|| Wolf || EXOFanfiction || Chapter 1 ||

.

.

.

Cast :

- Kim JoonMyeon

- Wu Yi Fan

- Zhang Yi Xing

and all member EXO

Pairing : Sudah bisa ditebak

NB : Udah lama ga nulis kayak begini jadi mian kalo rada aneh hehehe.

Happy Reading all :)

.

.

.

Seekor serigala jantan berlari kencang kedalam hutan lebat. Bulunya yang putih terkena bercak cokelat akibat genangan air yang dia lewati tadi. Dia berhenti berlari saat sudah mencapai wilayah tertinggi di hutan. Dia menatap langit lalu melolong.

'Aaaauuuuuuu'

.

.

Anak kecil berumur sekitar 5tahun sedang bermain dengan seekor serigala berbulu cokelat emas. Mereka sangat senang bermain bersama. Anak kecil itu berguling guling diatas tanah dengan tangan yang memeluk tubuh serigala mungil itu. Senyum dan tawanya membuat semua orang yang melihatnya merasa nyaman. Anak kecil itu berhenti tertawa dan manatap mata sang serigala.

"Kris, aku mulai lelah." Anak kecil berkulit putih itu memeganggi perutnya dengan posisi masih terbaring di atas tanah.

Tidak lama kemudian serigala mungil itu berubah wujud menjadi anak kecil dengan tubuh lebih tinggi daripada lelaki yang sebelumnya. Dia berbaring disamping anak lelaki pertama sambil menatap langit.

"Aku juga lelah, Suho. Hehe."

Anak yang dipanggil Suho itu tersenyum dan menatap anak kecil yang berbaring di sebelahnya.

"Kita akan berteman selamanya." Suho berkata sambil mendudukan dirinya.

Kris menatap mata Suho dan tak lama dia tersenyum dan mengulurkan jari kelingkingnya.

"Berjanji?" Kris menggerakan jemari kelingkingnya di depan mata Suho.

"Aku berjanji." Suho dan Kris menautkan jari kelingkingan dan saling tertawa bersama-sama.

.

.

12 Tahun Kemudian.

"Kris! Hey ya! Kenapa kamu sulit untuk bangun hah?" Lelaki berambut cokelat gelap itu memukuli badan lelaki berambut blonde dengan guling ditangannya.

"KRIS WU!"

"YAHH KAMU SANGAT BERISIK!"

"Kamu ingat ini hari apa? Ini hari dimana guru killer itu mengajar bodoh! Lihatlah jam dindingmu!"

Dengan malas Kris menoleh kearah jam dan mempertajam indera penglihatannya.

"Jam 7." Kris menarik selimutnya hingga menutupi seluruh badannya.

"APA? JAM 7?!" Kris bangkit dari tidurnya dan langsung berlari kearah kamar mandi.

"Ck, cepatlah!" Suho berteriak dan berjalan kearah teras rumah Kris.

Langkah Suho terhenti pada tepi danau dekat rumah Kris. Dia duduk sembari melempari kerikil kedalam danau itu. Pandangan matanya menatap air, dia dapat melihat wajah serigala mungil bermata biru tua dengan pandangan sendu.

Dia mengabaikan apa yang dia liat sambil terus melempari kerikil sampai tangannya menyentuh sesuatu benda yang agak keras. Pandangannya beralih kebelakang dan menemukan sosok lelaki tinggi nan tampan.

"Sedang apa?" Lelaki yang bernama Kris itu memasukan kedua tangan kedalam saku celananya.

"Tidak, hanya sedang menunggumu. Ayo cepatlah." Suho berdiri dan berlari kencang kearah luar hutan.

"Hey! Yah kenapa meninggalkan aku?" Kris berlari mengejar gerakan Suho sambil terus mengomel.

Suho terus berlari tanpa pendengarkan ocehan Kris. Didalam pikirannya masih terbayang dengan serigala berwajah sendu yang sepertinya sedang sedih dan ketakutan itu. Suho berhenti berlari begitupun dengan Kris yang sekarang sudah tepat dibelakangnya.

Pintu gerbang sekolah sudah tertutup bahkan tergembok dengan rapi. Suho dan Kris menghela nafas sambil menonjok pelan gerbang sekolah.

"Kamu lihat? Bahkan kita terlambat sekolah, Argharna!" Suho memanggil nama Kris dengan nama serigalanya dengan nada membentak.

"Aku kan tidak tahu kalau ini akan terjadi." Kris mengusap belakang lehernya dengan canggung didepan Suho. Suho kembali menghela nafas dan menendak kerikil didekatnya.

"Lebih baik kita membolos, untuk kali ini." Kris merangkul pundak Suho sambil mengedip-ngedipkan matanya.

"Ya, untuk hari ini. Hanya untuk hari ini." Suho memutar bola matanya bosan dan berjalan pasrah karna Kris menyeretnya kearah bar yang letaknya terpojok dari lingkungan masyarakat.

Kris memasuki bar sambil menyapa namja dan yeoja yang dia lewati sedangkan Suho hanya memasang wajah juteknya. Kris duduk disalah satu kursi yang disediakan sedangkan Suho masih berdiri tegap dan menatap Kris dengan tatapan menyebalkan.

"Oh ayolah Woolsey, aku tahu badanmu tidak terlalu tinggi. Tapi aku rasa kamu bisa naik ke bangku itu, right?" Suho memukul kepala Kris dengan tangan yang tidak terlalu besar itu dan menarik rambut Kris dengan ganas.

"Dasar serigala sombong, tidak akan aku ampuni." Suho menjitaki kepala Kris dengan tangan kirinya yang menahan kepala Kris.

"Ssstttt jangan terlalu kencang, bodoh. Ini wilayah manusia, Woolsey." Kris melindungi kepalanya dari hantaman Suho dan melihat sekeliling.

"Jangan panggil aku begitu. Namaku Kim... apa itu? Kim Myeon Jin." Suho berlagak di depan Kris sambil melipat kedua tangan di dadanya.

"Bahkan namamu sendiri kamu tidak ingat hahaha. Namamu Kim Joon Myeon, pendek." Kris menepuk kepalanya Suho seperti kakak yang menasehati adiknya.

"Tadi aku juga bilang Kim Joon Myeon." Suho menyangkal dan mengabakan Kris yang terus menertawakannya. Kris hanya bisa mengangguk-ngagguk dan memanggil bartender di depannya.

"Milk shake 2." Kris memesan susu karna pada dasarnya serigala memang tidak menyukai minuman bir.

Kris berbicara dengan bartender sedangkan Suho asyik melihat sekeliling. Bartender sudah menyiapkan 2 gelas milk shake sambil mengelus paha sang kekasihnya. Kris yang melihat adegan itu langsung memandang arah lain dan dia sadar bahwa Suho sudah tidak berada di sampingnya.

"Woolsey.." Kris memanggil nama Suho sambil berjalan keliling isi bar. Banyak yeoja yang terkesema dengan wajah tampannya sehingga tak jarang wanita menggoda Kris walaupun Kris hanya memasang wajah datarnya.

Kris menggaruk rambutnya yang sama sekali tidak gatal dengan terus menatap sekeliling ruangan. Dia mengenduskan hidungnya bermaksud mengeluarkan indera penciuman serigala untuk mencium bau Suho.

Kris terus mengendus lucu sambil berguman 'bukan, bukan itu yang aku cari.' Matanya masih terus memperhatikan seisi ruangan yang ramai itu sambil terus berjalan.

"Tolong! Tolong aku!"

Sekilas Kris mendegar suara itu tapi dia tetap fokus dengan bau yang sedang dia lacak.

"Tolong!"

Samar-samar suara itu menganggu pendengaran Kris. Dia jadi tidak konsen melacak bau Suho. Dilangkahkan kakinya perlahan sambil terus mempertajam indera pendengarannya. Dia naik ke lantai dua dan suara itu semakin terdengar.

"Ku mohon, jangan hiks hiks."

Kris berdiri di depan pintu dimana dibalik pintu itu memperdengarkan suara namja yang berteriak meminta pertolongan. Kris mendobrak pintu itu tanpa basa basi dan melihat lebih dari satu namja disana.

Kris membelakan matanya dan mundur sedikit dari ambang pintu.

"Su-Suho..."

To Be Continued

Review please, kalo banyak yang review, nanti dilanjut kalo sedikit ya sudah hehehe.

Thank Before :DD