Lalu, bagaimana ini? Jaejoong sudah tau aku akan pulang pada saat kelulusannya nanti. Argh rasanya aku ingin terbang ke Korea sekarang juga dan membunuhmu Park Yoochun." Yunho menunjuk-nunjuk pada laptopnya. Sedangkan Yoochun hanya mengangkat kedua bahunya tanda ia tak takut pada ancaman seorang Tuan Jung Yunho.

"Sudahlah, Yun. Ia percaya pada kata-katamu tadi kan? Tak usah khawatir. Akan kupastikan Junsu tak membuka mulut embernya lagi. Ok?"

"Akan kupastikan ucapanmu itu Park Yoochun. Aku tak ingin Jaejoong tau bahwa aku akan memberikannya kejutan di hari kelulusannya. Ara?"

"ne . . ne . ." Yoochun hanya membalas santai.

"kau tak ingin aku menunjukkan catatan pribadimu pada Junsu dengan siapa saja kau pernah berkencan dan tidur kan Chun? Jadi, kupegang omonganmu." Kali ini Yunho mengancam Yoochun dan langsung membuat Namja dahi lebar itu terdiam.

"A.. Ara Ara. Sudahlah Yun. Kau enak disana masih pagi. Di korea sudah malam tau. Jalja." Yoochun segera mematikan laptopnya. Ia tak bisa berbuat apa-apa lagi ketika Yunho mengancamnya dengan 'itu'. Yunho sangat hafal dengan silsilah pacar Yoochun dari mereka berdua SD sampai lulus SMA. Bahkan Yunho pun tahu dengan siapa ia pertama kali berciuman, pertama kali ia 'melakukannya' dan masih banyak lagi kejelekan Yoochun yang Yunho ingat. Ah, sepertinya Yoochun tak bisa tidur nyenyak malam ini.

AKTFYUNJAE2013

Tepuk tangan mengiringi upacara kelulusan siswa tahun ini. Jaejoong dan Junsu juga merupakan salah satu siswa yang sedang tersenyum bahagia saat ini. Tak jarang Jaejoong menjadi sasaran siswi-siswi yang ingin mendapatkan kancing pertamanya. Kau tau kan? Kancing pertama berarti pernyataan cinta.

"ah, akhirnya aku bisa kabur." Jaejoong mengatur nafasnya. Setelah berperang dengan siswi-siswi yang memperebutkan kancingnya. Akhirnya ia bisa segera pergi karena hari ini Yoochun-sunbae dan Junsu mengajaknya berpesta.

Dengan sedikit berlari, Jaejoong segera pergi ke rumah Yoochun. Halaman belakang rumah Yoochun-sunbae memang cukup luas. Apalagi hanya untuk mereka bertiga. Ah. . seandainya Yunho ada disini.

"ah mian aku telat."

"ne. Gwenchana hyung. Ini minumanmu, mulai hari ini kita sudah bisa minum." Kata Junsu sambil menyerahkan segelas bir pada Jaejoong.

Mulailah Jaejoong meminum kaleng-kaleng bir yang ada disana. Muka Jaejoong sudah memerah. Tanda bahwa ia sudah mabuk.

"Yun . . . ." Jaejoong duduk di salah satu tempat di taman Yoochun. Beberapa kali matanya mengerjap berusaha memperjelas penglihatannya. Sedangkan Yoochun dan Junsu sudah masuk ke kamar mereka. Mengesahkan hubungan mereka mungkin.

"Jae. . . ."

Jaejoong mendengar sebuah suara. Suara yang amat dirindukannya.

"ania, ania aku hanya mabuk. Tidak mungkin. Yun.. ho kan se.. dang di A. . merika." Ucap Jaejoong perlahan. Lalu, air mata Jaejoong mulai turun. Membahasahi pipinya. Namja cantik itupun terisak.

"Yunho pabo! Tak tahukah dia kalau aku merindukannya?"

"aku tau Jae. . ." ucap suara itu makin jelas.

"Kalau ia tau kenapa ia tak datang kesini?"

" . . . . "

"sekarang, tak bisa menjawabkan ? haha Jaejoong bodoh. Itu hanya ilusimu."

"Bukan Boo . . "

"Jangan! Jangan menekanku!" kata Jaejoong mulai menutup kedua telinganya sambil memejamkan matanya. "aku tak ingin berilusi lagi. Aku makin gila dibuatnya. Katanya ia akan bilang kalau akan pulang! Kenapa ia tak memberitahuku! Mungkin ia sudah punya selingkuhan di Amerika! Tak tahukah ia disini aku selalu merindukannya! Menantinya untuk kembali walaupun itu semua hanya khayalan. Aku . . aku. . ."

CUP

Yunho yang sedari tadi berdiri di belakang jaejoong sudah tidak tahan lagi melihat Jaejoong menangis. Segera di kecupnya bibir ranum milik Jaejoong. Jaejoong segera membuka matanya. Mata doe miliknya segera mengerjap-ngerjap pelan. Ia tak berilusi kan? Yunho ada disini.

"aku pulang, boo." Segera setelah melepaskan bibir hatinya. Yunho tersenyum ke arah Jaejoong.

"Yun. . ini bukan ilusi kan?"

Yunho menggeleng pelan. Berusaha meyakinkan Jaejoong.

"Ka.. katamu jika kau pulang kau akan memberitahuku ?"

"emm... itu . . . " Yunho kikuk. Ia sudah lama tak berhadapan Jaejoong. Tapi Yunho segera tersentak ketika kedua tangan Jaejoong memeluknya.

"Itu tak penting lagi." Jaejoong menangis sambil tersenyum. Berusaha menyisipkan kepalanya di leher Yunho.

"Waeyo boo?"

"Yang penting kau ada disini sekarang. Bersamaku."

Yunho tersenyum. Inilah yang dia inginkan sekarang. Keheningan. Hanya antara dia dan Jaejoong saja.

"ayo kita pulang Jae. Bagaimana kalau malam ini kita ke apartemen ku ?"

.

.

"Jadi, yang dikatakan Su-ie itu benar?"

Yunho menganggukkan kepalanya sambil menyedot jus miliknya.

"Lalu, kenapa kau menyangkalnya Yun?"

"tak apa Jae. Hanya ingin membuat kejutan untukmu."

"kau ini ish." Jaejoong hendak memukul dada Yunho pelan. Tapi dengan cepat, Yunho menangkap tangan Jaejoong.

"mwo?"

"aku punya oleh-oleh untukmu." Yunho melepaskan tangan Jaejoong dan mengambil sesuatu dari kamarnya.

Jaejoong mengerjap-ngerjap matanya tak percaya. Yunho membawakan boneka gajah berukuran besar.

"AAAAAA kau baik sekali Yun." Jaejoong berteriak keras sambil melompat-lompat. Lalu menghampiri Yunho dan segera memeluk boneka gajah tersebut.

"kau tau, ketika aku melihat ini di bandara aku langsung ingat padamu."

"kau tau yun? Sepertinya aku akan lebih menyanyangi boneka gajah ini daripada kau."

"MWO? Kalau begitu akan kubuang!" Yunho berusaha mengambil kembali boneka gajah tersebut.

"Tidak." Jaejoong berlari sambil menjulurkan lidahnya.

"YAAA ! KIM JAEJOOONG!"

.

.

I'm baaaccckk~ maaf bad ending hiks T_T ga nemu ide.

Tetap di review yah.

Maaf banyak kesalahan bahasa disini. *Author bow*

Makasih buat yang kasih kritik and saran :*